Otak ini

Gagasan di kepala saling dorong mendorong. Ingin bergantian berdiri di mimbar & mempresentasikan diri.
Kadang gagasan tentang Sebelas12

Kadang tentang Stand-Up Comedy.

Kadang tentang cara mempromosikan film & buku “Menemukan Indonesia”

Kadang tentang musik.

Kadang tentang mempromosikan musik.

Kadang tentang buku baru lagi.

Kadang tentang novel fiksi.
Kadang semua gagasan tersebut tersapu musik yang masuk ke telinga, membawa entah kenangan atau khayalan.
Kondisi ini sudah terjadi sejak SD.
Disebutnya Attention Deficit Disorder. Ketidak mampuan untuk fokus.

Kutukan tapi juga anugerah.
Kalau sedang lelah, gagasan gagasan ini tidak bisa saling bersabar & memberi waktu untuk yang lain berkembang.
Otak harus siap bekerja. Memimpin gagasan gagasan, menghalau khayalan & membiarkan khayalan bermain liar kalau sudah waktunya istirahat.
Seperti polisi saja, otak ini.

7 thoughts on “Otak ini”

  1. gw juga ngerasa gitu mas Pandji, baru tau kalo namanya Attention Deficit Disorder,
    terkadang ketika gagasan datang di malam hari, sampai ga bisa tidur, kepala ini hanya mau memikirkan itu, benar terkadang itu sangat menyiksa, tetapi mungkin benar dikatakan mas Pandji klo itu bisa jadi anugerah..

    tetapi terkadang begitu banyak gagasan, begitu banyak yang dijalankan, membuat kita gampang menyerah dan berpaling, karena kita selalu merasa ada ide dan gagasan yang lain, awal mulanya ya seperi yang gw ceritain di paragraf pertama

  2. so do i. fisik diem beberapa saat aja ini otak udah melancong kemana-mana. seringnya sih merasa ngga cukup kalau sehari cuma ada 24 jam untuk merealisasikan semua yang ada di otak. banyak yang mau dilakukan dan dicapai…

  3. Memang otak ini akan selalu bekerja, memunculkan gagasan baru dan ide-ide aneh yang mungkin saja tidak akan terjadi. Namun tidak ada yang tidak mungkin, semua hal bisa terjadi asalkan kita pewrcaya dan mau berusaha. Mungkin bang Pandji mempunyai ide untuk merubah nama Indonesia menjadi apa gitu, itu memanglah hal yang mustahil, namun apabila berusaha sehingga seluruh rakyat Indonesia setuju maka mungkin hal itu bisa terjadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*