Bikin Gampang

Bingung milih siapa di Pilkada?
Kita bikin gampang deh

Mari bicara anti korupsi.

Dengan segala kasus Rp 23.3 trilyun Dana Guru, pameran buku Frankfurt yang dikaitkan ke Mas Anies, atau Panama Papers yang dikaitkan ke Bang Sandi, kenapa ada 4 mantan pimpinan KPK yang secara terbuka mendukung Mas Anies dan Bang Sandi?
Bambang Widjojanto, Adnan Pandu Praja, Chandra Hamzah, Taufiequrachman Ruki.

4 orang mantan pimpinan KPK.

5 orang kalau kita hitung Busyro Muqoddas. Kedekatan beliau dengan Mas BW dan Mas Anies membuatnya mendukung Mas Anies walau tidak menjadi juru bicara dan jadi bagian dari tim pemenangan.

Pertanyaan kritis yang sederhana:
Kalau memang Pak Basuki bersih dari korupsi, kenapa tidak ada satupun mantan pimpinan KPK yang secara terbuka mendukung beliau?

Ada masalah apa dengan Pak Basuki?

Pesan apa yang ingin 5 orang mantan pimpinan KPK ini sampaikan dengan mendukung Anies Sandi dan bukan Pak Basuki?

Siapa yang anda percaya paling paham mengenai pemberantasan korupsi? Siapa yang anda percaya opininya dan penilaiannya terhadap siapa yang paling anti korupsi?

5 mantan pimpinan KPK, atau sebuah persona di Twitter?

Silakan direnungkan.

Kita ganti topik

Mari bicara kelayakan menjadi Pemimpin Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta.

Bicara soal siapa yang tepat menjadi Gubernur.

Selain 4 nama mantan pimpinan KPK tadi, ada lagi barisan tokoh tokoh yang mendukung Anies Sandi:

Sudirman Said, Hamdan Zoelva dan Faisal Basri.
Iya, Bang Faisal.
Sekarang mungkin anda jadi tahu satu lagi alasan mengapa saya jalan bersama Mas Anies di Pilkada ini. Karena sayapun masih jalan bersama Bang Faisal. Dari 2012 sampai sekarang.

Tadi pagi kami baru saja bertemu. Sarapan bareng. Ngopi. Membicarakan persatuan Jakarta dan apa dampak Pilkada kali ini dengan Indonesia ke depannya nanti. Bang Faisal ingin gabung tapi harus jadi saksi untuk pernikahan keluarganya pagi tadi.

Lalu siapa yang anda percaya paling paham mengenai pemerintahan?

Siapa yang anda percaya opininya dan penilaiannya terhadap siapa yang paling tepat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta?

Sekadar entertainer di twitter? Atau nama nama hebat di atas?

Maksudnya, saya juga entertainer, tapi saya akan menyarankan anda menjadikan opini saya sebagai referensi. Tapi urusan siapa yang tepat jadi Pemimpin Pemerintahan Provinsi, ya jelas percayakan pada orang orang tadi.

Kalau mau nyari Indonesian Idol,  boleh kita pegang opini seorang penyanyi.

Kalau mau milih Film Terbaik, boleh pegang opini seorang sutradara.

Ini memilih Gubernur DKI Jakarta. Dengarkan opini mereka yang memahami pemerintahan dan penyelenggaraan negara.

Sekarang mari coba kita jajarkan semua nama tadi:

Bambang Widjojanto, Adnan Pandu Praja, Chandra Hamzah, Taufiequrachman Ruki, Busyro Muqoddas, Sudirman Said, Hamdan Zoelva, Faisal Basri. Di depan mereka, Anies dan Sandi.

Justice League, lewat tuh.

Ada apa sehingga orang orang hebat ini bersatu mendukung Anies Sandi?

Benarkah ini sekadar memenangkan seorang di Pilkada Jakarta? Atau ada sesuatu yang lebih besar dan lebih penting untuk diperjuangkan?

Coba renungkan sebentar.

Mari Ganti Topik Lagi

Mari kita bicara keteladanan.

Pendukung Pak Basuki paling seneng mengatakan bahwa beliau hanya kasar kepada penjahat.

Anggaplah itu benar.

Maka sebagai Pemimpin, apa yang ingin diajarkan kepada warganya?

Apa yang ingin dijadikan teladan?

Bahwa kita boleh maki maki orang hanya karena kita benar?

Bahwa kalau kita merasa benar, kita boleh menuduh seseorang sebagai maling?

Kota seperti apa yang akan lahir dari pemimpin yang mencontohkan bahwa kita boleh memaki ketika merasa benar?

Apakah damai yang akan terjadi di Jakarta?

Baiklah, kita ganti topik lagi

Sekarang mari kita bicara kebijakan.
Reklamasi. Kita jadikan contoh kasus, sebagai simbol kebijakan era Pak Basuki.

Anda tentu dengar segala polemik dan perdebatannya. Sekarang mari saya kasih gambaran:
Pertama, yang menolak reklamasi, adalah Ibu Susi Pudjiastuti. Menteri Kelautan dan Perikanan.


Kedua. Greenpeace pun menolak reklamasi.

Ke tiga. WALHI juga menolak reklamasi.

Lalu siapa yang anda percaya opininya terkait Reklamasi?

Siapa yang menurut anda kompeten untuk anda pegang omongannya mengenai Reklamasi dan dampaknya terhadap lingkungan serta Nelayan?
Sebuah akun di Twitter, atau mereka di atas?

Pertambahan pertanyaan untuk anda pikirkan.

Nah sekarang, kalau memang buruk untuk lingkungan, buruk untuk nelayan, buruk untuk Jakarta karena menyebabkan banjir? Lalu mengapa dijalankan?

Untuk tahu alasannya, mari kita gabungkan kembali pertanyaan pertanyaan sebelumnya di atas.

