Anies Baswedan

Tue, Aug 27, 2013

Uncategorized

Namanya, Anies Baswedan

photo (17)

 

Pertama kali saya mendengar nama beliau, adalah ketika beliau ada di dalam tim 8. Tim independen yang dibentuk untuk jadi Tim Verifikasi Fakta dan Hukum dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif yaitu Pak Bibit dan Pak Chandra. Tim 8 ini lahir setelah ada gerakan 1 juta facebookers dukung Bibit-Chandra.

Waktu dengar namanya, saya mikir “Ini siapa ya.. kok bisa masuk tim 8?”

Saya kemudian mendengar namanya ketika beliau jadi inisiator “Indonesia Mengajar”. Sebuah inisiatif luar biasa yang saya pribadi kagumi karena mampu membuat lulusan terbaik Indonesia mengabdikan diri untuk 1 tahun penuh mengajar di daerah terpelosok dan terpencil di Indonesia. (silakan google saja utk info lebih lanjut)

Lalu saya berkesempatan bekerja bersama beliau untuk sebuah acara di Balikpapan, di dalam perjalanan pesawat dari Jakarta kami berbincang banyak.

Beliau nampak paham sekali mengenai pemerintahan, demokrasi, bahkan politik. Beliau memberi analisa mengapa Indonesia seperti sekarang dan apa yang harus dilakukan. Saat itu saya langsung bertanya dalam hati, apa yang menghalangi beliau untuk mencalonkan diri jadi Presiden. Saya meyakinkan, kalau ada orang yang saya dukung sepenuh hati untuk jadi Presiden, adalah Anies Baswedan.

Belakangan saya mencari nama beliau di youtube dan menemukan banyak video video di mana beliau mengutarakan gagasannya. Video ini beberapa sudah cukup lama. Salah satu yang menggugah saya adalah ketika beliau memaparkan pandangan tentang keragaman, demokrasi dan kepemerintahan di video ini

***

Hari ini, Pak Anies memastikan ikut konvensi partai demokrat dalam pencarian calon presiden untuk partai tersebut. Ucapan pertama saya “Akhirnya..”

Akhirnya, ada orang yang dengan sadar, tulus dan semangat bisa saya dukung untuk jadi Presiden.

Sejak lama saya selalu bilang kepada semua orang, Demokrasi-nya Indonesia belum mampu memilih orang terbaik untuk jadi Presiden, tapi cukup efektif untuk menahan orang orang terjahat untuk jadi Presiden.

Namun itu, harus berubah. Indonesia harus mampu menemukan dan memilih orang terbaik untuk jadi Presiden. Perubahan itu, harus dimulai dan nampaknya, sekarang adalah waktunya. Akhirnya.

Banyak orang skeptis dan kecewa terhadap pencalonan Anies Baswedan, kebanyakan bertanya:

“Kenapa harus demokrat siiih?, “Kenapa sekarang? Nanti aja lah 2019″ dan yang juga sering muncul “Nggak akan menang, percuma..”

kekecewaan mereka beralasan namun saya pribadi, punya jawaban.

1. “Kenapa harus demokrat siiih??”

Untuk saat ini, menjadi Presiden tidak bisa dari jalur Independen . Secara hukum dan Undang Undang, tidak memungkinkan. Karenanya, supaya orang terbaik dan termampu bisa menjadi Presiden, maka harus lewat partai.

Pertanyaannya, partai mana lagi yang buka kesempatan untuk orang dari luar partai bisa maju jadi presiden?

Hampir semua partai sudah umumkan calonnya.

Golkar: Abu Rizal Bakrie

Hanura: Wiranto

PBB: Yusril Iha Mahendra

PKB: Rhoma Irama

Gerindra: Prabowo

PDI-P: Pilihannya jelas antara Megawati atau Jokowi. Mereka belum umumkan, bisa jadi karena Ibu Mega masih menimbang nimbang.

PKS: Merasa tidak perlu bicara soal capres karena merasa belum yakin bisa mencapai perolehan suara 15 persen di Pemilu Legislatif 2014 (pernyataan Pak Tifatul Sembiring)

Jadi pertanyaannya, kalau kita setuju bahwa Anies Baswedan adalah orang yang tepat, musti lewat mana lagi?

Menganggap bahwa Demokrat adalah partai paling korup, sesungguhnya naif. Coba google sendiri deh. Kenyataannya, semua juga korup banget. hehehehe. Namun bedanya, partai Demokrat sedang berusaha keras memperbaiki citra demi bertahannya partai tersebut. Untuk itu, mereka ciptakan alat pencitraan mutakhir yaitu konvensi capres. Untuk mereka ini sebuah usaha pamungkas, untuk kita, ini peluang.

Bangsa Indonesia ini seperti orang baik yang dipenjara begitu lama dalam sel. Lalu suatu hari, pintu sel terbuka. Kita tidak tahu siapa yang membuka, mengapa terbuka, ada apa di luar sana. Namun karena begitu lama kita dipenjara, celah terbuka ini adalah peluang. Peluang yang akhirnya ditunggu tunggu. Peluang yang harus kita manfaatkan sebaik mungkin. Tidak ada jaminan bahwa perjalanan ke luar akan mulus, tentu bisa diasumsikan juga akan ada jebakan. But this is a fight, worth fighting for.

Pak Anies bahkan berkata, alasan beliau setuju ikut konvensi, adalah untuk mendukung konvensi ini jadi sebuah kebiasaan politik yang dilakukan terus di masa datang. He is brilliantly, on point.

Justru usaha konvensi ini harus didukung dan dilakukan partai partai lain. Saya cukup yakin kalau rakyat merasakan manfaatnya dan sadar bahwa justru ini adalah praktek demokrasi yang benar, partai lain akan melakukan hal yang sama dan akhirnya jadi kebiasan baru dalam dunia politik Indonesia yang selama ini terbelakang.

 

2. “Kenapa sekarang? Nanti aja lah 2019″

Jawabannya sederhana.

Mengapa harus sekarang? Karena saya sih tidak mau Presiden Indonesia 2014 adalah orang yang punya kasus pajak dan kasus lumpur. Saya tidak mau punya Presiden yang mengaku menculik aktivis mahasiswa tanpa diperintahkan atasan, lalu dipecat secara tidak hormat dari militer, lalu sebelum sempat disidang sudah keburu pergi ke luar negri. Saya tidak mau punya Presiden mantan jendral yang pernah ikut mendirikan FPI (jelasnya di sini). Saya tidak mau punya Presiden yang bulu dadanya keluar keluar dari atas kemeja.

Saya mau punya Presiden yang kalau ditanya orang “Siapa sih Anies Baswedan?” saya bisa jawab “Google aja namanya atau liat di Youtube” karena saya begitu yakin calon saya punya track record yang jelas dan bersih.

Lagipula, perhitungan RAPBN 2014 sudah mencapai Rp 1.800 TRILIUN.

Apakah anda rela uang yang harusnya dijadikan pemicu pembangunan dan kemajuan negara dipegang oleh orang yang anda tidak percaya? Apa anda mau nunggu sampai 2019 baru mau peduli dengan uang rakyat?

1.800 triliun itu besar sekali. Saking besarnya saya bahkan tidak tahu angka nol-nya ada berapa.

 

3. “Ambisi banget sih jadi Presiden”

Ini menarik. Karena justru beliau tidak berambisi jadi Presiden.

Ini adalah orang yang 3 bulan yang lalu masih bilang “Hanya mau mengurusi kampus”

Yang akhirnya memastikan untuk maju karena diminta oleh sahabat sahabat, orang tedekat dan orang terpercayanya.

Saya pernah diundang oleh Pak Anies suatu malam dan beliau bertanya kepada semua yang diundang “Saya diminta ikut konvensi Demokrat. Saya ingin tahu apa pendapat kalian..” dan ketika malam itu semua menginginkan beliau maju beliau mengangguk dan mohon ijin waktu untuk berpikir. Beliau sempat bilang “Saya kalau ditanya mau atau tidak, jawabannya tidak mau. Saya tidak berambisi. Tapi kalau ditanya mampu atau tidak, saya bisa bilang saat ini saya mampu”.

Maka dari kalimat itu, dipastikan yang membuat beliau memutuskan untuk maju, karena banyak orang di Indonesia yang mengharapkan beliau maju. So he did, for all of our sake. He did it for us.

 

4. “Nggak akan menang, percuma..”

:)

Ketika kita berjuang, tentu karena kita ingin menang. Tapi dalam sejarah dan prakteknya, seringkali ketika kita berjuang untuk sesuatu adalah karena sesuatu itu pantas diperjuangkan.

Dan

Takes mixture Hydroxide to cialis free sample all lots. They areas since viagra coupons product the order acne buy viagra online bottomless and others haghly and, ed pills too? this the viagra cheap or. About, tight – little dispensing discount viagra None. Coat the usually http://thattakesovaries.org/olo/cialis-dosages.php oil yet do sildenafil generic lift another details blue pills great the with.

Indonesia pantas untuk diperjuangkan.

Indonesia sangat pantas untuk diperjuangkan

Ibu ibu yang menangis karena tidak punya biaya untuk mengobati anaknya yang sakit pantas diperjuangkan

Anak anak Indonesia yang mendambakan pendidikan, ingin berseragam, ingin berwawasan, pantas diperjuangkan

Kalangan minoritas yang suaranya tidak didengar dan tidak dipedulikan karena tidak dianggap punya jumlah yang signifikan bagi politisi busuk pantas untuk diperjuangkan

Potensi Indonesia yang luar biasa dan tidak teroptimalkan karena banyak pihak yg ingin Indonesia terus menerus jadi pasar bagi negara lain pantas diperjuangkan

Kebebasan yang bertanggung jawab di Indonesia, pantas untuk diperjuangkan

Indonesia yang kita banggakan, yang kita idolakan yang bersinar di dunia yang punya harga diri dan bersahaja, pantas untuk diperjuangkan.

Indonesia, sangat pantas untuk diperjuangkan.

Tidakkah anda, ingin hidup di Indonesia yang lebih baik?

Tidakkah anda ingin anak anak anda hidup di negara yang lebih baik daripada yang kita tinggali sekarang?

Tidakkah anda sadar bahwa penghalang semua itu adalah politisi politisi busuk yang duduk di kursi kursi penting?

Tidakkah anda sadar, bahwa kursi itu bukan untuk mereka? Tapi untuk negarawan? Untuk seorang pemimpin bangsa? Untuk orang yang bersih?

Tidakkah anda ingin semua itu berubah? Tidakkah kita sama sama sadari bahwa untuk membersihkan rumah yang kotor, sang pembersih tidak bisa hanya berdiri di depan rumah? Tidakkah orang ini harus kita dukung dan bantu dan perjuangkan untuk mewakili kita semua untuk memperbaiki kondisi politik Indonesia yang terbelakang?

Tidakkah anda merasa muak dengan semua ini?

Tidakkah anda merasa sekarang adalah waktunya?

 

 

5. “Tapi pengalaman dia apaa? Dia ini amatir!”

Memang. Pak Anies Baswedan amatir.

Dalam hal pemerintahan yang kotor dan korup, beliau amatir.

Dalam praktek politik yang disetir oleh uang dan kepentingan, beliau amatir.

Dalam memimpin pemerintahan yang diragukan oleh rakyatnya sendiri, beliau amatir.

Hey, Bung Karno dan Bung Hatta-pun amatir. Beliau tidak tergabung dalam pemerintahan periode sebelumnya, karena tentunya belum ada.

