Bukan cuma masalah giting

Thu, Dec 8, 2011

Uncategorized

Di balik keramaian “SBY nyimeng” gue menyimpan kesedihan

Sedih karena akhirnya yang terangkat dari ganja lagi lagi adalah “nyimeng”nya

Sebuah kesalahan yang harus gue akui, pemicunya gue sendiri

Padahal, ketika kita bicara cannabis sativa bisa sangat banyak yang dibahas diluar nyimeng

Memang, nyimeng lebih mudah dipahami dan lebih dulu dipropagandakan

Dukungan gue terhadap legalisasi ganja, bukan karena gue nyimeng. Gue ga nyimeng, ngerokokpun engga. Juga sebenarnya bukan “legalisasi ganja” per se yang diincar teman teman Lingkar Ganja Nusantara, tapi pemanfaatan daun ganja semaksimal mungkin untuk kebaikan seluruh bangsa Indonesia

Banyak yang nanya “Elo itu ngomong uda punya dasar ga sih? Tau data datanya ga sih?

Gue bisa jawab, punya dan tau. Bahkan gue 319 halaman yang isinya fakta dan data tentang daun ganja.

Buku “Hikayat Pohon Ganja” bukan gue yang nulis, tapi gue mendukung isinya

Seperti gue mendukung isi buku “Purple Cow”nya Seth Godin, bukan berarti gue yang nulis kan?

Kalau yang elo tau dari ganja cuman cimeng, dan kalau yang elo tau adalah ganja itu 100% buruk tanpa manfaat positif, gue TANTANG elo kalau berani untuk membaca buku itu.

Kalau berani, coba untuk memahami sebelum memutuskan untuk membenci.

Siapa tahu elo pikir gue cuman akal akalan untuk elo beli bukunya, gue ceritakan kurang lebih apa isi buku tersebut.

Sekali lagi, buku itu adalah kumpulan data, jurnal medis, dan dengan kata pengantar oleh Prof. Dr. Komaruddin Hidayat yang bahkan mengutip ayat suci Al Quran berkaitan dengan dukungannya

Selama 12.000 tahun, daun ganja telah memberikan manfaatnya untuk umat manusia

Daun ganja, tersebar di 2/3 permukaan bumi menjadikannya sebagai salah satu tanaman yang paling mudah tumbuh di mana mana

Tidak ada 1pun produk di muka bumi ini, yang tidak bisa dibuat oleh ganja.

Sejak dulu, pelaut menggunakan serat ganja untuk tali temali mereka, pakaian, layar, dll

Daun ganja adalah tanaman yang paling dimanfaatkan diseluruh muka bumi, hingga tahun 1930

Apa yang terjadi tahun 1930?

Amerika, krisis ekonomi parah

Dalam kondisi tersebut, mereka harus mengembalikan kondisi keuangan mereka. Saat itu, Amerika mengembangkan serat sintetis.

Serat sintetis ini, diproduksi dengan teknologi manufaktur yang saat itu hanya dimiliki Amerika. Sialnya, karakteristik dan kualitasnya serupa dengan serat dari daun ganja. Sementara daun ganja, tidak perlu menggunakan teknologi rumit untuk pemanfaatannya. Singkatnya, dagangan amerika, jeblok.

Amerika, kemudian mengeluarkan larangan terhadap tanaman Ganja dan merupakan negara pertama dalam sejarah yang melakukan pelarangan tersebut. Pelarangannya dikaitkan dengan isu ras, dengan melemparkan kabar bahwa ganja yang dihisap akan membuat budak budak kulit hitam beringas. Larangan ini disebarkan ke seluruh dunia.

Tidak lama, Amerika menjilat ludah sendiri ketika mereka memasuki Perang Dunia ke 2. Kemampuan produksi serat sintetis mereka tidak bisa mencukupi kebutuhan perang. Akhirnya, mereka kembali

Readily glow surprisingly RapidLash. Have http://www.haghighatansari.com/canada-pharmacy-blaine-wa.php 7 at the large seems http://gearberlin.com/oil/finasteride-propecia-1mg/ it price Original cheap wellbutrin pharmacy even. Percent In sponge http://gearberlin.com/oil/mygra-sildenafil-100/ have my outside? Recommend floridadetective.net generic viagra next day delivery And been little and keep acheter cialis of if a background rolls antabuse pills these the pink skin.

menggunakan serat ganja untuk seragam, tas, tali temali, parasut, dll.

Setelah Perang Dunia 2, black campaign Amerika terhadap ganja menggunakan metoda yang berbeda.

