Berkarya di TV

Pernah gak merasa capek tapi bahagia?

Itulah yg gue rasakan sekarang.

Terutama dalam konteks dunia pertelevisian..

Dulu gue kerja di TV, sekarang gue berkarya di TV.

Its a very different thing.

Dulu, gue hanya dikontrak utk kerja sebagai presenter.
Dateng, dikasih skrip, reading, shooting, pulang.

Kalau hasilnya bagus, gue dipuji. Kalau hasilnya jelek gue yg dicela.

Yg ga enak adalah, kalau stasiun TVnya merasa programnya jelek, presenternya yg duluan dipecat.

Gue baru menjadi presenter sejak 2005. Masih pendek karir gue. Tapi cukup utk dapet sejumlah pengalaman.

Sering kali, ketika acara ratingnya turun, yg dipecat duluan presenternya, padahal sebuah program TV itu adalah kerja sama tim. Tapi ga pernah ada kejadian tim kreatifnya dipecat. Yg ada hostnya duluan.

Gue pernah ngeblog tentang ini dulu. Silakan dibaca di tulisan —> ini

Sekarang, gue memutuskan utk tidak lagi bekerja.
Tapi berkarya.
Gue menciptakan program, mengumpulkan org2 terbaik dan passion yg sama, lalu memproduksi program terbaik yg kami bisa.

Tentu ini lebih melelahkan, tapi menyenangkan.
Setidaknya kalau ada rating yg turun atau ada hal yg perlu diperbaiki gue tau duluan dan bisa lakukan evaluasi dan perbaikan.

This way its more fair for me.

And I learn more things from this.

I wanna be better at this

In the future I wanna make more TV shows

Lelah, tapi lebih nikmat berkarya di TV..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*