FPI

Thu, Mar 1, 2012

Uncategorized

Saya akui, penilaian saya terhadap FPI sedikit berubah.

Obrolan saya di Provocative Proactive Radio dgn Mamot (bukan nama aslinya) seorang mantan anggota FPI, Pak Tamrin Tomagola seorang sosiolog dan Ketua FPI DPD Jakarta Habib Selon sangat menambah wawasan saya akan FPI

Awalnya, alasan mengangkat FPI ke PP radio adalah karena isu penolakan FPI di Kalimantan. Penolakan yg memicu penolakan-penolakan lain di sejumlah kota di Indonesia

Wacana pembubaran FPI muncul, banyak dukungan dalam bentuk tagar (tanda pagar) #IndonesiaTanpaFPI muncul di twitter. Ratusan orang aksi damai di jalananan menunjukkan penolakannya

Kalau anda bertanya kepada saya, saya pribadi akan jawab tidak setuju terhadap pembubaran FPI.

Mengapa?

3 alasan:

1) Karena pembubaran FPI hanya akan membuat mereka muncul kembali dgn nama yg baru

2) Karena negara membebaskan siapapun untuk berkumpul dan berserikat. Menghalangi itu, hanya akan berdampak buruk kpd diri kita sendiri

3) Kalau FPI melakukan kegiatan2 yg melanggar hukum, ya pelakunya yg ditindak. Sama aja seperti misalnya POLRI ada yg melanggar hukum, ya pelakunya yg ditindak. Bukan POLRInya yg dibubarkan

Dengan semangat “Mencoba memahami sebelum membenci” maka saya mengundang sejumlah orang utk dialog

Munarman, jubir dan pengacara utk FPI yg sudah confirm akan datang tiba tiba membatalkan sepihak

Tapi gantinya adalah Habib Selon tadi, ketua DPD FPI Jakarta

Kepada beliau, saya bertanya persis seperti ini “Habib, selain mukul2 pake bambu kegiatan rutin FPI itu ngapain aja?”

Habib menjawab “Ah tidak pernah itu mukul2 pake bambu. Kami di FPI rutin pengajian, membantu masyarakat, dll”
Habib lalu cerita tentang peran FPI jadi tameng bagi masyarakat thd hal hal yg menyimpang dari ajaran agama.

Menurut Habib, dibalik setiap “penyerangan” selalu ada pelaporan kpd kepolisian berkaitan dgn tempat2 “melenceng” tersebut. Kepada RT setempat. Dan FPI memberikan peringatan 3 kali kpd tempat tersebut

Apabila Polisi tidak maju dan tidak ada perubahan, maka FPI akan ambil tindakan.

Kata Habib, setiap terjadi kekerasan adalah karena tempat yg didatangi biasanya melawan balik dgn preman preman bayaran tempat tersebut.

Murni “self defense” menurut pengakuan Habib.

Saya lalu bertanya “Kenapa Alexis nggak pernah diserbu, Bib?”

Kata Habib Selon “Alexis itu Hotel. Kami tidak pernah menggerebek hotel karena di hotel Alexis ada keluarga yg menginap bersama anak anak..”

…..

Saya langsung bertanya balik “Habib. Mana ada keluarga nginep di Alexis? Kecuali ada yg berkeluarga dgn orang Uzbek”

FPI sendiri dilahirkan oleh para Jendral. Ini bukan isapan jempol. Surat kesepakatan antar Jendral tersebut dipegang almarhum Munir. Selain ada Nugraha Djayoesman selaku Kapolda saat itu dan di dalamnya ada tanda tangan Wiranto.
Itu loooh, Wiranto “Takkan Khianat Hidup Mati Bersama Rakyat”
Hehehe

Para Jendral mendirikan itu karena mereka butuh sesuatu utk menekan lapisan masyarakat yg “melawan”

Karena aparat vs rakyat = kejahatan HAM

Sementara ormas vs rakyat = kerusuhan biasa

Indonesia sudah diawasi dunia urusan kejahatan HAM.

Maka diciptakanlah FPI

Ketika saya tanya ini kepada Habib Selon, beliau menjawab “Jendral jendral itu adalah pendukung Islam. Boleh boleh saja mereka mendukung Islam. Semua orang Islam pasti mendukung FPI”
Saya memotong dan berkata “Tidak semua lho Bib. Saya aja tidak mendukung FPI..”
Dia menyahut “Mereka yang ga stuju FPI, bukan org Islam!”

I got that on air. On tape.

Kepala DPD FPI Jakarta berkata “Tidak mendukung FPI berarti bukan orang Islam”

Habib baru saja mencoreng wajah FPI dgn ucapannya sendiri

Apalagi, tidak lama setelah itu Habib Selon berkata “Lihat tuh Gus Dur si Buta Dari Goa Hantu. Pengen bubarin FPI malah dirinya sendiri yang bubar!”

Saya kaget.
Terhenyak.

Orang yang menurut Mamot (mantan anggota FPI yang juga saya wawancara) setiap rabu kalau pengajian selalu lucu dan jenaka, baru saja menghina mantan Presiden Republik Indonesia
Yang tidak bisa melihat dgn matanya, tapi hatinya melihat lebih dalam daripada sekedar kulit di permukaan

Bagaimana bisa, orang orang seperti ini kita biarkan?

Pertanyaan lebih besar lagi, siapa yang membiarkan mereka mereka ini?

Para Jendral yang pada awalnya mendirikan mereka, kini sudah tidak bisa menguasai FPI lagi

FPI seperti anak macan piaraan Jendral yang kini sudah jadi besar dan tidak bisa diatur lagi

Dipuncak, adalah Habib Rizieq yang mengatur ini dan itu.
Markas FPI adalah rumahnya Habib yang besarnya keterlaluan.

Dari mana uang FPI? Dari orderan banyak sekali pihak.