Mengapa 5 pimpinan KPK bergabung mendukung Anies Sandi? Mengapa Faisal Basri, Sudirman Said juga berbaris dengan Anies Sandi? Mengapa ditentang Greenpeace, WALHI, Ibu Susi Pudjiastuti, tapi tetap dibangun pulau pulau Reklamasi? Mengapa kemudian kota ini penuh maki maki?

Jawabannya:

Karena yang bermasalah adalah keberpihakan Pak Basuki.

Yang bukan berpihak kepada warga Jakarta, kalau benar benar dipelajari dan dicermati.

Dalam kasus Reklamasi, coba kita baca kronologinya dari jaman Soeharto keluarkan Keppres 52, sampai PTUN Jakarta memenangkan gugatan nelayan Jakarta Utara melawan Pemprov DKI Jakarta.

Baca baik baik, di tanggal 12 Desember 2013 sampai 23 Desember 2014.

Penting untuk dicermati, nama pengembang Agung Podomoro.

Berpihak kepada siapa Pak Basuki?

Pengembang?

9 Naga?

Aguan?

Sekadar informasi, Pulau Reklamasi A, B, C, D dan E adalah milik Kapuk Naga Indah, satu grup dengan Agung Sedayu. Pulau A dan B ijinnya belum keluar karena terkait dengan Provinsi Banten. Pulau C dan D dihentikan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sekitar Mei 2016.

Nah walau sudah secara hukum distop, tapi kalau kita lihat Google Map-nya hari ini, sudah berdiri begitu banyak ruko. Mau tau harganya berapa? Rp 11 Milyar. Dan, sudah habis terjual.

Jadi ini Pulau untuk siapa?

Harga ruko 11 Milyar Rupiah, sementara penghasilan Nelayan sejak Reklamasi adalah Rp 300.000 sehari .

Ini rakyat siapa yang bela?

Apakah tidak berpihaknya Pak Basuki kepada rakyat hanya sekali dua kali?

Sebagai gambaran, Pak Basuki tercatat sudah kalah di sidang lawan rakyatnya sendiri sebanyak 8 kali.

Dari Sidang Penggusuran gugatan warganya Pak Basuki yang tinggal di Bukit Duri . Tempat tinggal mereka digusur oleh Pemprov DKI.

Hingga ke Ibu Retno Listyarti, warganya Pak Basuki yang menjabat sebagai Kepala Sekolah SMA 3 Jakarta . Yang dipecat Pak Basuki karena hadir di TV ketika membeberkan sejumlah kecurangan UN yang terjadi.

Sampai Reklamasi yang digugat warganya Pak Basuki Nelayan yang hidupnya dari laut karena di sidang terbukti menjalankan Reklamasi dengan diam diam

Ketika berkali kali seorang Gubernur digugat warganya sendiri DAN KALAH. Pantas kita bertanya: Untuk siapa kebijakan kebijakannya selama ini? Yang pasti bukan untuk warganya sendiri. Lah wong warganya menggugat dan menang atas Gubernur DKI.

 

Sekarang anda paham kan mengapa kami berdiri berbaris di seberang Pak Basuki?

Bukan karena dibayar.

Bukan karena teman.

Bukan karena diimingi jabatan.

Bukan karena kami toleran kepada yang intoleran.

Kendatipun dicemooh, kendatipun diolok olok, kami tetap suarakan dukungan.

Saya, Bambang Widjojanto, Adnan Pandu Praja, Chandra Hamzah, Taufiequrachman Ruki, Busyro Muqoddas, Sudirman Said, Hamdan Zoelva, Faisal Basri, seluruh dewan pakar, seluruh relawan dan seluruh pendukung, berdiri bersama karena yang diperjuangkan adalah Keadilan bagi Jakarta yang dititipkan harapannya kepada Anies Sandi.

Sebenarnya kan sederhana yang Mas Anies dan Bang Sandi perjuangkan.

Keadilan Sosial.

Anda bisa punya tempat tinggal sendiri, yang lain diperjuangkan supaya punya punya juga hunian yang bisa disebut sebagai milik sendiri.

Anda bisa punya pendidikan tinggi, yang lain diperjuangkan supaya punya pendidikan yang baik dan berkelanjutan.

Anda bisa punya penghasilan, yang lain diperjuangkan supaya punya penghasilan.

Anda punya kehidupan, yang lain dibela, dibantu, diperjuangkan supaya hak asasi yang tadinya direnggut darinya bisa dikembalikan: Kehidupan.

Walaupun harus melawan pihak pihak yang sukses atau tidaknya mereka didefinisikan dari tumbuh atau tidaknya profit perusahaan.

Ini kan yang namanya Keadilan Sosial?

Ini kan yang diinginkan?

Karena tanpanya, tidak akan ada Persatuan.

Mas Anies bilang, hari ini kita “Celebrating Diversity in the abscence of Unity”

Merayakan keberagaman dalam ketiadaan persatuan.

Kejahatan, kerusuhan, radikalisme dan intoleransi, itu dampak.

Dampak dari sebuah masalah sosial yang mendasar: Mereka tidak punya apa yang anda punya.

Belum terlambat untuk turun tangan dan ikut masuk ke jajaran dari mereka yang berjuang untuk keadilan sosial di Jakarta.

19 April 2017, anda tahu apa yang harus dilakukan.

Pilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Pilih nomor 3.

Pilih Persatuan Jakarta, yang datang dari Keadilan Sosial yang diperjuangkan.

Tuh saya kasih tau, biar kita bikin gampang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

91 thoughts on “Bikin Gampang”

    1. setuju pak, karena kenyataannya rakyat kecil tidak membaca ini, nyata lagi kebodohan n tipu daya sembako lebih ampuh merubah pilihan… terus berjuang, inshaAllah menang.

