28. January 2015

0 Comments

Ajak followers keliling dunia

Sepanjang 2014 ada beberapa followers yang terpilih untuk ikut ke luar negeri dalam rangkaian Mesakke Bangsaku World Tour. Berikut adalah blog post mereka yang menceritakan pengalaman ikut World Tour pertama oleh orang Indonesia. Dadi Bangun: Singapore) = Cindy Kusuma : Melbourne – Adelaide Santi Fang: Brisbane Bhagus Hernawan: London Gilang Desnantia: Amsterdam – Berlin Wira […]

Continue reading...

27. January 2015

9 Comments

Untuk membunuh saja

Ada perbedaan mendasar antara “freedom of speech” dan “hate speech”. Yg ke dua adalah konsekuensi dari yang pertama. Walaupun yang pertama, tidak selalu harus berwujud yang ke dua. Charlie Hebdo, di mata saya adalah yang ke dua. Sebagai stand-up comedian, ini topik yang dekat dengan saya. Setiap hari saya memikirkan, baik secara refleks maupun dengan […]

Continue reading...

27. January 2015

0 Comments

Indonesia dalam diri kita

Terhitung mulai hari ini, saya menulis buku lagi. Ini akan jadi buku ke 6 saya setelah “How I Sold 1000 CDs in 30 Days (Gramedia), Nasional.is.me, Merdeka Dalam Bercanda, Berani Mengubah, Indiepreneur (Bentang Pustaka). Kalau mau beli buku buku tersebut silakan masuk ke toko online saya WSYDNshop.com Judulnya, #MenemukanIndonesia. Mengenai pengalaman keliling dunia ketika Mesakke […]

Continue reading...

24. January 2015

137 Comments

Menyesal Memilih Jokowi

Sebelum saya memulai, ada baiknya anda baca dulu apa yang ada di kepala saya tentang Jokowi yg saya tulis tanggal 2 Juni 2014 di sini Lalu dalam jeda 21 hari, ini pendapat saya akan Jokowi Nah, skarang mari kita bahas realitanya. Apa saja yang sudah terjadi semenjak tulisan itu dan juga apa yang terjadi dalam […]

Continue reading...

9. December 2014

47 Comments

Hidup Beragama

Untuk yang sudah nonton Mesakke Bangsaku, harusnya tau apa pendapat saya mengenai alasan Indonesia sulit bersatu. Alasannya adalah: Yang mayoritas belagu di hadapan yang minoritas. Yang minoritas merasa kerdil di hadapan yang mayoritas. Belagu itu definisinya apa? Menurut definisi saya, “Belagu” adalah perangai semau dirinya sendiri dan tidak mau memikirkan orang lain. Sombong, mungkin kata […]

Continue reading...

2. December 2014

3 Comments

Mesakke Bangsaku World Tour: Beijing #spon

Kalau ditanya apa kesan akan Beijing, saya akan jawab “Tak ada duanya” Beijing, ibu kota Republik Rakyat Tiongkok adalah rumah bagi 21 juta jiwa. Tidak seperti Jakarta, 21 juta ini beneran tinggal di Beijing, bukan pendatang dari Bekasi atau Tangerang yg masuk kota hanya untuk bekerja. Semua yang ada di Beijing, tidak ada duanya. Tembok […]

Continue reading...

15. November 2014

1 Comment

Mesakke Bangsaku World Tour: Guangzhou #spon

Guangzhou. Bagaimana caranya sebuah kota yang ada di negara represif dengan kebebasan berpendapat yang hilang, dengan tanpa twitter, tanpa facebook, tanpa youtube, bisa menghadirkan 530 penonton di Mesakke Bangsaku Guangzhou? Entah. Tapi itulah kehebatan teman teman FAMIG. Federasi Mahasiswa Indonesia Guangzhou yang sudah 10 tahun berdiri. Just like every other individual living in China, these […]

Continue reading...

9. November 2014

3 Comments

Mesakke Bangsaku World Tour: Amsterdam #spon

Apa rasanya ya kerja sekerasnya, berkreasi sebaiknya, lalu setelah dapat hasilnya, kena pajak penghasilan 30% – 52% ? Tanya saja kepada penduduk Belanda. Waktu saya di Amsterdam, kaget juga rasanya. Walau kita bisa berargumen bahwa tentu standar penghasilannya di atas kita tapi coba anda rasakan saja penghasilan anda hilang lebih dari setengahnya. Tentu tidak berlaku […]

Continue reading...

9. November 2014

0 Comments

Mesakke Bangsaku World Tour: Berlin #spon

Walau setiap kota tentu menyisakan pengalaman tersendiri, tapi Berlin memberi ingatan yang berbeda. Ada geliat yang beda dari Berlin dibandingkan dengan kota kota lain. Berlin seperti masih sedang ingin memberikan pembuktian, ingin segera beranjak maju. Baik kotanya maupun warganya. Semenjak bergabungnya Jerman Barat & Timur ternyata penyesuaian belum usai. Bahkan hampir setiap destinasi liburan Berlin […]

Continue reading...

26. October 2014

12 Comments

Always

Sekarang jam 6 pagi waktu Amsterdam. Sejak London, Berlin & kini di Amsterdam saya selalu bangun pagi pagi. Mungkin karena tubuh saya masih mencoba menyesuaikan dengan waktu Jakarta. Di Jakarta saat ini jam 12 siang. Bedanya kini 6 jam antara Jakarta & Amsterdam. Tadinya beda 5 jam, tapi menjelang pergantian musim ada Day Light Saving […]

Continue reading...
Older Entries