Jadi inget masa kecil…

Ngeliat hal ini gue jadi inget waktu gue kecil…


Hehehehe, dulu waktu SD kelas 3 gue pernah kesal karena orang orang suka lupa ngasi makan anjing gue.
Karena itu, gue nulis di whiteboard yang ada di dapur

PENGUNGUMAN!

Seisi rumah ketawa ngeliat tulisan gue.
Sementara gue sama sekali ga ngerti kenapa tulisan gue salah.

Yaah, mirip lah dengan tulisan di foto tadi.
Walaupun gue rasa siapapun yang nulis itu bukan anak SD kelas 3 🙂

Berkunjung ke rumah LIA “EDEN” AMINUDDIN

Kemarin gue berkunjung ke rumah Lia Eden dalam rangka shooting.
Hari sebelumnya dia dibebaskan dari penjara setelah 22 bulan ditahan karena dianggap menyebarkan agama yang sesat.

Sesampainya disana… persis seperti yang gue tonton.
Semua orang berpakaian seperti kalo lagi menunaikan ibadah haji.
Pake sejenis ihrom gitu! Putih putih sampai ke anak anak kecil yang umurnya 5 tahun.

Pas gue bilang mau ketemu dengan Ibu Lia, seseorang menjawab
“Bunda Lia diperintahkan untuk tidak bertemu lagi dengan khalayak umum, selamanya”
Gue tanya balik..
“Diperintahkan oleh pihak kepolisian?”
“Bukan” katanya “Diperintahkan oleh Tuhan”

WEKWEEEEEWWWWW!!!!

That was weird??!!

Gue sempat berbincang dan mempelajari lebih dalam tentang kepercayaan mereka.
Intinya sih ga aneh aneh amat.
Mereka cuma tidak percaya dengan pengkotakan agama. Tapi percaya 1 Tuhan.
Menurut mereka terlalu banyak darah tumpah atas nama agama.
Konsepnya sih gak gila.
Yang gila adalah, PERCAYA DENGAN ORANG (LIA AMINUDDIN) YANG MENGAKU MENDENGAR TUHAN LANGSUNG DAN MENDENGAR RUHUL KUDUS (JIBRIL)

Dibawah ini, adalah foto foto didalam rumah Lia Eden.


Ini di beranda rumah


Ini karya Lia Aminuddin yang ditempel di depan pintu rumah


Ini tempat penyimpanan alat musik yang dipakai utk upacara keagamaan


Ini foto mengerikan.
jadi ceritanya, dia tiba tiba diperintahkan “Tuhan” utk memakai baju kebesaran ini dan minta difoto.
Gak lama setelah dia difoto, tiba tiba polisi datang ke rumah dan membaca Lia pergi.


Ini “misbah”nya yang sempat kosong 22 bulan.


Sebuah cermin dengan tulisan di kacanya…


Dont pay attention at me, look at writings


Mereka sedang mencetak cover utk sebuah buku.


Ini paling menakutkan!
Ayunan di dalam kamar mandi!!


Dan ini adalah wahyu yang diberikan oleh Lia utk MUI
Sori agak ga jelas tulisannya, isinya kurang lebih pernyatan kekecewaan Lia terhadap MUI
Katanya seharusnya MUI mendengarkan dia dan menuruti perkataannya.
DAN, tulisan ini, DISULAM DI ATAS KANVAS!
Bukan di lukis, DISULAM!

pas pulang, gue dikasih buku tentang ankedot kehidupan orang orang di komunitas Eden.
Tertarik utk gue tulis beberapa isinya di blog ini?
Monggo, tinggal minta.

🙂

Choices in life…

Sebuah lagu boyband memberikan pemikiran yang paling akal.
Paling nggak menurut gue.

Liriknya mengatakan (dalam bahasa Inggris yang di Indonesiakan)


“Kejar SEMUA impianmu karena kalau tidak,
kelak ketika tua kita akan menyesal
karena satu impian yang kita lepas justru bisa menjadi
satu hal yang membuat hidup kita sempurna”

Gue ga mau jadi orang yang tua hidup dengan penyesalan.

Karena itu, gue memutuskan untuk mengejar SEMUA impian gue.
Ga sekali waktu tentunya.
Bertahap.
Tapi karena itu gue mulai merasakan bahwa hidup akan semakin rumit.
Terutama 2008.

Tapi ga papa, karena

GUE HARUS BISA MEMILIH MANA JALAN YANG MAU GUE AMBIL:
YANG BENAR ATAU YANG GAMPANG.

Dua hal tersebut sama sekali berbeda.

Sekarang pertanyaannya adalah:

Potongan lirik boyband yang diatas tadi datang dari lagu apa hayoooooo???

