Au Neko…

Gue ga bisa tidur…

Biasanya di pesawat gue selalu tidur sepanjang perjalanan.

Kali ini, gue Cuma tidur diawal penerbangan karena memang brangkatnya pagi pagi…

Ngantuk…

Sisanya gue terbangun sepanjang perjalanan.

Selain karena gue harus transit di denpasar, gue juga dibanguniiiiiiiiin mulu sama pramugarinya

Nanya mau baca majalah apa, mau minum apa, mau makan apa, ngasi handuk hangat… hadoooh..

Setelah transit, gue akhirnya ga ngantuk..

Gue ga sabar pengen ketemu Kupang.

Waktu gue kecil, bokap gue itu sering mondar mandir kupang, flores…

Ada satu hari beliau pulang bawa Sasando.

Entah dimana sekarang Sasando itu.

Gue sangat semangat karena gue ingin melihat kota kupang yang selama ini hanya gue dengar doang ceritanya.

Lalu perjalanan yang dijadwalkan disana juga seru seru…

I just cant wait.

Ketika diumumkan bahwa sebentar lagi kita akan mendarat kepala gue langsung melongok keluar..

Mau liat pemandangan pertama Kupang…

Ini yang gue temukan

12112009107

Gue pikir “Buseeet, gersang amat…”

Hijaunya Cuma dari pohon pohon dan datarannya coklat… antara coklat tanah dan coklat rumput kering.

Dari atas gue juga bisa liat sungai sungai kering.. bukan surut ya.. kering.

Keliatan banget bahwa itu adalah sungai sebelumnya… tapi kering.

Otomatis tubuh gue bersiap siap untuk panasnya kota Kupang.

Kupang digembar gemborkan sebagai kota yang super panas

“BUSEEET! PANAS BANGET DISINI” ujar seorang teman yang sudah sampai duluan.

Ketika pesawat mendarat , gue turun, hal pertama yang gue rasakan adalah memang panasnya sengat matahari di kupang.

Tapi gue kenal sengat ini…

Mirip sama yang di Jakarta.

Belakangan gue denger, Kupang itu suhunya 33-37 celcius… seperti suhu rata rata tubuh manusia.

Makanya, pergi ke Kupang seperti dipeluk orang seharian

Kalo yg meluk cakep mah enak… 🙂

Sesampainya disana waktunya makan siang.

Di resto ini gue merasakan pertama kali bunga pepaya ( iyee iyee gue tau, di jakarta banyak.. tapi gue baru makan disini)

Setelah melakukan pesanan, sambil menunggu makanan datang gue keluar restoran dan ke seberang…

Untuk melihat lautan.

12112009110

Ini adalah pandangan pertama gue terhadap lautnya Kupang setelah mendarat.

Hal pertama yang gue perhatikan adalah bahwa pantainya tidak ada gulungan ombak.

Tanda bahwa pantainya berkarang.

Dari jauh keliatannya tenaaang banget lautannya.

Kupang memang kota yang menarik

Di dataran keliatan gersang, tapi kemanapun elo pergi dan kemanapun mata elo memandang elo akan ketemu dengan Bunga Flamboyan yang indah..

Warnanya Orange kemerahan dan menghiasi langit langit kota Kupang.

Kontras dengan apa yang ada di daratan.

Perjalanan selanjutnya adalah ke museum.

Museum apa? Museum Penangkapan Paus.

“Pe.. penangkapan paus?”

Sebenarnya elo mungkin uda liat ini di TV… ketika ada penduduk lokal yang naik perahu membawa tombak panjang.. lalu lompat terbang sambil menghunjam tombak tersebut ke seekor paus.

12112009116

(foto foto berikut gue repro dari foto yang terpasang di tembok museum)

Itu adalah pemandangan tahunan yang ada di sebuah desa bernama Lamalera.

Setiap bulan Mei, penduduk Lamalera berduyun duyun ke laut untuk berburu paus.

12112009112

Ilegal?

12112009113

Sama sekali tidak

Malah Lamalera, NTT adalah satu satunya tempat yang diperbolehkan berburu dan memakan paus.