    2. “Salah” pun masih dibela, Ya?
      😀 😀 😀 😀
      Hati sih, sama seperti kita semua.
      Mereka kekeuh akan RPTRA Kalijodo yang diubah jadi Skatepark itu bagus banget. Makanya mereka kekeuh untuk yakin itu perbuatan baik.
      Padahal, di atas langit, selalu ada langit 🙂

      Semacam melupakan Kramat di Jakarta Utara tempat Prostitusi dijadiin Islamic Center sama bang Yos
      http://news.liputan6.com/read/2441786/cerita-lokalisasi-kramat-tunggak-ditutup-saat-puncak-kejayaannya
      Yang pada saat itu, Kalijodo enggak ada apa-apa nya. Bahkan katanya RPTRA Kalijodo itu kalau larut malam menjadi sarang Waria. (Katanya loh. Saya tidak ada bukti untuk ini)

      Dan “Keadilan Sosial” disana tidak timpang, saya menyaksikan sendiri. Ekonomi rapih, aman.
      Satu hal yang jelek di Islamic Centre sana, macet parah.

      Pak Anies beberapa kali selalu bilang, memilih pemimpin, sesuai dengan kebutuhan warga.

      Dan sepertinya, kenapa saya memilih pak Anies pun sekarang karena hal ini.
      Karena Warga Jakarta tidak butuh Reklamasi dan tidak butuh Gub yang penyulut emosi.

      1. Ngga butuh reklamasi? Didebat kemarin kalo lo nonton, secara jelas kok anies bilang bakal melanjutkan.
        Soal kali jodoh, berati lebih baik kali jodoh mending kaya dulu? Sering maen ksana ya

    3. mengubah hardcore gak bisa karena bagi mereka : ‘Pejah gesang nderek my idol since my idol can do no wrong’ makanya gak salah seorang pengamat menggelari mrk dgn Bani Taplak / Bani Serbet

  1. Makasih ya…
    Jika saya warga Jakarta, pasti akan pilih Anies – sandi. Karena saya jauh dari sana, hanya bisa mendoakan semoga tgl 19 nanti kita menang mutlak untuk Anies – sandi. 😊

  2. Memang gampang buat pikiran yg terbuka tetapi kalau pikirannya sudah tergembok dan kuncinya di buang ke-laut..solusinya adalah menghancurkan gemboknya…seperti pepatah ini “merupakan hal yg sulit menggiring pikiran lalat agar ia menerima bahwa taman bunga itu lebih indah daripada tempat sampah…”

  3. Menarik..tapi dengan semua analogi itu ga ada yang bisa memastikan janji manis akan terbukti..bukan siapa saja orang besar yang ada di belakang, tapi lebih ke bagaimana karakter pemimpinnya mas panji..kegagalan demi kegagalan yang telah ditunjukkan pak anis cukup lah membuat saya pribadi tidak yakin akan kepemimpinannya nanti 🙂

  4. Pandji, kalau anda mau berargumen bahwa tidak mungkin calonmu itu korupsi karena ada empat orang mantan komisioner KPK yang mendukung calonmu, kamu juga harus menerima kalau calonmu intoleran karena ada nama2 tokoh intoleran yang mendukung calonmu.

    Menarik juga sih kamu sampai bawa2 kata justice league, tp kenapa cm nama2 diatas yg kamu sebut? Dimana nama Rizieq Shihab? Tokoh yang organisasinya pernah habis-habisan kamu kritik?

    Atau Habib Novel? M. Taufik? H. Lulung? Tersangka makar Al-Khatath? Dan banyak lg tokoh2 perobek tenun kebangsaan, koruptor, dan politisi busuk, kenapa kamu gak mau sebutkan? Malu kah?

    Atau kamu mau enaknya saja dengan memilih tokoh2 yang presentable untuk kalangan rasional moderat dan sengaja menjauhkan diri dari tokoh2 radikal yang lebih cocok untuk kalangan yang bukan rasional moderat?

    Anda naif atau lagi berlogika sesat menipu?

    Anda sebut Agung Podomoro lalu berusaha menanam benih keraguan bahwa Paslon lawan hanya berpihak pada pengembang, padahal anda sengaja lupa kalau banjir dari 2200 titik jadi 70 titik itu yang menikmati terutama ya rakyat

    Pandji, kamu sudah melakukan satu kejahatan intelektual yang besar, melakukan penyesatan logika, menghancurkan reputasi orang baik hanya untuk pilkada, selamat menipu hati nuranimu sendiri.

    1. Sangat setuju dengan tulisan di atas
      Tulisan Pandji sangat2 menyesatkan, mirip2 si Zakir

      Apalagi kalimat ini :
      Kalau memang Pak Basuki bersih dari korupsi, kenapa tidak ada satupun mantan pimpinan KPK yang secara terbuka mendukung beliau?
      Ada masalah apa dengan Pak Basuki?

  5. Semua alasan Mas Pandji mungkin benar. Orang memilih Ahok bukan karena Ahok terbaik. Mungkin Anies-Sandi justru lebih baik. Tapi ini adalah masalah ideologi, bagi pemilih Ahok lebih karena takut wajah Islam Indonesia akan menjadi radikal seperti para pendukung utama Anies-Sandi. Bukan begitu?

    1. Anies ..
      Baik?
      Teladan?
      Persatuan?

      Teladan model apa yang dimaksud, sementara sodara Anies Baswedan nyata-nyata berkhianat kepada bangsa ini, pengkhianatan terhadap sejarah atas berdirinya ‘INDONESIA’ saat momen ‘Sumpah Pemuda Tahun 1928’. Kenapa Anies Baswedan dengan gagahnya menyatakan : “INDONESIA itu BELUM ADA sebelum Partai Arab Indonesia berikrar di tahun 1934.” ~ ucap Anies Baswedan di Markas FPI, 1 Januari 2017.