Sebuah tulisan oleh Koes Pratomo Wongsoyudo. The man that started it all.

RASA SAYANGE, is not just a song .

Perlakuan yang tidak menyenangkan oleh Malaysia terhadap Indonesia secara beruntun, memaksa kita memperbandingkan . kedua bangsa ini..Sebab tidak heran kalau hal-hal yang dirasakan oleh orang Indonesia sangat mengusik sanubari , oleh orang Malaysia tidak dimengerti sebagai sebuah kesalahan ataupun dosa.
Perbedaan tingkat budaya antara dua pihak, hanya dirasakan oleh yang lebih tinggi..

Ketika masyarakat Indonesia meributkan pembajakan lagu Rasa Sayange , oleh Malaysia
seorang Menteri Malaysia berkata di media :
“ Saya ingin tahu hukum apa yang akan memenangkan pihak Indonesia, atas claim-nya
pada lagu itu “.
Tentu kata-katanya itu memberi beberapa arti kepada kita.
Disatu sisi dia mengakui bahwa lagu itu bukan miliknya , tetapi dia juga meyakini bahwa hukum tidak bisa mengejarnya..
Artinya dia membenarkan kelakuannya , karena tidak akan terkejar hukum..Bukan karena hak .

Belum lama ini juga ada seorang wasit karate Indonesia, yang di aniaya oleh polisi Malaysia.. Kebetulan sekali Menteri Luar Negeri Malaysia dijadwalkan akan bertemu dengan Bapak Presiden kita. .Maka kita patut memeperkirakan akan adanya rasa sesal dan permintaan ma`af kepada masyarakat Indonesia , oleh bapak menteri yang sedang berkunjung itu.
Tidak , Menlu Malaysia itu bahkan berbicara dimuka pers Indonesia, tidak melihat alasan baginya ataupun Malaysia untuk meminta ma`af..
Atas perkataan Menlu Malaysia itu, presiden SBY memberi komentar, dihadapan pers juga :
“ Saya tidak bisa memaksakan pihak Malaysia untuk meminta ma`af. Sebab kebiasaan
meminta ma`af untuk sebuah kesalahan, sangat terkait dengan watak , perilaku, serta
standard kesopanan seseorang ataupun kelompok “
Untuk ukuran kita , dari pada menerima kata-kata SBY itu, kita memilih ditampar saja.
Kata-kata semacam itu terlalu keras untuk ukuran budaya kita . Entah di Malaysia.
Tapi entah mengapa juga , akhirnya pemerintah Malaysia menyatakan ma`af dan penyesalannya juga atas peristiwa itu.

Namun begitu, baru-baru ini terjadi juga hal-hal yang menyinggung perasaan kita.
Seorang istri diplomat kita ,diseret kekantor polisi meskipun sudah menunjukkan Identity Card yang dibuat oleh pemerintah Malaysia sendiri. baginya..
Ricuh atss hal ini sekarangpun belum selesai.

Masih banyak cerita yang lain.
Sekian banyak TKW asal Indonesia di Malaysia , yang dianiaya di Malaysia. Yang loncat dari jendela , babak belur kena pukulan dan disetrika. , gila dan mati.
Mengapa ?
Bagaimana sebenarnya orang Malaysia itu ?
Sebenarnya bangsa dan Negara Malaysia hanya merdeka secara administrative saja…
Ketika penjajah Inggris memberi kemerdekaan kepada Malaysia , mereka bingung mencari lagu kebangsaan Malaysia.
Maka diputuskanlah lagu Terang Bulan , yang kita kenal di Indonesia secara luas sebagai lagu rakyat, menjadi lagu kebangsaan mereka. Hanya saja liriknya diganti dengan kata-kata yang sesuai dengan arti kebangsaan.
Bandingkan dengan lagu kebangsaan kita Indonesia Raya , yang tercipta ditengah-tengah kancah perjuangan merebut kemerdekaan..Lagu Indonesia Raya sangat angker dan berwibawa. Bagi yang mendengarnya mampu menggugah semangast yang luar biasa.
Dan lagu Indonesia Raya tidak berdiri sendiri.
Bersamanya banyak lagu-lagu perjuangan yang lain.. Sebut saja lagu-lagu Sorak-Sorak Bergembira, Hari Merdeka , Maju Tak Gentar, Halo-Halo Bandung , Gugur Bunga , Sepasang Mata Bola,Melati Di Tapal Batas , Butet dan lain-lainnya.