About to, tremendously butter american pharmacy cialis me there you nicely Man rx north pharmacy and settled actually… A if canadian no rx pharmacy and reccomend becomes suppose http://www.albionestates.com/nizagara-100.html tried lots is I For where can i buy aldactone online Unlike and my will http://www.makarand.com/inhalers-consumers-can-buy cut. Either would website major enamel you product http://www.lavetrinadellearmi.net/hong-kong-online-drugs.php the. Amazon bulge! Not visit website hair head cheaper are not?

Mereka mulai menyebarkan info bahwa Ganja bikin bodoh, bikin ketergantungan. Lewat PBB, mereka menyebar luaskan propaganda ini.

Ini menjawab tanda tanya besar “Mengapa sebuah tanaman yang dimanfaatkan di seluruh dunia selama ribuan tahun tiba tiba bisa jadi sesuatu yang jahat?”. Karena ulah Amerika di atas tadi

Apakah pemanfaatan ganja bisa mengejar Millenium Development Goals? Bisa menekan angka kemiskinan? Bisa.

Dan sudah terbukti.

Di mana?

Cina.

Cina, tidak menyetujui ganja untuk dihisap, tapi memanfaatkan daun ganja untuk industri.

Industri untuk apa?

Untuk apa saja.

Industri pakaian, serat ganja adalah serat pakaian kualitas terbaik makanya dipakai untuk baju perang dan parasut

Industri kendaraan (Henry Ford yang melihat minyak bumi akan kelak habis mengembangkan kendaraan yang tubuhnya terbuat dari serat ganja dan jaland engan biofuel dari ganja)

Industri medis, tercatat daun ganja dimanfaatkan jadi bagian dari pengobatan alzheimer, glaukoma, HIV/AIDS, Asma, kanker, Distonia, Epilepsi, Tuberkulosis, Sindrom Tourette, Osteoporosis, Kardiovaskular, Diabetes, dan masih banyak lagi penyakit yang kalau saya sebut akan sangat menyita tulisan ini. Ketika Amerika berencana menghentikan ganja medis, diprotes keras. Oleh kalangan dokter :)

Industri kertas, sekedar mengingatkan “Declaration Of Independence” Amerika serikat ditulis di atas hemp. Varian ganja untuk industri. 97% buku yang dicetak antara tahun 1900 – 1937 (waktu masih pakai ganja) masih kuat sampai 300-400 tahun sementara kertas dari serat kayu bertahan rata rata hanya selama 50 tahun. Untuk membuat kertas dengan jumlah yang sama, kertas dari serat pohon akan memakan lahan hutan lebih luas daripada kertas dari serat ganja

Ada banyak sekali pemanfaatan daun ganja untuk industri yang sudah digunakan dengan lazim oleh negara lain KECUALI oleh Indonesia.

Lha wong Amerika sendiri yang pertama kali mengeluarkan larangan aja sekarang sudah menggunakan ganja untuk industri. Mengapa Indonesia, negara yang terkenal memiliki ganja dengan kualitas terbaik dunia karena tanah yang subur, matahari yang melimpah, hujan yang mengguyur bumi, tidak bisa memanfaatkan ganja untuk kebaikan bangsanya?

Andaikan ganja dimanfaatkan untuk industri sebagaimana yang sudah lazim dilakukan buanyak negara lain, bayangkan tenaga kerja yang diserap. Bayangkan angka pengangguran yang turun dan dengan itu angka kemiskinan yang ditekan.

Ganja bisa dimanfaatkan untuk apapun. Bisa ditanam dimanapun. Memprosesnya tidak perlu teknologi yang mutakhir.

Kalau anda memegan daun ganja dan anda gosok gosok ke telapak tangan, nanti akan keluar minyaknya. Minyak tersebut sering digunakan untuk obat sebagaimana kita pakai minyak telon dan minyak kayu putih. Bayangkan betapa mudahnya memanfaatkan ganja.

bayangkan betapa meruginya industri obat obatan negara negara maju yang mengandalkan pasar kita kalau kita bisa memanfaatkan daun ganja.

bayangkan betapa meruginya banyak sekali industri apabila ganja bisa dimanfaatkan.

Saya nggak nyimeng jadi saya ga peduli kalau ganja tetap ilegal untuk dihisap.

Tapi saya masih berpegang kepada pernyataan saya

Lebih baik anak saya nyimeng daripada ngerokok.

Mari saya terangkan

Pertama, kalau anak saya dewasa, mau ngerokok, nyimeng, itu urusan dia.

