Pilih

“Bisa ditelfon nggak? Mas Anies mau ngobrol..”

Sebuah pesan whatsapp masuk dari seorang kawan yang dekat dengan Mas Anies Baswedan ketika masih di kementrian pendidikan.

“Bisa sih tapi gue lagi di jalan..”

Tak lama, Mas Anies menghubungi dengan facetime. Lama kami tidak bertemu dan berbincang. “Halo Pandji, sang Juru Bicara!” suara dan wajah Mas Anies muncul di layar ponsel. “Lagi dimana ini?”

“Lagi di Wallstreet, mas” saya saat itu memang sedang di New York. Kami baru saja merampungkan rangkaian tur Juru Bicara US di 6 kota lalu memutuskan untuk berlibur ke New York.

“Wallstreet, wah..” kata Mas Anies.

“Iya Mas, lagi mau menghancurkan kapitalisme..”

Kami berdua kemudian tertawa.

Pembicaraan yang kemudian terjadi, adalah pembicaraan yang jauh dari gelak tawa. Kening saya mengrenyit. Tatapan saya kosong. Fokus dengan apa yang Mas Anies sedang katakan.

Mas Anies ditawari untuk mencalonkan diri menjadi calon Gubernur DKI Jakarta. Setelah menjelaskan panjang lebar beliau berkata “Saya tunggu reaksinya..”. Saya tidak perlu berlama lama untuk memberi reaksi. Usai penjelasan dari Mas Anies, kami, masih via facetime, terlibat diskusi yang mendalam dan sangat terbuka.

Ketika facetime kami akhiri, jawaban saya sudah pasti. Saya akan dukung Mas Anies maju menjadi calon Gubernur DKI Jakarta. Saya pastikan, ini akan jadi perjuangan paling berat seumur hidup saya terjun dalam politik praktis.

Saya tahu persis. Ini akan serupa dengan jalan memasuki tornado.

Saya tahu persis, caci maki akan datang.

But hey, nothing new.

Rasanya, mengapa saya suka dengan Anies Baswedan karena saya melihat sedikit dari diri saya dalam beliau. Sama sama pinter ngomong. Bahkan sering sekali Mas Anies dianggap memang hanya pinter ngomong, merangkai kata kata indah dan kosong substansi. Persis seperti saya.

Persis seperti saya, dia punya kepedulian yang cenderung naif terhadap Indonesia. Dalam darahnya ada darah pejuang sejak jaman kakeknya yang oleh negara sudah resmi oleh negara dijadikan pahlawan nasional. Ayah saya selalu cerita perjuangan orang tuanya jaman penjajahan. Ayah selalu bilang Wongsoyudan itu takdirnya berjuang. Ayah juga punya kepedulian teramat tinggi terhadap bangsanya, kepedulian yang cenderung naif, yang nampaknya turun kepada saya.

Dan seperti saya, banyak sekali keputusan Mas Anies, didasari oleh pertanyaan anaknya.

Suatu hari, saya ditanya oleh Dipo mengapa Harimau Jawa punah. Dia sedih sekali, suaranya bergetar mau nangis ketika saya jelaskan arti kata punah. “Ayah, apa arti ‘punah’?” Penjelasan saya membuat dia gusar dan kemudian bertanya “Kenapa Ayah biarkan itu terjadi?” saya bingung menjawabnya “Kenapa orang orang biarin itu terjadi?” tanyanya lagi masih dengan suara gemetar dan gusar.

Sejak itu, saya memutuskan untuk terlibat dalam menciptakan perubahan dan tidak hanya menuntut perubahan. Sehingga suatu hari, ketika muncul pertanyaan dari anak anak saya “Apa yang Ayah lakukan ketika diberi kesempatan untuk menciptakan perubahan?” saya bisa jawab dengan yakin “Ayah memutuskan untuk terlibat. Ayah memutuskan untuk turun tangan”

 

Anies Baswedan ditawarkan untuk menjadi calon Gubernur DKI Jakarta. Dia tidak memancing mancing jabatan tersebut, dia tidak mondar mandir berburu jabatan itu. Dia ditawari.

Anies, memang ambisius. Ambisinya, besar dan banyak sekali orang akan bilang, naif. Anies percaya sekali bahwa dia bisa jadi bagian yang mengubah Indonesia jadi lebih baik. Anies percaya dia bisa menciptakan perubahan. Hal ini terlihat, sejak dia SMA.

Tidak banyak yang tahu, dulu dia pernah ikutan pelatihan ketua OSIS se-Indonesia dan dari 300 ketua OSIS yang ikutan dari seluruh pelosok Indonesia, dia dipilih jadi Ketua OSIS se-Indonesia. Jabatan macam apa itu? Ketua OSIS se-Indonesia. Lha wong mau jadi ketua OSIS aja udah aneh menurut saya. Lalu di UGM pun dia jadi ketua senat mahasiswa. Dia bahkan dulu, sudah demo menentang Tommy Soeharto terkait kasus BPPC dan ikut memimpin demo protes terhadap SDSB. Dia juga menggantikan Sohibul Iman menjadi rektor Paramadina. Saat itu dia jadi rektor termuda di Indonesia dengan usia 38 tahun. Bahkan, Mas Anies di Paramadina bikin pelajaran anti korupsi. Lengkap dengan kurikulumnya. Sampai banyak orang orang dari universitas lain di dunia yang datang ke Paramadina untuk mempelajari kurikulum tersebut.

Soal korupsi, Mas Anies ditawarkan dan mengambil kesempatan menjadi anggota Tim 8 KPK untuk meneliti kriminalisasi terhadap Bibit-Chandra dalam kasus Cicak vs Buaya part 1. Mas Anies kemudian ditawari dan mengambil kesempatan jadi Ketua Komite Etik KPK. Ditawari jadi capres via konvensi Demokrat. Ditawari jadi Menteri Pendidikan dan kebudayaan.

Entah mengapa, orang selalu mempercayai dia dan memberikan dia kesempatan dan kesempatan itu kemudian dia ambil.

Jangan kaget ketika dia ditawari jadi cagub DKI dan mengambilnya. Dia memang selalu seperti itu. Karena dia, seperti saya, ingin bisa menjawab dengan yakin ketika anaknya kelak bertanya “Apa yang Ayah lakukan ketika diberi kesempatan untuk melakukan hal baik untuk Indonesia?”

Coba saya tanya kepada anda. Kalau anda ditawari kesempatan untuk mengubah Indonesia, lalu anda tahu anda mampu, anda punya kualifikasinya, apakah anda ambil kesempatan itu?

Besar kemungkinan jawaban anda tidak. Seperti umumnya orang orang lain. Yang beda, hanya alasannya. Tapi, sama sama alasan.

Anies, memang punya ambisi di politik. Ini bukan hal baru. Ambisi ini pun sejalan dengan cita cita saya. Dulu, bangsa Indonesia itu mencintai politisinya. Sjahrir, Hatta, Agus Salim, Sukarno, itu semua adalah nama nama politisi. Dia seperti saya, punya ambisi untuk kembalikan Indonesia ke masa itu. Ingin lebih banyak orang orang baik jadi politisi. Nama nama seperti Ahok, Jokowi, Ridwan Kamil, Susi Pudjiastuti, Tri Rismaharini, Ganjar Pranowo, adalah trend positif di mana pada masa kini kita mulai kembali mencintai dan mengagumi politisi kita.

Anies selalu bilang “Kebanyakan orang orang baik hanya mau bayar pajak saja. Lah tapi kalau tidak ada orang baik di politik, lah terus masak uang pajak kita mau kita relakan dikelola orang jahat?”

Makanya ketika dia ditawari kesempatan baik, dia ambil karena sesuai dengan ambisinya. Menambah terus orang orang baik di dalam dunia politik Indonesia.

Ada hal baik dan buruk dari pencalonan Mas Anies jadi calon Gubernur.

Hal terbaik dari munculnya Mas Anies (dan Agus tentunya) adalah Ahok – Anies – Agus mendorong nama nama seperti Yusril, Ahmad Dhani, Lulung dan si perempuan emas (saya lupa namanya), keluar dari pembicaraan. Hehe.

Saya terus terang mendingan Ahok – Anies – Agus daripada Ahok – Yusril  – Lulung.

Waktu berita isinya Yusril, Lulung dan Ahmad Dhani mau jadi calon Gubernur, saya mikir “Buset, suram amat ini Jakarta yak?”

Saya lebih senang, pertarungan jabatan jabatan penting, dilakukan oleh orang orang baik saja. Biar yang lain hanya bisa menonton karena tidak bisa memasang “jagoan” mereka. Coba dilihat, 3 calon Gubernur itu tidak ada yang orang partai lho. Ahok bukan. Anies bukan. Agus bukan (karena dia dari militer).

Konstelasinya pun jadi menarik: Ahok (praktisi) – Anies (akademisi) – Agus (militer).

Saya suka bingung dengan pernyataan orang yang bilang “Yaaaah sayang, kok orang baik diadu dengan orang baik?”. Lah ya mendingan kelak untuk semua kesempatan jabatan jabatan penting negara, dipertarungkan antara orang orang baik saja. Bayangkan setiap kesempatan menjabat jadi pejabat publik, isinya orang orang baik dan keren. Kan Indonesia-nya juga keren. Selama ini kan yang kampret kampret ikutan pencalonan karena yang baik baik pada gak mau.

Kita bikin suatu hari, yang kampret Cuma bisa cengo doang karena ga dapet peluang untuk ikutan ngambil jabatan tersebut. Mereka Cuma bisa berharap dapat cipratan doang, makanya akhirnya mereka pada numpang nama baik orang.

Bicara soal kampret kampret Cuma bisa numpang nama baik orang, ini terjadi di semua calon Gubernur.

Ahok, ditumpangi PDI-P yang ada si Ibu random dan moody tukang ngacak konstelasi politik Indonesia. Nasdem yang ada bang bewok. Hanura yang ada Wiranto (doi terkait kasus HAM, makanya mungkin itu alasan dia kerjanya nyamar mulu) dan Golkar yang ada Setya Novanto (aduh, orang ini) dan track record sebagai partai paling besar efeknya terhadap busuknya kondisi politik sejak era 32 tahun Soeharto menjabat.’

Anies, ditumpangi Gerindra yang ada Prabowo dengan kasus HAM yang belum usai, Fadli “si selalu blunder” Zon dan PKS yang ada… PKS-nya.

Agus, ditumpangi Demokrat yang ada SBY si susah terima dia sudah bukan Presiden dan bikin 4 album pas jadi presiden tapi pas nganggur malah ga bikin album eh malah sibuk ramein politik. Ada PAN si idiologi partai jadi gak jelas karena setiap pileg isinya artis artis semua sehingga malah lebih mirip manajemen artis dari pada partai politik. PPP yang kadernya ketika jadi menteri agama terbukti korupsi dana penyelenggaraan haji. PKB yang track record buruknya terlihat paling sedikit dibanding yang lain (ada, tapi gak se-megah yang lain) karena mungkin memang tidak pernah dapat peluang yang lebih besar saja.

 

Terus terang kalau menurut saya, masing masing calon Gubernur, bawaannya sama saja buruknya.

Nah tapi saya kurang peduli dengan bawaan calon lain. Calon saya ini nih. Dalam bawaannya, ada banyak sekali nama nama menyebalkan. Mereka semua pada masuk kantong kresek yang Mas Anies bawa. Saya tahu ada banyak sekali yang kecewa dengan pencalonan Mas Anies yang diusung Gerindra dan PKS. Banyak yang pergi menjauh meninggalkan Mas Anies. Justru ketika Mas Anies butuh teman temannya, banyak yang pergi.

Saya sulit pergi. Karena saya tahu, dia butuh saya. Dan karena saya tahu kalau semua teman temannya pergi meninggalkan dia, akan hanya tersisa Anies, PKS dan Gerindra. Ohiya, dan Sandi Uno.

Saya tidak mau jadi teman yang jalan bareng ketika suasana baik baik saja tapi justru lari ketika dia memutuskan untuk masuk kapal perompak dan mengambil alih kemudi. Membajak kapal Bajak laut. Goks.

Maka saya memutuskan untuk bertahan. Ada di dalam. Sedekat mungkin dengan Mas Anies. Untuk menghadapi Gerindra dan PKS yang menurut saya sering bikin blunder yang menyebalkan. Contoh: Puisi Fadli Zon di deklarasi pencalonan Anies – Sandi yang membuat pertarungan Gubernur ini jadi seperti perang agama. Coba lihat muka Mas Anies deh waktu Fadli Zon baca teks yang dia sebut puisi itu. Mukanya kayak dalam hati bilang “This nigga…..”

Puisi Fadli Zon ini menunjukkan bahwa dia tidak jauh beda dengan alay alay fans klub EPL yang kalau mendukung sebuah klub, harus menghina klub lain. Sementara saya dan banyak orang lain mah sudah dewasa. Kami bisa mendukung sesuatu tanpa harus membenci yang lain. Tau nggak kenapa ada barisan “Asal bukan MU”? Karena umumnya fans ManUtd itu nyebelin, kerjanya ngetawain dan ngejelekin klub lain mentang mentang prestasinya mentereng. Hal sama bisa terjadi terhadap kampanye Anies – Sandi kalau Fadli Zon, Gerindra dan PKS dalam kampanye-nya merendahkan Ahok. Kalau PKS dan Gerindra ingin menang, jangan bikin orang hilang selera gara gara lihat kampanye yang kerjanya menghina ras dan agama serta menjatuh jatuhkan orang. Kampanye negatif itu bukan kampanye hitam. Gerindra dan PKS harus belajar itu dulu.

Jadikan pertarungan ini mengenai gagasan. Bukan ras dan agama.

Ini bukan pertarungan orang cina vs orang arab vs orang jawa. Jaman batu banget pertarungannya. Ini 2016!

Ini pertarungan orang yang keliatan punya kinerja bagus, orang yang orientasinya pendidikan, dan… orang yang…. Okay saya ga tau Agus ini orangnya bagaimana.

 

Ahok itu keren, lagi. Gimana sih?

Ini Gubernur, yang menurut saya sulit dipungkiri kinerjanya.

Yang lebih keren dari Ahok adalah, kampanyenya bertumpu pada kinerja dan kebijakan. Emang harusnya begitu kalau kampanye. Saya lihat dengan mata kepala sendiri betapa banyak Kali jadi pada bersih. Saya lihat kalau berangkat mengantar anak sekolah pagi pagi, ngelewatin beberapa Kali, selalu ada excavator lagi kerja.

Gini deh, kalau memang bersihin kali itu gampang, kenapa Gubernur lain tidak ada yang melakukannya?

