Persis

Terkadang, menjadi optimis itu sebuah kelemahan.
Saya paham, terkadang sulit pasti untuk berdebat dengan orang yang optimis seperti saya. Nggak membumi. Argumennya hanya berdasarkan keyakinan yang tidak berakar kepada fakta.
Tapi di sisi lain, sama sulitnya juga berdebat dengan orang yang pesimis.
Dengan argumen yang juga sama persis

7 thoughts on “Persis”

  1. menjadi orang yang realistis memang cenderung pesimis.
    tapi gak ada salahnya jadi keduanya, pesimis atau optimis.
    semua orang punya argumen masing-masing.

  2. selama optimis sampeyan ga membunuh sampean, mbak gamila dan kedua anak sampean, knp harus dipusingin mas. tanggung jawab sampean bagaimana trs hidup dan menhidupi keluarga dengan cara yang halal.. optimis salah satu kuncinya..

    eh jawaban nya pas 18 loh ini (three x 6)

Leave a Reply to ferryzoe Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*