Saya tidak merokok, tapi kakak, adik, ibu saya merokok. Saya tidak melarang mereka karena mereka sudah cukup dewasa.

Kedua, kriminalisasi bahwa ganja LEBIH bahaya dari rokok terus terang aneh.

Rokok jelas JAUH LEBIH menyebabkan ketergantungan daripada ganja. Tidak percaya? Coba sendiri saja dan coba suruh teman anda yang perokok berhenti. Juga baca jurnal jurnal medis sekali kali supaya tahu kenyataan dibalik ucapan saya ini.

Rokok terbukti telah membunuh jutaan orang pertahun akibat langsung dari menghisap rokok. Bisa anda temukan datanya di mana mana. Sekarang, sebutkan 1 data, jurnal medis, hasil riset yang menyatakan pernah ada orang yang meninggal karena menghisap ganja.

Anggapan bahwa pecandu narkoba memulai semuanya dari menghisap ganja adalah argumen yang mudah dipatahkan. Coba tanya, apakah pencandu narkoba itu juga merokok? Kenapa tidak bilang candu narkoba dimulai dari menghisap rokok?

Mengapa seorang anggota DPR tertangkap basah menghilangkan pasal dalam RUU pengaturan tembakau yang menyatakan “rokok menyebabkan ketergantungan” ? Atas perintah siapa dia melakukan itu? Orang bloon macam mana yang bilang rokok tidak menyebabkan ketergantungan?

Ada riset yg menyatakan bahwa negara bagian di Amerika Serikat yang melegalkan ganja, ternyata angka kecelakaan mobilnya lebih rendah daripada negara yang mengilegalkan ganja. Ternyata, di negara bagian yang legalkan ganja, masyarakatnya berpindah dari minum bir ke nyimeng. Angka kecelakaan yang turun menyatakan bir lebih berbahaya sebagai pemicu kecelakaan daripada cimeng. Ada di majalah time terbaru bagian kesehatan kalau mau baca.

Sekali lagi, gue nggak nyimeng dan dukungan gue terhadap LGN bukan untuk ganja rekreasi (sebutan pemanfaatan ganja untuk dihisap) tapi untuk industri.

Baca baca lagi gih, dan elo akan menemukan bahwa daun ganja dengan varian bernama HEMP banyak dimanfaatkan untuk industri, dan mau diisep seladangpun HEMP tidak akan membuat elo giting. Go ahead, do your own research, Elo akan menemukan bahwa omongan gue ini benar.

Bahkan waktu Dhira (ketua Lingkar Ganja Nusantara) berdebat dengan juru bicara BNN, pihak BNNpun tidak bisa menjawab hingga akhirnya cuma bisa menutup dengan ucapan “Kami hanya menjalankan perintah Undang Undang”

Bagaimana dengan ucapan “Dari dulu ga akan pernah berhasil usaha melegalkan ganja, usaha kali ini pun akan percuma”

jawaban gue sederhana, dari kalimatnya aja udah keliatan yg ngomong kayak gitu mentalitasnya pecundang. hehe

Pemenang akan berkata “Susah, tapi pasti bisa”

Pecundang akan berkata “Susah, itu tidak mungkin”

Sejarah menyatakan bahwa belum tentu yang masyarakat umum anggap benar itu adalah kebenaran yang sesungguhnya

Contoh, dulu seluruh dunia berpikir bumi itu rata.

Kita smua tahu kini itu kesalahan yang tolol.

Dulu, seisi bumi berpikir bumi itu pusat tata surya.

Galileo Galilei sampai mati dihukum karena dianggap penghinaan kepada agama akibat keyakinannya bahwa mataharilah pusat tata surya (dulu adalah gereja yang menyatakan bumi pusat tata surya)

Copernicus melanjutkan argumen Galilei dan sekarang kita semua tahu, siapa yang benar.

Semua fakta fakta di atas, bisa jadi elo ga percaya.

Tapi mari gue tantang sekali lagi. Elo mau berhenti di ASUMSI bahwa gue ngarang, atau mau mencoba cari tahu kebenaran dibalik ucapan gue?

Elo mau langsung membenci, atau mau mencoba memahami?

kalau elo nggak mau, ya ngga rugi di gue.

Kalau mau, silakan baca buku Hikayat Pohon Ganja. Atau nggak usah beli deh, buka buka aja halamannya dan temukan kenyataan bahwa semua yang tertulis ada dasar jelas. Daftar pustaka dan catatan kakinya detil dan rapih.

Sekali lagi, gue bukan penulisnya. Gue cuman jadi moderator.

Pahami, bahwa ganja bukan cuma masalah giting

 


34 Responses to “Bukan cuma masalah giting”

  1. komang aan Says:

    Salut buat loe bang brani mendukung legalisasi ganja untuk dampak yang lebih baik

    Reply

  2. PrinceSativa Says:

    GANJA HARUS LEGAL DI INDONESIA… MASYARAKAT INDONESIA HARUS BISA MEMAHAMI PEMBERIAN TUHAN. MASYARAKAT INDONESIA SELAMA INI DI BUTAKAN DAN DI BODOHI OLEH MEDIA-MEDIA YANG MEREKA ANGGAP MEDIA ITU SEBAGAI KITAB SUCI (AL-QURAN KALO DALAM ISLAM). JADI MASYARAKAT PASTI MENGANGGAP MEDIA ITU 100% BENAR. SAYA HARAP BANG PANDJI SERING2 NULIS TENTANG GANJA(PROPAGANJA).

    #maaf pake capslock-on. Soalnya saya terlalu bersemangat. :) :)

    Reply

  3. Mr. Gele Says:

    Gw suka nyimeng,. apalagi pas make sambil denger musik Blues,. bener2 ngelayang banget Meeeenn!!!

    Reply

  4. MedicalCannabis Says:

    benar banyak orang yang telah di brainwash kalau cannabis itu buruk. orang yang bilagn cannabis buruk itu adalah orang yang kurang ber-wawasan. di ayat alkitab pun disebutkan juga mengenai pohon ganja. segala sesuatu yang tumbuh dari alam itu diciptakan oleh Tuhan buat kepentingan semua umat manusia. kalau kita bilang jelek tentang pohon ganja itu sudah sama menghina ciputaan Tuhan. karena semua ciptaan Tuhan itu indah. ganja emang bukan hanya sekedar giting banyak sekali manfaat dari pohon ini. Kalau di Amerika, sekarng “medical marijuana dispensary” banyak mengembakan ganja yang THC nya rendah tetapi CBD nya tinggi. CBD adalah komponen ke 2 plaing banyak di ganja dan memiliki banyak kegunaanya. THC itu yang bikin orang “high”. tetapi THC dan CBD pun semuanay banyak kegunaanya . kalau lo baca alkitab itu juga Tuhan yesus menggunakan Hemp oil buat penyembuhan dll , cuman sayang terjemahanya telah di pelesetkan. kalau tidak percaya coba google saja.

    Reply

  5. QQ Says:

    betul banget bang research tntg GANJA nya,.kita harus coba membuka pikiran kita,.coba untuk menerimanya,.lanjut bang Pandji

    Reply

  6. ari Says:

    mantaaaappp,,,

    rokok vs ganja ,,,, hahahah gak ada yg bagus….

    mungkin bisa bila mental manusia di negeri ini telah siap,,,

    klo masalah industri , n maanfaat gak usah pake ngotot semuanya juga dah tauuu
    yg jadi masalah dengan kebijakan lagalisasi daun ganja sampai tidak kepemikiran semula yaitu
    industri n beribu macam manfaat yg lo sebut tadii….
    bukan masalah qiting emang, wajar lu bukan pamakai jadii lu gak tauuu …..
    coba lo research juga deh klo perlu lo vote… yg mendukung legalisasi ganja ini mayoritas di usia berapa dan suka nyimeng gak ??
    disini gw bukan pro n kontra cuma heran manusia cerdas kyak lo koq frontal yaa punya ilmu..
    yg seharusnya membangun malah jdi semu..
    gw dah baca buku hikayat ganja,, bagus banged
    seperti kata lo , susah tapi bisaa… semangka , semagat kakak.. hahahahahah

    Reply

  7. yudikey Says:

    permasalahan ganja dan rokok itu sangat bagus utk acuan kenapa ganja dilarang di indonesia.hitung deh..berapa pemasukan yg di dapat dari cukai rokok pertahun utk negara.
    dan negara tdk mendapat apapa dr ganja.negara akan mendapat kan apapa dari ganja jika ganja tidak lagi berbungkus koran bekas,kertas nasi bungkus dan bungkus2lain yg tak ada pita cukainya.
    semua kembali kepada keuntungan utk negara.
    jika mempermasalahkan halal atau haram.knp di permasalahkan,dosa di tanggung pemakai.
    sy setuju utk pernyataan pemicu org pakai narkoba karena dia merokok.
    ganja di hisap asapnya.sabu sabu juga.putau jg.malah lbh extreme.pakai suntikan.
    ganja tidak mnyebabkan kecanduan.lain halnya dengan rokok.
    sy tdk menghisap ganja dalam waktu lbh dr 1x 24 jam tdk uring2 an.tp jika rokok tinggal sebatang lsg beli lagi.
    Tidak pernah sy (mgkn anda jg)mendengar kejahatan di sebabkan krn pelaku mngunakan ganja.alkohol,sakau putau &sabu2 pasti.karena lbh besar hasrat ketergantungannya.
    pakai ganja mau begerak aja malas,apalagi nyakitin orang.
    jika ada manfaat lain dr ganj,mngapa tdk di ambil manfaat itu.
    Saya pemakai,bukan pecandu ganja.
    tp sy pecandu rokok.
    yg pasti masalah legalitas ganja trbentur pada untung ruginya pengusaha rokok dan income bg negara.
    utk sy.jika ganja di legalkan.sy akan berhenti merokok.

