OKOTRIP

Apa yang salah dengan pertanyaan di atas?

Selain bahwa orang tersebut yang ceritanya mau mendukung Pak Basuki mungkin ga tau bahwa bis Trans Jakarta di foto tersebut ironisnya adalah sumbangan salah satu perusahaan Sandiaga Uno, Tower Bersama,  pertanyaan di atas seharusnya dijawab dengan “Tergantung”.

🙂

Saya terus terang sangat tertarik ketika membicarakan masalah transportasi kota. Kalau anda sudah baca buku saya yang judulnya “Menemukan Indonesia” yang anda bisa beli di sini , anda tahu saya membahas secara dalam soal ini dari pengalaman saya keliling dunia.

Rejeki Tuhan, bakat melawak, dan kemampuan handal dalam jualan proposal, memberikan saya kesempatan bisa mencoba moda transportasi umum di sejumlah negara. Saya nyobain subway di negara dengan penduduk terbanyak dunia. Tepatnya di Beijing, Shanghai dan Guangzhou. Saya juga nyobain naik bis di Beijing dan ketika saya kuatir akan berdesakan (kan penduduknya China terbanyak di dunia), ternyata bisnya kosong. Menurut kawan, adalah karena jumlah bisnya yang banyak dan tidak pernah telat.

Saya juga pernah nyobain NYC Subway yang bisa mengangkut sekitar 6 juta manusia per hari. PER HARI. Ada jam jam penuh, ada pula jam jam kosong. Miriplah dengan Commuter Line Jakarta.

Dengan kemampuan angkut 6 juta manusia per hari, NYC masih macet pula.

Saya pernah nyoba Tube-nya London, salah satu moda transportasi umum tertua di dunia, bisa 1 milyar manusia per tahun.

Saya pernah nyoba berbagai moda transportasi umum di Melbourne yang mendapatkan predikat “The Best City To Live In The World” salah satunya karena infrastrukturnya.

Saya juga pernah nyoba MRT di Tokyo, Jepang. Yang merupakan target orang bunuh diri di sana.

Jadi ketika ada kabar bahwa DKI Jakarta akan punya LRT. Saya girang bukan main.

“Sudah waktunya” pikir saya.

Kalau anda nonton Bhinneka Tunggal Tawa, pertunjukan spesial stand-up comedy saya di 2011, saya bahas mengenai Jakarta yang malnya begitu mewah hanya punya Trans Jakarta sebagai moda transportasi paling mutakhir. Kalah dengan Guangzhou yang sudah punya subway. Sebuah kota di Tiongkok yang penduduknya masih boker di trotoar jalan dan orang naikin mobilnya ke trotoar karena mau melawan arah.

Walaupun agak terlambat memulai, tapi diperkirakan LRT ini akan selesai dalam 2 tahun. Setelahnya akan terus ada penambahan koridor, seperti Trans Jakarta yang merupakan gagasan Bang Yos, programnya berlanjut terus ke jaman Foke, Jokowi dan kini Basuki. Kekhawatiran terbesar proyek LRT bukanlah pada pergantian Gubernur, tapi pada pendanaan proyek LRT ini seperti yang dikuatirkan oleh Bang Faisal Basri.

Tapi pertanyaannya kemudian, apakah LRT saja akan menyelesaikan macet ibu kota?

Rasanya tidak. Pertama karena adanya pembangunan 6 ruas jalan tol.

Lebih banyak infrastruktur kendaraan menghasilkan lebih banyak pengguna kendaraan pribadi, yang akan menghasilkan kebutuhan lebih tinggi lagi untuk infrastruktur kendaraan. Muter terus ga selesai selesai. Masalah dari 6 ruas jalan tol ini sudah diperdebatkan sejak lama. Kawan saya Benhan pernah bercerita dengan jelas di sini. Dan memang 6 ruas jalan tol ini sudah problematik sejak lama

Kedua, karena tidak semua area Jakarta bisa dilalui oleh LRT dan Bis Trans Jakarta. Beberapa area pelosok, jalannya tidak terlalu lebar untuk bisa dilalui bis. Karena itu yang penting adalah Integrated Public Transportation System. Integrasi antar seluruh moda transportasi di Jakarta.

Nah sekarang saya mulai dekat dengan pertanyaan dari foto di atas tadi. Orang tadi bertanya “Pilih naik Mikrolet atau bis Trans Jakarta”.

Tergantung.

Tergantung saya mau ke mana.

Coba lihat realitanya kota Jakarta.

Ini adalah foto foto yang saya ambil dan rasanya pemandangan ini jamak anda temui di banyak daerah menuju anda tinggal.

Banyak sekali area di Jakarta yang tidak bisa dilalui oleh Bis Trans Jakarta.

Coba saya tanya…

Apa persamaannya bajakan dengan angkot?

Sama sama lahir dari kebutuhan.

Saya sering mengatakan “Bajakan adalah cara konsumen memaksa industri untuk melakukan perubahan”. Kalau anda sudah baca buku INDIEPRENEUR yang bisa anda beli di sini, anda akan tahu bahwa setiap kali industri berubah, adalah karena ada para pembajak. Akankah ada iTunes hari ini seandainya tidak ada Napster?

Makanya perubahan jangan dilawan, tapi dirangkul.

Hubungannya dengan angkot?

Angkot lahir karena konsumen memaksa.

Jakarta itu kota yang rada aneh dari sisi bentuk.

Umumnya kota itu antara radial atau grid, ada beberapa bentuk lain tapi rasanya yang umum adalah 2 tadi. Ini kelak akan mempengaruhi rancangan transportasi umum di kota tersebut.

Jakarta, adalah kota yang unik. Kalau anda lihat dari ketinggian, anda akan menyadari bahwa Jakarta itu awut awutan.

Bandingkan dengan kota seperti New York atau Chicago yang bentuknya grid sehingga anda bisa memahami konturnya. Kita bisa hitung berapa blok jarak dari sini ke sana.

Karena bentuknya yang berantakan, lahirlah kebutuhan untuk punya moda transportasi yang bisa masuk ke pedalaman. Ke area area perumahan. Lahirlah kebutuhan akan Mikrolet, Angkot , dan Ojek.

Saya sempat lama tinggal di Villa Bintaro Regency di belakangnya sektor 9. Sekolah saya di Kolese Gonzaga, Pejaten Barat, Pasar Minggu.

Dari sekolah, saya naik KWK S.11 lalu lanjut KWK 08, lalu lanjut D.09, lalu lanjut C.02, baru sisanya saya jalan sekitar 15 menit untuk sampai ke rumah. Sebenarnya dari Gonzaga saya bisa naik Kopaja, tapi naik angkot lebih cepat karena dia bisa masuk masuk rute memotong yang tidak bisa dilalui Kopaja dan Metro Mini karena terlalu besar.

Angkot. Lahir dari kebutuhan.

Angkot adalah cara masyarakat menuntut perubahan.

Jangankan angkot, di komplek perumahan saya, Odong-odomg jadi mda transportasi. Kaga bohong saya.

Isinya ibu-ibu semua, sampe supermarket, turun ngasi duit ke supirnya.

Itu terjadi karena kebutuhan.

Jangan angkot dihapus dan diganti bis 9-10 meter seperti keinginan Pak Basuki.

Angkot dijadikan bagian dari perubahan yang harus dirangkul dan diubah sistemnya jadi lebih baik.

Sebagaimana kini naik Ojek jadi jauh lebih dapat diandalkan, ketika lahir Gojek dan Grab Bike yang memberikan sistem lebih baik kepada para riders. Dulu orang padahal maki maki ojek. Sekarang, orang bule aja pada naik ojek karena mereka tahu inilah solusi transportasi yang cocok dengan kontur Jakarta. Ini yang Jakarta butuhkan.

Anda mau punya bayangan kira kira bis 9-10 meter yang Pak Basuki inginkan seperti apa?

Besarnya seperti ini.

Ini 10 meter. Coba bayangkan masuk area perumahan anda.

Solusi Pak Basuki, menggambarkan ketidak mampuan beliau untuk membaca keadaan sesungguhnya kota Jakarta dan keengganan beliau untuk mendengar kebutuhan warganya sendiri.

Ya begitulah kalau Cuma bisa kerja tapi ga bisa punya gagasannya.

Lalu memang apa yang ditawarkan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno?

Perkenalkan: OKOTRIP

Sebuah solusi integrasi transportasi umum Jakarta dari Anies Sandi

Klik di sini untuk lengkapnya http://jakartamajubersama.com/transportasi-terintegrasi

 

Ketimbang menghapus angkot yang adalah wujud keinginan masyarakat Jakarta.

Ketimbang menghapus angkot dan menghilangkan penghasilan sebagian warga Jakarta (karena kalau diganti bis, tentu 1 bis akan memuat lebih banyak penumpang dan menjadikan jumlah bisnya lebih sedikit daripada jumlah angkot, yang berarti jumlah supir yang dipekerjakan lebih sedikit)

Mas Anies dan Bang Sandi berencana merangkul angkot dan mengubah mereka jadi lebih akuntabel. Lebih profesional sehingga ga ada kejadian gantian supir di tengah jalan.

Dibangun manusianya sehingga lebih tertib dalam berkendara. Mas Anies memang berencana membuat pendidikan dan sertifikasi supir kendaraan umum, termasuk angkot. Sesuatu yang disetujui oleh instruktur pengemudi Trans Jakarta.

Diganti sistem penghasilannya jadi berdasarkan kilometer tempuh sehingga tidak perlu ngetem dan kebut kebutan.

Lalu ketika sudah dirangkul, diintegrasikan dengan Trans Jakarta.

Sehingga misalnya anda mau pacaran, anda bisa naik angkot dari rumah, lanjut Trans Jakarta, lanjut angkot lagi sampai depan rumah dia, dengan tarif hanya Rp 5000,-

Gimana caranya?

“Tap-in, Tap-out”

Masyarakat Jakarta akan dibiasakan menggunakan kartu electronic money dari Bank DKI. Setiap kali naik angkutan umum, penumpang diminta untuk menempelkan kartunya (tap-in) di card reader yang tersedia di dekat pintu masuk angkutan tsb. Begitu pula ketika hendak turun, harus tap-out. Ketika turun dari angkot dan hendak naik Transjakarta, maka penumpang tsb akan tap-in kartunya lagi di halte Transjakarta. Apabila jarak antara tap-out di moda sebelumnya dan tap-in di moda lanjutannya kurang dari 30 menit, maka saldo tidak akan terpotong lagi.

Sistem ini sudah sangat umum di banyak negara dunia.

Di Indonesia bahkan pernah diterapkan di BRT Trans Musi di Palembang.

Lah emang pemprov dana-nya ada?

Lah adaaaa. Banyaaak. Pemasukan pemprov DKI Jakarta dari kendaraan pribadi itu begitu tinggi. Sementara subsidi ke Trans Jakarta dari pemasukan tersebut masih relatif kecil.

Pajak dari sektor transportasi (pajak penjualan kendaraan bermotor, pajak balik nama, pajak bahan bakar, pajak dan retribusi parkir) secara keseluruhan merupakan Pendapatan tertinggi bagi pemprov DKI Jakarta. Tahun 2016 yang lalu, nilainya sekitar 15 triliun rupiah. Jauh lebih tinggi dibanding PBB yg ada di peringkat ke-2 urutan penyumbang PAD terbesar sekitar 6 triliun saja.

Selama ini, dari 15 triliun itu, ga lebih dari 20% yang dialokasikan kembali ke sektor transportasi dalam bentuk pembangunan dan perawatan jalan, maupun untuk penyelenggaraan Transjakarta dan sistem pendukungnya.

Harusnya berlaku polluters pay principle di mana penyebab polusi dituntut  berkontribusi lebih. Dalam hal ini untuk transportasi umum kota Jakarta.

FYI: 75% polusi udara di Jakarta bersumber dari asap knalpot kendaraan bermotor.

Jadi sebenarnya kalau pemprov mau, mereka bisa jadikan Trans Jakarta gratis. Ada kok uangnya. Tapi tentu kita tahu, yang gratisan akan membuat orang kurang menghargai, jadi dibikin murah. Hanya Rp 3500,- saja.
Ini hanya masalah keberpihakan. Bisakah pemimpin Jakarta memahami warganya, bukan hanya yang naik mobil, tapi yang naik kendaraan umum. Bukan hanya yang naik kendaraan umum tapi yang mengendarai kendaraan umum.

Maukah pemimpin Jakarta menunjukkan keberpihakannya? Memperjuangkan, apa yang sebenarnya warganya inginkan.

Sampai sini saya mau mengatakan bahwa solusi yang Pak Basuki tawarkan tidak salah. Menghilangkan angkot dan menggantinya dengan bis bisa jadi solusi yang beliau anggap terbaik. Saya sangat yakin sudah beliau pikirkan. Beliau bahkan bisa jamin angkot kalau tetap mau beroperasi tidak akan bisa menang lawan beliau.

Pada akhirnya, itu keputusan yang jadi hak pemimpin Jakarta.

Anda tinggal memilih mau cara memimpin yang mana.

Kalau saya, jelas sekali lebih menyukai OKOTRIP

Bayangkan, akhirnya anda bisa mengukur pengeluaran transportasi dengan lebih jelas. Rp 5000 sekali jalan. One Trip. Naik angkot, pindah TJ, pindah angkot. Sekali bayar. Atau naik angkot, ganti angkot, pindah ke TJ, tetap hanya bayar Rp 5000

Betapa leluasa sisa uang yang anda miliki.

Kita tahu hidup di Jakarta, penuh perjuangan. Sebisa mungkin segala kepastian dibutuhkan untuk perencanaan. Termasuk keuangan. Termasuk perencanaan kebutuhan uang untuk transportasi Jakarta.

Kalau menurut anda ini solusi yang sip, jangan lupa pilih OKOTRIP.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

56 thoughts on “OKOTRIP”

  1. Rupiah perkilo itu kan kalo angkotnya milik pemprov atau bernaung di bawah BUMD, lah ini kan milik swasta dan pribadi. Mau berantem sama pengusaha angkotnya? Kira-kira butuh berapa tahun, Bang?

  2. Angkot yang (rencananya) mo di hapuskan itu bukan yang di pelosok dan pinggir kota dji.. tp angkot yang masuk ke sentra perkantoran, bisnis, dan jalur yang dilalui mrt, lrt, transjakarta..
    so, wacana “menghapuskan/menghilangkan angkot” itu konteksnya ga seajaib menjentikkan jari *klik* dan serta merta ga ada lagi trayek angkot di jakarta. Masih bakal nemuin kok, hanya ga tumpang tindih dengan jalur moda transportasi yang lain seperti sekarang ini.
    Salam Ikuh Ikuh 😉

  3. “Selain bahwa orang tersebut yang ceritanya mau mendukung Pak Basuki mungkin ga tau bahwa bis Trans Jakarta di foto tersebut ironisnya adalah sumbangan salah satu perusahaan Sandiaga Uno, Tower Bersama, pertanyaan di atas seharusnya dijawab dengan “Tergantung”.”

    Kalo kmrn Pak Basuki/Pak Jokowi ga ngejabat, perusahaan Pak Sandiaga Uno bakal nyumbang busnya ga?
    trs itu sumbangan ato CSR?

    1. Tergantung. Perusahaan doi udah ada belum yg sanggup kasi bis itu pas sebelum jaman jokowi, mungkin emang mampunya saat itu br nyumbang. Gimana?

  4. “Di Indonesia bahkan pernah diterapkan di BRT Trans Musi di Palembang.”

    Asal tau nih bang BRT alias Trans Musi udah pake lagi karcis karena pas pake mesin bukannya untung malah rugi, kenapa karena harga mesin dan perawatannya mahal terus penumpang bisa tap-in sekali walaupun saldonya kosong. Selain itu rata-rata penumpang emang lebih suka sistemnya manual.

    Lalu timbul pertanyaan gue, itu tap-in nya cuma sekali atau tiap ganti angkot atau TJ mesti tap-in lagi? Kalo gitu berarti saldonya kepotong dong, bukan 5 ribu dong artinya? Atau cukup tap-in pas pertama naik lalu tap-out pas udah nyampe tujuan?

    “Apabila jarak antara tap-out di moda sebelumnya dan tap-in di moda lanjutannya kurang dari 30 menit, maka saldo tidak akan terpotong lagi.”

    Oh sesuai pernyataan diatas berarti ada kemungkinan ongkosnya bukan 5 ribu dong, kan bisa aja tuh moda lanjutan yang mau kita naekin kejebak macet gitu.

    Terus kalo Anda mau mengedukasi orang-orang buat naik transportasi umum yah seharusnya dimulai dari diri Anda dulu mulai membiasakan diri naik transportasi umum atau bilang ke pak Anies buat sesekali ke daerah kampanye naik kendaraan umum.

  5. Sekali lagi Pandji menjonru (= memfitnah) dengan kalimat “Jangan angkot dihapus dan diganti bis 9-10 meter seperti keinginan Pak Basuki.”

    Ndji…lu buta apa memang lagi senang jadi Jonru? Apa ga lihat itu Kopaja yang diintegrasikan ke Transjakarta? Apa itu bis besar 9-10 meter? #mikir!

    Ahok bahkan sekarang sudah mengenalkan mobil penjemput, walau seakrang terbatas untuk kaum disabilitas.

    Kamu sudah terlallu Njdi dalam menjonru hanya demi memenangkan Anies! Ga tahu ya apa yang kamu akan sampaikan pada Pilpres 2019 mendatang jika Jokowi vs Prabowo. Well eat that!

    1. Itu ditulisan “seperti keinginan Pak Basuki”, bisa diklik dan menuju sebuah link berita Tempo dmn Pak Basuki berkata demikian. Monggo dicek dulu.

  6. Ngomong nya muter2 kayak angkot… Nyerempet2 program pak Ahok skr. Pandji2… awal2 aku sih ngefans sama acara mu Provocative di Metr*TV, berpikir kritis dan membangkitkan jiwa untuk maju. Tp semenjak gabung dengan TS nya Anies dan Sandiaga, kok kayak jadi pelacur media….. Coba dibahas keinginan Sandiaga untuk mengurangi populasi mobil mewah di jkt. Kok aneh, berapa banyak sih mobil mewah di jkt, itu gak sebanding dengan mobil murah yg denger2 yg punya salah satu perusahaan nya Sandiaga. Biarkan saja mobil mewah berseliweran di jalanan jakarta, tp mereka akan dipajakin tinggi oleh Ahok dengan ERP nya, hasilnya akan dipakai untuk membiayai transportasi publik. Dimana sikap kritis mu yang dulu Pandji ???

  7. “Kita anak taon 80”
    Aq msh inget dl km main sinetron anak2. Tp aq ga inget judulnya.aq ma anak2 kampung pasti ga ketinggalan nonton. Walaupun tv nya 14 inch udah gitu nontonnya di balai rw.dgn banyak anak.kl telat alamat dpt di belakang.dan yg plg aq inget km naik spd dengan balon so setiap loe kayuh bunyi nya keren kayak motor.lsg bsknya kita buat yg sm pk spd tmn.aq selalu mikir pasti km punya spd bagus yg bisa buat kesekolah.aq mah hrs jln 1km untuk kesekolah.km pasti makan nasi putih yg ga bau apek kayak nasiku.itupun bagus kl bisa mkn sehari 2x.pasti km makan pk tempe or telor.aq mah pk kecap or kacang atom wuih udah mewah.pas nanya emak aq kan semua brg murah.dia jawab tp ga bisa kebeli nak.kl belajar musti pk lampu minyak.ga ada listrik(pdhl saya tinggal di tengah kota surabaya). Krisis moneter dtg duh sakit deh kl inget.bpk ga kerja.mkn nasi apek 1x sehari.dah bagus.rezim orba menyakitkan kl di inget.well back to the point.aq ga peduli ma pilkada.(aq arek sby) mo mslh agama kek.ga ngurus.TAPI pas aq liat anis n sandi berdampingan ma tommy soeharto.duh kebayang nasi apek gw
    Please pandji jangan bawa apapun sejarah orba.saya yakin anies sandi bagus.ahok djarot bagus.tp please dont make a deal with these people. Siapa pun yg mimpin jakarta pasti pilihan bagus.dan please jgn lagi ada perkataan “enak jamanku tho”
    Melawan lupa.

  8. Angkot adalah transportasi unik di dunia…spesial hanya ada di indonesia…makin modern moda transportasi ya angkot jg harus dimodernisasi jg dnk tp jgn hanya mobilnya tp supirnya dan manajemennya jg….jika sy warga dki sy jg ga setuju angkot dihapus..mau diganti bis….mikir dnk mo kopaja kek bus 9 meter kek ya kaga muat lah jalannya…..kalo ada yg sinis ya itulah fanatis buta terhada orang yg dibela..kalo anda punya solusi kasih ide yg lebih bagus jg dnk ya…jangan hanya ngritik ato ngebuly yg punya ide ky bung panji di atas….wajar semua pemimpin daerah yg baik harus siap dikritik warganya…itulah demokrasi bung….ya liat dnk fakta kalo jakarta ga hanya punya jalan lebar…jalan sempit alangkah banyaknya di dki.haeduh..

  9. Wah saya seorang urban planner dan luar biasa gampang dimengerti penjelasannya. Memang utk struktur kota indonesia yg tidak teratur dan urban fabric didominasi oleh jalan sempit, angkot jangan dihilangkan agar layanan transportasinya bisa memenuhi kebutuhan warga di pemukiman dgn jalan sempit. Menghilangkan angkot adalah blunder besar. Yg harus dilakukan adalah profesionalisasi angkot dan integrasinya ke dalam sistem brt transjakarta. Semg okotrip berjalan sukses.

  10. Bos saya pernah ke jepang juga negara maju tuh dah nggak ada yg namanya angkot mereka kemana deket ke public transportasinya makanya kalau jalan2 di sana enak kok ini masih mau ada angkot.
    Kontur jakarta yg beda sama negara maju itu justru tantangan bukan malah di bilang nggak bisa makanya pemikiran maju bos

  11. Program pak ahok angkot diganti dg bus kecil spt kopaja yg baru, dan tdk mematikan pengusaha angkot tp mrk diajak gabung dgn transjakarta mrk dibayar rupiah per km jd ada income yg pasti sehingga mrk bs ajukan kredit di bank (sdh dihitung dgn skema tsb masih untung). Bayarnya pun semua sama hanya 3500 (lebih murah dr 5000). Skema pembiayaan pun bukan dr apbd tp dr ERP dll. Program ini sdh lama sekali dicanangkan, kalau bung pandji suka nonton youtube pemprov dki maka program ini jelas sekali. Demikian, terim kasih.

  12. 5000 berangkat kerja
    5000 pulang kerja
    Gak lebih dari 1,5 ltr bensin motor
    Sehari 10.000, sebulan kerja cuma 250.000, banyak lebihnya gaji gw nih.
    Gw pilih OKOTrip lah…
    Semoga Anies menang dan janji-janji nya dipenuhi…
    Amiiiin

  13. Walaupun idenya menarik, tapi sepertinya masih belum bisa membersihkan akar2 dosa angkot yang sudah puluhan taun meresahkan masyarakat…. contohnya ugal2an, ngetem sembarangan, nabrak2in ojek online… ini khan cuman mempermudah pembayaran saja, visinya kurang jauh kedepan menurut saya. (sekolah pun nga bisa merubah mental 180 drajat. contoh: bapak2 yg berbaju coklat yg dijalanan, mereka semua khan sekolah buat bisa pake baju coklat)

    lagi pula begini bang… kenapa ahok dibela mati2an, kenapa sampe ada yang benci ahok mati2an… karena sudah sekian lama kita tidak punya gubernur yang sepak terjangnya seperti ahok… Ahok merubah system yang tadinya cara lama, jadi baru… yang tadinya susah jadi gampang… yang tadinya banyak calo, jadi bersih dari calo.. yang tadinya nga bener, jadi bener.. yang tadinya berantakan jadi rapi…

    Visi ahok jelas. mau jadi seperti kota di luar negeri, New york, Singapore, Australia, persis yang abang bilang diatas.. makanya di era jokowi ahok. lsg jalan itu proyek MRT dan LRT yang tiap ganti gubernur, nga jalan2. Dengan adanya ahok, disikat semua preman2 berdasi yang bikin lama, bikin susah, nga mau berubah.

    Jadi tunggu saja, kalau di pinggiran2 nga ada transjakarta, ya wajar.. sama kayak di sudirman ada kawasan tertib lalulintas, trotar lebar2… di pinggiran jakarta nga ada begitu, ya wajar… tunggu gilirannya perusahaan angkot2 itu yang nga mau berubah, disikat ahok, nanti idenya pak anies sandi ini juga dijalankan sama ahok. tenang.

    –Too long didn’t read–

    kesimpulannya kalau malas baca: biarlah kita semua yang memilih pemimpin kafir rela masuk neraka, supaya kalian punya surga di jakarta…. agar jakarta bisa berubah jadi kota international, dan kita semua bisa menikmati hasilnya.

  14. Make sense banget Ji ide OKOTRIP ini, kalau kita semua mau berpikir dan jujur. Tapi sabar2 aja yah bro, yang namanya haters mah lu mau jelasin kaya gimana juga secara logis, mereka akan tetap ngga terima. Malah ngelantur kesana kemari dan menikmati perdebatan tanpa akhir. Komen2 yang kaya begono kaga usah ditanggapin. Ngga ada manfaatnya juga.

  15. Ini program Ahok sejak 2 tahun yg lalu ketika saya pergi ke balaikota bersama murid2 saya dari Sekolah Cikal utk kunjungan audiensi dgn Pak Basuki. Waktu itu beliau menjelaskan program tersebut. Just so u know, jd program ini ga muthakir2 amatlahhh.. Bhaayy

  16. Berubah lagi bro?

    Dulu katanya subsidi transjakarta ga efektif & mau dialihinbuat beli 13.000 angkot (kebayang ga loe macetnya?)
    http://megapolitan.kompas.com/read/2017/01/28/22410481/anies.berencana.alihkan.subsidi.transjakarta.ke.angkot
    Karena dikritik banyak orang lalu sekarang diubah jadi “integrasi”.
    Angkot itu bukan pembuluh darah terkecil, tapi ibarat lemak yg sumbat pembuluh darah, bikin lalu lintas jadi stroke.
    Sangat terlihat kalau program no 3 cuma pengen kelihatan BEDA, ga peduli perbedaannya bikin tambah bagus atau tambah buruk.

  17. Idenya bagus bang.. gw suka.. tp sistem penggajian supir angkot jg udah di-propose jaman Ahok.. tinggal pertanyaanya gmn skema bagi hasil antara TJ dan angkot.. let say 5000-3500 (ongkos TJ) = 1500 yg dikasih ke pengusaha angkot, apa mau? Yg tadinya dpt 3000 skrg jadi 1500.. jadi kurang 50%..
    Sekolah pengemudi jg gak murah.. berarti Anda harus men-database semua supir angkot yg ada di jkt.. di kursusin satu2.. apa program ini tangible? Dan bisa diselesaikan dalam 5 tahun ?
    Sistem tap in tap out ok banget, berarti anda hrs punya server somewhere untuk merecord pendapatan dr pengusaha angkot.. iyah gak sih ?
    Gagasan yg brilliant penting, tp teknis pelaksanaanya jg gak kalah penting… jd bukan ide kampanya aja.. cheers

  18. Well done. Program-program Anies Sandi dan tim tentunya, bener-bener mengakomodir semua kalangan sehingga seluruh warga Jakarta bisa menikmati Jakarta yang lebih baik.

  19. gagasan apa contekan, apa yang sekarang sudah berlangsung pasti lama lama integrasinya ke arah sana jadi bukan sesuatu ide yang brilian alias cuman contek di tambahin cerita berikutnya. Nggak lebih

  20. Dari baca beberapa artikel, Pandji selalu nyindir BTP dengan “Ya begitulah kalau Cuma bisa kerja tapi ga bisa punya gagasannya.”.

    Lupa kalau Mas Anies ini “dicukupkan” oleh Jokowi karena banyak gagasan, tapi eksekusinya di luar harapan. Ga percaya? Rapat Pimpinan pertama yang dipimpin Pak Muhadjir waktu jadi Kemdikbud adalah pembahasan buat genjot KIP. Program unggulan Jokowi yang macet di era Mas Anies.

    Ga percaya, monggo datanglah ke Kemdikbud. Tanya tanya di Biro KLM. Banyak di sana yang bisa jadi saksi 🙂

  21. “Akankah ada iTunes hari ini seandainya tidak ada Napster?”
    Komentar terbodoh dari orang yang sudah mencoba berbagai macam angkutan umum di seluruh dunia…

  22. Nji nji.. CSR bukan sumbangan lho. CSR itu kewajiban. Namanya aja CSR (Corporate Social RESPONSIBILITY). Jadi itu sumbangan apa kewajiban?

  23. Ga sabar liat mas panji kembali jadi ‘manusia’ yang menyenangkan, membahagiakan orang banyak , karena ucapan dan tingkah kamu sekarang sungguh menyebalkan mas, hanya demi semua hal tentang pilkada DKI.

    mudah2an benak kita bisa duduk bersama lagi mas, tergelak-gelak melihat kebobrokan politik di negeri ini.

  24. Kalo saya sih #tetapahok. Kenapa? Karena harga naik transjakarta dan feedernya (bus yg ukurannya sebesar metro mini/kopaja) hanya Rp 3.500. Emang sih selisihnya cuma cenggo (Rp 1.500) tapi kalo dikalikan 30 hari, Jadinya Rp 45.000. Dikalikan setahun, jadi Rp 547.500 (1500 x 365). Lumayan buat nambah tabungan ndji..

  25. Premise utama yg digunakan Pandji untuk menyerang Ahok adalah “mau digantinya angkot dengan bus besar”. Tapi kalau dibaca beritanya dengan lebih detail (pada link ‘sesuai keinginan pak Basuki’), angkot mau diganti karena kondisi yg tak layak dan jumlahnya terlalu banyak.
    Dan bus baru yg akan dibeli itu akan digunakan untuk menggantikan rute2 metromini. Jadi tentunya lebar jalan cukup dong untuk bus yg baru ini.
    Lagian kayaknya b*gonya kebangetan kalau sampe nyuruh bus besar masuk ke rute angkot yg kecil.
    Reasoning Pandji dalam hal ini lemah.

    Sedangkan, program OKOTRIP yg ditawarkan malah terkesan sangat utopia. 5rb bisa kemana saja, tap in tap out, tentunya suatu kondisi yg super ideal tapi gak tau apakah feasible dilakukan.

    Karena, masalah transportasi utama di Jakarta adalah MACET.
    Gak usah nambahin angkot yg jumlahnya jauh lebih banyak dari bus TJ ke dalam sistem deh, dalam 5 tahun bisa membuat bus TJ yg sekarang jadi ontime dan jalurnya steril aja udah hebat.
    Itu yg sy lihat getol dilakukan petahana dengan cara menambah armada, baik dari sumbangan CSR maupun APBD.
    Jaman Ahok kok perasaan banyak ya yg pakai dana CSR? Bus, truk sampah, terakhir jalan layang Semanggi.

    Bro Pandji, utopia vs kerja nyata
    Silakan pilih yg mana.

  26. Nyamain angkot sama bajakan, lahir dari kebutuhan. Terus mau di-cater? Udah tau bakal merugikan banyak pihak (bikin macet/hak intelektual), malah tetep mau dipelihara. Heran.

  27. Gmn toh mas Pandji, dulu pernah menjelek2an rezim Soeharto, lah kok sekarang Cagub yg didukung kamu malah mau menghidupkan kembali rezim Soeharto?

  28. Saya sebetulnya tidak kenal Pandji Pragiwaksono. Juga jarang sekali menonton aksinya. Yang saya tahu dia seorang yang ahli bermain standup komedi atau melawak sendirian diatas panggung.

    Orang yang diatas panggung mampu membuat orang lain tertawa, tergolong orang yang cerdas. Apalagi jika dia monolog, tentu kecerdasannya diatas rata-rata. Dan biasanya topik yang paling membuat orang tertawa adalah ketika kita mentertawakan diri sendiri dengan membawakan kekurangan kita menjadi kelebihan.

    Hanya sampai disitu saya mengenal Pandji. Sampai ia akhirnya menjadi timses salah satu paslon di Pilgub DKI.

    Banyak celotehannya yang membanggakan calon yang didukungnya. Dan kebetulan saya akhirnya tahu bahwa Anies -salah satu calon- adalah teman dekatnya. Sulit sekali memang ketika akhirnya seorang teman dekat meminta kita untuk menjadi pendampingnya. Apalagi ini dalam ajang politik, tempat banyak manusia berubah sesuai kepentingannya.

    Saya teringat seorang teman yang sempat menderita. Ia dulu mendukung temannya supaya menjadi Kepala daerah. Ia berjuang mati-matian, mengerahkan seluruh apa yang dia punya supaya temannya menjadi apa yang dia inginkan.

    Dan ketika temannya jadi, ia pun menjadi satu dari sekian orang yang bangga. Ia mendampingi temannya itu beberapa saat, sebelum akhirnya ia sadar bahwa sang teman berubah.

    Apa yang ia lihat bahwa sang teman tidak mampu keluar dari pusaran politik yang keras, yang mengharuskannya menjadi pribadi yang berbeda. Sang teman menjadi oportunis dan sudah tidak pada jalur awal ketika ia berikrar.

    Akhirnya -karena tidak tahan menderita- temanku keluar dan tetap menjaga pertemanan baik dengan temannya yang sudah menjadi tokoh itu tetapi tidak mau lagi terlibat dalam setiap keputusan politik yang jauh dari semua retorikanya.

    Temanku tidak bisa berkhianat pada nuraninya. Kebenaran yang dulu dijunjungnya tidak ingin ia pertaruhkan lebih jauh hanya karena pertemanan. Teman tetap teman, ideologi tidak bisa dilacurkan, begitu katanya.

    Lalu saya melihat Pandji dan saya kagum padanya. Pandji -dalam rekam jejak digitalnya- adalah seorang yang humanis, ideologis bahkan berani menyampaikan pendapatnya secara terang-terangan.

    Ia pernah menyampaikan “FPI jangan pernah dibubarkan dan harus tetap ada, biar kita tahu kalau orang yang gak pernah sekolah jadinya kaya apa”.

    Dan sekarang ketika teman yang ia dukung itu juga didukung FPI, ia menjadi berbeda dan berkata bahwa yang dilakukan Anies adalah menjadi jembatan pemersatu.

    Pandji tiba-tiba menjadi orang yang naif yang menganggap bahwa FPI begitu mudah diatur dan ditata. Ia tidak pernah berfikir bahwa Anies lah yang nantinya akan ditata oleh FPI, sama seperti Arya Bima Walikota Bogor yang dikungkung oleh HTI.

    Pandji tidak sadar, bahwa FPI jauh lebih besar, lebih kuat dari seorang Anies yang bahkan sulit menjaga konsistensi ucapannya sendiri.

    Dan sekarang Pandji kembali harus menelan ludahnya sendiri ketika ia melihat dengan mata kepalanya sendiri, Anies si teman itu, berteman baik dengan keluarga Soeharto yang juga menjadi pendukungnya dalam pilgub ini.

    Padahal Pandji pernah mengkritik betapa parahnya orang yang ingin kembali ke masa Orba. Ia bahkan pernah memakai kaos yang berkonsep, “32 tahun Soeharto, uang dan darah..” Dan sekarang, ia harus mencoba mengkhianati nuraninya ketika ia melihat bahwa Cendana ada dibelakang temannya.

    Mungkin Pandji berfikir sama, “Ah, Anies mampu menjadi jembatan yang baik dengan keluarga Soeharto…” Pandji membayangkan Anies adalah Superhero pemersatu yang dengan tubuh ringkihnya berhasil menguasai FPI dan keluarga Cendana.

    Disinilah saya kagum dengan Pandji, karena biar bagaimanapun bagi saya pelajaran yang tersulit adalah berkhianat pada nurani sendiri… Pandji jauh lebih jago dari itu.

    Itulah kenapa saya lebih senang berteman dengan secangkir kopi. Ia pahit, hitam dan dengan segala keburukannya ia jujur. Dan jujur itulah sumber kenikmatan sesungguhnya. Seruput dulu, ah.

    Artikel dikutip dari Denny Siregar.

    1. ngutip denny siregar hahahaha, jonru yang info nya sering ngaco aja kalah tolol dibanding denny siregar.

      denny siregar kok dijadiin argumen

      hadeh

  29. integrated transportation system

    siapapun yang menjalankan semoga menjadi solusi bagi kemacetan di jakarta…

    regulasi kendaraan pribadi tentunya juga perlu diatur supaya dapat berjalan beriringan dengan sistem yang direncanakan

    public transportation yang aman nyaman dan tepat waktu adalah idaman semua kalangan

  30. Gue yakin nurani om pandji lagi berkecamuk berat, ga sesuai kata hati kan om… 😢..
    Well…
    Shit happens..
    Bukan “pandji” bgt skrang..

  31. Gue yakin pasti nurani om pandji lagi berkecamuk berat, ga sesuai kata hati kan om… 😢

    Well
    Shit happens…
    Bukan “pandji” bgt skrang

  32. Saya orangnya simpel anda bahas apa saya jawab sesuai bahasan anda:
    Anda bilang angkot ada karena kebutuhan masyarakat dan jalanan yg tidak memadai (ini rada benar) tapi anda lupa pengguna angkot ini juga mayoritas menggunakan angkot karena lebih murah dan jarak yg ditempuh kadang ya gak sejauh itu. Jadi 5000 untuk sekali trip itu apa gak kemahalan? Atau kalian punya program lain untuk perjalanan 1 trip ini? Atau emang program kalian menyasar masyarakat menengah keatas yg notabene dont mind to spend goceng for an angkot bcs well fuck u we dont even use it in the first place?

    5000 (okotrip) dibandingkan dengan 3500 (tiket feeder tj) rasanya tidak adil kalau memang di sepahaman tim anies dki punya banyak uang bahkan tj harusnya bisa gratis (tapi knp ini bisa dinaikkin 1500???oajayekan) kenapa harga tix terintegritas ini tidak dijadikan saja sama rata dengan harga tix terdahulu yaitu 3500? Kan uang dki katanya banyak?

    Trs apa salahnya mengajak masyarakat tidak manja untuk jalan sedikit ke jalan yg rada gedean dikit buat naik feeder yg more convinient und gak pake ngetem und kyknya estimated time gabakal separah angkot????
    ?
    ??
    ???????
    ?
    ??

    1. Too much ignorance :)))

      Sedih baca komenmu Mas. Saya kuliah dari rumah mau ke busway harus naik angkot dulu bayar 3000 + 3500 untuk busway totalnya jadi 6500. Kalau sekali trip 5000 untuk busway + angkot ya murah dong. Kalau masnya minta masyarakat ga manja, agar jalan kaki ke feeder busway. Ini harusnya masyarakat yang tinggal di pusat kota aja, yang tinggal di kampung-kampung Jakarta kaya saya mana kuat jalan kaki ke feeder busway. :’)

  33. mantap bener, semoga terobosan tersebut bisa menjadi solusi bagi kemacetan ibukota…
    Kalau sukses kan bisa ditiru kota-kota lainnya di Indonesia ini…

  34. Idenya bagus tapi mekanismenya yg kurang dibahas. Soal Okotrip, ada beberapa pertanyaan yang harus didetailkan oleh paslon, jgn sampai ide bagus ini akhirnya kandas seperti DP 0 rupiah yg tidak ketemu dasar perhitungannya.

    1. Mekanisme pembayaran ke driver angkot.
    Kita tahu bahwa kebanyakan angkot itu milik pribadi. Bagaimana cara paslon mengajak supir ini mau ikutan cara pembayaran dengan tap smart card? Karena mereka butuh cash untuk biaya operasional angkotnya. Dr membeli bensin hingga makan dan minum supirnya. Dengan card maka ada jeda antara pembayaran dengan penerimaan uang.

    2. Pembagian biaya 5000 rupiah
    Dengan ide sekali bayar 5000 bisa kmana saja, akan menimbulkan masalah baru. Lagi lagi tentang angkot. Karena kepemilikan perorangan maka butuh kejelasan tarif tersebut. Misal dr titik A ke B kita haru naik 3 angkot dan satu bus. Bagaimana pembagian hasilnya? Bandingkan dengan misalnya dr titik C ke D yg hanya sekali angkot dan bus. Apakah pembagiannya akan pukul rata 5000/4 vs 5000/2? Atau ada perhitungan based on distance? Maka fix price akan sulit dilakukan karena porsi pembagian hasilnya akan fluktuatif.

    3. Mekanisme 1 kali trip
    Transportasi masal memang kebutuhan warga, namun mengratiskan juga bukan solusi cerdas kecuali jika pendapatan daerahnya surplus dan sudah tidak melakukan pembangunan lagi.
    Maka pembayaran per trip mutlak harus jelas mekanismenya. Bagaimana cara memastikan seseorang benar melakukan perjalanan sekali jalan dr titik A ke B walaupun dengan berkali kali naik angkot dan bus? Karena kalau tidak dipikirkan, akan terjadi kecurangan, seseorang melakukan perjalanan berkali kali dengan berbeda-beda destinasi tapi hanya tercatat sebagai sekali jalan saja.

    Semua permasalahan tersebut dapat mudah diselesaikan jika seluruh angkot dibeli pemprov dan supirnya digaji. Namun apakah efisien? Dan bagaimana melakukan pengawasan karena angkot tidak memiliki pool, bagaimana mengawasi bahwa supir benar benar bekerja, dan bukan untuk kepentingan pribadi.

    Sejatinya memang transportasi masal itu hanya melayani jalan utama, karena mengharuskan berhenti sesuai halte/stasiun yg tersedia. Dengan kondisi jakarta yg banyak sekali gang dan jalan kecil, mustahil solusi transportasi masal bisa menjangkau hingga ke dalam.

    Angkot itu seperti benci tapi rindu, benci karena ugal-ugalan, tidak layak dan kotor tapi rindu karena tidak ada pilihan lain menuju ketujuan tanpa menggunakan angkot.

  35. Transportasi itu banyak mafia.

    Seperti oknum oknum di organda. Palingan ketemu mafia jadi jiperrr atau lebih parah lagi, jadi ikutan semrawut.

    Buktinya grab dan uber gojek, lahir Dari kebutuhan, tapi skarang toh juga di atur atur?! Malah jadi mahal. Kalau Ahok jelas, memperjuangkan keadilan sosial, bukan buat ibu2 bintaro mau ke pasar doangg.

    Pemimpin itu butuh niat aja broo
    yaaa gitulah klo gagasan doang tapi ga bisa kerja 😉

  36. Idenya sangat bagus, ane harap terealisasi walaupun sepertinya butuh waktu yang agak lama, belum lagi pro kontra di lapangan.

  37. Ahok juga mau integrasi keleus, tapi angkotnya mau ga di integrasi…? Bus yg gede itu buat perumahan2 yg punya jalur besar, untuk yg jalur sedang direncanakan pakai bus Feeder, nah untuk jalan kecil, pengennya pake angkot.. cuman pertanyaannya, si angkot mau ga ikut manajemen Transjakarta? Yg sistemnya hitungan kilo, bukan setoran..

    Kalo Anies sandi bisa integrasi-in transportasi di Jakarta, gw acungin jempol dah.. itu juga kalo menang, plus menangnya jangan maen SARA yaaak

  38. Pandji dan Anies Baswedan bukan lagi mereka yang dulu, mereka sudah melenceng jauh dari hati nuraninya demi sebuah kekuaasaan. Sedih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *