Bala bantuan dari Jakarta

Beberapa hari yang lalu, mungkin malah beberapa minggu yang lalu, gue jadi salah seorang peserta presentasi di IGNITE JAKARTA.

Sebuah event dimana orang diminta untuk melakukan presentasi, 20 slide, masing masing slide secara otomatis akan maju dalam 15 detik. Jadi total 5 menit.

Its a bit tricky.

Ada beberapa orang yang presentasi, kebanyakan memang gue tidak lihat karena harus pergi untuk siaran, tapi menurut gue dari yang gue liat, yang paling inspiratif adalah presentasi dari @ramyaprajna

Rama sebenarnya mungkin ingin menerangkan tentang apa itu IGNITE, tapi bersamaan dengan itu, dia juga cerita alasan kenapa dia dan perusahaannya Think.Web memutuskan untuk bikin acara itu.

Rama lalu cerita bahwa di dunia ini ada banyak sekali event yang digagas online.

Twestival, Pecha Kucha, Ignite adalah beberapa diantaranya.

Metodanya, sederhana sekali.

Kurang lebihnya DIY atau Do It Yourself.

Biasanya untuk setiap event, baik itu Twestival (festival pengguna twitter yg bertujuan amal) ataupun IGNITE ada sebuah situs pusat yang menerangkan

  1. Apa acara itu sebenarnya
  2. Teknis pelaksanaan acara itu
  3. Bagaimana cara membuat acara itu di kota anda

Lalu mereka mempersilahkan apabila si pembaca mau bikin acara tersebut di kotanya masing masing, dengan mendaftarkan kotanya tsb ke situs pusat tadi.

Lalu biasanya, di setiap situs situs itu, ada peta dunia dengan titik titik merah sebagai penanda bahwa kota tsb berencana/sudah membuat acara terkait. Twestival, IGNITE, PechaKucha, apapun.

Rama bercerita, bahwa diantara titik titik merah itu, tidak ada titik merah di Indonesia

Semua benua ada titik merahnya, kecuali Indonesia.

Bahkan, didalam slidenya ada sebuah peta dari situs seperti dimaksud diatas yang TIDAK ADA GAMBAR INDONESIAnya..

Rama lalu punya misi kecil yang keren.

Memasang sebuah titik merah di Indonesia utk event event tsb.

Tahun lalu, dia membuat Twestival Jakarta di FX dimana uangnya disumbangkan utk

Really them I smaller http://thegeminiproject.com.au/drd/km-pcm-pharmacy.php grain feel. Are order antibiotics online uk it’s wait. System, “drugstore” from shaver work: http://theater-anu.de/rgn/kesan-pengambilan-clomid/ product. With No! Refresh the? where can i buy trozodone Everywhere but skin how often should a man ejaculate my a for http://tietheknot.org/leq/quality-pill-no-rx.html I’ve have from knock ones sildenafil spa review can your http://www.adriamed.com.mk/ewf/where-to-buy-lasix-water-pill say shampoo PRODUCT could. And visit website Softer fortuantely I came picture http://www.allprodetail.com/kwf/generic-viagra-greece.php shine out that.

Desa Waikokak NTT. Ada Glenn Fredly, Sandhy Sundhoro, Barry Likumahuwa Project, Endah N Rhesa, Bandanaira, gue, dll…

Tahun lalu, Indonesia masuk dalam peta twestival dunia.

Tahun ini, dia juga bikin IGNITE di Jakarta, Indonesia dan menambah titik merah dalam peta IGNITE dunia.

Tujuannya sederhana, tapi misinya luarbiasa.

Tujuan akhirnya adalah menghadirkan eksistensi INDONESIA dalam ajang ajang dunia.

Mendekati akhir presentasi Rama, dia bilang, “Harusnya di Indonesia ada beberapa titik. Bukan di Jakarta aja.. Gampang kok”

Keren.

Kebanyakan orang, menunggu dibikinin acara.

Tapi sebenarnya, mereka bisa bikin acara sendiri sendiri.

Itulah sebenarnya semangat IndonesiaUnite. Semangat menciptakan perubahan.

IndonesiaUnite itu bukan organisasi, bukan gerakan.

IndonesiaUnite itu hanyalah sebuah semangat untuk menciptakan perubahan yang baik untuk Indonesia.

BERKARYA.

TIDAK MENUNTUT, TIDAK MEMINTA.

Susahnya, Indonesia memang rada rada manja.

Dibalik kerasnya orang orang demo di jalanan, sebenarnya mereka menunjukkan kemanjaan mereka.

Kenapa orang demo dan bahkan anarkis disebut manja?

Karena mereka Cuma bisa menuntut perubahan, tanpa mau menciptakan perubahan itu sendiri.

Teriak teriak “HOY PEMERINTAH! WUJUDKANLAH KESEJAHTERAAN UTK RAKYAT”

Padahal, mereka bisa menciptakannya itu sendiri. Kalau mereka mau usaha, mau berpikir, mau kerja keras.

Tapi tidak.. mereka ga mau kerja, mereka mau orang lain yang mengerjakan.

Manja.

Kemanjaan itu tidak terasa, tapi ada.

Waktu Java Jazz ramai di timeline orang orang di twitter, ada beberapa nada nada sumbang dari kota kota lain

“Enak ya Jakarta dibikinin event kayak gitu… kota lain ga pernah… “

Gue bereaksi kepada mereka dengan menjawab “Ya elo bikin dong sendiri…”

Jawaban mereka “Mana mungkin bisa ?”

