Masak?

Tue, Nov 20, 2012

Uncategorized

“Perang Palestina-Israel”

Sementara itu:

Indonesia masih jadi negara dgn angka kematian ibu & anak tertinggi di Asia.

Anak anak meninggal di Indonesia tanpa sempat bermimpi & bahkan punya cita cita

Keluarga keluarga berwajah muram, lunglai, kalut, stres, nyaris terganggu jiwanya, memikirkan biaya pengobatan anak anaknya yg sakit keras

Anak anak bunuh diri karena malu tidak bisa melanjutkan sekolah karena orangtuanya tidak mampu

Anak anak dgn gangguan kejiwaan dipasung, dikandangin seperti binatang

Anak jalanan perempuan potong rambut pendek seperti laki laki supaya disangka anak laki dan tidak diperkosa preman atau anak jalanan yg lebih besar badannya

Difable (Different Ability People, istilah tg disepakati sbg pengganti “cacat”) didiskriminasi di seluruh Indonesia krn negara ini tidak menyediakan sarana-prasarana agar mereka bisa bebas mandiri ke mana mana.

Mereka yg mengungsi dari timorleste masuk ke NTT karena ingin jadi bagian dari Indonesia masih tinggal di tenda tenda pengungsian, krn walau mereka dgn patriotik memilih Indonesia, pemerintah Indonesia tidak mempedulikan mereka

Perempuan perempuan didagangkan bagaikan sayur, disiksa, dipukuli, disuruh diam dan menurut kpd laki laki yg sudah bayar utk menikmati dirinya

Anak anak kecil disodomi di pulau dewata, yang jadi wajah pariwisata Indonesia

Daerah daerah di Indonesia masih ada yg tidak punya listrik, boro boro punya TV apalagi internet. Terbelakang secara wawasan, didiskriminasi hak akan pengetahuan

Sekolah mengeluarkan anak perempuan yg jadi korban pemerkosaan karena takut bikin malu sekolah

Daging impor di Indonesia semua adalah hasil KKN dgn kementrian pertanian namun tdk ada yg berani membahas. Sementara itu pedagang daging lokal gulung tikar merugi karena impor yg masuk melebihi kuota

Korupsi di kepolisian, kejaksaan, kehakiman, DPR, pemerintahan yang harusnya justru jadi yg pertama untuk menegakkan hukum

Aktivis masih hilang tidak jelas nasibnya, para orangtua hingga akhir hayatnya melakukan aksi Kamisan di depan Istana Presiden tanpa hasil yg jelas

Pembunuh Munir masih berkeliaran

Dalang kerusuhan 1998 masih hidup tenang

Bahkan ada yg mau mencalonkan diri jadi Presiden

Rakyat di Sidoarjo kehilangan hidup karena lumpur Lapindo

Soeharto mau dijadikan pahlawan

Saya tidak bilang bahwa Ratusan yg meninggal di Palestina-Israel tidak penting.

Tapi dekat dengan kita, disamping rumah mungkin, masalah tidak kalah besarnya merintih minta diperhatikan

Palestina-Israel jadi besar di mata anda karena media yg bikin besar untuk anda

Masalah tadi di atas?
Tidak ada yg perhatikan
Tapi tetap ada
Ini masalah kita
Sebangsa Indonesia
Setanah air Indonesia

Silakan anda ribut di twitter utk Palestina-Israel, saya punya masalah di negri sendiri yg ingin saya bantu selesaikan
Bukan saya tidak peduli dgn Palestina, tapi kalau di depan anda ada yg minta “Tolong”
Masak anda harus tinggalkan dia pergi ke Palestina?

Masak?


187 Responses to “Masak?”

  1. Keritingggg Says:

    Kemerdekaan yang semakin menyiksakan rakyat, penguasa dan partai makin memanjangkan jenggot mereka hingga melilit leher kami.
    Teman kami, orang tua kami, kerabat kami yang di perkosa.
    Yang kaya makin jaya, yang bertahta makin berkuasa. Dan Ketika sang raja ingin jadi presiden padahal otaknya gak mampu untuk menyatukan secuil minoritas.

    Kesayangan tahta akan tetap aman di balik runtuhnya hambalang, menindas dan menjerat mereka yang tidak berkekuatan. ANJING PENGUASA.

    Reply

  2. jojo Says:

    bang izin share y…makasih…

    Reply

  3. Fanny Says:

    Setuju dgn bang pandji. Negara sendiri aja masih belum beres.

    Reply

  4. mpu reanes Says:

    Ketika bencana melanda negeri ini,negara2 saudara pun turut tangan.
    Ketika negeri ini memperjuangkan kemerdekaannya,negara sahabat pun mendukung dan turut berjuang.
    Begitupun dengan yg terjadi kini…

    Saya percaya,ada kebijakan kedalam dan keluar dimana memang sudah ditentukan pembagian tugasnya.
    Perasaan sesaudara pula yg menggerakkan kepedulian.

    Reply

  5. Edz Says:

    jadi, karena kita sibuk ngurusin negara sendiri jadi ikut2an ga perduli dengan Gaza ya Bang? Jadi karena banyak yg belum beres di negara kita, Gaza kita acuhkan saja ya Bang?

    maaf, bagi Muslim, Gaza dan palestina adalah gerbang Syahid dan tentu mereka harus didukung.. Katanya negara ini mengakui kemerdekaan, anti penjajahan, peduli HAM..

    Palestina adalah Negara yang pertama kali akui Indonesia merdeka.. dan CATAT, Palestina juga ikut menyumbang ketika Indonesia dilanda Tsunami Aceh dan Gempa Jogja… Bayangkan, di saat mereka setiap hari hidup dengan penjajahan Israel, pembunuhan anak2 setiap hari ada dimana2, tapi tetap ikut membantu Indonesia saat bencana.. nah sekarang, saat mereka butuh kita, kita acuh??

    Menyedihkan juga..

    Reply

  6. Edz Says:

    Yang lebih ironis, tulisan ini seolah menganggap enteng masalah Palestina dengan menyebut hanya media saja yang membesar2kan.. Di mana letak kemanusiaannya? Katanya peduli sesama bang..

    Palestina tanpa disadari adalah masalah yang SANGAT BESAR.. Penjajahan, HAM diinjak injak, dan masih dianggap hanya dibesar2kan media.. Tanah mereka direbut Israel, jutaan anak2 kecil dibunuh, dan TIDAK ADA SATUPUN NEGARA YANG PEDULI..

    Jika semua negara berpikiran, mending gw urusin negara sendiri dulu.. Maka Palestina akan hilang dari tanahnya sendiri karena memang tidak ada lagi yang peduli, tidak ada yang bantu.. Persis seperti : ngapain gw bantuin orang lain, lah urusan gw aja belum beres…

    Tapi sekali lagi, ini kebebasan berpendapat.. jika Bang Pandji menganggap Palestina tidak penting, dan lebih utamakan kasus2 dalam negeri ya silahkan.. Kami tidak pernah absen membantu masyarakat yang butuh di Indonesia selama ini, tapi saat ini saudara kami di Gaza jauh lebih membutuhkan, apapun itu.. Mungkin sedikit saja dari kita, akan berarti sangat besar bagi mereka..

    Reply

  7. ari Says:

    Well….Gue setuju banget sama dikau, Bro…banyak orang gila, sok pinter, sok cerdas, sok perhatian sama bangsa lain, padahal saudara sendiri sedang menjerit butuh perhatian dan uluran bantuan.

    Ibarat pepatah, kuman diseberang lautan tampak tetapi gajah di depan mata tidak tampak.

    Reply

  8. Handriyandi Says:

    Simple, but great

    Reply

  9. NadNad Says:

    Ndji…

    Fully agree..bukan gak peduli.. seriously.. tapi aduh yang di depan mata pada mau mati niiihh… bukan gak peduli.. bukankah tetangga itu saudara terdekat?

    Reply

  10. puput Says:

    wah bang pandji pasti ga pernah ngaji, opininya begitu
    istighfar bang

    Reply

    • Crisan D. Says:

      Kepada Puput, poin yang maksud diutarakan Bang Pandji itu soal perilaku orang Indonesia yang suka heboh gak penting dan suka ikut-ikutan. Media terkadang suka mengekspos berlebihan tentang sesuatu. Harusnya kita lebih mengutamakan permasalahan orang dan lingkungan yang terdekat. Bukannya nggak peduli, tapi menetapkan prioritas.

      Reply

      • Hih Says:

        apa alasan anda menyimpulkan orang2 indonesia yang membela palestina, peduli kemanusiaan “heboh gak penting dan suka ikut-ikutan”?

        Reply

    • panji semirang Says:

      Pennting ngaji ya? Hoooaaaam *ngantuk ambil bantal

      Reply

  11. hening Says:

    kalo yg ikut bantu Palestina itu juga bantu saudara2nya di Indonesia gimana Bang? Saya yakin mereka jg peduli sama saudara2 di sini, ga tutup mata, ga tinggal diam, berbuat sekecil apapun yg mereka bisa. Tapi ya emang semua masalahnya ga bs selesai sekejap mata. Berbuat baik untuk Indonesia, berbuat baik untuk bangsa lain juga, kenapa nggak?

    kalo action-nya ga paralel, boro2 ngurusin bangsa Bang, ngurusin diri sendiri aja saya ga beres2, ada aja masalahnya. Tapi kalo nunggu beres, kapan bisa berbuat untuk orang lain? Maka dengan segala ketidaksempurnaan, dengan segala keterbatasan, meskipun diri belum beres2 amat, ttp bantu yang lain. Begitu juga dengan Indonesia, meskipun blm beres2 amat, bisa bantu yg lain.

    Reply

    • alfam Says:

      maaf saya sebagai muslim cuman mau ngomong,
      anak” kecil muslim Palestina yang mati dibunuh sama kaum yahudi disana merupakan saudara kita, adik kita, anak kita, karena Rosululloh bersabda kita terlahir sebagai soerang muslim dilahirkan bersaudara. Apa kita bisa diam saja melihat orang tua/adik/kakak/anak kita mati berperang di Palestina bang ? kalo kita dilahirkan bersaudara apa bang pandji akan diam saja saudara abang mati karena kekejaman israel disana :(

      saya sependapat dengan mba hening, “kalo action-nya ga paralel, boro2 ngurusin bangsa Bang, ngurusin diri sendiri aja saya ga beres2, ada aja masalahnya. Tapi kalo nunggu beres, kapan bisa berbuat untuk orang lain? Maka dengan segala ketidaksempurnaan, dengan segala keterbatasan, meskipun diri belum beres2 amat, ttp bantu yang lain. Begitu juga dengan Indonesia, meskipun blm beres2 amat, bisa bantu yg lain.”

      Reply

      • Just Says:

        setuju mas Pandji, yang perlu kita lakukan adalah pertama, mendukung bangsa kita sendiri untuk memperbaiki bangsa ini dan dimulai dari diri kita sendiri.
        Jangan langsung percaya pemberitaan media sob tentang perang Israel-Palestina, jangan langsung salahkan Israel. Yang benci terhadap Israel pasti tidak kenal dengan Israel. Yang membuat kita menikmati berbagai media di dunia saat ini, mulai dari internet, pertelevisian, dsb adalah Israel
        carefully about what u say…!!!
        Damn Indonesia. Mari kita majukan Indonesia..!!!

        Reply

  12. Ozzy Gladstone Says:

    Klasik banget opininya.
    Yang paling nasionalis aja peduli.

    “Selama kemerdekaan bangsa Palestina beloem diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itoelah bangsa Indonesia berdiri menentang pendjadjahan Israel.” (Soekarno – 1962)

    Kita bukan gak peduli bangsa sendiri. Kata siapa.

    Lembaga kita yg ke gaza itu juga ngurusin dalam negeri juga.

    Palestina aja waktu kita bencana merapi nyumbang.
    Ini bukan soal sok2an.
    Kemanusiaan.

    Atau biar ngerti harus ngerasain dulu.

    Masak? Aer? Biar? Mateng?

    Reply

  13. Cical Says:

    Setuju banget ama yang dibilang Bang Pandji.

    Kalo menurut gue konflik Palestina-Israel jadi besar bukan karena pengaruh media massa aja, kesamaan agama juga jadi pernanan utama.

    Coba liat konflik Tibet-Cina, kelaparan di Ethiopia, perang saudara di Afrika, ada orang kita yang peduli ga? Ga ada.