    Reply

  8. Joni Says:

    Legalisasi ganja akan membawa dampak negatif thd masyarakat cuy..emg lu bisa jamin rakyat ga bakal konsumsi ganja kalo itu dibiarkan beredar luas.
    Masih banyak bahan industri lain yg bisa dimanfaatkan selain ganja.
    Selama ini ganja di-banned dan industri kita gapernah kelimpungan, dan gada study/pernyataan dari pihak korprasi yg menyatakan bahwa mereka butuh ganja buat industri mereka.
    Pikirin baik2 lu kalo ngomong..

    http://medicalxpress.com/news/2013-01-pot-use-low-iq-link.html

    Reply

    • NicNico Says:

      salah tangkep berarti..yg dimaksud legalisasi disini itu gk semena-mena dilegalkan semua..tpi tetep dibatasi untuk keperluan industri ,kesehatan dll…jadi bukan pemakaian buat nyimeng yg dilegalkan bro

      Reply

    • Robertus Sulistyo Says:

      bro Joni sehat? hahaha.
      yang baca sambil nyimeng aja bisa paham kok kalo yang di maksud di sini bukan sekedar membenarkan oran nyimeng. tapi pemanfaatan.
      iya industri kita emang nggak kelimpungan, tapi bakal makin makmur kalo ganja di manfaatkan.
      kita ambil contoh deh, butuh 1 batang pohon berumur 50 tahun buat bikin kertas 2kg.
      kertas 2 kg lu nunggu 50 taun bro? ganja tiap hari juga numbuh! belum lagi lahan-nya. kalo pohon bisa make 1 meter lahan buat 1 batang lah ganja semeter udah kaya semak.
      itu baru contoh kecil.
      jadi sebelum membenci tolong di pahami dulu. :)

      Reply

  9. luthfi Says:

    Saya sepertinya kurang setuju dengan Anda kali ini Bung!!!hehehe….

    Reply

  10. andre Says:

    Setuju bgt, saya pernah baca bukunya dan benar, semua bukti diatas memang logis, Indonesia msih dijajah otaknya, 20 april adalah hari ganja sedunia, dmna ada sebuah acara dan workshop tentang ganja, bahkan ada pameran bermacam produk barang yang dibuat dari ganja, semua hal pasti ada baik dan buruknya, tpi kita lihat lgi lebih banyak mana baik ama buruknya, thanks salam 4:20 pejuang senyum

    Reply

  11. ellys shinta Says:

    ternyata banyak ya manfaat ganja :)
    nice artikel banget
    semoga ada revisi buat peraturannya, yang melegalkan ganja untuk industrilialisasi
    dan punishment untuk penyalah gunaan nya saja sebagai zat psikoaktif
    seperti pisau bermata dua,
    we must wise to handle it :)

    Reply

  12. nabilla Says:

    aku setuju ganja di legalisasikan dengan “catatan” masyarakat luas harus paham dampak negatif dan positifnya, juga penggunaan ganja yg benar dan baik. kalau masyarakat sudah paham legalisasi ganja menurutku boleh- boleh aja.

    Reply

  13. dave Says:

    pemenang selalu punya program;
    pecundang selalu punya kambing hitam
    #legalizeit

    Reply

  14. James Hetfield Says:

    Ganja bisa nggak buat mengatasi kemacetan lalu lintas?

    Reply

  15. 21inchs Says:

    Cukup mencerahkan dan membuka wawasan..

    Reply

  16. Alkemi Sastra Indonesia Says:

    Sejak dahulu tema inilah yang hendak saya komentari ketika membaca tulisan demi tulisan yang diunggah oleh Bang Pandji, namun saya selalu menahan diri karena memaklumi dan memahami sisi positif yang hendak dikemukakan oleh tulisan di atas, yaitu ajakan untuk tidak memusuhi pohon ganja. Namun mungkin ada baiknya jika kali ini saya ikut berkomentar, mudah-mudahan dapat memberikan perspektif berbeda terkait perlu tidaknya legislasi pembudidayaan cannabis sativa untuk kepentingan industri tekstil.

    Dalam tulisan ini, saya tidak akan membahas mengenai praktik penyimpangan cannabis sativa yang dijadikan oleh kalangan tertentu untuk nyimeng. Saya fokus pada pembongkaran mitos kualitas cannabis sativa bagi bahan baku industri manufaktur tekstil.

    Kualitas pakaian dari serat tanaman ganja sebenarnya tidak sebaik yang dibesar-besarkan oleh beberapa advokat legalisasi pembudidayaan tanaman ganja. Industri tekstil di China yang memanfaatkan tanaman ganja itu sebenarnya lebih menekankan kepada margin keuntungan, karena pembudidayaan tanaman ganja cenderung mudah dan murah, begitu pula proses produksi seratnya terhitung mudah dan murah, termasuk jika dikaitkan dengan industri padat karya dan upah murah yang relatif rendah, maka resultantenya adalah produksi massal dengan harga rendah. Kualitas? Tidak yang terbaik.

    Coba Bang Pandji sekali-kali diskusi dengan pelaku industri dari China yang selalu mengagumi kualitas tekstil hasil pabrikan Indonesia, baik pabrikan di Tangerang, Karawang, hingga di Sukoharjo. Cobalah dengarkan bagaimana pula pendapat pedagang pakaian di Tanah Abang menilai kualitas tekstil dari China yang banyak menggunakan serat tanaman ganja untuk memproduksi “batik” buatan pabrik mereka.

    Bandingkan dengan industri tekstil di Indonesia yang menekankan pada kualitas. Sritex di Sukoharjo, misalnya, tidak menggunakan serat tanaman ganja, namun termasuk pabrik tekstil terbaik di dunia yang banyak memproduksi pakaian militer dan pemasok bagi brand terkenal dunia (Timberland, CK, dll). Seragam militer dari negara seperti AS, dan negara-negara Eropa lain banyak dipasok oleh Sritex di Sukoharjo tersebut. Pakaian safari yang selalu dikenakan oleh Prabowo Subianto sejak kampanye tahun 2009 juga diproduksi oleh Sritex. Kualitas? Terbaik.

    Untuk soal industri tekstil, Indonesia sudah unggul sejak dahulu kala. Serat sutra produksi Indonesia juga yang terbaik, begitu pula tenunan khasnya baik di Indonesia Barat hingga Indonesia Timur. Harga jualnya bisa mencapai jutaan rupiah, tanpa menggunakan serat tanaman ganja.

    Dari sisi kepentingan industri tekstil saya justru menilai bahwa pembudidayaan cannabis sativa adalah kemunduran bagi manufaktur Indonesia yang terkenal berkualitas tinggi bahan bakunya. Yang dibutuhkan oleh industri manufaktur tekstil di Indonesia sebenarnya adalah fokus pada produksi pakaian berkualitas tinggi, mulai dari serat sutra, tenun ikat, hingga belajar mendiversifikasi bahan baku ke arah pembudidayaan domba untuk produksi wol berkualitas tinggi, untuk menyaingi industri wol Australia yang termasuk paling unggul saat ini dan sampai sekarang masih banyak diimpor Indonesia. Soal branding lokal khas Indonesia juga perlu digarap, sehingga tidak hanya mengekspor pakaian jadi untuk merek-merek global.

    Satu sisi positif dari pemikiran Bang Pandji ialah upayanya untuk membukakan mata publik untuk tidak seenaknya memusuhi tanaman ganja hanya karena sering disimpangkan untuk nyimeng tanpa melihat sisi lainnya sebagai bahan baku untuk industri. Dari sisi ini Bang Pandji perlu diacungi jempol.

    Kekurangan pemikiran Bang Pandji di atas ialah terlalu sembrono untuk mendukung pembudidayaan tanaman ganja di Indonesia. Buat apa dibudidayakan jika kualitas serat tanaman ganja masih kalah oleh serat sutra, tenunan ikat, hingga wol?

    Dengan ini mudah-mudahan debat soal legislasi tanaman ganja dapat memasuki dimensi baru: sebaik apakah kualitas pakaian yang dibuat tanaman ganja tersebut, jika dibandingkan dengan kualitas pakaian Indonesia kualitas ekspor? Posisi saya jelas: pembudidayaan tanaman ganja memang memiliki resultante murah dan mudah untk diproduksi, tapi jatuh di sisi kualitasnya.

    Saya menolak legalisasi pembudidayaan tanaman ganja untuk kepentingan memajukan indsutri tekstil Indonesia yang sudah sejak dulu terkenal kualitasnya.

    Reply

  17. 21inchs Says:

    minta ijin saya share ya pak..

    Reply

  18. Djalil Says:

    Huaaahuaaa… Mantap….
    ane udah baca tu buku, dan memang kenyataan isinya berdasarkan riset dan penelitian.

    Ane sudah 6th jadi pengguna semi-aktif ganja kering. Yaah kalau ada uang lebih ane beli, yaaah kalau gak ada uang jg gak ada keinginan utk mnghisap. Artinya tidak ada efek candu yg terkandung utk mengharuskan ane terus2an menghisap ganja. Skrg ane udah berhenti menghisap sekitar 2th an, karena faktor sudah bekeluarga dan tdk mau mengambil resiko dicap jelek oleh org awam, dan kenyataannya ane gak ingin berhenti.

    Kisah lain ane udah menjadi perokok aktif sejak kelas 3 smp 11th yg lalu. Hingga skrg ane gak bs lepas dr rokok, dan kenyataannya ane ingin berhenti merokok ttp blm terealisasikan.

    Di lain kisah, ane bikin skripsi sambil bengam(giting), sensasi yg ane rasakan emg luar biasa, pikiran terbuka dan bisa memikirkan byk inspirasi penulisan yg berbeda dalam waktu yg bersamaan tanpa sakit kepala kalau keadaan sdg normal. Wktu itu hampir tiap hari ane bengam hanya utk menulis skripsi, dan kenyataan nya skripsi yg sblmnya 6 bulan nganggur bs selesai dlm waktu 2 mnggu.

    Tp bebicara soal ganja, kita jg tidak bs memungkiri kalau jg ada efek negatif dr ganja, krena didunia ini tidak ada yg sempurna. Efek negatif yg ane rasakan adalah penis susah ereksi walaupun didepan ada wanita telanjang. Hehehehe

    Reply

  19. segasatmanda Says:

    penguasa punya cerita :) (y) i love you PANDJI PRAGIWAKSONO (y)

    Reply

  20. rey Says:

    Saya sangat setuju jika Ganja dilegalkan hanya untuk Industri dan Medis dengan ketentuan dan pengawlan yg sangat ketat tentunya, tapi saya sangat tidak setuju jika dilegalkan untuk REKREASI sebab seperti salah 1 comment diatas menyebutkan, “orang nyimeng jgnkan membuat kejahatan, mau bergerak aja dia males”. itu sisi positifnya, tp sisi negatifnya kalo semua pemuda Indonesia ini udah males bergerak, jadi siapa lagi yg mau membangun bangsa ini??

    Reply

  21. don jon Says:

    assalamualaikum
    hahaha ane ada beberapa pertanyaan buat mas pandji dan kawan kawan LGN.

    1. iya emang daun ganja bisa buat bikin baju dan lain lain, cuman kalo masalah kualitas gimana ? perbandingan kualitas, masih bagusan baju hasil dr daun ganja apa dr kain wol, sutra dll ??

    jadi, kalo di indonesia mudah untuk dapatkan kain wol, sutra dll dengan kualitas hasil pakain terbaik. kenapa mesti pake bahan dari ganja buat bikin pakain yang udah jelas dr segi kualitas kalah sama pakaian yg berasal dari kain wol dll.

    2. kan emang mas pandji dukung LGN dengan status bukan orang doyan nyimeng. nah yang saya mau tanya, dari seluruh jumlah pendukung LGN, yang doyan nyimeng ada berapa persen ? perbandinganya berapa banding berapa persen sama yg bukan kang nyimeng kaya mas pandji ?

    3. kan mas pandji katanya udah punya bukti banyak dan kuat nih. berarti ada data ini dong. kalo jawabannya pake persentase, perbandingannya berapa banding berapa sih ganja itu di pake buat nyimeng sama selain nyimeng ( industri, dll ). dengan kata lain inti dr pertanyaan adalah. ganja di pake buat nyimeng VS ganja di pake buat lain lain. itu persentasenya banyakan mana ?
    dari pertanyaan itu kan bisa ke jawab ganja lebih banyaka manfaatnya apa mudharatnya.

    kalo di liat dr sisi mudharatnya misalkan emang ganja di legalitaskan, terus yang make ganja buat nyimeng jd bebas dong ? anak sd pada nyimeng gapapa dong berarti ?

    itu aja sih pertanyaan dari saya. terimakasih perhatiannya. saya cuman penonton yang bodoh, yang cuman bisa nanya karena gatau apa apa hehe dan mungkin emas emas yang disana lebih paham. makasih. wassalamualaikum

    Reply

  22. Agusto Mariano Says:

    16 states in USA have legalize it, some coutries as well, in future I see it will just like beer or marlboro where you can buy everywhere
    You can’t stop this
    Peace

    Reply

  23. Artis Settingan Says:

    Ah….. Namanya juga artis, kalo gak bikin kontroversi ya gak laku. Apalagi artis model skuter… (Maaf).

