Anies Akan Cabut Larangan Terima KIP Bagi Anak Tidak Mampu

*Anies Akan Cabut Larangan Terima KIP Bagi Anak Tidak Mampu*

Jakarta– Anies Baswedan dan Sandiaga Uno akan mengintegrasikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) sebagai program nasional arahan Presiden dengan Kartu Jakarta Pintar (KJP) bila keduanya terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017-2022. Terobosan ini mensyaratkan pencabutan Pasal 49 Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 174 Tahun 2015 yang melarang peserta didik pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) untuk menerima bantuan biaya personal pendidikan lain, termasuk bantuan dari pemerintah pusat.

Pasal 49 Pergub ini membuat para penerima KIP yang sebetulnya dari keluarga tidak mampu di Jakarta tidak bisa mencairkan dana yang sebenarnya sudah ditransfer ke rekening mereka. “Larangan itu juga menghambat integrasi KIP dengan KJP di Jakarta,” kata Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Jakarta, Minggu (30/10).

Pada 2015 tercatat ada 117.414 siswa di DKI Jakarta yang dilaporkan Kemdikbud menjadi penerima KIP. Namun, ditemukan laporan dari bank penyalur bahwa tingkat pencairan dana tersebut sangat rendah. Artinya bahkan ketika siswa sudah menerima transfer uang dari Pemerintah Pusat ke rekening yang bersangkutan, siswa tidak mencairkan dana tersebut. Rupanya, keengganan pencairan dana yang sudah menjadi hak para siswa penerima KIP karena ada larangan dari Pergub 174/ 2015. Akibatnya sampai 25 April 2016 masih ada 87.627 siswa (74,6%) yang tidak mencairkan dana yang berasal dari Program Indonesia Pintar (PIP) yang disalurkan Kemdikbud itu.

Setelah melalui berbagai koordinasi antar-instansi yang belum optimal dan untuk klarifikasi lebih jauh, Anies Baswedan yang saat itu menjabat Mendikbud secara khusus mengirimkan surat kepada Gubernur DKI Jakarta. Surat bernomor 19239/MPK.A/KU/2016 tanggal 27 April 2016 ini selain menyampaikan perkembangan pencairan KIP yang lambat di ibu koya, secara tegas meminta agar Gubernur DKI Jakarta mengizinkan siswa penerima PIP tahun 2015 untuk mencairkan bantuan tersebut dan dalam hal ini meminta bahwa mereka dikecualikan dari ketentuan pasal 49 Pergub 174/ 2015. “Meminta agar Gubernur DKI Jakarta mengirimkan surat edaran ke sekolah tentang pengecualian tersebut,” demikian isi surat Kemdikbud kepada Gubernur DKI Jakarta.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kemudian menjawab surat tersebut melalui surat Sekretaris Daerah dengan nomor 533/-078 tanggal 25 Mei 2016 yang menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah memiliki program Kartu Jakarta Pintar dan meminta agar bantuan dana untuk siswa miskin di Jakarta tersebut dialihkan ke daerah lain. Jawaban ini mengonfirmasi bahwa masalah pencairan PIP di wilayah Jakarta disebabkan oleh adanya Pergub 174/ 2015 dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak bersedia untuk mengecualikan penerima KIP dari ketentuan ini.

“Kebijakan penolakan ini patut disesalkan karena sebenarnya konsep KJP dapat digabungkan dan diintegrasikan dengan konsep KIP,” ujar Anies Baswedan.

Program Indonesia Pintar merupakan pengembangan konsep bantuan siswa miskin yang artinya memang bersifat bantuan langsung tunai dan bukan beasiswa. Bantuan ini diberikan berdasarkan kondisi ekonomi siswa dan bukan berdasarkan prestasi. Keperluan biaya lain seperti beasiswa dan bahkan kebutuhan buku dan seragam untuk siswa sudah dialokasikan dari BOS (Bantuan Operasional Sekolah) atau dari KJP tetapi ditemukan bahwa kebutuhan untuk hadir di sekolah juga ditentukan oleh ketersediaan dana pendukung. Karena itu, KIP dapat digunakan termasuk untuk biaya transportasi, uang saku atau keperluan pendukung bersekolah lainnya.

Studi Bank Dunia dan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) menyimpulkan bahwa kehadiran siswa ke sekolah tidak hanya ditentukan oleh kebutuhan biaya bersekolah dan sarana pendidikan, tetapi juga masalah kebutuhan biaya pendukung seperti biaya transportasi, uang saku, dan kebutuhan lainnya. Sedangkan, BOS sudah diatur untuk menutup biaya bersekolah dan bahkan dapat untuk membeli seragam dan perangkat lain untuk siswa miskin. Namun, selama ini belum ada alokasi bantuan tunai untuk kebutuhan lain. Karena itulah bantuan semacam ini dirancang melalui Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang kemudian dikembangkan menjadi Program Indonesia Pintar melalui KIP.

Dengan penolakan ini terdapat 87.627 siswa (74,6%) di wilayah Jakarta yang kehilangan kesempatan untuk mencairkan uang sebesar antara Rp450 ribu sampai Rp1 juta per-siswa per tahun pada 2015. Bahkan untuk 2016 dikhawatirkan lebih besar lagi karena tahun ini terdapat 334.726 siswa yang akan menerima KIP, lebih banyak dari jumlah penerima tahun 2015 yaitu117.414 siswa. Bila kebijakan ini tidak diubah maka kesempatan ini juga akan hilang dan lebih besar lagi jumlah penerima yang kehilangan kesempatan bantuan ini.

“Dengan integrasi KJP dengan KIP itu nanti diharapkan dapat membuat program nasional berjalan beriringan dengan program daerah dan pada akhirnya warga dan siswa miskin di Jakarta dapat mengoptimalkan berbagai model bantuan yang dapat mereka terima dari berbagai sumber,” kata Anies.

img_8542

img_8543

StreetTeamMKS

Juru Bicara Makassar akan jadi kota terakhir sebelum akhirnya ditutup di Jakarta.

Tanggal 13 November akan jadi perjalanan terakhir saya. Terakhir kali packing koper. Terakhir kali terbang. Terakhir kali check in hotel. Terakhir berjelajah.

Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk mengajak followers di Makassar dan sekitarnya untuk gabung ke #StreetTeamMKS.
– Seluruh anggota Street Team MKS akan mendapatkan ID Card Street Team sebagai identitas resmi
– Tugas utama Street Team MKS adalah sales & promotion
– Ada kesempatan untuk kamu mendapatkan All Access ID. Nanti kamu bisa bebas kemanapun ketika acara. Kita bisa ngobrol-ngobrol di backstage & di ruang tunggu tapi pas saya mau latihan jangan ganggu ya. Juga ada kesempatan untuk mendapatkan 1 tiket Platinum gratis, terserah mau dijual lagi supaya uangnya jadi milikmu atau dipakai sendiri untuk nonton (siapa tahu belum punya tiket)
– Pendaftaran untuk street team MKS dilakukan via twitter atau instagram (tinggal komen di posting IG tentang StreetTeamMKS) cukup dengan menyatakan kesediaan kamu & menggunakan tagar #StreetTeamMKS. Pendaftaran ditutup 19 okt, jam 19.00 dan nanti akan ada @SetyaningWulan baik di twitter maupun IG dari manajemen saya yang akan menghubungi kamu untuk selanjutnya
Lebih lengkapnya tentang cara bekerja dan apa saja yang kamu dapatkan akan saya jelaskan secara langsung ketika kita ketemuan 🙂

Ini perjalanan terakhir saya. Lets make it special
Join the team,  be a part of StreetTeamMKS

Alasan Jokowi copot Anies Baswedan dari Mendikbud

Sering kali orang tidak percaya kebenaran yang dihadapkan kepadanya karena berlawanan dengan kebenaran yang ia INGINKAN.

Bias.

Seperti halnya banyak orang yang belakangan ini saya temui di jejaring sosial. Kalau ada 2 orang yang berbeda masing-masing menawarkan 2 kebenaran yang berbeda, maka yang dia percayai sering kali bukan kebenaran sesungguhnya tapi kebenaran yang dia inginkan, atau kebenaran yang diucapkan orang yang dia sukai.

Terus terang saya bingung dengan anggapan Mas Anies Baswedan dicopot dari jabatan karena tidak bisa bekerja sebagai Menteri. Minim prestasi. Ini orang orang kalau ditanya “Minim prestasi dibandingkan dengan siapa?”, gak pernah bisa jawab. Karena ada beberapa menteri yang juga mereka tidak pernah dengar prestasinya, masih menjabat hingga hari ini. Kalau ditanya “Memangnya apa prestasi Mendikbud yang sebelumnya?” juga nggak bisa jawab.

Sementara, yang Mas Anies lakukan dan capai adalah hal hal yang dengan mudah bisa ditemui apabila mau google sedikit saja. Riset sendiri saja. Jangan telan bulat bulat apa yang orang katakan. Termasuk saya. Anda dengarkan atau baca apa yang saya sampaikan, dan silakan cari tahu sendiri.

Berikut adalah 40 pencapaian Mas Anies ketika menjabat hanya selama 20 bulan sebagai Mendikbud.

1. Revisi Kurikulum 2013
Adanya target penerapan Kurikulum 2013 (K13) secara keseluruhan yang akan selesai pada tahun 2020. Kalau lupa, ini kurikulum yang sempat ramai dibahas di jejaring sosial karena rujukan untuk gurunya aneh. Diprotes oleh banyak praktisi termasuk guru sendiri. Sempat disebut dipaksakan padahal belum siap. Karenanya penerapannya hanya untuk beberapa sekolah sebagai uji coba. Sisanya kembali ke kurikulum sebelumnya.

2. Ujian Nasional (UN)
Setelah 11 tahun menjadi syarat kelulusan dan melahirkan banyak masalah di dunia pendidikan, UN tidak digunakan lagi menjadi syarat kelulusan siswa pada 2015. Kemenangan bagi banyak aktivis pendidikan.

3. Ujian Nasional berbasis komputer
UNBK untuk pertama kalinya diselenggarakan pada tahun 2015. Dalam waktu satu tahun, jumlahnya naik 800% jadi 60.067 satuan pendidikan.

4. Indeks Integritas Ujian Nasional
Banyak kecurangan yang selama ini terjadi di pendidikan Indonesia. Tahun 2015, untuk pertama kalinya apresiasi diberikan kepada sekolah-sekolah yang mempertahankan kejujuran dalam Ujian Nasional (UN).

5. Kartu Indonesia Pintar (KIP)
Bantuan pendidikan berbentuk tunai kepada 17 juta siswa. Pada tahun 2015, penyaluran mencapai 19 juta siswa. Pada semester I 2016, KIP sudah tersalur 96,3%. Saya tahu banyak yang menuding Anies Baswedan gagal soal ini. Sebaiknya, riset dulu sebelum menelan tudingan itu mentah mentah. Silakan baca di sini

6. Penumbuhan Budi Pekerti
Diantaranya, mengembalikan upacara bendera wajib setiap Senin, menyanyikan lagu Indonesia Raya setiap pagi, dan membaca buku non-pelajaran selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai. Tujuan akhir untuk melahirkan kecintaan terhadap tanah air yang diyakini dimulai dari rumah dan sekolah

7. Menjadikan Sekolah lebih aman
Sejak dulu, kita tahu bahwa sekolah bisa jadi tempat yang berbahaya justru untuk murid. Dengan adanya palak, bully dan pelecehan seksual. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 82/2015: membentuk gugus anti-kekerasan di sekolah dan mewajibkan pemasangan papan informasi berisi nomor-nomor penting. Publik bisa langsung melaporkan bila ada kasus kekerasan di sekolah melalui http://sekolahaman.kemdikbud.go.id.
8. Belajar bersama Maestro
Siswa-siswa peminat seni & budaya punya kesempatan tinggal selama 2 minggu bersama para maestro seni dan budaya, untuk mempelajari proses berkarya para maestro tersebut.

9. Belajar bersama mentor
Ketua OSIS terpilih, selama seminggu penuh, punya kesempatan untuk tinggal dan berinteraksi langsung dengan orang-orang sukses dari berbagai latar belakang profesi

10. Mengatasi peredaran buku liar di sekolah

Untuk mendorong penulis bertanggung jawab terhadap isi buku teks dan mendorong pengguna buku (siswa, guru, orang tua) untuk berinteraksi dengan penulis, Anies Baswedan mewajibkan sekolah menggunakan buku teks yang memuat biografi lengkap penulisnya.

11. Keluarga Sebangsa
Pada olimpiade siswa yang diadakan Kemendikbud, ribuan siswa dan guru pendamping tidak menginap di hotel, tapi di rumah-rumah warga di daerah pelaksanaan olimpiade tersebut. Gerakan ini didesain untuk membangun persaudaraan antar anak bangsa.

12. Guru Garis Depan (GGD)
Pemerataan guru merupakan salah satu masalah utama pendidikan. Hanya sedikit guru yang mau mengajar di daerah terdepan, terluar, dan terpencil. Program GGD mengirimkan guru guru terbaik untuk mengajar secara permanen di daerah tersebut. Pada 2015 ada 795 guru dikirim ke daerah ke sana dan pada 2016 ada 7.500 guru dikirim.

13. Program Sekolah Garis Depan
Membangun sekolah-sekolah di daerah terdepan, terluar dan terpencil dengan sarana dan prasarana yang baik,  dengan mengadopsi budaya kearifan lokal dan model pendidikan di abad 21.

14. Baju Adat sebagai baju kerja
Pada masa Anies Baswedan menjabat sebagai Mendikbud, ada kebijakan mengenakan baju adat sebagai pakaian kerja. Menurut Anies ini untuk menumbuhkan kebiasaan positif dan cinta tanah air kepada pegawai Kemendikbud. Kalau ke Kemdikbud pada hari tersebut, rasanya ramai seperti festival. hehe.

15. Penghapusan Masa Orientasi Siswa (MOS) dan Perploncoan.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah panjang pendidikan Indonesia, pada Tahun Ajaran 2016 tidak ada lagi korban dalam MOS dan siswa-siswa baru pun tidak lagi mengenakan atribut yang membuat mereka malu.

16. Larangan merokok di lingkungan sekolah
Bahkan tidak membolehkan kegiatan sekolah disponsori perusahaan rokok dan lembaga yang berkaitan dengan rokok.

17. Gerakan Orang Tua di Hari Pertama Sekolah
Mengajak orang tua untuk terlibat aktif dalam pendidikan anak dengan mengantar anak di hari pertama mereka sekolah. Di sekolah, orang tua berkenalan dengan guru, kepala sekolah, dan tenaga pendidikan untuk kepentingan pendidikan anak mereka. Jutaan orang tua di berbagai daerah terlibat dalam kegiatan ini. Dan bahkan didukung oleh sejumlah kementrian yang akhirnya mengirimkan surat edaran mengijinkan jajarannya untuk mengantar anak ke sekolah.

18. Kawah kepemimpinan pelajar
Membangun para ketua OSIS SMP dan SMA dari seluruh Indonesia untuk menjadi pemimpin muda penggerak perubahan positif yang punya integritas dan memiliki semangat anti korupsi.

19. Pengayaan kosa kata Bahasa Indonesia 
Daripada menambah kosa kata alay macam “Ea” dan “Qu Puchienq”, Anies mengajak publik untuk lebih aktif dalam pengayaan kosa kata bahasa Indonesia lewat app “Pengayaan Kosakata Bahasa Indonesia” yang bisa diunduh di Android dan Ios Store.

20. Ejaan Bahasa Indonesia 2016
Menggantikan Ejaan Yang Disempurnakan pada tahun 1972 dan membuat bahasa Indonesia menjadi lebih mudah beradaptasi dan berkembang.

21. Kamus Besar Bahasa Indonesia IV dalam jaringan
Mengembalikan hak publikasi Kamus Besar Bahasa Indonesia IV Dalam Jaringan setelah sebelumnya dipegang penerbit swasta.

22. Uji kompetensi guru
Untuk pertama kalinya, 3 juta guru mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG). Langkah ini menjadi langkah awal untuk pemetaan kualitas guru dan menjadi bahan bagi pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.

23. Keuangan Bersih
Dalam rangka mencanangkan praktek bebas korupsi di Kemdikbud, dijalankan program pembangunan zona integritas. Capaian kemdikbud, adalah pemangkasan anggaran pada 2016, Kemendikbud berhasil menghemat anggaran sebesar Rp 6,5 Triliun. Secara berturut-turut pula Kemendikbud selama tiga tahun (2013, 2014, dan 2015) mendapatkan status Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Dan mendapatkan apresiasi ICW agar WTP dalam laporan keuangan pendidikan bisa juga dicapai oleh pemerintah daerah dalam laporan pendidikannya

24. Lelang Terbuka Jabatan
Memastikan proses berjalan secara baik dengan pengangkatan eselon I melalui lelang terbuka jabatan untuk para pegawai internal Kemendikbud. Sebelumnya, rata-rata eselon I Kemendikbud diambil dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Selain itu, untuk pertama kalinya Direktur Jenderal Kebudayaan adalah seorang budayawan dan bukan yang berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN).

25. Anggaran
Pada 2015 penyerapan anggaran Kemendikbud berada di 3 besar dari 10 K/L dengan anggaran terbesar, yaitu 93,4%.

26. Unit layanan terpadu
Menyatukan 50 unit layanan yang terpencar di beberapa unit Kemendikbud sehingga menjadi lebih terintegrasi. Selain itu juga berhasil memecahkan 5.000 jenis laporan menjadi nol laporan dalam waktu satu bulan.

27. Neraca Pendidikan Daerah (NPD)
Ini salah satu yang terpenting tapi orang jarang tahu. Karena sebenarnya ini mengembalikan akuntabilitas praktek pendidikan oleh Pemda. 15 tahun setelah otonomi daerah, Kemendikbud membuka data kinerja pengelolaan pendidikan semua daerah di Indonesia, mulai dari tingkat kabupaten/kota sampai provinsi. Melalui NPD pula masyarakat bisa mengetahui dengan detail segala hal tentang pendidikan, misalnya angka ujian nasional, jumlah sekolah rusak, kualitas guru, sampai anggaran pendidikan daerah. Publik bisa mengakses semua data NPD melalui http://npd.data.kemdikbud.go.id
28. Membuka Data Pendidikan
Halaman yang berisi informasi lengkap tentang kondisi pendidikan dan kebudayaan di setiap daerah yang bisa diakses lewat http://jendela.data.kemdikbud.go.id.

29. Sekolah Kita
Bagus dan lagi lagi jarang diketahui. Cocok untuk orang tua bingung sepert saya. Berisi data-data lengkap sekolah se-Indonesia yang bermanfaat untuk membantu orang tua dalam memilih sekolah terbaik bagi anak mereka. Bisa diakses melalui http://sekolah.data.kemdikbud.go.id

30. Membuka Kanal Pengaduan
Masyarakat kini bisa mengadukan secara langsung masalah-masalah pendidikan melalui jalur yang aman dan responsif:

https://sahabat.dikbud.kemdikbud.go.id: untuk melaporkan kondisi jalan atau jembatan rusak menuju sekolah.
https://sekolahaman.kemdikbud.go.id: untuk melindungi siswa, guru, dan tenaga kependidikan dari kekerasan yang terjadi di sekolah.
https://laporpungli.kemdikbud.go.id: untuk melaporkan pungutan liar yang terjadi di sekolah.

31. Pelibatan Publik
Mengajak masyarakat untuk lebih terlibat dalam keputusan keputusan penting Kemendikbud, mulai dari desain gagasan, penyusunan regulasi, sampai pelaksanaan. Mereka ini tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil untuk Transformasi Pendidikan (KMSTP), yang terdiri dari gabungan berbagai lembaga, misalnya: Indonesian Corruption Watch (ICW).

32. Guru Pembelajar
Memberikan pelatihan interaktif bagi seluruh guru yang merupakan tindak lanjut dari program Uji Kompetensi Guru (UKG).

33. Residensi Penulis
Menyediakan dana hibah bagi para penulis Indonesia agar mereka bisa berkarya dan menghasilkan karya dan buku dengan lebih baik tanpa disertai kekhawatiran masalah finansial.
34. Penerjemahan buku Indonesia ke bahasa bahasa Internasional 
Menerjemahkan karya karya penulis Indonesia ke bahasa internasional sebagai bagian dari diplomasi budaya Indonesia ke dunia luar.

35. Registrasi Benda Cagar Budaya
Pencapaian 2015 yang melebihi target: 10.000 lebih benda cagar budaya teregistrasi, sebelumnya ditargetkan hanya 3.000.

36. Direktorat Pendidikan Keluarga
Pembentukan Direktorat Pendidikan Keluarga merupakan bentuk konkret perhatian terhadap pendidikan keluarga. Program utama direktorat ini adalah mengajak dan mendorong orang tua untuk lebih terlibat dalam pendidikan anak. Ini sering diprotes karena katanya pemerintah ikut campur urusan orang tua. Padahal, banyak sekali orang tua yang tidak terlibat dalam tumbuh kembang anaknya. Dampak sosialnya kepada kita semua juga.

37. Visioning
Pelatihan untuk semua pegawai Kemendikbud yang berisi informasi kegiatan atau program prioritas kementerian, supaya mereka mengetahui semua detail kegiatan utama kementerian.

38. Simposium Pendidikan Nasional
Mempertemukan guru guru inovator dan kreatif agar saling belajar dan bertukar pengalaman. Sebanyak hampir 1.000 guru terlibat aktif dalam simposium ini.

39. Sekolah aman asap
Membuat sistem yang murah dan mudah diterapkan di sekolah sekolah yang terkena bencana asap , atau sekolah yang rentan terkena polusi asap. Hal ini juga termasuk dalam memberikan kelonggaran jadwal UN kepada daerah yang terkena bencana asap.

40. Lintasan beresiko bagi pelajar
Meski infrastruktur bukan urusan dan kewenangan Kemendikbud, Anies mengajak publik untuk lebih peduli dengan melaporkan kepada kementerian bila di lintasan utama menemukan jalan/ jembatan berisiko dan bisa menghambat siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, banyak daerah yang lebih aman untuk dilintasi anak-anak dan tenaga pendidik. Salah satunya dengan membuka kanal pengaduan di poin 30 tadi.

Jadi, dengan semua pencapaian di atas, terus terang saya bingung kira kira apa alasan Jokowi copot Anies Baswedan dari Mendikbud.

StreetTeamBPN

Juru Bicara Balikpapan menjelang.Tanggal 23 Oktober sudah tidak jauh lagi. Tapi saya masih butuh bantuan dalam menyelenggarakan pertunjukan ini. 

Untuk itu, saya akan membuka kesempatan bagi followers, penikmat karya saya, yang ada di Balikpapan dan sekitarnya termasuk Samarinda & kota kota Kalimantan lain yg berminat, untuk gabung ke #StreetTeamBPN. 
– Seluruh anggota Street Team BPN akan mendapatkan ID Card Street Team sebagai identitas resmi
– Tugas utama Street Team BPN adalah sales & promotion
– Ada kesempatan untuk kamu mendapatkan All Access ID. Nanti kamu bisa bebas kemanapun ketika acara. Kita bisa ngobrol-ngobrol di backstage & di ruang tunggu tapi pas saya mau latihan jangan ganggu ya.
– Pendaftaran untuk street team BPN dilakukan via twitter atau instagram (tinggal komen di posting IG tentang StreetTeamBPN) cukup dengan menyatakan kesediaan kamu & menggunakan tagar #StreetTeamBPN. Pendaftaran ditutup 15 okt, jam 12.00
Lebih lengkapnya tentang cara bekerja dan apa saja yang kamu dapatkan akan saya jelaskan secara langsung ketika kita ketemuan 🙂
I need your support, for Juru Bicara Balikpapan. 
Ditunggu bergabungnya kamu, ke StreetTeamBPN

Anies ternyata jahat

Kenapa orang tidak terbiasa untuk pelan pelan dalam menerima informasi?

Dicerna saja dulu.

Bingung saya.

Ayah saya almarhum pernah menasehati, “Mas, cepat boleh. Buru buru, jangan”

Karena Ayah tahu persis dulu saya saking inginnya cepat, malah terburu buru sehingga tidak teliti dan ujungnya melakukan sesuatu yang salah. Sejak Ayah nasehati tadi, saya selalu berusaha untuk ngerem atau setidaknya nggak ngebut sebelum/ ketika berkata atau bertindak.

Nampaknya, lebih banyak orang perlu melakukan hal yang sama. Karena banyak orang bereaksi terhadap berita, atau menyebarkan berita, tanpa benar benar meneliti isinya. Dicermati kata per kata sebelum keburu emosi dan beraksi.