      Dari pernyataan sodara Anies Baswedan tersebut, itu sudah mencerminkan dia ada niat ingin memecah belah persatuan dengan mengabaikan jiwa kepahlawanan para pendahulu rakyat Indonesia yang terdiri dari bermacam-macam suku, budaya, agama untuk sama-sama berjuang meraih kemerdekaan.

      Apakah Anies Baswedan patut untuk diteladani?
      … ck ck ck!

  6. Sebenarnya mereka yang memilih Ahok bukan karena Ahok lebih baik. Mungkin Anies-Sandi bahkan lebih baik. Ini masalah ideologi. Pemilih Ahok lebih takut kalau wajah Islam Indonesia akan menjadi radikal seperti wajah2 pendukung utama Anies-Sandi. Dan ingat, sebagian besar pemilih Ahok adalah Muslim. Bukan begitu?

  7. Oke mas Pandji, saya berubah pikiran, saya jadinya pilih Anies – Sandi.
    Dengan target yang saya dapatkan dari program Anies – Sandi untuk Jakarta 5 Tahun ke depan setelah terpilih :
    1. Reklamasi dibatalkan
    2. Tidak ada banjir lagi
    3. Tidak ada relokasi/penggusuran lagi
    4. Para generasi millenial akan mendapatkan skema pembiayaan dari pemerintah DKI untuk pembelian rumah tapak/apartemen
    5. Semua Moda Transportasi dapat terintegrasi

    Mari kita lihat kemampuan Anies – Sandi, apakah benar hanya omdo atau memang orang yang punya kemampuan untuk melaksanakan itu semua.

  8. Sangat masuk akal, mas Panji.
    Tapi teramat sangat susah untuk merubah yang sudah cinta mati, walaupun fakta sudah terlihat nyata.
    Berdo’a semoga duet Pak Anies – bang Sandi, menang!!!
    Aamiin ya Rabb

  9. menarik, namun ketika argumen kalah gugatan dilihat dari perspektif yang berbeda ada sisi positifnya juga, coba pikir berapa banyak pimpinan daerah yang kalah gugatan lawan warganya sebanyaj itu? bukannya itu menunjukan tidak terjadinya manipulasi pada sidang perkara tersebut

    hmmm i wonder

  10. Opini? Ngapain denger opini kalo lu bisa liat fakta dan data yg ada. Orang bisa bohong/di suap, data gk bisa. Lucu juga lu ji. You’re too naive.

  11. Cuma anak kecil yg bisa dipengaruhi tulisan ini. Elo bawa2 nama besar ex pejabat. Jaminannya apa? Dulu nama elo juga jaminan image anak muda yang peduli toleransi. Elo lawan itu FPI. Sekarang elo di sisi mereka. Jadi nama besar bukan jaminan. Manusia tetap manusia, tidak bisa dipercaya.
    Ahok tidak bisa dipercaya mulutnya, tapi hasil kerjanya nyata. Kalo Anies? Sangat2 sulit dipercaya mulutnya. Hasil karyanya gak ada.
    Tulisan2 elo sudah gw baca semua dan semua nadanya sama. Nyepin dan bau promosi ke Anies sangat keras. Ya iyalah elo katanya jubir dia, kalo dia kalah elo kan malu. Makanya tidak mungkin dapat nada yg fair dari tulisan2 elo.

  12. Mantab om pandji. Sy warga bekasi hanya bs berdoa,Mudah2an pak anies dan pak sandi di amanahkan jd Gubernur & wakil Gubernur. Aamiin

  13. Bener banget. Biar dibilang reklamasi menydiakan 1.2 juta lapangan pekerjaan…cuma buat jadi apa? Asisten rt..security otang kaya.atau pasukan oren..sementara yg tidur nyenyak dan nyaman krn hembusan angin lain siapa????

  14. Bagaimana dengan ibu-ibu yang hanya faham urusan dapur dan jauh dari informasi kecuali sinetron & info selebritis?

    Saya melihat fihak paslon no.2 “menggarap” lapisan masyarakat ini… Ibu-ibu yang dapurnya yidak stabil dan “rakyat yang tidak mempunyai fb”.

  15. [Satu lagi nitip…]

    NASIHAT UNTUK SAUDARA SESAMA MUSLIM
    SEPUTAR PILKADA DKI 2017…

    1. Wajib difahami, mereka tidak kenal HALAL dan HARAM. DUSTA atau BOHONG adalah hal biasa bagi mereka. Itulah salah satu “kelebihan” mereka.

    2. Mereka memberikan & mengiming-imingi dengan materi dst. kepada Muslim “karena ada maunya”. AMBIL pemberiannya dan TETAP PILIH NO. 3. JANGAN TAKUT!

    3. Mereka melakukan banyak pelecehan, penghinaan, FITNAH, TIPU DAYA, provokasi & intimidasi terhadap Muslim. JANGAN TERPANCING!

    “Muslim terpancing mereka di atas angin” …itulah yang mereka kehendaki.

    4. Mereka membangun masjid? Silahkan baca ayat ini… “Dan (di antara orang-orang kafir itu) ada yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana (pada orang-orang yang beriman), untuk kekafiran, dan untuk memecah belah di antara orang-orang yang beriman, serta untuk menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka dengan pasti bersumpah, “Kami hanya menghendaki kebaikan.” Dan Allah menjadi saksi bahwa MEREKA ITU PENDUSTA (dalam sumpahnya).” (QS At-Taubah: 107)

    5. CUKUP QURAN & Hadits sebagai pegangan & pedoman Muslim dalam segala hal. Salah satunya adalah QS Al-Maidah 51, HARAM MENJADIKAN KAFIR SEBAGAI PEMIMPIN!

