Forgive and Forget

Easier said than done.

Dari kecil sekali, nyokap gue slalu ingatkan.

“Jangan lupa bilang tolong, terimakasih dan maaf”

3 kata diatas selalu gue ucapkan.

Paling tidak gue selalu berusaha untuk ucapkan…

Tapi kalau MEMAAFKAN beda lagi urusannya…

Nah ketika kita pada umumnya bilang “Saya maafkan..” seringkali hanya dimulut.

Gue berusaha sekeras mungkin untuk bisa “memaafkan” di mulut dan juga “memaafkan” di hati…

Tapi ketika itu sudah tercapai, ada satu lagi masalah

“Forget”

I dont easily forget.

Especially when people hurt me.

I NEVER forget.

Apakah itu salah?

Haruskan gue “Forgive and Forget” ?

Tidak bisakah gue Forgive secara tulus, tidak hanya di mulut namun tidak Forget?

Forgive and Forget

What a weird concept.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*