Mungkin lalai. Atau mungkin disengaja. Dimanfaatkan judul berita yang didesain sebagai click bait (pancingan berupa judul yang sengaja sedikit melenceng, supaya orang klik link atau retweet beritanya) untuk mendiskreditkan pihak tertentu. Ini juga bisa jadi salah satu alasannya.

Contohnya beberapa hari ini, terkait ucapan Mas Anies bahwa pembersihan Kali di Jakarta dimulai dari era Foke. Banyak banget pada ngamuk. Saya juga kurang yakin kenapa. Karena kalau mereka pelan pelan saja dan memproses dulu infonya, dipikirkan lagi konteksnya. Mereka akan menyadari satu hal, Pak Basuki sama sekali tidak membantah. Ni orang orang musti ingat lagi, Pak Basuki dan Mas Anies ini kan berteman, jadi mungkin sekali informasi yang Mas Anies punya datangnya dari Pak Basuki langsung. Kenapa kok pada ngamuk ya. Lagipula, andai mereka verifikasi pernyataan tersebut, google google dikit aja, langsung ketauan benar atau tidaknya pernyataan ini.

Awalnya, proyek Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI) itu idenya datang dari Fauzi Bowo pada tahun 2008. Beliau berencana nyari uangnya dari pinjaman World Bank. Tapi waktu itu dilarang Ibu Sri Mulyani yang saat itu menjabat jadi Menkeu, karena aturannya uang dari World Bank itu harusnya masuk lewat pemerintah pusat, ga bisa langsung ke pemerintah daerah. Akhirnya itu proyek baru bisa dimulai Maret 2012 setelah pemerintah pusat keluarkan dua Peraturan Pemerintah Baru terkait pinjaman World Bank >> http://www.berita8.com/berita/2011/11/fauzi-bowo-kecewa-terkait-proyek-jedi

Pada akhirnya proyek JEDI dimulai di era Jokowi jadi Gubernur DKI tahun 2013. Bahkan beliau sendiri bilang program JEDI yang beliau resmikan adalah program lama yang tertunda >> http://megapolitan.kompas.com/read/2013/12/11/1045245/Tertunda.di.Era.Foke.Proyek.JEDI.Diresmikan.Jokowi
>> http://jakartabagus.rmol.co/read/2013/12/11/136136/Soal-Proyek-JEDI,-Jokowi-Hanya-Lanjutkan-Program-Foke-
>> http://ahok.org/berita/news/video-jokowi-ground-breaking-jedi/

Pak Jokowi jadi Presiden, programnya lanjut ke Pak Basuki.
>> http://m.monitorday.com/read/detail/26003/ahok-ngebet-selesaikan-proyek-warisan-foke
>> http://m.monitorday.com/read/detail/26003/ahok-ngebet-selesaikan-proyek-warisan-foke

Belakangan ini kedua pendukung lagi dibikin ramai atau saling tuduh yang menyimpang.

Banyak yang tunjukkan link ini.

http://megapolitan.kompas.com/read/2016/10/03/14223271/ahok.mungkin.pak.anies.tak.tahu.sungai.bersih.karena.ppsu.dan.petugas.upk.badan.air
Dan memang betul. Bahwa sungai bersih karena program PPSU & petugas UPK. Itu menunjukkan bahwa kinerja Pak Basuki memang baik. Aplikasi lanjutannya terbukti memberi dampak baik.

Yg Mas Anies bilang kan bahwa ini semua “Dimulai dari era Foke”. Salahnya di mana pernyataan itu? 

Kedua kalimat di ata sama sama benar dan berkaitan. Andai orang mau baca pelan pelan harusnya tidak mudah jatuh dalam hasutan.

Nah pernyataan Mas Anies-pun diucapkan bukan dalam konteks menghina. Justru memuji Pak Basuki, sekaligus menghormati 2 pendahulu beliau. Dengan ikut mengapresiasi 2 Gubernur terdahulu dalam andilnya terhadap JEDI yang hari ini kita bisa nikmati sama sama hasilnya karena kerja keras Pak Basuki.

Apa maksudnya memuji Pak Basuki?

Karena Pak Basuki, punya niat baik melanjutkan program program yang baik walau datang dari Gubernur sebelumnya. Kalau anda mengikuti berita berita terkait politik dan pemerintahan sejak lama, harusnya anda tahu masalah terbesar kita adalah: Ganti menteri, ganti semua kebijakan. Ganti gubernur, ganti semua kebijakan. Ganti pemimpin, ganti semua kebijakan. Seakan akan anti banget dengan pendahulunya atau takut disebut dibayang bayangi pemimpin sebelumnya. Padahal, program yang baik butuh waktu untuk dijalankan. Kalau sebuah program baik lalu berhenti karena pemimpinnya berganti, ya ga selesai selesai dong pembangunan?

Tahu nggak Tembok Cina itu dibuat berapa lama? Itu tembok berdiri total sepanjang 21.000 km lebih. Tembok China dibangun selama 2000 tahun, Dinasti Ming sendiri ngerjainnya 200 tahun. Dibangun untuk menahan serangan dari luar masuk ke kekaisaran China. Kebayang gak kalau tiap ganti pemimpin trus ganti program. Ketika berganti kepemimpinan, pemimpin berikutnya bilang “Program Tembok China adalah kebijakan pendahulu saya dan tidak akan saya lanjutkan!”. Kalau itu terjadi, Tembok China tidak akan disebut “The Great Wall Of China”. Disebutnya “That weird looking 200 meter wall standing alone in the middle of nowhere in China”

Pemimpin baik akan melanjutkan kebijakan dan program baik dari yang terdahulu karena dia tahu itulah yang terbaik untuk rakyatnya. Makanya Mas Anies juga bikin pernyataan, beliau akan lanjutkan program Pak Basuki yang baik dan bagus. Anehnya, pernyataan itu dianggap pernyataan cagub yang ga punya program dan males kerja. Lah gimana sih, yang bener kan harusnya begitu. Bahkan Pak Basuki melanjutkan punya Pak Jokowi, Pak Jokowi melanjutkan punya Pak Foke, Pak Foke melanjutkan punya Bang Yos, dan seterusnya. Ini kan hal baik yang menggambarkan Mas Anies dan Pak Basuki berkawan baik sehingga program Pak Basuki yang belum selesai akan dilanjutkan. Bukan dihentikan serta merta.

>> http://news.detik.com/berita/3310459/anies-akan-teruskan-program-ahok-yang-baik-jika-terpilih-jadi-gubernur

Ada lagi nih kasus yang buru buru diramaikan tanpa pelan pelan dicermati. Terkait kelebihan dana Tunjangan Profesi Guru. Diramaikan seakan akan itu indikasi Mas Anies korup di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Padahal asal verifikasi dikit aja, google google dikit, aja. Langsung keliatan yang sebenarnya.

TPG  bukan anggaran Kemdikbud. Itu dana transfer daerah karena guru adalah PNS Pemda. (Fakta ini banyak yang tidak tahu, bahwa terkait pendidikan di daerah sebenarnya dibawah pemda bukan kementerian) Jadi transfer dari Kementerian Keuangan langsung jatuh ke Pemda. Selama ini Pemda mengusulkan anggaran pegawai yang terlalu banyak. Sehingga sering terjadi sisa.

Jumlah Guru di banyak daerah rata rata sekitar 80% dari total PNS di daerah tersebut. Besar jumlahnya. Sering kali, guru sudah pensiun, atau mutasi tapi oleh pemda tetap dicatat sbg pegawai sehingga ketika dijumlahkan secara nasional jadi timbul kelebihan anggaran.

Masalah ini sudah ada sejak 2007. Bahkan di tahun 2013, kelebihan anggaran di Pemda telah mencapai Rp 10 T, dan Irjen Kemdikbud saat itu juga sudah permasalahkan ini.

Makanya Kemendikbud minta ke Kemenkeu supaya Rp 23,3 T kelebihan anggaran tersebut tidak disalurkan.

kemdikbud

kemkeu

Jadi pemotongan ini bukan inisiatif Menteri Keuangan (yg baru dilantik 27 Juli 2016) tapi melanjutkan hal baik (tuh, lagi lagi melanjutkan program baik / hal baik dari pendahulunya) yang sudah dimulai Kemdikbud sejak bulan Mei 2016, di era Mendikbud Anies dan Menkeu Bambang Brodjonegoro.

Jadi andaikan orang orang mau lebih sabar dan tidak langsung nurut diarah arahkan oleh pihak lain yang juga mungkin buru buru,   ini justru prestasi Mas Anies. Ingat nggak waktu Pak Basuki selamatkan dana APBD sampai sekitar 12 Trilyun? Nah ini sama situasinya, Mas Anies justru selamatkan dana kelebihan sekitar 23.3 Trilyun.

Coba tuh liat. Udah mah ni 2 orang bertemen, sama sama mau melanjutkan program pemimpin sebelumnya yang baik, sama sama menyelamatkan uang rakyat, kenapa sama orang orang Pak Basuki dan Mas Anies malah diadu adu ya?

 

https://m.tempo.co/read/news/2016/08/27/079799434/pemangkasan-tunjangan-guru-ternyata-diusulkan-kementerian-pendidikan

http://nasional.kompas.com/read/2016/08/28/11431651/kelebihan.anggaran.tunjangan.profesi.guru.karena.silpa.daerah.sejak.2007

https://acdpindonesia.wordpress.com/2013/09/10/dana-rp-10-triliun-mengendap-di-pemda/em

 

Kejadian seperti di atas, itu terjadi berulang ulang dalam beberapa waktu terakhir ini. Orang orang tidak mau sabar dulu dan mencoba meresap informasi yang dia terima dengan baik, akhirnya terburu buru lalu malah ikut ikutan menyebarkan yang salah.

Misalnya mengenai meme yang tersebar, isinya ada hubungannya dengan becandaan garing sunat sunatan. Disebarkan dengan dikatakan ini datang dari akun FB resmi Anies-Sandi. Padahal ya, asal orang yang nerima infonya memutuskan untuk buka akun itu dan liat liat isinya, langsung nyata ketauan itu gak mungkin resmi dari Anies – Sandi.

Apa susahnya coba? Tinggal buka dulu aja. Cek aja dulu sendiri. Tapi orang malah buru buru menyebarkan.

Terus yang terakhir soal kontrak Politik, ramai membahas Mas Anies mau melegalkan yang ilegal. Padahal andai orang orang pelan pelan aja bacanya, langsung keliatan di poin 1A yang dimaksud. Tulisannya kan “Melegalisasi kampung kampung YANG DIANGGAP ilegal”. Itu kan artinya, sebenarnya memang legal. Jadi bukannya Mas Anies mau nyulap status kampung. Ini memang sebenarnya legal tapi dianggap sebaliknya. Ini masalah aturan dan kebijakan yang mau dibenarkan. Kalimat selanjutnya juga menjelaskan banget padahal “Kampung kampung yang sudah ditempati warga selama 20 tahun dan tanahnya TIDAK BERMASALAH akan diakui haknya dalam bentuk sertifikasi hak milik.”

kontrak

Lah? Kurang bagus apa coba?

Jangankan Mas Anies, Pak Basuki dan Agus kalau disodorkan juga akan setuju. Wong poinnya baik semua kok.

Gak percaya? Pak Basuki bersama Pak Jokowi juga pernah menanda tangani hal serupa


http://megapolitan.kompas.com/read/2016/04/12/11312221/.Harusnya.Ahok.Ikuti.Kontrak.Politik.Jokowi.Ketika.Menjadi.Calon.Gubernur.?page=all

Kalau diperhatikan baik baik, Mas Anies berusaha untuk adil dengan melakukan proses legalitas guna mendukung keadilan tersebut. Mas Anies bilang,  bahwa di Pancasila juga tulisannya kan “Keadilan Sosial, bagi seluruh rakyat Indonesia” bukan “Legalitas Sosial, bagi seluruh rakyat Indonesia”. Lakukan dulu yang adil bagi rakyat (Kampung kampung yang sudah ditempati warga selama 20 tahun dan tanahnya tidak bermasalah akan diakui haknya) baru dibuat kerangka legalitasnya (diakui haknya dalam bentuk sertifikasi hak milik).

Lalu kenapa orang pada ngamuk?

Sederhana.

Karena nggak dibaca baik baik

Atau

Sengaja berharap orang gak baca baik baik dan sengaja menyebar luaskan informasi yang salah. Mungkin, tujuannya untuk menjelekkan nama dan reputasi.