Museumnya aja bekerja sama dengan National Geographic dan WWF.

Soalnya, Paus ini menyangkut hajat hidup orang banyak.. daging mereka hanya dari paus ini.

Lebih dari hanya sekedar daging, minyak dari paus inipun jadi jatah setahun untuk menyalakan api yang pada akhirnya dipakai untuk memasak, menerangi rumah rumah..

Dagingnya pun dibagi bagikan ke penduduk dan dagingnya jadi jatah setahun.

Entah bagaimana cara mereka mengawetkannya..

Dari museum itu

Gue berjalan ke peninggalan masa lalu Kupang.

Gue baru tau, Kupang jadi saksi perebutan Indonesia dari Jepang dan Sekutu.

Bayangin, tanah tanah siapaaa, yang rebut rebutan siapa.

Jadi ada satu titik di kabupaten Kupang yang merupakan tempat bersejarah bagi orang Australia.

Bukan orang Indonesia, Australia!

Karena waktu PD 2, tentara australia sebagai bagian dari sekutu terjun payung dan mendarat di titik tersebut, dan disambut oleh berondongan peluru senapan tentara jepang.

Tentara Australia dibantai di situ, dan sekarang ada sebuah monumen yang dibuat oleh pemerintah Australia untuk mengingat kejadian itu.

Di museum tersebut ada banyak rudal dan ranjau yang tersisa …

Lalu didepan gue , terpampang sebuah peta.

12112009117

Yang menampilkan area Timor Timur (berwarna putih) tapi anehnya… ada sebuah area tersempil berwarna putih.

Gue tanya kepada guide museum, “kenapa ada area yang terpencil sendiri ya?”

Ternyata titik kecil itu adalah tempat mendaratnya Portugis untuk pertama kali.

???

Ini yang gue ga pernah habis pikir.

Orang Timor Timur merasa lebih dekat dengan Portugis daripada bangsanya sendiri..

Sama seperti orang Singapore yang menjadikan Raffles sebagai pahlawan mereka.

Padahal Raffles adalah penjajahnya. Memang, Raffles menciptakan Singapura jadi area dagang yang ideal.

Sehingga bukannya ke Indonesia (sumatera dan jawa) perahu perahu dagang merapat kesana dan akhirnya Singapura jadi area wajib bisnis Asia Tenggara.

Tapi kan? Dia penjajah?

Sudahlah… kita balik lagi aja ke Kupang.

Di museum gue liat sebuah rumah yang menarik…

12112009129

Katanya di Timor leste penduduk masih banyak yang tinggal di rumah seperti ini…

Kalo ada yang bertamu, wajib untuk tidur semalam di rumah ini, tidurnya di bagian paling luar deket “pintu” masuk…

Lalu gue melihat pemandangan yang tidak kalah menarik

12112009130

Jadi ikat kepala di NTT ini beda beda arti untuk setiap ikatannya

12112009132

12112009133

Ada ikat yang dipakai untuk menandakan bahwa dia adalah pria lajang yang siap dinikahi

Ada ikat yang dipakai untuk menandakan bahwa pria ini sudah akan menikahi seseorang

Ada ikat yang dipakai untuk berperang

Tapi yang paling aneh dari museum itu adalah… ikat kepala yang dipakai diatas kepala kepala itu adalah batik jawa.

Kalau gue tanya kenapa pake batik jawa, ga ada yang bisa jawab..

Aneh..

Tapi seaneh anehnya kupang, pantainya bener bener cantik.

Pemandangan dari jendela kamar hotel gue adalah pantai dan laut yang indah

12112009136

Foto ini gue ambil sore pas balik ke kamar..

Pas bangun tidur, warna laut dan langitnya lebih keren lagi

13112009134

Setelah sarapan, gue bersama rombongan lifebuoy berangkat ke rumah dinas bupati NTT (yang berhadapan lansgung dengan pantai )

13112009139

untuk menyuluhan kader lifebuoy sekalian menyerahkan hasil sumbangan dari petisi keluarga sehat untuk indonesia sehat.

