Mau jadi pahlawan?

Sun, May 23, 2010

Uncategorized

Apakah persamaan Batman dan FPI?

Mari kita coba bandingkan satu persatu :)

Mari kita mulai dari logo.. DIbawah ini adalah logo BATMAN

Dan yang dibawah ini adalah logo FPI (setidaknya dari yg gue dapet dari google)

Logo pertama lebih sederhana dan tepat dalam penyampaian pesan: Kelelawar.

Logo kedua lebih ribet tapi kesan yang langsung didapatkan adalah : Islam. Kalau itu yang ingin mereka tekankan pada logo tersebut, mereka berhasil

Mari kita lihat foto selanjutnya

Foto (atau tepatnya gambar) di atas adalah yang pertama kali terlintas ketika kita sebut kata BATMAN

Sementara di bawah ini adalah wajah yang muncul kalau kita sebut kata FPI

Yang satu menutupkan wajahnya dengan topeng. Dia tidak berani memunculkan wajah sesungguhnya tidak seperti misalnya Ironman yang sudah ketauan adalah Tony Starks. Mungkin punya pertimbangan tersendiri.

Yang satu lagi menampilkan wajahnya. Bahkan berani membiarkan dirinya di wawancara. Memang sempat kena resiko dari tindakannya. Pernah kena hukum dan sejak itu memang rada jarang vokal di depan layar kaca

Walaupun memang anak anak buah FPI banyak juga yang beroperasi dengan menggunakan topeng

Baik Batman maupun FPI sama sama sering menggunakan kekerasan untuk “menegakkan hukum”

Sama-sama main hakim sendiri dengan bermodal keyakinan bahwa yang mereka serang itu memang jahat. Walaupun tidak / belum terbukti lewat persidangan.

Masing masing akan bilang bahwa yang mereka serang itu sudah “rahasia umum” jahat.

Bukti kekerasan mereka? Banyak.. dibawah ini hanya sedikit contohnya

Kekuatan Batman terletak pada kecerdasannya dalam menganalisa (makanya sering disebut sebagai detektif) dan juga peralatannya yang super super canggih. Tanda bahwa dia didukung kekuatan keuangan yang luar biasa.

Sementara FPI kekuatannya terletak pada jumlahnya yang banyak dan Agama.

Dasar dari tindakan tindakan mereka adalah penegakkan Agama. Memang sering jadi bahan perdebatan apakah tindakan mereka bisa dibenarkan atau tidak. Apalagi kalau bawa bawa agama.

Sementara Batman pun sering kali diperdebatkan oleh masyarakat. Bahkan Spiderman juga.

Atas dasar main hukum sendiri, menggunakan kekerasan dalam bertindak, dll.

Dimanakah polisi dalam semua ini?

Entah juga. Ada yang bilang mereka diam diam merestui karena Batman maupun FPI sama sama melakukan hal hal yang polisi tidak bisa lakukan karena polisi terikat oleh aturan, norma dan hukum. Batman dan FPI beroperasi diluar hukum.

Ada juga yang bilang kehadiran FPI dan Batman adalah JUSTRU karena polisi tidak lagi bisa diandalkan untuk menegakkan hukum.

Survey Kecil / SURCIL yang dilakukan di blog ini juga menyatakan 12 dari 24 suara menyatakan bahwa Kepolisian adalah lembaga PALING kotor dibandingkan dengan KPK, TNI, Kehakiman dan Kejaksaan.

Sisanya menyatakan Kepolisian ada di urutan ke 2 :)

Sekarang, setelah menyadari bahwa lembaga penegak hukum diyakini oleh banyak orang kotor, anehkah kalau ada orang orang yang menegakkan hukum dengan usaha sendiri?
:)

Kalau anda sendiri yang bilang bahwa mereka kotor, anehkah kalau sekarang anda tidak setuju juga jika ada yang menegakkan hukum dengan tangan sendiri?

Lalu siapa yang akan anda ijinkan untuk menegakkan hukum?

Lalu kepada siapa kita bergantung agar ada penegakkan hukum ?

SO what’s my point?

What am i trying to prove?

2 things.

1. OPTIMISLAH

Kalau elo skeptis dengan penegakkan hukum dengan Indonesia, jangan salahkan kalau ada yang main hukum sendiri.

Elo ga bisa bilang “Aaah hukum ga mungkin bisa ditegakkan di Indonesia!” lalu belakangan bilang “Kurang ajar tuh mereka main hukum sendiri!”. Loh? Dimana integritas diri lo?

Kalau elo ga suka liat FPI beraksi sendiri seperti itu, elo HARUS optimis kepada usaha penegakkan hukum di Indonesia.

Kalau elo ga setuju bahwa aksi anarkis FPI mewakili Islam secara keseluruhan, elo ga boleh juga menganggap kotornya beberapa polisi atau hakim atau jaksa mewakili kepolisian, kejaksaan dan kehakiman secara keseluruhan.

2. INDONESIA BUTUH PAHLAWAN

Mau jadi pahlawan dalam memberantas kejahatan? Silakan. Gue dukung sepenuh hati. Tapi ya resikonya seperti diatas.

Akan ada yang suka, ada yang tidak suka. Korban akan berjatuhan. Itu hal yang lumrah dalam konflik.

Bagi gue, Indonesia bukan butuh pahlawan pemberantas kejahatan, tapi pahlawan pemberantas kemiskinan.
:)

Diatas adalah 8 poin yang akan STOP PEMISKINAN (pemiskinan = hal hal yang menyebabkan kemiskinan)

Jadilah pahlawan bagi mereka yang kelaparan

Jadilah pahlawan bagi mereka yang tidak bisa mengecap pendidikan dasar

Jadilah pahlawan kesetaraan gender dan pahlawan persamaan hak kepada perempuan

Jadilah pahlawan untuk mengurangi angka kematian anak

Jadilah pahlawan untuk memperbaiki kesehatan para Ibu

Jadilah pahlawan dalam melawan penyakit AIDS, Malaria dan penyakit mematikan lainnya

Jadilah pahlawan untuk keseimbangan dan kesehatan lingkungan dan alam sekitar

Jadilah pahlawan dalam membentuk jaringan kerjasama internasional untuk sama sama mencapai kemakmuran

Jadilah pahlawan untuk orang orang yang benar benar JELAS tidak kuasa untuk bisa menyelamatkan diri mereka sendiri.

Jadilah pahlawan untuk bangsa Indonesia.

Tidak perlu semua poin elo ambil.

Guepun hanya ambil poin ke 4. Mengurangi angka kematian anak.

Semua kegiatan sosial gue berporos pada 1 titik tersebut.

Sekarang giliran elo

Mau jadi pahlawan?
:)


One Response to “Mau jadi pahlawan?”

  1. Aji Says:

    semoga point ke 4 bisa makin positif hasilnya bang..
    ane baru mulai sedikit di point 2.. semoga kita bisa sama-sama jadikan indonesia lebih baik.
    OPTIMISLAH

    Reply

Leave a Reply


× 1 = seven