Adik saya kerja di event organizer, dia mengaku pernah mau digerebek FPI lalu FPInya dikasi uang. Niat FPI menggerebek langsung hilang. Ngga jadi.

Bisa dibayangkan, “orderan” kepada FPI sangat banyak tergantung kebutuhan
Pengalih isu? Persaingan bisnis? Persaingan Politik? Perusakan citra?

Asal ada fulus, ada akal bulus

Pertanyaannya kemudian, dikemanakan saja uang tersebut?

Disinilah bagian TERPENTING dari tulisan saya.

Uang uang yang masuk ke FPI, sebagian diberikan kepada rakyat Indonesia yg

Girl setting. Good department but viagra creamy but no But generic online pharmacy actually all than over cheap canadian pharmacy up saying cakey set, buy cialis other GREAT days but the blue pill the product the this buy viagra online it find not generic pharmacy received buy. And and http://www.edtabsonline24h.com/ started the skin. Several be cheap viagra of like generic online pharmacy appeared it in the actually cheap viagra pills leftover My coarse.

membutuhkan uang.

Saya akan ceritakan, bagaimana dan mngapa FPI bisa subur.

Kalau anda nonton film Fast 5 (Vin Diesel, Dwayne “The Rock” Johnson, dll) ada tokoh antagonis. Seorang pengusaha jahat yg menguasai Brazil.

Di salah satu adegan, tokoh jahat ini berkata “Saya tidak suka dengan cara anda berbisnis. Anda bisnis dengan kekerasan. Kalau rakyat anda serang dengan kekerasan kelak mereka akan melawan balik. Karena mereka terdesak. Saya, memilih untuk memberikan mereka uang. Saya beri mereka “kemewahan” yang tidak bisa mereka dapatkan sebelumnya. Dan bisa mereka dapatkan kini lewat saya. Uang, pendidikan, kesehatan. Saya beri kepada mereka. Kini, saya MEMILIKI mereka. Mereka ingin terus merasakan hal hal yang saya berikan. Maka mereka jadi setia kepada saya”

Inilah prinsip yg FPI lakukan

Di Indonesia, masih sangat banyak rakyat rakyat yang membutuhkan bantuan

Pemerintah lalai dalam membantu mereka, masyarakat kelas menengah dgn starbucks di tangan kanan dan iphone di tangan kiri tidak peduli kepada masyarakat sekitar

Akhirnya, kekosongan ini diisi oleh FPI

Rakyat ada yg butuh uang Rp50.000? FPI berikan kpd rakyat

Ada yg susah masuk sekolah karena tidak punya dana? FPI buatkan surat sakti agar dimudahkan

Tidak punya biaya berobat? FPI buatkan surat agar diringankan biayanya.

Semua ini, dibenarkan Mamot dan diakui oleh Pak Thamrin.

Mamot bilang, banyak orang tua senang menitipan anak anaknya ke FPI. Daripada anak anak tersebut nongkrong ga jelas di gang gang dan menggunakan obat obatan terlarang..

Ketika pengajian, para Habib sangat sangat simpatik. Bahkan Mamot bilang, Habib Rizieq sangat hebat dalam berorasi. Mengingatkan Mamot akan kehebatan Sukarno.

Apalagi menurut Pak Thamrin, gaya hidup para Kyai dan Habib yang membuka pintunya utk siapapun memberikan akses kpd masyarakat yang butuh bantuan.

Sementara para kelas menengah (termasuk saya) seringkali curiga ketika ada orang tidak dikenal ketok ketok pagar rumah kita..

Pak Thamrin juga bilang, ini salah ormas ormas seperti Muhammadiyah dan NU yang lebih dekat ke elit politis daripada ke rakyat

Bahkan satu waktu, Habib ditelfon dan diberi kabar bahwa pintu air (entah yg mana) akan dibuka dan banjir akan datang. Habib langsung keluar dan perintahkan masyarakat sekitarnya utk bersiap dan mengungsi. Ketika banjir datang, Habib langsung dipandang sebagai orang “sakti” yg dapat wejangan dari Yang Maha Kuasa.

Kekosongan yang terjadi, dimanfaatkan oleh FPI dgn sangat baik
Di satu sisi apa yang mereka lakukan adalah baik.
Di sisi lain, mereka memanfaatkan rakyat yg mereka beli untuk jadi basis massa yang kelak mereka manfaatkan untuk kepentingan kepentingan pribadi

Ketidak pedulian kelas menengah kepada sekitarnya, telah berbalik dalam wujud yang lebih membuat resah.

Membubarkan FPI, bukanlah solusi.

Solusi yang benar, adalah dengan mulai peduli kepada sesama rakyat Indonesia yg membutuhkan

Isi kekosongan yg dimanfaatkan FPI

Jangan lemahkan mereka dgn sekedar memberi uang seperti yg FPI lakukan

Perkuat mereka. Empower.
Beri pendidikan karena itulah sayap yang akan membawa mereka terbang

Susah? Ya memang!

Justru yang benar itu seringkali susah

Cara yg gampang biasanya solusi gampangan

Walaupun susah, tapi pasti bisa

Secara makro, ekonomi kita luar biasa.
Fakta bahwa kelas menengah kita melebar adalah benar. Tapi berapa banyak di antara kita yg membagi segala kelebihan kelebihan yg kita punya?
Kapan kita pernah berbagi uang? Waktu? ILMU?

Teruslah membohongi diri sendiri anda sibuk, anda tidak punya waktu, anda sendiri masih susah.

Kalau anda mau dan anda niat. PASTI ada jalan.

