The most important lesson in life… The one that i will never forget.

Ada sejumlah hal yang ada di kepala gue untuk di tulis di Blog ini…
Beberapa kali gue urung untuk menulis karena takut reaksi orang.
Takut dibilang sok…
Tapi gue pengen banget cerita…
Jadi daripada menjamur akhirnya gue memutuskan untuk ditulis aja.
Kalaupun ada yg nggak suka, ya tinggal tutup aja linknya.
Beres.
Gue mau bercerita mengenai sesuatu yang mengubah hidup gue.
Sesuatu yang besar
Monumental.
Kesannya kampungan, tapi niatnya sebenarnya hanya untuk menghibur.

Namanya adalah KENA DEH.

Kalau gue diminta untuk membagi 2 hidup gue maka ada beberapa pembagian:
Sebelum dan sesudah Gonzaga (sekolah yang mengubah dan membentuk diri gue)
Sebelum dan sesudah Hard Rock FM (pembentukan karir gue)
Sebelum dan sesudah menikah (kebahagiaan gue)
Dan terakhir…
Sebelum dan sesudah KENA DEH

Untuk mereka yang tidak tahu apa itu KENA DEH, KENA DEH adalah sebuah acara TV dengan bentuk Reality Show-Quiz. Ditayangkan di Trans 7 (dulu masih TV7) dari Januari 2006 – Desember2006 dan di Re Run dari Januari 2007 – April 2007.
Disitu, gue menyamar jadi berbagai macam profesi dengan berbagai macam karakter dan memberikan 5 pertanyaan kepada target dengan cara ngobrol sehingga seakan akan gue lagi nanya biasa aja dan bukan nanya dalam konteks kuis. Ada sejumlah kamera yang disembunyikan untuk menangkap reaksi wajah orang yg menjadi sasaran target.
KENA DEH adalah sebuah program adaptasi dari “OBLIVIOUS”. Sebuah program TV Inggris yang diadaptasi ke versi Amerika. Nah, yang kita ambil adalah OBLIVIOUS amerika karena lebih lucu.
Host OBLIVIOUS sampe sekarang gue ga hafal namanya. Betul betul ga terkenal dan antah berantah. Tapi di LUARBIASA LUCU!
Acara itu betul betul mengangkat status gue dari bukan siapa siapa menjadi “seseorang”
Sebelum acara itu, gue punya acara di Trans TV 2 buah. Starmild Crushbone dan Ngelenong Nyok.
Tapi baru setelah acara KENA DEH orang di jalan mulai mengenali dan menyapa gue.

Gue rasa yang menjadi KENA DEH sukses (paling tidak bagi gue) adalah karena tingginya tingkat kualitas kinerja tim yang membuat KENA DEH.
KENA DEH di produksi oleh sebuah production house bernama Theatre Red yang kantornya berlokasi di Jalan Ampera. Mereka mampu memberikan suasana kerja yang sangat sangat enak. Gue merasa nyaman kerja dengan mereka dan mereka begitu menghargai host mereka. Walaupun hanya gue yang bukan siapa siapa (dibandingkan dengan host yg biasa mereka pakai seperti Ferdy Hasan dan Farhan)
Dan ketika kita bekerja dalam sebuah lingkungan yang nyaman maka kita jadi lebih bisa berkreasi. Dari awal mereka selalu bilang bahwa ini adalah acara gue. Hostnya hanya gue sendiri jadi banyak hal yang bergantung pada gue.
Tapi lucunya itu tidak membuat gue jadi beban, justru jadi lebih nyaman.
Terutama karena gue memposisikan diri gue untuk selalu belajar, mau di kritik tapi juga kritis dalam mengevaluasi diri. Gue pikir itu wajar karena gue pada saat itu butuh banyak belajar kalau mau jadi seseorang.
Untungnya, Theatre Red isinya orang orang yang jenius
Ada Mbak Nita sebagai Producer yang jadi kunci dalam decision makingnya
Ryan Floor Director yang jadi pimpinan di lapangan
Ade dengan kreatifitasnya (yg suka maksa)
Rudi dengan kejeniusan dalam visual
Dan Rizal dengan kejeniusannya dalam Audio.

Semuanya kalau dikombinasikan dengan skil mentah yang gue punya ternyata menghasilkan karya yang luar biasa.

