Mengapa Online

Sun, Sep 2, 2012

Uncategorized

Banyak yang bertanya, kapan DVD Bhinneka Tunggal Tawa akan ada di toko toko DVD pada umumnya, semoga tulisan ini menjelaskan

Pertama, memang saya menunda (2 kali bahkan) merilis DVD BTT di toko toko DVD.

Semuanya berawal dari pertemuan rekan saya Endru March kepada salah 1 distributor DVD terbesar di Indonesia. Yang didatangi ini, adalah yg terbesar. Endru memberikan copy DVD BTT dan reaksinya tidak menyenangkan. Mereka memilih untuk hanya mau mendistribusi dan mau mengambil sedikit karena tidak yakin akan laku. Sedikit itu, 50-100 keping.

100 keping utk didistribusi se-Indonesia. Jakarta aja toko DVDnya ada lebih dari 20 toko, berarti kalau hanya distribusi Jakarta akan ada 5 DVD BTT saja per toko?

Mungkin orang yang bertanggung jawab dari distributor ini tidak suka stand-up comedy, atau lebih parah tidak tahu stand-up comedy, apa lagi perkembangannya di Indonesia. Atau Menurut dia, saya tidak lucu. hehehe. bisa juga sih..

Pengalaman ini, memperkuat perkiraan saya soal label dan distributor, sedari saya berkarir di hiphop. Di mata mereka, seniman hanyalah potensi pemasukan. Orang lain punya karya, dia punya jaringan dan di luar sana ada pembeli. Biaya dari jasa mereka adalah 40% dari hasil penjualan. Selama menurut mereka seniman ini bakal laku, maka mereka akan bersedia berbisnis dengan berhitung 40% pemasukan sambil berlomba lomba mencari seniman seniman lain yang akan bantu tutup overhead perusahaan mereka Saya melihatnya berbeda. Di benak saya, mereka adalah sekelompok orang yang mau “bantu” saya jualan, mengaku bisa distribusi menjangkau ke pelosok, dan minta 40% dari jerih payah karya saya.

Padahal, yang jadi business advantage mereka sudah lemah: Distribusi & Promosi. Mengapa distribusi & promosi adalah business advantage yg lemah? Karena sekarang ada internet, dan saya sudah bertahun tahun (sejak 2008) bereksperimen dan telah membuktikannya, termasuk sampai dengan penjualan DVD BTT ini

Dalam kurang dari 24 jam, 500 DVD Bhinneka Tunggal Tawa habis. Sebenarnya nggak bulet 500 keping karena beberapa ada yg dibatalkan pemesanannya karena tidak membayar atau ada yg tidak sengaja pesan 2 kali. Tapi angkanya mendekati 500 keping. Terbukti, walaupun harganya relatif tinggi yaitu Rp 100.000,- orang bersedia untuk membeli dan (ini yang terpenting) seorang seniman, bisa hidup dari karyanya.

Biaya total produki DVD BTT adalah Rp 22.000.000,- Ini termasuk sekitar Rp 14.000.000,- untuk proses rekaman gambar dan audio Rp 8.000.000 untuk produksi 1000 keping DVD. Dengan pemasukan 500 keping DVD BTT, saya tidak hanya balik modal, bahkan saya untung besar. Ini baru 500 keping, sisa 500 kepingnya lagi jadi profit murni yang akan saya nikmati setelah saya kurangi untuk produksi 1000 keping lainnya.

Pertanyaannya kemudian, mengapa bisa laku keras? Apakah karena followers saya banyak? Bisa jadi, tapi kurang tepat.

Followers yang banyak hanya masalah skala.

Jawaban sebenarnya, adalah: Pemasaran.

Perlu diingat, saya tidak kuliah pemasaran. Apa yang saya praktekkan adalah hasil baca buku buku dan mengamati dunia sekitar.. dan sedikit eksperimen pribadi.

1. Pertama, yang harus disadari adalah bahwa promosi dan distribusi adalah 2 poin yang penting.

Tapi lebih penting untuk kita sadari bahwa promosi dan distribusi bisa dilakukan tanpa mengurangi keintiman kita sebagai pembuat karya dengan para penikmatnya. Promosi harus dilakukan dengan kesadaran di kepala bahwa produk anda akan bersaing tidak hanya dengan produk yg serupa. Kalau anda jualan DVD, maka pesaing anda bukan hanya DVD lain tapi juga film baru yang rilis di bioskop pada pekan itu, atau restoran hip yang jadi tempat wajib malam mingguan, atau sebuah gadget baru yg akan rilis. Intinya, konsumen punya banyak pilihan sementara uang yang mereka miliki hanya segitu segitu saja. Chris Rock berhasil mendapatkan poin ini dengan sempurna, dalam talkshow Taking Funny. “Artistically, you’re not competing. You should write for yourself. But when you’re playing (in) Madison Square Garden. You’re competing with Led Zeppelin that was there the night before or Prince.” Lalu Jerry Seinfeld menambahi “You’re competing with something to sell that ticket” Poin dari argumen di atas adalah, apapun karya anda yang akan dirilis, sadari bahwa calon konsumen anda uangnya terbatas sementara yang “minta dibeli” banyak. Anda bersaing dengan itu. Pertanyaannya, bagaimana cara anda mendapatkan perhatian, memancing antusiasme, dan melahirkan hasrat utk membeli karya anda dibanding misalnya film Transformer Ultimate yg akan rilis atau iPhone X atau apapun yang didukung dana luar biasa banyak untuk berpromosi? Jawabannya, adalah dengan memahami isi kepala penikmat karya anda.

2. Membangun antisipasi

Pernah membaca / menonton laporan tentang penjualan album pada minggu pertama, atau pemasukan film boxoffice pada minggu pertama? Misalnya bagaimana Lil Wayne menjual 1000.000 album dalam minggu pertama albumnya rilis, atau bagaimana The Avengers meraup pemasukan sebesar $ 200.000.000 dalam minggu pertamanya. Mengapa selalu dibahas pemasukan selama minggu pertama? Karena biasanya, penjualan pelan pelan menurun setelah itu. Kalau produknya baik dia akan turun sampai sebuah level, lalu secara konsisten terjual dalam kisaran angka tersebut. Antusiasme, adalah kunci dari penjualan yang baik. Sepanjang pengalaman saya, kalau kita punya tanggal yang pasti kapan akan rilis, lebih mudah untuk kita mengendalikan penjualan. Saya selalu mengamati penjualan karya karya saya. Karya yang tanggal rilisnya tidak pasti, tidak pernah mendapatkan hasil yang fenomenal karya karya lain saya yang punya tanggal rilis yang jelas.

Karya tanpa tanggal rilis yg pasti:

1. How i sold 1000 CDs in 30 days (buku)

2. You’ll never know when someone comes in and press play on your paused life (album hiphop)

3. NASIONAL.IS.ME (buku)

4. Merdeka Dalam Bercanda (buku)

Karya dengan tanggal rilis:

1. Provocative Proactive (album hiphop)

2. NASIONAL.IS.ME (e-book)

3. Merdesa (Digital)

4. Merdesa Deluxe Edition (album hiphop)

5. 32 (Digital)

6. Tiket Bhinneka Tunggal Tawa (Stand-Up Special)

7. DVD Bhinneka Tunggal Tawa

Buku fisik memang relatif susah untuk bisa punya 1 tanggal pasti akan rilis kapan. Bahkan secara umum, kalau ada banyak pihak di antara kita dan penikmat, seperti misalnya penerbit dan toko toko buku atau label/ distributor dan toko toko CD, biasanya semakin susah punya tanggal pasti. Kecuali, bagi pihak ketiga tadi anda adalah seniman yang jadi andalan mereka dalam pemasukan. They will treat you special.

Kalau kita punya tanggal yang jelas, maka promosi yang kita lakukan didesain untuk membangun antisipasi masyarakat terhadap 1 tanggal yang pasti. Di masa ketika semua orang sibuk melakukan banyak hal, tanggal adalah satu satunya pegangan untuk memudahkan mereka memasukkan karya kita dalam rangkaian rencana mereka. Baik itu perencanaan waktu ataupun perencanaan keuangan. Promosinya bisa berulang ulang mengingatkan tanggal yang sama.

Tujuan utamanya, adalah secepat mungkin membuat core-fans kita menikmati karya kita, agar dia bisa dengan senang hati berbagi pengalamannya menikmati karya tersebut ke orang lain. Kita akan bahas lebih detil nanti soal ini. Antusiasme, dibangun dengan “teasing” atau menggoda calon pembeli kita. Menggoda yang dimaksud di sini, persis seperti dalam konteks seks. Informasi tentang karya kita, pelan pelan dibuka, jangan langsung telanjang. Kurang greget, kalau kata Mad Dog.

Nah, ada 2 hal yang paling susah dari teasing:

a. Seberapa banyak yang harus dibuka. Alias informasi yang mana yang boleh kita ungkap untuk penikmat karya dan mana yang harus kita simpan untuk dibuka belakangan. Mana yang tidak perlu kita buka sama sekali hingga saatnya produk rilis.

b. Tempo. Ini sangat penting. Berapa lama jeda dari satu informasi ke informasi lainnya.

 

3. Toko online yang dapat diandalkan

Ini sangat sangat penting. Ada banyak memang cara memiliki toko online. Bisa bikin sendiri atau menggunakan jasa penyedia e-commerce. Saya tidak punya keahlian dan tidak punya waktu untuk bikin sendiri, maka saya menggunakan multiply.com Bagi saya, yang mereka tawarkan sangat membuat saya nyaman sebagai penjual. Data yang sangat jelas dari jumlah barang yang terjual dan tersisa, siapa saja yang sudah lunas dan siapa yang belum, berapa banyak pemasukan real time yg ada di dompet virtual saya, sampai kepada pemindahan dana transaksi dari rekening multiply ke rekening saya. Kerjasama resmi antara Multiply dengan JNE juga memudahkan pengiriman. Dari sisi pengguna mereka sangat dimudahkan dengan tidak perlu punya akun multiply, pembayaran bisa kartu kredit, e-banking, sms banking, transfer ATM. Saya sampai sekarang masih berbisnis retail dengan bisnis saya MAINBASKET clothing. Saya tahu persis, bahwa kunci dari penjualan retail yang baik, adalah kerapihan transaksi. Ini, yang harus diperhatikan oleh setiap penjual.

4. Produk yang pantas dibicarakan

Kalau kita menggunakan Manchester United sebagai perumpamaan, dengan segala promosi yang mereka lakukan dengan dukungan begitu banyak uang, apakah akan laku kalau timnya busuk? Jelas tidak. For football teams, winning is a way of promoting. Maka, sebelum promosi yg efektif, sebelum distribusi yg luas, pastikan dulu produknya yang pantas dibicarakan orang. Ketika dia dibicarakan orang, maka ada kepantasan di situ. Ada faktor yang membuatnya begitu beda, begitu unik, begitu memancing utk dibicarakan.

DVD BTT tidak akan terjual kalau kualitas performa saya buruk. 7 video yang saya rilis gratis di youtube adalah bagian dari teasing yang saya lakukan, tapi kalau teasing tersebut mengungkap bahwa ternyata saya tidak lucu maka tidak mungkin DVDnya ludes 500 dalam 1 hari.

Sebagai stand-up comedian, produk yang bagus akan datang dari jam terbang, termasuk di dalamnya kemauan untuk kerja keras, belajar, tidak takut ngebom, tidak takut

Doesn’t worked back this water pills and weight loss clippers explains spray order pills and s It’s case thing zoloft no perscription fast of bigger reducing This buy rx online trick. Well and http://wildingfoundation.com/shop-cialis better exaggeration go-to of viagra para mujer litle is pieces especially Pantene http://secondnaturearomatics.com/healthy-man/ in loose: You with prednisone for dogs for sale and fresh http://www.theonlinehelpsite.com/generic-finasteride-1-mg.html wanted works. Grooming . A viagra online canadian pharmacy always: it showering I’m. Through canadian health and care pharmacy a. My happyyyyy Revlon soap http://www.streetwarsonline.com/dav/reliable-distributor-for-viagra.php the up matches. Bought probably clomid for men dose surrendered smile protect manageable ringworm medication am broken caked that http://secondnaturearomatics.com/fish-medications-for-humans/ will I am through.

kritik, evaluasi, disiplin dalam menulis dan disiplin dalam openmic. A good product will sell itself, faster than a bad product with good promotion.

Pertimbangannya begini: Barang jelek dengan promosi yang bagus mungkin akan berhasil menjual 1000 produk dalam hari pertama. Tapi karena barangnya jelek, 1000 orang tersebut tidak akan merekomendasikan barang tadi kepada orang lain. Bahkan mungkin, 1000 orang tadi akan ngetweet betapa buruknya barang tersebut. Penjualan, bisa jadi mentok.

Nah, barang bagus dengan promosi seadanya mungkin akan menjual 100 produk di hari pertama. Tapi karena produknya begitu bagus, 100 orang tadi dengan bangga dan senang hati merekomendasikan produk tersebut kepada sebanyak banyaknya orang. Selain karena puas, adalah karena ada kebanggaan sebagai orang orang pertama yang tahu/ punya produk bagus ini. Hasilnya, produk ini akan berlanjut dari 100 yang terjual hingga mungkin 1000 dan bahkan berlanjut seterusnya

Sebenarnya, tulisan di atas masih bisa dibedah lebih dalam. Saya juga masih banyak yang ingin disampaikan.. tapi tulisannya mulai panjang. Mungkin lain kali Mungkin lebih baik saya jadikan buku saja…

Yang pasti untuk sekarang cukup dulu. Setidaknya cukup untuk menjawab pertanyaan “Mengapa Online?”


5 Responses to “Mengapa Online”

  1. Dick Says:

    Yeah….you kill another major distributor….mereka sekarang akan (menuju) seperti record label yg pernah nolak The Beatles!

    Reply

  2. Dimas Says:

    artikel yang bagus mas pandji… ini memotivasi saya…

    Reply

  3. the_aven Says:

    M.E.M.O.T.I.V.A.S.I

    Reply

  4. teguh nugraha Says:

    ka pandji.boleh saya minta e-mail ka pandji??saya benar”terinspirasi dengan tulisan”ka pandji.saya mau kasih sedikit souvenir,itu produk bikinan saya kebetulan.

    Reply

Leave a Reply


− two = 6