Keberanian untuk bermimpi…

Sat, Feb 14, 2009

Uncategorized

Baca potongan komik ini terlebih dahulu…

bermimpi tinggi

Calvin punya daya khayal yg tinggi… bahkan macan ramah itupun hasil khayalannya karena di kehidupan nyata Hobbes (macan tsb) adalah sebuah boneka…

Semakin kesini, mainan anak anak semakin canggih… Banyak yang bilang, mainan itu pelan pelan mengikis daya imajinasi mereka karena semuanya sudah tergambar dengan gamblang… tidak ada ruang untuk berkhayal…

Gue nggak setuju.

Menurut gue, kalau memang anak anak tidak punya daya imajinasi yang tinggi, itu adalah karena orang tuanya…

Dulu waktu kita kecil, cita cita kita nggak jauh dari yang itu itu lagi…

Insinyur, Dokter, Tentara, Polisi, Pilot, Astronot…

Gue sih sempet pengen jadi pilot jet tempur, kemudian astronot, kemudian waktu Indiana Jones merajalela, gue ingin jadi Arkeolog.

Beberapa hari yang lalu, gue bertemu dengan sekitar 10-12 anak anak ketika sedang shooting.

Umur mereka sekitar 5 – 8 tahun.

Mereka rata rata datang dari keluarga yang kurang mampu… tinggal di belakang tembok yang membatasi perkampungan mereka dengan perumahan BSD…

Gue tanya mereka semua, apa cita cita mereka…

1 anak menjawab ingin jadi boss, sisanya antara diam atau menjawab “Nggak tau…”

????

Hanya 1 anak?

Dari 10-12 anak hanya 1 yang tau ingin jadi apa?

“Bos” bukanlah khayalan yang buruk, untuk anak yang datang dari keluarga tidak mampu, memiliki cita cita untuk jadi bos membutuhkan keberanian..

Bukan keberanian dari si anak, tapi dari ORANG TUAnya…

Orang tuanya harus berani untuk membiarkan anaknya bermimpi tinggi. Menyalakan api harapannya. Menjaga cita citanya.

Ketika gue tanya balik kepada anak anak itu “Kok pada nggak punya cita cita???”

Salah seorang ibu ibu yang kebetulan juga ada disana menjawab “Aaaah ga usah pake cita citaaaa.. sekolah yang bener trus kerja.. kerja apa aja yang penting dapet duit..”

Now how do you argue with that?

Money, is essential. But you and i know, its not everything.

But we also know, that its not someting we can preach easily to them.

Mereka akan jawab “Jelas lah uang bukan segalanya untuk Mas, Lah mas udah punya uang kok… kami kan rakyat keciil.. nggak punya uaang”

Tell me, how do you argue with that?

Di Amerika, ada 1 hal yang ingin sekali gue curi.

Gue ingin Indonesia punya jargon mereka “The American Dream”

“The American Dream” itu apa memangnya?

Itu adalah kisah, seperti Jay Z, 50 cent, yang datang dari daerah paling miskin di Amerika Serikat dan akhirnya menjadi salah satu orang terkaya di Amerika Serikat.

THAT is the American Dream.

Brazil juga punya, The Brazilian Dream adalaha Pele, Ronaldo, Ronaldinho, yang datang dari ekonomi lemah dan menggunakan sepakbola untuk naik menuju jenjang kekayaan.

What is the Indonesian Dream?

Siapa yang datang dari kalangan sangat miskin kemudian meledak jadi orang kaya?

Ada?

Kalau tidak ada, kenapa????

Kalau ada, kenapa kisah kisah seperti ini tidak di blow up?

Kalau ada kisah kisah seperti itu di Indonesia, kenapa tidak jadi inspirasi untuk anak anak DAN orang tuanya?

Kenapa tidak ada anak anak yang bilang saya ingin jadi PENYANYI atau ANAK BAND supaya bisa kayak Kaka Slank atau Ian Kasela?

Hanya 1 yang bisa menjawab pertanyaan itu…

ORANG TUA.

Are you a parent?

Will you keep your child’s dream alive?

Will you help them have the courage to dream and dream big?

Will you be brave enough to conquer your own fear of failure?

I saw a quote at Ubud this morning…

COURAGE IS…

COURAGE is...

Let’s be Courageous.

Not for us.

But for our child’s sake.


2 Responses to “Keberanian untuk bermimpi…”

  1. arga jirga Says:

    Baru nemu blognya mas pandji, and it was great, inspiring and out of the box..

    Sedikit tergelitik dengan masalah American Dream karena itu adalah topik utama dalam skripsi saya beberapa tahun lalu. Intinya sih, benar kita harus punya sesuatu yang disebut dengan Indonesian Dream. American first settlers (frontier) dulu bermimpi untuk bisa mendapatkan kebebasan, kesempatan yang baik dan penghidupan yang lebih layak di Amerika (yang dulu disebut dengan Dream Land,), sehingga mereka berani untuk datang dari Eropa dan Afrika ke Amerika melewati tantangan berupa Lautan dan ketidak-pastian. Tapi pada akhirnya, mereka sampai di Amerika, berdamai dengan keadaan disana (yang dulu masih diwarnai dengan perang antara suku Indian dan Pemerintah), dan akhirnya menjadi berhasil sesuai dengan harapan mereka pada awalnya. Mungkin sekarang ideologinya sudah mulai berubah seiring dengan perkembangan jaman, tetapi esensi dari American Dram masih tetap, yaitu untuk mendapat kehidupan yang lebih baik.

    Itulah yang harus ditanamkan kepada anak2 muda Indonesia pada masa kini. Keberanian untuk bermimpi dan tekad yang kuat untuk melewati “lautan” dan ketidak-pastian dalam meraih mimpi mereka. Memang tidak mudah, dan tidak juga selalu berhasil, but it’s something worth fighting for. Hasilnya adalah, lahirnya generasi yang berpengharapan.

    Wah, pangjang banget komennya. Maap!! :D

    Reply

  2. Robertus Sulistyo Says:

    Baru baca ini, setuju bang.
    Cuma menurut gue, selain orang tua ada lagi pihak yang terkait soal mimpi & cita-cita seorang anak. Media.
    Ia, media di jaman sekarang selalu memuat berita / informasi yang kritis,negatif, cenderung kurang mendidik.
    jangankan anak kecil, orang tua aja jadi sering negatif thinking akibat media yang menurut gue salah kaprah.

    Reply

Leave a Reply


five + 6 =