Walaupun hasilnya nampak sederhana, tapi buat gue pribadi, di lapangan susahnya setengah mati. Dibawah ini ada sejumlah alasan mengapa KENA DEH itu secara teknis susah:

GUE HARUS MENYAMAR. Gue harus berbicara dengan dialek yang berbeda, jalan beda, bahasa tubuh yang beda, karena sayangnya tubuh gue dan wajah gue ini cukup spesifik. Kalau flat aja, orang lama lama akan mengenali gue. Bisa saja gue jadi diri gue sendiri karena toh orang ga kenal gue, tapi yang setia nonton akan kebosenan, dan lagipula dimana lucunya?
GUE HARUS LUCU. Dengan segala macam penyamaran, gue harus punya cara ngomong, bahasa tubuh yang lucu utk menghibur yang nonton. Bayangkan harus melucu disaat ada banyak yang ada di kepala gue. Beberapa diantaranya adalah:
GUE HARUS BELIEVABLE. Kalau gue lucunya over the top alias berlebihan maka orang akan mencium kejanggalan gue. Akhirnya gagal penyamaran gue. Tapi kalau ga lucu, hasilnya ga akan bagus.
GUE HARUS ICE BREAKING. Orang selalu nanya kenapa target target gue mau aja ditanya tanya sama gue. Mereka ga tahu kalau gue selalu Ice breaking sbelum masuk ke pertanyaan. I have to earn their trust. Kalau mereka nggak nyaman dengan gue atau gak suka sama gue maka jelas mereka ga akan mau ngomong.
SADAR BLOCKING DENGAN 5 KAMERA. Ada 5 kamera yang biasanya digunakan. Gue ga boleh membelakangi semua kamera tersebut dan kalaupun gue membelakangi adalah supaya wajah targetnya bisa masuk ke frame camera.
SADAR LIGHTING. Berhubung semua dilakukan dengan candid, maka gue harus sadar apabila gue berdiri dengan posisi backlight. Semuanya runyam kalau gue backlight karena muka gue dan target hanya akan jadi hitam dan semua harus diulang lagi dengan target yang berbeda. Gue juga ga boleh berdiri dan membiarkan bayangan gue jatuh ke muka target atau sebaliknya.
SADAR AUDIO. Di tubuh gue ada 5 microphone kecil atau biasa disebut dengan clip on. Karena ini candid, jelas gak mungkin si target disuru megang microphone atau make clip on, Maka suara dia sangat bergantung dari clip on yg ada di tubuh gue. Gue harus sedekat mungkin dengan dia supaya suaranya masuk ke microphone yang tersembunyi di balik baju gue. Kalau suara dia nggak masuk maka kita ga akan denger dia ngomong apa, apakah jawabannya benar, dan komentar lucu yang keluar dari mulutnya secara spontan.
INGAT PERTANYAAN DAN JAWABAN. Bayangkan setelah kepala gue pusing dengan urusan semua tadi gue diharapkan untuk ingat dengan pertanyaan yang harus gue berikan dan ingat berapa banyak jawaban dia yang benar.
HARUS BRIDGING. Bukan hanya itu, dari satu pertanyaan ke pertanyaan yang lain gue harus kaitkan dengan baik. Kalau sekedar nanya nanti akan terkesan aneh seperti orang lagi menanyakan serangkaian pertanyaan yang sebelumnya sudah disiapkan. Gue harus jadikan semua pertanyaan itu seperti merupakan bagian dari sebuah obrolan. Dan sialnya dari satu pertanyaan ke pertanyaan lain suka ga ada hubungannya sama sekali sehingga bikin bridgingnya susahnya setengah mati. Bayangkan gue harus mikirin itu, sambil memikirkan 8 hal sebelumnya juga.

I don’t mean to brag

Tapi KENA DEH totalnya 52 eps.
Per episodenya gue melakukan minimal 3 job penyamaran.
If we do the math, maka gue sudah melakukan 9 hal diatas sebanyak 156 kali!

I hafta say I am proud of myself.

Dan Alhamdulillah, orang di Industri kreatif menyadari kerumitan dan kerja keras gue. Sehingga sejak itu, gue mendapatkan banyak job di TV dan MC.
80% dari semua job yang masuk adalah dari orang yang suka dengan kerja gue di KENA DEH.
Hard work pays off .

Tapi kalau kita mundur jauh lagi, maka kita akan ketemu dengan mengapa gue bisa mendapatkan berkah yang luar biasa ini…

Ada seseorang bernama Tacha.
Dia adalah talent coordinator di Theatre Red.
Ketika dia tahu ada KENA DEH (saat itu proyeknya masih disebut Oblivious) akan diproduksi mereka, dia langsung mencari talent yang cocok.
Banyak nama yang masuk dan di casting tapi dia (menurut pengakuannya) masih mencari gue.
Sialnya dia menemukan kesulitan dalam mendapatkan handphone gue.
Deadline sudah mendekat dan bosnya bilang “Sudahlah, casting kita tutup”
Tapi Tacha minta waktu sedikit lebih lama untuk menemukan gue.
Alhamdulillah dia dapet dan gue pada akhirnya mendapatkan job ini.