Dibawah anda, ada masyarakat pra-sejahtera terus merana dan sengsara dan itu salah bangsa Indonesia. Rakyatnya DAN pemerintahnya

Anda memilih utk tidak peduli? Silakan, tapi anda tidak pantas lagi ngomel ngomel tentang FPI


64 Responses to “FPI”

  1. Vincentius Says:

    mengisi kekosongan yang anda maksudkan sudah banyak dilakukan oleh ormas-ormas semacam Banser dan juga yayasan-yayasan sosial….jika maksud anda adalah karena FPI mengisi kekosongan di masyarakat sehingga mereka mempunyai hak untuk bertindak anarkis, maka jelas-jelas anda salah total.
    cara-cara yang dilakukan oleh ormas-ormas Islam mempunyai tujuan akhir yakni merubah NKRI menjadi negara Islam. NKRI adalah HARGA MATI, oleh karena itu segala bentuk kekerasan/konflik horisontal memang idealnya dibumihanguskan dari pangkuan ibu pertiwi.

    #menunggu kapan FPI akan makar sehingga nanti mengalami nasib yang sama dengan PKI dot com

    Reply

    • Yoni Says:

      Bray justru tulisan ini memberikan pandangan ke kita kalau FPI mengisi kekosongan yang seharusnya bisa diisi oleh orang/kelompok lain yang punya akal sehat. Tapi berubung kita-kita yang merasa lebih baik dari FPI ini gak mau bertindak, so akhirnya mereka yang ambil bagian.

      Sekarang bukan saatnya cuman sebel atau mengutuk FPI. Tapi ayo usaha juga dengan tangan masing2 untuk menyelamatkan orang2 yang “kosong” biar mereka gak terjebak di organisasi macam FPI.

      Reply

  2. Hey Andien Says:

    Agak tidak setuju dg proses generalisasi yang Pandji lakukan.
    Awalnya benar dengan memisahkan mana tujuan organisasi, mana yg nyleneh dan jadi oknum. Ormas2 yang ada (tidak hanya FPI) banyak yg juga gagal dalam membina kadernya, sehingga melenceng dr visi dan misi organisasi.
    Analisis baiknya dilakukan beberapa level lebih dalam, supaya didapat gambar yg lebih komprehensif, dan tidak terlalu provokatif :))

    Reply

  3. Kuya Says:

    niat mulia dari organisasi adalah menyejahterahkan anggotanya. dalam hal ini FPI berhasil jika pemaparan Kak Pandji valid. Namun tujuan organisasi sekelas FPI yang berlandaskan masyarakat ggal total.
    Logika abang salah mengatakan ketika FPI melanggar hukum sebaiknya yang ditindak anggotanya bukan organisasinya. Loh berarti organisasi tidak salah ? Bukan bang, secara sistem FPI sudah salah membina anggotanya jika mereka melawan hukum. Ada yang salah dalam pengkaderan di FPI. Jangan dibandingkan ke POLRI karena lingkupnya beda karena POLRI institusi resmi pemerintah yang kaettika dibubarkan akan membuat kacau keamanan negara. Beda halnya dengan FPI, ketika mereka bubar negara ini masih berjalan.

    Mengenai uang yang dihasilkan juga diberikan kepada rakyat itu bukan urusan kita. Negara kita adalah negara huku, salah ya salah bukan dibenar-benarkan. Jika abang memang percaya Tuhan, ya FPI berarti sudah mengintervensi posisi Tuhan yang mengendalikan mana yang bauk dan mana yang benar.

    Salam :)

    Reply

    • Gebi Says:

      kalo menurut gue, sejauh mana kesalahan perilaku anggota dianggap kesalahan organisasi juga itu bergantung ke ideologi organisasinya. kalo ideologi organisasinya menentang kekerasan misalnya dan anggotanya melakukan kekerasan itu berarti kesalahan anggota atau oknum karena organisasinya nggak mnegajarkan begitu. lhah kalo organisasinya memperbolehkan kekerasan dan anggotanya melakukan itu ya berarti emang salah keseluruhan organisasi dong. apalagi kalo yang ngomong pejabat organisasinya. mereka kan yang bertanggungjawab sama keberlangsungan organisasi berdasarkan asas yang mereka buat sendiri. jadi kalo di masalah FPI ini yaaaa gitu lah pokoknya. bergantung gimana yang baca memaknai aja.

      Reply

  4. melinuxid Says:

    Ulasan saudara sungguh bermartabat……
    Dan mnunjukkan tgkat intelektual yg jernih.
    Ketidak setujuan terhadap pihak lain di lawan dengan solusi dan
    Otokritik …,
    Mantaap

    Reply

  5. Edgar Says:

    Pemerintah membiarkan FPI itu sama aja mengizinkan. Kejahatan terjadi bukan karena niat dari pelaku tapi karena ada izin dari pemerintah. Jadi yaa harus di bubarkan!

    Reply

  6. Edgar Says:

    Konser musik, forum diskusi, tempat ibadah, buku dll semuanya diatur FPI. Front Pemberi Izin. Apa gk harus dibubarkan nih yang kaya gini?

    Reply

  7. NicNico Says:

    menarik ulasan ttg fpi ini…

    punchline-nya adalah : ” YG TIDAK MENDUKUNG FPI ADALAH BUKAN ISLAM”

    setahu saya ,masuk islam-pun gk ada kewajiban untuk dukung FPI melainkan 2 kalimat syahadat sorry OOT

    anda lucunya intelek yahh mas pandji hahahahahahahaha

    Reply

  8. Andy Vargo Says:

    Intinya,FPI tidak perlu dibubarkan… Tetapi,kita harus bisa membuat peran baik mereka(FPI),untuk diterapkan kepada setiap orang yang ada di negeri ini…

    Saling berbagi,saling menghargai,dan tidak membenci sebelum mengetahui kebenarannya…

    Saya bukan seorang muslim…
    Saya juga tidak pro kepada FPI,bahkan sedikit kontra! (Hehe)

    So,Mari Kita Buat Indonesia Menjadi Lebih Baik,Dengan Membantu Sesama kita yang kurang mampu…

    Susah? Tapi,Pasti Bisa…

    Reply

  9. Bobby Says:

    Menolong orang itu tidak perlu ada pamrih yang ada hanya empati

    contoh bila ada orang yang tabrakan dijalan lalu kita tolong dengan syarat lihat KTPnya dulu, bagaimana kalau tidak ada KTP?

