MakeMoney Production Notes 1

Thu, Sep 20, 2012

Uncategorized

Hari ke 6

Jl Cut Meutia

15.30

 

There’s something magical about movie making.

Seperti berada dalam dunia dengan berbagai macam dimensi yang berselisihan

Cepat tapi juga lamban pada saat yang bersamaan

Seru tapi juga membosankan

Susah tapi juga… engga ding, susah aja. Titik.

Saya menulis ini di lokasi pengambilan gambar untuk film MAKE MONEY produksi Bamboom films. Film ini, adalah film pertama untuk Bamboom films, juga film pertama untuk sutradara-nya Sean Monteiro di Indonesia, dan juga film pertama untuk saya.

Sejak kecil, saya punya kekaguman yang tidak pernah surut terhadap dunia film. Kadang saya berpikir, film lebih menginspirasi saya daripada musik. Memamng musik membawa saya kepada emosi tertentu, tapi film menggiring saya kepada sejumlah pemikiran. Saya berkomunikasi juga lewat film. Untung membumbui hubungan Ayah-anak antara saya dan Ayah saya, seringkali saya ajak menonton film untuk menunjukkan besarnya cinta saya kepada beliau. Maklum, kami adalah tipe Ayah-Anak yang tidak biasa berkata “I love you” atau bahkan berpelukan. Maka, saya ajak almarhum untuk nonton baik di bioskop ataupun di DVD, film film yang ada hubungannya dengan Ayah dan anak seperti “Pursuit Of Happyness” , “Legends Of The Fall” , “Proof” , dll.

“Serendipity” adalah film yang sering saya sebut untuk menggambarkan hubungan awal saya dengan Gamila. Karena munculnya bersamaan dengan awal hubungan saya dengan Gamila. Waktu saya pernah melakukan selingkuh para dari Gamila, film yang sedang main di bioskop adalah “Closer”. Saat itu, setiap adegan dan setiap dialog terasa dekat dengan kejadian saya di kehidupan nyata. Bahkan saya memutuskan dengan mantap untuk menikahi Gamila ketika keluar bioskop setelah menonton film “Mr & Mrs Smith”. I know, its not quite the kind of movie that you would call romantic, but it happened.

Dengan besarnya pengaruh film dalam hidup saya, adalah mimpi yang jadi kenyataan ketika saya ditawarin untuk main dalam sebuah film layar lebar.

Awalnya, ada DM masuk. Ketika saya cek, ternyata Mas Erwin Arnada yg bertanya “Tertarik untuk main film ga?”. Film yang dimaksud, adalah MAKE MONEY yang naskahnya ditulis sendiri oleh Sean Monteiro sang sutradara. Sean ini lahir dan besar di Melbourne, Australia. Dia di sana berkarir sebagai sutradara iklan, kemudian ketika berniat untuk membuat film, Sean memutuskan untuk pindah ke Indonesia 1,5 tahun yang lalu. Sesampainya di Jakarta, dia langsung mendirikan Bamboom Films dan mulai menulis naskah MAKE MONEY.

MAKE MONEY, secara singkat bercerita tentang kakak beradik kaya raya yang kehilangan segalanya, dan seorang pemulung yang tiba tiba memiliki segalanya. Premise-nya memang sederhana dan cukup umum, tapi eksekusinya yang menurut saya keren.

Sean punya kecintaan yang besar dari dunia film komedi, dalam pertemuan pertama, kami bertukar cerita tentang film komedi favorit kami; Hangover, Grown Ups, Tropic Thunder, Click, dll. Kami sama sama menyukai Entourage dan ketika dia berkata “We’re going to do a lot of shots that looks like Entourage. Camera is always moving, every cast are doing their dialogues walking..” di situ saya langsung tertarik dengan  film ini. Ketika Sean bilang bahwa filmnya akan seperti film film Sandler yang sebenarnya film komedi tapi punya bagian bagian dramatis yang bisa bikin mata berkaca kaca, saya langsung mantap ingin bergabung. Waktu saya disodorkan naskah filmnya (saat itu draft 8) saya langsung jatuh cinta.

Sebagai seorang Stand-Up Comedian, bagian yang sangat penting dari komedi adalah naskah dan timing. Naskah MAKE MONEY, sangat menarik bagi saya. Secara selera, saya satu selera dengan naskah ini. Sean menulisnya bersama Haqi Ahmad dan sering berkonsultasi dengan Salman Aristo, dan MAKE MONEY melakukan finalisasi naskah di draft ke 9. Kata orang orang yang lama berkecimpung di industri film, jarang naskah komedi bisa sampai draft ke 9 (alias dikembangkan hingga versi ke 9) tapi ini menunjukkan dedikasi mereka untuk mendapatkan naskah yang terbaik. Itupun di set, Sean sering membuka kesempatan untuk improvisasi yang sebenarnya membuat produksi film komedi jadi lebih seru

 

Di tulisan selanjutnya, saya akan cerita tentang kejadian kejadian selama shooting berlangsung, sekarang udahan dulu.. Udah dipanggil untuk shooting

 


3 Responses to “MakeMoney Production Notes 1”

  1. @danibrenn Says:

    Kira kira kapan ya ?
    Siap ditunggu bang , mudah mudahan lancar

    Reply

  2. ahmad Says:

    sok sibuk sok sibuk…hehehe sukses bang!!!

    Reply

Leave a Reply


+ 9 = seventeen