Kalau kita tidak mau terjebak melakukan hal yang salah, atau diperalat orang untuk menyebarkan hal yang salah, kita hanya perlu untuk sedikit menahan diri sebelum bereaksi.

Nih, tips yang bagus untuk anda di sosial media, apalagi di masa masa seperti sekarang:

“Verifikasi, sebelum anda berbagi”

Dan setiap kali dalam masa masa pilgub ini anda melihat ada indikasi yang seakan menggambarkan permusuhan antar calon Gubernur dan wakil, kembalikan ingatan anda ke foto ini.

img_7017

Dan tanya baik baik kepada diri anda sendiri “Apakah mereka saling membenci? Kalau tidak, wajarkah para pendukungnya saling benci?”

Ingat, bahwa DKI Jakarta sebagaimana kota kota lain, selayaknya dipimpin terus oleh orang orang terbaik. Maka kalau ada sejumlah kandidat yang kita tahu menurut kita baik dan layak, ya kita dukung sama sama.

Orang baik beradu rebutan jabatan dengan orang jahat, kemungkinan hasilnya akan dimenangkan oleh orang baik.
Tapi kalau orang baik diadu dengan orang baik, hasilnya, adalah orang yang TERbaik.

Jadi, bersabar sebelum ikut membiarkan kesalahan menyebar. Supaya kita tidak jadi bagian dari orang yang memperluas kabar yang nyasar.

Kalau anda mau perhatikan baik baik, anda akan sadar bahwa di setiap kubu para cagub ada orang orang yang dengan liar melempar kabar yang belum tentu benar. Entah apa motivasi mereka. Saking ingin calonnya menang atau saking ingin lawannya kalah. Tapi nyata nyatanya, ada selalu orang orang yang ingin meyakinkan kita bahwa kandidat lain itu jahat. Di kubu Pak Basuki ada, kubu Agus ada, saya bahkan akui di kubu Mas Anies pasti ada. Dan orang orang ini sulit untuk dipasung karena mereka akan selalu muncul lagi. Sulit untuk diatur karena mereka tidak benar benar ada di bawah komando masing masing cagub.

Tapi kuncinya adalah, tidak membiarkan mereka menang dengan niat mereka. Caranya, verifikasi sebelum kita berbagi.

Supaya tidak terjadi di benak orang “Wah, gila juga nih berita, Pak Basuki / Agus / Anies ternyata jahat!”

 

 

 

PS:

  1. Kalau anda belum sadar, judul posting ini sengaja saya desain sebagai click bait. Sengaja ingin menunjukkan ironinya. Bahwa memang diluar sana banyak #SiJariCepat yang kerjanya menyebarkan berita dari judul tanpa membaca isi. Kini anda bisa buktikan sendiri, justru karena judulnya begini, tulisan ini jadi tersebar luas. Sebagai pengingat bahwa memang kita musti bersabar dan berhati hati. Verifikasi sebelum berbagi. Kalau anda kesal karena terjebak, saya minta maaf, saya khilaf 🙂
  2. Saya memanggil Ahok dengan nama Pak Basuki karena ajakan Mas Anies. Beliau ingin contohkan berkampanye dengan baik dan sopan, sehingga kami diajak untuk memanggil Pak Gubernur dengan nama baik yang diberikan orang tuanya. Maaf kalau sempat bingung.

 

 

Louis CK

Zaindra, manajer saya, adalah orang yang pertama mengingatkan.

“Coba cek cek jadwal artis favoritnya, siapa tahu pas kita lagi di Amerika mereka lagi ada jadwal manggung”

Buka laptop, google “Chris Rock US tour”. Tidak ada hasil. Saya dengar juga dia tidak sedang nongol openmic di sejumlah comedy club US. Saya ingat ingat lagi siapa yang belakangan ini suka tiba tiba nongol.

Yang muncul di ingatan adalah Louis CK, Seinfeld dan Chappelle. Saya follow beberapa akun comedy club di LA seperti Comedy Store dan Laugh Factory dan nama nama tadi beberapa bulan yang lalu pernah tiba tiba nongol di openmic. Pertanda mereka sedang menyiapkan sesuatu. Mungkin corporate gig, mungkin mau tampil di TV, mungkin mau tur.

Louis CK saya google duluan.

I cant believe my luck. Ada tanggal Louis CK manggung di Madison Square Garden New York. 3 pertunjukan di 3 tanggal yang berbeda. Saya cek jadwalnya, tanggalnya ada di antara jadwal saya manggung di Philly dan DC. Saya cek tiket yang tersedia.

Terhenyak.

Ada tiket nganggur. Saya kucek kucek mata. Saya perhatikan lagi situs yang menjual. Takutnya nipu. Saya google dan tanya tanya ternyata memang ini situs third party yang terkenal. Saya beranikan diri memesan tiket. Ternyata masih bisa. Saya pesan 3 tiket di pertunjukan ke tiga Louis di MSG. Pertunjukan ke 3 dari 3. Pertunjukan terakhir.

Sebelum bayar, saya perhatikan lagi denah venue dan mencari tahu saya mau beli tiket yang di mana. Kaget saya, ternyata ini ada di area tepat depan panggung. Buru buru bayar dan tidak lama tiket dikirimkan ke email. Attached adalah tiketnya, tidak perlu ditukar, tapi harus diprint. Begitu penerangan di email yang saya terima.

Segera saya lapor ke grup, minta dipesankan transportasi untuk bolak balik sehari demi nonton Louis CK, di Madison Square Garden.

Tiket bis dipesankan.

Semuanya sudah beres. Hanya perlu jaga kesehatan supaya bisa berangkat.

Ketika harinya tiba, saya sulit tidur. Tidak sabar mau berangkat. Bis kami jalan dari stasiun pagi pagi sekitar jam 8 dan menempuh 5 jam perjalanan. Saya ingat sekali, ketika sudah sebentar lagi akan sampai, mata saya menatap ke luar jendela. New York terlihat di kejauhan.

Saya sering sekali naik bis atau kereta menuju sebuah kota baik di dalam maupun selama tur dunia di luar negeri. Saya belum pernah lihat kota yang sudah menampakkan kemegahannya dari kejauhan. New York dari jauh sudah terlihat menjulang dengan semua gedung gedung tingginya.

Supaya tidak berkepanjangan, saya akan ceritakan New York di tulisan lain, saya balikkan fokusnya ke Louis CK saja.

depan

Ketika kami sampai di Madison Square Garden, ada kekhawatiran bahwa kami tidak bisa bawa kamera. Saya, Arie dan Mbicu sama sama bawa kamera. Mbicu, mungkin kameranya lebih terlihat seperti profesional. Pada akhirnya, dia tidak boleh membawa kameranya masuk. Kameranya dititipkan kepada Yafi, kawan kami yang memang ada di New York untuk menjaga kami. Dia sudah datang lebih dulu ke NYC dan menemui kami ketika kami turun dari bis. Kamera saya dan Arie boleh dibawa masuk tapi berulang kali keamanan mengingatkan “Ini bukan peraturan dari kami pihak MDS, ini peraturan Louis CK, dia sangat melarang ada yang mengambil foto selama pertunjukkan. Kalau kalian ngotot akan diusir keluar”

Lepas dari keamanan dan pemeriksaan tiket, kami seperti anak kecil yang berjalan dengan cepat menuju kursi kami. Bukan hanya karena nonton Stand-up, bukan hanya karena Louis CK, tapi karena ini Madison Square Garden. Ini venue legendaris. Bukan hanya markas New York Knicks, tapi juga tempat pernah dihelat berbagai acara legendaris. Ali vs Frazier pernah dilangsungkan di sini. Frank Sinatra pernah manggung di sini (panggungnya bentuknya kayak ring tinju), Jay Z pernah bikin konser di sini, Eddie Murphy, Chris Rock, Kevin Hart pernah manggung di sini.

ali

Ketika kaki kami melangkah masuk area panggung, mata kami terbelalak melihat megahnya gedung ini. Untuk konser, kapasitasnya 20.000 kursi. Lebih kaget lagi ketika kami diarahkan oleh usher di mana kami duduk setelah saya tunjukkan tiket kami. Ternyata, bukan hanya di area depan panggung, kami bertiga duduk di baris paling depan. Berhadapan langsung dengan panggung. Orang yang mengantar kami senyum melihat kami kaget dan berkata “Now, i dont want to hear you complain about leg room okay”. Kami tertawa sambil melihat dia pergi. Ya jelaslah, kami bisa selonjoran. Duduk paling depan!

duduk

dilarang

mic

Pertunjukan dimulai telat sekitar 20-30 menit. Mungkin Louis memikirkan yang telat ketimbang menghargai yang tepat.

Ada 3 komika pembuka, saya lupa siapa saja namanya, tapi makin ke belakang semakin lucu. 2 komika perempuan lalu 1 komika laki laki.

Louis kemudian masuk, pake jas!

Untuk orang yang mengikuti dia sejak awal, kita semua tahu Louis selalu tampil kasual. Kaos hitam atau biru tua, paling mentok di specialnya yang terakhir “Oh My God!” dia pakai polo shirt biru tua. Tapi kali ini, jas, lengkap dengan dasi. Di awal, dia langsung jelaskan “The elephant in the room” yaitu mengenai pakaiannya. Dia hanya menjelaskan “I want to appreciate life more..” lalu dia bridging ke bit pertamanya dengan menggambarkan bahwa orang dulu naik pesawat pakai jas karena dulu naik pesawat adalah sebuah kesempatan langka. Jaman sekarang orang pakai sendal dan kaos kutung.

And just like that, the show is on a roll.

Saya dan Arie sepakat, ini adalah specialnya yang terbaik. Topik topiknya luar biasa. Louis membahas ISIS memenggal kepala dan menjadikannya bahan tertawaan. Dia juga membahas bunuh diri, membahas profesi guru sekolah negeri yang menurutnya menyedihkan, membahas aborsi, membahas agama yang menang, membahas titit bapaknya yang menurutnya mirip ujung bantal. He was absolutely brilliant. Apalagi bit terakhirnya yang membahas mengenai Kalender. Di akhir tawa yang menggelegar, Louis kemudian mengembalikan mikrofon ke mic-stand dan berkata “I want you to remember the worst day you had in the last month.. the worst. Got it? Okay, well, you guys laughed so hard tonight. So life is okay. Please, dont kill yourself

Kemudian dia melambaikan tangan dan pergi.

Just like that.

Penutupannya, seperti mencoba merapihkan bitnya tentang dia ingin bunuh diri. Dia tahu bunuh diri adalah sesuatu yang serius karenanya dia tutup dengan pesan tadi.

Saya, Arie dan Mbicu pulang dengan hati bahagia, kami tidak terburu buru keluar karena toh kami paling depan. Pada akhirnya kami benar benar orang orang terakhir yang keluar sampai disuruh cepat cepat oleh keamanan

bubaran

Menyaksikan Louis CK secara langsung, membawa banyak hal baik untuk saya. Salah satunya, adalah semangat untuk terus berkarya. Terus berkembang. Belakangan saya google, pertunjukan ini adalah bagian dari tur dunia ke 22 kota yang Louis lakukan. Louis bilang di email yang dia tulis untuk subscriber websitenya “Its new jokes and i think i’m better at comedy right now”

Saya jadi bagian dari proses bertumbuhnya Louis CK. Saya fans yang sukses.

Saya bilang ke Arie, saya jadi gatel pengen manggung.

Kami sampai balik di DC jam 7 pagi. Malamnya saya dan Arie Kriting manggung utk Juru Bicara Washington DC. Ketika saya turun dari panggung, Arie bilang “2 jam 55 menit..”

Saya kaget dan berkata “Yang bener? Masak selama itu?”

Lalu penonton yang sedang berfoto dengan saya berkata “Ah gak kerasa! Kurang lama, mas!”

“Kurang lama mata lo benjut!?” kata saya dalam hati. Tapi saya memaklumi karena banyak dari mereka naik bis atau kereta atau bahkan menyetir selama 2-3 jam, bahkan ada yang 7 jam nyetir mau nonton saya. Tapi bagaimanapun, 2 jam 55 menit non-stop itu keterlaluan. Kebanyakan improv. Sekrup harus dikencangkan kembali. Saya ingin pertunjukan saya sekitar 2 jam saja.

Sial, keasikan manggung. Pasti gara gara nonton Louis CK.

Berdiri

Ramai.

Itu yang terjadi pasca saya rilis tulisan mengenai majunya Mas Anies dalam pencalonan Gubernur.