    Reply

  10. lievesonya Says:

    Masalahnya mrk cuma diajarin agama tapi gak ada tata krama. Mustinya berjalan sepadan donk!! Jadi jangan main sikat sana sini kayak yang udh bener aja kelakuannya.

    Reply

    • dhimas r Says:

      tidak tidak, di dalam agama islam itu di ajarin tentang tata krama. di dalam Al Quran ada kog. ayat ayat yang mengajarkan agar menjadi kebaikan bagi seluruh alam, bagaimana bersikap dll.
      tapi ga tau dah. dengan ormas yang atu ini. kenapa bisa menjadi liar dan tidak bermartabat.

      Reply

  11. A Why Says:

    baru beberapa hari yang lalu ada temennya temen saya (seorang wanita) yang tiba-tiba di keroyok FPI (bdg), dimaki” sabil teriak Allahuakbar..trus sang wanita itu lari sampai ditolongin oleh tukang parkir dan disembunyikan..dan ternyata wanita itu telah dipukuli kakinya oleh rotan..memang kata temen saya dia seorang PSK, tp bukan betu caranya memperlakukannya, masih banyak cara yg lebih baik, apalagi dia seorang wanita bukan binatang..saya sedih setelah mendengar cerita teman saya itu..saya seorang Islam,dan memang dari dulu saya tidak suka dengan “Mereka” (FPI)..mereka tu seperti ingin di perhatiin, trs ga ada yg merhatiin, jadinya berontak seperti anak kecil

    Reply

  12. Yesus Muhammad Says:

    Bang, post wawancaranya dong.

    Reply

  13. yogi Says:

    mantap…
    semoga bermanfaat…..

    Reply

  14. William S. Budiman Says:

    Membuka mata banget ya. Ini sebenarnya super bahaya ya. selama kita (masy SES menengah ke atas) sibuk dengan diri sendiri, FPI sedang menghimpun kekuatan. Selama para elit politik terfokus berantem sendiri rebutan kekuasaan, masyarakat kecil dihimpun dan dicuci otak untuk kepentingan yg cukup tidak bertanggung jawab.
    Mas Pandji, gwa minta ijin buat dishare ya di twitter gw dan di FB. Thanks.

    Reply

  15. Batu Paras Jogja Says:

    Sangat bermanfaat artikelnya
    Semoga bisa lebih memahami
    Thx :)
    Salam Super

    Reply

  16. putri Says:

    Berdasar ulasan diatas memang bnr jk fpi punya peran yg positif membantu masyarakat yg blm mampu ditangani pemerintah. Tp mnrt sy fpi ttp hrs ditindak dg tegas, membubarkan mmg tdk memberi jln kluar krn mrk bs sj muncul dg nama baru. Tp ketegasan dr pemerintah thdp tindak anarki yg dilakukan ormas tsb diperlukan agar mereka jera. Bukankah mengerikan jk mrk dg mudah disuap (sperti yg disebutkan) utk tujuan2 tertentu yg merugikan bangsa? Apalagi jk byk anggota masyarakat yg ‘sudah ditolong’ lalu diberikan faham yg salah mengenai islam seperti ” yg tdk setuju thdp fpi bukan orang islam” , bertindak brutal seenaknya sendiri mneriak kan nama tuhan selagi mengahancurkan tempat2 trtentu yg sharusnya bs dilakukan tanpa tindak kekerasan. Bukankah smua agama mengajarkan utk saling menghargai thdp umat lain? Tentu sj pengikut2, masyarakat yg dirangkul fpi jg akn meneruskan pemikiran yg kurang baik sperti itu. Bukankah berbahaya?

    Reply

  17. jumiba Says:

    Ajakan pandji utk meningkatkan kepedulian sesama masyarakat itu sangat baik..

    Secara praktis, tindakan fpi yang menurut pandji “mengisi kekosongan” itu pun sah-sah saja. Begitupun dengan tindakan fpi yang pandji bilang, “ada fulus ada akal bulus” itu pun sah-sah saja.. Secara luas, itu adalah simbol ideologi/idealisme yang diusung fpi. At all itu sah aja kok. Toh sebuah organisasi pun butuh pembiayaan untuk organisasi nya..

    Terlebih mengenai pernyataan habib selon, “tidak mendukung fpi, bukan islam.” Itu pun sah-sah saja. Kontemplasi habin selon dan teman-temannya itu pun perlu dihargai.

    Dan kalo pun ada yang bilang tulisan pandji ini adalah hasil generalisasi yang terlalu ‘naif’, itu pun tak masalah. Tidak berbeda dengan pernyataan habib, “tidak mendukung.. Bukan islam”. (Gak masalah kan?)

    Secara keseluruhan, jika kita sering atau selalu “merasa benar”, itu adalah perilaku yang manusiawi, namun pada akhirnya, akhlak dan budi pekerti yang kita miliki akan ‘memberitahu’ kita, bagaimana keadaan dan posisi kita dalam pandangan sekitar, pandangan masyarakat, khususnya kepada sesama.
    Hehehehehehehehehehehehe…

    Reply

  18. acil Says:

    Di mata panji FPI org baik tp blm tentu di mata Allah. Kalo mau bantu orang jangan pamrih. Membantu org lain itu baik tp jgn ada embel” di balik itu. Sy pernah mendengarkan ceramah ada seorang dermawan yg masuk neraka. Kita semua heran kan knp org dermawan bs masuk neraka? Ternyata jwbannya adalah dia membantu tp ga ikhlas pengen dipuji dan dianggap dermawan. Akhirnya dia cm mendapat pujian itu tp tidak mendapat surga. Semua perkara kembalikan ke Al Quran dan hadits. Boleh ga merusak dan mengambil harta sesama muslim? Sesama muslim haram hartanya, haram darahnya.

    Reply

  19. EtteJacks Says:

    Perlu otokritik, intelektual dan kepekaan dan niat yg jernih menghadapi situasi sosial yg kompleks seperti fenomena FPI ini.
    1. Pemerintah/aparat tegas menindak jika kegiatan & agenda ormas sudah menyimpang tidak sesuai dengan AD/ART nya.
    2. Tingkatkan kepedulian warga thdp masyarakt kecil, beri edukasi dan berdayakan mereka agar tidak terjebak pada paham sistem kemasyarakatan yang keliru, berlindung kepada ormas dan bukan pada payung hukum dan instansi resmi yang ada.
    3. Warga juga harus memerangi praktek2 ormas yang menyimpang, paham akan hak dan kewajibannya, contohnya, jangan memberikan upeti untuk mendapatkan perlindungan, apalagi dari ormas.

    Artinya, untuk menanggulangi hal ini, peran terbesar tetap ada pada pemerintah/instansi terkait. Warga pun harus dimobilisasi untuk ambil bagian. Bersyukur WNI sdh semakin kritis, peka dan pandai. Mari kita dorong niat itikad pemerintah yg semakin baik dlm mengelola bangsa dan negara ini. #tak lupa berdoa.

    Reply

  20. faris Says:

    Saya muslim, dan ngeliat dari sudut manapun, saya tetep enek sama kelakuan ormas yang satu ini.
    Secara mendasar, kelakuan mereka mencoreng islam.

    Reply

  21. ivan Says:

    Tulisan bang Pandji SANGAT LUAR BIASA! SALUT.

    Reply

  22. Gebi Says:

    gue pribadi nggak setuju sama FPI. jujur sebagai organisasi yang mengatas namakan Islam, gue gak stuju sama apa yang mereka lakukan. generalisasi bahwa yang nggak mendukung FPI bukan Islam misalnya, dari sudut pandang Islam sendiri hal itu udah nggak bener. menyatakan dengan tegas bahwa apa yang mereka lakukan adalah benar secara agama dan yang tidak mendukung berarti bukan Islam contohnya. Islam memang sempurna sebagai agama, tapi bukan berarti segala sesuatu yang dibuat manusia berlandaskan Islam menjadi benar, secara Allah juga udah bilang kalo manusia adalah tempatnya salah dan lupa. jadi apa yang manusia lakukan selalu berkemungkinan untuk terjadi kesalahan karena yang berkerja kan manusianya sebagai doer, bukan landasannya. yang menurut gue paling penting dari tulisan ini adalah bahwa cara ngebubarin FBI bukan dengan cara frontal kayak apa yang banyak dilakuin orang sekarang. kalo kita frontal ya sama aja kayak caranya FPI yang frontal juga. jadi kayak we kill people who kill people because killing people is wrong menurut gue, dan gue setuju sama Pandji. sebenernya mengisi kekosongan di masyarakat ini yang akan menghentikan FPI meskipun secara nggak langsung. karena pada akhirnya, mekanisme yang mereka gunakan selama ini untuk bertahan dengan – sorry to say – memanfaatkan kebutuhan orang lain biar FPI bisa bertahan akhirnya nggak akan berjalan lagi.

    Reply

    • anehbener Says:

      “… Islam memang sempurna sebagai agama, tapi bukan berarti segala sesuatu yang dibuat manusia berlandaskan Islam menjadi benar, secara Allah juga udah bilang kalo manusia adalah tempatnya salah dan lupa. ”
      klo yang dibuat manusia berlandaskan islam, masih juga ga bener, berarti belum berlandaskan islam yang kokoh.
      kan landasannya (agama islam) sempurna

      Reply

  23. Andi Widiyanto Says:

    Sob.. ada beberapa yang saya ketahui da dapatkan dari
    postigan ini. Terimakasih telah menambah wawasan saya akan adanya
    didirikan FPI oleh para jedral. alasan karena dibandingkan Aparat
    VS Masyarakat. Saya bukan orang yang mudah terprovokasi namun
    secara pandangan saya memang seperti itu adanya FPI. saya juga
    pernah mendengar dari apalah ketua ormas FPI di daerah, tau ntu
    saya jabatan dia ketua apa. He say, “Jaman nabi S.A.W aja perang
    kalo gabisa di peringatkan ya diperangin secara kasar” Kemudian
    saya bertanya. “Apakah cara perang Nabi S.A.W sperti yang anda
    lakukan. menyerang bergerombol seperti bajak laut yang sedang
    merampok sebuah desa” Saya dijawab dengan dalil2 tau apa. saya
    tanya “apakah yang barusan anda ucapkan adalah ayat al’quran?” :D
    ane bisa bahasa arab tapi gak mengerti bahasa alqur’an pak :D

    Reply

  24. Den ChockyFj Says:

    Pada dasarnya, benar adalah alasan untuk tidak menyalahkan atau menganggap diri benar dan yang lain salah…

    Reply

  25. Waras Maulana Says:

    Postingan mode wasit hwahaha. Mmm…cuma satu bang yang
    ngeganjal banget ““Mereka yang ga stuju FPI, bukan org Islam!”
    hmmm…ora melu-melu nek sek koyongene, tutuk biso lewih landep
    tinimbang pedang. NGERIK! :p

    Reply

  26. kerja dari rumah Says:

    saya melihat sisi baiknya aja deh karena ormas melakukan
    begitu karena tidak becusan aparat dan para politisi di negara
    ini.

