Hooptie Dumpty

Seharusnya judulnya adalah Humpy Dumpty, tokoh cerita anak anak (barat) berupa sebuah telur yang kerjaannya duduk diatas tembok.
Moral ceritanya adalaha si Humptie Dumpty ini dibilangin sama Ibunya untuk nggak duduk diatas tembok karena kalau jatuh maka dia akan pecah.
Dasar telur tolol.
Berkali kali dia jatuh…
Berkali kali juga dia naik tembok lagi.
Hingga akhirnya pecah dan tak terselamatkan.
Kali ini nama Humpty Dumpty agak dilencengkan sedikit.

Im talkin about my ride. Charlie Brown.
Honda Accord 1979 warna coklat.

Hooptie adalah bahasa slank black people untuk mobil tua.
Jelas, Chalie Brown masuk kedalam kategori itu
Masalahnya, tuntutan keluarga memaksa agar gue menjual (membuang) Charlie.
Yang dalam bahwa inggris: Dumped.

Jadi kalau kita plesetkan HOOPTIE DUMPTY!

Charlie adalah sabahat gue dari tahun 2002.
Tanggal 20 Juni 2002 adalah tanggal gue membeli mobil ini.
Sejak hari itu sampai bahkan hari ini berjuta juta pengalaman luarbiasa.
Pernah hampir mati sama sama di jalan tol.
Pernah digerebek polisi tengah malam.
Dengan seorang wanita didalam bersama dengan gue.
Pernah ngebut 10 menit dari Vila Bunga sampai ke Diponegoro pagi pagi buta karena mau siaran (FYI: itu jauh bgt lho)
Charlie adalah saksi proses dekatnya gue dan Gamila sampai sekarang mau menikah.
Pernah nemenin gue waktu masih jadi AE di UPS keliling2 daerah daerah terpencil dimana belanda masih berkuasa.
Terakhir Charlie dan gue berjuang keras bertualang lewat Cipularang dari Bandung ke Jakarta.

Sigh

Sedih kalau tahu dia musti dijual.
Dijual untuk jadi DP mobil baru.

Orang pasti mikir gue careless sama Charlie, melihat dari cara gue merawat dia
They were wrong
Dead Wrong

I cant even decide should i lewt him go or pimp him, get em all suit up and use him for years to come
Let him be my son’s 1st car.
I know Charlie would like it.
But i doubt my son will.

Sigh, why am i writing blog about a deadthing?

I feel stupid

But more so when i remember 1 thing.

I also made a Friendster account for Charlie, a dead thing.

I dunno what’s worse.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*