Jadi dari Juli, Lifebuoy menyebarkan sebuah petisi yang isinya adalah komitmen untuk memulai hidup sehat. Untuk setiap petisi yang ditanda tangani, lifebuoy menyumbangkan Rp100,-

Hasilnya, Rp 272.626.700,- disumbangkan untuk revitalisasi 250 posyandu di Kupang, NTT.

Revitalisasi Posyandu di NTT sangat sangat penting.

Posyandu itu, adalah swadaya masyarakat.

Masalahnya, posyandu di NTT, Kupang terutama, sangat minim fasilitas.

Pantesan aja NTT jadi satu bagian dari Indonesia dimana angka kematian anak-nya paling tinggi.

Tanpa alat pengukur kesehatan yang memadai, susah untuk memantau kesehatan mereka.

“You cant count what you cant measure”

Karena itu uang 270 juta lebih itu dijadikan tambangan bayi, stetoskop, termometer, alat pemeriksa tensi darah, buku KIA, dll.

13112009138

Gue pernah nulis di blog tentang mengkhawatirkannya kondisi kesehatan anak anak di Indonesia.

Di penyuluhan yang diberikan oleh Erwin (senior brand manager Lifebuoy) gue menemukan fakta fakta lagi…

Gue menemukan bahwa di Indonesia ada 300 kasus diare per 1000 orang.

Gue menemukan bahwa diare adalah penyebab kematian balita tertinggi ke 2.

Tertinggi ke 3 untuk bayi dan tertinggi ke 5 di Indonesia untuk semua umur.

Gue juga menemukan fakta dari WHO bahwa CUCI TANGAN pake sabun menurunkan resiko diare hingga 47%

Its a goodthing lifebuoy is on it. I dont see how any other brand can find the relevance in this issue.

CUCI TANGAN PAKE SABUN itu mutlak sebagai dasar kehidupan sehat kita.

Masalahnya, orang bukan Cuma males cuci tangan, kadang kadang caranya ga tepat

“Ga tepat?”
Iya.. karena dengan cara kita cuci tangan secara umum, ada beberapa area di tangan yang lolos dan masih berpotensi penyakit.

Ntar gara gara elo ga cuci tangan dengan benar, pulang megang anak elo, dan menularkan penyakit…

You dont want that.

We all dont want that.

Dan kita semua juag tidak mau anak anak Indonesia terus menerus meninggal hanya karena kita memilih untuk tidak mencuci tangan pakai sabun.

Kupang, NTT memang tertinggal dalam hal kesehatan.

Karena itu, ketika bapak Josep Bataona, direksi dari Unilever yang ternyata juga orang NTT berujar “Apakah kita mau, hanya nonton Indonesia sehat jadi Kupang? Atau kita mau Kupang jadi bagian dari Indonesia yang sehat?”

Beliau mengucapkan sebuah “Call To Action”

Kupang adalah bagian dari Indonesia, karena itu, Kupang harus menjadikan dirinya sehat.

Beliau mengucapkan itu di depan kader kader PKK dan Lifebuoy yang juga akan menggerakkan posyandu di Kupang.

Semua berawal dari kesadaran dan pengetahuan.

Ibu ibu itu memang sedikit jumlahnya, tapi gue meyakini bahwa semua hal hal besar yang terjadi di muka bumi berawal dari sekumpulan kecil orang dengan keyakinan dan komitmen.

Ketika gue datang ke sebuah posyandu di desa Oelomin.. gue melihat langsung betapa “kering”nya Posyandu itu.

Walaupun keliatannya posyandu itu sudah disulap karena tau kita akan datang.. dikasih meja dan taplak, kursi, dll…

13112009148

Tapi fasilitas yang ada disana, praktis hanyalah timbangan kain…

Dan sejumlah buku untuk mencatat berat badan anak..

Ketika gue di desa Oleomin, kecamatan Nekamese, Kupang gue langsung ngobrol dengan Ibu Ibu yang ada disana… Mereka sebenarnya nampak senang senang saja, ketawa, bercanda, saling cela…

Tapi gue ga bisa menutup fakta bahwa anak anak mereka nampak kurang sehat. Ada seorang anak yang umurnya 3 tahun, badannya sama kayak Dipo yang berumur 2 tahun..

13112009143

13112009146

Ibu ibu di sana bergiliran nyuruh gue gendong anak anak mereka… dan berhubung gue seorang Ayah.. gue bisa merasakan banget bahwa anak anak ini lebih enteng daripada berat badan mereka seharusnya..

13112009161

Itu membuat gue sedih.. masalah mereka bukan hanya fasilitas kesehatan, tapi juga makanan.

Ibu ibu itu selalu nanya “Di Kupang panas kan?”

Gue slalu jawab “Sebenarnya sih engga… Jakarta juga panas”

Seorang Ibu lalu nyaut “Tapi di jakarta ujan kan? Disini ga ujan ujan..”

Memang betul, sementara Jakarta hujan terus sampe banjir, Kupang bahkan ga ujan ujan.

Mereka hanya bisa bercocok tanam kalau musim hujan.

Mereka bertanam jagung.. dan padi di beberapa daerah tertentu (ga semua tempat bisa nanam padi)

Gimana mau makan?

Tapi mengukur kesehatan mereka juga penting, dengan itu mereka tau tindakan apa yang harus dilakukan..

Siapa sih orang tua yang mau anaknya sakit?

Siapa sih orang tua yang ga mau ngasi anaknya segala macam yang anaknya inginkan

Siapa sih yang tega melihat anaknya sedih, sakit, lemas…

13112009153

Satu ketika, ketika gue sedang duduk diantara ibu ibu itu, ada seorang Ibu yang duduk sambil mengayun anaknya yang tertidur di tangannya… Ibu itu berkata perlahan, hampir berbisik

“Au Neko….. Au Neko….”

Ibu itu mencium anaknya lalu kembali berkata “Au Neko…”

Gue bertanya kepada Ibu Ibu yang lain… “Apa artinya Au Neko?”

“Aku sayang kamu…”

“Au Neko…”

Hampir nangis gue melihat pemandangan itu..

Cinta adalah hal terakhir yang mutlak kita bisa berikan kepada anak kita, ketika kita tidak bisa, tidak kuasa memberikan apapun lagi..

Au Neko…

Untuk siapapun yang sudah menandatangani Petisi Keluarga Sehat untuk Indonesia Sehat terimakasih atas perhatiannya, untuk Lifebuoy terimakasih atas bantuannya, untuk elo yang membaca ini dan memutuskan untuk memiliki komitmen dalam mengurangi angka kematian anak anak… terima kasih

Diantara mereka yang tidak sampai berumur 5 tahun ada calon pemimpin kita yang bisa membawa Indonesia jadi lebih baik… diantara mereka ada pemain sepakbola pertama yang bisa main di Liga Inggris, diantara mereka ada inovator ulung yang membawa inovasi untuk rakyatnya…

Sayangi mereka karena mereka juga bagian dari Indonesia

Sayangi mereka karena rasa sayang itu akan berbuah menjadi harapan

Elo dan gue bisa membuat mereka merasa ada pertolongan.

Harapan, harganya mahal sekali.

Tanpa harapan, entah apa yang akan terjadi kepada mereka.

“Au Neko” adalah bahasa Timor.

Ada Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan dan diantara daerah daerah di Timor, ada Timor leste yang terpisah dari kita.

Faktanya, dari negara itu, banyak yang mengungsi ke Indonesia. Bahkan di Kupang ada satu desa isinya ratusan pengungsi dari Timor leste.

Ketika gue tanya ada nggak orang dari sini yang pindah ke Timor Leste mereka menjawab

“Tidak ada”

Mungkin  karena mereka masih ingin jadi bagian dari Indonesia

Ingin jadi bagian dari kita.

Karena itu, kita tidak boleh acuh.

Jangan tunggu pemerintah, kita bisa melakukan sesuatu

Kita punya pilihan lain, selain menuntut perubahan

Kita bisa MENCIPTAKAN perubahan.

PLUM IT

AU NEKO

PS: Semua foto diambil dengan kamera Nokia e72

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*