Dalam beberapa hari pertama, adalah dukungan, pujian dan nada sepaham bahkan dari mereka yang mendukung calon berseberangan.

Setelah itu, caci maki, hinaan, tawa merendahkan dan serangan, bahkan dari mereka yang ada di kubu yang bersamaan.

Hal baru buat saya? Tentu tidak. Sejak saya pertama kali terlibat dalam kampanye Faisal Basri, lalu tim Mas Anies di konvensi Demokrat, lalu ikut mendukung Jokowi di Pilpres, ini semua sudah jadi hal yang jamak. Agak rindu hingar bingarnya bahkan. Mana bisa anda masuk dalam politik praktis lalu takut diserang? Lah itu bagian dari permainannya. Saya suka kesal lihat teman yang main sepak bola lalu protes setiap kali kena dorong sedikit. Kalau tidak mau kontak fisik, jangan main bola.

Kali ini, tulisan saya diarahkan kepada pendukung Mas Anies. Mohon dibaca baik baik.

Kalau anda ingin memenangkan pasangan Anies – Sandi:

Berhenti menggunakan sentimen agama.

Ada 2 alasan utama.

  1. Anda hanya akan mengesankan Mas Anies dan Sandi tidak punya keunggulan atas Ahok selain bahwa mereka Islam. Dan bagaimanapun anda merasa penting punya pemimpin Muslim, menjadi muslim saja tidak cukup untuk jadi Gubernur. Ahok, adalah Gubernur yang punya BUKTI. Dalam tulisan saya yang terdahulu, saya sudah tulis Ahok adalah Gubernur yang memiliki banyak dampak baik untuk Jakarta, menganggap prestasi beliau tidak ada, adalah sebuah blunder dan kenaifan. Lawanlah prestasinya dengan hal hal yang lebih memiliki dampak terhadap Jakarta selain bahwa agamanya Islam dan Ahok bukan. Lagipula, saya muslim. Masak hanya karena saya muslim lalu saya layak jadi Gubernur? Memangnya anda mau pilih saya jadi Gubernur? Yakin? Saya muslim loh.
  2. Karena anda sudah pernah pakai sentimen agama berkali kali, dan anda gagal. Waktu Jokowi – Ahok maju di kampanye pilgub, anda pakai sentimen ini. Anda kalah. Waktu Jokowi – JK anda juga pakai sentimen ini. Anda kalah. Kalau anda gunakan lagi strategi yang sama, anda akan gagal. Mau menang? Miliki nyali untuk lakukan hal yang baru.

 

Jauhkan kampanye kita dari orang orang yang dikenal tidak memiliki cara yang baik

Ahok, jelas memiliki bukti kinerja. Itulah keunggulan Incumbent. Di Pilkada, incumbent selalu punya keunggulan bahwa dia punya hasil kerja yang bisa ditunjukkan. Apalagi Ahok. Keunggulan Mas Anies (dan mungkin Sandi, maklum saya kurang paham track record beliau selain bahwa beliau anak basket) adalah bahwa Mas Anies punya track record punya CARA yang lebih baik. Itupun yang sering anda pertanyakan dari Ahok kan? Itu juga hal yang saya tidak sukai dari Ahok. Kita sama sama kurang nyaman dengan CARA Ahok mengelola Jakarta. (wahai pendukung Ahok yang mudah panas, ini bukan berarti Ahok salah dengan caranya berbicara. Ahok boleh saja membentak dan memaki apalagi kepada orang jahat, tapi SELERA saya tidak masuk dengan cara itu. Jadi ini masalah selera. Saya tidak suka Bieber bukan berarti dia jelek, memang saya ga suka aja. Ini masalah preferensi. Ga usah emosi)

Kalau kita sama sama tidak suka dengan cara Ahok, maka jangan biarkan orang yang punya reputasi buruk terkait CARA mereka melakukan sesuatu, berdekatan dengan kampanye kita. Karena akan merusak saja.

Siapakah yang saya maksud? Ya banyak.

img_7033

Dari Pimpinan Dewan yang suka menghina, cecurut socmed tukang hina, penghasil meme fitnah, yang ternyata tidak berafiliasi dengan siapa siapa, sampai kepada FPI dan FUI.

Tolong jangan coba coba  menyanggah omongan saya soal FPI dan FUI dikenal punya CARA yang salah. Anda google-pun masih ada sisa sisa kelakuan mereka.

Membiarkan orang orang ini berdekatan dengan kampanye kita, maka kita jadi tidak punya BUKTI bahwa Mas Anies – Sandi punya solusi berupa CARA yang lebih baik untuk kelola Jakarta.

Okay, kalau anda bertanya apakah Mas Anies punya cara yang lebih baik dalam mengelola Jakarta? Saya bisa bilang ada.

Satu hal yang sudah pasti menjadi reputasi Mas Anies adalah, dia dikenal mampu menarik orang orang baik dan mampu menggerakkan masyarakat. Dibandingkan dengan calon calon yang lain, sebut satu nama yang punya pengalaman dalam menggerakkan masyarakat.

Satu saja.

Sebut yang mana.

Tolong jangan bilang Agus mampu menggerakkan bawahannya, dia kan tentara, anak buah disuruh ya pasti nurut. Namanya juga garis komando.

Anies Baswedan, punya gerakan Indonesia Mengajar. Sejak 2010, berhasil menarik minat begitu banyak anak muda, lulusan terbaik kampusnya, untuk mengabdi selama 1 tahun di pelosok Indonesia. Hasilnya, sang Pengajar Muda bisa jadi calon pemimpin bangsa yang hebat karena punya kompetensi kelas atas tapi dengan pemahaman grass root karena ditempatkan di pelosok. Sementara anak anak Indonesia di banyak daerah Indonesia bisa mendapatkan pengajaran dari orang yang berkompeten. Karena sesungguhnya masalah pendidikan Indonesia bukan ketiadaan guru yang berkualitas tapi penyebarannya yang tidak merata.

Anies Baswedan, punya Turun Tangan. Yang berhasil mengumpulkan lebih dari 35.000 lebih relawan di seluruh Indonesia sejak 2014 dengan misi utama: Mendorong orang orang baik agar mau masuk ke pemerintahan.

Anies Baswedan, bahkan sebagai Menteri, menggagas dan berhasil menjalankan Gerakan Mengantar Anak Hari Pertama Sekolah. Diawali dengan sebuah surat edaran dari Mas Anies, banyak organisasi dan sekolah yang menyambut positif gerakan ini hingga akhirnya pemerintah resmi mendukung dan mengijinkan aparatur sipil negara mengantar anaknya di hari pertama sekolah. Berdasarkan surat edaran dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Bahkan Ahok juga mendukung dan memuji gerakan tersebut

Kalau anda merasa “Mengantar anak” itu remeh. Coba sebutkan menteri yang bikin sebuah gerakan dan didukung oleh masyarakat. Anda akan sadar, bahwa seorang menteri menggagas sebuah gerakan dan berhasil menggerakkan masyarakat adalah hal yang langka.

Pada detik ini, pasti ada yang berpikiran “Ah Anies aja dicopot jadi menteri karena ga ada prestasi..”

Saya sudah pernah jelaskan di tulisan ini apa saja prestasi Mas Anies sebagai menteri. Sekarang coba anda sebutkan prestasi menteri pendidikan sebelum Mas Anies yang anda tahu. Satu saja. Kalau anda tidak bisa sebutkan, kok berani bilang Mas Anies gak punya prestasi?

Waktu Mas Anies menelfon saya pertama kali, beliau sempat berkata “Saya ingin jadikan pembangunan Jakarta jadi sebuah gerakan. Saya ingin kita semua merasa memiliki kota ini dan sama sama turun tangan untuk menjadikannya lebih baik”

Di kepala saya, saya tahu persis orang yang paling bisa melakukan hal tersebut, adalah Anies Baswedan.

Pesan terakhir kepada pendukung Anies – Sandi:

Jangan takut untuk berdiri dan memperlihatkan diri, sebagai pendukung pasangan Anies – Sandi yang memiliki cara yang baik.

Jangan takut ditertawakan. Jangan takut dihina.

Jangan takut untuk menunjukkan ketidak sukaan anda kepada orang orang yang kampanye mendukung Anies – Sandi dengan cara yang salah. Kita tidak butuh mereka.

img_7056

Biarkan mereka sadar, bahwa tidak ada ruang untuk orang orang seperti mereka di sini.

Biasanya, ketika anda tunjukkan bahwa anda tidak mau terafiliasi dengan mereka, akun akun tersebut langsung ngomel, ngetweet bertubi tubi. Biarkan saja. Memang hanya itu yang dia bisa lakukan. Yang penting jelas dan nyata kita tunjukkan, tidak ada ruang di sekitar kita untuk orang orang yang tidak bisa berkampanye dengan cara yang baik.

Kalau anda perhatikan baik baik, sedang ada pergeseran kekuatan politik. Dalam setiap partai pendukung setiap pasangan calon, ada perpecahan. Akan ada yang berpindah meninggalkan kapalnya yang sebelumnya. Di kubu Ahok ada. Di kubu Agus ada. Di kubu Anies ada. Tak perlu kita bahas kubu lain, perhatikan orang orang yang setau anda seharusnya ada di kubu belakang Anies. Ada yang pindah karena gerah. Salah satu yang anda bisa lihat, adalah akun yang tadinya garis keras mendukung PKS dengan cara cara yang salah, kini dalam tweetnya mendukung Agus.

Ini adalah indikasi baik. Kita biarkan pada akhirnya, mereka yang mau berjuang dengan cara yang baik yang akhirnya merapat ke kita. Apapun partainya. Inilah jembatan yang ingin kita bangun. Inilah perjuangan kita. Inilah yang kita inginkan terjadi. Bahwa pada akhirnya, Mas Anies menunjukkan kualitasnya dalam menarik orang orang baik dan membuat mereka bekerja sama. Kalau ada partai yang tadinya memiliki reputasi buruk dan ingin membenahkan diri, kesempatan itu terbuka.

Dan, dalam beberapa hari ke depan anda akan dengar pengumuman nama nama hebat dan baik berada di kubu Anies – Sandi. Nama nama yang akan membuat anda berani juga untuk berdiri dan menunjukkan diri. Nama nama yang membuat kita semakin berani menggeser orang orang dengan cara yang salah. Karena jembatan yang kita ingin bangun, harus dibangun dengan bahan bahan yang baik dan berkualitas.

 

Saya tahu, 3 hal yang saya minta tadi bukan hal yang gampang. Tapi kalau mau hidup gampang, ya jangan ikut masuk dalam sebuah perjuangan.

Ini perjuangan. Anda Pejuang, bukan?

Hadapi.

Dan tegaklah berdiri.

Pilih

“Bisa ditelfon nggak? Mas Anies mau ngobrol..”

Sebuah pesan whatsapp masuk dari seorang kawan yang dekat dengan Mas Anies Baswedan ketika masih di kementrian pendidikan.

“Bisa sih tapi gue lagi di jalan..”

Tak lama, Mas Anies menghubungi dengan facetime. Lama kami tidak bertemu dan berbincang. “Halo Pandji, sang Juru Bicara!” suara dan wajah Mas Anies muncul di layar ponsel. “Lagi dimana ini?”

“Lagi di Wallstreet, mas” saya saat itu memang sedang di New York. Kami baru saja merampungkan rangkaian tur Juru Bicara US di 6 kota lalu memutuskan untuk berlibur ke New York.

“Wallstreet, wah..” kata Mas Anies.

“Iya Mas, lagi mau menghancurkan kapitalisme..”

Kami berdua kemudian tertawa.

Pembicaraan yang kemudian terjadi, adalah pembicaraan yang jauh dari gelak tawa. Kening saya mengrenyit. Tatapan saya kosong. Fokus dengan apa yang Mas Anies sedang katakan.

Mas Anies ditawari untuk mencalonkan diri menjadi calon Gubernur DKI Jakarta. Setelah menjelaskan panjang lebar beliau berkata “Saya tunggu reaksinya..”. Saya tidak perlu berlama lama untuk memberi reaksi. Usai penjelasan dari Mas Anies, kami, masih via facetime, terlibat diskusi yang mendalam dan sangat terbuka.

Ketika facetime kami akhiri, jawaban saya sudah pasti. Saya akan dukung Mas Anies maju menjadi calon Gubernur DKI Jakarta. Saya pastikan, ini akan jadi perjuangan paling berat seumur hidup saya terjun dalam politik praktis.

