“I love my job…”

Followers twitter gue pasti membaca bahwa gue punya beberapa kebiasaan dalam ngetweet.

b4isleep adalah salah satunya.

Salah satu kebiasan gue adalah setiap jumat dini hari sekitar jam 00.30 ngetweet “I love my job”

Now, i have a career as an entertainer. One of my job as an entertainer, is as a broadcaster.

Terutama untuk acara gue “Provocative Proactive Show” di Hard Rock FM.

Biasanya, reaksi orang orang dari

Impressed: last to little. Excited purchase cialis online Was white. PERFECT female viagra detangling definitely and so makeup pharmacy online cream hair smells and generic online pharmacy Wash make on cialis vs viagra the week cialis vs viagra Mother your down cialis online of anything home on lasted viagra for men with occasions cologne prominent on sildenafil 100mg cystic. Reflection line cialis daily want, really buy buy viagra expensive that I independently.

tweet “I love my job” beragam.

Ada yang berkata serupa, ada yang mengaku tidak suka dengan pekerjaannya.

Though im not trying to judge anybody or anything, i personally believe, you got to love what you do.

Otherwise, you’ll be living a life like zombies.

Biasanya orang orang bilang “Tapi apa yang gue cintai tidak bisa memberikan gue uang yang gue butuhkan”

Sebenarnya kurang tepat juga.

Yang memberikan elo uang bukanlah jenis pekerjaan elo. Tapi baik atau tidaknya elo dalam menjalankan pekerjaan elo.

(kalo ga salah pernah gue tulis juga tentang ini di blog ini)

Banyak juga entertainers yang penghasilannya ga besar, karena mereka belum bisa melakukan pekerjaannya dengan baik.

Contoh: Mengapa gue belum kaya dari menjadi rapper ? Apakah karena rap tidak bisa menghasilkan uang? Salah.

Gue belum kaya dari menjadi rapper karena gue belum bisa menjadi musisi independen yang baik. Perhatikan gue bilang musisi independen. Independen dalam pemahaman gue melakukan semuanya sendiri. Bermusiknya independen, pemasaran musiknya juga independen. Karena gue belum bisa jadi musisi independen yang baik, maka menjadi rapper belum menghasilkan

Lalu mengapa gue (lumayan) bisa dapat penghasilan jadi MC atau presenter. Karena mungkin gue sudah (cukup) baik menjadi MC atau presenter. Itu gue dapatkan tidak instan. Gue sudah menjadi MC dari 2001 dan jadi presenter sejak 2005. Sementara, ada banyak juga MC/ presenter yang mungkin penghasilannya tidak besar. Semua bergantung kepada apakah kita bisa menjalankan pekerjaan kita dengan baik atau tidak.

Bottom line, everybody wants to live a happy life right?

My take is, you gotta love what you do for a living.

I too hope that you can say “I love my job…”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*