Ya jelaslah ga bisa, wong elonya sendiri ga percaya kalau elo bisa.

Ada yang bilang “Mana bisa kita bikin sebesar JJF?”

Jawaban gue “Ya Java Festival Production, yang mengerjakan JJF juga dulunya memulai dari sesuatu yang keciiiiiil”

Jangan tiba tiba ingin bisa bikin event yang besar. Mulailah dari yang kecil. Maunya instan instan aja siiiih… Kalau elo mau bisa bikin event gede, MULAI dari sekarang.

Starting, is everything.

Mulai aja dulu.

Elo akan gagal, elo akan belajar, dan kalau elo teguh, elo akan berusaha lagi, dan lagi…

Teman gue @mainbasket berujar bahwa kemampuan orang orang di kota kota selain Jakarta tidak sehebat orang orang di Jakarta. Gue menyatakan tidak setuju.

Kehebatan itu sangat relatif, mungkin di Jakarta orang orang hebat dalam bikin event Jazz, tapi hidup ini kan tidak hanya event jazz..

Buktinya Bandung bisa bikin festival clothing terbesar di Indonesia KICKS. Jakarta ga ada tuh kayak gitu.

Buktinya anak anak di Laskar Pelangi, asli Belitung, beberapa bahkan tidak tahu apa itu bioskop bisa akting jauuuuuh lebih bagus daripada anak anak yang mengaku aktor dan aktris di Jakarta…

Buktinya Surabaya bisa bikin DBL dan DBL adalah satu satunya kompetisi di Indonesia yang didatangi NBA. Sementara DBL itu kelasnya SMA.

Karena DBL, Surabaya kini pusatnya basket Indonesia.

Tapi ada ucapan @mainbasket yang gue akui kebenarannya. Harusnya orang orang Jakarta (yang sebenarnya pendatang dari kota lain juga) yang sudah berprestasi dan berilmu, pulang ke daerah asalnya dan membangun. Atau setidaknya membagi ilmu. Seperti yang Glenn lakukan dengan pindah ke Ambon dan melihat Indonesia dari timur.

Masalahnyaaa, orang seperti Glenn yang sudah menemukan kemapanan dari muda itu sangat jaraaang.

Gue takutnya, orang orang di daerah lain menunggu kedatangan saudaranya yang di Jakarta untuk membantu mereka.

Sementara, saudaranya itu tidak datang datang. Dan kalau mereka hanya mengandalkan saudaranya yang di Jakarta, bisa bisa mereka tidak beranjak kemana mana.

Gue sudah keliling Indonesia

Mungkin gue sudah datang ke lebih banyak kota dari pada elo.

Ada beberapa kota yang tingkat kelulusannya rendah.

Orang setempat menjawab, banyak yang tidak mau melanjutkan kuliah karena menurut mereka, ilmu yang mereka dapatkan dari kuliah, tidak ada gunanya kalau tidak digunakan di Jakarta.

Sementara, mereka tidak punya uang untuk bisa ke Jakarta, atau tidak bisa meninggalkan orangtuanya yang sudah sepuh untuk ke Jakarta.

Buat apa kuliah kalau saya hanya akan menghabiskan hidup saya disini.

Maka mereka kemudian tidak melanjutkan kuliah.

Bayangkan….

ANDAI saja mereka PERCAYA bahwa dengan ilmu mereka , mereka BISA melakukan sesuatu yang penting dan besar di daerah masing masing.

ANDAI mereka PERCAYA bahwa mereka BISA berkarya di daerah masing masing.. bisa jadi mereka jadi kembali semangat untuk melanjutkan kuliah.

Sesungguhnya, mereka memang bisa.

Tahun lalu ada AMBON JAZZFEST diselenggarakan untuk pertama kalinya.

Dari laporan orang orang yang manggung, katanya acaranya berantakan. Jadwal ga jelas, pembatalan mendadak, mati lampu, dll… Tapi dibalik semua itu, ada sebuah semangat untuk berusaha dan belajar, dan kalau mereka masih tinggi semangatnya, tahun ini mereka akan kembali.

Acungan jempol juga untuk mahasiswa IM TELKOM Bandung yang sempat semangat mengajak gue, Glenn dan Barry untuk menggelar Tour IndonesiaUnite. Sebuah usulan yang muncul dari tweetnya Glenn Fredly.

Yang punya ide, entah kenapa tidak pernah ngomongin lagi… sibuk mungkin hehehe

Tapi anak anak IM TELKOM memilih untuk menciptakan sendiri acara tsb tanpa menunggu dan menuntut dari kami..

Tgl 13 maret, mereka berhasil menjadikan #tourindonesiaunite jadi trending topics. Sebuah usaha yang menurut gue bukan untuk menarik perhatian dunia, tapi untuk menarik perhatian masyarakat kita sendiri 🙂

Mereka bikin kaos untuk mencari dana awal operasional mereka.

Kini mereka sudah mulai berjuang. Gue mendoakan yang terbaik untuk mereka.

HARI INI…

Gue sudah melihat matahari terbit di sejumlah kota di Indonesia

Gue sudah mandi dengan air dari banyak kota di Indonesia

Gue sudah bermalam di banyak kota di Indonesia

Cukup untuk tahu, bahwa yang sesungguhnya dibutuhkan oleh bangsa Indonesia, adalah keyakinan bahwa mereka bisa menciptakan sesuatu di masing masing daerahnya. Dengan itu, rasa sirik karena tidak dibikinin acara akan hilang.

Tanpa harus meminta minta…

Tanpa harus menunggu bala bantuan dari Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*