Di balik keramaian “SBY nyimeng” gue menyimpan kesedihan
Sedih karena akhirnya yang terangkat dari ganja lagi lagi adalah “nyimeng”nya
Sebuah kesalahan yang harus gue akui, pemicunya gue sendiri
Padahal, ketika kita bicara cannabis sativa bisa sangat banyak yang dibahas diluar nyimeng
Memang, nyimeng lebih mudah dipahami dan lebih dulu dipropagandakan
Dukungan gue terhadap legalisasi ganja, bukan karena gue nyimeng. Gue ga nyimeng, ngerokokpun engga. Juga sebenarnya bukan “legalisasi ganja” per se yang diincar teman teman Lingkar Ganja Nusantara, tapi pemanfaatan daun ganja semaksimal mungkin untuk kebaikan seluruh bangsa Indonesia
Banyak yang nanya “Elo itu ngomong uda punya dasar ga sih? Tau data datanya ga sih?
Gue bisa jawab, punya dan tau. Bahkan gue 319 halaman yang isinya fakta dan data tentang daun ganja.
Buku “Hikayat Pohon Ganja” bukan gue yang nulis, tapi gue mendukung isinya
Seperti gue mendukung isi buku “Purple Cow”nya Seth Godin, bukan berarti gue yang nulis kan?
Kalau yang elo tau dari ganja cuman cimeng, dan kalau yang elo tau adalah ganja itu 100% buruk tanpa manfaat positif, gue TANTANG elo kalau berani untuk membaca buku itu.
Kalau berani, coba untuk memahami sebelum memutuskan untuk membenci.
Siapa tahu elo pikir gue cuman akal akalan untuk elo beli bukunya, gue ceritakan kurang lebih apa isi buku tersebut.
Sekali lagi, buku itu adalah kumpulan data, jurnal medis, dan dengan kata pengantar oleh Prof. Dr. Komaruddin Hidayat yang bahkan mengutip ayat suci Al Quran berkaitan dengan dukungannya
Selama 12.000 tahun, daun ganja telah memberikan manfaatnya untuk umat manusia
Daun ganja, tersebar di 2/3 permukaan bumi menjadikannya sebagai salah satu tanaman yang paling mudah tumbuh di mana mana
Tidak ada 1pun produk di muka bumi ini, yang tidak bisa dibuat oleh ganja.
Sejak dulu, pelaut menggunakan serat ganja untuk tali temali mereka, pakaian, layar, dll
Daun ganja adalah tanaman yang paling dimanfaatkan diseluruh muka bumi, hingga tahun 1930
Apa yang terjadi tahun 1930?
Amerika, krisis ekonomi parah
Dalam kondisi tersebut, mereka harus mengembalikan kondisi keuangan mereka. Saat itu, Amerika mengembangkan serat sintetis.
Serat sintetis ini, diproduksi dengan teknologi manufaktur yang saat itu hanya dimiliki Amerika. Sialnya, karakteristik dan kualitasnya serupa dengan serat dari daun ganja. Sementara daun ganja, tidak perlu menggunakan teknologi rumit untuk pemanfaatannya. Singkatnya, dagangan amerika, jeblok.
Amerika, kemudian mengeluarkan larangan terhadap tanaman Ganja dan merupakan negara pertama dalam sejarah yang melakukan pelarangan tersebut. Pelarangannya dikaitkan dengan isu ras, dengan melemparkan kabar bahwa ganja yang dihisap akan membuat budak budak kulit hitam beringas. Larangan ini disebarkan ke seluruh dunia.
Tidak lama, Amerika menjilat ludah sendiri ketika mereka memasuki Perang Dunia ke 2. Kemampuan produksi serat sintetis mereka tidak bisa mencukupi kebutuhan perang. Akhirnya, mereka kembali menggunakan serat ganja untuk seragam, tas, tali temali, parasut, dll.
Setelah Perang Dunia 2, black campaign Amerika terhadap ganja menggunakan metoda yang berbeda. Mereka mulai menyebarkan info bahwa Ganja bikin bodoh, bikin ketergantungan. Lewat PBB, mereka menyebar luaskan propaganda ini.
Ini menjawab tanda tanya besar “Mengapa sebuah tanaman yang dimanfaatkan di seluruh dunia selama ribuan tahun tiba tiba bisa jadi sesuatu yang jahat?”. Karena ulah Amerika di atas tadi
Apakah pemanfaatan ganja bisa mengejar Millenium Development Goals? Bisa menekan angka kemiskinan? Bisa.
Dan sudah terbukti.
Di mana?
Cina.
Cina, tidak menyetujui ganja untuk dihisap, tapi memanfaatkan daun ganja untuk industri.
Industri untuk apa?
Untuk apa saja.
