Day 1, Diawali sebuah obrolan biasa…

Gue habis ngobrol panjang dengan Gamila…
It all started from an article.
About a guy, a business man to be exact.
Kehilangan keluarganya, dicerai istrinya, ditinggal anaknya.
Di sebuah sesi bersama psikolognya, dia ditanya “Apa yang kamu inginkan sebelum meninggal?

Dia menjawab
“Kehidupan yang sempurna.”

Damn.

He got it right.

Sempurna.

Gue ga ngerti kenapa istilah itu diciptakan.
Kenapa kata itu ada, gue ga tau kenapa.

Kata itu diciptakan oleh manusia tanpa bisa disandingkan kepada manusia manapun di muka bumi.

Karena sempurna hanya miliki Allah toh?

The journey toward perfection is never easy.
The same thing goes in pursue of a perfect life.

Untuk gue, hidup sempurna berarti meninggal tanpa ada penyesalan yang tersisa…

I have a lot of dreams in my life.
Should I neglect?
Should forget?

Hasil obrolan dengan Gamila membawa gue kepada 1 keputusan.
Sebelum tahun ini berakhir (saat ini ditulis sekitar bulan Agustus 2007 – red) gue akan coba mengejar impian 15 tahun gue…

Problem is…

I don’t know how…

Waktunya untuk ingat kembali…

Anak ini sedang bersiap untuk melakukan proses kemoterapi.
Dia begitu takut akan disuntik sehingga seorang psikolog harus mengalihkan perhatiannya kepada rekaman video anak anak naik delman yang tersimpan di handphone-nya.
Dia akan diambil sumsumnya dari tulang belakangnya untuk diperiksa kankernya yang dicurigai mengarah ke otak. Di lokasi suntik yang sama dia diberikan obat yang dia butuhkan.
Begitu takutnya dia dengan proses itu, berulang kali dia bertanya,
“Suntiknya dimana Ma? Suntiknya dimana Ma?”
Menjelang dia disuntik, dia mulai memanggil manggil mama-nya dalam keadaan terbius.
Disampingnya, Sang Ibu berbisik di kupingnya “Mama disini sayang…”
Disampingnya, koleksi kerang yang dia simpan di dalam sebuah kotak.
Disampingnya, kami yang menyaksikan dia dengan kuyu dalam pengaruh obat memanggil manggil Mamanya…
Rintihan yang akan membuat bahkan siapapun meneteskan air mata.
Tidak terkecuali gue.
Kemarin gue baru dari RS Kanker Dharmais…
Bertemu dengan anak anak yang umurnya bervariasi antara 5 tahun sampai 12 tahun yang menderita kanker.
They are all kids…
Kids.
The kind of creature that are pure from sins and guilts and bad things that looms earth.
Gue teringat kembali betapa mereka masih (dan akan selalu) membutuhkan bantuan kita.
Uang?
Uang hanya satu cara untuk membantu.
Masih ada sumbangan waktu, atau sumbangan tenaga yang bisa kita berikan..
Yang mau bantu tenaga dan waktunya, email ke provocativeproactive@yahoo.com
I’ll show you what we can do.
Untuk yang mau menyumbangkan dana, silakan ke rekening dibawah:
BCA: 0844287778
Mandiri: 116.000.516814.2
Keduanya atas nama Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia
Atau lebih kalian kenal sebagai C3, Community for Children with Cancer.
Do what’s right.

Milestone…

Hanya mau mencatat saja.
Hari ini gue masuk infotainment GO SPOT di RCTI.
Membahas proyek besar gue untuk tahun ini.

I want to remember today.
Sehingga kelak suatu hari gue bisa mengingat dengan persis tanggal ketika proyek ini pertama kali dapet exposure TV.

Udah masuk provocative-proactive.com bloom?