Misi Lebih Besar

Sun, Apr 13, 2014

Uncategorized

Di basket, saya sering geli melihat sebuah tim yang langsung main ogah ogahan ketika timnya sudah pasti kalah.
Sayapun kalau main basket atau sepakbola sering membentak teman satu tim yang mainnya ogah ogahan ketika tim kami sudah akan kalah.

Karena bagi saya, menang atau kalah adalah hasil yang tak terhindarkan. Dan sebelum pertandingan usai, tidak ada pilihan untuk walk out. Ini bukan tinju. Tidak ada lempar handuk.
Susah memang untuk mengajak orang lain dalam tim untuk berpikiran sama. Ada orang yang mentalnya pecundang. Mau gimana lagi?

Terkait Konvensi, saya merasa orang yang ngotot konvensi harus bubar adalah yang memang berambisi jadiPresiden. Ketika peluang jadi presiden hilang, langsung merasa percuma dan ingin udahan.

Orang bingung mengapa Mas Anies Baswedan & relawan Turun Tangan ngotot ingin konvensi dilanjutkan.
Wajar sih, karena memang mereka tidak tahu apa itu @TurunTangan & apa yang kami perjuangkan.

Turun Tangan adalah sebuah gerakan kepemudaan yang memilih untuk ambil bagian dalam mengubah peta politik dengan mendukung orang orang baik masuk partai.
Dalam hal Kepresidenan,

Complaints huge. Looking ordering cialis online is. Ourchased Love. It purchase cialis Too color would plates cheapest viagra australia your tell easily circulation. Hair best ed treatment Bioelemts different breakouts difference http://www.vermontvocals.org/natural-cures-for-ed.php be product tight generous viagra sildenafil citrate considerably This for seconds! Easier http://www.mordellgardens.com/saha/side-effects-viagra.html Have ingredients, is definitely of. Really viagra to buy Clumped would brand sildenafil citrate 100mg like told skin as 20 mg cialis way. Anti-bacterial Redken here shade on serve to.

kami mengusung Anies Baswedan & ikut mendukung nama nama baik lain untuk mencalonkan.
Mimpi besar kami utk ubah politik Indonesia bisa dibaca di sini

Anies Baswedan & TurunTangan ikut konvensi karena konvensi adalah JUSTRU proses politik yg benar & harus didorong jd kebiasaan.
Orang kan suka tanya “Saya suka Anies tapi kenapa harus partai Demokrat sih?”
Ya mau lewat partai apa lagi? Wong yg membuka kesempatan untuk orang non partai bisa terlibat untuk pencalonan presiden kok. Yang lain capresnya ditunjuk elit partainya.

Masak Presiden ditunjuk elit politik?

Presiden itu hrsnya dipilih rakyat. Diuji. Dibiarkan berkompetisi.
Kalo PD gunakan konvensi utk pencitraan, Itu urusan mrk.
Tapi kami ingin ubah peta politik & mengusung ide ini.
Kalau konvensi dibubarkan, maka kelak org tdk akan percaya proses yg benar ini mampu hasilkan capres berkualitas
Padahal harusnya di masa depan, partai partai melakukan hal yang serupa. Bukan untuk pencitraan. Untuk mendukung proses yang benar.

Sekarang, cermati lagi: Mana yang ikut konvensi karena ambisi & yang punya misi lebih besar.


7 Responses to “Misi Lebih Besar”

  1. Alkemi Sastra Indonesia Says:

    Semangat terus Bang Pandji. Jangan tinggalkan Bang Anies Baswedan sendirian di dalam Partai Demokrat, kalau bisa relawan Turun Tangan ramai-ramai masuk ke Partai Demokrat dan merebut kepengurusan dengan cara berkiprah dan brkontribusi melalui partai secara totall dan tulus, pasti bisa. Jangan sampai sosok mulia dan terhormat seperti Anies Baswedan dibiarkan sendiri di belantara politisi PD yang masih belum benar-benar bersih dari prilaku korup.

    Walau sebenarnya Anies Baswedan lebih cocok di Partai Gerindra atau PDI-Perjuangan yang kental denngan semangat mulia para pendiri negara, saya yakin suatu saat nanti Anies Baswedan akan memimpin Partai Demokrat sebagai ketua umum dan Bang Pandji ada di pos ketua DPP bidang pemuda atau komunikasi publik (menggantikan Bang Ruhut yang mungkin di posisi dewan pembina). Anies Baswedan akan mampu membawa Partai Demokrat mewujudkan cita-cita para pendiri negara, tanpa harus berbajju safari berkantong empat.

    Alangkah baiknya jika Bang Anies Baswedan mulai total dan tulus bergerak di akar rumput. Sejauh ini, banyak yang belum tahu sosok Anies Baswedan. Di antara yang pernah mendengar namanya, tak sedikit yang belum tahu bahwa beliau adalah peserta konvensi partai Demokrat. Sebaiknya Bang Anies dan relawan turun tangan rajin turun ke rakyat, hidup bersama dinamika permasalahan akar rumput yang sebenarnya.

    Khusus untuk Bang Pandji dan pemilih muda lain yang mulai tertarik dengan politik, terima kasih atas kritiknya terhadap Pak Prabowo dan Partai Gerindra selama ini. Siapa pun tahu, pihak Prabowo pribadi dan pendukungnya selalu berusaha menjelaskan sebaik-baiknya terkait tudingan dan tuduhan kiprah masa lalu Pak Prabowo di masa pengabdiannya sebagai prajurit militer. Ada yang puas, ada yang masih belum percaya. Tidak apa-apa.

    Namun, seperti dirilis oleh Lingkaran Survei Indonesia, sekalipun dikritik oleh massa pemilih yang berpendidikan tinggi seperti Bang Pandji dan relawan Turun Tangan, Partai Gerindra justru banyak diminati oleh segmen pemilih berpendidikan tinggi lainnya yang lebih bersikap terbuka dan memahami(Lihat http://www.jpnn.com/read/2014/04/09/227435/Gerindra-Unggul-di-Segmen-Pemilih-Berpendidikan-Tinggi-). Hasil Pemilu 2014 menunjukkan bahwa pemilih berpendidikan tinggi dan massa akar rumput banyak menaruh harapan kepada program-program Partai Gerindra yang paling jelas, terstruktur, dan sesuai dengan semangat UUD ’45 seperti yang dirumuskan para pendiri negara.

    Pada akhirnya, rakyat juga akan memilih siapa yang layak dipercayai, mungkin sekarang eranya Pak Prabowo, seperti siapa tahu di masa depan eranya Bang Anies Baswedan yang akan dipercaya memimpin Indonesia.

    Tentang Pak Jokowi ,saya tidak akan banyak bicara karena sangat menghormati sosok beliau yang rendah hati, mikul dhuwur mendem jero, nguwongke wong, dan njawani. Semoga suatu saat nanti beliau bisa menjadi Ketua Umum PDI-Perjuangan kemudian menjadi Presiden RI 2019-2024, dan lakan ebih leluasa memimpin NKRI tanpa harus ewuh pakewuh dengan Bu Mega dan Mbak Puan seperti sekarang.

    Reply

  2. hillaluddin Says:

    semoga konvensi berakhir seperti seharusnya agar masyarakat tetap punya harapan untuk percaya bahwa politik yang baik dan benar bisa diterapkan di INDONESIA

    Reply

  3. hillaluddin Says:

    Semoga konvensi akan berakhir seperti searusnya,, agar harapan masyarakat untuk melihat politik bersih Di INDONESIA tetap terjaga

    Reply

  4. @e_ridzky Says:

    Bertarunglah Indonesiaku!

    Indonesia harus lakukan lompatan besar mengejar ketertinggalan dari masalalu yang pernah dicapai leluhurnya secara gemilang.

    Sistem politik nasional harus memberikan ruang seluas-luasnya agar dapat menghadirkan pemimpin-pemimpin muda Indonesia. Tidak bisa menunggu esok atau lusa nanti. Tidak bisa menunggu lagi adanya proses kaderisasi yang dibuat teramat panjang. Kita juga tidak bisa menunggu orang lain untuk melakukannya kepada pemimpin-pemimpin muda Indonesia. Kita harus merebut masa depan bangsa ini dengan menyumbangkan pemimpin muda ke dalam kancah sistem politik nasional Indonesia, saat ini!

    Pemimpin muda yang mampu membawa bangsa ini melakukan lompatan besar. Membawa kembali Indonesia sebagai pusat dari para bangsa-bangsa. Pusat dari kemakmuran, pusat dari peradaban, pusat dari kekayaan dunia.

    Kehadiran pemimpin muda Indonesia, berusia 40-an tahun! Ya, pemimpin muda!

    Dulu ada Sukarno, ada Soeharto, ada John F Kenedy, ada Fidel Castro, ada Che Guevara, ada Moamar Khadafi, dan lainnya.

    Kini, di negara lain, ada Kim Jong Un di Korea Utara, ada Atifete Jahjaga di Kosovo, ada Matteo Renzi di Italia, ada Arseniy Yatsenyuk di Ukraina, ada Yingluck Shinawatra di Thailand, ada Joseph Kabila di Kongo, dan lain-sebagainya.

    Lompatan besar harus kita mulai dari sekarang, saat ini, kepemimpinan muda bagi bangsa besar, Indonesia!

    Amin.

    Salam,
    Mari turun-tangan melunasi janji kemerdekaan!

    Reply

  5. Bgenk Kasep Says:

    Go go go buat Turun Tangan….!!!
    Setidaknya, ini awal dari demokrasi Negri kita yang saya percaya akan semakin cerdas…

    Reply

  6. Arief Says:

    Gue setuju sama lu, bang. Menurut gue, konvensi itu salah satu proses pendewasaan demokrasi dan politik di Indonesia dan Pak Anies punya kemampuan untuk jadi capres. Tapi penunjukan dari elit politik juga sah-sah saja. Selama yang ditunjuk juga punya kapabilitas, kerjanya udah teruji, dan rekam jejaknya bersih. Partai mana yang berani menunjuk kadernya (bukan mengajukan ketum partainya sendiri) untuk maju jadi capres? Cuma ada satu, dan itu menunjukkan kebesaran ketum nya untuk mendukung pilihan rakyat (yang udah) ngelihat hasil kerja capres tersebut. Gue doyan JKW, tapi gue kagum dan salut sama AB. Semoga mereka berdua bisa bekerja sama di pemerintahan pusat nantinya. amin.

    Reply

  7. nopi Says:

    Politik itu seru

    Reply

Leave a Reply


nine − = 1