    Konflik Palestina-Israel emang penting tapi apakah itu satu-satunya konflik yang terpenting di dunia ini? Ga juga

    Reply

  14. culestanzzaaa Says:

    ckckck..bahkan hari begini masih ada yg menganggap kalo ini konflik agama..bang, om, bro, cuy, di Palestina itu juga banyak loh Kristen dan Yahudinya..di Israel sendiri pun banyak Muslim Arab nya..kita bukannya gak mau peduli thdp serangan Israel ke PLO..tapi percaya deh, itu smua trik politiknya mrk..perang itu udah berabad2 lamanya ada.. Gw setuju sm bang Pandji, urus dulu lah sodara2 kita dalam negri yg ga jelas nasibnya di tangan pemerintahan yg skrg..bantu mereka dulu, drpd kalian berbondong2 jihad ke Gaza, bukannya menciptakan damai, malah akan memperburuk siatuasi poltiknya bro.. heemhh..tapi yasudahlah..emang susah membendung opini publik yg beraneka ragam..:)

    Reply

  15. Tika Says:

    Dear Pandji,

    Sumpah gw kaget banget baca artikel lo ini, ga nyangka kepedulian lo itu terhadap bangsa lain minimalis banget. Kalaupun lo ga peduli, setidak-tidaknya hormati dan hargailah mereka yang peduli

    Peduli pada satu hal bukan berarti tidak bisa peduli pada hal lain. Sama sekali ga menyalahkan lo bisa bicara seperti ini because this is ur opinion.. Sebagai sesama manusia gw hanya mengingatkan,

    1. bahkan Presiden pertama kita Soekarno pernah berpidato menuntut kemerdekaan Palestina di PBB saat Indonesia masih belum jelas bentuknya,

    2. bahkan Palestina yang keadaannya belum merdeka pun memberikan sumbangan untuk Indonesia saat terjadi bencana di Aceh dan Merapi,

    3. bahkan negara-negara yang membantu Indonesia pun punya masalah sendiri-sendiri di negaranya masing-masing tapi mereka peduli sama negeri ini, negeri yang juga sering minta bantuan ples dibantu negeri lain.

    Kalau lo berprinsip seperti itu, sayang banget bro.. Mana jiwa tolong-menolong bangsa Indonesia yang selama ini dibangga-banggain? Yang ada bangsa ini cuma dianggap bangsa yang ga tau terima kasih dan egois..

    Jadi jangan salahin negara-negara lain yang ga mau bantu Indonesia waktu ada bencana atau krisis apapun dan alesan mereka, “masalah negara gw lebi penting dari pada bencana di negara lo…”

    Reply

    • I am Blueberry Says:

      Bung Karno berbicara demikian karena waktu itu Palestina baru di serang Israel. sebagai negara yang baru merdeka, Bung Karno membela negara – negara yang di jajah. Perlu di ingat juga, ini bukan masalah agama atau apa, tapi perebutan wilayah. yang menjadi rebutan adalah Gaza, Palestina punya wilayah lain yang jauh lebih tenang yaitu Tepi Barat. bagus memang kalau peduli dengan Palestina, tetapi… kamu juga jangan menutup mata apa yang terjadi di sekeliling kita, di Indonesia sendiri.
      masalah yang Indonesia miliki lebih kompleks daripada Palestina, mereka bisa mengungsi ke negara barat karena mereka pintar, sedangkan kita? kita mengaku anti Israel padahal apa yang kita pakai sekarang adalah inovasi bangsa Yahudi, kita punya inovasi apa?
      sekarang masyarakat mengutuk bangsa kita karena membiarkan pembabatan hutan besar besaran di Sumatera dan Kalimantan. jangan lupakan juga adanya orang2 dari Papua Barat yang menyerukan ingin merdeka akibat birokrasi yang buruk. pengangguran dimana mana, korban pemerkosaan yang bisa menjadi tersangka, dan lain sebagainya. banyak petani miskin, nelayan miskin yang akhirnya menangkap hewan yang dilindungi untuk dijual, suku anak dalam yang baru baru ini diusir dari daerah tempat tinggal mereka.
      ini buka masalah tolong menolong sebagai warga dunia, tetapi apa yang anda bisa lakukan di sekeliling anda. ya terserah sih mau menolong siapa.. tapi jangan salahkan Pandji, dia sebagai seorang pemuda nasionalis hanya membahas apa yang ada dibenaknya, this is freedom of write.
      jangan mengaku nasionalis sejati ketika timnas bertanding saja, tunjukkan kalau anda memang nasionalis sejati dengan lebih peduli bangsa ini. tolong bangsa anda dulu, lalu bantu bangsa lain.

      Reply

  16. Fikri Says:

    yup.. ini provokatif :)

    Reply

  17. Fiel Kautsar Says:

    Yang saya perhatikan dari opini ini sih, adalah kalimat lucu ini: “Dalang kerusuhan 1998 masih hidup tenang. Bahkan ada yg mau mencalonkan diri jadi Presiden.” Hahahhahha.
    Sisanya mah, bebas2 aja deh. Semua pendapat, dibelakangnya pasti ada alasan yg kuat. Pandji sudah menuturkan alasannya. Kalau ada yang gak setuju, teriakkan juga alasannya. Terakhir, jangan lupa sejajarkan pendapat dengan aksinya.

    Reply

  18. puput Says:

    Kalo kita membantu dan peduli terhadap bangsa lain (Palestina), pasti Tuhan akan membantu dan peduli dengan bangsa kita (Indonesia)

    Reply

  19. kiki Says:

    Masalah yg ada di Indonesia sudah sepatutnya di berikan perhatian yg lebih dari kita semua. Tapi bukan berarti dengan masalah di Palestina kita harus tutup mata karena banyaknya masalah di negara kita. Dua-duanya adalah masalah kita sebagai manusia yg bernegara dan beragama.

    Seperti jika elo punya dua penyakit; tumor di otak dan luka ditangan. MASAK elo cuma berniat menyembuhkan luka di tangan terlebih dahulu baru menyembuhkan penyakit di otak? Bukannya dua-duanya harus disembuhkan?

    Kecerdasan bisa tidak jauh jauh dari kesombongan. Hati-hati.

    Toss ndji!

    Reply

  20. denvydelune Says:

    Dear All,
    kok jadi pada sensi begini ya… Pandji kan cuma mengutarakan pendapatnya aj.
    Memang benar, qta turut bersimpati sama apa yang terjadi di Palestina. Qta berdoa smoga masalah disana bisa selese dgn baik (walau ragu jg sih gw hehehe). Tapi alangkah baiknya disikapi dengan wajar juga. Gak usah gembar gembor emosi berlebihan. Kenapa sebagian org Indo emosian bgt kalo berhubungan dengan kasus Palestina tapi giliran masalah masalah besar dan kronis yg melanda negeri qta sendiri kok gk begitu ?

    Reply

    • alfam Says:

      menurutku komentar-komentar diatas gak pake emosi kok, itu juga merupakan opini-opini mereka
      komentar-komentarnya kalo pake emosi bisa nyolot-nyolot dong tulisannya hehee :)

      Reply

  21. Isra Says:

    *nyimak komen sambil “masak” popcorn*

    Reply

  22. gue Says:

    whateperlah

    Reply

  23. Odie Says:

    Ya mungkin maksudnya bang Pandji, selain juga peduli sama Palestine ya masalah di negara sendiri juga jangan sampai dilupakan… Cuma cara penyampaiannya berbeda aja. Indahnya keberagaman xD

    Reply

  24. Fenny Wongso Says:

    Wow, simple but really nice. Kaget baca comment-comment diatas. Dari comment-comment itu aja sebenarnya udah ketahuan mana yang cerdas dan mana yang enggak. Menurut gue, Pandji bukan tidak mementingkan dan mempedulikan Palestina, dan apa yang dikatakan Pandji memang benar bahwa masalah ini dibesarkan oleh media. Mungkin banyak kejadian di luar sana yang tidak kita tahu, yang mungkin lebih parah dari kasus israel – palestina. Bisa jadi di Indonesia. Lebih peduli dulu terhadap bangsa sendiri, baru kepo-kepoin yang lain :)

    Reply

  25. Bukan Pandji Says:

    Ji, lo salah. Bukan Palestina VS Israel tapi Hamas VS Israel.
    Buat yang baca, perlu inget juga ini bukan Islam VS Kristen ya tapi Hamas VS Israel.

    Silakan peduli dan membantu Palestina asal setelah itu jangan lupakan masalah saudara-saudara sebangsa yang hidup dekat dengan kita yang telah Pandji jabarkan di atas. Saya percaya negara-negara Arab lah yang harusnya pertama kali heboh turun tangan membantu Palestina mengingat mereka yang hidup dekat dengan mereka. Sudah dengar aksi bantuan apa saja yang negara-negara Arab itu sudah lakukan sejauh ini?

    Reply

  26. meong Says:

    Negara sendiri belum beres ?

    Kita nunggu negara kita Menjadi Utopia / Negeri malaikat dulu ya baru kita boleh Menyuarakan Solidaritas terhadap kemanusiaan?

    Analogi Macam Apa itu

    Reply

  27. budi Says:

    Ini tulisan bagus, sayangnya saya belom pernah tau kalau si penulis udah berusaha ngelakuin hal-hal untuk sekitarnya seperti yg disebutin di atas, makanya saya gak terprovokasi setelah baca :))

    Reply

  28. meong2 Says:

    emangnya kontribusi pandji untuk masalah2 diatas apa aja? ato cuma OMDO?

    Reply

    • Pandji Pragiwaksono Says:

      Untuk anak anak Indonesia yang meninggal, saya mendirikan dan jadi pembina Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia sejak 2006 sampai hari ini
      Kami membantu pembiayaan, relawan ambulans hingga pembiayaan pemakaman. Termasuk sosialisasi soal kanker pada anak
      Ngomong2 saya kan juga donor darah tetap utk Thalassemia, secara berkala saya rutin menyumbangkan darah kepada 1 orang anak namanya Michelle. Kalau boleh, saya menyarankan anda yg sehat juga rutin donor darah karena banyak anak Indonesia dengan Thalassemia dan akan selalu hidup bergantung dengan darah orang lain

      Soal anak Indonesia yang depresi dan bunuh diri, saya bersama Angga Sasongko dan Shafiq Pontoh membantu Jessica Farolan menjalankan Smile For The Future, sebuah gerakan mengurangi tingkat depresi di lingkungan sekolah dengan menggunakan pendekatan komedi dan konseling, gratis.

      Soal kerusuhan 98, dalang yang bebas dan dia yang mau naik, saya lakukan sosialisasi lewat Stand-Up Comedy saya dan lewat buku buku

      Soal korupsi, saya kini mendukung KPK bekerja sama resmi dalam sosialisasi dan saya berhenti “damai” sama polisi hehehe

      Soal sodomi kepada anak anak bali dan human trafficking kepada perempuan Indonesia, bersama Pak Imam Prasdjo dan Pak Marco Kusumawijaya mengadvokasi kebutuhan kawan kawan aktivis bidang tersebut dengan fasilitasi gedung sebagai kantor dan penampungan karena selama ini masih pakai rumah pribadi untuk menampung korban

      Soal masalah masalah yang lain, saya akui kurang mampu saya tangani. Saya hanya bisa berharap ada orang yang punya kepedulian di bidang tersebut dan mau melakukan usaha untuk menolong mereka.

      Saya ditanya oleh mbak tadi, ya saya jawab :)

      Sekian dan terimakasih
      Pandji Pragiwaksono, kata orang mirip Gerard Butler, Channing tatum dan Ryan Reynolds.

      Reply

  29. populi Says:

    Have you done anything to all those people mentioned on the post?
    Kalau sudah, coba post ini di update dan cantumkan link menuju tindakan yang sudah dilakukan untuk orang2 itu..
    Seperti halnya media yang anda bilang membesar2kan konflik palestina – israel..
    Mungkin dari situ banyak orang yang bisa terdorong untuk melakukan tindakan positif untuk orang2 yang anda sebut di post diatas..

    Reply

  30. anto Says:

    Ya udah kalo mau ngurus negara sendiri, besok besok di tweet jgn sibuk sibuk ngurusin klub MU. Lah wong sepakbola sendiri aja belum beres. :)

    Reply

  31. Jedy Says:

    Stuju sama Cical. Masalah/konflik di dunia ini bukan cuma Palestina. Kenapa untuk konflik ini mereka lebih peduli padahal yg lainnya biasa2 aja?

    Stuju juga sama bang pandji. Masalah palestina, kita emang perlu peduli soal ini. Tapi masalahnya, negara kita lebih membesarkan hal ini daripada masalah negara sendiri yang selama ini TERKESAN kalo pemerintah menutup mata..
    Bukan tidak peduli Palestina. Kita bantu tapi negara diprioritaskan dong. Kalo yah emang benar2 sedang “urus” negara, buktinya yang jelas dong.

