Memperkenalkan, Free Lunch Method

Sekal Free Lunch Method pertama kali gue kenalkan, ada banyak orang yang bertanya banyak hal.

Beruntung ada beberapa sumber yang sudah menuliskan atau berbagi tentang presentasi FLM gue

FLM bukanlah sebuah ide inovatif yang baru, dia datang dari business model yang sudah lebih dahulu kita kenal. SAlah satu business model yang diaplikasikan pada FLM adalah soal FREEMIUM.

Tapi FLM, bisa menjadi sebuah solusi untuk musisi (atau siapapun pekerja kreatif) yang tidak punya modal besar, ingin karyanya dikenal khalayak luas dan ingin bisa hidup dari musiknya.

Penting untuk dipahami, bahwa FLM bukanlah sekedar menggratiskan musik.

FLM memberikan uang kepada musisi DARI menggratiskan musik. Bukan dari job manggung yang datang setelah kita menggratiskan musik kita.

Untuk informasi awal (supaya tertarik hehe), gue mempraktekkan FLM dan gue mendapatkan pemasukan sebesar 9 digit dalam waktu 10 hari.

Tapi jangan fokus pada uangnya, fokus pada kesempatan untuk tidak lagi harus melacur untuk bisa hidup dari musik

Fokus pada kesempatan untuk bisa berkarya dengan idealisme  dan jadi diri sendiri

Fokus pada kesempatan yang sama bagi semua orang untuk bisa memperkenalkan karya, dengan atau tanpa modal besar

Fokus pada kemerdesaan yang sudah sepantasnya didapatkan oleh musisi Indonesia

Untuk video gue di wawancara soal FLM silakan klik disini

Untuk tulisan oleh Ndorokakung soal FLM silakan klik disini

Untuk rekaman audio gue presentasi FLM di markplus office oleh Udet silakan klik disini

Untuk unduh gratis albumnya, silakan klik disini

One thought on “Memperkenalkan, Free Lunch Method”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*