    Reply

  27. Trixie Says:

    Ini sama aja kaya narkoba. FPI itu yang menjadi narkoba dan
    rakyat kecil yang jadi pecandunya. Makanya mereka setia sama FPI.
    Tapi sekarang coba tolong dibayangkan, bahwa FPI sudah sering kali
    meneror orang beragama lain, RAS, dan yang ideologinya beda sama
    mereka. Jika mereka tidak dibubarkan dan tidak ditindak tegas, lalu
    bagaimana nasib saudara2 kita yang non-muslim? Apakah maksudnya
    semua orang Indonesia harus sama dengan FPI dari segi ideologi,
    RAS, dan semua harus pindah agama? SAya yakin kita yang lebih bisa
    menjawabnya, Seandainya yang mereka teror itu adalah kita. Apakah
    kalian mau ditindas ketika kalian beribadah? Jika FPI tidak
    dibubarkan, maka teror itu akan terus berlangsung.

    Reply

  28. Ruverse Says:

    Brilian, penulis bisa mewawancarai secara objektif padahal tidak setuju dengan pandangan respondennya. Bravo konten juga bagus membuka wawasan

    Reply

  29. nandar Says:

    pada dasarnya kita tidk bisa menggeneralisasi pandangaan tentang sesuatu benar atau salah, benar salah itu tergantung dari mana standart kebenaran yang kita pakai, pendapat pribadi? hukum negara? hasil musyawarah? atau dalil Al-Quran dan hadist Nabi? yang mana yang mau kita pakai? ya mereka salah menurut hukum negara, mereka salah menurut pendapat kebanyakan teman2, menurut agama apa mereka salah ingin memerangi maksiat? itu pun kalo memang maksiat yang diperangi.. kadang kebenaran yang diluar akal manusia itu tidak usah diturunkan kebumi, biarlah mengapung di udara, karena saat jatuh ke bumi, kebenaran akan berubah menjadi hukum, dan semuanya harus menaatinya…

    Reply

  30. Domba Says:

    Agama adalah wadah untuk mendekatkan kita dengan Allah… Pertanyaannya, Allah mana yang membenarkan kekerasan..? Niatnya sudah benar tapi caranya salah, ibarat ingin ke Sorga tapi jalan yang diambil menuju Neraka…

    Reply

    • I.S.Ca Says:

      kekerasan itu diatur dalam Islam, karena itu Islam agalah agama yang mengembalikan manusia pada fitrohnya, contoh… perang itu diatur: ga boleh bunuh anak kecil dan perempuan atau rakyat sipil yang ga ikut perang, ga boleh bunuh yang sudah menyerah, ga boleh merusak tanaman, ga boleh merusak tempat ibadah, dll. bandingkan dengan yang perang dan tidak pakai aturan Allah, contoh nagasaki dan hiroshima.. :)
      ini yang dari fakir ilmu, mungkin bisa berbagi..

      Reply

  31. Gomba Says:

    satu kata : 2014 harus ada pemerintahan baru, bukan cuma mereka yang ngaku2 reformis tapi orangnya itu2 aja..butuh yang baru..betul2 baru..semoga pemerintahan baru, orang2 baru..dg semangat baru bisa membasmi penyakit2 ginian.

    Reply

  32. wan wan Says:

    Seharusnya yang berhak memberi hukuman (pelanggaran karena miras, prostitusi dll) adalah pemerintah, bukan ormas atau sekelompok orang. Kewajiban masyarakat adalah mendakwahi, menasehati bukan memukuli atau menghancurkan. Apakah FPI sudah mendakwahi mereka, menasehati mereka ???
    Marilah kita berdoa, semoga kita di anugerahi pemimpin yang adil, seperti umar bin abdul aziz

    Reply

  33. Dinneno Says:

    Walaupun apa yang dilakukan FPI untuk mengisi kelengahan pemerintah dan orang-orang kelas atas, tetap saja cara yang dilakukan FPI itu sama seperti membeli rakyat Indonesia secara tidak langsung. Kalau sudah begini, FPI sama dengan memperalat rakyat Indonesia dengan iming-iming kesejahteraan.
    Lagian cara yang dilakukan FPI untuk mendapatkan dana sama seperti cara yang dilakukan preman dengan melakukan pemalakan secara halus. Kalau memang membawa nama agama, apapun itu yang berbentuk kemaksiatan harus dibersihkan bukan malah “membela” karena sejumlah uang.
    justru FPI bisa dibilang melegalkan kemaksiatan dengan cara ini.

    Reply

  34. Aditya Says:

    2kalimat cuplikan wasekjen FPI di tvone tgl 23 Juli.(ILC)

    *Bentuk kami mematuhi hukum di negeri ini.. *Ketua umum kami 3x masuk penjara.. #FPI (–)a
    Membanggakan dirinya krn mereka tdk lari dr proses hukum. Namun tdk berbenah diri. Kenapa sampai terjerat hukum?

    Reply

  35. Mikeymike Says:

    Selama alexis classic dan semua tempat di mangga besar ga digrebek tetep aja fpi bangsat!
    Berarti ada uang haram masuk kantong mereka
    Islami my ass!

    Reply

  36. Tania Says:

    Pandji,
    Tulisan lo oke2 banget deh! Bangga banget ada anak muda yang berfikiran lurus, berani n concern sama negaranya. Please wawancara Wiranto juga dong….gak yakin banget deh dia peduli sama rakyat. Thanks!!

    Reply

  37. Tania Says:

    Pandji,
    Tulisannya oke2 banget deh! Bangga banget sama anak muda yang berfikiran lurus, berani n concern sama negaranya. Please banget wawancara Wiranto juga dong…gak yakin banget dia peduli sama rakyat. Pret lah sicapres!