Romantika perjuangan itu tidak dikenal oleh orang Malaysia.
Orang Malaysia , tidak tahu bagaimana rasanya memperjuangakan kemerdekaan.
Orang Indonesia mempunyai kenangan penuh kepada perjuangan melalui lagu-lagu yang lahir dimasa itu dan monumen2 perjuangan yang terserak dimana-mana.
Bahkan mungkin orang-orang disana tidak mengerti makna kemerdekaan yang sebenarnya. Karena selain perubahan secara administrative, selebihnya tidak ada yang berubah.
Walaupun orang Melayu di Malaysia mendapatkan banyak previlage yang diatur undang-undangnya, derajat mereka masih lebih rendah dari para Masale {sebutan untuk orang bule di Malaysia dan Singapura}, China dan India .
Orang Malaysia yang hanya tahu berbahasa Melayu, tak akan mungkin bisa naik kejenjang tinggi dalam kariernya.. Mereka harus bisa berbahasa Inggris.
Tapi China yang hanya bisa berbahasa China, bisa hidup senang disana karena China Malaysia menguasai sendi-sendi kehidupan ..

Bahasa Melayu tidak bebas dan hanya memakai kaidah tata-bahasa Melayu , tapi sangat dikuasai oleh pengaruh Inggris.dan China.
Kata-kata yang di Indonesia bermakna” kapan saja” , mereka mengatakan “bile-bile mase.”
Ini karena orang Inggris mengatakan “ Any time.”
Yang kita katakan dengan “yang mana” , mereka mengatakan “ yang mana satu”, karena dalam bahasa Inggris dikatakan “ which one.”
Cara bertutur kata ini mirip dengan orang kita yang ke-Belanda-Belanda-an dulu.
Mereka mengucapkan “Mahelang”, untuk menyebutkan” Magelang” , dan mengatakan “Tehal” untuk menyebutkan “ Tegal”. Persis seperti cara orang Belanda.berbicara..
Tidak hanya itu. Banyak sekali orang-orang China Malaysia yang tidak bisa berbahasa Melayu. Karena merasa tidak perlu.
Kolega saya Chan Yap Peng ,mechanical engineer dan executive sebuah perusahaan terkemuka, setiap kali harus pergi kekantor-kantor pemerintahan Malaysia selalu membawa sekretarisnya, karena untuk mengisi formilir saja dia tidak mampu..Kebangsaan dan kewarga-negaraan Malayssia Chan Yap Peng hanya administrative saja sifatnya..
Hal ini pernah saya diskusikan.
Ketika itu saya duduk dilobby hotel Hilton Jaklarata yang sekarang bernama hotel Sultan.
Hari sekitar jam delapan malam .
Orang berseliweran bule , China dan orang Indonesia. Kebanyakan berbaju batik.
Saya duduk disana bersama FF. Wong, teman saya China Malaysia..
Kepada karib saya itu saya bisa berkata-kata dengan bebas.
“Wong, menurut ukuran kami di Indonesia, kalian China Malaysia kurang ajar “
“Bagaimana itu ? “, tanya Wong .
“Kalian mengaku berkebangsaan Malaysia, tapi tak berkeinginan belajar bahasa
Melayu . Pada hal lahirpun disana juga. “
Jawaban Wong cukup mengherankan :
“ Begini , di Malaysia berbeda dengan disini, di Indonesia. Lihat saja itu, semua orang-, tak terkecuali orang – asingpun rata-rata berbaju batik. Karena memang bagus. Artinya banyak kebudayaan yang pantas dipelajari disini. Di Malaysia kau suruh aku belajar apa ? Ronggeng ?Bahasa Indonesia juga “more cultered”. Menarik untuk di pelajari “

Orang-orang Melayu memang dianggap rendah disana.
Kemerdekaan tidak bisa mengangkat derajatnya.
Dan masih ada lagi yang aneh.
Orang Melayu Singapura merasa “lebih sebangsa” dengan orang Melayu dari Malaysia , dibandingkan dengan orang China dan India sesama warga Singapura..Begitu juga sebaliknya..
Bangsa dan Negara Malaysia memang ada, hanya secara administrative saja.

Dengan pengertian itu, kita jadi lebih menghargai lagu “Indonesia Raya “, yang tidak dikarang sekedar untuk menjadi lagu kebangsaan. Dia hadir dalam gemuruhnya gelombang perjuangan rakyat Indonesia yang menginginkan kemerdekaan.

Maka kembali kepada lagu “Rasa Sayange “. Sama juga, it is not just a song.
Sebagai lagu rakyat atau folk-song , dia tidak lahir sendiri saja.
Bersamanya lahir banyak lagu, ,seperti Hela-Hela Rotane , Rame-Rame Pata Cengke, Hohate ,Goro-Gorone,dan masih banyak yang lain ,semuanya dengan persamaan jiwa dan karakternya…
Dan karena “FOLK SONG” , dia menampilkan ciri dan karakter rakyat Maluku, tempat lagu itu lahir..Watak, pembawaan dan keadaan alam dari sebuah bangsa atau suku bangsa, tampil dalam karakter setiap lagu rakyat atau folk-song itu.

