BAB 7 (tamat): DON’T MAKE HITS inspired by this man: Jay Z.

Akhirnya, sampai ke bab terakhir dari tulisan gue HOW I SOLD 1000 CD IN 30 DAYS. Sebelumnya gue menulis tentang pentingnya mengikutsertakan pembeli kita dalam proses pembuatan karya kita.

Kini, salah satu alasan kenapa orang mau beli album gue.

This is the key.

Kenapa angka penjualan CD menurun?

Kenapa orang kok ga ada yang mau beli album?

Kenapa orang pada download lagu di internet?

Kenapa mereka hanya mau punya RBTnya?

Kenapa penjualan CD kompilasi secara ajaib tetep tinggi?

Kenapa orang hanya tertarik dengan hit singles?

Kenapa orang ga mau beli CD?

Mari kita coba jawab pertanyaan tadi dengan membalikkan pertanyaan…

Kenapa dulu orang beli CD?

KARENA DULU MEREKA BELUM BISA MENDOWNLOAD SINGLES

KARENA DULU BELUM ADA RBT

Dari dulu, orang sebenarnya lebih tertarik dengan hits.

Tapi karena dulu belum ada akses menuju download singles, atau I-tunes atau RBT maka satu satunya cara untuk mendapatkan akses kepada hits yang mereka suka adalah dengan merequest di radio, atau membeli albumnya.

Kemudian karena orang banyak yang menyukai hits tertentu maka munculah CHART SHOW yang menunjukkan mana saja lagu yang lagi nge-hits.

Kemudian muncul predikat # 1 HIT SINGLE!

Jay Z, berpikiran berbeda. Pada perayaan 10 tahun berkarir di dunia musik Jay Z berkata “Saya tidak pernah punya #1 Hit Single, tapi saya punya 10 album yang masuk ke #1 Album. Bagi saya ini membanggakan karena pembeli saya menghargai album saya secara utuh, bukan hanya mencintai 1 atau 2 lagu saya”

Kalimat itu, bagi gue inspiratif dan provokatif.

Gue lebih baik album gue nomor 1 daripada hanya 1 lagu yang jadi nomor 1.

Maka strategi gue dalam album ini adalah dengan TIDAK MENCETAK HITS.

HITS pada jaman sekarang membuat orang hanya mencintai 1 atau 2 lagu dan dengan itu mengurangi kemungkinan mereka untuk membeli album.

Gue bertanya kepada banyak orang apa alasan mereka membeli sebuah album.

Jawabannya 100% sama.

Ada banyak lagu yang enak di album tersebut.

Maka fokus gue adalah pada perkenalan banyak lagu gue ketimbang hanya 1 lagu gue.

Selain single gue You think you know (Indonesia) gue memainkan 5 lagu yang berbeda selama 1 bulan.

Ada yang salah feat. Tompi, Mulanya biasa saja feat Angga, Untuk Indonesia feat Drusteelo, Tabib Qiu dan Joeniar Arief, Dibayang masa lalu dan terakhir lagi Kembali tertawa.

Masing masing lagu gue mainkan sekali.

Hanya satu kali di radio HRFM

1 kali.

Tapi gue mainkan pada jam yang tepat.

Gue yakin, 5 lagu (6 dengan single You think you know) itulah yang memberikan penilaian di benak pendengar gue bahwa ada banyak lagu yang enak di album gue.

Ketika gue di Bandung, gue focus pada hal yang sama. Memainkan sebanyak banyaknya lagu yang tepat untuk tiap radio (mengingat tiap radio karakternya beda).

Setelah 3 hari di Banding keliling ke 14 radio, efeknya terasa di pandji.com, email gue dan SMS handphone gue.

People took notice.

Orang bisa bilang “Ah tapi elo kan penyiar di HRFM, enak bisa mainin lagu seenaknya”

Mungkin benar, tapi setiap musisi bisa melakukan apa yang gue lakukan dengan teknik yang disebut BARTER PROMOSI.

This is nothing new.

Hanya saja orang suka menggunakannya dengan salah.

Waktu gue kerjasama barter, gue menawarkan logo radio partner di 1000 keping CD gue. Gue mendapatkan fasilitas berikut ini

SPOT (iklan radio)

ADLIBS (iklan baca)

INSERT (sebuah sisipan, biasanya untuk kuis)

Jumlahnya tidak banyak. Sehubungan dengan jumlah keping CD gue yang juga tidak banyak.

Gue minta untuk mengkonversikan semuanya dengan INSERT.

Gue menolak ADLIBS, SPOT karena menurut gue hanyalah iklan dan iklan tidak efektif.

Gue minta INSERT agar gue bisa memainkan lagu sebanyak mungkin.

INSERT pada dasarnya adalah alat promosi kita yang bisa digunakan untuk apapun.

Mau jadiin kuis, mau sekedar bacain materi, live report, termasuk didalamnya memainkan lagu elo.

Kemudian yang perlu orang lakukan adalah menghitung nilai barter.

Bertanya adalah hak musisi yang melakukan kerjasama barter.

Tanyalah berapa harga insert pada prime time dan harga insert pada regular time.

Prime time adalah waktu dalam sehari dimana pendengarnya paling banyak.

Regular time adalah sisanya.

Biasanya iklan pada prime time (PT) lebih mahal daripada kalau iklannya dipasang di regular time (RT)

Setelah kita tahu harga harganya maka kita bisa berhitung berapa nilai total barter yang diberikan radio partner.

Dengan angka itu yang perlu dilakukan adalah mempertimbangkan berapa banyak dari nilai tersebut yang akan kita fokuskan pada PT.

Tentunya mengingat harga PT yang lebih mahal maka kalau semua angka tersebut dikonversikan ke insert PT maka jumlahnya akan lebih sedikit daripada kalau semua nilai barter dikonversikan kepada insert RT.

Tapi ingat, sebelum album gue keluar, dan semasa album ada di pasaran hingga kini albumnya habis gue hanya memainkan 5 lagu diatas 1 kali!!!

Tapi pemasangan pada jam yang tepat sangat sangat penting.

Inilah yang menurut gue membuat orang memiliki keputusan untuk mau membeli album gue. Masalah membeli asli diatas bajakan, sudah kita bahas dibab sebelumnya.

Sekali lagi, mainkan sebanyak banyaknya lagu terbaikmu di radio.

Bukan satu lagu sesering mungkin.

Tapi sebanyak banyaknya lagu, pada waktu yang tepat.

SO I GUESS THAT’S IT.

Inilah cara gue menjual 1000 CD dalam 30 hari.

Memang, bisa jadi gue CDnya laku karena punya banyak fanbase.

Tapi itu sama sekali tidak menjamin.

For example, Ghostface a rapper from down south. A member of Wu Tang Klan.

CDnya terjual 15.000 keping.

Banyak?

Ternyata Ghostface langsung memasang videonya di youtube dan ngomel kepada fansnya sambil berkata

“Saya baru terima laporan penjualan CD saya dan saya kecewa. Saya punya 115.000 fans di Myspace!!! Kemana kalian semua? Kalian kenapa masih mendownload lagu saya? Apakah kalian tidak sadar bahwa kelakuan kalian bisa membuat saya gantung mic?”

Punya fan base bukan hal pasti untuk dapat menjual CD dengan baik.

Bukankah Samson dengan penjualan album pertama sebanyak 750.000 CD seharusnya punya fanbase yang baik?

Mengapa album ke 2 fanbase tersebut tidak berhasil membuat Samson menjual sebaik album pertama?

We can not wait and hope.

We can not assume.

We have to make an effort.

Merasa punya fan base dan menunggu untuk mereka melakukan sesuai dengan harapan kita adalah bukan strategi

Seperti kata Hillary Clinton “Hope is not a strategy”

So there you have it.

I have revealed my strategy.

What I know, is yours.

Knowedge is a public domain.

You have every right to be educated.

Gue berdoa yang terbaik untuk elo dan karya elo.

Ini bukanlah strategi hanya untuk dunia musik.

Strategi gue adalah kumpulan ilmu yang gue dapatkan dari baca buku.

Kini strategi itu jadi milik elo.

Goodluck, learn a lot, and workhard

PS:

Sebenarnya sih nggak persis 1000 CD gue jual dalam 30 hari.

Karena 2 minggu sebelum launching, album gue sudah beredar di Aquarius.

Gue juga tidak menjual total 1000 keping karena ada beberapa yang gue kasih ke keluarga, orang deket, dan mereka yang membantu album gue. Ada yang gue berikan ke radio sebagai bentuk barter, ada yang jadi hadiah untuk pendengar radio radio di Bandung, dll. Total mungkin untuk itu sekitar 100 CD.

Tapi biar gimanapun juga hasil akhirnya tetep aja keren kaaaan? J

HAHAHAHAHA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*