    ★★★ Tunjukan bahwa kita adalah Muslim yang Mukmin bukan Munafik! ★★★

    6. Mereka hanya menginginkan DUNIA ini, lahan & tanah di DKI ini. PERCAYALAH Muslim yang beriman itu HINA di mata mereka. Silahkan baca lagi Al Baqarah 212!

    7. LIBATKAN Allah ta’ala Zat Penggenggam Kehidupan ini! BERDO’ALAH! Mintalah pertolongan & perlindungan HANYA dariNya!

    8. JANGAN DIAM! Saling menasihati sesama Muslim dalam menepati kebenaran & keshabaran.

    KAWAL & NASIHATI “Ibu-ibu” serta saudara-saudara sesama Muslim yang tidak punya akses terhadap informasi yang benar supaya TIDAK SAMPAI TERTIPU & terpedaya.

    9. Anda Muslim yang PEDULI? Silahkan bagikan nasihat ini.

    InsyaAllah Allah ta’ala selalu bersama hamba-hambaNya yang beriman & beramal shalih.

    #SHABAR! #TAQWA! #SHARE!

  16. Bagaimana dengan ibu-ibu yang hanya faham urusan dapur dan jauh dari informasi kecuali sinetron & info selebritis?

    Saya melihat fihak paslon no.2 “menggarap” lapisan masyarakat ini… Ibu-ibu yang dapurnya yidak stabil dan “rakyat yang tidak mempunyai fb”.

  17. Who no choise Anies n Sandi is moslim ga beriman n ga bertauhid,so we together in one hand Choise Anies n Sandi.

  18. Saya mw ikut nimbrung dikit bang,.
    Ngeliat blsan tweet2 dri pendukung paslon 2 bikin getek teling saya juga yeuh..
    Saya coba bikin gampang lagi :
    1.tweet : selain didukung oleh para mantan KPK pak anis jg didukung oleh para koruptor.ko ga dibahas??
    Jwb: para koruptor yg dukung pak anis baik statusnya yg terduga,terdakwa maupun terpidana punya pilihan sendiri2,.so whaaat nanti pak anis terpilih jd gubernur apa beliau bs memberikan keringanan ataupun remisi sama mereka?
    2. Kenapa dukungan bpk.antasari azhar tdk dibahas pdhal beliau mantan ketua KPK juga.,
    Jwb : bpk antasari azhar jelas mendukung paslon no urut 2,.kita tunggu saja nanti jumpa pers dari bpk.antasari azhar pada H-1 sebelum penjoblosan,.apakah akan ada jilid yg kedua seperti halnya dulu pas pencoblosan putaran kesatu.
    3. Tweet : pak hari tanoe jg mendukung pak anis,.kenapa ga dibahas?
    Jwb : pak hari tanoe adalah ketua umum salah satu parpol yg ada di indonesia beliau bebas menentukan pilihan politiknya untuk mendukung siapa saja termasuk memilih paslon no 3.sama hal nya dengan ketua umum partai golkar bpk.setya nopanto yg menentukan pilihannya kpda paslon no 2.
    4.pak anis juga didukung oleh fpi,hti,fui dsb,.yg katanya org2 disebut sebagai ormas islam yg intoleran,.mgkin yg ngomong seperti itu sekali2 boleh ikut aksi damai yg mereka lakukan,.salah satu contoh yg bungbuleukeun dihareupeun panon (ceuk org sunda mah) di berita viral ttg pasangan non islam yg ingin menikah dan diantarkan ke gereja katedral.,apakah itu yg disebut intoleran?dan KATANYA mereka ingin merubah konstitusi ideologi pancasila,.apa sudah ada yg disidang dan dipenjara atas tuduhan tersebut??satu yg pasti mereka jg mempunyai hak yg sama untuk dpt memilih siapa saja pemimpinnya,.diatur oleh konstitusi (yg sering disebut2 oleh paslon 2).,

    Intinya setiap paslon mempunyai kekurangan & kelebihan masing2,.jgn munafik krna tdk ada manusia yg sempurna di dunia ini,.
    Kalo kita bingung memilih krna keduanya sama2 bagus,.maka pilihlah yg kekurangannya lebih sedikit dri keduanya,.
    Selamat memilih warga DKI,.siapapun yg menang nantinya hidup akan terus berjalan,.
    Pirage cuma nyoblos atuh,.
    gausah dibikin ribeut & ribut,.

    @prbdrm

  19. Masalahnya justru ketika masalah-masalah itu di-“Bikin Gampang” dan lalu solusi yang ditawarkan adalah segampang retorika alias omdo. Mau ke mana kite? Menjadi rakyat Jakarte yang mulutnya gede semua tapi ga ke mana-mana?

  20. Tulisan ini ngawur bin ngaco… seolah2 klo anda didukung mantan komisioner KPK maka anda bersih korupsi sebaliknya klo anda tidak didukung mantan anggota KPK maka anda tidak bersih korupsi. Panjdi mencampur adukkan politik dengan hukum…melacurkan nalar…bung ini politik… kalau ada 4 mantan anggota KPK mendukung anies tidak membuktikan kasus hukum apapun. Itu hanya bisa diartikan bahwa kepentingan politik 4 mantan anggota KPK tersalurkan melalui anies…itu politik bung… kalau anda bicara kasus hukum ya ranah hukum..apakah ahok tersangka di KPK, apakah ia terdakwa di pengadilan? Jika tidak maka ngawur anda simpulkan dia tidak bersih korupsi. Sebagai entertainer wajar2 saja anda punya kepentingan politik…tapi jangan membodoh2i.