Industri pakaian, serat ganja adalah serat pakaian kualitas terbaik makanya dipakai untuk baju perang dan parasut
Industri kendaraan (Henry Ford yang melihat minyak bumi akan kelak habis mengembangkan kendaraan yang tubuhnya terbuat dari serat ganja dan jaland engan biofuel dari ganja)
Industri medis, tercatat daun ganja dimanfaatkan jadi bagian dari pengobatan alzheimer, glaukoma, HIV/AIDS, Asma, kanker, Distonia, Epilepsi, Tuberkulosis, Sindrom Tourette, Osteoporosis, Kardiovaskular, Diabetes, dan masih banyak lagi penyakit yang kalau saya sebut akan sangat menyita tulisan ini. Ketika Amerika berencana menghentikan ganja medis, diprotes keras. Oleh kalangan dokter
Industri kertas, sekedar mengingatkan “Declaration Of Independence” Amerika serikat ditulis di atas hemp. Varian ganja untuk industri. 97% buku yang dicetak antara tahun 1900 – 1937 (waktu masih pakai ganja) masih kuat sampai 300-400 tahun sementara kertas dari serat kayu bertahan rata rata hanya selama 50 tahun. Untuk membuat kertas dengan jumlah yang sama, kertas dari serat pohon akan memakan lahan hutan lebih luas daripada kertas dari serat ganja
Ada banyak sekali pemanfaatan daun ganja untuk industri yang sudah digunakan dengan lazim oleh negara lain KECUALI oleh Indonesia.
Lha wong Amerika sendiri yang pertama kali mengeluarkan larangan aja sekarang sudah menggunakan ganja untuk industri. Mengapa Indonesia, negara yang terkenal memiliki ganja dengan kualitas terbaik dunia karena tanah yang subur, matahari yang melimpah, hujan yang mengguyur bumi, tidak bisa memanfaatkan ganja untuk kebaikan bangsanya?
Andaikan ganja dimanfaatkan untuk industri sebagaimana yang sudah lazim dilakukan buanyak negara lain, bayangkan tenaga kerja yang diserap. Bayangkan angka pengangguran yang turun dan dengan itu angka kemiskinan yang ditekan.
Ganja bisa dimanfaatkan untuk apapun. Bisa ditanam dimanapun. Memprosesnya tidak perlu teknologi yang mutakhir.
Kalau anda memegan daun ganja dan anda gosok gosok ke telapak tangan, nanti akan keluar minyaknya. Minyak tersebut sering digunakan untuk obat sebagaimana kita pakai minyak telon dan minyak kayu putih. Bayangkan betapa mudahnya memanfaatkan ganja.
bayangkan betapa meruginya industri obat obatan negara negara maju yang mengandalkan pasar kita kalau kita bisa memanfaatkan daun ganja.
bayangkan betapa meruginya banyak sekali industri apabila ganja bisa dimanfaatkan.
Saya nggak nyimeng jadi saya ga peduli kalau ganja tetap ilegal untuk dihisap.
Tapi saya masih berpegang kepada pernyataan saya
Lebih baik anak saya nyimeng daripada ngerokok.
Mari saya terangkan
Pertama, kalau anak saya dewasa, mau ngerokok, nyimeng, itu urusan dia.
Saya tidak merokok, tapi kakak, adik, ibu saya merokok. Saya tidak melarang mereka karena mereka sudah cukup dewasa.
Kedua, kriminalisasi bahwa ganja LEBIH bahaya dari rokok terus terang aneh.
Rokok jelas JAUH LEBIH menyebabkan ketergantungan daripada ganja. Tidak percaya? Coba sendiri saja dan coba suruh teman anda yang perokok berhenti. Juga baca jurnal jurnal medis sekali kali supaya tahu kenyataan dibalik ucapan saya ini.
Rokok terbukti telah membunuh jutaan orang pertahun akibat langsung dari menghisap rokok. Bisa anda temukan datanya di mana mana. Sekarang, sebutkan 1 data, jurnal medis, hasil riset yang menyatakan pernah ada orang yang meninggal karena menghisap ganja.
Anggapan bahwa pecandu narkoba memulai semuanya dari menghisap ganja adalah argumen yang mudah dipatahkan. Coba tanya, apakah pencandu narkoba itu juga merokok? Kenapa tidak bilang candu narkoba dimulai dari menghisap rokok?
Mengapa seorang anggota DPR tertangkap basah menghilangkan pasal dalam RUU pengaturan tembakau yang menyatakan “rokok menyebabkan ketergantungan” ? Atas perintah siapa dia melakukan itu? Orang bloon macam mana yang bilang rokok tidak menyebabkan ketergantungan?
Ada riset yg menyatakan bahwa negara bagian di Amerika Serikat yang melegalkan ganja, ternyata angka kecelakaan mobilnya lebih rendah daripada negara yang mengilegalkan ganja. Ternyata, di negara bagian yang legalkan ganja, masyarakatnya berpindah dari minum bir ke nyimeng. Angka kecelakaan yang turun menyatakan bir lebih berbahaya sebagai pemicu kecelakaan daripada cimeng. Ada di majalah time terbaru bagian kesehatan kalau mau baca.
Sekali lagi, gue nggak nyimeng dan dukungan gue terhadap LGN bukan untuk ganja rekreasi (sebutan pemanfaatan ganja untuk dihisap) tapi untuk industri.
Baca baca lagi gih, dan elo akan menemukan bahwa daun ganja dengan varian bernama HEMP banyak dimanfaatkan untuk industri, dan mau diisep seladangpun HEMP tidak akan membuat elo giting. Go ahead, do your own research, Elo akan menemukan bahwa omongan gue ini benar.
Bahkan waktu Dhira (ketua Lingkar Ganja Nusantara) berdebat dengan juru bicara BNN, pihak BNNpun tidak bisa menjawab hingga akhirnya cuma bisa menutup dengan ucapan “Kami hanya menjalankan perintah Undang Undang”
Bagaimana dengan ucapan “Dari dulu ga akan pernah berhasil usaha melegalkan ganja, usaha kali ini pun akan percuma”
jawaban gue sederhana, dari kalimatnya aja udah keliatan yg ngomong kayak gitu mentalitasnya pecundang. hehe
Pemenang akan berkata “Susah, tapi pasti bisa”
Pecundang akan berkata “Susah, itu tidak mungkin”
Sejarah menyatakan bahwa belum tentu yang masyarakat umum anggap benar itu adalah kebenaran yang sesungguhnya
Contoh, dulu seluruh dunia berpikir bumi itu rata.
Kita smua tahu kini itu kesalahan yang tolol.
Dulu, seisi bumi berpikir bumi itu pusat tata surya.
Galileo Galilei sampai mati dihukum karena dianggap penghinaan kepada agama akibat keyakinannya bahwa mataharilah pusat tata surya (dulu adalah gereja yang menyatakan bumi pusat tata surya)
Copernicus melanjutkan argumen Galilei dan sekarang kita semua tahu, siapa yang benar.
Semua fakta fakta di atas, bisa jadi elo ga percaya.
Tapi mari gue tantang sekali lagi. Elo mau berhenti di ASUMSI bahwa gue ngarang, atau mau mencoba cari tahu kebenaran dibalik ucapan gue?
Elo mau langsung membenci, atau mau mencoba memahami?
kalau elo nggak mau, ya ngga rugi di gue.
Kalau mau, silakan baca buku Hikayat Pohon Ganja. Atau nggak usah beli deh, buka buka aja halamannya dan temukan kenyataan bahwa semua yang tertulis ada dasar jelas. Daftar pustaka dan catatan kakinya detil dan rapih.
Sekali lagi, gue bukan penulisnya. Gue cuman jadi moderator.
Pahami, bahwa ganja bukan cuma masalah giting





October 21st, 2012 at 4:33 am
Salut buat loe bang brani mendukung legalisasi ganja untuk dampak yang lebih baik
November 1st, 2012 at 3:55 am
GANJA HARUS LEGAL DI INDONESIA… MASYARAKAT INDONESIA HARUS BISA MEMAHAMI PEMBERIAN TUHAN. MASYARAKAT INDONESIA SELAMA INI DI BUTAKAN DAN DI BODOHI OLEH MEDIA-MEDIA YANG MEREKA ANGGAP MEDIA ITU SEBAGAI KITAB SUCI (AL-QURAN KALO DALAM ISLAM). JADI MASYARAKAT PASTI MENGANGGAP MEDIA ITU 100% BENAR. SAYA HARAP BANG PANDJI SERING2 NULIS TENTANG GANJA(PROPAGANJA).
#maaf pake capslock-on. Soalnya saya terlalu bersemangat.
November 17th, 2012 at 4:02 pm
Gw suka nyimeng,. apalagi pas make sambil denger musik Blues,. bener2 ngelayang banget Meeeenn!!!
November 27th, 2012 at 8:49 am
benar banyak orang yang telah di brainwash kalau cannabis itu buruk. orang yang bilagn cannabis buruk itu adalah orang yang kurang ber-wawasan. di ayat alkitab pun disebutkan juga mengenai pohon ganja. segala sesuatu yang tumbuh dari alam itu diciptakan oleh Tuhan buat kepentingan semua umat manusia. kalau kita bilang jelek tentang pohon ganja itu sudah sama menghina ciputaan Tuhan. karena semua ciptaan Tuhan itu indah. ganja emang bukan hanya sekedar giting banyak sekali manfaat dari pohon ini. Kalau di Amerika, sekarng “medical marijuana dispensary” banyak mengembakan ganja yang THC nya rendah tetapi CBD nya tinggi. CBD adalah komponen ke 2 plaing banyak di ganja dan memiliki banyak kegunaanya. THC itu yang bikin orang “high”. tetapi THC dan CBD pun semuanay banyak kegunaanya . kalau lo baca alkitab itu juga Tuhan yesus menggunakan Hemp oil buat penyembuhan dll , cuman sayang terjemahanya telah di pelesetkan. kalau tidak percaya coba google saja.
December 12th, 2012 at 6:58 pm
betul banget bang research tntg GANJA nya,.kita harus coba membuka pikiran kita,.coba untuk menerimanya,.lanjut bang Pandji
January 24th, 2013 at 6:43 pm
mantaaaappp,,,
rokok vs ganja ,,,, hahahah gak ada yg bagus….
mungkin bisa bila mental manusia di negeri ini telah siap,,,
klo masalah industri , n maanfaat gak usah pake ngotot semuanya juga dah tauuu
yg jadi masalah dengan kebijakan lagalisasi daun ganja sampai tidak kepemikiran semula yaitu
industri n beribu macam manfaat yg lo sebut tadii….
bukan masalah qiting emang, wajar lu bukan pamakai jadii lu gak tauuu …..
coba lo research juga deh klo perlu lo vote… yg mendukung legalisasi ganja ini mayoritas di usia berapa dan suka nyimeng gak ??
disini gw bukan pro n kontra cuma heran manusia cerdas kyak lo koq frontal yaa punya ilmu..
yg seharusnya membangun malah jdi semu..
gw dah baca buku hikayat ganja,, bagus banged
seperti kata lo , susah tapi bisaa… semangka , semagat kakak.. hahahahahah
February 24th, 2013 at 6:22 pm
permasalahan ganja dan rokok itu sangat bagus utk acuan kenapa ganja dilarang di indonesia.hitung deh..berapa pemasukan yg di dapat dari cukai rokok pertahun utk negara.
dan negara tdk mendapat apapa dr ganja.negara akan mendapat kan apapa dari ganja jika ganja tidak lagi berbungkus koran bekas,kertas nasi bungkus dan bungkus2lain yg tak ada pita cukainya.
semua kembali kepada keuntungan utk negara.
jika mempermasalahkan halal atau haram.knp di permasalahkan,dosa di tanggung pemakai.
sy setuju utk pernyataan pemicu org pakai narkoba karena dia merokok.
ganja di hisap asapnya.sabu sabu juga.putau jg.malah lbh extreme.pakai suntikan.
ganja tidak mnyebabkan kecanduan.lain halnya dengan rokok.
sy tdk menghisap ganja dalam waktu lbh dr 1x 24 jam tdk uring2 an.tp jika rokok tinggal sebatang lsg beli lagi.
Tidak pernah sy (mgkn anda jg)mendengar kejahatan di sebabkan krn pelaku mngunakan ganja.alkohol,sakau putau &sabu2 pasti.karena lbh besar hasrat ketergantungannya.
pakai ganja mau begerak aja malas,apalagi nyakitin orang.
jika ada manfaat lain dr ganj,mngapa tdk di ambil manfaat itu.
Saya pemakai,bukan pecandu ganja.
tp sy pecandu rokok.
yg pasti masalah legalitas ganja trbentur pada untung ruginya pengusaha rokok dan income bg negara.
utk sy.jika ganja di legalkan.sy akan berhenti merokok.
March 15th, 2013 at 4:18 pm
Legalisasi ganja akan membawa dampak negatif thd masyarakat cuy..emg lu bisa jamin rakyat ga bakal konsumsi ganja kalo itu dibiarkan beredar luas.
Masih banyak bahan industri lain yg bisa dimanfaatkan selain ganja.
Selama ini ganja di-banned dan industri kita gapernah kelimpungan, dan gada study/pernyataan dari pihak korprasi yg menyatakan bahwa mereka butuh ganja buat industri mereka.
Pikirin baik2 lu kalo ngomong..
http://medicalxpress.com/news/2013-01-pot-use-low-iq-link.html
April 13th, 2013 at 7:56 am
Saya sepertinya kurang setuju dengan Anda kali ini Bung!!!hehehe….
May 16th, 2013 at 8:12 am
Setuju bgt, saya pernah baca bukunya dan benar, semua bukti diatas memang logis, Indonesia msih dijajah otaknya, 20 april adalah hari ganja sedunia, dmna ada sebuah acara dan workshop tentang ganja, bahkan ada pameran bermacam produk barang yang dibuat dari ganja, semua hal pasti ada baik dan buruknya, tpi kita lihat lgi lebih banyak mana baik ama buruknya, thanks salam 4:20 pejuang senyum