Mobil saya pernah diderek DLLAJR. Saya sampai debat dengan orang yang ngederek. Dia bilang

“Kami gak berani macem macem mas sekarang. Kalau sudah aturannya, ya kami lakukan. Pak Ahok galak, kemarin atasan kami baru dicopot karena ga bener kerjanya”

Lalu, satu hal yang Ahok lakukan yang menyentuh saya di hati, adalah rencana dia membuat trotoar yang lebih lebar. Orang yang nonton Mesakke Bangsaku (2013-2015) pasti tahu keresahan saya soal ini.

Nah pertanyaanya kemudian, kalau saya percaya Ahok kerjanya benar, mengapa saya pilih Anies?

Karena saya percaya, kita bisa mencapai hal hal baik di Jakarta dengan CARA yang lebih baik.

Satu satunya kekurangan Ahok di mata saya (ini di mata saya ya, berarti subjektif. Orang belum tentu merasa hal yang sama. Ini yang saya pribadi rasakan – dikasi disclaimer biar ga dipelintir kampret kampret yang berkeliaran) adalah caranya dalam memimpin Jakarta. Mulutnya, sering jadi petaka untuk dirinya sendiri. Mulutnya membuat orang kesulitan membela dia. Mulutnya bahkan membuat orang orang baik membenci dia. Saya bahkan tidak mempermasalahkan posisinya dalam reklamasi Jakarta dan penggusuran penduduk. Siapapun gubernurnya, akan menginjak kubangan sulit seperti tadi. Tapi cara Ahok membawa dirinya di depan publik, itu yang kurang sreg untuk saya.

Kalau publik suka marah karena komika di TV nasional suka ngomong kasar, saya memaklumi ketika banyak yang juga kesal melihat Ahok maki maki di TV juga.

Saya suka bingung bagaimana teman teman saya yang saya yakini baik terpecah soal Ahok. Bukan karena ras dan agamanya. Tapi karena caranya dalam memimpin Jakarta. Sering saya berpikir “Apa harus begitu ya? Maki maki dan nunjuk nunjuk orang. Memang harus keras kalau mau memimpin Jakarta. Tapi bahkan Foke dan Bang Yos yang kita sebelin waktu itu gak pernah kayak Ahok begini mulutnya.”

Nah saya tahu ini hanya masalah selera. Teman teman saya banyak sekali yang lebih suka cara Ahok yang apa adanya daripada yang sok santun dan normatif.

Masalahnya, saya punya keresahan yang berbeda.

Kalau anda mengikuti karya saya dari 2008. Baik itu rap, buku bahkan stand-up, anda akan tahu bahwa keresahan terbesar saya ada pada persatuan. Dan cara terbaik dalam penyelesaian masalah Indonesia, adalah pendidikan.

Ahok, akan kesulitan jadi jembatan yang menyatukan Bangsa ini.

Menurut saya, jembatan itu adalah Anies Baswedan.

Indonesia saat ini, butuh sosok seperti Mandela.

Saya tidak bilang Anies itu sama dengan Mandela lho ya, jangan dipelintir lagi pret, yang saya bilang adalah kita butuh orang seperti Mandela. Yang sampai ditinggalkan kawan kawannya sendiri, karena memutuskan untuk berdamai dan mengajak kerja sama orang orang yang dulu menyiksa dia dan kaumnya. Karena dia tahu, yang dibutuhkan negaranya, adalah persatuan. Karena dia tahu, persatuan lah yang akan membuat pembangunan progresif.

Mari saya jelaskan.

Saya tahu, anda benci PKS. Tahu tidak kenapa anda tidak pernah bisa menghilangkan orang orang macam yang mengisi PKS? Karena sebagaimanapun anda benci dengan PKS karena mereka mendagangkan agama, sering menghasut dan memfitnah (ingat Jonru? PS: Saya tahu anda membaca ini Jon. Anda suka memfitnah, jangan coba coba ngeles), sebagaimanapun anda merasa mereka jahat, mereka tidak akan pernah bisa hilang. Anda tahu mengapa?

Karena di dalam kepala mereka yang ada 2 titik hitam di jidatnya karena katanya sering Shalat padahal secara ilmiah tidak masuk akal orang sering sujud bisa hitam jidatnya dan penghitam jidat itu di jual di depan masjid setiap Jumatan, mereka tidak merasa mereka jahat. Mereka merasa, merekalah orang baiknya.

Setiap kali anda menentang mereka, tentangan anda jadi bensin yang membakar perjuangan mereka. Semakin anda tentang, semakin mereka yakin, mereka ada di jalan yang benar.

Dan karena semua orang yang sebal dengan PKS menghindari dialog dengan PKS, maka kita tidak akan pernah bisa memahami mereka. Anda tahu kan prinsip saya: Mencoba memahami sebelum membenci. Karena setiap kali saya mencoba memahami, pada akhirnya, saya tidak lagi membenci.

Kalau semua elemen yang anda anggap tidak sejalan dengan anda didorong jauh, kapan kita mau bersatu? Tentu argumen anda adalah “Saya tidak mau bersatu dengan penjahat”. Nah masalahnya, orang itu tidak merasa dirinya jahat. Termasuk Prabowo yang waktu itu mengaku menculik mahasiswa. Prabowo merasa, itu hal yang benar untuk dilakukan, demi kebaikan bangsa dan negara. Saya tahu ini sulit untuk dimengerti, tapi kemungkinan adalah karena anda memutuskan untuk tidak mau mencoba memahami.

Anda tahu tidak mengapa anak nakal di sekolah tetap jadi nakal? Kenapa pelaku bully tetap nge-bully? Karena semua yang suka nge-bully pada akhirnya dijauhi. Padahal, si tukang bully ini, sesungguhnya korban. Ada sesuatu yang terjadi pada dirinya entah di rumah atau di mana yang membuat dia seperti ini. Suka nge-bully, adalah sebuah dampak dari sesuatu yang terjadi pada dia. Saya belajar ini ketika terlibat dalam Gugus Kerja Penanganan Kekerasan Pada Anak di Kemdikbud. Tukang Bully justru harus dirangkul, ditanya apa masalahnya, dibantu untuk diselesaikan. Bukan ditempeli label anak jahat dan dijauhi seluruh anak baik di sekolah. When you don’t have any friends at school, you start making enemies. Because fighting is the only form of communicatin left to have.

Itulah prinsip yang harusnya diterapkan di Indonesia.

Itulah mengapa Indonesia butuh jembatan.

Itulah mengapa saya pilih Anies Baswedan.

Lagipula, saya selalu berorientasi terhadap pendidikan. Punya Gubernur yang seorang pendidik dan beroritentasi pada pendidikan, adalah ideal bagi saya.

Mohammad Hatta tahun 1927 pernah menulis “Pemimpin adalah pendidik dan pendidik adalah pemimpin”

Lalu, bagaimana dengan kecakapannya? Mampukah Anies? Lha wong kemarin jadi menteri aja dipecat. Memang prestasi dia sebagai Menteri pendidikan apa?

Pertanyaan menarik.

Memangnya setau anda, kinerja semua menteri pendidikan sebelum dia apa? Anda bisa jawab gak prestasi mereka? Setidaknya, saya bisa jawab prestasi Anies:

  1. Membatalkan UN sebagai syarat kelulusan. Sesuatu yang diperjuangkan aktivis pendidikan sejak begitu lama yang akhirnya dirayakan oleh mereka ketika akhirnya dicapai oleh Anies. Keputusan ini dia ambil walau harus bertentangan dengan Wakil Presiden RI: Jusuf Kalla.
  2. Menunda kurikulum 2013 (Itu lho, yang acuan pendidikannya “Mengajarkan kimia kepada murid untuk membuat murid menghargai kebesaran mukjizat Allah SWT”) kepada mayoritas sekolah dan hanya menerapkannya kepada beberapa sekolah saja sebagai proyek percontohan.
  3. Menjadi Menteri pertama yang secara resmi melarang MOS dan Perploncoan. Dalam surat edarannya, guru yang membiarkan, bisa kena hukuman. Dulu dulu, tidak ada keterlibatan kementrian dalam hal ini. Mereka tahu, tapi mereka tidak bersikap. Ada satu – dua ospek yang muncul di berita (karena TV berita memang konsisten dalam menyuguhkan anda pemirsa Indonesia, kabar kabar terburuk di Tanah Air) tapi secara umum, prakteknya berhenti.

Ada beberapa kebijakan dia yang publik tidak tahu atau tidak anggap penting, tapi buat saya buagus banget:

  1. Program sertifikasi guru untuk meningkatkan kompetensi guru. Karena banyak guru guru tidak berkualitas akan menghasilkan murid murid tidak berkualitas. Dan percaya sama saya, banyak banget guru yang kualitasnya layak dipertanyakan.
  2. Mendirikan Direktorat Keayahbundaan. Kalau anda baca baca koran, anda akan tahu betapa banyak orang tua clueless di jagad raya Indonesia ini. Banyak orang tua yang dalam pendidikan anaknya, melepas anaknya 100% ke sekolah karena merasa itu peran yang dia serahkan ke guru guru. Biar ga pusing. Padahal, justru orang tua harus terlibat dalam pendidikan anak dan dirjen ini kelak akan memaksa orang tua untuk mau terlibat dalam pendidikan anak.

 

Lalu, kalau kinerjanya bagus, kenapa dia dipecat?

Ada banyak versi:

  1. Anies keliatan banget ambisinya mau jadi Presiden. Konon kabarnya, kalau dia lagi kunjungan kerja, keliatannya kayak orang lagi kampanye. Salah satu kejadian yang menarik adalah ketika Anies bikin Gerakan orang tua mengantar anak di hari pertama sekolah. Gerakan yang Anies gagas ini, tiba tiba berdampak lintas kementrian. Yang tadinya tidak mengijinkan pegawainya ijin mengantar anak, tiba tiba beberapa kementrian memutuskan untuk bikin surat keputusan memberi ijin untuk menjalankan apa yang Anies gagas. Lintas kementrian, tanpa koordinasi Presiden. Dengar dengar, Anies dipanggil Jokowi gara gara ini.
  2. Karena Menteri Pendidikan selalu jadi jatahnya perwakilan Muhammadiyah. Kalau anda perhatikan, dari tahun ke tahun memang seperti itu dan yang menggantikannya, memang orang Muhammadiyah. Muhammadiyah ngomong ngomong memang punya kepedulian terhadap pendidikan juga. Lihat saja berbagai SMA dan Universitas yang mereka dirikan dan jalankan. Mungkin Jokowi gerah dirongrong terus.
  3. Kinerjanya emang jelek saja. Salah satu yang sering muncul ketika membicarakan kinerja, adalah soal KIP yang terhambat. Mungkin, ada hal hal lain. Saya juga kurang paham.

 

Jadi, kesimpulannya bagaimana?

Kesimpulannya:

Saya Pandji Pragiwaksono, akan mendukung Anies Baswedan maju menjadi calon Gubernur.

Saya ingin punya gubernur Jakarta yang punya kepedulian terhadap pendidikan.

Yang punya cara lebih baik dalam mengelola Jakarta.

Saya memutuskan untuk tidak meninggalkan Anies kendatipun penumpang penumpang liarnya, karena dengan begitu tidak akan ada poros kekuatan yang menemani dia menahan desakan desakan blunder dari Gerindra dan PKS.

Saya tidak akan menghina dan menjelekkan kandidat lain apalagi Ahok. Karena saya sangat suka denga kinerja dan prestasinya. Yang saya tidak satu selera, adalah dengan caranya yang saya yakini membuat dirinya sulit bisa jadi elemen pemersatu. Sesuatu yang dirindukan tidak hanya warga Jakarta, tapi Bangsa Indonesia.

Kalau pendukung calon lain mau menghina dan mencibir Anies, silakan saja. Tapi saya ingatkan, itu hanya akan membuat anda terkesan tidak pede dengan calon anda. Kesannya anda tidak bisa terlihat tinggi, tanpa merendahkan orang.

Your choice.

Anda tahu apa artinya jadi orang merdeka?

Orang disebut merdeka, karena punya pilihan.

Jangan hilangkan pilihannya, tapi sediakan yang lebih baik.

Jadilah orang merdeka.

Pilih.

 

 

285 thoughts on “Pilih”

    1. Pak anies bukan orang yg tepat utk menjadi gubernur Jakarta..
      1. Dia bukan orang yang berani melawan arus pd saat dibutuhkan.
      2. Dia bukan orang yang berani berkata TIDAK pada DPRD/organisasi yang minta macem2..
      3. Dia bukan seseorang yang berpengalaman dalam hal2 teknis dan praktis di lapangan.
      4. Dia tidak menguasai mencari penyebab permasalahan dan solusi atas tata kota, kemacetan, banjir dll..
      5. Dia bukan tipe orang yang berani memecat bawahan..
      6. Dia tidak kompeten atau jeli dalam menemukan rules yang menyimpang dalam sebuah birokrasi.
      7. Dia bukan orang yang cerdas dan intelek seperti ahok yang menguasai banyak bidang.
      8. Dia bukan seorang yang kompeten utk mengawasi dan monitoring dalam proses pekerjaan sebuah proyek.
      9. Dia terlalu banyak bicara ttg idealisme dan tidak banyak bekerja / hasil minim. Tidak pernah ada realisasi nyata / karya besar utk itu.
      10. Dia ama sandiaga bukan orang yang tegas dan berani melawan partai nya, bisa diperalat, distir oleh orang-orang di partai yg sudah mendukungnya. Hanya Ahok yang berani mendeklarasikan sebagai calon gubernur dgn dukungan tanpa syarat. Yang lain ada mahar nya dan itu mengerikan..

      Semoga pembaca cerdas dan bisa melihat lebih dalam lagi kekurangan Anies Baswedan.. Dia dipecat dari menteri pasti ada sebabnya. Tidak mungkin seorang yang berprestasi dan memberikan kontribusi besar dalam bidangnya bisa dipecat oleh presiden, karena presiden akan menghadapi tekanan publik yang sangat besar.

      Pilihlah yang berani, cerdas, kerja, jujur.

      #TETAPAHOK

      1. Eh gan banyak alasan buat re shufle mentri.
        Ente ngajak pembaca suru jadi orang cerdas, ente sendiri ?? (intropeksi diri aja) kalo orang baik gak ngejatuhin orang.

      2. sangat setuju analisa anda realistis, tidak bisa kita hanya sebatas memilih calonnya saja tetapi yang lebih penting siapa di belakangnya

      3. Pak ahok bukan orang yg tepat utk menjadi gubernur Jakarta selanjutnya :
        1. Dia orang yang sering menyalahkan orang lain atas tanggung jawabnya
        2. Dia orang yang pintar mencari opportunity, bukan besar dengan karya, naik bersama nama jokowi dan meninggalkan banyak PR di belitung
        3. Dia bukan seseorang yang berpengalaman dalam hal2 teknis dan praktis di lapangan. teknis dilapangan diserahkan ke satpol PP bersenjata dan tim ahli
        4. Dia menguasai penyebab permasalahan dan menguasai solusi atas tata kota, kemacetan, banjir. sehingga mendapatkan penghargaan “Perencanaan terbaik nasional” tp tak menguasai realisasi, shngga janji kampanye atasi banjir dan macet hingga saat ini belum bisa diatasi
        5. Dia orang yang berani memecat bawahan, salah sedikit pecat, dikira baik tapi itu bukan prestasi, Di bandung bawahan semua slalu diberi semangat juga di bina dan disekolahkan ke Singapore, Kinerjanya terbaik se-Nasional saat ini, yang melakukan rencana KKN baru di pecat. Jakarta kapan?
        6. Gusur dan bangun infrastuktur bukan prestasi, tapi keharusan. sebab memang dananya ada, dan semua pemerintah daerah jg seperti itu… membina masyarakat madani dan sejahtera baru prestasi.
        7. Dia bukan orang yang cerdas dan intelek seperti pak Anies yang menguasai banyak bidang. (Track record pak anies lebih baik dibanding pak ahok yang hanya bagus dan dikenal saat jadi gubernur saja) *silahkan liat riwayat hidup
        8. Dia hebat sering marah2 dan memecat para orang2 yang diduga korupsi, tapi belum mampu mencegah korupsi itu sendiri, padahal beliau sempet diduga kena kasus juga, beruntung gada yg bisa mecat.
        9. Dia seringkali berbicara bahasa yang tidak baik, pemimpin adalah panutan, yang melihat masyarakat banyak berbagai umur. Beliau adalah Gubernur harus dewasa menghadapi masalah
        10. Dia bukan orang yang konsisten, walau sempat dikampanyekan Independen dia tetep butuh partai, seperti sebelumnya loncat2 partai dimulai saat masih di belitung, naik jd wagub, dan pas jd cagub… PDIP dukung ga heran, sebab kader PDIP jadi wakilnya di Pilkada, simbiosis

        Semoga pembaca cerdas dan bisa melihat lebih dalam lagi kelebihan Anies Baswedan.. Dia dipecat dari menteri pasti ada sebabnya(?). Sebab Menteri Ibu Puan Maharani adalah anak megawati kader PDIP sama seperti pak Presiden kader PDIP yang prestasi kementriannya melebihi prestasi pak anies, jadinya ga di pecat… sedangkan pak Anies Kerjanya bagus, berpeluang jadi Presiden… dan… Politik itu sadis

        Pilihlah yang berani, cerdas, kerja, jujur, dan Baik.

        #PILIHANIES

        1. Jawaban buat Mas Ihsan:

          1. Kalau bawahannya memang saah dan kita bisa melihat dia selalu menjelaskan dan masuk akal, apa salahnya?

          2. Kalau Ahok cari opportunity kenapa dia tidak santun2 dengan DPRD dan diam saja yg penting untung toh dapat komisi juga? (lihat saja gubernur2 sebelumnya yg oportunis semua)

          3. Itulah gunanya satpol PP dan tim ahli, masak Gubernur harus mengurusi satu persatu ke lapangan? Job scope gubernur itu jauh lebih banyak dari yg kita bayangkan boss!

          4. Siapa pun gubernurnya pasti tidak bisa menghilangkan macet dalam waktu singkat, karena kita perlu membenahi transportasi umum, yg sudah dimulai Ahok dan itu butuh waktu (MRT selesai 2019). Nothing is built overnight.
          Kalau soal banjir, silahkan tanya orang2 yg tinggal di JKT dan mereka pasti merasakan perbaikan soal hal ini, dan semua berubah lebih baik butuh waktu, step by step.

          5. Bandung dapat penghargaan dkk dsb, tapi nyatanya di Bandung perubahan yg terlihat hanya masalah tepi, tidak menjangkau inti masalah, kmacetan pun semakin menjadi2, banjir pun demikian. Ini yg sy alami dan sy lihat sebagai warga Bandung.

          6. Kalau itu bukan prestasi soal hal gusur bangun, kenapa Gubernur2 sebelumnya tidak mampu menjalankannya ?

          7. Ya Pak Anies memang berprestasi, tetapi hampir semua track record dia dilakukan sebagai akademisi dan di lembaga yang kurang praktisi, jadi ini kurang relevan untuk masalah2 yg dihadapi JKT.

          8. Beliau marah karena sudah lihat anggaran yg diubah2 dan disisip2i, apakah masih perlu baik2 dengan orang yg sudah berani2 membelok2an anggaran negara? Ini keterlaluan kalau menurut orang2 yang sudah bayar pajak.
          Dan Ahok sudah berkali2 terbukti oleh KPK bahwa dia bersih, hanya saja dia sering berusaha difitnah dan disangkut pautkan dengan kasus2 untuk menjatuhkannya, nampaknya anda pun termakan oleh fitnah2 ini.

          9. Panutan, role model, is leading by action not with sweet talk.

          10. Politik memang butuh kelihaian, dan sebagai independen, Ahok diberi masukan oleh mantan ketua KPU bahwa banyak sekali kemungkinan beliau dijatuhkan ketika maju independen, karena itu beliau harus memilih jalan terbaik, dan beliau berhasil membuat partai2 terpaksa berubah untuk mendukung tanpa syarat, dan ini adalah hal yg luar biasa.
          Dan yang terpenting, apakah dia dicalonkan partai atau independen, beliau bekerja untuk rakyat sepenuhnya, dan kita sudah melihat itu selama ini.

          Sekian dan salam damai.

        2. sekeren2nya mas panji nulis blog ini tentang ANIES BASWEDAN
          tetep aja cara kampanye Anies baswedan terkesan kosong ga ada mutu
          visi dan misi kampanye pun kosong tanpa mutu

          udah baca berita tentang semua janji2 teken kontrak politik sana sini
          alangkah luar biasanya semua lokasi di janjiin ini itu kontrak sana kontrak sini

          yg belom didenger malah rencana konkrit apa yg akan dia lakukan
          cuma sibuk menjelekkan program yg udh ada, tp yg bagus mau dilanjutin
          enak benerrrr

          Buat saya jelas berbeda kendaraaan politik ahok dan anies
          seorang ahok ingin membuktikan dia bisa independen
          tp negara ini membuktikan betapa bobroknya proses demokrasi tanpa sebuah partai sampe dikeroyok sana sini mencari cara agar ahok ga bsa independen
          sampe mau bikin2 peraturan2 baru yg menyulitkan calon independen
          dan hasilnya? kita skrg membuktikan bahwa belum byk org baik yg bsa mendukung independent utk merdeka dari partai

          simple logic nya ahok sudah dan telah membuktikan bahwa dia seorang gubernur yg lebih2 baik dari gubernur2 sebelumnya , bahkan mas panji mengakui hasilnya, belom lagi BIROKRASI keparat yg sudah dirombak habis2an ,saya yakin AHOK jg seperti seorang ANIES dan PANJI yg ingin melakukan sesuatu untuk bangsa tercinta ini
          KALAU SAYA JADI ANIES kenapa sy tidak mendukung AHOK? tanpa embel2 apapun jg bisa toh image seorang ANIES pun sudah bagus , and who knows one day dia jg bisa mencari dukugan independent tanpa partai? ahok bisa jadi pelopor dan yg lain bsa mengikut , jika tujuannya adalah menempatkan orgbaik di posisi strategis? dibanding harus jadi org yg ga punya harga diri, dan integritas, kenapa ga punya harga diri? karna menurut sy sangat menjijikan utk seorang yg dlu begitu nyaring utk tidak mendukung prabowo, tp sekarang berbalik berkata prabowo is alright. SUNGGUH akan lebih elok jika seorang ANIES maju didukung oleh demokrat bukan GERINDRA. buat saya ini sungguh desperate bgt seperti seolah2 kalo ga ikut pilkada ini karier politik anies akan tamat.

          KALO MAS PANJI mau mendukung ANIES dgn kapal penuh perompaknya
          kenapa ga mas PANJI dan ANIES tdk mau mendukung AHOK dengan Dunia yg penuh dengan perompaknya ? DIMANA SUARA KITA KETIKA DPR bergotong royong mau menghancurkan peraturan calon independent?

          salam politik dunia sandiwara

      4. http://news.detik.com/berita/3333269/janji-dobelkan-kip-kjp-anies-ganti-gubernur-lebih-besar-manfaatnya?_ga=1.155830259.970438755.1465006387

        Ini bro kualitas gubernur nya? g jg bsa kok kalo modal begini ngiming2in duit ke rakyat kecil doank ? begini yg dibilang intelek dan akademik? ternyata cuma segini doank kualitasnya. Tp beneran d mas pandji coba dibaca semua celotehan pak Anis kok bener2 rusak yah imagenya , smua dijanjiin ini itu yg menurut kita baca jg terkesan bullshit bgt . visi misi ga ada kuat2nya begitu yg bagus cma bilang dilanjutin yg jelek dijelek2in. ga ada terobosan ga ada inovasi, jujur malah lebih respek ke mas agus seengganya dia ga menyerang individu, sedangkan pak Anis terkesan bsanya cuma ngejelek2in ahok yg udah jelas2 ga jelek. Pak ANIES menurut saya adalah gambaran gubernur2 seperti yg sudah2 modal janji selangit, pelaksanaan nya nengkurep.

      5. Bener. Kalau Pandji berani mencoba untuk mengerti Pak Prabowo maupun Fadli Zon. Saatnya untuk emncoba mengerti Wiranto dan orang dibelakang Ahok.

        Kedua, ini bukan soal tambah2an mana calon yg baik plus partai yg baik. Kalau menurut pandji anis yg baik bernilai 1, maka partai yg buruk bernilai 0, jika ditambah jadi 1.
        Ahok separuh baik, saya kasih separuh, partainya separuh baik saya kasih separuh, ditambah jadi 1.

        Tapi gak bisa gini, karena nantinya di pemerintahan ga sekedae ditambahkan, tp ada interaksi antar mereka. Anies yg menurut saya terlalu berkompromi tidak akan mampu mandiri dari partai dibelakangnya.
        Karakteristiknya beda dengan Ahok yg memang mandiri.

        Akhir-akhir ini saya melihat pak Ahok sudah berani mengubah caranya bicara, saya melihat nilai yg sebelumnya 1/2 jadi 3/4. Makin mantaplah saya pilih Ahok.

        Pilih.

    2. Konstelasinya pun jadi menarik: Ahok (praktisi) – Anies (akademisi) – Agus (militer).

      Ahok (praktisi) – just do it
      Anies (akademisi) – think too much

      Ini pertarungan orang yang keliatan punya kinerja bagus, orang yang orientasinya pendidikan, dan… orang yang…. Okay saya ga tau Agus ini orangnya bagaimana. (kinerjanya bagus berarti sudah memberi bukti, kenapa harus memilih orng yang memberi janji)

      Ahok itu keren, lagi. Gimana sih?
      Ini Gubernur, yang menurut saya sulit dipungkiri kinerjanya.
      (memberi bukti bukan janji)

      Yakin janji Anies terbukti? Yang jelas-jelas aja… yang sudah membuktikan janjinya

  1. Dibanding tulisan justifikasinya Jonru ( i know i know, gw ngerasa kotor sendiri membandingkan pandji sama jonru, tapi lo ngerti lah maksud gue) tulisan ini jauh lebih menghargai kecerdasan pembaca

    Overall, calon2 di pilgub ini jauh lebih baik dibanding pilgun yg sama 4 tahun silam. semoga pendukungnya juga bisa memperbaiki diri.
    pilihan kita berbeda bang, gw somehow nggak percaya pak anies berani ngelawan patron nya seperti yg dilakukan ahok dulu. itu aja poin gw

    1. Setuju, pak anies terlalu lembut dan santun… Jakarta itu ibaratnya hutan rimba, harus ada polisi hutan kyk tarzan yg ditakuti.. Klo buat jadi presiden baru cocok tokoh yg pemersatu dan lembut spt pak anies dan jkw

    2. terus lo kira pak Ahok berani ngelawan ibunda yg ngusung dia? pdip ga akan berani resiko dukunga pak Ahok kalo dia ga tau cara controll pak Ahok, liat aja pak Jokowi, ga bisa berkutik didepan ibunda. menurut gw satu blunder pak Ahok adalah ketika menerima pinangan ibunda.

        1. Lol.. Simple amat bandinginnya. Gerindra oposisi dan gk ada pengaruh sama kepentingannya. Krn gerindra bukan partai terbesar. Kalau sama PDIP kagak akan berani dia bersikap spt itu. Sendiko dawuh sama simbok dia :v

        2. Terbukti kalau Ahok diobok-obok terus oleh Gerindra dkk, bukan Gerindra yang diobok2 Ahok. Keluar dari partai juga main selonong aja, apa Ahok pantas sebagai role model?

      1. Wahahaha.
        Prabowo aja yg mantan jendral trus dibilang macan asia(atau kucing asia) aja berani dilawan sama Ahok, apalagi emak-emak moody?
        Kagak salah? Nanyain Ahok berani melawan atau ga?

      2. Sepertinya bukan PDIP mau kontrol Ahok. Fakta: Ahok itu ga bisa dia kontrol. PDIP itu bukan partai baru, semua langkah pasti ada survey dan taktisnya. Yg benar: PDIP tidak bisa ambil resiko kalau TIDAK usung Ahok. Kalau kita punya lumbung pendukung banyak, kita nggak mau resiko bikin tercerai berai. Inilah PDIP dan Golkar. Buat Ahok, partai itu cuman kendaraan. Kendaraan menuju kemana? Mensejahterakan rakyat. Bagi politikus lain mungkin kendaraan buat memperkaya diri dsb.

        Pilih sih kemerdekaan. Tetapi jgn lupa kemerdekaan kamu mempengaruhi masa depan org banyak. Lihat warga yg digusur butuh tempat tinggal layak, pendidikan dan pengobatan dibenerin.

        Bang Anies kualitasnya bagus. Saya nggak soal Prabowo atau PKSnya, tapi kemampuan bang Anies menurut saya blom cukup klo cuman pendidikan doang.

        Just not the right formula (yet) for Jakarta. Ahok terbukti buat apa diganti?

      3. Prinsip pak Ahok, membebaskan siapapun mendukungnya. Intinya ketika nanti mendapat amanah kembali “you jgn ganggu gue, jgn intervensi gue”
        SUDAH TERBUKTI kok di Gerindra kemarin , yg sempet bikin Pak Subianto ‘ngambek’ .

  2. Semakin dibaca, semakin ga mau liat titik terakhir dalam tulisan ini. So good dji, dulu ada jargon tiap pilkada bahkan pilpres : pilih yang terbaik dari yg terburuk. Tapi untuk pilgub dki, bener kata lo, kita bisa pilih yg terbaik di antara yg terbaik (minus agus yg msh misteri karena semua tentu masih buta soal kepemimpinan dia dalam leadership pemerintahan).

  3. Hal paling penting dan mendasar yang dikerjakan Ahok saat ini adalah mengurangi begal APBD. Keuangan yang bersih itu dasar segala hal. Gak semua sanggup bersih-bersih, malah banyak yang KO. Yang jelas-jelas sekelas Ahok (atau mungkin malah lebih baik) soal ngebersihin keuangan ini paling ya Bu Susi, Bu Sri Mulyani. Jadi menurut saya sih Ahok sudah kandidat yang paling oke banget.

  4. Understand all of your reasons, and that’s ok, afterall he’s your friend. You shouldn’t leave a friend, even when they are wrong.
    Cuma sedih aja pas inget ini : https://youtu.be/r0iVrQXveOM
    Semua yang dia tidak mau diasosiasikan dengan itu, sekarang join dengan dia. Just sad 🙁

  5. IMO kinerja pak anies sbg mentri yg panji sebut aku rasa itu emang programnya jokowi misal bukan pak anies yg jd mentri pun hal itu bakal dilakuin. tapi gebrakan yg spektakular aku rasa gak ada atau mungkin harapan aku terlalu tinggi utk pak anies jd ketika pak jokowi pecat dia aku rasa wajar. Krn aku jg termasuk yg kecewa.

  6. Makasi bg pandji buat tulisan super cerdasnya, mudah2an bisa membuka wawasan yg lebih lagi buat masyarakat Indonesia,Jakarta, terlebih anak-anak muda. Saya sangat setuju bahwa calon calon pemimpin bangsa ini harus orang cerdas vs orang baik vs orang keren, bukan orang goblok vs anak jin vs koruptor. Semoga pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur kali ini dapat menginspirasi daerah lainnya,terkhusus daerah saya Medan&Sumatera Utara yang birokrasi pemerintahannya masih sangat primitif. Salam dan sukses terus bg Pandji, Hidup Ahok!

  7. Nice reading and insights. Kali ini benar benar bisa dilihat persaingan ketat antara baik dan lebih baik, pas dan lebih pas, juga simply mendidik pendewasaan masyarakat jakarta yang sangat multilayer, multi etnis dan multi values.

  8. Saya terlalu “rebel” untuk tidak suka sama Ahok karna mulutnya yg kasar. Kasar sama Lulung dan sejenisnya. Saya gak pernah liat Ahok kasar sama “warga yg baek2 aja”.
    Saya tetap pilih Ahok. 🙂

  9. Maaf kita beda mas, Ahok terbukti tidak bisa disetir partai. Menurut saya kalau Ahok sebelum selesai baca si zonk sudah didamprat tanpa perduli karena ini masalah prinsip banget.
    Negara ini banyak orang baik seperti Anies tetapi yang berani tidak populer bahkan dibenci untuk menegakkan keadilan sosial untuk semua warga jakarta.
    Kalau masalah komunikasi Ahok makin baik, marahpun digunakan untuk maling rakyat tidak buat orang yang baik.
    Jakarta butuh Ahok sebagai executor bukan thinker, dan saya yakin Ahok akan memberikan kerja yang terbaiknya di periode terakhirnya.
    Quote dibawah ini yang membuat saya yakin Jakarta akan lebih baik di tangan Ahok satu periode lagi!
    “I don’t want to make money, I want to make history”
    -Ahok-

  10. Artikel keren..
    Pak Anies memang ga usah di raguin dia punya kapabilitas jadi DKI 1..
    Untuk saat ini mungkin lebih baik melanjutkan kerja nya Pak Ahok, masih penasaran bakal jadi kayak gimana Jakarta kalau Ahok mimpin 1 periode lagi 🙂

    #MUFC :))

  11. Pas baca tulisan abang diatas malah banyakan senyumnya saya, padahal jelas2 ngomongin politik (satu hal yg dimana kebanyakan org bakal ngernyitin dahi kalo denger kata ini – entah karena nggak mau tahu ato emang beneran nggak tahu heu)

    Tapi kesimpulannya two thumbs up deh bang buat opininya, salut. Salah satu yg saya suka itu pas kalimat “Membajak Kapal Bajak Laut” hhahaha, aslinya bang goks.

  12. Anies dan ahok itu sama2 orang baik. Tapi kalo menurut saya, buat level jakarta kandidat yang paling memenuhi kriteria adalah ahok. Tidak perlu saya jelaskan apa saja yg telah ahok lakukan untuk jakarta, cukup anda liat apa saja perubahan2 yg telah dialami ibukota ini dan bandingkan dengan kinerja gubernur sebelum2nya. Anies masih belum teruji untuk memimpin kota selevel jakarta. Bukan berarti anies tidak mampu, tapi saya rasa anies masih butuh pengalaman lebih banyak lagi untuk mengelola birokrasi di ibukota ini, karena masalah di ibukota ini bukan hanya sekedar masalah pendidikan yang kita tahu dibidang ini anies tidak perlu diragukan lagi kemampuannya. Betul kata mas pandji, ini semua kembali ke selera masing2. Kalo saya pribadi sih mendukung keduanya untuk jadi pemimpin, tapi khusus jakarta saya pilih ahok. ✌️

  13. Tulisan yg sangat baik, informatif terutama bagian kinerjanya di kementrian yg banyak diragukan.
    Mas Anies & Agus dua orang yg saya yakini menjadi Presiden RI mendatang, tapi harus bertarung dlm Pilgub Jakarta 2017. Pilihan yg berat di antara yg terbaik. Mungkin jika memiliki kedekatan secara personal spt Mas Pandji akan lbh mudah memutuskan…

  14. menurut aku sih, emang mas Anis tu bagus, visioner. akan tetapi melihat dari kinerja mas Anis itu beberapa strategi nya tidak taktis. terlalu banyak diskusi yang panjang. sehingga kehabisan waktu eksekusi. hal ini yang dirasakan oleh beberapa kawan saya di kementrian pendidikan.

  15. Sayang, kali ini beda. Jakarta is tough. We need not only smart and kind but also brave. Dare to make a change. Saya pernah berinteraksi dengan kemendikbud setelah 2 thn AB jadi menteri dan saya tidak merasakan perubahan birokrasi di level bawah.
    Saya penggemar AB sebagai bapak bangsa. Mungkin belum u mengubah jkt yg kejam dan kotor ini. Kita masih butuh ahok u perbaiki jakarta.

  16. Assalllammualaikum wr wb…

    saya gak ikut memilih jkarta.. krn bukan warga jakarta.. tetapi setidaknya opini disini cukup baik..
    tetapi jikalau saya mesti memilih, akan terlihat sangat berbeda..
    Saya percaya dgn kemampuan pak anies, tapi tidak dgn pak prabowo nya sebagai pendukung dibaliknya
    Hal ini bsa saja terjadi suatu saat nanti saat bu risma selesai bertugas di kota saya, surabaya..
    Kalau memang demikian,, saya akan memilih meninggalkan bu risma,, bukan krn saya gak sayang bu risma,, tetapi saya lebih sayang sama diri saya,, krn gak mau ada lagi berada di mana masa takut2 diculik (meskipun uda bukan mahasiswa skrg) …
    Selamat memilih warga jakarta… gunakan pilihan dengan bijak demi kemajuan jakarta

  17. Kalau saya tetap Ahok, yg sudah terbukti kinerjanya yg praktis bukan teori, salah ya salah, bener ya bener, gak ada abu2, orang salah ya dimaki salah bukan didekatin untuk dibaikin, jakarta memang kejam, manusia2 yg hidup di kota ini memang liar, butuh penanganan yg keras tpi terukur sesuai aturan dan undang2 yg ada, apakah ada jaminan anies mampu melawan ganas nya maling2 duit rakyat di DPRD

  18. Ulasan yg menarik, cm satu hal org baik dan pintar bnyk, tetapi blm tentu terbukti jika sudah di beri kekuasaan..
    Ahok udh terbukti…
    Jika sudah ada yg terbukti ngapain pilih yg blm teruji?

  19. ngak konsisten anda P Pandji
    di paragraph terakhir “Kalau pendukung calon lain mau menghina dan mencibir Anies, silakan saja. Tapi saya ingatkan, itu hanya akan membuat anda terkesan tidak pede dengan calon anda. Kesannya anda tidak bisa terlihat tinggi, tanpa merendahkan orang.”
    tapi di banyak paragaraph lain anda sudah menghina, merendahkan P Ahok juga
    “Mulutnya, sering jadi petaka untuk dirinya sendiri. … ….. Tapi cara Ahok membawa dirinya di depan publik, itu yang kurang sreg untuk saya….”
    Minta orang berbuat sesuatu tapi anda sendiri tak bisa menjalani apa yg dinasehati.
    Intropeksi juga lah sendiri sebelum menasehati orang lain

    1. Maksud Mas Pandji pada tulisan itu kayaknya bukan menghina dan mencibir deh..
      Tapi meng-kritik… Menurut saya sih beda…

      Jadi pada intinya, Mas Pandji mengajak pembacanya ini mendukung siapapun pilihan mereka dengan cara tanpa menghina pilihan lain, tapi mendukung pilihan mereka dengan menonjolkan apa yang membuat mereka layak dipilih dan apa kekurangannya dibandingkan dengan pilihan lain.

      Ya jadi pemilih yang cerdas gitu…

  20. Mas Pandji, saya Fadel, mahasiswa FHUI, sekarang menjabat sebagai Anggota MWA UI Unsur Mahasiswa. Saya orang Jakarta asli, ingin memajukan kota kelahiran saya tentunya. Saya concern dengan isu pendidikan tinggi, utamanya relasi antara Pemda DKI dengan UI sebagai institusi pendidikan tinggi. Ingin mengetahui apa yang kiranya Pak Anies bawa untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat, utamanya akar rumput, agar dapat mengenyam pendidikan tinggi yang optimal. Feel free to discuss, alamat email saya sudah tertera.

  21. Tulisan dan opini yang sangat bagus. Saya sendiri bukan pemilih karena itu hanya bisa cerita dari pengalaman saya.
    Dahulu ketika organisasi dimana saya berada terpecah dua, saya dan teman saya berbeda pendapat. Saya stay dan dia leave. Dan saya tidak akan melupakan perkataannya:
    “Walaupun pihak kami salah, aku akan menjadi perubahan didalamnya sehingga organisasi ini menjadi lebih baik.”

    Fast forward 10 tahun kemudian, yang Stay tetap ada dan berkembang pesat. Yang leave menghilang pimpinannya menyisakan rasa ketidak percayaan dan anggotanya dan terpencar entah kemana. Dan bagaimana teman saya? Akhirnya dia kembali bersama kita. Dan saya tidak pernah tanya apakah ada penyesalan dari keputusannya.

    Pesan saya:
    Temani teman anda yang berlaga, dan pastikan teman-teman anda yang baik, ikut saling melindungi bersama. Karena ombak pengaruh yang buruk bisa begitu besar dan tidak dalam kendali, hingga menghantam mereka yang baik ke tepi. Dan ketika kalian terdampar ke tepi, selalu ingat ada teman lama yang bisa menerima kalian kembali lagi. Tidak perlu malu ataupun memisahkan diri hanya karena pernah berbeda posisi.

  22. Tulisan yang menginspirasi, mendidik dengan tidak mendikte. Akan saya teruskan ke minimal orang2 sekitar saya agar menjadi rakyat Jakarta yang makin cerdas.

  23. Mantap bang…saya suka mendengar pendapat bang pandji meski tdk dlm satu kubu tp selalu bs membuat saya belajar menghargai pendapat org lain
    Tapi utk pendapat yg satu ini saya SETUJU
    Bukan hanya utk jakarta tp utk indonesia yg lebih baik

  24. Sukaaaa sama tulisannya. Meskipun saya bukan warga Jakarta… Baru kali ini saya liat kanidat calon gubernur sekarang keren-keren… kalau saya pribadi, saya akan kasih petahana kesempatan sekali lagi untuk beresin jakarta. Ibarat penyakit yg sudah akut akhirnya nemu dokter yg bisa nanganin… Nanti deh kalau sakit nya sudah sembuh bisa treatment ke dokter lain… Kalau masih separuh jalan begini ganti dokter kok takut nya sakit nya nggak selesai2 yah?! Bukannya nggak percaya mereka. Saya yakin mereka juga pasti bagus. Cuma buat saya belum saat nya yg lama mundur dulu… Salam… 😊

  25. Om Pandji, kabarin saya dimana saya bisa mendaftarkan diri untuk jadi relawan Anies – Sandy. Kali ini saya ingin berbuat sesuatu agar saya bisa menjawab pertanyaan anak saya apa yang saya lakukan untuk membuat Indonesia lebih baik!

  26. Menarik Mas Pandji, Tetap dukung Pak Anies, Tapi semua punya kepentingan termaksut pak anies dari lawan jadi kawan dengan wowo, Saya tetap dengan Pak Ahok yang SETIA dengan pekerjaan dan cita cita nya untuk Jakarta.

  27. tambahan:
    lebih baik P Pandji tidak beropini mengenai pemecatan P Anies sebelum anda bertanya langsung ke P Jokowi.
    jika anda tidak mengetahui secara jelas tapi masih membuat sebuah kesimpulan 1 dan 2 maka anda juga secara tidak langsung meremehkan kapabilitas /kemampuan P Jokowi dalam pengambilan keputusan memecat P Anies.

  28. tidak ikut milih sih, hanya berpendapat saja 🙂
    Jika saya melihat seseorang bekerja dengan baik dan dia masih bersedia terus bekerja maka saya tidak akan mengganggunya bekerja.
    Mungkin itu aja tanggapan saya, sebagai tambahan saya penggemar Pak Anies

  29. Lo ga tau yg bikin Anies turun dr menteri bro…??
    Nih w kasitau, Semua karena

    “Gerakan orang tua mengantar anak di hari pertama sekolah”

    Beliau lupa bikin

    “Gerakan orang tua menjemput anak di hari pertama sekolah”

    Walhasil anak2 di antar doang,
    ga d jemput brooo….

  30. Koreksi dikit boleh dong…

    Program sertifikasi guru untuk meningkatkan kompetensi guru.
    Di mulai tahun 2007,

    Mendiknas Bambang Sudibyo membentuk Konsorsium Sertifikasi Guru (KSG) pada medio Agustus 2007. KSG yang beranggotakan unsur Depdiknas, Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, Universitas Eks IKIP dan Depag ini dimaksudkan untuk menyukseskan program sertifikasi terhadap 2,7 juta guru. Departemen Pendidikan Nasional agaknya tak ingin gagal dalam melaksanakan program sertifikasi guru di pelosok negeri ini. Maklum, program ini merupakan amanat Undang-undang No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen.

    Untuk itu, selain menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) No. 18 tahun 2007 yang mengatur tentang sertifikasi guru dalam jabatan

    http://tulisanterkini.com/artikel/pendidikan/3188-menimbang-sertifikasi-guru.html

    #no offense bro…
    Gw guru d kalimantan.

    1. nah sebenarnya ini yg ingin sy tanyakan jg mas Pandji, di point 4 prestasi pak Anis yg anda tulis “tidak kliatan tapi penting” adalah sertifikasi guru. Bolehkan Anda sampaikan sumber yg valid bahwa itu adalah prestasi beliau. SerGur dan SerDos sudah ada sebelum beliau diangkat jd menteri krn waktu itu Pendidikan Dasar, menengah, dan tinggi masih dalam 1 kementrian. Karena saya sendiri mendapat sertifikasi thn 2011.

      Ditunggu ya mas jawabannya, thx u

  31. Yup, benar. Pemimpin adalah pendidik. Dan direktorat Keayahbundaan mmg sesuai dg kondisi Indonesia. Karena ortu perlu pengarahan juga. Thanks for ur opinion Pandji.

  32. Terima kasih atas kejujuran yang dituangkan dalam tulisan ini walaupun saya berharap orang Jakarta memilih secara objektif bukan karena “orang terdekat” atau teman atau kesamaan SARA.
    Kali ini kita memiliki pilihan yang bersebrangan. Semoga pilkada kali ini jauh lebih menyenangkan dibandingkan pilpres 2014 kemarin.

    1. Memilih karena orang terdekat adalah biasa, karena even a leader will choose people they know and trust to work with them. Apa sebabnya? Karena orang terdekat kita sudah tahu karakternya inside out dan ketika dihadapkan 2 pilihan yang sama-sama bagus maka memilih yang lebih dikenal dari pilihan adalah biasa

      1. Menurut saya, memilih hanya karena dekay dan bukan karena kapabilitas terbaik memiliki unsur subjektif apalagi sekelas pemilihan gubernur Jakarta.

        Kalau mau memilih pasangan hidup karena dekat, itu lebih baik dan disarankan.

  33. Gue hargai opini dan keberpihakan lu bang di pilkada ini. Tapi ini adalah JAKARTA. Dimana banyak sekali “buaya”nya. Tidak hanya pawang yg piawai yg dibutuhkan jakarta saat ini, tapi yg juga sanggup lebih ganas dibanding buayanya itu sendiri. You know what i mean lah. Anyway, thanks wat tulisannya. Moga moga dgn pandji yg ada di kubu sono, bisa merubah kebiasaan black campaigne yg biasa dilakukan dua partai itu.

  34. Anies baik, Ahok baik. Semoga salah satu dari mereka bisa membuat Jakarta menjadi percontohan menghilangkan penyakit-penyakit seperti korupsi, dimulai dari daerah yang dipimpinnya, dan juga membungkam partai politik, kalau partai itu sendiri ternyata adalah biang masalahnya

  35. Sebagai seorang yang peduli Pendidikan (Guru) saya juga berharap DKI Jakarta dipimpin oleh seorang yang peduli Pendidikan, memberikan dukungan Dan kesempatan pada paket lengkap idola generasi muda

  36. harapan itu penting bang, salut dengan bang panji yang masih “naif” berharap jakarta bisa dipimpin dengan santun. saya pinjam kalimat bang panji “Mas Anies dianggap memang hanya pinter ngomong, merangkai kata kata indah dan kosong substansi”. Mas Anies sudah diberi kesempatan membuktikan omongan nya, namun tampak nya pintar ngomong saja belum cukup greget buat Presiden bang, presiden mau action yang dampak nya nyata di masyarakat (cek kembali pidato reshuffle beliau). sekolah masih pada ambruk, birokrasi di pendidikan masih carut marut.

    ok lets be fair, terlepas dari kompetensi, Mas Anies baik sadar atau tidak hanya dijadikan interface, public face, dari segala muatan kepentingan yang berada dibelakang nya. dan Ahok pun begitu.

    but when i counts bang, Ahok berani say NO! dan itu tercatat oleh sejarah. abang yakin Mas Anies bisa?

  37. kaya ngeliat cewek buka baju ga sih.. pas buka kaosnya udah siap2 mau ngaceng, eh pas buka celana ada tititnya….

    Anies nya oke banget… pas wakilnya… letoy lagi deh.
    No offense ya

  38. terakhir gue baca tulisan blog opini Pandji itu waktu untuk pemilu 2014, terus gue nangis baca itu. sekarang baca ini, gue nangis juga di bagian tengah tentang orang baik dan tumpangannya dan tentang orang baik yang berusaha untuk negara. rasanya terenyuh aja, setiap hari baca berita atau opini yang terus terusan diajan suudzon. grup chat akhir akhir ini juga banyak yang ngajak diskusi kenapa akhirnya Anies maju Pilkada, kembali lagi pengen suudzon. setelah baca ini, ya gak 100% setuju. tapi rasanya lega masih bisa baca orang dengan pandangan positif, at least gak menginjak untuk mengangkat.

    thank you, Ndji.

  39. Alasan “kekurangan ahok” selain kelebihan dia yg ditulis di atas sudah sering dijadikan senjata dimana-mana. Hehehe.. Mungkin ada senjata lain?!

    Namun lebih dari itu, saya salut sama tulisan ini. Cerdas, karena menonjolkan Anies dalam program-nya, bukan menyerang kekurangan lawan.
    Selamat memilih warga Jakarta!

  40. saya bukan pendukung Anies tapi saya setuju dengan opininya mas Pandji, kita memang harus memahami dulu sebelum memutuskan utk membenci. Dan mencibir calon lain itu hanya membuat kita terlihat tidak pede dengan calon “jagoan” kita.
    good opinion,mas! salam hormat buat Mr.”blunder” Zon, ajarkan dia supaya pede sama calon “jagoan-nya” sendiri.
    🙂

  41. Menarik soal pendapat mas soal PKS, kok jadi menstereotypekan rekan2 PKS itu selalu sama dengan Jonru ya, padahal belum tentu semua orang PKS itu ga bisa diajak diskusi lho Mas..mereka memang secara idelogis kuat, tp point of view mas panji seperti itu yg akan membuat kawan2 PKS justru akan mudah untuk melabeli mas Panji, you know lah apa itu..

  42. masih bingung kenapa kalau ada pilihan yang baik, kenapa harus memilih pilihan yang masih “Mungkin” baik dengan kadar kemungkinannya kecil. Waktu milih Jokowi Ahok sih masih mending, ini milih nya pasangan satunya si Uno pula.. satu nya akademisi, satunya pengusaha dan keduanya ga ada pengalaman jadi pemimpin daerah. Masih lebih ok kalau kaderisasi jadi Bupati Bekasi dlu deh.. :). Dan satu lagi, masih mending si bewok dan si mbok, mereka masih intelek, pemerintahan skrg jg bisa gini karena dapat dukungan mereka,nah ini yg dukung si zonk..dan si oowo.. you know what i mean dah.. gmn inteleknya

  43. Jadi ada korelasinya dong “pemecatan” pak anies dari menteri pendidikan dengan pecalonan pak anies jadi gubernur? Jangan2 ini jawbanya kenapa beliau “dipecat” dari menteri pendidikan

  44. Menarik soal pendapat mas soal PKS, kok jadi menstereotypekan rekan2 PKS itu selalu sama dengan Jonru ya, padahal belum tentu semua orang PKS itu ga bisa diajak diskusi lho Mas..mereka memang secara idelogis kuat, tp point of view mas panji seperti itu yg akan membuat kawan2 PKS justru akan mudah untuk melabeli mas Panji, you know lah apa itu…

  45. Mas pak Anies ini gak menghapus dan menunda kurikulum 2013, dia MEMBIARKAN Sekolah memilih melaksanakan yg mana mereka prefer, ini membingungkan krn kurikulum 2013 jelas ga perlu wong UN nya, meski bukan syarat lulus, tapi basic nya bukan dari Kurikulum 2013 krn Ujiannya bukan Tematik basis

  46. saya simpatisan pks.

    memang betul orang seperti jonru (dan banyak kader lainnya) atau yg ditingkat elit seperti fahri tidak mencerminkan wajah islam yang sebenarnya (padahal partainya berideologi islam).

    saya bersahabat dengan kader2 pks dan tentu saja tidak seperti orang2 yg disebut diatas. selama perjalanan hidup saya yang sudah mau menyentuh 30 tahun, saya tidak pernah merasakan persahabatan yang lebih manis dari persahabatan saya dengan kader2 pks.

    udah itu aja. kalau mau tau lebih jauh sebaiknya berinteraksi langsung tapi kalau mau menelan mentah2 apa yg terlihat dimedia ya boleh2 saja.

    oh iya, jenggot lebat dan jidat hitam ternyata tidak sehoror bayangan saya ketika belum berinteraksi langsung dengan mereka.

  47. Bang tp acara juru bicara jangan buat kampanye ya kasian penontonya, pengen liat bang panji kritisi indonesia dr lawakanya buka malah promosi kertas lipat yg mau di coblos netuin nahkoda jakarta aja…..

  48. Saya dukung pak ahok, abang dukung pak anies…
    Saya fans liverpool, abang fans MU…
    Tapi saya tetep fans bang @pandji.pragiwaksono, karena abang ngk pernah takut utk jadi berbeda n fight for indonesia…

  49. Tulisan yg sangat menarik tp sayang masih ada hal yg blm diketahui panji yg dijadikan justifikasi ciri2 terhadap org tertentu. Dan ini jatuhnya bisa fitnah. Dan tentu saja masih terkesan main aman. Tapi saya setuju dengan tulisannya mengenai anies.
    saran saya utk panji, kalau ada hal yg belum diketahui dengan pasti tidak perlu dituangkan dalam tulisan. itu saja

  50. wah, kemaren waktu saya dengar pak anies mencalonkan jadi gubernur jakarta saya agak kecewa, karena saya pikir ngapain sih pak anis capek2 jadi cagub?!, toh sudah ada pak ahok yang sudah teruji kinerja dan kapabilitasnya sebagai seorang gubernur. Tapi setelah saya coba untuk “memahami”, saya tersenyum, mungkin ini adalah saat di mana jakarta akan mendapatkan pemimpin terbaik dari yang terbaik.

  51. Yak, seperti biasa, bacot panji cuma sanggup gua ladenin sampe tengah. Kepanjangan dan makin lama makin ngelantur.

    Pertama, PPP pas dapet jatah menteri agama korupsi. Lo kira menteri agama yang sekarang dari partai apa? Eh, ato lo anggap menteri agama yang sekarang ini korupsi?

    Kedua, gua ngeliat analogi gak linier soal padli zonk dengan pasukan “asal bukan MU”. MU yang perkasa, pantes dianalogikan sebagai Ahok. Fans MU setara dengan fans Ahok. Liat aja akun @digembok and it’s disciples. Semua yang di seberang Ahok digonggongin. “Loh, kan gak semua pendukung Ahok kayak gitu,” Ya sama ajalah, gak semua pendukung MU nyebelin. Gak semua nyebelin, tapi banyak. Padli Zonk ini “cuma” golongan yang lo maklumin tadi.

    Cuma dua hal itu yang gua komentarin, soalnya sumpah, ga sanggup gua baca sampe bawah. Ibarat makan sop yang overdosis mecin. Awalnya gurih, lama-lama bikin pusing

  52. Menghargai sekali pilihannya Mas Pandji. Kembali, ini soal selera. Life is a choice right? Saya masih jatuh cinta sama Pak Ahok walaupun saya sedih setengah mati waktu Pak Anies dicopot jadi Mentri Pendidikan. Caranya Pak Ahok yang meledak-ledak bukan tanpa alasan. Saya terjun di bisnis sosial dan saya tahu betul kenapa Ahok marah betul sama orang yang ga mau dipindah ke rusun. I feel him. Kadang, orang harus dipaksa pake seatbelt (kalo ga, bakal ditilang) supaya selamat dalam perjalanan kan? 😉 *justmytwocents*

    1. Makasih bang, tulisannya membuat saya belajar. Ketiga kandidat emang baik-baik semua. Hebat juga ya partai-partai ini sekarang milih calon, meski belum tahu motivasi di baliknya. Selamat memilih buat warga Jakarta. -dari warga Bekasi-

  53. Sayangnya di kontes ini ada Ahok yg terlibat korupsi RS Sumber Waras dan hampir menyuap MK sebesar Rp 3 M dalam pilgub Babel ( Silahkan tanya Ahok ya Mas.. ) .. Jadi dalam kontes ini tidak semuanya calon baik. Ada nyelip 1 calon bermasalah..

  54. Pernah dengar ttg bahaya nya perokok pasif ? Resiko kematian Perokok pasif lebih besar dr pd perokok aktif.

    Dan…
    P. Anies lah “si perokok pasif”

    Seperti yg mas pandji tulis ttg (reaksi) P. Anies waktu lihat si fadli zon baca puisi, itulah reaksi “perokok pasif” waktu ada di di dalam angkot.

    Selanjutnya……kita tunggu reaksi P. Anies

  55. terus lo kira pak Ahok berani ngelawan ibunda yg ngusung dia? pdip ga akan berani resiko dukunga pak Ahok kalo dia ga tau cara controll pak Ahok, liat aja pak Jokowi, ga bisa berkutik didepan ibunda. menurut gw satu blunder pak Ahok adalah ketika menerima pinangan ibunda.

    1. menurut anda dulu ahok ga berani keluar dari gerindra?
      ahok bukan org bodoh , dia sadar ga bsa independent karna semua partai mau keroyok dia. kemana suara kita ketika dpr ribut2 mau ganti syarat calon independent? skrg cuma bsa nyalahin dia,

      tp kalo ahok g yakin begitu dia jd gubernur lg dan pdip dan kroni2nya byk nuntut
      ahok bakal bilang bye lg ky dlu ke gerindra.. INGAT AHOK ADALAH satu2nya orang yg berani keluar partai selain FAHRI HAMZAH hahahaha

  56. karena gue korban bully. Dan gak ada yg ngerangkul gue. Malahan di tulisan ini disebutin “Harusnya kita merangkul dan memahami tukang bully”. Damn 😈

  57. Mas pandji yg baik, tulisan yg baik, tetapi ad bbrp hal yg mengganggu saya.
    Pertama, mas anies pernah bilang, kalau ada org baik yg ingin masuk politik, harus kita dukung, mengapa mas anies malah ikut bertarung dg org baik? Kecuali mas anies tidak beranggapan ad orang baik yg ikut jd cagub.
    Kedua, mengapa harus gerindra atau pks? Karena mereka nawarin mas anies? Apakah nantinya mereka tdk jadi beban buat mas anies? Mengubah indonesia tdk harus lewat cagub dki. Kenapa harus cagub dki?

    Mas pandji yg baik,saya juga ngefans dg mas anies, tp 2 hal ini mengganggu saya utk memilih mas anies, kasihan mas anies nanti jika terpilih dg banyak beban, termasuk wakil nya… di kubu mas anies skrg, siapa yg kira2 bisa mas pandji harapkan membantu mas anies? Saya ragu dg keputusan mas anies utk menerima tawaran cagub dki ini.

    1. Setuju banget dengan ini mah. Pertanyaan saya tentang pak Anies ini cuma apakah beliau ini termasuk orang baik yang lugu yang sakit hati sehingga mudah dikadalin ataukah seorang oportunis sejati dan buta nuraninya macam Amien Rais. Saya termasuk orang yang memang terganggu juga dengan majunya pak Anies lewat sekelompok garong dan singa lapar macam Gerindra dan PKS. Walau tujuannya mungkin baik, tetapi jalur yang dipilih salah. Pak Anies tidak cukup bijak. Masih banyak cara lain untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

  58. Kalau ahok sudah terbukti berintegritas. Beliau keluar dari kumpulan partai fadli zonk cs. Belum tentu pak Anies bisa melakukan nya. Saya tak yakin. Sementara itu pak ahok sudah terbukti. Jadi saya pilih yang sudah terbukti aja bang pandji. Ga mau coba coba. Bisa rugi selama 5 tahun

    1. Ada pepatah mengatakan Burung dengan bulu yang sama, terbang bersama-sama. Nah apakah Pak Anies sedang ganti bulu? Mampukah Pak Anies menjadi penggerak mengubah bulu-bulu orang di sekitarnya?
      Sedangkan nasihat bijak lain berkata pergaulan buruk merusak kebiasaan baik.

      Saya titip aja ke Dek Pandji, tolong jaga mereka supaya stay grounded ya …

  59. well.. ga semua orang pintar/pendidik/men with tons of achievements mampu mengurus bobroknya Jakarta. Hanya orang yg bermulut kasarlah yg mampu menghajar koruptor2 yg sudah menahun di Jakarta sehingga perubahan besar bisa terjadi. makasih udah share opini anda.. saya tetap pada pilihan saya #AhokSiMulutKasar

  60. Samaaaa saya jg dukung Pak Anies Baswedan. Alasannya, intinya karena memang ngefans beliau. Mungkin ini ya, hikmahnya beliau dicopot dari jabatan Menteri, biar bisa jadi Cagub (moga sampai terpilih juga).
    Tapi sayangnya saya ga bisa ikut nyoblos coz bukan warga Jakarta >.<

  61. Pilkada terakhir Faisal Basri. Walaupun ngga menang tapi menunjukan bahwa independen itu bisa muncul bila berkualitas. Setelah lewat putaran pertama setau gw suara pun tidak dipindahkan, tetapi memberikan edukasi lebih baik ke masyarakat mengenai pilkada.
    Tetap maju dengan Pak Anies, Nji, butuh banyak yang mendukung agar bisa merubah cara berpikir dan berkomunikasi kedua partai tersebut.
    Taun ini secara kualitas bener2 keren.
    Selamat memilih warga Jakarta!

    Salam, warga Banten. 😀

  62. Mas Pandji,

    Welcome to the ‘club’ ya mas. Selamat ‘bergabung’ dengan orang-orang Gerindra dan PKS. Ini kesempatan baik banget buat Mas Pandi untuk mengenal mereka dengan sangat dekat.

    Siapa tahu nanti malah cocok dan berjodoh 🙂

  63. Mas, ini menjawab pertanyaan saya soal pencalonan Mas Anies. Saya bukan warga Jakarta, jadi sebenernya gak punya hak pilih juga sih hahaha. Terima kasih pencerahannya Mas !

  64. Nice insight mas.. tujuan dan penulisannya tersampaikan dgn baik. Tapi yg seperti mas sudah jabarkan, memilih adalah masalah selera. Sy mengagumi Anies Baswedan sbg akademisi, sy kecewa berat pas dia dicopot jadi menteri pendidikan. Tp menurut sy mas anies akan krg “kuat” mengelola jakarta. Akan dibuktikan dgn percobaan? Maaf tp ktp saya udh buat ahok dari awal. Sy sbg warga jkt merasa cocok bgt dgn gaya ahok, krn for me jakarta ga perlu “dimanis2in”. Udh gak perlu bukti2 lagi hehe.

    Tetap respect sm mas anies yg tentunya salah 1 pilar masa depan bangsa jg. Pilkada yg mendebarkan! Selamat berdemokrasi!

  65. Narasi yang menyajikan sudut pandang dari Mas Panji menarik. Saya puas membacanya.
    Namun kalau boleh berpesan, mulai saat ini kurangi bahkan kalau bisa nihilkan pandangan/pendapat yang dapat menjadi batu sandungan kelak.
    Sebab, saya pribadi merasa Mas Panji punya kans menjadi orang penting di NKRI.

    Batu sandungan yang saya maksud misalnya sbb:
    “Sementara saya dan banyak orang lain mah sudah dewasa. Kami bisa mendukung sesuatu tanpa harus membenci yang lain.” Kalimat ini saya kutip dari tulisan di atas.
    Kalau saya membaca secara konklusif, tulisan Mas Panji justru banyak bumbu pertikaian dibanding kesejukan. Hantam sana hantam sini. Khawatirnya jadi inkonsistensi, seperti yang dialami baik oleh Pak Jokowi maupun Pak Ahok. Dulu bicara dan janji apa, kenyataannya banyak beda. Wong Pak Anies akhirnya bergabung dalam gerbong Gerindra dan PKS juga dinilai inkonsisten kok dengan pola pikir dan selera beliau selama ini.

    Itu saja. Sebab saat ini saya juga lagi belajar konsisten. Terima kasih.

    Salam,
    Sulung Nof

  66. Keren bgt tulisannya bang Panji !!
    Bikin adem hati, sambil tersenyum karena banyak fakta yang di ungkapkan dengan cara yang humoris.
    Sayang pada akhirnya pilihan kita berbeda.
    Pesan saya : hati2 buat pak Anies, jika nanti jadi DKI1 saya yakin akan di jegal oleh partai pengusungnya, sehingga DKI2 yang akan naik jadi DKI1… perjuangan putus ditengah jalan

  67. Saya kok ga suka ya anies cagub.. Bo’ ya pingin berkiprah dalam politik dan menjadikan indonesia lebih baik kan banyak caranya, masing2 punya cara dengan caranya sendiri. Yang anies mau itu caranya, metode nya untuk bikin indonesia lebih baik itu cemmana? Bukan karena ditawarin cagub mau, ditawarin presiden mau, trus ditawarin apa lagi mau. Menurut saya anies udah cocok dulu jadi mendikbud, karena memang profesi beliau di pendidikan. Mending benahi dulu pendidikan ketimbang benahi jakarta. Emang benahi jakarta itu gampang? Saya mah ahok aja biar maling2 dalam pemda dki pada tobat. Setelah tobat, tuh maling kan engga maling lagi. Setidaknya jadi punya niat baik untuk bekerja dengan benar dan tidak makan gaji buta. Kalau para pekerja pemda dki kerjanya bener, bisa jadi jakarta engga kalah sama hongkong dalam tahun-tahun kedepan.

  68. Terimakasih, Bang Pandji.
    Setelah 9 tahun menetap, akhirnya untuk kali pertama saya akan memilih.
    Saya setuju. Sentimen ras, agama, kemasan perilaku, & derajat ganteng/ cantik bukan ukuran kelayakan. Satu selera siapa sangka, beda ya tak mengapa.

    Selamat (sudah) memilih, Bang!

  69. Keren banget tulisannya bang Pandji !!
    Bikin hati adem, sambil tersenyum membaca fakta yg di paparkan secara humoris.
    Tapi sayang pada akhirnya pilihan kita tetap berbeda.
    Hati-hati buat pak Anies jika terpilih jadi DKI1, saya yakin nanti akan di lengserkan oleh partai pengusung sehingga melancarkan DKI2 menjadi DKI1. Apa yang di perjuangkan akan sia-sia ditengah jalan….

    1. Menurut saya ulasannya sangat bagus, tapi masih kurang mendalam… sebagian besar hanya membahas permukaan saja yang sudah banyak digoreng dan di bolak-balik oleh media. Kita sependapat bahwa ahok terlalu kasar dan sombong… Tapi bukan itu saja alasan saya mungkin tidak mendukung ahok dan agus. Berbuat baik dengan cara kasar cuma membuat keburukan yang lain. Berbuat baik dengan cara yg arif dan bijaksana jauh lebih baik. ibarat anak nakal dihukum atau dinasihati. Gampang klo memberi hukuman, tapi menasihati? disitu saya merasa Seorang Anies punya kemampuan. Ah…. Memang mereka seharusnya tidak seliga…

  70. Gile, ulasan lo pecah men, sebelumnya terimakasih udah bikin tulisan panjang kayak begini, overall menghargai kecerdasan pembaca dan gimana ya, ini moment langka yang pasti ditunggu tunggu banyak orang, dimana semua cagub kita saat ini bukan orang partai tapi professional dibidangnya walaupun orang orang dibelakang nya gw ngerasa kurang sreg, harapan gw sih pilkada nanti bisa bener bener adu strategi, adu gagasan, adu master plan untuk jakarta yang semakin sumpek.

    Gw harap pilkada kali ini aman dan menyenangkan

  71. Ada baiknya jangan cuman melihat keburukan seseorang saja. Belum tentu apa yang dituduhkan media selama ini benar.

    Hal kecil yang mencerminkan sikap dan kepribadian pribadi Pak PS dan Partai Gerindra juga PKS dalam pengumuman calon Gubernur dan Wagub DKI*
    1. Luasnya hati Mardani Ali Sera kader PKS yang pernah dicalonkan menjadi salah satu pasangan Sandi Uno malah menjadi MC pengumuman pasangan Anies baswedan dan Sandi Uno.
    Bravo Mardani !!!
    2. Pertanyaan Pak Prabowo kepada para wartawan “sudah makan belum?” (sebelumnya memang disediakan makan dari dapur pak PS). Bukti mengorangkan manusia walau sering diserang di media massa maupun di sosial media. Juga terima kasih tak terhingga dari beliau kepada para wartawan telah bersedia menunggu.
    3. Luasnya hati pak Prabowo dan Pak Sohibul Iman bersedia mengusung salah satu “pencela mereka“ terutama sikap Anies Baswedan yang pernah mencela habis habisan Pak PS, karena Anies Baswedan adalah salah satu Tim Pemenangan Jokowi JK. Pelajaran untuk Anies .. Pujian tak hingga untuk pak Prabowo Subianto… sikap yang harus diteladani .. Sikap elegan, sikap tak dendam, sikap melupakan…bahkan ketika Anies Baswedan tengah terpuruk, dibuang dan berusaha dilupakan oleh Jokowi JK. Anies Baswedan diambil oleh pak PS dan dimuliakan menjadi calon Gubernur lagi, bukan sekedar calon wakil Gubernur…Luar biasa.. Semoga membuka sikap nasionalis pak Anies menjadi makin terbangun..Orang boleh pintar tapi nasionalisme bukan dipelajari…nasionalisme itu ada di hati. Semoga Anies bisa mengerti dan berjuang bukan hanya cari jabatan, tapi berkorban untuk bangsa, makin tahu membedakan siapa sebenarnya teman sejati… Sikap menang tanpa ngasorake.. menang tanpa merendahkan telah ditunjukan oleh pak PS dan pak Sohibul Iman kepada Anies Baswedan.. Thumb !!!
    4. Sikap Sandi Uno, bersedia menjadi calon Wagub DKI dan merelakan Pak Anies sebagai Cagub..Padahal secara finansial Sandi jauh lebih kaya, lebih berhasil, namun keberanian berkorban dan sikap militansi kepada pak PS telah ditunjukan oleh Sandi. Good Job.. Contoh contoh kecil di atas yang mungkin tidak terbaca oleh sebagian besar rakyat .. Cermin inilah yang dicontohkan pemimpin negeri, mungkin juga mereka sendiri dengan tak sadar melakukannya, menjadi cermin diri dalam upaya mengorangkan manusia dan masyarakat Jakarta khususnya dan Indonesia pada umumnya.

  72. Pak Anies seperti domba yang masuk ke kandang serigala ya; serigala-serigalanya adalah PKS dan Gerindra. Selama masa kampanye nanti blunder-blunder SARA apalagi yang akan dilancarkan PKS dan Jonru–by the way, Jonru pun “terpaksa” memilih Anies, karena jagoan aslinya Sandi Uno telanjur menjadi cawagub.

    Jika saya bisa memilih, karena saya bukan warga Jakarta tetapi mencari makan di kota ini, saya pikir tetap Ahok yang terbaik saat ini. Pak Anies silakan melanjutkan pengajaran antikorupsi (jangka panjang), sementara pak Ahok biarkanlah mendamprat koruptor-koruptor di pemda DKI (jangka pendek).

  73. setuju sama beberapa tulisannya mas panji. smoga ke depannya banyak org2 baik yg bermunculan. aamiin.
    tp utk pilihan, saya tetap pilih ahok. hehehe….

  74. Maaf berseberangan bang. Saya dukung pak Ahok.

    Bukan karena apa-apa, tapi karena pengalaman dia di dunia politik sudah sangat mumpuni dan dia sudah paham betul karakter ‘hutan rimba Jakarta’ serta para penghuninya di dalam. Sudah berapa kali berusaha diterkam dan dijatuhkan, tapi tak jatuh-jatuh.

    Perlu orang dengan keberanian lebih dan pintar berpolitik (berpolitik tidak sama dengan ber-partai politik) untuk menghadapi kerasnya permainan para mafia-mafia yang sudah begitu terstruktur & terbiasa bermain (bahkan jadi budaya) dari jaman dulu, dari jajaran teratas sampe kelas RT. Bahkan ‘mafia-mafia besar’ lainnya yang berada di sisi luar pemerintahan Jakarta.

    Kalau masalah komunikasi, bagiku tidak jadi masalah Ahok mau cara ngomong-nya seperti apa.
    Lihat Duterte. Dia tidak peduli dikata dunia berkata kasar atau apalah. Hal yang penting bagi dia adalah nasib bangsanya. Dia berusaha sebisa mungkin menyelamatkan bangsanya dari ngerinya narkoba sebelum negara dia bernasib sama seperti Meksiko yang dimana pemerintah negara Meksiko sudah seakan tak berdaya dan menyerah total pada kekuatan mafia-mafia narkoba.

    Kalau harus keras, ya keras.

    Maaf kalau harus berseberangan kali ini bang Pandji.
    Tapi, aku tetap mengagumi mu.

    Sampaikan salam buat pak Anies juga.
    Semoga sukses dan dilancarkan segalanya.

    PS: Buat Jonru: Mending bang Jonru lanjutin buku yang dulu abang buat, yang judulnya “Cowok di Seberang Jendela”. Bikin jilid duanya bang. Abang Jonru lebih cocok di bidang itu.

  75. Membaca tulisan bung Panji ini seperti saya diajak melihat ‘the other side of the moon’ karena saya tidak mengerti apa alasan hingga Bang Anies mengambil keputusan utk setuju maju sebagai cagub yg diusung oleh partai yg dulu dia katakan sebagai sumber mafia.

    Saya setuju dengan banyak kejujuran (ini yg mulai jarang dilakukan diranah umum terutama terkait politik) yg disampaikan oleh Bang Panji tapi saya mau sampaikan sedikit mengenai selera yg disebutkan diatas yaitu, walaupun saya mengagumi Bang Anies tetapi saya percaya bahwa segala sesuatu ada waktunya.
    Ada waktunya utk “membersihkan” dan ada waktunya utk mempersatukan.

    PR utk “membersihkan” Jakarta yg umurnya sudah 489 tahun masih teramat panjang karena terlalu banyak ketertinggalan Jakarta hingga dapat menjadi sebuah megapolitan yg baik (kalau gak mau dibilang nyaman) bagi penduduknya dan belum lagi masih banyaknya perbuatan dari pihak2 yang merasa punya kepentingan dengan keadaan Jakarta baik itu kepentingan pribadi atau kepentingan golongan.

    Meskipun saya setuju bahwa sebaiknya kita mencoba memahami alasan atau penyebab kenapa pelaku bully melakukan bullying tetapi tetap kita berharap setidaknya para pembully itu menyadari kesalahannya dan berbalik ke jalan yang benar atau paling tidak sudah tercipta lingkungan yg membuat para pembully tidak leluasa utk melakukan pembully-an tersebut baru kita bicara soal mempersatukan.
    Let’s vote utk Jakarta yg lebih baik.

  76. Meski g ikutan milih….
    Beropini halal juga kan…
    Semoga d banyak daerah lain, bs punya kesempatan seperti ini,
    “memilih terbaik dari yg terbaik”
    Bukan
    “memilih paling baik dari yg terburuk”

    Selamat memilih yg terbaik,

  77. Bang pandji mantap buat opini nya. Tapi kita beda selera bang. Alasan saya sederhana sih bang. Saya sebagai warga negara indonesia yang baik kan bayar pajak ya. Nah pas liat pak ahok hajar si bejat bejat dprd yang berfoya foya pakai duit pajak saya ya saya senang lah. Pajak saya gak sia sia. Gak menjadi duit yang haram karena dipergunakan untuk keperluan haram para bejat koruptor. Yang lain saya gak yakin seberani pak ahok buat jagain iuran pajak kita bang. Saya pilih yang udah terbukti bisa jagain iuran pajak saya bang. Saya senang pajak saya dipakai buat kesejahteraan rakyat kecil (misalnya dipakai buat bangun rusun). Saya gak suka uang pajak saya masuk ke kas pns pns malas. Jadi ya Ahok yang paling tepat bang 🙂 tapi semoga sukses dengan dukungan abang ke pak Anies. Semoga bang pandji bisa campaign dengan bersih nantinya dan bisa jinakin fadli zonk cs.

  78. Menurut saya dengan beradunya calon-calon yang (relatif) bagus, pesta demokrasi di DKI tahun ini lebih seru dibanding Pilgub bahkan Pilpres yang pernah ada. Apalagi para calon pemimpin ini pada akhirnya menggunakan kendaraan-kendaraan politik lama (soalnya Ahok batal maju independen) yang kita tahu lah kayak gimana keadaannya..

    Dalam pidato pencalonan Cagub & Cawagub (bisa ditonton di https://www.youtube.com/watch?v=0zbGeFrJpVs menit 02:22) Anies berkata:

    1. Jakarta berhak memiliki pemimpin yang manusiawi
    Biasanya istilah ‘pemimpin yang manusiawi’ itu diucapkan dalam menentang penggusuran-penggusuran yang kerap terjadi di masa kepemimpinan Ahok.
    Di atas mas Pandji menuliskan “Saya bahkan tidak mempermasalahkan posisinya dalam reklamasi Jakarta dan penggusuran penduduk.”
    Buat saya kedua hal tsb bertentangan. Tanggapan anda?

    2. Jakarta berhak memiliki kebijakan-kebijakan yang melindungi dan mencerdaskan
    Sampai sini saya setuju, tapi jujur aja penasaran apa sih program-program yang bisa ditawarkan mereka, kebijakan yang bisa mereformasi apa yang ada saat ini.

  79. Mas Anies bagus dan baik, tapi analogi sederhana untuk hal ini seperti.. kalo sepatu basket dipake buat jalan ke mall estetikanya lumayan lah kece, tapi kurang tepat.
    Fungsinya jadi sia-sia, dunia pendidikan lebih tepat dan membutuhkan beliau.

    ini semua salah jokowi wuahahahaha

  80. Saya sangat senang pilkada DKI kali ini di isi oleh wajah-wajah baru, kandidat-kandidat terbaik, bukan kumpulan stok lama. Warga Jakarta diberikan pilihan baru dari yang terbaik. Namun kita mesti ingat kata-kata berikut :

    The right man, in the right place, at the right time, can steal millions-Gregory Nunn

    Untuk yang masih galau anda bisa menentukan pilihan dengan menjawab beberapa pertanyaan berikut :

    1. Apakah dia orang yang berani melawan ketidak-adilan ?
    2. Apakah dia tidak menerima suap ?
    3. Apakah dia seseorang yang berpengalaman (hal2 teknis dan praktis di lapangan) ?
    4. Apakah dia seorang troubleshooter ?
    5. Apakah dia orang yang berani memecat bawahan ? (apabila ada pelanggaran)
    6. Apakah dia bersedia mati dan tidak takut mati ?
    7. Apakah ada kerja nyata atau hanya retorika ?
    8. Apakah dia berani melawan partai yang mendukungnya ?

    Saat ini dan waktu lima tahun ke depan, saya kira semua warga Jakarta mengerti betul siapa pemimpin yang dibutuhkan.

    1. Seru nih pertanyaan retorik….
      1. Apakah dia orang yang berani melawan ketidak-adilan ?
      Susah jawabnya… Definisi adil aja tidak jelas batasnya bagi siapa.
      2. Apakah dia tidak menerima suap ?
      Sayang penerima suap tidak ada tandanya walau bukti sudah jelas
      3. Apakah dia seseorang yang berpengalaman (hal2 teknis dan praktis di lapangan) ?
      Setahu saya yg berpengalaman mimpin jakarta bapak Sutiyoso. Any question?
      4. Apakah dia seorang troubleshooter ?
      Ini mungkin salah pertanyaan. Troubleshooter atau Troublemaker…
      5. Apakah dia orang yang berani memecat bawahan ? (apabila ada pelanggaran)
      Jangankan salah…tdk salah aja gampang klo mecat bawahan. Apalagi klo bawah melanggar
      6. Apakah dia bersedia mati dan tidak takut mati ?
      Kata bimbo semua pasti mati, hanya soal waktu…
      7. Apakah ada kerja nyata atau hanya retorika ?
      Semua orang juga kerja… Ga ngelamun doang
      8. Apakah dia berani melawan partai yang mendukungnya ?
      Klo ada partai yg lebih baik knapa ga?

  81. begitulah karakter pendukung ahok. Semua yang berseberangan dianggap jelek, tak berbobot, tak kredibel. Jika boleh membaca situasi
    1. Ahok di dukung partai dengan jumlah korupsi terbesar se indonesia dg pemimpin seperti ibu komisaris utama tukang ngatur ada juga partainya papa minta saham, ada juga partainya papa brewok

    2. Ahok plinplan, katanya pakai independen lama-lama genit minta didukung sama partai terkorup se indonesia.

    3. Ahok di dukung taipan 9 naga, podomoro. Ingat nggak saat dipanggil pihak berwajib, pengembang podomoro lewat staf khususnya ahok bahwa reklamasi bagian dari barter proyek

    4. Ahok menggusur warga luar batang tanpa pemberitahuan dan relokasi yg memadai. Kalaupun disiapkan rusun, sewanya mahal dan jauh dr tempat mencari penghidupan para tergusur

    5. Ahok mencaci maki ibu-ibu berjilbab dengan kata makian pedas “maling dsb” juga saat live dia tak segan bilang “tai-tai…”. Ingat ya mas-mba, apa yang masuk ke diri, maka itulah yang keluar..

    6. Dibawah kepemimpinan Ahok, terbukti merugikan 190 milyar dalam kasus bumi waras hasil audit BPK. Bukannya mengikuti Undang-Undang yang mengharuskan lembaga mengikuti saran BPK malah menolak dan melawan. Tapi belakangan justru ahok mengembalikan kerugian tersebut. Jadi yang begitu mendewa-dewanan gubernur sarat prestasi tanpa korupsi “nol besar”.

    7. Reklamasi pulau G adalah kebijakan ahok yang dinilai melanggar aturan karena bakal nerusak ekosistem laut. Menteri kelautan dan menko maritim sudah memerintahkan utk dihentikan. Tapi kemudian di anulir oleh luhut binsar panjaitan. Siapa dia? Jalurnya papa minta saham.. You know lah…

    1. Tanggapan :
      Point 1 : Partai dengan korupsi terbesar karena memiliki pendukung dan perwakilan terbanyak, komparasi yang anda buat kurang tepat. analoginya seperti jeruk 1 ember dengan satu container pasti lebih banyak busuk yang di container, tapi tidak bisa diukur dengan skala yang sama.

      Point 2 : Anda denger Tivi, Nonton Koran, Baca Radio? Untuk ikut melalui Jalur independen syaratnya terus ditambah dan dipersulit? dan 1 hal lagi : Ahok tidak “minta didukung” tapi didukung.

      Point 3 : Ah.. sudahlah.. Jika Terbukti bersalah ya pasti Ahok sedang di sidang dan jadi tersangka lah mas… haha
      meragukan sistem hukum kita? boleh.. bebas kok, tapi ya kenyataannya Ahok masih santai aja tuh

      Point 4 : Jangan asal sebar info yang cuma setengah2.. permasalahan gusur menggusur sudah sesuai prosedur, coba cari informasinya yang lebih akurat.

      Point 5 : Jangan bikin fokus ke bagian “berjilbab”.. mau coba angkat aroma SARA ya? Ahok bukan orang gila yang asal maki orang.. jika terbukti orang itu ‘busuk’ baru emosinya meledak! coba perhatikan itu.. yang dia maki tidak pernah orang yang tidak bermasalah.

      Point 6 : Ah.. sudahlah.. KPK aja sudah memutuskan dia tidak bersalah kok.. hadeeh…

      Point 7 : Ah.. sudahlah..

    2. Katanya Bang Pandji yg beginian bakal tersingkir… koq masih ada yg nangkring di marih ya???
      Nah gimana caranya Pandji dan ‘katanya’ orang-orang baik yg bersama Pak Anies memberesi para ‘penyusup’ di dalam ‘kantong kresek’ tim Anies-Uno?
      Bisa dibantu jawab dan jelaskan, bang?

  82. Saya sih suka dengan pak anies, tapi cukup kaget ketika beliau bilang “jakarta perlu pemimpin yang manusiawi”

    Seolah2 dia berkata “gubernur yg sekarang gak manusiawi”

    Ya menurut saya ini sih udah termasuk merendahkan lawan

  83. Dear Mas Pandji, Saya percaya Mas Anies orang baik yang ingin mempersatukan bangsa dan mengambil alih kemudi kapal bajak laut…
    Hanya satu keraguan Saya, apakah dengan baik dan santunnya Mas Anies bisa berhadapan dengan orang-orang Gerindra dan PKS dengan semua keganasannya…
    Contoh sederhana…
    Saat Fadli Z akan berpuisi yang jelas-jelas sebelum puisi itu dibacakan sudah tertebak isinya, apakah Mas Anies bisa mencegahnya….
    Jakarta sudah terlalu rusak, butuh sosok radikal untuk merapikannya…
    Mungkin nanti, saat semua telah pada tatananya, Mas Anies adalah orang yang tepat untuk melanjutkan menjadi “sempurna”

  84. Saya tahu niat pak Annies mungkin baik. Tapi saat ini menurut saya sudah ada calon yang sudah terbukti, dan akan lebih baik jika calon tersebut kita berikan kesempatan sekali lagi untuk memberi yang terbaik untuk Jakarta. Pak Ahok! Terlepas dari kekurangan calon yang sudah ada ini, menurut saya ada baiknya bapak ybs diberikan saran” untuk memperbaiki kekurangannya. Secara pribadi saya tidak setuju dengan majunya pak Anies. Jika memang pak Anies mau ikut serta berkontrobusi memajukan kehidupan bangsa, saya kira ada cara lain yang bisa dilakukan. Terlebih dengan memiliki Sandiaga Uno sebagai wakilnya, hmmm… ada udang apa dibalik batu? Kali ini saya tak sependapat dengan bung Pandji. Tentunya pertarungan ini akan sangat menegangkan. Dan saya sangat menyayangkan…. Saya berharap pak Ahok tentunya bisa menjadi Gubernur terpilih. Tapi, ya buat yang percaya Tuhan (ya mesti percaya sih, karena kalau tidak, nanti dipenjarakan), saya berharap semoga Jakarta diberikan calon terbaik yang memang benar-benar bisa sama-sama dengan warganya membenahi segala kekacrutan yang sudah dan sedang terjadi. Menjadi ‘role model’ atau ‘father figure’ yang tepat dan dibutuhkan oleh Jakarta dan orang-orang yang hidup di dalamnya.

