Hanya akan bisa menangis Sambil menggelengkan kepala..

Papua Barat mau merdeka?
Saya memaklumi.
Tidak setuju, tapi saya memaklumi.
Di balik semua alasan alasan politis, akar permasalahannya adalah kemakmuran.

Kalau perutnya kenyang, tak akan siapapun berkoar

Kalau hidupnya nyaman, merasa setara, haknya disamakan dan dipenuhi, maka tidak akan ada pekik merdeka

Itulah yg gagal disediakan negara.
Oleh pemerintahnya
Dan oleh rakyatnya

Walaupun ada pihak2 lain yg mempolitisasi, tapi kalau tidak ada keadaan utk dipolitisasi, tidak akan keinginan utk merdeka ada di hati

Kemarin, byk yg protes, tidak mau rakyat disalahkan atas keinginan papua utk merdeka

“Itu semua salah pemerintah”

Tidak, salah kita semua sebagai kaum yg mengaku “orang Indonesia”
Kalau memang kita orang Indonesia, maka kita akan bantu sesama saudara orang Indonesia
Nyatanya, apa yg pernah kita sama sama lakukan utk saudara kita yg membutuhkan?

Bosan saya mendengar ucapan ucapan yang sama

“Memang kita bisa apa? Kita tidak punya kuasa!”

“Saya ini cuma pelajar, mana bisa saya lakukan sesuatu?”

“Realistislah mas pandji, bagi saya fokus saya adalah sekolah”

“Kalau saya karyawan, saya bisa apa?”

Bosan.

Selama bertahun tahun, setiap hari saya mencoba meyakinkan bahkan membuktikan bahwa kita bisa, masih saja ada orang orang yg menganggap dirinya lemah dan tanpa kuasa..

Kadang lelah rasanya berjuang membangkitkan pemuda tapi pemudanya banyak yg masih sama

Manja

Setiap kali saya mengajak mereka utk berjuang utk sesama selalu dibalas dgn ucapan “Memangnya Mas Pandji sudah ngapain utk Indonesia? Jangan cuma ngomong doang”

Ah, tak perlu rasanya menerangkan kepada mereka.
Karena setiap hari juga selalu saya terangkan perjuangan saya

Toh pergelokan sudah terjadi di Papua
Dan terus terang, merdeka bukanlah pilihan terbaik utk mereka

Yg terbaik adalah dgn tetap menjadi bagian dari Indonesia dan Indonesia mengubah perangainya dan membela kebutuhan mereka.

Karena di luar sana, banyak negara yg mengantre menunggu Papua merdeka.

Untuk apa?

Untuk memanfaatkan kekayaan mereka (lagi seperti sekarang)

Untuk bisa masuk setelah selama ini digawangi pemerintah Indonesia

Pesaing2 Freeport ingin berkesempatan utk menawarkan “kerjasama”

Atau bahkan Freeport menunggu kesempatan utk membuat “deal” langsung dgn pemerintah baru Papua merdeka dgn harapan punya kompensasi yg lebih baik

Mungkin ada beberapa orang Papua yg menunggu kesempatan ini juga.
“Daripada uangnya masuk ke Jakarta, mendingan masuk ke kasnya Papua”

Pertanyaannya, bener2 masuk ke kas papua atau ke kas beberapa orang saja?

Saya bukan suudzon, saya justru tidak berstandar ganda.

Kalau anda percaya bahwa pemerintah Indonesia korup, lalu apa yg membuat anda yakin pemerintah papua merdeka tidak akan korup juga?

Seseorang baru terlihat karakternya ketika diberi kekuasaan.
Papua Barat belum pernah punya kuasa penuh dan utuh. Ketika punya, baru terlihat karakter sesungguhnya

Lalu apa bedanya apabila tetap bergabung dengan Indonesia? Sama sama dikorup juga, sama sama disedot dan dilupakan juga

Tidak jauh beda memang.

Hanya pindah dari “penguasa” satu ke “penguasa” lainnya

KECUALI, kalau masyarakat Indonesia berjanji untuk bersikap beda
Kalau masyarakat Indonesia mau membantu menjamin kebutuhan masyarakat Papua dan juga yg ada di daerah lain terlengkapi.
Kalau semua di atas terjadi, maka bertahan dgn Indonesia akan berbeda.
Akan lebih baik untuk Papua.

Kenyataannya, kita butuh sesama

Kita akan lebih baik kalau kita sebangsa

Memang beda sekali kultur di Papua dan di Aceh dan di Solo

Tapi kalau kita bisa hidup berbangsa dan berbegara bersama dan bahagia, tidakkah akan lebih luar biasa rasanya?

Saya tidak menyalahkan dan dapat memaklumi apabila Papua Barat ingin merdeka.
Bisa jadi, saya tidak mampu menahan mereka dari niatnya utk meninggalkan Indonesia, walaupun takkan usai saya berusaha.

Hanya saja, tidak terbayang ketika bertemu Bung Hatta di kehidupan selanjutnya lalu beliau bertanya

“Mengapa kau dan generasimu membiarkan itu terjadi?”

Saya hanya akan bisa menangis
Sambil menggelengkan kepala..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*