    Reply

  32. mericahitam Says:

    Asli… lebih seru liat komen-komennya dibanding isi dari tulisan ini sendiri… :)))

    Reply

  33. mericahitam Says:

    semoga setelah komentar “pedas” yang terlontar, tak ada satupun kata di postingan ini yang di edit…

    boleh saya minta “AMIN”?

    Reply

  34. Andre Says:

    Well, maksud penulis udah jelas sih. Hal simpel aja, kenal gak ama orang yang disebelah rumah kalian? Namanya? Pekerjaannya, anaknya ada berapa? Berapa orang yang tinggal di rumah itu. Lah, ini orang terdekat ke kita kadang kita gak tau siapa mereka. Itu contoh kecil dari rasa kepedulian. ;)

    Reply

  35. arif prianggono Says:

    mungkin perlu anda tau mas pandji negara PALESTINA adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan INDONESIA
    dan salahkah bila kita warga INDONESIA mendukung kemerdekaan untuk negara PALESTINA?

    Reply

  36. Delia Says:

    saya rasa tidak ada yang salah dengan masyarakat yang peduli dengan dunia.
    sebagai manusia, siapa yang rela melihat aksi kebiadaban pada saudara-saudaranya.
    dan saya yakin masyarakat yang peduli dengan masalah Palestina-Israil adalah juga masyarakat yang paling peduli terhadap masalah bangsanya.
    Apakah saudara penulis berpendapat bahwa mereka peduli dengan masalah Palestina – Israil adalah mereka yang diam saja dengan melihat keterpurukan yang terjadi di Indonesia?
    Saya rasa justru sebaliknya.

    Selain itu mohon penulis juga menulis dengan melihat FAKTA yang ada.
    Mengenai pengungsi Timtim, pemerintah SUDAH dan SEDANG membangun fasilitas berupa rumah tinggal dan fasilitas umum lainnya bagi warga Indonesia eks Timtim, yang tersebar di NTT.
    memang terkesan agak lambat karena lokasinya yang jauh dari pusat pemerintahan.
    Kendala terbesar bagi pemerataan pembangunan di Indonesia ini memang karena wilayahnya yang luas dan terdiri dari banyak pulau.

    Saya rasa Indonesia bukan bangsa yang tidak peduli, justru bangsa yang peduli dengan masalah bangsanya dan dengan dunia.

    Reply

    • Ali Says:

      Sangat setuju sama Delia dan teman-teman lain yang kontra.
      Mau saya ungkapkan komentar saya di sini, keburu udah diutarakan teman-teman yang lain. Yah, Alhamdulillah. Saya cuma berharap, pandji mau membaca semua komentarnya. dia kan bukan orang yang selalu benar? kenapa nggak coba memikirkan kebenaran dari perkataan orang lain dulu, wahai saudara pandji?

      Reply

    • Sam Says:

      Saya kurang sependapat sama mbak delia, berdasarkan penuturan teman satu kuliah saya di salah satu univ jogja, asal atambua, dan mendapat beasiswa untuk kuliah, dia mengatakan saudara2 kita msh jauh dari kemanusiaan, masih bnyak kelaparan, msh banyak yg makan buah beracun, krna tandusnya daerah, aksesibilitas yg tak berkembang, dan wktu itu kami sepakat membantu dan mengirimkan buku2 serta duit untuk sembako saat dia plg kampung,,,dan satu orang yg sangat membantu adalah pak budi, pilot singapore airlines yg asalnya dri surabaya, totalitas bagi memanusiakan saudara2 kita disana,,
      Dan pejabat lain yg berasal dri manggarai, ende, dan flores, serta datri timor leste sendiri,,

      Reply

  37. @hadisaputraa Says:

    Haha, setiap orang berhak berpendapat. Tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah. Permasalahannya cuma ada pada sudut pandang masing masing . Mas pandji argumentnya cukup bagus, tapi ada sebagian orang yang menelan kata itu mentah mentah tanpa dicerna terlebih dahulu. Saudari tika dan saudara anto juga bagus :) intinya kedua duanya butuh perhatian dari kita.

    Reply

  38. wodoank Says:

    Dear Pandji,

    Semoga dirimu tidak merasakan apa yang rakyat palestina rasakan, karena saya yang melihat saja sedih dan sakit hati melihat kekejaman israel.

    entah, apakah dirimua tak punya hati atau tak melihat berita2 di tv, oh maaf, mungkin karena kamu menganggap itu adalah kerjaan media yg membesar-besarkannya.

    dan sekali lagi, Semoga keluargamu di beri lindungan oleh Allah.SWT.

    Reply

    • aditya Says:

      Anda kalau lihat kekejaman di negara anda sendiri yang sering anda lihat di TV suka merasa sedih dan sakit hati ga? cuman penasaran aja sih… hehehe

      Reply

  39. cuki Says:

    Fuck Palestina…!!! Biarin aja tu anjing2 Hamas mampus gara2 kebodohan mereka sendiri. Siapa suruh kirim2 roket? Siapa menabur angin dia menuai badai. Siapa menabur roket, dia menabur roket.

    Reply

  40. ahmad fajar Says:

    Alhamdulillah bang, kalo kita mau rajin baca baca media online, pihak Palestina sendiri sudah mengutarakan bahwa mereka ngerti kok kalo semua negara (mayoritas) muslim itu punya masalah dalam negeri sendiri, jadi silakan aja urus urusan sendiri dulu, gitu katanya bang, luar biasa kan? Udah butuh bantuan tapi masih bisa bersabar di dahulukan. :)

    Reply

    • pembelajar Says:

      Super komennya bang ahmad fajar dan (tentunya) Palestina yang penuh hikmah untuk dipelajari bangsa Indonesia tercinta. Kita tetap perlu menjalin hubungan saudara dan kemanusiaan dengan bangsa lain dan tidak lupa juga dengan bangsa sendiri. Masalah gembar-gembornya, ini adalah sebuah momentum, yang mungkin akan lebih mengasah kepekaan bangsa Indonesia untuk melihat kenyataan di luar sana. Bahwa, ada hal yang lebih penting untuk dilakukan dari bergalau-galau dan mencela orang lain ataupun hal yang menyangkut SARA.

      Nah, sedikit saran buat Bang Pandji, majukan Stand Up Comedy Indonesia dengan materi yang bermakna dan menginspirasi. Sebab, saya masih melihat Comic yang (dianggap) profesional itu membawa-bawa SARA, memicu opini negatif dan mengintimidasi yang bagi saya ‘nggak Indonesia banget’. Semangat untuk terus berkarya membangun bangsa yang lebih baik :)

      Reply

  41. Yuyu Says:

    Pikiran kerdil adalah milik orang2 yg kerdil. “Buat apa mikirin Palestina, sementara masalah di negeri ini saja sudah banyak?”.

    Pertama, org yg mengatakan hal ini kerdil karena lupa hutang budi. Ketika RI merdeka, mufti Palestina adalah salah satu tokoh yg sangat kuat mendukung. Padahal saat itu masalah di negeri mereka sudah banyak.

    Kedua, org ini kerdil karena cuma mampu memikirkan masalahnya sendiri. Orang2 besar pasti punya kebutuhan pribadi, dan kadang2 kebutuhannya sendiri tdk terpenuhi juga. Tapi yg membedakan orang besar dan org kerdil adalah kenyataan bahwa orang2 besar tdk hidup utk dirinya sendiri. Mereka memikirkan orang lain. Setiap Muslim harus bermental pemimpin, harus berusaha menanggung beban orang lain. Kita semua diajarkan utk tdk berpikir kerdil.

    Ketiga, orang ini sudah jelas kerdil di hadapan Allah SWT, karena kualitas keimanan seseorang dinilai dari besarnya rasa cintanya kepada sesama Muslim. Kalau darah sudah tertumpah dan nyawa sdh melayang tapi amarah itu blm juga hadir, mungkin karena memang merasa tidak bersaudara. Jangan salahkan siapa2 kalau kelak tak ada yg mau menolong manusia2 kerdil ini, karena tdk ada yg merasa bersaudara dengannya.

    ___
    Sorry ya gan, ini cuma Copas dari sodara ane, namanya Akmal Sjafril

    Reply

  42. Sangaji Stecher Says:

    Kalo kalian2 yang diatas peduli sama Palestine, kenapa kalian gak peduli dengan rakyat Papua? Toh sama kan, di sana juga ada penindasan, tetapi bukan dengan rudal dan serangan. Di Papua sana, mereka lebih menderita, bukan secara fisik, tetapi secara mental. Kalo kalian ngedukung Hamas, segarusnya kalian juaga ngedukung OPM. Mereka juga ditindas, makanya mereka berontak. Apa karna Hamas satu Agama dengan kalian, lantas kalian ngebela mereka mati matian? Maaf, disini saya bukannya ngebela Israel, tapi tolonglah buka mata, di Indonesia sendiri masih banyak “penindasan2″. Saya setuju dengan opini babg Pandji.

    Reply

  43. Jemmy Riga S Says:

    ….dan zionis pun bakal tertawa, sesama muslim sudah terpecah belah, kehilangan kepercayaan sesama saudaranya sendiri.

    Reply

  44. jamal j Says:

    komen2 di bawah masih ada yg bilang ‘SEBAGAI SESAMA MUSLIM’.
    Emang di israel ga ada muslimnya ya??

    lagian kok cuma palestina doang yg di-’URUS’ ?? Yang di suriah gimana??

    lalu emang palestina udah PASTI GA ADA SALAHNYA YA??

    Mending akuin ajalah, kalian udah terlalu benci ama yang namanya YAHUDI!
    kalian anggap yg namanya israel itu udah pasti yahudi!!

    sekarang gini aja deh.
    misalnya yang perang itu ISRAEL vs CHINA, kalian mo bela sapa haayooo?? bela yg paling banyak penduduk muslimnya???

    atau coba tengok ke kalimantan tuh. warga aslinya juga DIJAJAH tuh ama mafia SAWIT n mafia kayu!! ga kasian ama mreka?? tar kalimantan udah abis baru deh koar2 #SAVEKALIMANTAN!

    soal pidato pak soekarno, gw minta sumbernya dong. kyknya kalo di google gw cuma nemu di blogspot2 doang tuh.
    gak pernah pak Soekarno pidato tentang palestina . CMIIW

    Reply

  45. yoyo Says:

    pendapat ane …

    semua pendapat agan2 dan aganwati benar semuanya…

    kalian saling berbeda pendapat itu karena kalian juga merasakan hal yang sama, yaitu rasa empati dan simpati kalian yang meluap2…

    tak usah di ributkan mana yang mau kita bantu terlebih dahulu, selama kita masih bertenaga bantulah, tidak ada tenaga mari kita bantu dengan doa…

    tuhan pasti mendengar kan doa kita,tuhan pasti melihat apa yang terjadi dan tuhan pasti akan menolong…

    yang penting kita masih memiliki rasa yang sudah jarang dimiliki manusia modern, yaitu empati dan simpati…

    all respect to you …

    I LOVE INDONESIA …

    Reply

  46. endra Says:

    setuju bang Pandji
    bukannya gak peduli sama kejahatan israel, tp ada yg lebih penting diurusin di sini, di Indonesia
    semua masalah di atas jarang bgt orang yg perhatiin
    pokoknya ya jangan omong doank aja
    peace!!

    Reply

  47. Rinjani Says:

    oooo…si Pandji mau pamer???
    atau msh kurang terkenal hingga merasa perlu ndompleng????

    Bangsa kita itu kan dikaruniai kelebihan “peduli”,
    yaaa si media yg mempromokan, sehingga bergulung
    kpedulian yg makin besar.

    pamerin dong Ndji tragedi kemanusiaan di indonesia yg heboh,
    & kasih sarana turut partisipasinya gmn.

    Pasti bangsa Indonesia akan peduli!!!

    Reply

  48. liquisa Says:

    hhmmm… bukannya masalah di indonesia ini disebabkan oleh orang indonesia sendiri ya?? kalo aja para dewan yang terhormat dan para pejabat pemerintah itu punya pendidikan akhlak yang bagus ga akan ada : angka kmatian ibu&anak tertinggi diasia, anak putus skolah,anak dipasung dan dikandangin kayak binatang, anak2 merasa ga aman karna takut diperkosa, desa tertinggal di indonesia, org difable yg kesulitan, anak2 di Bali yg disodomi, human traficking dll yang disebutin bang pandji. Karna saya yakin jika para anggota dewan yang terhormat dan para pejabat pemerintah berakhlak baik mereka ga akan korupsi dan menghabiskan duit rakyat yang harusnya dipergunakan untuk kepentingan rakyat dan bisa bikin indonesia sejahtera. dan itu sudah bertahun2 terjadi. dan malahan orang yang mau bikin itu bener dihancur leburkan..

    Reply

  49. papajahat_3gp Says:

    amin……….. ;)))

    Reply

  50. Fenny Wongso Says:

    NO matter how good you are, people will still judge you. Stay cool Pandji :D

    Reply

  51. sayanaif Says:

    peduli palestina ga cuma gembar gembor di socmed buat dijadiin TTWW juga kan???????? dari pada gembar gembor di socmed biar keliatan paling peduli mendingan ngaji baca doa sholat gaib! masalah di indonesia juga masih sangat banyak, tp kepedulian kita jangan kaya makan cabe dong! ada yg provokasi langsung ramee.. udah ga pedes mah tiiis2 aja.. .ini pendapat gue yang ga ngerti apa2.

    Reply

  52. dimin Says:

    Jgn ribut2lah bagi2 tugas saja. Sebagai umat dunia kita juga dituntut utk peduli dgn sesama. Apalagi sesama Muslim (kecuali anda abangan) menganggap semua Muslim di seluruh dunia adalah saudara melewati lintas negara. Seperti yg dikatakan oleh komentator sblmnya. Jangan menjadi orang munafik dan omong kosong. Liga sepakbola negara lain kita bela2in smp keluar uang, tenaga tidak sedikit. Liga sendiri saja kita jijik melihatnya. So tidak ada yg sempurna brother. Yg penting kita melakukan kebajikan, dimana pun.

    Reply

  53. Chomsky Says:

    Gue pengen sama kritisnya dan peduli sama Syria, South Sudan, Chechnya, South Ossetia, Urumqi, Aceh, Papua, sama di sana penjahatnya bukan zionis Israel, ga seru.

    Reply

  54. Eminzia Says:

    Yang aus – yang aus. akua akua.

    Reply

  55. wawithoutk Says:

    dari pada energi kalian buat jatuhin si empunya blog, mending fokus kalian buat berkarya dan lakukan yang terbaik buat siapa/apa pun , mo negara orang kek, mo negara nenek moyang kek. daripada mbacot tapi nihil.
    ingat syarat mbacot adalah berkarya, klo gak berkarya gak usah mbacot

    salam berkarya

    Reply

  56. temennya anto Says:

    Ndji… Ndji… Peduli kok milih-milih…

    Palestina aja nggak milih-milih kok waktu bantu korban Tsunami Aceh dan Merapi…

    Dan yang bilang antara Palestina dan Israel itu perang, dari mananya perang?? jelas-jelas itu genocide, pembunuhan massal… Itu bukan lagi konflik keagamaan, tapi konflik kemanusiaan…

    Regardless of your religion, regardless of your faith..

    Sadar ndji sadar…

    ah.. susah sih kalo ngomong sama orang yang full of himself kayak lo :D

    Reply

  57. agaverus Says:

    tulisan yang sangat cerdas yang sayangnya ditanggapi secara tidak cerdas

    Reply

  58. randompeople Says:

    terseret twit ernest kesini.. seru, tulisannya beda, kritis. komentar-komentarnya tetap masih banyak yang sensi seperti biasanya.

    Reply

  59. denvydelune Says:

    Sepertinya orang Indo harus blajar menertawakan dirinya sendiri, biar gk gampang tersinggung en cepet panas hanya krn sebuah opini.

    Reply

    • simplydenny Says:

      Iya, rata-rata komennya pada sensi, saking sensinya seolah-olah ngga baca komentar2 sebelumnya yang kurang lebih komennya sama dengan komennya tapi masih ngebet komen yang sama. haha

      Diskusi ngga harus pakai emosi (buat yang ngerasa ngetiknya emosian), utarakan opini lebih enak dengan lebih santai dengan dasar yang kuat atas argumennya sendiri, biar diskusi jadi lebih enak :D

      Bagi yang merasa ingin membantu saudara2 di Palestina dulu ya silakan segera dikerjakan, bagi yang ingin membantu saudara2 di tanah air dulu juga silakan segera dikerjakan duluan.

      Kalau setelah mengajak/memberitahu orang lain untuk menolong mereka yang ingin kita tolong, tapi mereka punya pendapat yang berbeda untuk menolong orang yang berbeda dari yang ingin kita tolong, ya hormati saja, kan itu juga keputusannya.

      Toh yang penting semua pihak yang butuh pertolongan tetap ada yang mau menolong.

      Oh iya, bagi yang ingin ikut membantu saudara2 kita di Soreang, bisa pantau terus akun twitter @aksibandung ya. Pertolongan kalian sangat berarti, trims :)

      Reply

  60. zada Says:

    Yah jangan minta legalin ganja aja.. :D

    Reply

  61. hilmy Says:

    Liat komen komennya,sebenernya semua baik,apa salahnya kebaikan dan ketulusan kita sebarkan untuk orang lain,jadi inget lirik lagu ‘imagine’ bayangkan tidak batas dan bangsa,yang ada hanya kemanusiaan,apa salahnya peduli sesama manusia dimana pun berada, secara ga langsung kita udah mengkotak kotakkan manusia,apa yang bisa dilakukan di dalam ya kerjakan,apa yang bisa dilakukan ke luar ya kerjakan, semua itu baik,jadi ga perlu diributkan,semua punya cara masing masing,keahlian masing masing,tapi tujuan mulia nya satu untuk kemanusiaan, dimana pun itu berada…salam hangat buat semua manusia,,,

    Reply

  62. Rima Says:

    Soal konflik Israel – palestina, ga etis rasanya kalo kita bilang itu cuma media. yang membesar-besarkan.. kita peduli, meskipun hanya dengan apa yang kita bisa walau hanya doa, donasi semampunya karena Sesungguhnya it not just about Moslems, Jews, Arab, or christian .. It’s about humanity !!, realita yang terjadi disana memang demikian, banyak wanita dan anak-anak yang tak berdosa dibunuh tanpa perasaan.. itu genosida,_.bila kita tetap ga mau peduli sama palestina dan cuma peduli sama Indonesia , keburu lebih banyak lagi korban lagi.. prioritas yang lebih mendesak dulu.. tapi menurutku , itu tidak harus ATAU kan?? Kita bisa peduli dua2nya.. menolong Indonesia DAN Palestina.. dengan apa yang kita bisa.. contoh dengan kita tidak memakai produk buatan Israel kita bisa mendukung produksi dalam negeri sekaligus ikut membantu palestina.
    Maaf aebelumnya bila terdapat kata2 yang tidak berkenan.

    Reply

  63. hestia Says:

    Nyatanya memang keadaan Indonesia msh terpuruk. Tapi klo boleh diingat, atau mgkn kita sendiri lupa
    Palestina dulu ikut memberikan donasi saat Tsunami Aceh, pdhl waktu itu kondisi negara mrk tdk kalah
    Mengenaskan, tapi mereka msh punya hati utk membantu kita. Seharusnya mnrt saya tdk di saat #PrayForGaza ini kita baru ngeh negara kita sdg memprihatinkan. Seharusnya kita ngeh tiap hari, dan jgn jadikan alasan ‘Indonesia belum mampu’ untuk tdk memberikan perhatian kita kpd negara yg sdg diserang seperti Palestina. Terima kasih atas perhatiannya

    Reply

  64. Saya Says:

    Tolong semuanya lah kalo bisa, gitu aja kok repot, Indonesia bagian dari dunia, dunia bagian dari indonesia, itu baru cinta, cinta gak perlu dibikin sempit dia bisa melebar dengan caranya sendiri, cinta pada mulanya tak terbatas manusia yang kemudian membatasinya, maka jangan salahkan ketika semuanya menjadi terkotak-kotak kita sendiri yang mengkotak-kotakannya, sempit betul dunia yang luas ini, hahahaha

    Reply

  65. ayu citra Says:

    Perangnya di palestina, bukan di sini :D
    Stay cool mas pandji (◦9˘̶̀⌣˘̶́)9
    Niat baik ga tentu orang nilai baik..

    Reply

  66. liza Says:

    Emm agak oot sih tapi mau tanya nih sama yang ngotot banget ngebela Palestina.
    Tau gak sih siapa yang nyiksa TKI-TKI Indonesia di Yordania?
    Tau gak mereka itu warga negara mana?
    Cuma nanya sih tanpa maksud buat apa-apa.
    Saya pribadi sih setuju sama mas Pandji, lah Indonesia aja masih banyak yang belum beres kenapa harus ngurusin negara lain?
    Oke sih peduli atas dasar kemanusiaan, tapi ya gak salah juga dong peduli masalah kemanusiaan di negeri sendiri dulu? :D

    Reply

  67. Adietiansyah Says:

    asli ini liat komen komennya lebih seru dari pada MU vs Liverpool hahahahaha

    Reply

  68. ardhi Says:

    Ga ada yang salah kok dengan tulisan mas Pandji :)
    Ini bukan masalah peduli atau ga peduli. Aku yakin 100% mas Pandji sebagai Muslim juga care dan peduli dengan saudara2 kita di Palestina.
    Ini semua tentang prespektif kita,..bagaimana kita melihat semua realita yang cukup miris di atas yang ternyata sangat dekat sekali dengan kita. Sudah ngapain aja kalian buat mereka? :) Kemana aja kita ketika mereka yang ada di dekat kita butuh ? :)
    Kan biar adil,..ada yang care saudara kita di luar,..ada pula yang care saudara2 kita di negeri ini :)
    *peluk*

    Reply

  69. fani Says:

    aduh agak menyudutkan ya. Kesannya yg berkoar Free Palestina, buta masalah Indonesia. Kenapa jga yg komen pada mikir gt ya? Halo, kalian siapa? Hanya orang2 yg sling tukar pndapat di dunmay kan? Apakah kalian tau saya? Bnyk komen yg berkesan ‘yg bela Palestine ga peduli masalah Indonesia’ kalian ga tau kontribusi ‘yg bela Palestine’ untuk Indonesia kan? Think smart please ;) sbg yang berkoar Free Palestine saya merasa tidak enak nih, saya peduli Indonesia. Saya peduli korban Soreang. Saya peduli korban seks bebas yg teman saya alami. Saya tidak buta korupsi dimana2. Saya juga ikut dalam aksi save KPK. Saya juga galang dana untuk tsunami Aceh. Saya ngerti kok niat baik mas Pandji. Tapi, kata-katanya kurang pas mas,coba dipikir lagi.

    Reply

    • Handriyandi Says:

      Mba Fani yang terhormat, kondisinya kan sama cuma dibalik, “kita yang memikirkan negeri sendiri” juga sama Peduli sama Palestina, cm saya bisa bantu apa? ya Doa, penggalangan Dana, apa kita harus ikutan perang melawan Israel? honestly, I can’t, I’m civilian, not an ARMY

      Reply

  70. Djoko Says:

    Duh daripada marah2 ga jelas & ga setuju dengan tulisan ini, mending lawan lagi tulisan ini dengan ulisan lain yg memuat data & fakta. Setiap orang bebas berpendapat asal punya argumen yg kuat terhadap pendapatnya tersebut. Seperti yang selalu bang Pandji bilang, boleh berbeda pendapat tanpa harus saling membenci satu sama lain. :)

    Reply

  71. anak priok Says:

    Toss bang pandji,

    Reply

  72. rizvi Says:

    kok seperti ; ngapain lu ngurusin masalah orang lain, diri sendiri lo aja belom bener. jadi kalo kita belom bener kita ga boleh peduli sama orang gitu ???

    Reply

  73. alfam Says:

    bang pandji maksudnya baik kok… :) kita cerna dengan baik, dan kita pikirkan dengan baik
    sembari kita membenahi diri kita dan negara kita , mungkin bang pandji dan teman” mau menyumbangkan doanya ataupun dana walaupun cuman 50ribu (min transfer :P) untuk membantu korban-korban saudara kita di Gaza
    ustadz felix membuka rekening buat bantuan ke Gaza kok teman-teman bisa d check disini
    http://chirpstory.com/li/33841
    ada artikelnya juga kok tentang Gaza :)

    Reply

  74. cuit2 Says:

    KEBEBASAN BERPENDAPAT
    Hormati pandji atas pendapatnya

    Setuju boleh
    Ga setuju ya gausah dibaca dong, drpd esmosi
    Jangan menghakimi
    Buat tulisan dan pendapat kalian di blog ,
    trus di share di twitter, biar dibaca orang

    Bangsaku Indonesia… Dewasalah
    Peace

    Reply

  75. puput Says:

    kebaikan itu bukan untuk diperdebatkan | kebaikan itu untuk diperlombakan | “berlomba-lombalah dalam melakukan kebaikan “(QS2:148)
    SAVE GAZA! LOVE INDONESIA

    Reply

  76. siapa Says:

    ini kan pendapat si Mas Panji yang emang orang pinter, ya biarkan saja dia hidup bernafas dan jalan dengan pendapatnya yang menganggap masalah derita Palestina sebagai krisis kemanusiaan yg gak terlalu prinsip bagi bangsa Indonesia..
    yang punya pendapat lain bahwa krisis Palestina adalah hal yang mengerikan dan harus diakhiri, jalankan pandangan masing2 yang diyakini.. negeri kita kan ada kebebasan berpendapat niru kayak di AS sono yg mo ngomong apa aja boleh meski terkadang tanpa peduli lagi nilai-nilai..

    Reply

  77. hendra Says:

    itu Pandji udh nyebutin hal yg bisa dilakukan dia terhadap berbagai masalah yg terjadi di negara kita
    trus yg katanya peduli sm Palestina udh ngelakuin apa buat Palestina?
    jgn kyk mahasiswa yg gue liat di TV td ,demo israel kok bakar ban ditengah jalan sambil nimpukin mobil yg lewat
    klo berani jadi relawan ke palestina sih its okay, gw angkat jempol
    gw jg ga setuju sm pandji klo relawan pergi ke palestina menrut gw bkn brarti jg dia meninggalkan sesamaya di indonesia
    intinya menurut gw selama yg kita lakukan utk misi kemanusian semua sama bagusnya
    cm poin pandji disini menurut gw adalah mulailah dari hal yg kecil yg bisa kita lakukan
    hal kecil yg bagaimana? yah yg ada didekat sekitar kita seperti yg dibilang pandji
    klo masalah prihatin menurut gw semua orang yg bermoral pasti prihatin melihat berita warga sipil anak2 dan wanita palestina yg menjadi korban serangan israel
    tp ya itu td kembali lg seberapakah kadar prihatin kita?
    bisa dituangkan lewat apakah keprihatinan kita?
    mau prihatin dgn mengutuk israel melalui media sosial? ( klo bisa udh jadi batu kali tuh israel)
    mau prihatin sambil sewotin tulisannya si pandji disini?
    atau mau prihatin sambil makan malam di restoran mewah pun bisa
    kembali ke kitanya masing2

    Reply

  78. ria Says:

    May God bless u all..
    God bless Indonesia..
    God bless Israel..
    God bless Palestine..
    Peace. Love and Respect

    Reply

  79. ria Says:

    May God bless u all..
    God bless Indonesia..
    God bless Israel..
    God bless Palestine..
    Peace. Love and Respect..

    Reply

  80. Andreas Says:

    Guys , beda pendapat itu biasa , tp cerdas lah menanggapi komentar atau artikel seseorang , kalo emang punya opini yang beda , jelasin dengan bahasa lo dan alasan lo . Banyak komentar bagus yang gw baca di atas , baik yang pro maupun yang kontra , tapi yang ngeganggu gw , kenapa komentar yang kontra ada maksud ‘mencela’ ?

    Point-nya disini , lo mau peduli indonesia ? Terserah , lo mau peduli palestina ? Terserah . Tapi tunjukkin dengan Tindakan , bukan dengan koar2 di Socmed . Masalah pembesar2an media , gw yakin kalo masalah2 di indonesia dipublish seperti masalah Palestina-Israel sana , banyak yang peduli kok .

    Buka mata , kalo emang mau koar2 di socmed masalah Palestina-Israel , koar2 juga lah sama masalah di Indonesia , toh sebanding kan ? Jadi mereka yang sekarang koar2 di socmed bukan cuman simpatisan karbitan korban media .

    Pandji disini ga pernah ngajak lo buat ‘Jangan peduli Palestina , peduli dulu sama Indonesia’ , tapi yang gw tangkep dr tulisan ini ialah ‘Buka Mata , buka hati , jauh lebih baik niat baik kita salurkan dengan peduli sesama , peduli negara kita dan peduli negara lain’ , bukan cuma simpatisan karbitan yang teriak peduli Palestina tapi ga ngapa2in juga kan ?

    Reply

  81. Djoko Says:

    Satu lagi, Israel, Yahudi, Amreika atau papapun itu pasti ketawa seneng kalo baca tulisan & komen komen yang ada disini krn yang sama2 Muslim aja saling berantem.

    Reply

  82. Muhammad Akrom Says:

    palestina di siksa itu atas izin alloh. jadi silahkan tuntut alloh yg mencabut ribuan nyawa lewat perang. bravo pandji. buka mata tolol orang2 beragama dongok ini

    Reply

  83. The.Ro.Nin Says:

    Kalian gak ngerti. Maksud Pandji itu sederhana. Kalau anaknya lagi sakit, sementara diluar rumahnya dia liat ada anak lain ketabrak motor, dia gak akan bantuin itu anak yang ketabrak. Mati juga gak papa karena dia lagi sibuk ngurusin anaknya yang sakit. Kalopun anaknya gak sakit, tetep gak bisa karena lagi bantuin istrinya masak, atau genteng rumahnya lagi bocor atau dia lagi nyuci motor.
    Singkatnya Hidup itu gak perlu tengok kiri kanan, karena manusia gak akan bergantung sama orang lain, cukup urus diri sendiri.

    Jadi buat cristiano ronaldo ikuti pandji urus aja negaramu sendiri portugal, toh masih banyak masalah di Portugal. Gak usah ikut2an peduli Palestina.

    Buat Lionel Messi, gak usah ikut2an peduli. Argentina juga masih bermasalah.
    Apalagi Fredderick Kanoute dari Mali, gak usah ikut campur. Negara Mali juga bermasalah.

    Kalian hanya pesepakbola dunia gak ada apa2nya dibanding Pandji.

    Apalagi tuh yang namanya group anonymous, hacker seluruh dunia, Kenapa ikut2an nyerang situs2 Israel? Apa negara kalian gak punya masalah? Apa kalian merasa lebih hebat daripada Pandji? Knapa Kalian Gak ngikuti pola pikir pandji?

    Reply

  84. coki Says:

    Yang komen memang sebagian memang sensi, tapi selagi gak pake kata kata kotor dan binatang ya gak papa berpendapat. Cerdas bukan hanya mengerti cerdas juga membantah. Jangan sok cerdas la, semua manusia di ciptakan cerdas pada bidangnya, kalo sensi sama tulisannya pandji ya ga papa ini negara demokrasi kok. Kan yang penting sopan. :)

    Reply

  85. yo3 Says:

    Jadi mas panji udh melakukan apa utk menyelesaikn msalah negeri ini?
    Apa kita hrs menunggu msalah kita selesai dulu baru bantu org lain?klo gt kasian jg ya tetangga mas panji
    kita akn selalu punya msalah seumur hidup kita tp utk menolong org lain tidak hrs menunggu mslah kita selesai krn
    jika itu yg terjadi maka seumur hidup kita tidak akn prnah punya ksempatan utk menolong org lain

    Reply

  86. Theys Eluay Says:

    Yg terjadi di Palestina adalah tragedi kemanusiaan, oke. Tapi kemana lo semua kemarin pas Assad ngebantai ribuan rakyat Suriah? Ga peduli karena yg ngelakuin bukan Israel?

    Penduduk minoritas di Sudan selatan dihajar habis oleh mayoritas sampai harus memisahkan diri, ada elo teriak2 soal kemanusiaan?

    Kenapa untuk Timur tengah lo bilang Free Palestina, tapi untuk Papua elo bilang NKRI harga mati? Kenapa?

    Double standard

    Reply

  87. Agatha Says:

    Tulisannya blunder nih mas Pandji, di counter dengan baik oleh mas Herry Nurdi di sini http://herrynurdi.com/2012/11/20/mengapa-menolong-gaza/ atau oleh mbak Fahira Idris dengan twitnya yang berhastag #peduli
    Salam, semoga masing-masing kita lebih bijak melihat kepedulian orang lain

    Reply

  88. Hardi Says:

    ujung-ujungnya bawa-bawa nama agama juga nih….
    gini loh, kalau aja yang terbawa masalah agama muslim, pasti indonesia ribut kocar kacir sana-sini. tapi kalau yang muncul itu masalah ke agama yang lain, kira2 gimana ya tindakan dari yang lainnya?

    mending ga usah bawa-bawa islam, kristen,katolik, hindu atau budha deh…
    terlalu sensitif hahahahahha

    Reply

  89. dhita Says:

    Dan ketika kita ribut-ribut menuhin kolom komen, ternyata mas Pandji — termehek mehek disepertiga malam mendoakan warga GAZA, nyumbang sekian milyar buat warga GAZA. Dia kan cuma bilang ga mau koar-koar di twitter. Aksi nyatanya siapa tau? ;)

    POSITIVE THINKING BIAR AWET MUDA

    Reply

  90. Isranurhadi Says:

    Habis bacain semua komen, seru! Pro dan Kontra

    Tapi kok yang terlintas dipikiran gua sekarang, Mas Pandji nanti jadi Ustadz yah :)

    Alasannya sih simpel, Mas Pandji terus mencari tahu tentang Palestina dan Israel untuk berusaha mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab.

    Apapun yang tertulis disini, saya tetap pengagum anda karena kepedulian anda tentang Indonesia.

    Anda guru saya, penyemangat untuk saya tetap berkarya!!

    Reply

  91. BFB Says:

    Hahahaa kalo kata sudjiwotejo pada belum sarapan nih. btw komennya theys eluas sama si jamal gw suka.. Dan buat kebanyakan yg komen, daritadi gw cm mikir, mereka lagi pada ngapain sih?? Bales2an komen, sampe udah brp kali gw baca ‘dulu itu palestina ngakuin kemerdekaan Indonesia dan bantu aceh dll’ teruuus?? Ikutan perang kek sana atau minimal berenti ngetik trus doa, buat siapapun yg lo bela. Tapi sayang, gw gagal coba keluar dari kenyataan bahwa pada teriak soal palestina karena faktor kesamaan agama. Tapi oke lah berhubung emang palestina yang lagi susah, terserah apa alesan lo.

    Reply

  92. kumaan Says:

    “Kakak, saya belum makan”. Kata seorang bocah hatim piatu di depan restoran ternama, di Papua…

    Reply

  93. frusfrus Says:

    Kalo kata ente di Indonesia ada masalah yang pengen diselesein sendiri, silakan selesein sendiri juga dengan cara ente juga sih, bikin program2 jangan cuma nyinyir doang, buktiin, toh kita juga seneng2 aja dan mungkin malah kita mau bantu juga.

    Cuma suatu ketika misal di Indonesia tiba2 tanahnya direbut sama negara lain, Jakarta dibombardir mulai dari ancol sampe bunderan HI, dibunuh2in anak kecil sm ceweknya satu2, terus negara lain jg pada cuma bilang “alah ngapain ngurusin Indonesia, masih banyak masalah di negeri sendiri yang ingin diselesein”, ya udah mati aja sih kita.

    Negara sebesar Inggris, Amerika, Jerman, dll juga masih banyak masalah bung, tapi ya apa njuk harus nunggu sampe masalahnya selese dulu baru ikut campur?

    Dan toh kalo kita bilang ikut campur juga ngapain sih emang? Gak mungkin juga terus kita seenak udel gitu pergi ke Palestine, jadi ya sepengen-pengennya kita bantu, koar2 ttg Gaza di jalanan, di media, di twitter, dll, itu sebenernya ya cuma yang bisa dilakuin sm orang2 yg pengen bantu. Sama iuran dana. Sama yang paling penting doa. Emang sih masih banyak yg mandang agama, banyak yg lebay juga sampe sebar DP korban Palestine, tapi setidaknya, itu lebih baik dari sekedar nyinyir dan ngumpulin masa untuk “nggak usah peduli negara lain”.

    Reply

  94. gun Says:

    Berharap ada yg bilang: “kak panji kemarin aku sudah tweet save palestine, hari ni aku tweetnya save anak jalanan jakarta, besok rencananya tweet dukung hukum mati koruptor”

    Reply

  95. dwika Says:

    Sumbang komentar ya.
    Menurut gw, perbedaan pendapat itu wajar.
    Yang gw liat dari komentar2 di atas, jumlah pro dan kontra cukup imbang, bagus dong, berarti yg mau bergerak utk palestina dan utk Indonesia jumlahnya sama banyak. :p
    Cuma sedikit saran aja, menurut gw,Ini konflik kemanusiaan, bukan keagamaan. Lebih tepatnya, politik. Akan lebih baik (IMHO) jika kita tidak menggunakan argumen keagamaan. Jangan sampai malah jadi terkesan konflik agama. Hehe. Gw pribadi setuju sama membantu Palestina, tapi jujur masih bingung, ke siapakah harus membantu? Mungkin kakak-kakak bisa sekalian menuliskan rekening atau cara membantu yang terpercaya? (Btw, gw melihat ada yang mengumpulkan dana utk beli roket untuk HAMAS, dengan embel-embel “mau melihat uang kalian membunuh kafir Israel? Sumbangkan dana ke sini!” Menurut gw itu salah sasaran)
    Utk Pandji, tulisin juga bro, rekening-rekening utk membantu masalah2 di atas, jadi semua yang komen di sini bisa dipancing utk bertindak nyata.

    Hargai perbedaan, kuatkan persatuan. Amin.

    Reply

    • alfam Says:

      disini loh mas dhika
      http://sahabatalaqsha.com/nws/

      Rekening Bantuan Palestina

      Bank Syariah Mandiri
      No. Rek. 1540006443
      an. M Fanni bdn Palestina

      Bank Muamalat
      No Rek. 9244632778
      an. M Fanni cq Sahabat Al-Aqsha

      allhamdulillah ada yang nanya ini :) makasih mas Dhika

      Reply

      • puput Says:

        ayo kak dhika dan lainnya, ditunggu kontribusi nyatanya :)

        Sebagaimana amanat dasar Konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu pembukaan UUD 1945 yang menyebutkan “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”. Maka sebagai warga negara Indonesia tentunya wajib bagi kita untuk menentang segala macam bentuk penjajahan yang masih berlangsung di muka bumi saat ini. Termasuk penjajahan Israel terhadap bangsa Palestina yang masih berlangsung hingga saat ini.

        Reply

  96. what? Says:

    Hah?
    ini Artikel seriusan opini bang pandji?

    Walah, ilang respect gw buat lo bang pandji..

    Reply

  97. Bayu Says:

    Ternyata jiwa kemanusiaan bang Pandji masih dibatasi regional, kebangsaan dan terlalu sempit. Padahal kemanusiaan itu universal tidak mengenal bangsa dan ideologi. Saya yakin, mereka orang-orang yang sekarang membantu saudara kita di Palestina, mereka sudah banyak membantu di Indonesia. Kalau kita ingin menolong orang lain tapi menunggu sampai kita bebas dari masalah, sampai kapanpun kita tidak akan menolong orang lain, karena masalah akan selalu ada. Kita sudah bagi-bagi tugas, ada yang di dalam negeri, ada yang diluar negeri. TNI pun demikian, ada yang didalam negeri, ada yang dikirim ke Kongo. Padahal masalah keamanan dalam negeri kita masih banyak, seperti teroris misalnya. Kok TNI malah dikirim ke negara orang? Saya sangat suka dengan anda, tapi setelah tahu anda berpikiran seperti itu, gak tahu deh, padahal saya anggap anda pemuda yang penuh rasa kemanusiaan. Ya sudah lah itu hak anda.

    Reply

  98. kakbayu Says:

    Ternyata jiwa kemanusiaan bang Pandji masih dibatasi regional, kebangsaan dan terlalu sempit. Padahal kemanusiaan itu universal tidak mengenal bangsa dan ideologi. Saya yakin, mereka orang-orang yang sekarang membantu saudara kita di Palestina, mereka sudah banyak membantu di Indonesia. Kalau kita ingin menolong orang lain tapi menunggu sampai kita bebas dari masalah, sampai kapanpun kita tidak akan menolong orang lain, karena masalah akan selalu ada. Kita sudah bagi-bagi tugas, ada yang di dalam negeri, ada yang diluar negeri. TNI pun demikian, ada yang didalam negeri, ada yang dikirim ke Kongo. Padahal masalah keamanan dalam negeri kita masih banyak, seperti teroris misalnya. Kok TNI malah dikirim ke negara orang? Saya sangat suka dengan anda, tapi setelah tahu anda berpikiran seperti itu, gak tahu deh, padahal saya anggap anda pemuda yang penuh rasa kemanusiaan. Ya sudah lah itu hal anda.

    Reply

  99. opa Says:

    Jadi yg paham dan setuju sama tulisan pandji itu cerdas ya, ooo baru tau.. Berarti yang sensi belum cerdas ya. Ya udah saya setuju dan paham sama tulisan pandji biar dibilang cerdas. LOL

    Reply

  100. Sya Says:

    Suka banget sm komen Theys Eluas. Klo pengen palestine merdeka, itu Papua mending merdeka aja. Jangan pilih2 ah klo mau dukung kemerdekaan suatu bangsa hehe sentimen banget ya orang2 indo soal Yahudi padahal saya pernah baca di twit orang yg follow, katanya Nabi Muhammad pun semasa hidupnya tiap hari ngasih makan kakek2 yahudi. Sentimen sekali kalian :) klo mau bantu cuma berdasarkan Suku, Agama dll kapan mau majuuuu? Hehehehe

    Reply

  101. Monzter Says:

    semua permasalahan memiliki PRIORITAS masing-masing… sesuai Prespektifnya
    Mungkin bang Pandji membuat post ini karena dia sudah melihat langsung, jadi memiliki PRIORITAS, mana yang harus DIBANTU terlebih dahulu..
    Nggak ada yang salah dengan membantu PALESTINA, dan Mengurusi Masalah IDONESIA tetep wajib hukumnya… yang salah adalah gembar-gembor tanpa meyelidiki lebih jauh… hanya terima info Instan tanpa diselidiki kebenarannya….

    Dahulukan prioritas YANG BISA KAMU LAKUKAN. yang punya dana, SUMBANGKAN DANA, yang punya tenaga SUMBANG TENAGA, kalau merasa nggak punya keduanya bantu DOA. yang penting ACTION bung, nggak perlu KOAR2 atau OMONG DOANG. kalau cuma ribut di dunia maya Anak kecil juga bisa…

    Reply

  102. neng Says:

    Ngak ada yg bisa kita arepin dari orang yang pernah koar-koar tentang legalisasi ganja..*iye gue blm move on

    Reply

  103. jamal j Says:

    yang namanya perang, pasti ada korban jiwa.
    kenapa di israel korban sipilnya ga terlalu banyak?
    karna tentara israel masih punya otak!! perang ga di pemukiman warga!
    lagian logika aja, kalo misalnya indonesia perang lawan malaysia, warga sipil mana yg masih mau kluyuran di daerah konflik? roket launcher ditaro di atas apartemen, trus lu masih tinggal di apartemen itu?? bodoh itu namanya!!

    itu yg dilakukan HAMAS! HAMAS emang sengaja ‘NONGKRONG’ di pemukiman warga, biar kalo israel bales nyerang, bakal banyak korban sipil berjatuhan. nah setelah korban berjatuhan, mewek deh di media, bilangnya dizolimi ama israel! padahal jelas2 HAMAS SENDIRI YG MENGGUNAKAN HUMAN SHIELD!!
    ANAK2 KECIL N PEREMPUAN DIJADIIN TAMENG OLEH HAMAS!!

    nih buktinya kalo hamas ngaku dengan BANGGA kalo mreka pake HUMAN SHIELD http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=DwtRd3ZCNBs

    sekali lagi gw ga bela israel. tapi liat fakta aja, ini PERANG woi! PERANG ISRAEL VS HAMAS!
    perang pake strategi. Strategi Hamas ya gitu deh, PLAY VICTIM!
    strategi israel? ga usah ditanya, coba cari di yutub ‘the six day war’ < perang israel vs mesir. disitu dijelasin strateginya. bahkan pihak mesir aaja mengakui kalo israel emang gokil strateginya.
    tapi STRATEGI PERANG BENERAN, bukan STRATEGI MEWEK2 DI MEDIA MINTA PERHAATIAN DENGAN MENGORBANKAN ANAK KECIL BIAR DAPET SIMPATI!!

    Reply

  104. jamal j Says:

    oiya, gw lebih baik meyuarakan STOP WAR! PEACE!!!
    daripada FREE PALESTINA! << karna apa?
    karna selama ini yg gw liat FREE PALESTINE DAN HANCURKAN ISRAEL ZIONIST BIADAB BLABLABLA, BUNUH KAFIR DAN LAIN2 <<<lah gimana mau PEACE kalo emang maunya PERANG??

    iya gak?? kalian mau FREE PALESTINA, tapi mau HANCURKAN ISRAEL juga?? brarti emang maunya perang kan??
    ya udah ga usah rewel lagi, perjuangan kalian udah diwakilkan OLEH HAMAS noh! selamat berjuang membunuh kafir zionist!! PEACE!

    Reply

    • pudan Says:

      Setuju banget ama pedapat Jamal gw juga pernah baca strategi perang HAMAS dan startegi perang Israel. Jd please deh.. kita itu jangan langsung dengan mudahnya terprovokasi.. Informasi yang nyampe ke kita jangan langsung ditelan bulet-bulet. Gak ada yang larang kok buat kita belain Palestina Karna siapapun dari kita pasti gak menginginkan perang. Tapi bukan dengan berharap palestina dibebaskan dan Israel dihancurkan. lah kalau begitu kapan perakhirnya itu perang? dan agak OOT nih yah meskipun masih nyambung – nyambung kesitu juga.. Gue suka aneh sendiri baca tweet ataupun postingan orang yang “berdoa2 kepada Tuhan” di socmed Buat yang bela Palestna intinya mereka berharap semoga Palestina diselamatkan, dibebaskan dari penjajahan dan Israel dimusnahkan. Atau ada nih yang bela Israel doanya nyebutin Tuhan pasti bela Israel dan mengusir rakyat Palestina. Muncul pertanyaan di otak gue, Begitukah doa yang sesungguhnya? Dapat dimaklumikah doa yang demikian? kalo menurut saya sih TIDAK. Doa yang mengandung unsur dendam masa iya akan dikabulkan. Jangan – jangan, ini jangan – jangan yah. Perdamaian itu gak pernah muncul karena emang banyak banget jenis doa yang demikian. Meminta perdamaian sekaligus kehancuran. Dan seperti yang diutarakan Jamal, gue juga akan menyuarakan hal yang sama STOP WAR! PEACE!!!

      Reply

  105. Henz Says:

    Dear Agan2 semua, bukannya gw ngeBELA si Pandji ato Ga Prihatin sama Palestina juga, cuman marilah qta pake LOGIKA berpikir aj deh. bNAGSA iNDONESIA itu ibarat keluarga qta, n Palestina itu keluarga orang lain, selama ini keluarga qta sndiri udh bnyak ketimpangan, cerai berai, masalah2 dan suddenly Keluarga orang lain juga mengalami masalah yg sama ato mngkin lebih besar. Mari qta pake LOGIKA berpikir yg benar, qta sebagai manusia pst prihatin juga sama keluarga orang lain, tetapi alangkah baikny kalau qta bantu dulu keluarga qta sendiri.”Tapi kan keluarga sndiri masalah udh ga ad hbis2ny & kalau terlalu di fokus tar ga sempet bantu keluarga orang lain deh……..”., OKK……loe2 bole jg bantu keluarga orang lain yg bermasalah, tapi INI pertanyaan gw : seberapa BESAR PEMBAGIAN PROPORSI loe bantu keluarga orang lain??? ato jgn2 saking besarnya PROPORSI bantuan,perhatian ke keluarga orang lain, PROPORSI bwt keluarga sndiri yg selama ini melahirkan , memberi makan n perhatian ke loe udah loe hilangkan?? , atau slama ini loe cuma gaya2 an doang? sok prihatin pdhal keluarga loe sndiri ga lo peduliin?MAU MENYANGKAL? balik baca lagi di bagian PROPORSI BANTUAN

    Reply

  106. pipimimi Says:

    Selama Pandji shalatnya masing jarang-jarang, ga heran isi otaknya kayak gini….

    Reply

    • Kimung Says:

      Cara khas muslim bigot. Kl org punya pendapat lain dg dia, yg diserang adalah sholatnya, puasanya, jilbabnya, dll

      Reply

      • pipimimi Says:

        Pernah ngaji gak mas?
        Pasti pernah dengar ini kan :
        “Yang di Hisab dari seorang manusia pertama kali adalah Shalatnya. maka apabila baik Shalatnya, maka baik lah seluruh amalnya. dan bilamana shalat seseorang itu buruk maka buruk pula amalnya”

        Ini patokan dari Allah untuk menghisab seseorang, mau bilang Allah, Tuhan bigot?

        Pandji ini kan ngaku sendiri kalo Shalatnya jarang2, dia aja gak bisa mengatur prioritas hidupnya. mana yang lebih penting dalam hidup.
        akhirnya cuma bisa bilang : Selama Pandji (dan Kimung) shalatnya masing jarang-jarang, ga heran isi otaknya kayak gini….

        belajar lagi sono

        Reply

  107. GWYuki Says:

    Nasionalis bukan berarti cuman peduli ama bangsa sendiri, ya kan? :)

    Reply

  108. husa Says:

    saya setuju dengan semua pendapat bang panji, tapi klo ada yg bilang israel perang buat membela diri ,saya agak kurang setuju, coba deh liat peta israel dari taun ke taun>. dari awal mereka masuk tanah arab sampai sekarang! maka kalian akan mengerti sendiri apa maksud mereka melakukan perang

    Reply

    • Kimung Says:

      Kalau peta yang anda maksud adalah peta yang beredar di internet, hati-hati saja karena banyak yang hoax. Tp kalau dibilang wilayah israel bertambah ada benarnya. Perang arab-israel selalu dimenangkan Israel dan itu membuat wilayah mereka bertambah. Sebagian dikembalikan lagi seperti Sinai dikembalikan ke Mesir. Sebagian belum/tidak dikembalikan, seperti dataran tinggi Golan.

      Makanya tidak realistis keinginan untuk melenyapkan israel dari peta dunia. Makin banyak perang, bisa makin habis wilayah arab. Untung dalam beberapa hal, Israel masih mau mengembalikannya.

      Solusi 2 negara adalah yang paling masuk akal. Masalahnya, Hamas dalam akte pendiriannya sudah menetapkan mau melenyapkan israel. Njuk piye???

      Reply

  109. husa Says:

    buat pipimimi maaf nih sebelumnya tapi kayanya solat tuh bukan acuan seseorang bisa dinilai baik atau buruk, contohnya haji muhidin (tukang bubur naek haji) heheheheh piss just kidding

    Reply

  110. adit Says:

    bang pandji yg saya tangkap , silahkan aja menolong palestina , nyumbang dan berangkat aja cepet , tapi kalau yg cuman marah-marah dan ngomong doang , yuk mari melihat dan memperdulikan bangsa sendiri

    Reply

  111. Andri Rahmad Says:

    Izin share ya bang….
    Saya gak bakalan mengkritik isi atau apapun opini Bang Pandji
    Karena saya percaya, setiap orang berhak bersuara, beropini dan menuliskan opininya masing-masing

    Reply

  112. Bas Says:

    hihhihi..lucu yah…

    abang pandji bilang kalo bangsa sendiri aja ga dipeduliin dan lebh milih bantu org lain??
    nah skrg begini.. kasusnya kan indonesia itu katanya ” negara merdeka dari penjajahan” bebas berpendapat di koran2 , internet, dan banyak orang cerdas yah yg bertebaran di berbagai universitas ternama.mereka kan katanya peduli yah sama bangsa ini..nah, saat pemilu..mereka yang cerdas dalam berkata, cerdas memilih yang juga katanya berkemanusiaan dan nasionalisme tinggi ini pada KEMANAAAA??? jalan2 kah ke Luar Negeri? kok setelah pemilu usai, mereka tetap teriak” pemimpin indonesia bla bla bla..pemimpin indonesia cuma bisa bla bla bla” emangnya pas pemilu ga ikutan pilih yee??atau anda juga yang katanya cerdas ternyata salah pilih???

    mereka yang katanya cerdas itu selain cuma bisa komentar dan kritik kejam ke sodara indonesianya ini tuh pernah sumbangin jasa nyata apa ke indonesia???apa betul mereka betul2 peduli sama negaranya?lah wong anak2 mahasiswa cerdas, beretika ini kalo ada org minta2 komennya bnyk yg ga enak ilang pemalas lah, bilang entar kebiasaan lah.padahal belum tentu juga ngasih mereka duit(sayang gt loh duit jajan dikasih orang lain)

    kita juga sebagai orang indonesia jangan munafik lah sama nikmat yg diberi tuhan. bilang kita susah, tapi bnyk yg mampu jalan2 ke luar negeri dan belanja barang branded kok..siapa sih konsumen terbesar di dunia klo bukan indonesia?orang yang hidup di desa pun saat susah masih ad kok tetangga yang peduli kasih bantuan tanpa harus nuntut banyak ke pemerintah.tanpa harus meminta balasan. Karena mereka bener2 tahu apa artinya susah dan bukan cuma teori. Mereka aja masih bersyukur atas nikmat yang ada walau pas2an..

    Kasus perang yang ada di dalam indonesia kan karena ulah kita sendiri dan beberapa golongan ” cerdas ” yang tahu. rakyat biasa yang hidup dalam kesederhaan belum tentu tahu. Tentu saja mereka tersentuh saat mereka melihat ada anak2 yg terbunuh di palestina..bukan karena ga peduli sama bangsanya. bangsa indonesia cuma sakit hatinya bukan negaranya.

    jangan samakan konotasi “penderitaan” indonesia dengan penderitaan “palestina” sebagai bangsa yang pernah dijajah ga baek lho ngomong gt,.apa indonesia bisa merdeka tanpa dukungan bangsa lain dan tanpa ada pengakuan dr bangsa lain?palestina itu butuh kemerdekaan bukan perjanjian palsu..orang israel aja yg menjajah didukung negara2 besar sebagi suplai senjata dan makanan..

    bung, kita lihat pahitnya 350 thn negara ini ditindas bangsa lain. apa bisa kita sekolah dn punya mimpi besar terhadap negara ini klo kita belum m,erdeka smp hr ini?apa bs kita berleha-leha dan internatan dengan santai saat banyak tank,pesawat,dan penjajah yg bs membunuh kita dimana saja,itulah kondisi yang dihadapkan oleh palestina, jangankan internetan, bisa punya masa depan cerah bagi anak2 mereka saja cuma mimpi. Mereka pun ga tw besok masih hidup atau engga.. seenggaknya bung masih bisa bikin blog dan update status kan?hehehe..

    jangan melebih-lebihkan lah penderitaan indonesia. Indonesia ga separah palestina kok.. kalo emang bung dan kawan2 mau bantu indonesia hayolah bantu rakyat miskin dengan nyata,, sumbangkanlah berapa persen dari harta bung pandji buat mereka yg butuh. itu baru jiwa sosialis dan nasionalis yang sejati. jangan jd kompor buat org yg ingin berbuat sesuatu untuk org lain . Setidaknya mereka melakukan sesuatu untuk membantu. soal dia peduli sama saudara indonesia mungkin saja kan mereka peduli.. Jumlah penduduk indo tuh banyak lho..emg bung sempet kenalan sama setengah dari kita??engga kan..paling kenalan bung ga ada sepertiga org indonesia kan.,,.bung ga tahu kehidupan apa yg mereka jalani, masa sh harus laporan setiap kali membantu ” orang indonesia”.

    bung protes saat blg ada anak yg diperkosa dikeluarkan di sekolah, maslaah NTT dan sebagainya.. tapi bung emg ga protes kalo ada orang yg dibantai apalagi setengah dr mereka anak kecil??

    katanya bung kan peduli yah sama nasib bangsa ini,,,pertanyaan besar saya yang harap dijawab oleh bung pandji dan rekan2 ” Apa sih solusi kalian buat indonesia untuk semua kasus yang ada?? ” dan saya harap jawabannya lebih terperinci..klo balik lg nyalahin sistem pemerintahan tanpa kasih solusi yah sm aja tong kosong nyaring bunyinya..

    sekedar masukan aja nih :wakil rakyat kan dipilih oleh rakyat, kita yang memilih mereka untuk memimpin. kenapa juga kita yg teriak tidak adil? emg nya rakyat mereka cuma 1-2 orang? emangnya masalah cm 1-2 biji? klo cm terus menyalahkan tanpa memberi solusi juga, yah sama aja lah kita sama mereka..cobalah lebih bijaksana dalam menilai. katanya ga main ras, makanyadalam urusan membantu manusia juga jangan milih2 kasus, milih suku, milih yg mau aja..tapi bantulah yg benar2 butuh bantuan

    Reply

  113. Bas Says:

    oh ya tambahan…orang indonesia kan rakyatnya rata2 berada di bawah garis kemiskinan(lepas dr mereka yg setiap liburan semester kuliah ke LN dan belanja)..apa orang miskin ga boleh membantu mas??bukankah dalam ajaran agama aja menyebutkan, tuhan pun membedakan amal yg diberikan oleh orang yg susah dengan org yg kaya,…itulah konotasi yg tepat saat ini..

    kenapa kita harus menunggu menjadi negara yg makmur dan sejahtera untuk membantu negara lain yg dalam keadaan kritis?perang pun ada etikanya mas, bukan asal bantai rakyat sipil.apalgi anak2..
    (org bilang media berlebihan dan bisa saja palsu.,.iya mungkin saja mas..propaganda hamas lah yg pake sipil atau sebagainya..tapi dipikir dari logika, yg pro dan kontrav itu sumbernya sama2 dr internet dan ada bumbu2 subyektivitas kan? selama kita berdebat yg ngalor-ngidul kenyataan korban sipil yg mati tetap ada kan?itu kenyataan yg ga bisa ditutupin *lucu juga klo mereka pura2 mati disaat perang yah*)

    sampai kapanpun masalah indonesia tidak akan pernah selesai hanya dengan berdebat.Saya minta maaf soal sumbangan mas ke indonesia krn mas pandji blg udah menyumbang bnyk hal spt yg disebutkan..tapi apakah sumbagn itu telah membantu setiap masalah yg ada di indonesia? engga kan?itu berarti karena kasusnya terlalu kompleks,..

    Dalam UU saja, bung karno, pemimpin kita bilang ” turut serta membantu kedamaian dunia”..bukankah bangsa yg besar adalah bangsa yg peduli? ini juga bisa mengangkat harkat dan martabat bangsa kita di mata dunia..ini juag kontribusi besar lhooo….negara2 spt venezuela saja peduli kasus palestina. apa negara itu sudah cukup makmur? kita juga ga tahu seperti apa persisnya kasus negara mereka, tapi mereka peduli sesama. saya yakin kok semua negara punya kasus dalam negeri masing2..

    mereka yg mengatakan bangsa ini adalah satu keluarga, belum tentu juga peduli sama tetangga dan sodara kandungnya sendiri kan..

    jadi yah, menurut saya pribadi, kalo ada org yg mau melakukan kebaikan, daripada memanas-manasin keadaan yg emg uda panas, lebih baik menjadi kipas yg menyejukkan.

    Reply

  114. sebut saja bunga Says:

    diliat dari komentar2, ternyata masih banyak ya manusia yang memandangnya dari sisi agama aja bukan dari sisi kemanusiaan
    pro kontra itu wajar, asal jangan pake emosi ya sob :)

    “kkn daging impor di kementrian pertanian ,dalang kerusuhan 1998 masih berkeliaran, bahkan ada yang mau mencalonkan diri jadi presiden”
    tulisan yang ini gak kalah penting juga loh :D
    *peace

    Reply

  115. amel Says:

    para sahabat indonesia se-tanah air sekalian..rekan2 dan teman di berbagai pelosok..
    baik yg pro dan kontra..
    mari yuk dilihat video ini..

    http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=9UdS2sUGfU8

    video ini di filmkan wawancara di Shifa kesehatan di Kota Gaza malam dari November 18, 2012

    Bergabung dalam video terakhir dari rekaman langsung dari pemboman Israel aktif
    @ RanaGaza

    sengaja di filmkan org mesir yg ke gaza untuk memberitahukan kepada dunia nasib dan kondisi gaza yg sesungguhnya..ditonton smp habis ya..jgn setengah2..

    coba bayangkan andai anak2 kita di tanah air,penerus generasi bangsa ini yg mati mengenaskan spt ini..kalo anda yg ga percaya foto, seengakknya kalo melihat video ini, mdh2an bs lbh percaya betapa “mengenaskan kematian putra-putri mereka”

    semoga setidaknya hati kita tergerak, apalgi para ibu dan bapak yg memiliki anak2 dan kakak yg mempunyai adik, pasti sedikit banyak mengerti rasanya setelah menonton ini..kenapa mereka yg mendukung kemerdekaan palestina meneriakkan “save palestine”

    terima kasih atas perhatian para teman2 :)

    Reply

  116. pandji manusia milenium Says:

    cerdas menurutku, dia kritis namun solutif

    dear pandji,
    saya suka dengan pendapat bung pandji tapi, yang tidak saya suka ada beberapa kata yang memprovokasi, dari judulnya aja kayak bung pandji gak setuju dengan membantu palestina “Masak ?”
    dari beberapa kalimat juga seakan” menyuruh kita agar tidak usahlah kita membantu palestina, urus indonesia saja. (sesuatu yang baik ya mbok bung pandji dukung)
    bung pandji adalah tokoh masyarakat, omongan bung pandji dapat membelokkan pikiran orang, dari yang awalnya pengen bantu palestina jadi gak jadi
    ingat bung, gak cuman pahala aja yang bisa mengalir terus, ketika kita memberikan ilmu yang baik orang lain menyebarkan ilmu itu pahala terus mengalir
    bila kita memberikan ilmu yang tidak baik, dan orang lain menyebarkan ilmu itu, dosa juga akan terus mengalir

    Reply

  117. puput Says:

    Indonesia adalah negeri yang besar, dan tentu saja dengan masalah yang besar juga, tapi kita juga tidak akan kehabisan cara untuk mengangkat beban dan meringatkan musibah sesama. Ketika saudara Palestina memanggil, kita seharusnya segera mengangkat tangan melakukan pekerjaan yang mampu kita lakukan, meski ringan. Tidak perlu mempertentangkan kebaikan-kebaikan yang bisa kita lakukan. Tidak perlu juga membanding-bandingkan berbagai masalah yang terjadi di sekitar kita dengan musibah-musibah yang jauh di pelupuk mata. Tidak perlu!
    Lakukan sebisanya. Lakukan semampunya. Lakukan sebaiknya-baiknya. Insya Allah, nanti kita bertemu di tempat yang mulia, tempat yang dijanjikan Allah pada hamba hamba Nya yang melakukan sesuatu dengan niat sempurna. Bismillah..

    Reply

  118. 9gager Says:

    peduli bangsa sendiri vs peduli bangsa palestina?

    kalo kata meme 9gag mah, “why don’t we have both?” :D
    dan semua gembira.

    Reply

  119. datuk Says:

    Bung, founding father negara ini menempatkan kemanusiaan lebih dahulu dari nasionalisme apalagi dari sekadar chauvinisme. Kemanusiaan yang adil dan beradab itu didahulukan dari Persatuan Indonesia.

    Reply

    • SAVE PALESTINE . TERUTAMA UNTUK U.S.A JANGAN PILIH KASIH Says:

      tadi wa baca ada komentar tentang kita benci ISRAEL karna ISRAEL= YAHUDI.dan dukung PALESTINA karana negara ISLAM. jd yang wa mau bahas adalah tadi dia bilang ada islamnya juga di israel. jadi kenapa orang islam yang di israel g nuntut untuk damai ma palestina malah diam2 aja. coba kita pikirkan bukan kah itu termasuk perang saudara broo, gua denger di berita warga negara ISRAEL yang ga sengaja di dekat negara tetangganya aja disiksa2. wah memang 100% parah sob. jadi bukan masalah itu aja apa lo ga liat mesjid al aqsha (mesjid ketiga tersuci setelah mesjid nabawi,dan masjidil haram) tempat di mn nabi muhammad SAW. menjadi imam di antra 25 rosul dan 100000 nabi lebih. dipalsukan dan mau ada rencana di hancurkan. apa kita tega? kalo saya mengungkit ISLAM di ISRAEL apa mereka ada melakukan sesuatu the answer is NO. sementara itu IRAN negara paling banyak membantu israel apa kalian pikir IRAN 100% BERES? dan siapa lagi orang yang berani mengatakan langsung kepada PBB dan seluruh dunia ”HAPUS PETA ISRAEL DARI MUKA BUMI” yaitu (ahmaddinejad) PRESIDEN IRAN. tapi bukannya ahmaddinejad tidak mau mengunjuni palestina seperti yang sedang berlangsung raja qatar mengunjungi palestina. bkn itu alasan nya klo raja qatar datang seperti yg tlh kita dengar israel tak akan melontarkan 1 misilpun. tapi klo ahmaddinejad datang 1000 misilpun jadi. jadi mungkin orang indonesia banyak benci ISRAEL karana ISRAEL=YAHUDI . tapi untuk lo yang nicknya jamal j. gua punya pertanyaan apakah C RONALDO,LIONEL MESSI , MASYARAKAT KOREA, MASYAARAKAT JEPANG,CHINA,SPANYOL,HONDURAS,ARGENTINA, DLL APA MEREKA NEGARA\ MASYARAKAT ISLAM?

      KLO MNRT GUA MEREKA SAKIT HATI DAN KASIHAN MELIHAT WARGA NEGARA PALESTINA TAPI KLO MNRT LO APA?

      SAVE PALESTINE FORGET SIRAEL

      PEACE

      Reply

  120. Su'eb Says:

    Huge respect buat semua orang yang melakukan sesuatu untuk mengatasi masalah Indonesia.
    Huge respect buat semua orang yang bertindak nyata untuk membantu Palestina (dan negara lain yang membutuhkan).

    All thumbs (plus minjem semua jempol satu RT) down buat yang kebanyakan ngomong doang plus salah menyalahkan dan berkoar banyak tanpa melakukan tindakan nyata apapun, bahkan sudah teriak tanpa benar-benar tahu masalahnya.

    Artikel yang sangat menarik dan provokatif.
    Plus komentar bejibun yang jauuuuuuh lebih menarik lagi :D

    Kalo ane sih cuman bisa baca dan manggut-manggut.
    Plus komen beginian.
    Cupu lah pokoknya.

    Reply

  121. saya Says:

    hahaha pada serius amat. yaudalah toh uang 100rb bisa di bagi-bagi. 37.500 buat palestine, 37.500 lagi buat indonesia. 25rbnya kantongin buat jajan. gampang kan? emang. weee *tepuk tangan*

    Reply

  122. winnie Says:

    Setuju banget Bang!!
    Yang lain jangan pada sensi dong :) Tiap orang kan boleh punya pendapat masing masing

    Reply

  123. korekapikayu Says:

    Dan aku butuh lebih banyak waktu untuk baca komen ketimbang baca postingannya bang Pandji. Ehehe.
    Daripada berantem, mending jalan-jalan ke sini buat belajar sekalian berantem kalau mau, silahkan: http://bit.ly/SimZly

    Komen: Kalau ditelan mentah postingan ini ya pahit, kalau ditelan kemudian diambil positifnya sebenarnya bagus kok opini bang Pandji ini. :)

    Peace, Love, and Gaul! :

    Reply

  124. Ernesto Says:

    Sederhana tapi menggugah,

    Yang gua tangkep, buat yang bilang bang pandji ga peduli dengan masalah palestina – israel, bukannya tidak perduli, tapi gimana kita bisa tolong bangsa lain sementara bangsa kita sendiri butuh pertolongan? Coba kita kasih perhatian ke bangsa ini sebesar perhatian kita ke ke plaestina – israel, mungkin bangsa ini bisa kembali menjadi “the young giant Indonesia” yang dulu sempat disebut dalam cover national geographic. Coba sedikit buka mata, telaah dan perhatikan masalah di sekitar kita, banyak ko yang bisa kita buat, banyak yang bisa kita rubah. One voice can make a difference. A million can change the world. Mari bersatu, rubah wajah bangsa, rubah wajah dunia.

    Reply

  125. Rocodilla Says:

    Dear, para komentator. Palestina-Israel lebih dari perang agama yang tak akan usai. Dilahirkan di Indonesia, dibesarkan di Indonesia. mungkin banyakan makan debu dan air sungai yang kotor sehingga berefek sampingkan teriakan mengaku benar tanpa sadar hanya buang waktu. Indonesia, rumah kita, berbersihlah untuk ketidak adilan dan masalahnya. Dan untuk Palestina dan Israel tetangga kita, berdoalah untuk mereka, untuk perdamaian :)

    Reply

  126. ilham eka prasetya bakti Says:

    halo mas pandji.. hehe aku setuju dan paham maksudnya mas pandji.. aku pribadi tahu kapasitasnya mas pandji yang sudah mas pandji lakukan buat menolong saudara kita di indonesia, tulisan2 yang aku ikuti dari dulu frekuensinya adalah frekuensi kebaikan..

    buat saudara2ku yang ikut bantu palestina juga hebat dan baik..

    dua2nya benar dan baik.. jadi aneh rasanya kok malah saling emosi.. yang “salah” itu yang tidak peduli sama sesamanya..

    cuma masalahnya, dua pihak yang berbuat baik ini pasti akan diuji keikhlasannya.. jangan marah kalau ada yang memberi “saran”..berusaha kalem aja, buat apa marah kalau yang kita harapkan memang cuma balasan dari tuhan bukan pengakuan dari orang lain “wah aku sudah bantu ini bantu itu, sementara dia belum..” atau “bantuan ku lah yang paling benar, kamu salah”… ya seharusnya santai saja, dan tinggal bilang oke yuk kita tingkatkan lagi bantuan kita…

    ocee, semangat semuanya.. :)

    Reply

  127. DJ Riant Says:

    Woy cimeng enak nee. . . Nyok ah ngecim biar damai. . . Lupain semua. Gw aja pengen banget lupain anak istri gw yg cabut ke rumah mertua gw gara gara gw lg nganggur. . . Seet dah lintingan gw td gw taro mana yak?

    Reply

  128. Go block Says:

    Itu namanya ukhuwah Bos..
    Kita peduli sesama saudara mau di indonesia,palestina atau dimanapun.
    yg namanya penjajahan harus dihapuskan emngnya kau pikir orng argentina & amerika sendiri & negara” lain gak bereaksi atas kebiadaban israel terus kau pikir orng argentina & negara lain gak peduli sm kondisi negara? Bukan begitu cara berpikirnya bos yg “cerdas”..
    Ah mending jg si Azis ovj gak perlu sok kritis koar” tp bisa bikin sekolah gratis buat bnyk orang drpada bisanya nyaring tp gak keliatan hasilnya…

    Reply

  129. Kritikus lemot Says:

    Jangan terjebak nasionalisme sempit bung itu bisa menjurus ke chauvinisme
    masak? Negara harus sejahtera dulu baru membantu palestina
    masak? Kalau berbuat kebaikan harus ditunda-tunda dulu
    masak? Nanti indonesia kena tsunami trus negara lain tunggu negaranya sejahtera dulu baru membantu
    masak? Logika berpikirnya gitu sih bung..?

    Reply

    • Rian Says:

      sebaiknya dibaca dengan seksama, maksud dari artikel diatas bukan menunggu semua beres baru bantu. Nabi saja menyarankan untuk membantu keluarga dan tetangga terlebih dahulu. Sebelum membantu yg jauh, kenapa yg di dekat tidak dibantu ?

      Apakah rakyat miskin yg teraniaya di Indonesia bukan saudara ?? sangat jelas saudara seiman juga kan? kenapa tidak dibantu ?

      Sebelum komentar, selami dulu apa yg dilakukan pandji sebelum menulis ini. kita bukan apa2 dibanding dia. bantu nenek nyebrang aja sudah syukur saya lakukan. belum bisa menyumbangnkan donor darah rutin seperti yg dilakukan beliau karena saya mengidap pilek tahunan.

      Fikirkan sebelum komentar

      Reply

  130. Arale Says:

    and finally I come to the bottom of this site without provocated by the comment (smile)
    *sujud syukur*
    people always have their selfish and reason to justify their action, entah dalam bentuk kepedulian kepada sesama yang jauh atau yang dekat, semacam hak masing-masing sih, kaya gimana cara memandang isi artikel ini gitu (smile)

    Reply

  131. ogum Says:

    haduuuh…cape baca comment saudara saudari….semua ngerasa dirinya paling bener, padahal ilmu ama pengetahuannya jelas terbatas alias minim, jd cuma bisa saling nyalahin, apalagi akal sehatnya dibutakan oleh fanatisme agama, saya yg kurang berilmu ini jd sedih banget, bukannya nambah wawasan malah jd ikut2an kesel…..inget saudara saudari, mata uang punya 2 sisi, masing2 pasti punya opini ( kalo peduli..), hargai pendapat org lain…..coba berpikir sebagai manusia berakal sehat, bukan manusia yg sok religius atau sok suci…..kalo mau bawa2 agama, inget2 nih “bener kata manusia belum tentu bener kata Tuhan, Alloh, Hyang Widhi atau apapun lah sebutannya untuk Sang Maha Pencipta”……

    Reply

  132. alieefirman Says:

    saya kirain ada hubungannya dengan masak=makanan, weleh ternyata. …

    Reply

  133. alieefirman Says:

    baru sempat baca komennya, ckkkkkkkkk

    jangan membenci sampai mati dan jangan menyukai sampai gila. ..

    saya cuma mau tanya, saat ada tsunami aceh, siapa sih yang pertama kali datengin bantuan? para onta atau orang yang “kalian” kafirkan itu? saya cuman tanya aja lo ya. .. .

    Reply

  134. David Ardes Says:

    izin share, Mas Pandji.
    Nice shot.

    Reply

Trackbacks/Pingbacks

  1. [...] kesayangan gue yang sungguh-gue-banget, Pandji Pragiwaksono, posted tulisan terbarunya tentang konflik Israel-Palestina. sekali lagi, gue begitu setuju dengan opini yang ia tuangkan di blog nya. bukan karena gue terlalu [...]

Leave a Reply


nine − 6 =