  21. Saya bukan warga jakarta.. saya warga jawa tengah dan udah pindah ktp ke tangerang, tp saya kerja hampir 12 tahun di jakarta.. saya ga ngerti politik dan saya kaum golput (maaf hehe).. cm yg saya rasakan 5 tahun belakangan ini, untuk urusan birokrasi jadi ga berbelit2 ga ada pungli biar cepet.. kali kali dibersihin diturap.. dan hampir 10 tahun saya kerja di cempaka putih nyaris ga ada banjir yg berhari hari seperti th 2007 dan 2012.. saya ga tau hasil kerja siapa yg saya tau gubernur nya jokowi dilanjutin ahok.. saya ga tau apa itu 9 naga dsb.. saya ga tau anis dan sandi selain mantan menteri dan dulu pemilik tol cipali.. jadi buat saya pribadi baru kali ini ada perubahan yg saya rasakan bagi kaum kuli bang panji… buat saya pribadi ga peduli siapa yg jadi, yg penting ada hasil nyata yg bisa kami nikmati…

    1. Setuju mas, pastinya mas David ini lebih setuju sama para ahli seperti Kurawa, Tompi, Joko Anwar, Ernest, dsb. Nama-nama yang disebut mas Pandji di atas tentu tidak ada apa-apanya dibanding para ahli dibelakang pak Basuki. Wassalam.

  22. Terus basuki tidak ada yg mendukung begitu? Tendesius tulisannya. Udah kita lihat saja, masyarakat banyak yg percaya siapa. 2 hari lagi kok.

  23. bang, kenapa nama2 yang disebut cuma Bambang Widjojanto, Adnan Pandu Praja, Chandra Hamzah, Taufiequrachman Ruki? kenapa nama2 macam habib rizieq, habib novel, ahmad dhani, ratna sarumpaet, fahri hamzah, fadli zon, prabowo, atau haji lulung ga disebut? malah menurut saya nama2 yang terkahir disebut tersebut lebih besar dan lebih berperan dalam mengangkat elektabilitas anies-sandi. oh iya jangan lupa nemesis anda jonriah ukur ginting wkwkwkwkwk

    1. Karena pesan yang disampaikan itu mengenai korupsi, dan org2 tsb “pakar” di bidang pemberantasan korupsi.

      simpel logikanya.

  24. Milih di Pilada DKI Jakarta tahun ini buat saya sih susah banget..beberapa pertanyaan muter-muter dikepala

    1. Dengan menangnya AnieSSandi di Pilkada DKI semakin menguntungkan Gerinda dan Prabowo untuk Pilpres 2019, well is it that bad, gak tau juga, tapi saya sangat berharap itu ga terjadi..

    2. Integritas Pak Anies buat saya sangat bisa dipercaya, tetapi dengan adanya dukungan FPI, FUI dan HTI dibelakang pak Anies apakah tidak membuat mereka semakin besar bang, pikiran gw pilkada DKI itu bukan tujuan utama mereka, pasti ada sesuatu yang lebih besar yang akan mereka targetkan, penetapan syariah islam?bisa jadi, apakah itu buruk juga?gak juga, tapi saya yakin pasti butuh darah untuk memperjuangkan itu

    3. Dukungan 4 mantan pimpinan KPK ke Pak Anies Jelas salah satunya karena Pak Anies pernah menjadi Ketua Komite Etik KPK, kalau dukungan mereka menegaskan ada sesuatu masalah pada Pak Ahok lalu kenapa tidak ada kasus yang berhasil menjeratnya sampai saat ini (Sumber Waras dll) apa ada kekuatan besar dibelakangnya?kalua ada apa mereka ga berani ungkap? kalau masalah keberpihakan saya juga sering ngobrol dengan Mbak yang bantu-bantu dirumah saya bahwa mereka merasa hidupnya akhir-akhir ini sangat terbantu dengan KJP dan KJS, apa ini bukan keberpihakan

    4. Reklamasi, baik atau buruk atau bermanfaatkah saya juga gatau, tetapi di debat terakhir kemarin Statement Pak Anies terlihat sangat tidak tegas, keberpihakannya bagaimana caranya, kalau pulau sudah jadi mau diapakan, lalu bagaimana dengan para pengembangnya, satu lagi, bagaimana dengan sanusi yang ketangkep terima suap dari pengembang atas tuduhan suap untuk menghilangkan kewajiban 15 % kontribusi dari pengembang, apa dia single player atau sebenernya dinikmati juga anggota-anggota DPRD lain

    terakhir, buat saya pilkada, pilpres, pilkades kek bukan Hitam lawan Putih jadi semua paslon punya kepentingan, jadi tinggal kepentingan siapa aja yang menang

    semoga 19 April aman-aman aja, dan ga ada insiden presiden-presidenan lagi kaya pilpres 2014

    Kalah harus mengakui dengan lapang dada, kalau menang jangan jumawa

  25. Analogi dan argumen nya menarik. Sayangnya sampai sekarang belum bisa menunjukkan program konret yang akan dikerjakan.

    Yang paling simple, relokasi tanpa menggusur. Bagaimana ini konkret nya. Semua paslon 1&3 menjanjikan ini tapi sampai sekarang belum bisa menjelaskan secara rinci cara merelokasi tanpa menggusur. Karena constraint nya:
    1. Warga terlanjur tinggal di dalam bantaran sungai
    2. Tidak ada tanah tersedia di sekitar sungai untuk dijadikan pemukiman warga yang lebih layak.

    Sebagai awam, solusi yang terpikir oleh saya ada 2:
    1. Dibiarkan saja (resikonya banjir, pemukiman kumuh, tidak sehat, tapi rakyat senang karena digusur)
    2. Dipindahkan ke tempat lain (sungai bisa direvitalisasi dan dinormalisasi, mengurangi banjir, pemukiman lebih sehat dengan fasilitas2, tapi rakyat tidak senang karena dipindahkan).