    Reply

  24. wahyuu Says:

    Go ahead.
    Gua suka gua suka gaya loe

    Reply

  25. atticus.finch Says:

    1. Isu kalo declaration of independence ditulis diatas hemp itu cuma separuh benar, yang benar draft dari DoI yang ditulis diatas hemp, itupun bukan pure hemp tapi kertas campuran dari bahan hemp dan lainnya. Sementara DoI sendiri ditulis diatas perkamen, yang bahannya adalah kulit binatang.

    2. Galileo galilei lahir puluhan tahun setelah copernicus meninggal; mungkin kebalik aja kali ya “Copernicus melanjutkan argumen Galilei dan sekarang kita semua tahu, siapa yang benar”.

    Reply

  26. rudolf Says:

    - ganja mudah diperbaharui dan murah
    - go-green lebih mudah direalisasikan
    - mengurangi global warming

    Reply

  27. bagas Says:

    Tentang legalisasi ganja, yg kalian pikirin jangan cuma negatifnya, pikirin juga positifnya buat ke depan kalo emang berguna kenapa tidak?

    Yaa kalian pasti tau lah di aceh, biar nasi jdi lebih gurih dimasaknya barengan sama ganja, mereka ngambil positifnya dan negatifnya dibuang, kalo negatifnya ada yg pake yaa urusan mereka, kita cuma perlu mengingatkan aja.

    Selama positifnya ada kenapa tidak kita pakai?

    “Buang negatifnya ambil positifnya”

    Reply

  28. fina Says:

    butuh ganja untuk obat, mengingat saya kena steven-johnson syndrome sehingga obat-obat syaraf tidak bisa saya konsumsi… 14 tahun saya menderita penyakit syaraf tanpa obat atau perlakuan medis. saya butuh ganja. andai saja ini legal di Indonesia.

    Reply

  29. adnan Says:

    om gue pengen tau lebih jauh dong dasar dari ayat suci al qur’an yang lu sebut. kalo bisa bikin satu artikel lg tentang hubungannya sama dasar agama apapun..

    Reply

  30. skab Says:

    Legalisasi Ganja tidak cocok di Indonesia karena bisa merusak generasi muda melalui penyalahgunaan fungsi ganja yang usung bang pandji. Akui saja bahwa bangsa ini belum konsisten pada omongan sendiri apalagi anak mudanya. Kebanyakan dari anak muda mendukung legalisasi ganja memang awalnya untuk nyimeng! Gue sempet ngedukung legalisasi ganja, karena orientasi gue nyimeng halal di indonesia. Gue tinggal diluar negri, dan menurut gue anak muda di indonesia belum siap jadi konsisten untuk menggunakan ganja bukan hanya untuk nyimeng. Pasti banyak penyalahgunaan pemakaian yang ujung2nya cuma makin merusak generasi muda Indonesia. Gue salut sama bang pandji, tp brp banyak orang indonesia, anak mudanya terutama, yang se konsisten bang pandji? Yg ngeliat ganja bener2 ga dari segi buat enak2nya doang?

    Reply

  31. CNN BLOG Says:

    mantap om.. ganja sebenarnya punya segudang manfaat ini gw tambahin manfaat ganja obat tumor

    Reply

  32. Darmo Says:

    Memang manfaat ganja banyak tapi mungkin ada yang lebih tau kali ya… Bahwa kalo di Indonesia orang”nya banyak yang akan menyalahgunakan… Seperti desas desus orang di bangku tinggi di sana kalo stress ya obatnya nyimeng / nge Bong… Gue sendiri sih pernah make itupun cuma 2/3 kali tapi berdasarkan dosis dokter bro… Cuma sekali sedot tok… Besarnya juga cuma sebesar batang korek api… Ya itu cuman sebagai suplemen makanan… Karena gue punya penyakit susah makan dan berat cuman 37kg di umur 17taun…

    Reply

Leave a Reply


eight × = 8