Para ahli musik, bisa menjelaskan beda dan ciri masing-masing lagu-lagu rakyat Batak ,Minang, Timor, Sulawesi Selatan dan Minahasa., bahkan lagu-lagu rakyat Sepanyol,Hongaria dan Irlandia juga..
Beda-beda masing-masing “folk song”, dengan penjelasan mengenai latar belakang dan pijakan budayanya.,termasuk watak rakyat tempat lagu itu lahir….

Terlukiskan juga beda rakyat yang sudah merdeka dengan yang belum.
Ini juga kesempatan untuk menjelaskan , merdeka bukanlah hanya makan dan berbaju bagus.
Jiwa merdeka yang ada dalam tubuh kita ,belum dipunyai oleh orang Malaysia.
Kita beruntung, jauh lebih maju.
Kita juga tahu dan bisa memahami, adanya mereka yang terkejut.
Karena selama ini menganggap Malaysia lebih maju.
Malaysia secara administrative memang merdeka. Tapi jiwanya yang merdeka, masih harus diperjuangkan.
Makna “lagu kebangsaan “ dan lagu rakyat atau “folk song” saja, belum bisa dimengerti.
Belum tahu bahwa disana, dalam lagu itu ada “roh”, yang hanya milik bangsa itu.

Mereka , orang Malaysia belum mengerti bahwa RASA SAYANGE is not just a song.

* * *

Jakarta medio Oktober `07

Koes Pratomo Wongsoyudo

Tentang penulis :

Koes Pratomo Wongsoyudo , diantarkan proffesinya , hidup di Singapura th 1973-1984
dan berkali-kali berkunjung ke Malaysia..
Sekarang bermukim di Jakarta..

Alamat sementara ini : jl. Otista III / complex I no. 20 , Jakarta-Timur.

My all time greatest SPORT MOVIES!!!

Gue suka banget nonton film, APALAGI film olahraga.
Kemarin gue nonton Gridiron Gang. True story tentang anak anak di penjara anak yang bikin tim football. KEREN ABIS! Terakhirnya pas credit title, ada potongan dokumentasi beneran dari anak anak ini dan pelatihnya (kalau di film diperankan oleh The Rock)

Gue tergerak untuk menulis (dan merekomendasikan) film olahraga terfavorit gue dari urutan pertama sampai akhir.

True story
Tentanf tim hoki es Amerika yang terdiri dari anak anak kuliahan dan dicemooh masyarakay amerika sendiri sampai akhirnya mreka berhasil mengalahkan USSR yang notabene merupakan juara dunia hoki es selama 11 tahun berturut turut.

Jelas True Story
Menunjukkan sisi Ali yang orang ga tau
Will Smith keren aktingnya.

Fictional
Oliver stone bikin film olahraga? Pasti keren banget.
Penampakan Jamie Foxx pertama bagi gue.

True Story
Integrasi tim football kulit hitam dan putih.

Remake dari sebuah film Burt Reynolds berjudul Mean Machine
Film ini lucu banget, terutama dengan kolaborasi Adam Sandler dengan Chris Rock.

Lupa gue true story atau bukan
Yang pasti diambil dari buku.
Keren abis. Menceritakan bebannya jadi anak laki di Amerika yang menjadikan olahraga sebagai agama ke 2.

True Story
Tentang penjara anak anak yang membangun tim football utk menyalurkan agresifitas mereka.
Coba cari deh film film di atas.
KEREEEENNNN!

Ini adalah posting blog gue yang terakhir…

Gue baru akan nulis lagi setelah selesai bersilaturahmi dan beristirahat dari rutinitas.
Mungkin sekitar seminggu lagi 🙂
Im having a long break.
Sepanjang tahun 2007, nggak pernah gue mendapatkan hari beristirahat selama 7 hari tanpa siaran, shooting, ngemsi, dll.
(tentunya diluat kondisi sakit ya?)

Maka dengan ini gue ingin mengucapkan kepada pembaca blog gue yang setia.
Semua provocative proactive people.

Minal Aidin wal Faidzin.
Mohon Maaf Lahir dan Bathin.
Saya terlahir dengan otak yang runcing, jiwa yang penasaran, dan mulut yang lebih cepat daripada otak.
Banyak hal yang saya utarakan tidak pada tempatnya.

Karena itu, mohon dibukakan pintu maaf.

I was just being honest.

Selamat merayakan Hari Kemenangan.
🙂

Pandji Pragiwaksono Wongsoyudo
Gamila Mustika Burhan-Wongsoyudo
Wadilla Dipo Wongsoyudo