Mengapa Tacha ngotot banget ingin meminta gue datang casting?
Katanya dia merasa program ini cocok banget dengan gue.
Ternyata dia adalah pendengar gue di Bandung.
Dia pernah dengar sekali, suka dengan siaran gue, dan memutuskan untuk mendengarkan gue setiap pagi di Hard Rock FM Bandung.

Here’s the twist:

Bayangkan apa yang akan terjadi kalau pada saat Tacha mendengarkan gue pertama kali, gue lagi siaran dengan males malesan…

Tacha ga akan suka denger siaran gue, dia gak akan jadi pendengar setia gue, dan dia gak akan tahu kemampuan gue. Walhasil gue ga akan diajak casting dan KENA DEH ga akan di tangan gue.

Everything comes down to 1 cut in my 1 day broadcasting in Bandung.
Bandung! This is not Jakarta where top decision makers might be listening.
This is Bandung!
Sekitar 2-5 menit dimana Tacha pertama kali mendengarkan gue.
Kalau ketika dia dengar gue pertama kali sepanjang 5 menitan itu dia gak suka. Maka besar kemungkinan dia ga akan mendengarkan gue lagi.

And I wont be here today.
Writing to you about all this.

Imagine that.
5 minutes that had changed my life.

Inilah yang akhirnya memicu GMHR dengan slogan “HAJAR 2007”
Kita selalu bilang “Jangan pernah biarkan 1 hari pun melindas elo. Elo yang harus lindas hari itu. Setiap hari, HAJAR 2007”

Karena kita tidak akan pernah tahu bahwa 1 hari, atau 1 jam bahkan 1 menit dalam pekerjaan elo ketika elo lakukan dengan sangat baik, akan membawa elo ke sebuah ketinggian yang luar biasa.

Kalau gue ga memaksa diri gue untuk terus semangat dan total dalam siaran, maka bisa saja dalam 5 menit gue males, gue kehilangan hidup gue yang seharusnya bisa gue dapat. Mana gue tau kalau akhirnya akan seperti ini?
Mana mungkin gue tahu?

Imagine that.
My life, all decided in 5 minutes.

Semoga kisah gue bisa menginspirasi elo bukan untuk menganggap gue sombong.
Tapi menginspirasi elo untuk total dalam bekerja.
Karena elo ga akan pernah tahu.
Nasib baik bisa saja sedang mengintip.

HAJAR 2007!


Jadi satpam
Jadi rocker yang ikut kursus nyanyi

Jadi store keeper distro

jadi karyawan Dunkin Donuts

Jadi wartawan gadungan di sebuah kampus

Jadi orang udik serta buta huruf yang mau kirim surat…

Jadi karyawan Pos dan Giro

jadi tukang potong rambut di Wijaya

jadi turis yang takut ketinggian

jadi tour guide kebun raya bogor

Jadi orang singapore main ice skating

Jadi pacarnya Happy Salma yang narsis

Jadi petugas security di Sea World

Jadi Cleaning Service gagap

Jadi bag boy di Indomart

jadi petugas kebersihan di Kebun raya Bogor

Jadi penjaga toko di toko baju muslim

Jadi karyawan Agis, ini adalah episode pertama gue. Perhatikan betapa tirusnya pipiku…

Jadi koki masak sosis di De Jons Tebet

jadi anak skate yang curhat, perhatikan wajah cewek yang di kanan…

Jadi orang yang mau belanja buah… Kenapa mukanya kayak monyet ya?

Jadi pesulap yang mau beli anjing

jadi kasir di Rimo

Jadi karyawan di Total Buah Segar

Jadi information center

Jadi pegawai KFC yang sok gaul

Jadi tukang pijet

jadi bapak dengan anak yang luar biasa nakal

Jadi duty manager di Midori Pondok Indah

jadi orang patah kaki, yang dikiri namanya Poul Dahl. Orang swedia yang membimbing gue di Kena deh.

Jadi pegawai studio foto

Jadi pegawai restoran padangjadi teletubbies di Ragunan

Jadi karyawan souvernir Sea World

jadi bisnisman songong

Jadi fotografer keliling di RagunanJadi apoteker di Apotik Pondok Indah

Kiri-Kanan: Ade, Rudi, Pandji, Culaba.
Dibawah ini adalah foto foto behind the scene



Dan dibawah ini adalah tim sukses KENA DEHHHH!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*