siapakah komika Indonesia yang akan naik namanya?

Sun, Sep 9, 2012

Uncategorized

Saya percaya, ada masa untuk setiap komika.

Richard Pryor besar di era ketika kesetaraan ras jadi isu terpenting di Amerika saat itu, komedinya yang pada dasarnya mengajak orang untuk masuk ke dalam kehidupan orang kulit hitam tanpa harus benar benar datang ke pemukiman kumuh tempat mereka tinggal, jadi salah satu jalan menuju intergrasi antar ras di Amerika Serikat. Kulit putih belajar mengenai kehidupan masyarakat kulit hitam dari pengalaman dan pengamatan Pryor.

Berseberangan dengan Richard Pryor, Bill Cosby juga muncul di era yang sama namun dengan pendekatan beda yang juga dibutuhkan Amerika Serikat. Bahwa warga kulit hitam seperti Cosby juga ternyata mengalami masalah yang tidak jauh berbeda dengan warga kulit putih. Masalah keluarga, masalah anak anak, dll.

Cosby dan Pryor itu seperti Seinfeld dan CK jaman sekarang.

Pada era setelahnya, George Carlin naik namanya juga ketika Amerika Serikat penuh dengan aktivisme. Kesetaraan gender, HAM, anti  perang, adalah sentimen yang mengisi hari hari di Amerika Serikat pada masa itu.

Seinfeld, membumbung tinggi ketika kulit putih Amerika sedang menikmati nyamannya kesuksesan kapitalisme Amerika Serikat. Tidak ada kebutuhan untuk aktivisme, tidak perlu ada sentimen negatif. Life was good and Seifeld showed it through his clean routines.

Eddie Murphy serupa namun pada tatanan sosial yang berbeda. Kulit hitam Amerika Serikat sudah tidak lagi didiskriminasi sehingga komedi kulit hitam kini tidak ada tuntutan untuk memberikan kritik sosial. Banyak yang bilang Murphy adalah Michael Jordan-nya dunia komedi.

Chris Rock membumbung tinggi dan sempat jadi komedian terbaik di Amerika Serikat tahun 2004-2005 karena komedinya lagi lagi (seperti nama nama sebeumnya di era masing masing) sesuai dengan jamannya

Amerika di era Bush penuh dengan kesadaran politik, kritik sospol menjadi bagian dari normalitas kehidupan. Cocok dengan Chris Rock yang memang selalu membawa ilmu dan pencerahan. Kritik dan serangan.

Kini, Amerika Serikat sedang menggandrungi Louis CK, lebih dari sebelum sebelumnya. Mengapa bisa demikian?

Tepat.

Karena CK kini relevan dengan jamannya.

CK yang bitnya berbicara mengenai sulitnya hidup bahkan sebagai orang kulit putih, jadi relevan dengan kondisi sosial Amerika Serikat masa sekarang yang nyaris mengalami depresi. Pengangguran di mana mana, krisis ekonomi yang tidak kunjung usai membuat Amerika Serikat bisa menemukan relevansi dalam komedi Louis CK.

Komedi adalah mengenai referensi.

Itulah mengapa, setiap komika bisa meledak namanya karena referensi komedi mereka sesuai dengan relevansi jaman.

Komika tertentu akan naik dan jadi pemuncak pada jaman yang berbeda.

Pertanyaannya, di jaman Indonesia seperti sekarang ini, siapakah komika Indonesia yang akan naik namanya?

 


7 Responses to “siapakah komika Indonesia yang akan naik namanya?”

  1. Melissa Octoviani Says:

    ernest prakasa, muhadkly, raditya dika itu pasti, dan mas pandji tentunya hehehehe…

    Reply

  2. Abib Addy Says:

    Sammy D Saputra sy rasa. Dia jenius :)

    Reply

  3. perdana kusuma Says:

    Demen sama si Rindra. He just speak what he wants to speak, not what people want to hear.
    Comic2 yg lebih sering off air macem Adriano Qalbi sama Ence Bagus juga asik.

    Reply

  4. asbari Says:

    insan nur akbar, walopun dia keliatan tua, tapi joke2nya ttg politik saya kira akan mewarnai indonesia setidaknya hingga 2014.

    Reply

  5. bring by boring brick Says:

    nothing beats Rindra Dana. Pandji pun mengakui di sebuah talkshow ComedyBuddy di HardRock FM yg waktu itu ngundang Pange, Rindra.. kalo Rindra ini emang pure beast!

    Reply

  6. Anak om Najar Says:

    @adrianoqalbi :)

    Reply

  7. temon Says:

    si rindradana asli ini orang seperti bukan dari dimensi ini :p

    Reply

Leave a Reply


four × 2 =