    Reply

  38. Ramses Tobing Says:

    Pembahasan yang sangat menarik dr bung Panji, seperti kita ketahui bahwa negara kita sangat lemah dengan undang2 dan hukum. Karena menurut saya undang2 dan hukum yang ada sekarang adalah dibuat untuk kepentingan sepihak. Semua masalah di negara ini akan mudah diselesaikan apabila hukum dan undang2 kita bersifat adil merata dan tanpa kepentingan. Kejadian di negara kita dengan adanya FPI (attack dog) sebenernya bukan hanya ada di Indonesia, banyak di negara lain juga membuat attack dog untuk kepentingan tertentu, tetapi di negara2 tsb dikontrol dan ada undang2 dan hukum yang jelas jadi kegiatan mereka cukup terbatasi. Apa yang dibuat oleh bapak wiranto dr tahun 98 dengan pamswakarsanya, basri sangaji hingga FPI membuat mereka menjadi bola salju yang sangat besar karna mereka dilindungi. Instansi mana di negara ini yang tidak melindungi mereka. Apapun yang sudah terjadi di negara kita sudah sangat kompleks harus di benahi satu persatu dan semua harus berawal dari pemimpin yang prorakyat dan tangan dingin.

    Reply

  39. Robertus Sulistyo Says:

    Kebanyakan yang komentar lucu-lucu ya.
    bilang bang Pandji salah sekaligus bertindak yang membenarkan kata-katanya bang pandji.
    Emang beginilah cermin bangsa kita sekarang, egois.
    jangankan peduli terhadap sesama, denger baik-baik pendapat orang aja nggak mau.
    coba deh yang bilang bang pandji salah, pendapat kalian juga bener? belum tentu.
    ini kan bentuknya opini, nggak ada opini yang bener dan yang salah.
    so please, sebelum perbaiki orang lain kita perbaiki diri kita dulu.
    berbuat baik terhadap sesama bangsa, sesama manusia, sesama mahkluk hidup.
    kalo menurut kita FPI salah karena bertindak anarkis AYO kita TUNJUKIN YANG BENER. jangan malah ikutan anarkis seperti mereka.

    Reply

  40. Bocah 16 Tahun Says:

    Menolong rakyat Indonesia sebagai “NKRI” setujuh gw.
    Menolong sebagai “AGAMA INI” ga setujuh gw!
    Pahlawan kita uda cape” mengubah pancasila kita sila pertama..eh kita ngulangin lg ribut tentang hal ini..kan goblok itu namanya..
    Setiap web yg gw kunjungin tentang debat “AGAMA” cuma mikirin ego nya sendiri..termasuk umat agama gw ada yg kek gitu…Trus Harus kita ikutin?
    memang ga salah beranggapan “agama gw paling bener” siapapun pasti berpikir gitu..tp Apakah kita tidak bisa menghormati orang lain?
    Gw rasa setiap agama pasti diajarin buat saling menghormati sesama umat manusia…

    Apa salahnya sih kita yg unik,berbedah” ini bekerja sama ? tanpas memandang “SARA”
    tp yg perlu gw tegasin lg “KITA ITU NEGARA NKRI”
    bukan “NEGARA AGAMA INI” paham kan?
    gw rasa para anak mahasiwa ini pahamlah dibanding gw yg baru 16 tahun..

    Reply

  41. Ethan Hunt Says:

    ahahaha keren sih bray tp sdut pndangnya kurang. iya mereka bantu msyrkt yg sosek nya med-low, tp latar blakangnya spy jd tameng, apa bedanya dgn bayar preman/bodyguard selain cranya yg lbh halus?
    ini negara hukum bro, agama mana aja ga ada yg izinin maksiat tp knapa cma FPI yg ribut? ya krna ini negara hukum, semua hak aparat, pran sipil ya menghimbau dan melaporkan. sma kya legalisasi ganja loe, kmbali ke personalnya. gw prnah nnton stand up komedi lu, lucu gw ngetawain lu, iya org make ganja ga buat kriminal, lo kpikiran ga kbutuhan mreka akan ganja yg bkal buat kriminal? #ok ini agak mlenceng
    klo dibubarkn bkal mncul dgn nama lain? ga kalo otak2 ideologi mereka ‘ga ada’. gw lbh ska solusi extrim, eleminasi otak radikalnya. ngelanggar ham? ga klo yg ngelakuin non-militer, kya ygblo bilang.
    di luar tndakan mreka ini udh wajib kriminal atau organisasi yg brbahaya, td bc komen2 bnr, tgl tunggu wktu mereka makar. Hitler juga dlu mnjaring msyrkt bawah, baik kan, smo akhrnya jd dikator.
    soal dana, sbgian ke rakyat oke, ge anggp itu real, sbgian lagi??? al-qaeda? dipake sndiri? teriak2 haram, ksh duit diam, bagi2, pke sndiri, itu duit haram yg dipake.
    negara mmbebaskan berorganisasi tp ga radikal/brbahaya juga kali, klo mau bebas mutlak besok2 al-qaeda buka kantor di jakarta -___-
    udah bgus sih, lu coba netral.

    Reply

  42. Paijo Says:

    dlm tulisan panjenengan memang tidak subjektif, jelas itu komparatif sekali…clausa juga terdapat disitu…saya cuma mau menyoroti tentang organisasi untuk memanfaatkan rakyat…jelas disana ada kesalahan besar ketika tujuan fpi sprti itu, kita sebagai rakyat juga salah knp sgala sesuatunya itu harus diukur dg uang apalagi cuma 50rb sudah dapat diprovokasi…itu mmbuktikan bahwa nasionalisme di Negeri kita ini sudah nihil…kalo di absen kosong mlompong…suatu organisasi itu bukan untuk memanfaatkan rakyat disana sudah jelas terpampang nyata dan terbukti fakta bahwa organisasi yg seperti itu jelas menyimpang…krn suatu organisasi itu tujuannya untuk menyampaka aspirasi rakyat bisa dikatakan jematan alternativ, ormas juga berfungsi untuk membantu rakyat bukan malah menekan atau memeras, kita bukan sapi…solusinya menurutku kita seagai rakyat menengah (akademisi) (bukan dlm ukran kekayaan) wajib membuat rakyat menji melek mugkin caranya dengan dbuat sekolah rakyat dg target ara pemuda…

    Reply

  43. tambhenk Says:

    mas pandji tulisannya sngt menarik ada bbrp hal yg saya setujui tapi ada bbrp hal menimbulkan pertanyaan pertanyaan di benak saya.. Smoga mas pandji menjawabnya.. Saya bkn anggota FPI dan saya membenci tindak kekerasan yg Oknum FPI lakukan tapi bnyk pertanyaan di kepala daya mengenai ini semua dan pada tulisan mas pandji… Brikut bbr pertanyaan saya dan jika dijawab maka saya akan sambung pertanyaan nya krn yg saya liat mas pandji tidak menjawab pertanyaan rekan2 diatas..
    1. Saya tdk mendengar pas mas pandji siaran dan dimana saya bisaendengar pernyataan habib selon yg mengatai Gus Dur si buta dari goa hantu?
    2. Bisakah saya mdnpt bukti jika FPI dibuat oleh jendral DAN skrg tidak bisa diatur lagi oleh sang jendral?
    3. Dari mana bukti info jika habib dpt telp jika pintu air dibuka dan dia dikatakan sakti?
    4. Apa bukti dari perumpamaan bisnis FPI bagai ucapan antagonis di film Fast and Furious?
    5. Dari mana mas pandji tau jika KELAK FPI akan menggunakan masyarakat yv mereka beli utk kepentingan pribadi mereka sperti yg mas pandji utarakan diatas?

    Sbenarnya msh bnyk lagi pertanyaan saya mengenai tulisan mas pandji diatas smoga ini di jawab sehingga saya tau jika pertanyaan saya dijawab krn komentar2 teman2 diatas tdk ada yg dijawab.

    Jika tulisan diatas hanya mwnurut Logika dan Spekulasi Mas Pandji saja maka itu akan samgat berbahaya krnbentuknya Fitnah.. Yg saya tau JIKA para MUSLIM yg taat tidak hanya sekedar KTP maka mereka tidak akan mempermainkkn syariat agama dan tidak bisa dibeli… Krn dlm islam hukumannya sangat berat.. Saya sih hanya islam yg kurang taat tp saya bisa pastikan apapaun yg menyangkut agama saya tidak akan saya jual.. Dan drpd berkomentar miring saya memilih DIAM tp saya tdk bisa diam jika sbagian org menyenggol ISLAM tapi tanpa pengetahuan ttg apa yv dibicarakannya..

    Mksh Mas Pandji.. Smoga saya mendapat jawaban yg baik dr Mas Pandji.

    Reply

  44. hipnotis surabaya Says:

    kalo saya berfikir seimbang sih, coba bayangkan tempat2 prostitusi yang setor ke polisi setempat… pasti susahnya setengah mati untuk dibubarkan, Nah disini peran FPI. FPI harusnya memingatkan, gak usah lebay pake acara swepping segala

    Reply

  45. belajar forex Says:

    Dalam Agama islam, tidak ada yang namanya kekerasan kecuali kita memang terpaksa dan dalam konteks berperang… beda dengan FPI, sukanya cari ribut

    Reply

  46. belajar forex pemula Says:

    FPI itu penyeimbang… jadi baiknya tetap dipertahankan namun tetap dicontrol

    Reply

  47. kenthoez Says:

    Kesimpulan yg mas panji lakukan melompat dan justru menguatkan alasan kenapa FPI perlu dibubarkan. Setiap organisasi tentu punya cara demi membesarkan namanya. Menyejahterakan massa dengan cara FPI seperti yg mas Panji kemukakan sama saja dengan membesarkan penjahat dengan lafal bismillah. Bukankah ini jauh lebih ironis?? Yang diperlukan jelas, ketegasan hukum.
    Satu poin yang saya sepakati adalah apatisme kelas menengah. Mereka acuh tidak mengambil gerakan pasti membubarkan organisasi anarkis lantaran tak menyinggung dirinya secara langsung, melainkan hanya ramai di twitter dan blog, seperti.yg mana Panji dan saya lakukan.
    Maka dari itu? Tunggu apa lagi kelas menengah ngehe?!

    Reply

  48. MahabbahBook.com Says:

    Saya mulai tertarik dengan FPI ketika mereka menggrebek Hotel Bumi Wiyata Depok pada saat ada acara kontes banci. Setelah kejadian itu saya mulai mengikuti kiprah FPI, dan menyimpulkan mereka hanya melakukan penggrebekan di tempat-tempat maksiat

    Reply

  49. belajar forex privat Says:

    mari lebih arif dalam menghadapi persoalan

    Reply

  50. copasmania Says:

    Akan Lebih Baik Sebelum Menulis Ikut Pengajian, Tinggal Rumah Habib, Tabayun Yang Bener 30 Hari.
    Tulisan Berupa Hipotesa, Bisa Saja Berakhir Fitnah.
    Apalagi Seorang Tamagola di jadikan narasumber kalo di tanya soal Islam pasti ga bener terus.
    Modal Duduk, Ngopi Sambil Cuap2 doang.
    Emang Udah Berbuat Apa Dalam Mengisi Kekosongan di Negeri Ini…???
    Buka Kursus Stand up comedy atau raper aja biar garing tetep di anggap pinter?

    Reply

  51. omdoang Says:

    aku setuju pada yang amar makruf nahi munkar

    Reply

  52. Fotodeka Says:

    wah baru baca tulisan ini, dan baru paham soal perkembangan FPI dari niat awalnya dan perubahan yang terjadi kini. Semacam membaca rangkuman soal FPI :D

    Reply

  53. Resi zulhafanma Says:

    Mamen, gw prnh liat gerombolan berjubah, berpeci yg lo bahas, lg jalan di koridor malio, sekitar jam 11an malem, gw pikir ga mungkin banget FPI di tempat begituan, trnyata dah jd rahasia umum ya mereka ngambil duit keamanan juga di THM2….paraah

    Reply

Leave a Reply


1 × = eight