Saya tahu persis. Ini akan serupa dengan jalan memasuki tornado.

Saya tahu persis, caci maki akan datang.

But hey, nothing new.

Rasanya, mengapa saya suka dengan Anies Baswedan karena saya melihat sedikit dari diri saya dalam beliau. Sama sama pinter ngomong. Bahkan sering sekali Mas Anies dianggap memang hanya pinter ngomong, merangkai kata kata indah dan kosong substansi. Persis seperti saya.

Persis seperti saya, dia punya kepedulian yang cenderung naif terhadap Indonesia. Dalam darahnya ada darah pejuang sejak jaman kakeknya yang oleh negara sudah resmi oleh negara dijadikan pahlawan nasional. Ayah saya selalu cerita perjuangan orang tuanya jaman penjajahan. Ayah selalu bilang Wongsoyudan itu takdirnya berjuang. Ayah juga punya kepedulian teramat tinggi terhadap bangsanya, kepedulian yang cenderung naif, yang nampaknya turun kepada saya.

Dan seperti saya, banyak sekali keputusan Mas Anies, didasari oleh pertanyaan anaknya.

Suatu hari, saya ditanya oleh Dipo mengapa Harimau Jawa punah. Dia sedih sekali, suaranya bergetar mau nangis ketika saya jelaskan arti kata punah. “Ayah, apa arti ‘punah’?” Penjelasan saya membuat dia gusar dan kemudian bertanya “Kenapa Ayah biarkan itu terjadi?” saya bingung menjawabnya “Kenapa orang orang biarin itu terjadi?” tanyanya lagi masih dengan suara gemetar dan gusar.

Sejak itu, saya memutuskan untuk terlibat dalam menciptakan perubahan dan tidak hanya menuntut perubahan. Sehingga suatu hari, ketika muncul pertanyaan dari anak anak saya “Apa yang Ayah lakukan ketika diberi kesempatan untuk menciptakan perubahan?” saya bisa jawab dengan yakin “Ayah memutuskan untuk terlibat. Ayah memutuskan untuk turun tangan”

 

Anies Baswedan ditawarkan untuk menjadi calon Gubernur DKI Jakarta. Dia tidak memancing mancing jabatan tersebut, dia tidak mondar mandir berburu jabatan itu. Dia ditawari.

Anies, memang ambisius. Ambisinya, besar dan banyak sekali orang akan bilang, naif. Anies percaya sekali bahwa dia bisa jadi bagian yang mengubah Indonesia jadi lebih baik. Anies percaya dia bisa menciptakan perubahan. Hal ini terlihat, sejak dia SMA.

Tidak banyak yang tahu, dulu dia pernah ikutan pelatihan ketua OSIS se-Indonesia dan dari 300 ketua OSIS yang ikutan dari seluruh pelosok Indonesia, dia dipilih jadi Ketua OSIS se-Indonesia. Jabatan macam apa itu? Ketua OSIS se-Indonesia. Lha wong mau jadi ketua OSIS aja udah aneh menurut saya. Lalu di UGM pun dia jadi ketua senat mahasiswa. Dia bahkan dulu, sudah demo menentang Tommy Soeharto terkait kasus BPPC dan ikut memimpin demo protes terhadap SDSB. Dia juga menggantikan Sohibul Iman menjadi rektor Paramadina. Saat itu dia jadi rektor termuda di Indonesia dengan usia 38 tahun. Bahkan, Mas Anies di Paramadina bikin pelajaran anti korupsi. Lengkap dengan kurikulumnya. Sampai banyak orang orang dari universitas lain di dunia yang datang ke Paramadina untuk mempelajari kurikulum tersebut.

Soal korupsi, Mas Anies ditawarkan dan mengambil kesempatan menjadi anggota Tim 8 KPK untuk meneliti kriminalisasi terhadap Bibit-Chandra dalam kasus Cicak vs Buaya part 1. Mas Anies kemudian ditawari dan mengambil kesempatan jadi Ketua Komite Etik KPK. Ditawari jadi capres via konvensi Demokrat. Ditawari jadi Menteri Pendidikan dan kebudayaan.

Entah mengapa, orang selalu mempercayai dia dan memberikan dia kesempatan dan kesempatan itu kemudian dia ambil.

Jangan kaget ketika dia ditawari jadi cagub DKI dan mengambilnya. Dia memang selalu seperti itu. Karena dia, seperti saya, ingin bisa menjawab dengan yakin ketika anaknya kelak bertanya “Apa yang Ayah lakukan ketika diberi kesempatan untuk melakukan hal baik untuk Indonesia?”

Coba saya tanya kepada anda. Kalau anda ditawari kesempatan untuk mengubah Indonesia, lalu anda tahu anda mampu, anda punya kualifikasinya, apakah anda ambil kesempatan itu?

Besar kemungkinan jawaban anda tidak. Seperti umumnya orang orang lain. Yang beda, hanya alasannya. Tapi, sama sama alasan.

Anies, memang punya ambisi di politik. Ini bukan hal baru. Ambisi ini pun sejalan dengan cita cita saya. Dulu, bangsa Indonesia itu mencintai politisinya. Sjahrir, Hatta, Agus Salim, Sukarno, itu semua adalah nama nama politisi. Dia seperti saya, punya ambisi untuk kembalikan Indonesia ke masa itu. Ingin lebih banyak orang orang baik jadi politisi. Nama nama seperti Ahok, Jokowi, Ridwan Kamil, Susi Pudjiastuti, Tri Rismaharini, Ganjar Pranowo, adalah trend positif di mana pada masa kini kita mulai kembali mencintai dan mengagumi politisi kita.

Anies selalu bilang “Kebanyakan orang orang baik hanya mau bayar pajak saja. Lah tapi kalau tidak ada orang baik di politik, lah terus masak uang pajak kita mau kita relakan dikelola orang jahat?”

Makanya ketika dia ditawari kesempatan baik, dia ambil karena sesuai dengan ambisinya. Menambah terus orang orang baik di dalam dunia politik Indonesia.

Ada hal baik dan buruk dari pencalonan Mas Anies jadi calon Gubernur.

Hal terbaik dari munculnya Mas Anies (dan Agus tentunya) adalah Ahok – Anies – Agus mendorong nama nama seperti Yusril, Ahmad Dhani, Lulung dan si perempuan emas (saya lupa namanya), keluar dari pembicaraan. Hehe.

Saya terus terang mendingan Ahok – Anies – Agus daripada Ahok – Yusril  – Lulung.

Waktu berita isinya Yusril, Lulung dan Ahmad Dhani mau jadi calon Gubernur, saya mikir “Buset, suram amat ini Jakarta yak?”

Saya lebih senang, pertarungan jabatan jabatan penting, dilakukan oleh orang orang baik saja. Biar yang lain hanya bisa menonton karena tidak bisa memasang “jagoan” mereka. Coba dilihat, 3 calon Gubernur itu tidak ada yang orang partai lho. Ahok bukan. Anies bukan. Agus bukan (karena dia dari militer).

Konstelasinya pun jadi menarik: Ahok (praktisi) – Anies (akademisi) – Agus (militer).

Saya suka bingung dengan pernyataan orang yang bilang “Yaaaah sayang, kok orang baik diadu dengan orang baik?”. Lah ya mendingan kelak untuk semua kesempatan jabatan jabatan penting negara, dipertarungkan antara orang orang baik saja. Bayangkan setiap kesempatan menjabat jadi pejabat publik, isinya orang orang baik dan keren. Kan Indonesia-nya juga keren. Selama ini kan yang kampret kampret ikutan pencalonan karena yang baik baik pada gak mau.

Kita bikin suatu hari, yang kampret Cuma bisa cengo doang karena ga dapet peluang untuk ikutan ngambil jabatan tersebut. Mereka Cuma bisa berharap dapat cipratan doang, makanya akhirnya mereka pada numpang nama baik orang.

Bicara soal kampret kampret Cuma bisa numpang nama baik orang, ini terjadi di semua calon Gubernur.

Ahok, ditumpangi PDI-P yang ada si Ibu random dan moody tukang ngacak konstelasi politik Indonesia. Nasdem yang ada bang bewok. Hanura yang ada Wiranto (doi terkait kasus HAM, makanya mungkin itu alasan dia kerjanya nyamar mulu) dan Golkar yang ada Setya Novanto (aduh, orang ini) dan track record sebagai partai paling besar efeknya terhadap busuknya kondisi politik sejak era 32 tahun Soeharto menjabat.’

Anies, ditumpangi Gerindra yang ada Prabowo dengan kasus HAM yang belum usai, Fadli “si selalu blunder” Zon dan PKS yang ada… PKS-nya.

Agus, ditumpangi Demokrat yang ada SBY si susah terima dia sudah bukan Presiden dan bikin 4 album pas jadi presiden tapi pas nganggur malah ga bikin album eh malah sibuk ramein politik. Ada PAN si idiologi partai jadi gak jelas karena setiap pileg isinya artis artis semua sehingga malah lebih mirip manajemen artis dari pada partai politik. PPP yang kadernya ketika jadi menteri agama terbukti korupsi dana penyelenggaraan haji. PKB yang track record buruknya terlihat paling sedikit dibanding yang lain (ada, tapi gak se-megah yang lain) karena mungkin memang tidak pernah dapat peluang yang lebih besar saja.

 

Terus terang kalau menurut saya, masing masing calon Gubernur, bawaannya sama saja buruknya.

Nah tapi saya kurang peduli dengan bawaan calon lain. Calon saya ini nih. Dalam bawaannya, ada banyak sekali nama nama menyebalkan. Mereka semua pada masuk kantong kresek yang Mas Anies bawa. Saya tahu ada banyak sekali yang kecewa dengan pencalonan Mas Anies yang diusung Gerindra dan PKS. Banyak yang pergi menjauh meninggalkan Mas Anies. Justru ketika Mas Anies butuh teman temannya, banyak yang pergi.

Saya sulit pergi. Karena saya tahu, dia butuh saya. Dan karena saya tahu kalau semua teman temannya pergi meninggalkan dia, akan hanya tersisa Anies, PKS dan Gerindra. Ohiya, dan Sandi Uno.

Saya tidak mau jadi teman yang jalan bareng ketika suasana baik baik saja tapi justru lari ketika dia memutuskan untuk masuk kapal perompak dan mengambil alih kemudi. Membajak kapal Bajak laut. Goks.

Maka saya memutuskan untuk bertahan. Ada di dalam. Sedekat mungkin dengan Mas Anies. Untuk menghadapi Gerindra dan PKS yang menurut saya sering bikin blunder yang menyebalkan. Contoh: Puisi Fadli Zon di deklarasi pencalonan Anies – Sandi yang membuat pertarungan Gubernur ini jadi seperti perang agama. Coba lihat muka Mas Anies deh waktu Fadli Zon baca teks yang dia sebut puisi itu. Mukanya kayak dalam hati bilang “This nigga…..”

Puisi Fadli Zon ini menunjukkan bahwa dia tidak jauh beda dengan alay alay fans klub EPL yang kalau mendukung sebuah klub, harus menghina klub lain. Sementara saya dan banyak orang lain mah sudah dewasa. Kami bisa mendukung sesuatu tanpa harus membenci yang lain. Tau nggak kenapa ada barisan “Asal bukan MU”? Karena umumnya fans ManUtd itu nyebelin, kerjanya ngetawain dan ngejelekin klub lain mentang mentang prestasinya mentereng. Hal sama bisa terjadi terhadap kampanye Anies – Sandi kalau Fadli Zon, Gerindra dan PKS dalam kampanye-nya merendahkan Ahok. Kalau PKS dan Gerindra ingin menang, jangan bikin orang hilang selera gara gara lihat kampanye yang kerjanya menghina ras dan agama serta menjatuh jatuhkan orang. Kampanye negatif itu bukan kampanye hitam. Gerindra dan PKS harus belajar itu dulu.

Jadikan pertarungan ini mengenai gagasan. Bukan ras dan agama.

Ini bukan pertarungan orang cina vs orang arab vs orang jawa. Jaman batu banget pertarungannya. Ini 2016!

Ini pertarungan orang yang keliatan punya kinerja bagus, orang yang orientasinya pendidikan, dan… orang yang…. Okay saya ga tau Agus ini orangnya bagaimana.

 

Ahok itu keren, lagi. Gimana sih?

Ini Gubernur, yang menurut saya sulit dipungkiri kinerjanya.

Yang lebih keren dari Ahok adalah, kampanyenya bertumpu pada kinerja dan kebijakan. Emang harusnya begitu kalau kampanye. Saya lihat dengan mata kepala sendiri betapa banyak Kali jadi pada bersih. Saya lihat kalau berangkat mengantar anak sekolah pagi pagi, ngelewatin beberapa Kali, selalu ada excavator lagi kerja.

Gini deh, kalau memang bersihin kali itu gampang, kenapa Gubernur lain tidak ada yang melakukannya?

Mobil saya pernah diderek DLLAJR. Saya sampai debat dengan orang yang ngederek. Dia bilang

“Kami gak berani macem macem mas sekarang. Kalau sudah aturannya, ya kami lakukan. Pak Ahok galak, kemarin atasan kami baru dicopot karena ga bener kerjanya”

Lalu, satu hal yang Ahok lakukan yang menyentuh saya di hati, adalah rencana dia membuat trotoar yang lebih lebar. Orang yang nonton Mesakke Bangsaku (2013-2015) pasti tahu keresahan saya soal ini.

Nah pertanyaanya kemudian, kalau saya percaya Ahok kerjanya benar, mengapa saya pilih Anies?

Karena saya percaya, kita bisa mencapai hal hal baik di Jakarta dengan CARA yang lebih baik.

Satu satunya kekurangan Ahok di mata saya (ini di mata saya ya, berarti subjektif. Orang belum tentu merasa hal yang sama. Ini yang saya pribadi rasakan – dikasi disclaimer biar ga dipelintir kampret kampret yang berkeliaran) adalah caranya dalam memimpin Jakarta. Mulutnya, sering jadi petaka untuk dirinya sendiri. Mulutnya membuat orang kesulitan membela dia. Mulutnya bahkan membuat orang orang baik membenci dia. Saya bahkan tidak mempermasalahkan posisinya dalam reklamasi Jakarta dan penggusuran penduduk. Siapapun gubernurnya, akan menginjak kubangan sulit seperti tadi. Tapi cara Ahok membawa dirinya di depan publik, itu yang kurang sreg untuk saya.

Kalau publik suka marah karena komika di TV nasional suka ngomong kasar, saya memaklumi ketika banyak yang juga kesal melihat Ahok maki maki di TV juga.

Saya suka bingung bagaimana teman teman saya yang saya yakini baik terpecah soal Ahok. Bukan karena ras dan agamanya. Tapi karena caranya dalam memimpin Jakarta. Sering saya berpikir “Apa harus begitu ya? Maki maki dan nunjuk nunjuk orang. Memang harus keras kalau mau memimpin Jakarta. Tapi bahkan Foke dan Bang Yos yang kita sebelin waktu itu gak pernah kayak Ahok begini mulutnya.”

Nah saya tahu ini hanya masalah selera. Teman teman saya banyak sekali yang lebih suka cara Ahok yang apa adanya daripada yang sok santun dan normatif.

Masalahnya, saya punya keresahan yang berbeda.

Kalau anda mengikuti karya saya dari 2008. Baik itu rap, buku bahkan stand-up, anda akan tahu bahwa keresahan terbesar saya ada pada persatuan. Dan cara terbaik dalam penyelesaian masalah Indonesia, adalah pendidikan.

Ahok, akan kesulitan jadi jembatan yang menyatukan Bangsa ini.

Menurut saya, jembatan itu adalah Anies Baswedan.

Indonesia saat ini, butuh sosok seperti Mandela.

Saya tidak bilang Anies itu sama dengan Mandela lho ya, jangan dipelintir lagi pret, yang saya bilang adalah kita butuh orang seperti Mandela. Yang sampai ditinggalkan kawan kawannya sendiri, karena memutuskan untuk berdamai dan mengajak kerja sama orang orang yang dulu menyiksa dia dan kaumnya. Karena dia tahu, yang dibutuhkan negaranya, adalah persatuan. Karena dia tahu, persatuan lah yang akan membuat pembangunan progresif.

Mari saya jelaskan.

Saya tahu, anda benci PKS. Tahu tidak kenapa anda tidak pernah bisa menghilangkan orang orang macam yang mengisi PKS? Karena sebagaimanapun anda benci dengan PKS karena mereka mendagangkan agama, sering menghasut dan memfitnah (ingat Jonru? PS: Saya tahu anda membaca ini Jon. Anda suka memfitnah, jangan coba coba ngeles), sebagaimanapun anda merasa mereka jahat, mereka tidak akan pernah bisa hilang. Anda tahu mengapa?

Karena di dalam kepala mereka yang ada 2 titik hitam di jidatnya karena katanya sering Shalat padahal secara ilmiah tidak masuk akal orang sering sujud bisa hitam jidatnya dan penghitam jidat itu di jual di depan masjid setiap Jumatan, mereka tidak merasa mereka jahat. Mereka merasa, merekalah orang baiknya.

Setiap kali anda menentang mereka, tentangan anda jadi bensin yang membakar perjuangan mereka. Semakin anda tentang, semakin mereka yakin, mereka ada di jalan yang benar.

Dan karena semua orang yang sebal dengan PKS menghindari dialog dengan PKS, maka kita tidak akan pernah bisa memahami mereka. Anda tahu kan prinsip saya: Mencoba memahami sebelum membenci. Karena setiap kali saya mencoba memahami, pada akhirnya, saya tidak lagi membenci.

Kalau semua elemen yang anda anggap tidak sejalan dengan anda didorong jauh, kapan kita mau bersatu? Tentu argumen anda adalah “Saya tidak mau bersatu dengan penjahat”. Nah masalahnya, orang itu tidak merasa dirinya jahat. Termasuk Prabowo yang waktu itu mengaku menculik mahasiswa. Prabowo merasa, itu hal yang benar untuk dilakukan, demi kebaikan bangsa dan negara. Saya tahu ini sulit untuk dimengerti, tapi kemungkinan adalah karena anda memutuskan untuk tidak mau mencoba memahami.

Anda tahu tidak mengapa anak nakal di sekolah tetap jadi nakal? Kenapa pelaku bully tetap nge-bully? Karena semua yang suka nge-bully pada akhirnya dijauhi. Padahal, si tukang bully ini, sesungguhnya korban. Ada sesuatu yang terjadi pada dirinya entah di rumah atau di mana yang membuat dia seperti ini. Suka nge-bully, adalah sebuah dampak dari sesuatu yang terjadi pada dia. Saya belajar ini ketika terlibat dalam Gugus Kerja Penanganan Kekerasan Pada Anak di Kemdikbud. Tukang Bully justru harus dirangkul, ditanya apa masalahnya, dibantu untuk diselesaikan. Bukan ditempeli label anak jahat dan dijauhi seluruh anak baik di sekolah. When you don’t have any friends at school, you start making enemies. Because fighting is the only form of communicatin left to have.

Itulah prinsip yang harusnya diterapkan di Indonesia.

Itulah mengapa Indonesia butuh jembatan.

Itulah mengapa saya pilih Anies Baswedan.

Lagipula, saya selalu berorientasi terhadap pendidikan. Punya Gubernur yang seorang pendidik dan beroritentasi pada pendidikan, adalah ideal bagi saya.

Mohammad Hatta tahun 1927 pernah menulis “Pemimpin adalah pendidik dan pendidik adalah pemimpin”

Lalu, bagaimana dengan kecakapannya? Mampukah Anies? Lha wong kemarin jadi menteri aja dipecat. Memang prestasi dia sebagai Menteri pendidikan apa?

Pertanyaan menarik.

Memangnya setau anda, kinerja semua menteri pendidikan sebelum dia apa? Anda bisa jawab gak prestasi mereka? Setidaknya, saya bisa jawab prestasi Anies:

  1. Membatalkan UN sebagai syarat kelulusan. Sesuatu yang diperjuangkan aktivis pendidikan sejak begitu lama yang akhirnya dirayakan oleh mereka ketika akhirnya dicapai oleh Anies. Keputusan ini dia ambil walau harus bertentangan dengan Wakil Presiden RI: Jusuf Kalla.
  2. Menunda kurikulum 2013 (Itu lho, yang acuan pendidikannya “Mengajarkan kimia kepada murid untuk membuat murid menghargai kebesaran mukjizat Allah SWT”) kepada mayoritas sekolah dan hanya menerapkannya kepada beberapa sekolah saja sebagai proyek percontohan.
  3. Menjadi Menteri pertama yang secara resmi melarang MOS dan Perploncoan. Dalam surat edarannya, guru yang membiarkan, bisa kena hukuman. Dulu dulu, tidak ada keterlibatan kementrian dalam hal ini. Mereka tahu, tapi mereka tidak bersikap. Ada satu – dua ospek yang muncul di berita (karena TV berita memang konsisten dalam menyuguhkan anda pemirsa Indonesia, kabar kabar terburuk di Tanah Air) tapi secara umum, prakteknya berhenti.

Ada beberapa kebijakan dia yang publik tidak tahu atau tidak anggap penting, tapi buat saya buagus banget:

  1. Program sertifikasi guru untuk meningkatkan kompetensi guru. Karena banyak guru guru tidak berkualitas akan menghasilkan murid murid tidak berkualitas. Dan percaya sama saya, banyak banget guru yang kualitasnya layak dipertanyakan.
  2. Mendirikan Direktorat Keayahbundaan. Kalau anda baca baca koran, anda akan tahu betapa banyak orang tua clueless di jagad raya Indonesia ini. Banyak orang tua yang dalam pendidikan anaknya, melepas anaknya 100% ke sekolah karena merasa itu peran yang dia serahkan ke guru guru. Biar ga pusing. Padahal, justru orang tua harus terlibat dalam pendidikan anak dan dirjen ini kelak akan memaksa orang tua untuk mau terlibat dalam pendidikan anak.

 

Lalu, kalau kinerjanya bagus, kenapa dia dipecat?

Ada banyak versi:

  1. Anies keliatan banget ambisinya mau jadi Presiden. Konon kabarnya, kalau dia lagi kunjungan kerja, keliatannya kayak orang lagi kampanye. Salah satu kejadian yang menarik adalah ketika Anies bikin Gerakan orang tua mengantar anak di hari pertama sekolah. Gerakan yang Anies gagas ini, tiba tiba berdampak lintas kementrian. Yang tadinya tidak mengijinkan pegawainya ijin mengantar anak, tiba tiba beberapa kementrian memutuskan untuk bikin surat keputusan memberi ijin untuk menjalankan apa yang Anies gagas. Lintas kementrian, tanpa koordinasi Presiden. Dengar dengar, Anies dipanggil Jokowi gara gara ini.
  2. Karena Menteri Pendidikan selalu jadi jatahnya perwakilan Muhammadiyah. Kalau anda perhatikan, dari tahun ke tahun memang seperti itu dan yang menggantikannya, memang orang Muhammadiyah. Muhammadiyah ngomong ngomong memang punya kepedulian terhadap pendidikan juga. Lihat saja berbagai SMA dan Universitas yang mereka dirikan dan jalankan. Mungkin Jokowi gerah dirongrong terus.
  3. Kinerjanya emang jelek saja. Salah satu yang sering muncul ketika membicarakan kinerja, adalah soal KIP yang terhambat. Mungkin, ada hal hal lain. Saya juga kurang paham.

 

Jadi, kesimpulannya bagaimana?

Kesimpulannya:

Saya Pandji Pragiwaksono, akan mendukung Anies Baswedan maju menjadi calon Gubernur.

Saya ingin punya gubernur Jakarta yang punya kepedulian terhadap pendidikan.

Yang punya cara lebih baik dalam mengelola Jakarta.

Saya memutuskan untuk tidak meninggalkan Anies kendatipun penumpang penumpang liarnya, karena dengan begitu tidak akan ada poros kekuatan yang menemani dia menahan desakan desakan blunder dari Gerindra dan PKS.

Saya tidak akan menghina dan menjelekkan kandidat lain apalagi Ahok. Karena saya sangat suka denga kinerja dan prestasinya. Yang saya tidak satu selera, adalah dengan caranya yang saya yakini membuat dirinya sulit bisa jadi elemen pemersatu. Sesuatu yang dirindukan tidak hanya warga Jakarta, tapi Bangsa Indonesia.

Kalau pendukung calon lain mau menghina dan mencibir Anies, silakan saja. Tapi saya ingatkan, itu hanya akan membuat anda terkesan tidak pede dengan calon anda. Kesannya anda tidak bisa terlihat tinggi, tanpa merendahkan orang.

Your choice.

Anda tahu apa artinya jadi orang merdeka?

Orang disebut merdeka, karena punya pilihan.

Jangan hilangkan pilihannya, tapi sediakan yang lebih baik.

Jadilah orang merdeka.

Pilih.

 

 

Street Team Jogja

Juru Bicara Jogjakarta mulai menjelang, tiba tiba saya terpikir sebuah ide yang sudah di kepala sejak 2013. 

Namanya Street Team.

Idenya dari dunia hip hop. 

Biasanya seorang rapper membuka kesempatan kepada penikmat karyanya untuk terlibat dalam timnya. Mereka biasanya gerilya ikut mempromosikan karya/ acara sang rapper. Menjadi bagian dari tim. 

Dari dulu selalu ada banyak penawaran dari followers untuk membantu saya ketika tur. Kali ini saya membuka kesempatan itu. 

#JuruBicara STREET TEAM :
Saya membuka kesempatan untuk siapapun di kota Yogyakarta, atau Semarang, Solo, Magelang & kota Jawa Tengah lainnya untuk gabung dalam Street Team Juru Bicara.
Masing-masing nama akan mendapatkan:
– Special Seat Juru Bicara Yogyakarta (VIP). Depan depanan dengan saya langsung.

– All Access ID

– Kaos Juru Bicara
Tugas utamanya adalah mempromosikan & ikut bantu menjual tiket Juru Bicara dengan tentunya mendapatkan komisi dari setiap tiket terjual. Nanti kamu bisa menjual tiket GOLD & SILVER.

Berapa margin / tiket akan saya jelaskan ketika kita ketemu 🙂

Setelah baca ini, kalau mau gabung, di twitter mention saya dengan tagar #StreetTeamJogja & bilang mau gabung.

Nanti semua akan dikumpulkan untuk dibriefing oleh saya langsung 🙂 

Ditunggu gabungnya dengan tim Street Team Jogja

Terwujud & terjadi

Semua gara gara uang.
Wilayah Afrika Selatan asalnya adalah wilayah yang sepi. Mayoritas penduduknya adalah warga kulit hitam. Penduduk lokal.
Namun semuanya berubah ketika pertama kali ditemukan, emas.
Dalam waktu singkat, pendatang kulit putih memenuhi Afrika Selatan. 

Ekonomi berkembang pesat. Sekitar 25% demand emas dunia, datang dari Afrika Selatan. 

Lalu konflik sosial mulai bermunculan.
Awalnya konflik dimulai gara gara siapa yang berhak mendapatkan apa, siapa yang berhak mempekerjakan siapa. Suku mana boleh menambang di mana. Pendatang mana boleh menggarap yang mana.
Lalu mulailah inisiatif para pendatang dari Eropa untuk membuat aturan. Berhubung mereka merasa lebih intelek, lebih maju & lebih “berbudaya”. Aturan ini, kelak akan mengekang semua warga kulit hitam Afrika Selatan & merampas hak asasi mereka. 
Awalnya para pendatang ini membentuk aliansi yang kemudian bergerak ke arah pemerintahan. Mereka bilang “Demi kebaikan kita semua, apapun ras & golongannya”. 

Ide awal mereka adalah segregasi. Alias pemisahan area, fasilitas, termasuk hak antara kulit putih dan non kulit putih. Katanya supaya tidak terjadi konflik. Pemerintah menyebutnya sebagai program “Tetangga yang baik”. Yaitu terima saja pemisahan ini, anda ya di sana, kami ya di sini, jadilah tetangga yang baik & jangan saling menyinggung.

Tapi program ini tidak berjalan lama, berhubung orang kulit hitam banyak yang masuk ke area kulit putih sebagai pekerja bahkan influxnya semakin banyak seiring maraknya tambang emas & berlian. Konflik tak terhindarkan. Salah satunya adalah konflik yang terjadi kepada seorang pengacara dari India yang kuliah lalu kerja sebagai pengacara muda di sana. Dia diusir dari kereta api karena dia menaiki gerbong kulit putih. Dia kelak memimpin perjuangan kesetaraan hak di Afsel lalu kemudian kembali ke India untuk melawan penjajah Inggris. Dunia mengenalnya dengan nama, Gandhi.
Akhirnya karena konflik sosial tidak kunjung usai, diputuskan Apartheid. Sebuah rezim dimana kulit hitam dicabut segala haknya termasuk hak berpolitik. Mereka tidak bisa ikut pemilu & tidak punya suara politik. 
Menurut politisi politisi kulit putih ini dalam wawancara TV, keputusan ini adalah untuk kebaikan mereka (non-kulit putih) juga karena mereka “masih belum terdidik, masih barbar & biadab”.
Masyarakat kulit hitam semakin diatur, semakin dikekang, semuanya diberi semacam pass-book yang isinya segala informasi terkait dirinya. Semacam KTP tapi lebih lengkap sampai kepada kerja di mana, untuk siapa, catatan sosial & kriminal.

Polisi lalu sweeping masyarakat kulit hitam saja & kalau ada yang tidak bawa akan langsung dimasukkan ke penjara. 
Bermunculan aktivis politik, salah satunya bernama Mandela yang membentuk organisasi politik (kelak menjadi partai politik) bersama teman temannya membakar pass-book tersebut sebagai tanda protes. Mandela jadi semakin terkenal namanya & media sering mewawancara dirinya terkait aktivisme & rezim Apartheid. Cerdas & lugas dalam berbicara, Mandela jadi favoritnya media.
Mandela dipenjara karena dianggap terlalu berpengaruh, apalagi ketika Mandela berkata jalan damai percuma ketika reaksi balik dari pemerintah adalah kejam & biadab. Takut memancing kekerasan lebih parah, Mandela ditangkap namun aktivis lain terus bergerak. Aktivis aktivis lain ditangkapi & secara misterius tewas di penjara. Beberapa bahkan dalam kondisi mengenaskan. 

Mandela sendiri tidak dibunuh karena pemerintah tahu akan memancing amarah yang lebih bahaya.

Winnie Mandela, istri dari Mandela juga melakukan perlawanan. Dia mendirikan organisasi yang cenderung keras. Winnie pernah ditangkap dirumahnya di Soweto yang merupakan wilayah kumuh Johannesberg & dipenjara selama 8 bukan. Ketika keluar justru semakin keras dan militan memimpin organisasinya. 

Soweto juga jadi saksi sejarah gelap Afrika Selatan ketika anak anak & remaja melakukan aksi massa di atas bis & berkeliling kota, lalu dihalau, ditangkapi, dipukuli & dibunuh oleh polisi. Kerusuhan pecah. Korban nyawa tak terhindarkan. Dunia menonton dari tayangan televisi. Mandela menyatakan duka yang mendalam dari penjara.
Akhirnya pada satu masa, Pemerintah Afrika Selatan melakukan sesuatu yang krusial. Dia melakukan kompromi politik demi berhentinya kerusuhan & korban jiwa. Dia mengumumkan bahwa Mandela akan dibebaskan, kemudian semua organisasi politik yang tadinya dilarang, diperbolehkan kembali.

Di balik semua itu, dia minta bantuan Mandela untuk bersama dia mendamaikan publik.
Keputusan ini memancing reaksi negatif di kalangan kulit putih. Tercatat puluhan organisasi kulit putih lahir setelah keputusan ini dan bertekad untuk menolak putusan pemerintah. Tuntutan mereka, agar kondisi dikembalikan seperti semula. Mereka bahkan tidak segan segan menggunakan jalan kekerasan. 
Bukannya damai, malah dalam beberapa tahun setelahnya, Afrika Selatan memasuki masa tergelapnya. Angka kematian dalam beberapa tahun setelah keputusan itu justru lebih tinggi dari pada angka kematian yang terjadi dalam puluhan tahun perjuangan persamaan hak di Afrika Selatan.
Mandela bersama partainya melakukan negosiasi dengan pemerintah. Negosiasi ini berjalan alot dan lama. Hingga pada akhirnya Afrika Selatan memasuki masa pemilu. Partainya Mandela ikut serta. Seluruh rakyat termasuk yang kulit hitam diperbolehkan ikut memilih. Partai Mandela menang. Mandela jadi Presiden. 

Beliau mencontohkan untuk memaafkan para masyarakat kulit putih, dan mengajak seluruh warga untuk bersatu.
***
Saya pelajari ini semua, ketika berkunjung ke Museum Apartheid di Johannesberg, Afrika Selatan.

Ketika anda beli tiketnya, secara random tiket anda akan tertulis “blankes” atau “non-blankes”
Blankes adalah kulit putih, Non-Blankes adalah sisanya. Termasuk orang Asia seperti kita.

Gerbang masuknya akan terbagi dua. Dan masing masing gerbang mengajak anda masuk museum dengan perspektif yang beda.
Di satu titik kita akan melihat ke dalam lorong kulit putih & melihat mereka sebagaimana sejarah Afrika Selatan dulu mengenal mereka.
Keluar dari ruangan itu kita diajak jalan melewati proses panjang sebelum ditemukannya emas di sana. Dimulai dari yang disebut sebut sebagai nenek moyang seluruh umat manusia.
Ketika memasuki bangunan utama museum, kamera & ponsel dilarang. Tapi ketika di dalampun, terlalu mencekam rasanya untuk foto foto mencari momen untuk diabadikan.
Saya belajar banyak akan Indonesia dari mempelajari sejarah negara lain. Dalam hal ini, Afrika Selatan.
Saya belajar:
Ketika manusia merasa lebih mulia, lebih benar, lebih terdidik & lebih beradab, dia cenderung berbuat semena mena terhadap mereka yang tidak dianggap sebenar & semulia dia. Tanpa sadar, dia melakukan perampasan hak.

Cara melakukan kebenaran, sama pentingnya dengan kebenaran itu sendiri
Saya belajar:
Bahwa banyak “orang jahat” sesungguhnya tidak sadar bahwa mereka jahat. Di mata mereka, merekalah justru yang baik. Maka kedamaian tidak akan pernah muncul dari menentukan mana yang salah dan mana yang benar, tapi dari memutuskan apa hal baik yang bisa dilakukan.
Saya belajar:
Bahwa persatuan datang dari usaha keras untuk mencoba memahami sebelum membenci. Dan dibutuhkan individu individu yang bersedia mencontohkan itu. Individu ini akan melewati perjalanan yang luar biasa berat. Seperti berjalan menembus badai. Namun hasil akhir yang begitu didambakan membuat perjuangannya layak untuk dijalankan
Saya belajar:
Bahwa pemimpin negara yang baik mencontohkan kebaikanya bukan hanya ketika menjabat, tapi juga juga ketika memutuskan untuk tidak menjabat. Mandela tidak melakukan abuse of power kendatipun dia benar & dicintai rakyatnya. Mandela berhenti jadi Presiden setelah hanya 1 periode kepresidenan.

Makanya kalau anda lihat ada orang yang mau memimpin sebuah negara lebih dari masa yang ditentukan hukum, dalam hal Indonesia, adalah 2 masa jabatan, maka kita layak berhati hati akan motivasi dia dibalik jabatannya. Contoh: Soeharto & bahkan Sukarno dengan gagasan demokrasi terpimpin yang sebenarnya mah rezim otoritarian juga tapi namanya lebih cantik.
Saya belajar:
Bahwa usaha mempersatukan Bangsa tidak ada garis akhirnya. Tidak ada ujungnya. Tiada henti.

Selama negara itu berdiri perjuangannya harus terus terjadi.

Mandela kini sudah tiada. Afrika Selatan kini dipimpin Presiden ke 3-nya & orang ini terkait lebih dari 100 kasus korupsi. Angka penganggurannya 25% dan menjadikan Afsel sebagai negara dengan angka kejahatan salah satu yang tertinggi di dunia. Nyaris setiap rumah dikelilingi pagar listrik. Pretoria jadi satu satunya kota Juru Bicara World Tour dimana saya gagal lakukan rutinitas lari pagi. Saya dilarang semua orang karena mereka khawatir saya jadi korban kejahatan. Di Afsel, copet menembak mati setelah merampas. Sehari sebelum kami pulang, ada penembakan di mal tidak jauh dari kami makan malam.
Saya belajar
Dan lewat tulisan ini saya berbagi.
Supaya anda & saya sama sama tahu persis apa yang harus kita lalukan.

Supaya Indonesia yang kita idamkan bisa terwujud & terjadi.

PS: Untuk versi lebih banyak foto & video, tunggu versi Stellernya 🙂