    Apabila bisa ada penjelasan secara konkret, bagaimana yang dimaksud dengan solusi relokasi tanpa menggusur, yang berbeda atau lebih baik daripada yang telah dilakukan pertahana (solusi no. 2 di atas), saya rasa akan sangat mudah untuk memenangkan pilkada ini, tanpa harus membawa2 isu2 lainnya.

  26. Kalau mantan pimpinan kpk milih ahok, apa artinya anies sandi bermasalah? Logika aneh dalam pilkada.. Nanti kalo mantan pimpinan polisi milih badja, anis sandi berarti kriminal, hehe. Kalo ahok korupsi ya kpk harus tangkep doong. Bukan milih calon lawannya dalam pilkada.. Hahaha. Sama dengan penyebutan tokoh2 yg lain yg katanya di belakang anies sandi, ya itu masalah pilihan yg sangat subyektif. Buktinya agama para tokohnya sama semua. Soal ketidak adilan, coba pikir, kapan rakyat kecil dibahagiakan pemimpinnya kecuali jaman ahok. Kalo msh ada ygkurang, ya jelas banget, dalam 5 tahun mana cukup waktunya membenarkan yg sudah rusak puluhan taun, tapi secara statistiknya jelas ada banyak perubahan..
    Kali ahok ga kepilih yg rugi bukan ahok, tapi rakyat jakarta!! Kembali ke massa2 suram dulu

  27. Jauh pengalaman Ahok dong, pernah jadi bupati, pernah jadi anggota DPR, Pernah pula ngerasain jadi gubernur DKI, kalo Anies baru jadi mentri 2 th. Dipecat. Saya rasa orang2 Jakarta banyak yg lebih pintar analis dari kamu Panji, dan org2 yg kamu sebutin itu banyak yg terkena masalah, kamu tdk koneksi dan tdk menyimak kali ya..? Kasihan de lo.!

  28. Saya percaya dibawah kepeminpinan mas Anies Sandy,kemudian Jakarta akan menjadi kota yang humanis,semakin berdaulat.serta tidak terkotak kotak.

  29. saya bkn warga jkt, sy jg bkn partisipan parpol. tp saat menyaksikan ada orang memaki-maki di layar tv, sy lantas bergumam : apa jadinya anak bangsa ini, bila sopan santun sdh tiada ?

    1. Anak jaman skrg udah gak liat TV, mereka lebih suka liat Youtube orang2 yang acungin golok sambil teriak ancam sana sini.

  30. dulunya sih gw pikir pandji itu pinter, tp setelah membaca tulisan ini gw yakin kl pikiran gw yg dulu itu salah.
    gw yakin banget pandji tau kok kl dia lg bohong dengan dirinya sendiri dengan alasan yg gw gk tau apa lah itu.
    gw pgn pilkada cpt2 selesai biar pandji kembali jadi pandji yg dulu pernah gw kenal.
    sahabat

  31. Analogi yg simple, menarik n logis 👍👍, masih penasaran masalah reklamasi, ada apa sih dibalik reklamasi sampe petahana ngebet, sampe hukumpun dilanggar, semakin menarik ketika anies sandi menang n membuka secara detil terkait reklamasi ini, apakah 9 naga akan diam saja?? – to be continue

  32. saya ga mau komen soal politiknya, karena siapapun yg menang saya lihat salah (kalau Pak Ahok menang lagi-lagi isunya SARA, kalau Pak Anies menang: ketika kampanye aja banyak SARA bertebaran, kalau menang bagaimana nasib kami yg minoritas saat kalian yg mayoritas ada di atas? sama-sama salah kan?
    makanya saya tidak suka dengan slogan unity in diversity yang diusung Anies-Sandi, jika saat kampanye saja hal ini tidak bisa dikontrol apa jaminannya bila berkuasa hal ini tidak melambung ke atas? bagaimana persatuannya bisa diciptakan ketika tidak bisa menerima keberagaman?)

    saya cuma mau komen baju Derek Carr yang Bang Pandji pakai, keren Bang! hahaha… doyan NFL juga Bang?

  33. Gampang sih memang.
    Terus gimana juga jelasinnya klo paslon yang ini temanan sama si Habib Rizieq? eh komen gw diluar konteks ya?

  34. Setelah membaca tulisan pandji, akhirnya saya sadar, bahwa tulisan pandji blm mengubah pilihan saya pada no. 2. Terlalu mengungkit2 masalalu. Yakinlah, orang dikritik akan menjadi koreksi buat dia kedepannya. Tiap pagi warga dki pada antri di balaikota….tanya kenapa!?

  35. Nah walau sudah secara hukum distop, tapi kalau kita lihat Google Map-nya hari ini, sudah berdiri begitu banyak ruko. Mau tau harganya berapa? Rp 11 Milyar. Dan, sudah habis terjual.

    Jadi ini Pulau untuk siapa?
    mnrt sy :
    urutannya kl developer properti ngebangun memang begitu bukan ? jual ke yg berduit dulu, dari hasil penjualan tsb utk ngebangun lagi
    *gak ngerti ttg properti, cm denger2 aja

  36. Tulisan yang keren dan mencerahkan, disajikan dgn fakta fakta yg bisa diterima dengan akal, tapi bisa jadi sulit diterima bila sudah kadung taklid. Semoga kita termasuk orang yang berakal.

  37. Nah walau sudah secara hukum distop, tapi kalau kita lihat Google Map-nya hari ini, sudah berdiri begitu banyak ruko. Mau tau harganya berapa? Rp 11 Milyar. Dan, sudah habis terjual.

    Jadi ini Pulau untuk siapa?
    Harga ruko 11 Milyar Rupiah, sementara penghasilan Nelayan sejak Reklamasi adalah Rp 300.000 sehari .
    ——
    urutan developer properti kalau kerja memang begitu bukan ? jual ke yang berduit dulu, baru cashflow dari salesnya dipake untuk membangun yang lain *ga gitu ngerti properti cuma denger2 aja

    1. itu hanya bisa dijawab oleh pemerintah. Kita cuma bisa menduga2 / melihat data kinerja semasa beliau memimpin.

      Puan Maharani menteri yang secara kinerja ga berbuat apa-apa, tapi tetap dipertahankan.

      Di pemerintahan juga ga cuma hitam putih, banyak kepentingan. Yang kita dukung ga mungkin 100% bersih, begitu juga sebaliknya…

  38. saya bukan warga Jakarta, tapi selalu berdoa agar Anies Sandi yang menggantikan diktator yang skrg duduk di kursi Gubernur Jakarta.
    Dan saya juga gerah sama kelakuan gubernur yang satu itu. plis sudahi kekacauan di Jakarta

  39. akhirnya pasukan bala-bala capek sendiri lalu kabur setelah artikel ini juga dimuat di facebook dan reupload diberbagai media.. qqqq…

  40. Pandji bicara soal eksploitasi ‘sisi baik’ paslon3, cuma terlalu banyak ‘sisi buruk’ yang membuat banyak orang bakal gak mau nyoblos 3.

    Lagipula soal reklamasi, loe salah Dji, gampang aja, harusnya bahas reklamasi ini sudah tuntas bahkan sebelum Jokowi-Ahok jadi Gubernur. Kalau dulu sudah keluar ijin, lalu paslon3 mau stop, gini aja Dji, kalo elu udah di-ijin-in bangun rumah, tiba2 ganti gubernur terus rumah elu dibilang harusnya lahan hijau, gak boleh dibangun. Elo musti gimana Dji? Gampang aja, gak usah ribet bahas keberpihakan.

    Buat gw paslon3 punya sisi buruk yg FATAL misalnya
    – Sandi Uno sudah keluar sekitar 60M dari kantong pribadinya. Apa bedanya sama pengusaha2 superkaya yg elo mention mau menguasai Jakarta. Ini bakal bikin masalah baru lagi.
    – Banyak sosok radikalis pendukung teroris yg dukung3, sementara statemen Anies-Sandi masih kurang meredam aksi radikalis berbasis agama tersebut. Loe lihat kan efek parahnya seperti apa Pilkada DKI ini, isue SARA bertebaran paraaaahhhh banget… Dan paslon3 tetep ngotot semua gara2 Ahok? Bukannya meredam, malah nyiram bensin…
    – Kelompok pendukung paslon3, ini kelompok yg gagal move-on saat pilpres (Gerindra-PKS), dan banyak menggunakan logika bumi-datar (sejauh ini gw masih salut ame loe Dji, gak pake logika2 semacam itu saat debat, but.. kayaknya elo udah mulai ketularan logika mereka deh… wkwkwkk)
    – Kadang2 karena didukung sama grup2 seperti itu, maka nampak sekali blunder2 paslon3 yg tidak bisa mengatasi masalah, malah bertahan/ngotot di pendapat awal. Termasuk elo Dji, suka kelihatan kebingungan gitu…
    – Elo juga ada lucunya Dji, dulu loe anti FPI, sekarang bela FPI, persis kayak Anies, Dji, dulu Anti Prabowo, sekarang bela Prabowo.

    … Dan pilih Gubernur itu, nomor satu ya INTEGRITAS, itu yg kagak ada di paslon3 bro… FATAL!
    Apa itu INTEGRITAS? Pikiran = Perkataan = Perbuatan, dah gitu ajah…

    So, asyik juga baca tulisan loe Dji, but… #guetetap2

  41. Logical fallacy yg paling akut yg pernah gw dengar dr seorang yg katanya berpendidikan. Apakah krn 5 orang mantan KPK mendukung maka pasti Anies tdk korupsi?

    Analogi ini sama saja dengan mengatakan hanya krn 5 orang Polisi Lalu Lintas yg biasa menangkap pelanggar lalu lintas, maka Anies tdk pernah melanggar lalu lintas! Loh kok bisa?

    Masalah Anies pernah atau tidak melakukan korupsi hanya bisa dibuktikan di depan pengadilan. Masalah 5 orang mantan 5 org anggota KPK tsb mendukung Anies tidak selalu krn tahu Anies bukan koruptor. Tidak selalu! Krn bisa saja mrk mendukung krn keterikatan pd parpol yg mereka dukung, termakan dg isu Al Maidah 51, memiliki sikap rasis anti Cina, tidak suka non-muslim menjadi Gubernur, senang lihat krgantrngan Anies, dll, dll.

    Kita tidak tahu apa alasannya yg pasti sampai masing-masing individu menyatakannya scr terbuka. Tapi saya pun yakin 100% ke-5 org tersebut tidak (akan) berani menyatakan “Anies tidak korupsi” krn mereka tahu hanya pengadilan lah yg paling pas menyatakan itu.

    Dan sekarang Pandji menyatakan dg yakin Anies tidak korupsi??….are you the law? or this is another political campaign?

    Malu Nji….!!

      1. Andi Rifat…jagoan saya Jokowi, dan dia Presiden sekarang. Menang atau kalah itu biasa yg penting ga perlu buat pernyataan negatif seprti yg terjadi ketika Jokowi menang.

        Kita bisa move on brauw…

        Banyak hal yg bisa langsung kita mintakan pembuktiannya dr Gubernur baru, krn tdk ada yg multi interpretasi di sini:

        1. Reklamasi berhenti (ya/tidak)

        2. Rumah DP 0% (ya/tidak)

        3. Tidak ada penggusuran (ya/tidak)

        4. FPI bisa diredam kekerasannya (ya/tidak)

        5. Tarif OK Trip terwujud (ya/tidak)

        6. dll, dll…silakan tambah sendiri

        Kita tunggu brauw…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *