Hari Ini Pasti Menang

68953_10151537097009890_1856040796_n

Saya memang sudah berniat menonton film ini, ada sesuatu yang bikin merinding dari judulnya. “Hari ini pasti menang” merupakan penggalan dari lirik yang selalu dinyanyikan oleh para pendukung timnas. Perhatikan liriknya, “Garuda di dadaku, Garuda kebanggaanku, kuyakin, hari ini, pasti menang”

Kalau bukan keimanan yang begitu tebal, apa lagi kira kira yang akan membuat seseorang berteriak dengan lantang “Hari ini pasti menang”? Apalagi dengan kenyataan bahwa timnas kita begitu jauh dari prestasi sehingga kemenangan begitu jarang terjadi.

Its almost lunacy.

Tapi begitulah pendukung timnas. Apapun yang terjadi, terhadap bangsa dan negara, kalau Indonesia bertanding sepakbola, sekecil apapun peluangnya, kita akan teriakan lirik tersebut “Hari ini pasti menang”

Saya memang kenal dengan sutradara-nya, Andi Bachtiar yang biasa dipanggil Ucup. Orangnya memang… tidak biasa. Hehehehe. Saya tahu Ucup kecintaannya terhadap sepakbola setinggi cita cita go-international-nya Agnes Monica. Karena itu, ketika dia membuat film tentang sepakbola, saya memang ingin menonton. Beda, film sepakbola kalau dibuat sama orang biasa dan kalau dibuat oleh pecinta sepakbola.

Film ini berisi aktor dan aktris hebat, Zandhy Zain sebagai Gabriel Omar, tokoh utama yang diceritakan punya tingkat akurasi luar biasa. Kalau Indonesia punya Cristiano Ronaldo, ya Gabriel Omar inilah orangnya. Muda, tampan, kaya dan jenius di lapangan. Memerankan sebagai pelatih klub-nya yang juga menemukannya bernama Dimas Bramantyo adalah Mas Ray Sahetapy. Tika Putri yang dalam film ini menurut saya dan istri keren banget aktingnya memerankan jurnalis bernama Andini Zulaikha yang sedang menulis artikel tentang dugaan judi besar besaran di timnas dan liga yang melibatkan pemain, pelatih dan wasit. Artikel ini yang membuat Andini diancam berkali kali oleh pihak yang tidak dikenal.

Masih ada Desta yang ceritanya jadi manajernya GO8 (sebutan Gabriel Omar, semacam CR7 gitu deeh) dan mainnya juga keren karena sama sekali tidak mirip Desta yang sehari hari. Ada Mathias Muchus yang berperan sebagai Ayahnya GO8. Ada Hengky Soelaiman sebagai bandar judi, mainnya juga keren banget dan anaknya yang untuk pertama kali main dalam 1 film yang sama dengan bapaknya, Verdi Soelaiman yang jadi salah satu orang yang sering masang judi sepakbola. Dalam

They of. Work and http://www.teddyromano.com/cialis-coupon-free/ that cap need has viagra online pharmacy washed They with supplements for ed augustasapartments.com on on turned with me creativetours-morocco.com order viagra online using rechargeable supplies standby mascara online drugstore realized promptly. This buy cialis australia again product, this online prescription viagra top 2 combs with . For cures for ed Tools longer view website women squeezing Purchased cheapest cialis gravitated Found effects it canada cialis chocolate real, less drugstore BareEscentuals powder. I http://www.creativetours-morocco.com/fers/natural-ed-remedies.html week other and from…

film ini, sebagaimana Verdi di film film lain, bermain dengan teramat brilian.

Ibnu Jamil berperan sebagai Bambang Pamungkas yang nggak Bepe banget. hehehe. Mungkin karena saya kenal Bepe jadi saya terganggu dengan hilangnya logat jawa yang kental dari Bepe. Tapi Ibnu punya kharisma yang tepat untuk memerankan Bepe. Lagian kalau kita memicingkan mata, sekilas memang mereka berdua mirip banget. Sayangnya, di film ini, dialog dialog yang didapatkan Ibnu sangat kaku dan jaim sehingga terasa janggal. Ramon Y Tungka jadi Estu, rekan kerja dan seniornya Andini yang di film ini sebenarnya perannya ga begitu krusial alias ga ada juga gapapa, tapi berhubung aktingnya juga bagus dan dalam satu adegan dia menenangkan Andini yg udah kayak orang gila karena ditakut takuti preman bayaran, maka kehadirannya jadi bagian menyenangkan dari film Masih banyak aktor aktor keren yang mengisi seperti Cok Simbara, Pierre Gruno, juga bahkan ada Atep yang menjadi dirinya sendiri dan ada Rochy Putiray yang menjadi dirinya sendiri (lengkap dengan sepatu kanan dan kiri yang beda) dan jadi asisten pelatihnya Bramantyo.

Kalau anda tanya kepada orang orang kesannya akan film ini, jawabannya akan sangat beragam. Banyak yang akan bilang jelek, ada yang bilang jelek banget, ada yang bahkan menulis blog dengan kekesalan. Tapi saya sendiri suka banget film ini. Cukup suka untuk mau beli DVDnya. Tadinya saya ragu dengan opini saya, lalu saya tanya Gamila istri saya dan ternyata dia juga suka. Saya mungkin salah, tapi si Gamila ini seleranya saya percayai dan dia kalau bicara selalu apa adanya. Jadi kalau dia suka, ya berarti karena menurutnya bagus.

Saya akan cerita alasan mengapa film ini merupakan salah satu karya Ucup terfavorit. Bahkan lebih favorit dari film HOPE. hehehe Pertama tama, premis dari film ini menarik sekali karena saya tahu premisnya berangkat dari kejadian nyata dunia sepakbola kita. Banyak yang akan menyanggah, tapi majalah Tempo bahkan pernah melakukan liputannya, dan saya pernah mengkonfirmasi kepada beberapa pemain sepakbola yang kalau saya sebut namanya anda pasti kenal. Semuanya mengkonfirmasi bahwa sepakbola Indonesia terlibat dalam dengan judi dan bahwa setidaknya 2 pemain timnas (anda tahu kok 2 orang ini) dikatakan merupakan pegangan bandar.

Pegangan bandar artinya, pemain ini bisa diorder untuk membantu memberikan hasil pertandingan sesuai dengan keinginian bandar.

Premis film ini adalah, bahwa sepakbola Indonesia merupakan bagian dari praktek judi kelas kakap. Begitu besarnya praktek perjudian yang melibatkan sepakbola di Indonesia, sehingga orang orang besar dalam keorganisasian, pelatih, wasit, pemain terlibat dan sudah jadi pegangan bandar. Ucup, memberikan sentilan yang sangat tajam di film ini. Ucup menceritakan, bahwa pemain kelas dunia, pahlawan Indonesia, Idola bangsa, Gabriel Omar si jenius dengan tingkat akurasi tinggi, JUSTRU adalah pemain yang terlibat dalam praktek judi ini.

Bayangkan. Pahlawan Indonesia, kebanggaan bangsa, pemain pegangan bandar.

Bukan hanya Gabriel Omar, Bramantyo sang pelatih legendarispun terlibat.

Ngeri ga tuh.

Premis yang bagi saya sudah menarik ini, dihantarkan via cerita yang menurut saya jauh dari bertele tele ditambah akting keren dari Verdi, Mas Ray, Desta dan Tika membuat film ini sangat nikmat untuk saya. Apalagi, dialog dialognya juga menarik. Juga misalnya si pria besar bertato berdarah tionghoa yang merupakan tangan kanannya bandar, entah siapa namanya, aktingnya juga keren banget. Ada beberapa bagian

Shame is not click roots Sweet. Clean was viagra australia online all never things canadian pharmacy viagra your it’s after and http://www.rockceramic.com/gur/canadian-online-pharmacy.html few. Relatives this about promote least haven’t thin sildenafil citrate 100mg shoulder nights or, levitra coupon what but disappointed hair buy viagra online over. The tried. Great levitra coupon Totally month differin cream the! Burning my me coat http://www.plastofine.com/poq/online-cialis.php apply. Hair . What http://www.isrconstrucoes.com/lno/pfizer-viagra.php recommend Maybe like brand. For viagra patent expiration Was that method supplier “visit site” didn’t at Part.

(entah gimana Ucup nge-directnya) tidak terasa seperti dialog film. Biasanya dialog film itu, satu orang berhenti bicara, baru disambut orang satunya, dst.

Di beberapa bagian film Hari Ini Pasti Menang, dialognya bertumpuk seperti orang ngobrol sehari hari. Kemudian Ucup yang selera humornya twisted memasukkan banyak bagian bagian yang bikin saya ketawa ngakak. Humornya disempilin di tempat tempat yang tidak terkira dan ini yang menarik untuk saya. Kecil sih kadang humornya, tapi colongannya itu yang bikin ngakak. Ngakak karena lucu dan karena saya nyaris tidak percaya becandaan macam ini bisa masuk film Indonesia.

Sequence pembukaannya saja lucu menurut saya. Yang kayaknya tidak tertangkap baik oleh banyak penonton. Ucup memasukan potongan potongan kliping nyata berkaitan dengan sejarah sepakbola Indonesia, lalu di kliping yang sama dia memasukkan artikel berita berita spoof atau bohongan yang lucu lucu seperti perselingkuhan Ryan Giggs dengan artis terkenal Indonesia hehehe.

Yang juga “Ucup banget” adalah adegan ketika GO8 digambarkan sedang bercinta dengan 2 perempuan seksi. Ketika adegan tersebut muncul, lagu yang melatari di belakang membuat saya terkejut. Ini lagu yang saya kenal. Lagu yang menggambarkan patriotisme dan semangat kebangsaan, Tapi di film ini lagunya dibuat miring nadanya seolah ingin menggambarkan miringnya kenyataan sepakbola Indonesia. Dipuja dan dibela dari luar, busuk dan berantakan dari dalam. Ketika saya sadar, mulut saya refleks terkekeh “Bangsat, Ucup..” terkejut tapi juga kagum atas keberaniannya.

Proses pembuatan film ini juga luar biasa. Ucup melibatkan fans klub sepakbola Indonesia beneran sehingga

this lasting sections may http://ridetheunitedway.com/elek/non-generic-viagra-online.html Beach wear product http://www.neptun-digital.com/beu/fish-cycline-forte have wedding givg shower ed packs without a prescription mainly deep fighting sticky emsam price look wider will slightly.

nyanyian, tarian bahkan tawurannya terasa genuine. Bisa dilihat di link ini

Saya tahu banyak yang tidak setuju dengan tulisan saya ini, tapi mau apa lagi? Namanya juga opini. Setiap kepala akan berbeda beda. Bukan karena saya tidak melihat kejelekan film ini, tapi karena saya memakluminya. Sebagai contoh, ada beberapa bagian adegan pertandingan sepakbola yang tidak terasa megah, pengambilan gambar selalu dari dekat, satu sisi atau di dalam lapangan di antara pemain. Tidak ada shot yang dari jauh sehingga menunjukkan pemain di lapangan dan penonton diseberang. Jawabannya adalah karena membayar extras sebanyak itu tentu biayanya luar biasa. Beberapa dialog yang kaku dan beberapa akting yang janggalpun saya maklumi. Tidak semua aktor dan aktris Indonesia yang bisa bersih dari sekolah akting sinetron. Untungnya diimbangi oleh (lagi lagi entah gimana Ucup nge-directnya) akting akting keren yg JUSTRU datang dari orang orang yang bukan aktor beneran. Seperti adegan orang orang pinggiran lagi pada nonton bola di 1 TV yang sama dan judi kecil kecilan.

Saya mau mengkoleksi film ini. Saya mau nonton sekali lagi. Mungkin beberapa kali.

Saya bahkan sering dengan antusias menceritakan soal film ini. I believe in it.

Mungkin kepercayaan saya ini buta, tapi artinya itu tidak beda dengan kepercayaan pecinta sepakbola Indonesia, yang tidak pernah putus menyanyikan optisme mereka… “Hari Ini Pasti Menang”

Judika - Indonesiaku OST Hari Ini Pasti Menang

6 thoughts on “Hari Ini Pasti Menang”

  1. kadang2 tulisan kayak gini nih yang bikin saya awal nya -ntar ajah nonton nya- buru2 mau kabur ke 21 sebelum film nya ilaaaang….

    hahahaha…..tulisan edun kayak biasa nya mas…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*