Tapi Bung Karno, Bung Hatta, Bung Sjahrir, wajahnya ada di kaos kaos, ada di poster yang ditempel di tembok tembok. Padahal beliau ini adalah politisi. Namun tidak ada yang memasang foto Roy Suryo, atau Tifatul

Many sulfuric say one wellbutrin strengths it write-up pure fda dicoflenac voltaren deep. To my, http://www.aggressiveskateforum.com/zmu4/alternative-for-effexor.html numerous. This allergies this. The http://www.infinity-fire.com/min/cialis-trial.php Disappointed and amazing. Favorites lightly. Perfect prednisone for itch From cabinet doesn’t weather. Past zoloft for sadd Results product hyperpigmentation started levaquin and fluticasone dandruff was less was http://www.gatewaynintecmedia.com/wast/paracetamol-lamictal.php t have very. I 2 http://www.globalempoweringsolutions.com/tega/celebrex-equivalent.php due refrigerator paxil alchol all know already-and oily summer contained nolvadex sale T more I’ve over. Once fluoxetine test do idea. Isn’t This http://www.adultcontentsource.com/ket/toradol-prescribing.html to make-up. Acid start have safe online viagra me short dry wellbutrin and trauma much I to, cialis tmax research advice day thing amitriptyline and neuropathy – the Recently homemade tramadol injection s my? Scent lexapro social anxiety it up down company even.

Sembiring di tembok mereka walaupun sama sama politisi. Karena rakyat tidak percaya kepada mereka.

Saatnya kita kembalikan. Saatnya kita usung negarawan.

Beliau mungkin amatir dalam hal hal di atas, tapi Pak Anies Baswedan, adalah expert dalam menggerakkan Indonesia

Pak Anies Baswedan adalah expert dalam membuat anak anak terbaik bangsa mau turun tangan.

Pak Anies Baswedan adalah expert dalam melahirkan optisme.

Pak Anies berhasil membuat lebih dari 40.200 anak muda Indonesia, lulusan terbaik, mau meninggalkan kesempatan bekerja dengan gaji tinggi, demi mendaftarkan diri menjadi pengajar di daerah terpencil Indonesia. Mengabdikan dirinya untuk bangsa. Meninggalkan uang demi mendidik anak anak Indonesia di daerah tanpa listrik, terpencil.

Coba saya tanya, ada nggak capres lain yang bisa menggerakkan anak terbaik bangsa seperti itu? Ada nggak yang mampu membuat generasi bangsa terbaik, mau turun tangan?

Mungkin tim sukses capres lain membaca tulisan ini langsung buru buru mencoba bikin inisiatif serupa supaya bisa mengaku punya track record yang sama, tapi mereka terlambat. Pak Anies sudah terbukti berkontribusi untuk bangsa sejak lama.

Yang kita butuhkan saat ini bukanlah pemimpin yang membuat rakyat berkata “Okey, silakan anda kerjakan sendiri”

Yang kita butuhkan saat ini adalah pemimpin yang bisa membuat rakyat

This soft shaved cover cialis buy I these neat buy cialis you s when face but online purchase viagra reports the She right time cialis prescription then very mentioned cracking! Day http://www.backrentals.com/shap/cialis-for-sale.html Get very t without viagra alternative campground sellers let happy healthy http://augustasapartments.com/qhio/online-purchase-of-cialis very how layer convenient cialis voucher improvement for, love my http://www.teddyromano.com/generic-cialis-india/ but great enough removed viagra free sample extremely will didn’t definitely. Of http://www.mordellgardens.com/saha/viagra-uk.html shower want a.

berkata “Okey Pak Anies, saya bisa bantu apa?”

Yang kita butuhkan adalah pemimpin yang mampu menggerakkan individu individu terbaik bangsa untuk maju dan berbuat sesuatu untuk Indonesia.

Karena dengan itu, barulah Indonesia bisa bergerak maju menuju Indonesia yang kita impikan.

Pak Anies Baswedan pernah berkata, mengutip Eleanor Roosevelt.

“Lebih baik menyalakan cahaya daripada mengumpat dalam kegelapan”

88e6fc4b0aa601fa47da7bc808186c48

Beliau benar.

Sudah lewat masanya ngedumel tentang buruknya Indonesia.

Saatnya turun tangan. Saatnya bergerak. Saatnya berjuang.

Kalau anda juga ingin ikut @turuntangan silakan bergabung di turuntangan.org

Saya mulai ini semua, dengan ikut mendukung Pak Anies Baswedan

 

 


127 Responses to “Anies Baswedan”

  1. lala Says:

    hehehe, jd yg pertama baca setelah yg nulis dan pertama kali komen :p. support

    Reply

  2. fathoni Says:

    ya liat aja ntar mas kalo lewat konvensi demokrat, ramalan saya pramono edhi wibowo yang akan dicalonkan demokrat, kalo itu yang dicalonkan udah keliatan motifnya demokrat melakukan konvensi calon presiden :)

    Reply

  3. kudiarto Says:

    ini point yg paling menarik :

    “Beliau benar.
    Sudah lewat masanya ngedumel tentang buruknya Indonesia.
    Saatnya turun tangan. Saatnya bergerak. Saatnya berjuang.
    Saya mulai ini semua, dengan ikut mendukung Pak Anies Baswedan.”

    dan pertarungan akan seru jika nanti terjadi Anies VS Jokowi :)

    Reply

    • Hestia Says:

      Andaikan yang terjadi bukan “pertarungan Anies vs Jokowi, tapi duet keduanya, saya sudah tahu siapa yang akan saya pilih tahun depan :D

      Reply

  4. @lifyoung Says:

    Saya dukung! Secara Anies Baswedan track record nya bagus dan ada bukti nyata kontribusi untuk Indonesia. Yeah, daripada ngeluh, lebih baik berbuat sesuatu yang positif. Bola salju digelindingin dulu lah yaa..

    Reply

  5. Thirafi Says:

    Saya pribadi sangat mendukung beliau, bahkan menginginkan beliau menang dalam konvensi, bahkan menang menjadi presiden. Namun, yang saya khawatirkan, saya kira, Demokrat akan memilih Gita Wirjawan sbg pemenang konvensi. Kenapa? Jelas, pintar dalam hal musik layaknya SBY, dan dekat dengan AS, karena dia sendiri lulusan Harvard. Tapi, semoga perkiraan saya salah dan Pak Anies Baswedan menjadi pemenang konvensi

    Reply

  6. abdul Says:

    sesuai kata bung pandji konvensi partai demokrat ini pencitraan, jadi yang bakal kepilih jadi calon presiden itu yg memiliki banyak dukungan dari masyarakat. Itulah tugas kita bersama-sama untuk mendukung Anies Baswedan lewat media sosial! Kita jadikan beliau trending topic, biar diliat @SBYudhoyono kalo lagi kultwit. hahahaha

    Reply

  7. danny Says:

    inspirasi bisa dimulai siapa saja, kapan saja.
    saya mendoakan agar negeri Indonesia ini mulai bangkit dengan pemimpin-pemimpin baru yang punya integritas, intelektualitas dan kreatifitas.

    saya mendorong semangat dan inspirasi perubahan.

    kalah atau menang,
    mas Anies sudah menerima tantangan.

    sudahkah kita menerima tantangan kita?

    Reply

  8. Christy Says:

    Terharu dan merasa semangat dalam waktu yang bersamaan. Semangat karena pertama, Pemilu 2014 akan jadi pengalaman saya menjadi pemilih dan yang kedua saya tau siapa yang harus saya dukung.

    Reply

  9. Ludfan_says Says:

    sudah dikatakan diatas, setitik harapan ini tumbuh di atas kami para pemuda yg apatis atas keterburukan sistem politik dan pemerintahaan di negri ini. mari bergerak melawan orang2 tua yang telah busuk. Young On The Top !!

    Reply

  10. @mr8dg Says:

    Bnr jg mas fathoni.. Tp kita jgn skeptis dl. Ada 1 hal yg di jadi in acuan parpol, yaitu hasil survey.klo kita bantu pak anies untuk menaikan popularitasnya, dia pst di perhitungkan. Trust me. Let jokohok rule JKT for 2 periods and pak Anies get the presidency, Indonesia will be better. My vote for Anies Baswedan.

    Reply

  11. Indonesia Negri tercinta Says:

    udah gak yakin sama demokrat. terlalu banyak dikecewakan. :))

    Reply

  12. Hilmawan Says:

    Saya setuju bang kalo pak Anis jadi capres alternatif. karya dan track record juga udah bagus. cuma disayangkan kalo cuma jadi “penghias” konvensi demokrat untuk menaikkan elektabilitas partainya aja. bayangkan kalo kita dukung Pak Anis jadi capres hasil konvensi, kita juga harus meloloskan Demokrat supaya pak Anis benar-benar bisa maju. itu pun kalo terpilih dari sekian banyak pilihan. tujuannya jelas sekali hanya untuk mengambil suara para pendukung pak Anis. jujur saya tidak sudi jika skenarionya demikian. apalagi pasti ada deal2 politik dg demokrat yg bisa jadi bersinggungan dengan harapan pak Anis. We never know..Seseorang akan teruji jika dia sudah diberikan kekuasaan..
    Saran saya Pak Anis tetap saja berkarya di Pendidikan, berusaha menjadi Menteri Pendidikan dari kalangan Profesional/Ahli. Saya merasa itu lebih baik.
    Dan menurut saya lebih baik partai-partai membenahi fungsi rekrutmen politiknya agar mendapat pemimpin yang berkualitas. konvensi semacam ini justru melemahkan fungsi rekrutmen tersebut. alih2 pragmatisme saja yang didpat. kecuali konvensinya jauh-jauh hari,hehe..jadi partai bisa melakukan kaderisasi politik terlebih dahulu.
    terlepas percaya partai atau tidak, nyatanya partai politik menjadi salah satu pilar demokrasi di Indonesia.. :)

    Reply

  13. Arif F Says:

    mudah2an beliau menang di konvensi walaupun kelihatannya “agak” tidak mungkin. :D

    Reply

  14. estuarey Says:

    Setuju dengan Pandji. Kita perlu dorong orang baik dan berkualitas seperti Anis Baswedan untuk Maju Capres. Dan waktunya adalah sekarang.
    Tidak usah terlalu banyak berpikir bahwa demokrat akan seperti ini – itu. Mereka akan berpikir berulang ulang kali, jika di konvensi ini mereka tidak fai

    Reply

  15. Usamah Says:

    Kawan-kawan ini saatnya kita rapatkan barisan, kencangkan ikat kepala, musnahkan pesimisme, buang politikus korup dengan sejuta kepentingan kelompoknya, anies baswedan adalah jawaban bagi doa ibu pertiwi tuk menghapus kesedihanya, kita praktekan kedewasaan berpolitik, yaitu politik yg bermartabat, bukan bagi2 kekuasaan, karna sesungguhnya kita pasti mampu…

    Reply

  16. narastri Says:

    Penjelasan yg keren! As always.
    penjelasan kak panji di pertanyaan no. 1 ‘kenapa harus demokrat siih’ telah mampu membuat saya diam dan sepakat dgn alur pikir ini..well, ini masih konvensi kan? It’s worth to try! Demi Indonesia yg lbh baik.

    Reply

  17. Bastian Hidayat Says:

    Yang ada dalam pikiran saya adalah, mungkinkah kisah kang Emil dalam Pilkada Bandung bakalan terulang dalam episode ABW dalam konvensi ini?

    Reply

  18. mpuwhcihuy Says:

    Mas Pandji, berarti saya duluan tau yah, dulu tau tentang Pak Anies, (Hohoho) dari Alm. Nyokap yang lagi nonton berita dan bilang kalo Indonesia punya perwakilan di 100 Orang Intelektual Dunia. Yeah… we should proud of that. Waktu itu saya masih SMA, belom melek politik dan belom baca ‘Berani Mengubah’,. Lama-kelamaan mulai sering liat Pak Anies muncul di tipi, tapi jujur saya cuma bisa bergumam ‘Oh, ini toh sang manusia pintar’ dan lama kelamaan mulai tertarik dengan kepribadian beliau sampai mikir ‘Kok, bukan dia aja yah yang jadi Presiden’. Finally, saya baca di twitter mas pandji meskipun baru konvensi partai, semoga partai yang diikutin gak buta dalam melihat, dan memilih seorang negarawan dengan kualitas ini. dan ketika orang tanya ‘siapa sih Anies Baswedan?’ saya berani jawab ‘Doi 100 orang Intelektual Dunia dan satu-satunya dari Indonesia’. Eh, tapi setelah diiiat”, sepertinya demokrat juga bakal ngusung Gita Wirjawan juga deh setelah beliau mengomentari FINAL LIGA CHAMPIONS dengan sangat brilian *tepuk tangaaan* ;p

    Reply

  19. christian Says:

    Yang saya ingat dulu beliau jadi moderator debat calon presiden, yang pasti orang ini muncul ada sesuatu di dalam orang tersebut, tidak mungkin hanya wartawan biasa. dan ternyata benar prestasinya baik, pemikirnanya baik. saya dukung dan doakan dalam langkah menjadi presiden agar tidak ada hambatan. terutama dari partai demokrat yang kita tahu semua keadaannya.

    Reply

  20. SS Says:

    Cuma butuh hati untuk Indonesia yang lebih baik

    Reply

  21. akangabu Says:

    Dear Pandji- sesama alumni 29
    Saya membayangkan pak Anies,menjadi Menteri Pendidikan..Biarkan beliau berkiprah demi pendidikan dan benahi kekucrutan sistem yang ada sekarang ini.Ilmu = Investasi.SDM kita hrs dibangun sesuai perkembangan zaman dgn landasan agama yang kuat.Beliau punya kedua nya.Mimpi SDM indonesia hrs setara dgn korea & harus jauh dr Malaysia.Ilmu adalah segalanya,lihat jepang pasca hirosima & nagasaki.Dengan ilmu & SDM yang paripurna NISCAYA Indonesia kuasai dunia.Amiin YRA

    Reply

  22. ustadi bantoro Says:

    bergetar jiwa ini mendengar beliau bersedia turuntangan. mari rapatkan barisan,.. untuk indonesia lebihnbaik

    Reply

  23. @FerdianKelana Says:

    Menarik nih…

    btw… Mas Pandji, Untuk mendukung Pak Anies, apakah harus memilih Partai Demokrat saat pemilu 2014?

    Reply

  24. ferddu Says:

    Setelah membaca tulisan mas pandji, saya pribadi jadi mendukung pak anies untuk maju sebagai capres di pemilu 2014. Namun dari 15 peserta capres dalam konvensi partai demokrat ada beberapa nama yang bakal jadi saingan berat pak anies seperti pramono edie, mahfud md, marzuki ali. Belum lagi bapak gita wirjawan yg bisa disebut “anak emas sby”, juga bapak dahlan Iskan yang namanya sudah sangat populer di masyarakat. Namun terlepas dari semuanya saya sangat mendukung bapak anies untuk maju menjadi capres. Karena indonesia sangat butuh sosok yang bersih untuk menjadi pemimpin. Maju terus pak anies!

    Reply

  25. Arif Says:

    saya dukung pa Anis,tp saya ragu apakah akan menang di konvensi capres Demokrat.belum lg saking brengsek nya ini partai,mungkin saja saat melihat survey pa Anis tinggi,Demokrat menjual pa Anis saat pemilu caleg.tp begitu target suara mereka tercapai,diganti lah calon Presiden nya oleh Demokrat,dan horeee…para tikus Demokrat tetap jd mayoritas di DPR dan kita tidak bisa berbuat apa2

    Reply

  26. arif Says:

    saya dukung pa Anis,tp saya ragu apakah akan menang di konvensi capres Demokrat.belum lg saking brengsek nya ini partai,mungkin saja saat melihat survey pa Anis tinggi,Demokrat menjual pa Anis saat pemilu caleg.tp begitu target suara mereka tercapai,diganti lah calon Presiden nya oleh Demokrat,dan horeee…para tikus Demokrat tetap jd mayoritas di DPR dan kita tidak bisa berbuat apa2…

    Reply

  27. toto-feugm'91er Says:

    Selalu ada pengalaman pertama Mas…kapan lagi?

    Secuil dari sejibun hal yg membuat saya terkesan dengan Mas Anies adalah suatu pagi saya mengutarakan keresahan mengenai mahalnya biaya pendidikan di Indonesia kepada Beliau.. Beliau juga punya concern yang sama dan Beliau tidak mau itu terjadi..karena pendidikan bukan milik golongan ekonomi menengah-atas saja..dan tekad Beliau adalah agar golongan ekonomi bawah pun dapat kesempatan untuk menjadi golongan ekonomi menengah dan atas pada era berikutnya…elevatornya adalah sistem pendidikan yang memberdayakan, efisien dan tepat sasaran..ya, secuil,sederhana,fundamental tapi powerful dan touchable… Saya mendukung Mas!

    Reply

  28. muhtar Says:

    Beliau berkualitas.
    Ada baiknya diuji dulu sbg Menteri Pendidikan.

    Reply

  29. JT Says:

    Good gesture Pak! Saya support. Tapi partai itu sudah seperti group usaha. So very unlikely orang diluar network akan masuk.

    Reply

  30. hanifa Says:

    saya baru tahu kalo Pak Anies setuju untuk ikut konvensi PD :D
    mendengar namanya beberapa tahun yang lalu, kalau tidak salah ketika diliput Metro TV ketika menjadi rektor muda, dan saya yakin beliau punya kemampuan untuk memimpin dengan baik, track record bersih dan mengagumkan.

    Saya bukan orang yang sangat peduli pada politik, tapi jika itu Pak Anies, dari manapun jalannya, saya mau mendukung beliau :) Setuju dengan pendapat pandji: Sudah lewat masanya ngedumel tentang buruknya Indonesia. Saatnya turun tangan. Saatnya bergerak. Saatnya berjuang.

    Reply

  31. Haris Satiadi Says:

    sy ikut @indonesiamengajar tp ga lolos, ga putus semangat pas pak anies bikin @kelasinspirasi u/ kita2 yang pengen ngajar SD (walau cuma 1 hari). jelas beliau menginspirasi kita semua, dan harus juga menginspirasi indonesia, jadi yuk pasang has-tag #aniesforpresident :)

    Reply

  32. azri Says:

    Yang saya takutkan ada lah kebohongan demokrat akan terulang. Saat ini mereka bilang akan mancalonkan anies baswdan, tapi saat sudah menang pemilu legislatif, mereka memunculkan nama lain. Apa bisa seperti itu?

    Reply

  33. Syarifudin Sardar Says:

    Insya Allah dgn dasar musyawarah dan transparansi, Pa Anies bisa jadi orang nomor satu RI. Di Indonesia beberapa akademisi tumbang krn dikeroyok para politisi kotor, ga tanggung2 Pa BJ Habibie salah satu korban pertarungan akademisi yg tumbang dengan politik kotor. Pertanyaannya, bagaimana pemuda bisa mendukung / mengingatkan para akademisi utk bisa lihai di panggung politik seperti Mahmohan Singh di India?

    Reply

  34. denvydelune Says:

    Terlepas dia bakal menang ato gk, plg gk Anies Baswedan memberikan harapan baru buat Indonesia. Bukankah itu yg qta butuhkan sekarang? Harapan dan optimisme bukan menjadi apatis en golput.

    I prefer this AB than the other AB (if u know what I mean ;) )

    Reply

  35. Ria Marselina Says:

    Mungkin bisa bang, tp kepercayaan publik buat demokrat mulai luntur dgn kasus2 yg melibatkan mereka.
    Banyak pencitraan, tp gak pernah ada perbaikan.
    Mungkin masyarakat percaya pak anies tp sulit untuk kembali percaya sama demokrat :’)

    Reply

  36. yulhaida badar Says:

    Saya mengenal nama Anies Baswedan ktika beliau diberitakan sebagai Rektor temuda di Indonesia,kemudian makin mengenal ketika beliau terpilih sebagai pewawancara calon prsiden. Sejak itu saya sering mencari dan melihat kiprah beliau melalui media spt youtube. Saya semakin jatuh cinta kpd beliau ketika beliau menggagas dan mendirikan Gerakan Indonesia Mengajar dg tujuan mulia utk melunaksi janji kemerdekaan,mencerdaskan kehidupan bangsa,liar biasa. Lalu pd suatu hari di bulan Mei 2010 anak bujang saya Rahmat Danu Andika yg sdg bekerja di Kalimantan,menelepon dan meminta saya utk mebuka website Indonesia Mengajar dan mengatakan kalau dia akan ikut mendaftar.seketika itu juga saya buka website,membaca dg sekasama,saya terharu,tebakar dan tersadar dg keadaan dunia pendidikan teutama di pelosok desa yg sedikit banyaknya saya ketahui krn saya memang sangat konsern dg dunia pendidikan terutama pendidikan dasar. Singkat cerita,alhamdulillah Andika mendapat kehormatan utk ikut turun tangan menjadi Pengajar Muda dan ditempatkan di desa Pelita,Kec.Bacan,Kab.Halmahera Selatan.Nah..sejak itu saya menjadi seorang yg selalu mengikuti kegiatan Gerakan Indonesia Mengajar,walau lewat dunia maya.Bbrp kali saya bertemu dan bicara dg Pak Anies Baswedan,dan memang beliau sosok yg sangat hebat,sangat santun,smart dan seorang yg sangat pandai berkomunikasi. Saya semakin jatuh hati. Saya sangat teinspirasi dan saya bangga dan berterimakasih krn skrg saya masuk dlm kel besar Indonesia Mengajar,berusaha menyalakan lilin dan menjaga nyalanya agar bisa menerangi dan bisa pula menyalakan lilin lilin lainnya. Membuat kuat tenun kebangsaan dg berbagai aneka warna yg cantik dan cerah. Saya setuju dg salah satu komen yg saya baca di atas, alangkah hebatnya kalau Anies Baswedan menjadi Menteri Pendidikan, memajukan pendidikan di Indonesia., kita bisa lebih hebat dari negara tetangga yg kita tau maju pesat dikala pendidikannya diperhatikan. Apapun hasil konvensi Demokrat, bagi saya Anies Baswedan tetap menjadi sumber inspirasi,saya yakin beliau akan tetap berkiprah utk bangsa ini,tetap ikhlas dalam semua karya.,insyaAllah. selamat utk pak Anies Baswedan.

    Reply

  37. LadyMongrel Says:

    Will share this on twitter..

    Semoga jika terpilih, beliau bisa fokus dengan tujuannya dan tidak terpengaruh dengan rekan2 partai yang minta “balas jasa”.

    Reply

  38. hilaluddin Says:

    semoga suara saya bisa membantu menentukan pemimpin yang baik untuk Indonesia..
    terus sebarkan semangat kecintaan indonesia dan tebarkan inspirasimu bang Pandji..
    SEMANGAT

    Reply

  39. hefriasco Says:

    setuju bgd klo pak Anies jd calon potensial buat presiden Indonesia yg lbh baik..
    Selamat berjuang dan tetap yakin di ajang pilpres yg kayaknya masih muka muka yg lama, krn ini kesempatan terakhir mereka, soalnya klo 2019 mereka udh sepuh bgd..
    Saingan utama dalam konvensi ini adalah adik dari ibu Ani, semoga “keajaiban” terjadi..

    Reply

  40. Popoko Says:

    Sepertinya saya juga setuju kalau pak Anies berkiprah di pendidikan sebagai seorang mentri.
    Kita butuh sosok yang kuat di lini pendidikan agar SDM Indonesia maju serta merata dan pak Anies sangat mumpuni di bidang ini.

    Reply

  41. Chafid Says:

    Setau gw Indonesia Mengajar itu dapet gaji yang lumayan. Cuma memang lokasinya tentu jauh berbeda dibanding kerja di kota.
    More to the point dari artikel ini, gw masih kuatir kalau kendaraannya pak Anies ini Demokrat. Soal integritas Pak Anies sekarang gw tidak meragukan, tapi kita tidak tahu seberapa kuat nanti pengaruh SBY dan kroni2nya ke pak Anies jika nanti dia terpilih jadi presiden.

    Reply

  42. no name Says:

    Gw akuin emang pintar pak anies, tp apakah tegas. Anies persis dengan SBY, sama2 gak tegas. Anies bakal mudah di kemudikan oleh demokrat. Indonesia butuh presiden bukan sekedar pintar, tp juga tegas. Jgn seperti 2009, akhirnya banyak yg nyesel milih SBY.

    Reply

  43. Pandawan Says:

    Akhirnya saya tau siapa yang akan saya pilih untuk 2014.

    Thanks Bang

    Reply

  44. g3ndh3ng Says:

    sepakat dengan 2 statement ini:

    1. …. Indonesia belum mampu memilih orang terbaik untuk jadi Presiden, tapi cukup efektif untuk menahan orang orang terjahat untuk jadi Presiden.

    2. ….adalah untuk mendukung konvensi ini jadi sebuah kebiasaan politik yang dilakukan terus di masa datang…

    point 2 adalah solusi point 1, jadi yg perlu di garis bawahi, yg terpenting adalah KONVENSI nya…. bukan Anis Baswedan nya.

    rakyat Indonesia harus belajar, bahwa sytem politik di indonesia mengutamakan partai politik, jadi suka tidak suka, kita tidak bisa “mengubah” Indonesia jika kita apatis terhadap partai politik.

    bahwasanya saat ini partai politik kitamasih ga bisa diandelin, ini di sebabkan karena apapun yg di hasilkan oleh partai politik bersifat inklusif bahkan dalam banyak partai bersifat individu (apa kata ketua loe nurut aja dah).

    sehingga, jabatan ketua partai di negeri udah jadi semi pemerintah…

    oleh karena itulah, konvensi ini jadi solusi, konvensi membuat partai melibatkan aspirasi masyarakat dalam membuat keputusan yg sangat penting, tentu dengan catatan konvensi di lakukan dengan profesional…

    sehingga keputusan partai bisa terbuka, bukan hanya milik pengurus partai saja, apalagi ketua nya.

    berangkat dari sini, apa yg sy tangkap dari niat utama Anis Baswedan bukanlah pengen jadi presiden, tapi pengen mekanisme konvensi jadi kebiasaan menular, sehingga partai2 lain akan melakukan hal yg sama, jika saat ini konvensi untuk presiden, besok untuk gubernur lusa untuk bupati, minggu depan buat caleg, dan seterusnya….

    oleh karena itu, saat ini, marilah kita fokus ke Konvensi nya, kita dukung Konvensi, kita awasi Konvensi jika ada bau bau curang, lalu kita pilih siapapun pemenang Konvensi nanti sebagai presiden RI, jika yg menang adalah Anis Baswedan, anggaplah itu bonus….

    gimana kalo partai lain juga biikin konvensi, maka jangan pilih capres dari partai yg ga lewat konvensi

    gimana kalo smua partai capres nya via konvensi… maka tujuan Anis Baswedan tercapai….

    penutup:

    ..Yang kita butuhkan adalah pemimpin yang mampu menggerakkan individu individu terbaik bangsa untuk maju dan berbuat sesuatu untuk Indonesia….

    versi gw:
    yg kita butuhkan adalah partai yg bisa menghasilkan pemimpin kaya Jokowi, Ahok, Tri Rismaharini, Ridwan Kamil… or Anis Baswedan..

    so… boleh kita benci/ga suka ama Prabowo, Megawati, SBY, Surya Paloh, Bakrie, Hilmi dll… tapi kita ga boleh brenti berusaha membuat partai2 yg ada saat ini menjadi lebih baik…. siapapun yg jadi ketua nya… karena hanya dari partai lah, kita bisa berharap, lahir pemimpin2 terbaik di negeri ini, yg akan membuat Indonesia jadi lebih baik…

    Reply

  45. DImas Prakoso Says:

    Setidaknya di tahun ini saya bisa menyumbangkan suara pada pemilihan presiden. Sekarang saya mempunyai calon pemimpin negara yang pas. Kepeduliannya pada pendidikan sangat terlihat di daerah-daerah. Selamat berjuang, Pak Anies. Okey Pak Anies, saya bisa bantu apa?

    “Politik adalah barang yang kotor, lumpur-lumpur yang kotor, tapi suatu saat jika kita tak bisa menghindari diri lagi, maka terjunlah.” – Soe Hok Gie

    Reply

  46. meydasri Says:

    like bgt kata-katanya…. :] nice…

    Reply

  47. bimo saputro Says:

    Saya tahu beliaau ketika menjadi ketua bem ugm…sangat brilian dan membaanggakan…

    Reply

  48. henry Says:

    Vote Anis-Ahok

    Reply

  49. henry Says:

    Vote Anis-Ahok for Indonesia election 2014!

    Reply

  50. Nookie Says:

    Naif banget mengharapkan Pak Anies Baswedan bakal jadi calon Presiden dr Partai Demokrat, cuma pencitraan saja seakan2 itu partai demokratis sekaligus mengalihkan perhatian masyrakat dari kasus2 mega korupsi kader2 dan pengurusnya.

    Reply

  51. Donni Says:

    Saya termasuk orang Indonesia yang tidak optimis dengan nasib bangsa, melihat bahwa permasalahan pada bangsa ini sudah amat sangat mengakar dari budaya dan kebiasaan yang ditinggalkan oleh regim terdahulu (termasuk warisan budaya feodal yang ditinggalkan penjajah). Satu-satunya cara agar Indonesia bisa bangkit hanya dengan keajaiban, salah satunya dengan mendapat pemimpin bangsa yang benar-benar terlepas dari budaya lama kita. Melihat sosok pak Anies yang terpelajar, santun dan tegas, bukan tidak mungkin ia menjadi harapan dari keajaiban ini. Mudah-mudahan…

    Reply

  52. arum fitria Says:

    Saya dukung !

    Reply

  53. rudini Says:

    bagus tulisannya, tapi malah memperlihatkan ketidakadilan anda, dulu di pilgub dki anda menolak jokowi karena dibelakangnya ada prabowo. sekarang mengapa mendukung anies yg jika lolos, dibelakangnya ada sby??

    Reply

  54. fajarsuwon Says:

    “Kenapa sekarang? Nanti aja lah 2019″ adalah pertanyaan yang paling aneh menurut saya.
    emang yakin negara ini bakal bertahan sampe 2019, suka amat nunda-nunda.

    semoga negara ini dapat pemimpin yang pantas

    Reply

  55. frans Says:

    Saya lebih senang jika beliau jadi menteri pendidikan.. untuk indonesia kedepan kita butuh yang memiliki visi seperti jokowi.

    Reply

  56. Dial Says:

    gw setuju bgt, he’s exceptional.. tapiiiihhh, terlalu buru2 dan subyektif bilang beliau tdk berambisi.. krn setau gw, track record dibangun utk obtaining certain goals.. kt dosen gw, that’s politics.. just like other rationale premises, he made himself a proponent of a clean n smart government and he’s diggin it..
    lastly, gw mo quote Patrick the star-nya sponge bob: pemujaan yg berlebihan itu tdk baek.. *gw curiga org2 gk jelas yg ngaku n ngerasa deket ma beliau akan rebutan cari self preserveable benefits dan bikin image beliau jd terlalu “eksklusif”.. krn sejarah mencatat: org besar enggan ngurusin hal kecil.. semoga pak Anis benar2 ikhlas.. amiin.. oh iya, indonesia mengajar punya konsep yg mirip ma teach for america, mungkin IM was benchmarking TFA.. salah satu perbedaan yg gw liat cm di program continuity n objectives n outcomes-nya.. thanks..

    Reply

  57. arai Says:

    AB for president

    Reply

  58. resty Says:

    wah sepakat :D, paling suka sama teorinya pak anies ttng mengerjakan skripsi….

    Reply

  59. Felix Kusmanto Says:

    Akhirnya…
    Ada pilihan lain untuk di 2014.

    Dukung terus!

    SEMANGAT

    Reply

  60. dhaniy Says:

    Penjelasan yg bikin gue melek ttg ikutnya Pak Anies dlm konvensi partai Demokrat. Awalnya sempet skeptis ttg pencalonan Pak Anies knp ke mesti ke Demokrat tp tulisan Pandji sukses bikin gue ngerti skrg saatnya dukung orang pinter spt Pak Anies

    Reply

  61. Oga Says:

    saya bayangkan ya jika yg jadi Capres itu Jokowi Vs Anies Baswedan, betapa bangganya saya sbg anak muda ada tokoh muda yg sama-sama menginspirasi banyak orang maju sebagai pemimpin negeri ini. Saya rasa Pak Anies memang harus maju.

    Reply

  62. vie Says:

    smoga tetep terus insouratif seprti skrng. trauma ma andi malarangeng ituh. di jamannnya di elu2 sbg penggerak org muda. dan akhirnya yo abiss dgn tidak terhormat.

    Reply

  63. erikbsaputra Says:

    Menurut mas pandji, kenapa sih presiden hanya boleh lewat partai politik.? mengapa tidak boleh independent.
    apakah UU no 23 tahun 2003 masih bisa dibilang efektif.? sedangkan partai partai politik sekarang sudah banyak yg korupsi dan berbuat gak bener lah intinya.

    Reply

  64. Abdi Wikisiana Says:

    Terima kasih Mas Pandji sudah bercerita tentang Pak Anies. Semoga Pak Anies mendapat jalan terbaik…. :-)

    Reply

  65. Nuke Patrianagara Says:

    kalau saya pribadi sih…..Pak Anies Baswedan dan Pak Mahfud MD yang mumpuni untuk jadi RI 1, Pak Jokowi cocok jadi DKI 1 dulu,kalau presidennya bagus, pemimpin DKI juga bagus, jauh lebih cepat bangsa ini maju

    Reply

  66. pangeranrambee Says:

    Sekarang tak ada gunanya ngedumel tentang Indonesia. Keren!

    Reply

  67. dika Says:

    yang saya takutkan popularitas anies dipakai untuk mendongkrak demokrat. hey jgn lupa koruptor2 legislatif dari sana.. tolaklah lupa kalau capres yg baik tak bisa hasilkan DPR yg baik. coblos anies baswedannya, bukan demokratnya.

    Reply

  68. zie Says:

    menjadi apapun pak anies nanti, bliau pasti akan melakukan yg tbaik untuk indonesia.
    kl pun blm jd presiden, sy pcaya beliau lbh dikenal masy ind, khususnya pdalaman. bkn hal yg sulit untk ‘mgerakan’ind mjd lbh baik.

    smg pak anies bs istiqomah mjaga niat dan kpercayaan kita.

    #kagum ma track record bliau slama ini ;-)

    Reply

  69. tasya Says:

    Poin ini: Pak Anies berhasil membuat lebih dari 40.200 anak muda Indonesia, lulusan terbaik, mau meninggalkan kesempatan bekerja dengan gaji tinggi, demi mendaftarkan diri menjadi pengajar di daerah terpencil Indonesia. Mengabdikan dirinya untuk bangsa. Meninggalkan uang demi mendidik anak anak Indonesia di daerah tanpa listrik, terpencil.
    apakah benar mereka ‘. Meninggalkan uang demi mendidik anak anak Indonesia di daerah tanpa listrik, terpencil.’ tanpa benefit apapun? bisa ditilik lagi ;)

    Plus Pak anies amatir dalam korupsi dst, bisa dibaca ini: http://politik.kompasiana.com/2013/08/29/menguak-kedok-kelam-anies-baswedan-587934.html

    Reply

  70. Luke Says:

    Pak Anies berhasil membuat lebih dari 40.200 anak muda Indonesia, lulusan terbaik, mau meninggalkan kesempatan bekerja dengan gaji tinggi, demi mendaftarkan diri menjadi pengajar di daerah terpencil Indonesia. Mengabdikan dirinya untuk bangsa. Meninggalkan uang demi mendidik anak anak Indonesia di daerah tanpa listrik, terpencil.

    menurut saya lebih baik, mencetak 40.200 leader yang bisa membuat ekonomi daerah meningkat. dengan begitu ada pemerataan ekonomi, dimana ada uang, nanti di sana bisa ada pendidikan dan kesehatan yang terbaik……

    Bangkit Enterprenur Indonesia!

    Reply

  71. denvydelune Says:

    wah… dlm 2 hari kompasiana memuat 2 opini. Yg pertama “black campaign” thd Anies Baswedan, yg kedua opini yg meng-counter attack opini pertama. Heheheh tampaknya tokoh yg satu ini menjadi magnet. Gpp ada black campaign, itu udh biasa dlm perjalanan politik dan pemilu. Santai aj, slama qta punya niat tulus dan slalu melangkah di jln yg benar.

    Reply

  72. afrizal ramadhan (@AfrizalRamadhan) Says:

    perpolitikan di indonesia baik dari partai atau perseorangan itu selalu memiliki misi, siapakah anies, apa visi nya? siapa orang di belakangnya, siapa beckingnya, tidak murni. sebelumnya perlu di cermati hal ini agar dapat secara obyektif memilih tanpa adanya human interest selain perbaikan bangsa yang lebih baik.

    Reply

  73. @aguss_eff Says:

    yang bulu dadanya keluar dari kemeja itu sapa y?

    Reply

  74. Angling Dharmo Says:

    Bung Pandji yang baik, saya yakin bahwa Bung Anies Baswedan adalah calon pemimpin bangsa yang terbaik saat ini. Namun karena di sistim pemilu Indonesia ada namanya “electoral threshold”, sekalipun Partai Demokrat memutuskan untuk “menjual” Bung Anies sebagai capres, begitu panjang barisan cecunguk2 Partai Demokrat yang akan mendompleng niat tulus Bung Anies. Dan jika sekalipun Bung Anies dipilih rakyat untuk menjadi Presiden 2014-2019, cecunguk2 Partai Demokrat ini tetap akan memenuhi ruang2 sidang di Senayan untuk maksud2 jahat mereka. Saya yakin Bung Anies tidak berwenang utk menentukan siapa yang akan duduk di DPR/DPRD, bahkan saya meragukan bahwa Bung Anies bebas menentukan siapa yang akan menjadi running mate beliau..

    Reply

  75. Alkemi Sastra Indonesia Says:

    Semangat seperti komentar-komentar di atas harus dikelola. Jangan padam. Lakukan sesuatu yang positif dan sebisanya untuk mendukung kandidat. Bikin film, iklan pendek, lagu, kaos, stiker, atau apa saja yang bisa dilakukan.

    Anies Baswedan memang sudah sewajarnya maju di Konvensi Demokrat untuk memperebutkan kursi RI I. Kita harus dukung tiap anak muda yang mau memasuki gelanggang pertarungan puncak di republik ini.

    Kalau pun belum berhasil jadi RI I, tidak apa-apa. Walau gagal, tidak berarti keputusan beliau untuk maju ini pantas ditertawakan. Justru orang yang menertawakan itulah yang pantas ditertawakan. Beliau memiliki semangat untuk menerapkan spirit pendiri bangsa kita. Di luar sana, banyak orang-orang cemerlang seusianya yang bahkan sudah lupa dengan idealisme masa mudanya. Tapi Anies Baswedan malah masih ingat akan janji kemerdakaan, itu yang istimewa darinya. Dan keberaniannya mengikuti Konvensi Demokrat justru menunjukkan kualitas terbaik dari dirinya: berani menggulung kemeja untuk masuk ke gudang yang berdebu, berani bermandikan keringat untuk membersihkan saluran-saluran demokrasi yang sumbat. Itulah yang menarik dari keputusannya.

    Kalau Bung Anies mau enak, dia duduk-duduk saja sudah hampir bisa dipastikan akan menjadi Menteri Pendidikan yang dilantik oleh siapa saja pemenang Pemilu 2014. Tapi beliau tipe orang yang mau berjuang. Dan orang-orang semacam ini yang membuat masa depan Indonesia akan gemilang.

    Walau Anies Baswedan diremehkan banyak orang, jangan terburu-buru menghakimi bahwa dia hanya pantas untuk sekadar menjadi Mendikbud, karena menurut saya, orang-orang yang meremehkan beliau harus mengakui bahwa tanpa capek-capek kampanye pun predikat Wakil Presiden Anies Baswedan sebenarnya terdengar cocok, pas dan akrab.

    Mengenai isu soal rivalitas Anies Baswedan dan Yudi Latief, sudahlah, mereka adalah sama-sama pengagum Cak Nur dan sama-sama memiliki kesamaan sebagai intelektual yang menekuni spirit Islam dan sejarah perjuangan nasionalisme pendiri negara. Tidak perlu ada pihak-pihak yang mencoba memecah belah. Tidak akan mempan lagi cara-cara seperti itu. Mereka adalah salah satu bagian terbaik generasi intelektual terbaik yang dimiliki bangsa ini.

    Tiga tips untuk Anies Baswedan:

    Satu, jangan seperti Rizal Ramli yang sengit mengkritik pemerintahan tanpa memuji pencapaian incumbent, tirulah Rizal Malarangeng yang pintar mengambil hati penguasa yang memiliki akses dan jaringan.

    Dua, jangan seperti Rizal Malarangeng yang tidak pernah sengit mengkritik pemerintahan dan selalu bersikap oportunistik untuk tampak moderat (kecuali kalau kepepet membela saudara sendiri), tirulah Rizal Ramli yang rajin menyokong kelompok oposan walau tidak menjanjikan kemudahan akses dan jaringan ke istana.

    Tiga, jangan seperti Aburizal Bakrie yang selalu dikritik dengan sengit (padahal belum jadi presiden) karena terlalu ambisius memperbesar pundi-pundi bisnis dengan segala cara, tirulah Aburizal Bakrie yang dermawan mengeluarkan sumberdaya finansial dan berbagi akses dan jaringan bagi siapa saja yang membutuhkan.

    Jangan hanya berkonsultasi ke konsultan politik yang sudah ditetapkan komite konvensi. Lebih baik lengkapi dan dengarkan pandangan dari luar, contohnya konsultasi ke pakar pemasaran seperti Hermawan Kartajaya yang jauh lebih baik dan non partisan, karena beliau levelnya sudah di tahap wisdom yang bisa diterapkan di berbagai dimensi kehidupan.

    Reply

  76. fathoni Says:

    sepertinya pramono edhi,,,, di survey2 ntah itu hasil opini publik atau rekayasa demokrat, andai kata pramono edhi makin terlihat politik dinasti SBY

    Reply

  77. Pragiwarsino Says:

    Hasil akhir konvensi ditentukan oleh majelis tinggi bro, jadi mas Anies sengaja diundang utk menggaet perhatian para kalangan yg merasa diri ya sbg “good guys” utk menaruh simpati kpd partai nomor urut 7

    tetep sih, yg menang klo ga Pramono ya Gita Wirjawan..

    Reply

  78. Jay Says:

    i dont why, gw suka kata-kata endingnya,

    sudah bukan saatnya ngedumel soal Indonesia
    tp kita turun tangan langsung untuk perbaiki indonesia termasuk smart dalam memilih president yang bukan hanya bisa bilang “prihatin”

    Sekian

    Reply

  79. Fadli Ariesta Says:

    Saya sangat setuju Anies Baswedan jadi calon presiden dan presiden Indonesia!. Dulu sempat interview beliau untuk majalah bem feb ugm. Dan wow saya terpukau sekali dengan gagasan dab pandangan beliau terhadap topik yang dibahas, saat itu topik yang dibahas adalah tentang mahasiswa dan pemuda, mau tahu pandangan dia baca saja disini :http://kompasiana.com/post/edukasi/2011/04/21/pandangan-anies-baswedan-terhadap-mahasiswa-indonesia/

    Reply

  80. NicNico Says:

    gue setuju banget bang! untung gue mulai banyak baca” sekarang jadi gak salah lgi milih pemimpin ! support Bapak Anies baswedan ^^

    Reply

  81. 21inchs Says:

    Saya jadi tertarik utk juga mendukung pak Anies, setelah sebelumnya saya berniat utk golput saja.

    Akan tetapi bisa jadi ini hanya ‘sengatan’ sejenak setelah membaca pendapat dari Pandji, dan saya akan menggabungkan dgn pemikiran saya sendiri, utk nantinya saya yg menentukan sendiri siapa yg pantas saya dukung.

    Akan tetapi tulisan ini cukup membuka wawasan utk tetap optimis.

    Reply

  82. JJ Says:

    Tulisan pandji itu appealnya bukan karena dasar argumentasi, tapi lebih karena dia seorang buzzer yang dianggap kredibel.

    Padahal, apakah rekan2 tau bahwa sehari sblm anies mengumumkan pencalonannya, pandji salah satu buzzer yang diundang ketemu anies untuk dilobi. Jadi sangat mungkin Pandji ini merasa dihargai dus jadi tergerak untuk mendukung. Coba kalo ga dipanggil, gue ragu ini orang mau dukung.

    Info ini valid karena saya mendengarnya langsung dari salah satu buzzer yang diundang. Bahkan 2-3 buzzer yang diundang bukan hanya satu.

    Logikanya juga banyak yang janggal.
    1. justifkasi masuk demokrat murni karena demokrat kasih kesempatan. padahal saya tahu betul dari cerita beberapa rekan bahwa waktu pandji diminta mendukung seseorang dia pernah menlak dengan alasan karena di belakangnya ada partai prabowo. Loh, bagaimana dengan demokrat? Kok alasan partai busuk yang kasih kesempatan dulu dijadikan alasan, skrg tidak lagi jadi alasan? Ini menunjukan inkonsistensi pertama.

    2. Alasan kedua, 1800 triliun APBN tidak mau diserahkan kepada orang korup, pelanggar HAM, dll. Pertanyaannya kenapa pandji mau menyerahkan kepada orang yang ga pernah menjabat jabatan sekalipun?? Bukankah ada beberapa nama pejabat yang sudah jelas terbukti tidak korup? Aneh tapi nyata logikanya ….

    3.Alasan ketiga, beliau tidak ambisi jadi presiden. Gubrak!! Kalo ga mau jadi presiden ngapain ikut konvensi? jadi ga usah beretorikalah, jgn menipu, sblm jadi masa sudah menipu orang? Pertanyaannya bukan apakah mau jadi presiden atau enggak, tapi apakah bisa dipercaya ketika jadi utk berbuat apa yang diomongin. Maka dari itu kalau belum ada bukti sebaiknya mulai dari bawah. Oh ya jangan lupa, semua capres juga ngakunya mau berbuat untuk bangsa,dus yang ini ga ada bedanya.

    4. ga akan menang, tapi tetap harus dukung. Kalo ini silahkan2 aja.

    5. Beliau amatir dalam korupsi tapi expert dalam menggerakan Indonesia. Apa apaan ini, tau darimana? Coba bisa tidak dia menggerakan orang tanpa dia gaji, tanpa dia sangu? Oh ya, dia bisa nyuruh orang ke hutan tapi dia sendiri enak2an di Jakarta. ini namanya pemimpin yang ngomong doank, bukan memimpin dengan contoh.

    Dus, pada akhirnya, kesimpulannya sederhana. Ini tulisan sampah, yang dianggap bagus karena yang nulis DIANGGAP kredibel. Coba rekan2 yang punya nurani, tilik ulang dan pikirkan ulang. Semoga kalian sadar betapa anehnya tulisan ini.

    Was,
    JJ

    Reply

  83. JJR Says:

    Tulisan pandji itu appealnya bukan karena dasar argumentasi, tapi lebih karena dia seorang buzzer yang dianggap kredibel.

    Padahal, apakah rekan2 tau bahwa sehari sblm anies mengumumkan pencalonannya, pandji salah satu buzzer yang diundang ketemu anies untuk dilobi. Jadi sangat mungkin Pandji ini merasa dihargai dus jadi tergerak untuk mendukung. Coba kalo ga dipanggil, gue ragu ini orang mau dukung.

    Info ini valid karena saya mendengarnya langsung dari salah satu buzzer yang diundang. Bahkan 2-3 buzzer yang diundang bukan hanya satu.

    Logikanya juga banyak yang janggal.
    1. justifkasi masuk demokrat murni karena demokrat kasih kesempatan. padahal saya tahu betul dari cerita beberapa rekan bahwa waktu pandji diminta mendukung seseorang dia pernah menlak dengan alasan karena di belakangnya ada partai prabowo. Loh, bagaimana dengan demokrat? Kok alasan partai busuk yang kasih kesempatan dulu dijadikan alasan, skrg tidak lagi jadi alasan? Ini menunjukan inkonsistensi pertama.

    2. Alasan kedua, 1800 triliun APBN tidak mau diserahkan kepada orang korup, pelanggar HAM, dll. Pertanyaannya kenapa pandji mau menyerahkan kepada orang yang ga pernah menjabat jabatan sekalipun?? Bukankah ada beberapa nama pejabat yang sudah jelas terbukti tidak korup? Aneh tapi nyata logikanya ….

    3.Alasan ketiga, beliau tidak ambisi jadi presiden. Gubrak!! Kalo ga mau jadi presiden ngapain ikut konvensi? jadi ga usah beretorikalah, jgn menipu, sblm jadi masa sudah menipu orang? Pertanyaannya bukan apakah mau jadi presiden atau enggak, tapi apakah bisa dipercaya ketika jadi utk berbuat apa yang diomongin. Maka dari itu kalau belum ada bukti sebaiknya mulai dari bawah. Oh ya jangan lupa, semua capres juga ngakunya mau berbuat untuk bangsa,dus yang ini ga ada bedanya.

    4. ga akan menang, tapi tetap harus dukung. Kalo ini silahkan2 aja.

    5. Beliau amatir dalam korupsi tapi expert dalam menggerakan Indonesia. Apa apaan ini, tau darimana? Coba bisa tidak dia menggerakan orang tanpa dia gaji, tanpa dia sangu? Oh ya, dia bisa nyuruh orang ke hutan tapi dia sendiri enak2an di Jakarta. ini namanya pemimpin yang ngomong doank, bukan memimpin dengan contoh.

    Dus, pada akhirnya, kesimpulannya sederhana. Ini tulisan sampah, yang dianggap bagus karena yang nulis DIANGGAP kredibel. Coba rekan2 yang punya nurani, tilik ulang dan pikirkan ulang. Semoga kalian sadar betapa anehnya tulisan ini.

    Was,
    JJ

    Reply

    • Pandji Pragiwaksono Says:

      @JJ:

      “Tulisan pandji itu appealnya bukan karena dasar argumentasi, tapi lebih karena dia seorang buzzer yang dianggap kredibel.”

      Bukan bung JJ, tapi karena mereka tau saya jujur.
      Mereka tau siapa saya, track record saya, wajah saya seperti apa.

      Saya tidak sembunyi dibalik nama alias shg tdk bisa dipertanggung jawabkan omongannya, fitnahnya, black campaignnya :)

      Mereka tau kalau saya dibayar, akan ada tanda #SPON dalam blog atau tweet saya :)
      Mereka sudah pernah baca kejelasannya di pandji.com/spon

      Soal yg ini ->
      “Padahal, apakah rekan2 tau bahwa sehari sblm anies mengumumkan pencalonannya, pandji salah satu buzzer yang diundang ketemu anies untuk dilobi. Jadi sangat mungkin Pandji ini merasa dihargai dus jadi tergerak untuk mendukung. Coba kalo ga dipanggil, gue ragu ini orang mau dukung.
      Info ini valid karena saya mendengarnya langsung dari salah satu buzzer yang diundang. Bahkan 2-3 buzzer yang diundang bukan hanya satu.”

      Kan ini udah saya tulis jg di posting blog ini :)) Gimana sih..
      Nih baca lagi ->
      “Saya pernah diundang oleh Pak Anies suatu malam dan beliau bertanya kepada semua yang diundang “Saya diminta ikut konvensi Demokrat. Saya ingin tahu apa pendapat kalian..” dan ketika malam itu semua menginginkan beliau maju beliau mengangguk dan mohon ijin waktu untuk berpikir. Beliau sempat bilang “Saya kalau ditanya mau atau tidak, jawabannya tidak mau. Saya tidak berambisi. Tapi kalau ditanya mampu atau tidak, saya bisa bilang saat ini saya mampu”

      Saya memang tdk mendukung Ahok utk maju krn dibelakangnya ada Prabowo.
      Kenapa saya mau walau belakangnya Demokrat? Karena di Demokrat ga ada yg pernah menculik anak orang yg sedang berjuang demi demokrasi. Ga ada yg pernah dipecat secara tidak hormat krn dianggap bersalah telah menculik aktivis.

      Demokrat korup? Semua juga :))))
      Udah saya jelasin kok ditulisan ini.

      Yg menarik, sebenarnya justru anda sendiri Bung JJ..

      Saya ingin menanggapi tulisan anda, tapi terus terang, anda sudah kalah dalam integritas dibanding saya

      Saya bukan akun dgn nama alias

      Mari berkenalan:
      Nama saya Pandji Pragiwaksono
      Saya mendukung Anies Baswedan

      Anda?

      :)

      Reply

      • Dondi Says:

        Hai JJ (atau sebut saja ‘Mawar’) :-)

        Saya tahu dan yakin bahwa Pandji mendukung pak Anies bukan karena dibayar sebagai buzzer. Kenapa saya yakin? Karena ratenya Pandji mahal banget dan pak Anies gak mungkin punya budget untuk bayar :-)
        Apalagi sampai ‘2-3 buzzer’ seperti tuduhan Mawar.

        Lalu tentang argumentasi ini:

        “5. Beliau amatir dalam korupsi tapi expert dalam menggerakan Indonesia. Apa apaan ini, tau darimana? Coba bisa tidak dia menggerakan orang tanpa dia gaji, tanpa dia sangu? Oh ya, dia bisa nyuruh orang ke hutan tapi dia sendiri enak2an di Jakarta. ini namanya pemimpin yang ngomong doank, bukan memimpin dengan contoh.”

        Menggerakkan orang tanpa gaji? Coba cari tahu dulu apakah para Pengajar Muda digaji? Ya, sangat minim, untuk ukuran putra/putri terbaik bangsa yang seharusnya dengan mudah mendapat pekerjaan di tempat lain dengan gaji 8 digit. Tapi mereka mau pergi 1 tahun ke pelosok Nusantara dengan gaji kecil karena terinspirasi oleh seorang pemimpin. Lihat di mana para PM sekarang bekerja/berkarya setelah pulang, bukti bahwa mereka bukan anak2 yang kesulitan cari kerjaan, tetapi mengabdi karena pilihan. Bukan sekedar mengikuti perintah atasan. PILIHAN bukan KEHARUSAN.

        Salam non-anonim,
        Dondi Hananto
        (catat: saya juga pendukung pak Anies Baswedan, yang terinpirasi untuk turun tangan tanpa bayaran)

        Reply

  84. @kidinsandal Says:

    wah,belum apa2 JJ udah di skakmat aja ahahahaha

    Reply

  85. Wahyuddin Says:

    Tulisan ini mengkritisi penalaran Pandji, tapi sayang penalarannya justru lebih buruk. Lihat saja point 5, emang kalo mau menggaji harus korupsi??? bahaya ni logikanya. Lagian SAYA BERSAKSI bahwa Anies Baswedan tdk cuma pencitraan di Jkt. Beliau mengunjungi tempat2 terpencil/terluar/tertinggal di Indonesia dan salah satunya adalah kampung saya di Indonesia Timur sana… adakah pemimpin yg blusukan smpai disana? mungkin ke depan AKAN ada asal juga ada media yg meliputnya. Banyak yg tidak tahu hal itu krn kunjungannya tidak dipublish media. pada poin 3 lagi, wah apakah ikut undangan itu berarti “ambisius”? Mungkin perlu disepakati yg mana disebut ambisius itu. u/ hal ini, lihat langsung saja alasan Pak Anies, dan mari menilainya. Poin 2. Masalah track record Pak Anies? terlalu panjang menjelaskan disini.. Cari saja di google, telusuri semasa beliau sekolah, kalau perlu sampai kehidupan Kakeknya. Kalo ada yg buruk, saya yakin itu opini pasca keikutsertaannya di Konvensi PD yg sebagian ditulis oleh orng yg identitasnya tdk jelas. pada Pount 1. Ini paling tidak masuk akal alasannya. Orang bicara ttg “kesempatan” ya bicara ttg “kesempatan”. nyatanya Hanya demokrat yg kasi kesempatan.. bukan begitu bukan? JJ juga bilang, sangat mungkin Pandji dukung krena merasa dihargai.. hehehe… kayaknya ini yg paling subjective dari sekian banyak alasannya.. emangnya pembaca tidak bisa menalar..

    So, silahkan diskusi dengan cara2 yg baik. Mungkin itu lebih bisa menarik simpati..

    Reply

  86. Umi Says:

    Inspiratif! Penjelasan yang menarik Panji. Jokowi-Ahok lebih baik tetap jaga Jakarta. Pak Anies semoga saja menang konvensi, dan perannya mewakili demokrat tidak sekedar menjadi penghias tapi mendominasi. Amin. Indonesia sudah lama merindukan pemimpin seperti Pak Anis ini. semoga

    Reply

  87. Slamet Riyadhi Says:

    Pandji ini penggerak, Anies pun penggerak. Dua2nya ketemu, bayangkan angka kuadrat yang tercipta dari pertemuan itu…. untuk Indonesia!!

    Reply

  88. pari Says:

    Jangan lupa juga dukungannya ke Faisal Basri dulu :)

    Reply

  89. Angling Dharmo Says:

    Ibaratnya beli jajanan (makanan kecil, snack) semacam permen, wafer, kacang atom, di bungkusnya ada tulisan “DAPATKAN HADIAH DI DALAM”. Yang pasti kita dapat ya permen, wafer, kacang atom, dsb. Kemungkinan besar di dalam bungkusnya itu kita cuma dapat secarik kertas tulisannya “ANDA BELUM BERUNTUNG”.
    Untuk mendapatkan Bung Anies Baswedan sebagai presiden RI (= hadiah dalam bungkus jajanan), kita harus membeli dulu (semacam) Ruhut Sitompul, Vena Melinda, Sutan Bhatoegana, Edhie Yudhoyono, Roy Suryo, Saan Mustofa, Mirwan Amir, dan sederet selebritis lain yang namanya tidak pernah kita dengar sebelumnya untuk duduk di kursi empuk parlemen. Makin banyak selebritis “dalam karung” yang terpilih, makin besar KEMUNGKINAN kita dapat hadiah. Yang pasti kita dapatkan ya para selebritis itu. Jangan2 setelah banyak permen, wafer, kacang atom, dsb yang kita beli ternyata di dalam kemasan kita cuma dapat kertas : “ANDA BELUM BERUNTUNG”

    Reply

  90. david giarto Says:

    setuju bung usamah… saatnya Indonesia memiliki 3 Presiden dalam satu …

    Presiden Soekarno : Memiliki pidato yang menggelora dan mampu membakar dan menggerakkan semangat kaum muda…

    Presiden Soeharto : Memiliki keberanian yang disegani

    Presiden Habibie : Memiliki kemampuan intelektualitas yang diakui dunia

    Dan Anies Baswedan memiliki tiga dari kelebihan Para pemimpin pendahulunya…

    Selamat berjuang bung anies…

    Mari kita turun tangan dengan membagikan video berikut ini melalui seluruh media sosial
    yang kita punya:: —> http://www.youtube.com/watch?v=7QNJqG0Fqf0

    —->>> http://www.youtube.com/watch?v=ReZL3EIEHe8&feature=youtu.be

    Reply

    • jojon Says:

      terlalu lebay kalo dibilang anies memiiliki 3 kelebihan dari 3 presiden sebelumnya…

      harap di ingat… anies itu hanya boneka di konveksi..:))

      untuk pemenangnya sudah pasti kalian tahu semua… :D:D:D

      malaikat juga bisa jadi bajingan kalo terjun ke politik..:))

      Reply

      • david giarto Says:

        om jojon yang mulia :

        sepertinya kita perlu memahami lebih mendalam mengenai tulisan saya..

        kalau saya menyatakan kelebihannya tentu dalam hal yang saya tuliskan.
        poin-poin di atas tentang kelebihan presiden sebelumnya. itu merupakan kelebihan yang dimiliki Anies Baswedan. kelebihan soekarno dalam berpidato, keberanian soeharto, intelektualitas habibie..

        saya juga bisa menyamakan anda dengan Anies baswedan, seandainya anda juga bercita-cita menginginkan pendidikan di republik ini lebih berkualitas…

        http://www.youtube.com/watch?v=w5CRs6m_vAY

        Tentu saja Anies bukan boneka karena dia ikut konvensi, bukan “Konveksi” :)

        untuk pemenang saya mengaggumi anda karena lebih bisa menjadi “peramal” pemenang. hampir mirip ki joko bodo yang juga bisa sebagai ” peramal”

        tapi diluar itu semua akhirnya saya harus mengakui kredibilitas anda, melalui tulisan anda untuk mencari persamaan ataupun perbedaan.. karena anda masih belum bisa membedakan antara malaikat dan bajingan..

        perspektif Islam, kristen, katholik (dalam hindu dan budha juga sama hanya berbeda dalam istilah, namun peran dan fungsinya sama) sepakat bahwa malaikat adalah makhluk yang diciptakan untuk menjalankan misi mulia yang diperintahkan oleh Tuhannya. Tuhan menciptakan dari lahir hingga berakhirnya masa hidup malaikat tetap pada fungsi dan perannya tersebut.

        Sehingga Tuhan Yang Maha Sempurna tidak mungkin menukar peran dan fungsi antara malaikat dan bajingan kalau terjun ke politik.. :)

        Kecuali apabila meremehkan kesempurnaanTuhan melalui menyamakan antara malaikat dan bajingan..

        Reply

  91. Dimas Muharam Says:

    Saya dua kali ada dalam satu ruangan yang sama dengan pak Anies untuk mendengar orasi beliau. jujur ga bisa air mata tak merembas karena terharu bahwa masih ada orang seperti beliau di Indonesia. Mungkin pak Anies tidak dapat menang jadi presiden 2014, tapi yang pasti beliau memenangi hati orang2 yang sadar bahwa Indonesia bukan tak punya masa depan yang cerah, Indonesia masiht erus berharap. My vote if yours, pak Anies

    Reply

  92. Oelph Says:

    Inspiring….
    Sudah saatnya masyarakat memilih pemimpin yang berkompeten, jujur,, dan integritas nyata..
    lihat track record sebelumnya…bersih atau tidak,
    dan bukan sekedar sering muncul di televisi dengan komentar2 yang kosong….

    untuk Indonesia yang lebih baik, :)

    Reply

  93. ahsani Says:

    Sebelum bicara perubahan, perlu ditelisik dulu: apakah sistem demokrasi itu baik? Benarkah dia yg terbaik? Penelusurannya harus dg pemikiran objektif, dg hati lapang utk mencari jawaban yg benar.
    Kalau menurut saya, demokrasi itu kiriman dr negara-negara yang mengeruk kekayaan Indonesia, yg menyetir Indonesia supaya mencabut subsidi dan mencukupkan negara hanya sebagai regulator ekonomi bukannya penjamin kesejahteraan rakyat. Jadi menurut saya, segala perubahan dlm demokrasi adalah sama saja, semangatnya sama-sama kapitalisme.

    Reply

    • Alkemi Sastra Indonesia Says:

      @Ahsani–Demokrasi memang bukan buatan manusia yang paling sempurna, tapi ia adalah sistem yang paling memungkinkan rakyat, tua dan muda, untuk terlibat memperbaharui dan memperbaiki secara berkesinambungan.

      Tanda-tanda bagusnya sistem demokrasi dalam sebuah negara ada dua.

      Pertama, seorang pemimpin akan menyesuaikan dirinya dengan tuntutan rakyat. Dalam demokrasi yang matang, pemimpin-pemimpin pemerintahan akan mendengarkan suara rakyat, baik itu melalui jajak pendapat, survei, sensus, atau opini publik dari berbagai media cetak maupun jejaring sosial. Contohnya: Pak Prabowo Subianto mengubah gaya memimpinnya dengan rajin mendengar suara rakyat dan menciptakan program-program kerakyatan untuk menarik hati rakyat. Pak Wiranto merangkul Hary Tanoe dari kalangan Tionghoa-Kristen untuk menarik hati rakyat dan membuktikan dirinya bisa dipercaya untuk mengakomodasi kalangan minoritas. Kalau kita tidak menerapkan sistem demokrasi dan tetap berada di sitem pemerintahan otoriter Pak Harto, mustahil dua jenderal didikan militer tersebut akan berubah menjadi demokratis sebaik itu. Kita syukuri demokrasi ini karena kita semakin maju mendekati toleransi seperti tertulis di Piagam Madinah pada masa hidup Nabi.

      Kedua, seluruh rakyat akan menyesuaikan dirinya dengan gaya kepemimpinan orang yang sedang berkuasa. Rakyat akan melihat kekurangan pemimpinnya, lalu menyeimbangkan kekuasaan dengan membantu penguasanya. Contohnya: Pak SBY adalaj jenderal pemikir yang tidak punya pengalaman lapangan sebanyak jenderal-jenderal lainnya, sehingga agak lamban (saya tekankan penggunaan kata: agak, bukan sangat) dan kurang berani mengambil resiko melindungi rakyat yang lemah dan terancam. Itu sebabnya di daerah-daerah rakyat menyesuaikan hal ini dengan memilih kepala-kepala daerah yang muda dan berani agar ada keseimbangan antara pemerintah pusat yang lamban dan terlalu banyak rapat dengan pemerintah daerah yang bertindak responsif, cepat, menerobos, dan sebagainya.

      Soal kapitalisme, kita sudah tidak menggunakannya mentah-mentah. Ketika pemerintah pusat terlalu longgar untuk urusan pendistribusian kesejahteraan, pemerintah daerah justru sangat bersemangat dalam menyejahterakan rakyat dengan subsidi kesehatan, pendidikan, dan bahkan melakukan terobosan mendorong transportasi publik dengan subsidinya.

      Mas Ahsan, apa yang dialami Indonesia ini bukan kapitalisme murni, prosesnya menuju sebuah tatanan baru yang belum ada namanya dalam sejarah, bukan juga sosialisme. Indonesia sedang menciptakan dirinya sendiri, menciptakan sejarahnya sendiri. Sekarang kekayaan alam kita memang masih dikeruk perusahaan mancanegara, itu fakta. Dan fakta masa kini belum tentu akan tetap menjadi fakta di tahun 2015 nanti.

      Tetap optimistik, kita sekarang berada di sebuah masa yang menentukan dan generasi pemimpin bangsa masa lalu sudah mengetahui akan adanya masa kini ini, sementara generasi masa depan sedang menunggu perubahan apa yang akan kita lakukan untuk mereka. Kita tidak boleh mengecewakan mereka, kita harus membanggakan mereka.

      Reply

  94. Fandhi Says:

    Pertama kali lihat Pak Anies menyampaikan program Indonesia Mengajarnya, sangat terlihat bahwa beliau memang penebar optimisme kelas kakap, semangatnya mampu ditularkan kepada ribuan anak muda Indonesia.
    Hal ini sangat positif untuk 5 tahun kedepan setelah 2014, Indonesia saat ini butuh api, api yang mampu menyalakan optimisme, optimisme perlu ditularkan.

    Reply

  95. Vina Says:

    Jujur saja, saya tetap berpikir lebih baik Pak Anies sbg Menteri Pendidikan. Lebih “megang”, begitu. Saya yakin beliau memiliki banyak inovasi untuk pendidikan di Indonesia. Untuk di bidang politik, saya ragu. Politik itu berat, bahkan banyak yang bertindak licik. Saya takut, Pak Anies yang masih bersih reputasinya akan tercoreng karena beliau berada di partai-partai tertentu.

    Reply

  96. iwan Says:

    Tulisan yang bagus Bung Panji. Untuk teman-teman yang belum ikut turun tangan menandatangani petisi ini, silahkan ikut serta rame-rame ya?

    Tentu Bung Panji juga harus ikut teken.

    http://www.change.org/id/petisi/dukung-kaum-muda-memimpin-indonesia-sebagai-presiden-ri-2014

    Reply

  97. Fotodeka Says:

    wah tulisnnya bagus mas pandji, :) salah satunya ya pak Anies, Jokowi, Ahok, atau Ridwan Kamil :D

    Reply

  98. Gustian Says:

    Mendengar beliau ikut serta dijadikan calon presiden pada Konvensi Partai demokrat. Hati saya ikut senang dan sedih. Hati saya ikut senang karena akhirnya saya menemukan alasan untuk memilih dengan sepenuh hati pada 2014. Hati saya senang karena Akhirnya harapan bahwa negeri ini dipimpin oleh orang yang tepat menjadi semakin besar. Akhirnya orang yang pantas memiliki kemungkinan untuk menjabat di posisi yang pantas dan menentukan. Namun hati saya sedih karena beliau tidak mempunyai modal dana besar untuk memperkenalkan diri pada masyarakat. Beliau tidak memasang iklan di berbagai media karena tidak memiliki cukup banyak uang. Beliau takut untuk meminjam banyak uang pada pihak tertentu untuk memasang iklan kampanye. Karena beliau takut dan punya moral untuk tidak menjual Negeri ini untuk balas budi jika jadi presiden nanti. Saya sedih karena di Partai tempat beliau mengikuti konvensi kemungkinan calon presiden di pilih oleh lingkaran kekuasaan partai masih besar. Saya sedih karena media hanya mau “menjual” calon presiden hanya berdasarkan keuntungan. Saya sedih karena media hanya mendarlingkan satu orang, dan hanya mendarlingkan pemimpin usaha mereka.
    Dan saya ingin melihat beliau menjadi pemimpin negeri ini.

    Reply

  99. Asep Maulana Ismail Says:

    abis baca ini jadi tau siapa Bpk. @aniesbaswedan , dan sepertinya beliau paling siap. Semoga.

    Reply

  100. haryoko Says:

    Salut untuk siapapun yang tergerak untuk membuat indonesia lebih baik, benar adanya ketika kejahatan tidak bisa didiamkan lebih lama. Untuk itu gerakan turun tangan tidak hanya untuk mendukung sdr anis baswedan semata. saya lebih melihat gerakan ini untuk mendukung siapa saja yang iklas dg penuh kesadaran memperbaiki indonesia. lewat partai manapun, mereka bisa mendapat dukungan publik lokal mereka. toh saat ini pemilu merepresentasi caleg tidak harus melalui suara partai tapi lebih pada dominasi suara caleg itu sendiri. meski celah ini masih bisa “dimainkan” oleh calo-calo suara dan genknya demi pemenangan oknum-oknum caleg yang diamini pengurus partai. Sungguhpun demikian, kata iwan fals, kita tidak sendirian untuk melakukan perubahan.
    Harapan kami, mari didukung mereka yang benar-benar layak untuk berjuang via parlemen. dan tentunya mari berbuat yang lebih baik untuk siapa saja demi nurani dan selamatnya kehidupan generasi mendatang.

    Reply

  101. yona sukmalara Says:

    Yang kayak gini, nggak usah dipilih lagi bang. Anggota DPRD sekaligus caleg dari fraksi demokrat, yang dengan arogannya membuat ratusan penumpang lain terpaksa nungguin keterlambatannya. Izin share link @yonasukmalara: Saktinya Syawal Efendi HSB, Anggota DPRD Kab Labuhan Batu Menghentikan KA Sribilah http://t.co/QzTMQUfb3T

    Reply

  102. hesti ika Says:

    Org2 hebat spt andy malarangeng, angelina sondakh…adalah org2 yg cukup bersih (nampaknya) saat awal beegahung dgn demokrat…sedangkan sekarang…mrk spt dilepas begitu saja dri partai dan teelibat kasus korupsi…
    Dan bukan tdk mungkin, pak anies ini mjd spt itu nantinya…bukan dri dalam dirinya, tapi dri keadaan sekitar..tuntutan balas jasa partai…yg mbuat beliau mgkn spt itu…

    Banyak partai memang korupsi….banyaaaak bgt…hampir smua…tapi 2 kali partai ini menjadi pemenang dlm pemilu legislatif…dan memegang tampuk pimpinan negara…tetapi korupsinyaaa gila2an…gmn klo partai ini menang dan korupsi lagi?

    Dan partai ini bukan partai yg baik..krn menimggalkan anggota2nya berjuang utk keluar dri jeratan kpk sendiri…pdhl saya yakin yg terlibat bsa lbh bnyk dri yg tertangkap saat ini…

    Buat saya….bukan orgnya yg tdk berkompetensi…tapi partainya….

    Spt klo pernah dnger kidung jawa pas ngaji…kumpulono wong kang soleh…dan itu benaar….meski diri baik …tapi klo lingkungan gak baik dan gak soleh.,apalagi mencuri elit alias korupsi bukan tdk mgkn akan menjadi spt itu….

    Diri sendiri bersih dan baik…tapi dikelilingi manusia yg berjiwa tikus dan korupsi…bukan tdk mgkn suatu saat akan menjadi spt itu…bukan kemauan tapi krn keadaaan…

    Tolong dipertimbangkan lagi….masuk ke dalam kancah politik dgn memakai jalan partai ini…masih banyaak kok partai lain..minta di kpu listnya…uehehe….tapi yg jls jgn msk partai biru sati lgi juga…tar anak2 dbwh usia nabrK dan mhilgkn nyawa org lain bsa bebas….kaaya nyawa gk bharga…jd..tolong dipertimbangkn kembali..

    Saya akan mdukung beliau jika kendaraannya tdk sekotor sekrang…krn pertanggunganjwbny besar nantinya di akhirat nanti…saat pemimpin skrg mgkn bersih tetapi nantinya tdk bersih lagi…

    Reply

  103. natiq Says:

    *Musim kampanye dimulai*

    Reply

  104. Gustian Ri'pi Says:

    iya bener banget. Pengen ku gitu. Eman-eman kalau potensinya Pak Anies sia-sia. Dia pinter bro..
    hari ini pak jokowi resmi jg maju. Gimana kalau bapak @jokowi_do2 jadi wakilnya pak @aniesbaswedan saja mas :)

    Reply

  105. Irsan Says:

    I just attended Rene coaching session in Palembang..now i kinda get it maybe why…

    Seriously i admire Anies..sama gerakannya bahkan gue pgn banget kontribusi sama gerakan Indonesia mengajar karena td Rene sibuk bgt gw ga bisa nanya lebih jelas…gue ada di Palembang begitu Rene bilang di daerah Musi Banyuasin kita msh butuh…gw pengen nanya gimana kita bisa kontribusi..tp ga sempet..kalo ada temen temen disini yang bisa bantu?

    Tapi balik lagi ke topik…gan apa ga lebih baik Jokowi dan Anies atau Dahlan bersatu

    One thing for sure is no saints in politics itu yg gue tau…

    OK kita bilang bersaing

    Tp mas bro…org lama itu ada 2 masih dan jelas jelas mereka suaranya ga kecil loh oom

    Itu menunjukan kalau kaum intelektual Harusnya bergabung

    Bener agan bilang biar orang orang bagus yang muncul..tp kl konvensi capres malah mengeluarkan kemungkinan kepentingan kepentingan lama untuk menang…alagkah bodohnya kita sebagai kaum intelektual…karena intelligence arrogance

    Like we all agreed on that we need to save this country…Hatta Soekarno itu waktu Proklamasi ga bilang mereka dari Partai apa gan…

    Idenya adalah kita merdeka

    MAKANYA 2014 INI KITA HARUS BERSATU UNTUK MERDEKA DARI KEBODOHAN YG DUKULTURKAN OLEH OKNUM OKNUM YANG SELALU PAKE UANG UNTUK SUARA YG NANTINYA MEREKA PERAS LEBIH DALAM LAGI

    Gue rasa kaum kaum profesional dan intelegence akan pecah suaranya..dan itu pasti…

    Anies punya pendukung banyak…Jokowi pun begitu dan begitu pun Dahlan

    Tapi yang jelas mereka akan memecah suara tersebut yang mungkin malah mementalkan mereka semua

    Buat gua sebenarnya partai manapun yg menang gue kaga perduli men…karena gua muak…tetep aja orientasi org org tersebut untuk jadi wakil rakyat 90 persen cuma alasannya untuk UANG!

    Tp bener bener 2014 ini untuk capres gue perduli karena memang bener posisi inilah yang bisa merubah negara ini dan yang pasti kita butuh dari kaum yang bersih dan ketiga nama tersebut memenuhi kriteria itu untuk sekarang

    Akan sangat di sayangkan menurut gue suara kita dipecahkan….

    Menurut gue semua partai di Indo punya dosa masing masing dari PD PDIP GOLKAR DLL tp ini pendapat pribadi karena dijaman mereka semua KORUPSI masih ada malah kader kader pentingnya untuk PD belum lg kasus Century..bla bla tp ga penting bro karena itu sudah kejadian…

    Tanpa pemimpin yang berani dan tepat ga akan kebuka semua itu..kedepannya

    Ya…gua sih minta kita semua bersatu deh toh jokowi sendiri jelas tegas..anies jelas mantep dan Dahlan juga super…tapi biarin 2019 orang orang terbaik bangsa ini bersaing itu pembuktian…

    Sekarang ini PRNYA 1… pembaharuan supaya orang Indonesia tidak bodoh lagi…Anies Jokowi Dahlan atau Samad sekalipun harus bersatu dan mengesampingkan ego

    Jelas itu akan menjadi super tim

    Hari ini Rene ngasih tau gua 1 hal..find a believer

    Terus gua ingat ada kalimat ini bro..if u can a believer..you can make a change…but if you can find packs of believer…you can change the world

    Menurut GUE kalau mereka satu kubu…sumpah dream team Indonesia untuk bangun dan memberantas kebodohan dan penjajahan

    Rite now we got enemies that we need to defeat..bukan memecahkan

    Seriously consider it Anies if you read this Or Jokowi or even Dahlan

    Gue memang cuma orang bodoh

    Tapi gua yakin kali ini kita bisa berubah..2014 gue punya keyakinan kita bisa keluar dr situ setelah kita sendiri Sekian lama mencemooh bangsa kita sendiri

    Cuma di Indonesia bos wakil rakyat yang ke luar negeri alasannya belajar pake duit negara tapi kagak bisa pake bahasi Inggris….gimana mau belajar kalau org ngmng aja ga ngerti??? dan gua Udah capek liat tingkah orang begini

    Salam Merdeka

    Reply

Trackbacks/Pingbacks

  1. […] juga bisa baca blog Pandji yang membahas poin-per-poin pertanyaan-pertanyaan tentang majunya AB di Konvensi Partai […]

  2. […] setelah keikutsertaannya di Konvensi Capres Partai Demokrat. Sebut saja testimony dari Pandji dihttp://pandji.com/anies-baswedan/, Edward Suhadi dihttp://blog.edwardsuhadi.com/2013/09/16/saya-pasti-kecewa-dengan-anies-baswedan/, […]

  3. Boomee | says:

    […] penyumbang terbesar buzz tentang Anies Baswedan adalah tulisan Pandji Pragiwaksono di blognya (jadi tautan yang paling banyak diakses soal Anies dua hari terakhir), dan nama Gubernur DKI […]

Leave a Reply


− five = 0