  85. Untuk kinerja anies yg ke 4, gw agak kurang setuju bang, program sertifikasi guru sudah ada sebelum beliau jadi mentri pendidikan, cmiiw.. calon pada bagus, tp gw tetep ahok, kalo cuma mulut manis mah sudah banyak sejarahnya dr dulu yg tdk terlihat kinerjanya..

  86. Wah Pandji dikeroyok fans ahok.

    Memang ahok banyak kerjanya buat Jakarta, plus diliput media partai pendukung ahok sehingga ahok berkilauan seperti dewa buat para fansnya. Pemimpin itu panutan buat rakyatnya. sekarang pikiran anak anak role model kaya ahok yg bagus. Boleh maki maki orang dan kasar asal jujur. Aku pernah liat ahok merendahkan istrinya sendiri di forum karena ngak bagus mimpin darmawanita. Luar biasa kayanya cuma minus di mata ane. Pimpinan marahin bawahan seharusnya untuk membina bawahan bukan untuk merendahkannya.

    Gubernur yg bagus bukan harus pintar menurut ane, seorang gubernur bisa menyewa ratusan orang pintar. Yg dibutuhkan hanya orang memimpin dan punya mental mengabdi ke rakyatnya. Ane yakin Anies punya itu.

    1. Bro, salah loe! Gua jarang nonton berita, tapi gua demen sama Ahok karena gua dari lahir di Jakarta dan gua ngerasain perbedaan nya.

      Gua juga gak masalah, karena ketika ahok “nololin” orang, bukan cuma bawahan yang salah kerja, tapi orang2 yang ngabisin duit rakyat.

      Dan kalau loe pinter, loe mustinya mikir lebih panjang kenapa ahok suka tempramental sama bengal2 koruptor atau apapun yang salah? Karena yang Ahok pikirin ngga cuma satu dua hal, Jakarta banyak banget masalah nya, belum preman2 yang mau jatohin dia, belom orang kayak anda yang tidak sependapat dengan Ahok? Belum orang2 yang merasa “Adil” adalah ketika ahok masuk penjara? coba loe memposisikan diri jadi Ahok betapa mumet nya dia sehingga kalau ada yang harus dimarahin ya marah lah doi 😉

  87. Haii, Mas Panji..

    Uhmmm,

    Masih saja ada yang berfikir “kikuk” bahwa anies dan ahok bukan orang partai. Hey, ahok dulu kader gerindra lohh. Dan sekarang, dia petugas partainya PDI, *ehhh.. 😜

    Anies dulu sempet masuk ke demokrat saat amat berambisi jadi presiden.

    Sejujurnya, ntah bahasanya jika dibuat bagus mungkin yaaa. . “kedewasaan politik” kali yaa, tapi saya tetap bisa nyeletuk singkat dengan satu kata “oportunis”. Ups, sorry.. Kenyataannya begitu lohh..

    Tak ada yang “tulus” dalam politik. Tak ada kata “tak ada mahar”. Bagaimana bisa ditulis Anies di minta atau Anies di pilih, info dari manakah itu.. Dari Anies ??..

    Sumber lain selain Anies, menyampaikan cerita yang beda lohhh.. Tapi yaa jubir sih bebass yaaa.. Lah wong bibir juga bibir mu sendiri.. 😁

    Sama saat dulu Anies jadi jubir, uhhmm.. Jurkamnya Pak Joko tepatnya, bagaimana dia ngejeplak enteng, Wowo begini.. Wowo begitu, tau dari mana ? Versi siapa ?.. Versi mesin politiknya Pak Joko saat itu khaann.. Mau sesuai dengan kenyataan atau enggak, yang penting sudah nge’jubirr yang penting sudah nge’jurkam..

    Dan sekarang minta maaf, sampai tertulis lohh minta maafnya. Ntah tulus atau enggak yaa minta maafnya.. Yang jelas, atas dasar kepentingan, dan agar lancar jaya segala cita-cita, anies minta maaf ke Pak wowo atas dosa-dosa ngejurkam saat pilpres kemaren-kemaren itu.

    Maaf saya agak dengki untuk hal ini, karena saya lihat langsung apa yang Anies sampaikan saat itu. Dan tak ada respect lagii untuknya setelah itu, terlebih sebelumnya dia bersikap sama ke Pak Joko, waktu masih mau nyapress di Demokrat, dan saat tidak terpilih di Demokrat dan “diminta” jadi jurkam Pak Joko, Anies macam amnesia.. Pernah berujar yang buruk tentang Pak Joko.

    Yaa, sekali lagi.. Mungkin kedewasaan berpolitik. Tapi saya lebih suka menyebutnya sebagai.. Uhm, mencla mencle..

    Sejauh yang saya amati, amat banyak ketidak sesuaian antara ucapan dan perilaku dalam gaya berpolitik Anies.
    Dan menurut saya itu macam “marka” untuk memperlihatkan, bagaimana sesungguhnya orang tersebut.

    Lalu apa yang salah dengan PKS, Fadli dan Lulung, Mas Panji ??..

    Kadang, ketika kita membuat satu kesimpulan yang buruk itu hanya sedikit saja kita tau bahwa itu buruk tanpa mau melihat lebih dalam. Kenal enggak kok berani berucap seakan obejektipp..

    Saya setuju bahwa ahok mulutnya enggak bangett.. Ya ya ya, walau pun baik mungkin secara personal. Dan walaupun kasus Sumber Waras, Reklamasi, Penggusaran yang tak manusiawi dan bla bla bla.. Tapi masalah utamanya adalah mulutnya.

    Uhmm,

    Saya tau tulisan ini saat di share di FB oleh seorang teman, agak anehh awalnya.

    Hohoho.. Pendukung pak joko beralih memilih cagub yaag diusung pak wowo.. Sudah insyaf kah.. Ternyata, saya sedikit membuang waktu.

    Tapi yaa, saya tetap bisa rasa semangat positifnya.

    Ok, semoga sukses untuk jubirnya..

    1. Akhirnya terjawab sudah pertanyaan saya selama ini .
      Saya merasa aneh , kog pandji berpihak pada gerindra dan PKS yg ada PKS-nya ( hehehe)

      Saya setuju Ahok prestasi dan kinerjanya terbukti dan kelemahannya hanya cara komunikasinya saja.Dan Pak Anies juga org baik utk memimpin, hanya saya memilih memberi kesempatan 1 periode lagi untuk pak Ahok membenahi DKI . Setelah itu mungkin baru pilih pak Anies .

  88. DI AWAL SAYA SANGAT ANTUSIAS MEMBACA OPINI MAS PANDJI.
    TAPI MAKIM KE BAWAH, MAKIN MENUNJUKKAN MAS PANDJI TERNYATA TIDAK JAUH BERBEDA DG PARA PENCACI & PENJELEK2 LAWAN. MAS PANDJI BLM DEWASA DLM BERPANDANGAN SEHINGGA TERPANCING UTK MENGHUJAT PIHAK/PERSONAL YG MAS PANDJI PUN BLM MENGENALINYA SCR LANGSUNG, DAN MENGGENERALISIR KEJAHATAN OKNUM KPD KELOMPOK.

  89. Karena sudah disampaikan di statement disclaimer, jadi… pandangan subjektif soal dukungan kepada salah satu calon gubernur ya silahkan saja. Dari tulisan ini yang bisa diketahui bahwasannya dukungan bermula dari kedekatan personal Pandji – Anies (yang diklaim memiliki kesamaan) berlanjut kepada jabaran poin2 achievement Anies.

    Muggo2 tulisan dukungan ini berlanjut sampai Anies jelasin, break-down visi-misi & program2nya. Jadi dukungan emosional perkawanan plus di-support data yang bisa munculin pertimbangan objektif ‘why Anies’ bisa makin valid, dan yang penting, let us know what you think, Pandji.

  90. Terima kasih Om Pandji yang telah menunjukkan keberanian untuk memilih pilihan.

    Dengan menghargai hak dan kebebesan seseorang untuk memilih, maka saya pun memutuskan untuk memilih Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta dengan alasan mendasar yang sangat saya percayai dari Ahok ketika beliau mengatakan bahwa, “cinta akan uang adalah akar dari segala kejahatan”.

    Saya menilai bahwa selama ini Ahok tegas dan konsisten untuk menentang segala upaya praktek korupsi, bahkan mempersilahkan publik untuk menguji apakah dia “mencintai uang”?

    Usul saya,
    pilihlah dengan hati nurani yang terdalam, karena setiap orang harus dapat membiarkan dirinya diuji oleh orang lain dengan menggunakan hati nurani, dengan demikian kita akan menjadi orang yang hidup tanpa kepalsuan.

    Sejahterlah kotaku!

  91. Ibarat main baccarat against the house, saya tdk akan memilih player apabila sahabat menaruh di banker. Sudah jelas, apabila saya menang, sahabat akan kalah. Better diam atau pindah meja.

  92. Pandji lu bilang Anies itu jago ngomong doang…bener…gw ngelihat Anies to setipe dengan Mario Teguh…jualan kecap….wkwkwk… Bisa ngomong tp ga bisa ngelakuin.

    Overall gw yakin AB orang baik…tapi mau ngelawan rimba Jakarta. Please Dji…lu ke Tanah Abang…suruh temen lu si AB usir tuh PKL…kalau ngga dia ngeper duluan.

    For your insight….trotoir di depan Stasiun Tanaha Abang skrg sdng dalam pengerjaan pelebaran 5m di sisi kiri dan kanannya…dan itu krn Ahok. Ga ada yg berani lawan.

    Gitu itu selesai Tn Abang pubya pedesterian 5m (total 10m)…sampai ke Blok G…trus AB jd Gubernur…trus itu trotoir diokupasi PKL…selamat Nji…lu milih orang yg memendam impian lu selama ini.

  93. Inikan “kekasaran” yg dibawakan secara halus saja…yg sebenernya merendahkan semua kandidat, bahkan semua pembaca (warga)..seakan-akan warga selama ini telah bodoh dan salah karena telah salah melakukan prosea demokrasi selamaa puiuhan tahun…

  94. Mari kita bicara fakta singkat aja tentang kinerja yang udah dilakuin antara Anies dan Ahok ini.

    1. Sri Mulyani nemuin anggaran siluman sampe 23 Trilliun di Kemendikbud pas dipimpin Anies.

    2. Tapi Ahok ngajak berantem DPRD buat ngapus anggaran siluman 12 Trilliun.

    Kita sama-sama tau borok terbesar bangsa ini korupsi, we all know that. Ini kita bicara fakta, sulit dibantah.

    Jadi silahkan nentuin pilihan masing- masing, tapi gaperlu jelek2in calon yang lain. Respect.

  95. Tulisan yg baik dan cukup mencerahkan sampai saya membaca kalimat kalimat terakhir, Anda menginginkan gubernur yg peduli dengan pendidikan? Ijinkan saya mencoba menguraikan apa saja yg Ahok perjuangkan dan pedulikan tentang pendidikan atau kehidupan anak-anak.
    1. Program KJP , tanpa sistem dan arahan Ahok yg jelas selama ini program ini tidak akan tepat sasaran dan sukses. Saya mengikuti semua paparan dan rapat pemprov dki (youtube) sejak Ahok menjabat jadi wagub sampai sekarang. Selain langsung biaya sekolah menjadi gratis, KJP tidak dapat ditarik tunai, hanya bisa dipakai untuk membayar buku, seragam, dan peralatan sekolah lainnya. Bagaimana penerapan KJP ini bisa tepat sasaran? Ahok mewanti2 untuk gurulah yg harus tau keadaan muridnya, siapapun yg ketauan mempermainkan ini akan dipecat langsung. Sampai skrg byk yg datang ke balaikota kalo tidak mendapatkan KJP, akan langsung diselidiki oleh staff ahok langsung.
    2. Anak2 yg direlokasi ke rumah susun langsung mendapatkan KJP, ada bus sekolah gratis. Rencananya setiap rumah susun akan ada sekolah. Selain itu ahok mendukung mengadakan aktifitas extra kurikuler di rumah susun ini. Pernah dengar rusun cup? Tahun lalu sukses digelar dan anak2 yg menang dikirim ke Madrid. Ini menjadi idaman para anak2 rumah susun ini sekarang. Mereka skrg berlatih sepak bola jauh2 hari untuk mengikuti rusun cup yg diadakan setiap tahun sekarang.
    3. Ahok selalu mengaku dia bukanlah anak yg pintar meskipun dia punya nilai paling bagus disekolah. Ini dikarenakan ayahnya selalu bilang, karena dia beruntung dilahirkan di keluarga yg berkecukupan, minum susu dan makan daging setiap hari. Bandingkan dengan teman2 dia dulu yg hidupnya miskin. Hal inilah yg membuat Ahok mengupayakan bagaimana anak2 miskin untuk mendapatkan asulan gizi yg besar. Skrg pemprov mengontrol pasar dan bahan2 pokok dgn BUMDnya. Ada program pasar murah jg.
    4. Skrg KJP pun termasuk untuk program mahasiswa. Pernahkan bermimpi, propinsi memberikan program bea siswa sendiri sampai ketingkat perguruan tinggi?
    5. Terakhir, saya tinggal dan kerja di luar negeri seperti mas Pandji. Saya mulai tertarik dgn Ahok dan mengikuti video2nya setiap hari. Banyak org seperti saya melakukan yg sama. Dan mereka menganggap mereka mendapatkan kuliah gratis, ilmu ekonomi, bisnis, sosial, dan filosofi mungkin ketika menonton video ahok saat memimpin rapat atau audiensi dengan org2. Hal ini pun membuat bnyk anak muda skrg berani dan menjadi idealis, kita mempunyai harapan kembali untuk berkontribusi mewujudkan Indonesia menjadi lebih baik. Buktinya sudah nyata, kawan2 dari teman ahok, ribuan orang yg mendaftar program magang di pemprov dki, rakyat awam mungkin tidak sadar, tetapi ada pergerakan besar di tengah anak-anak muda terbaik di Indonesia untuk kembali berkontribusi di Indonesia. Anda bisa lihat org2 yg magang bersama Ahok selama ini. Hampir semuanya merelakan posisi penting atau cuti dari pekerjaan professional mereka untuk belajar langsung dari Ahok dan jg berkontribusi. Hal ini tidak akan terjadi, kalo Ahok tidak berhasil merebut hati mereka. But he did, and to me at least he is like a great general leading an army on the very frontline of the battle ready to sacrifice. Maybe gw lebay, tp gw suka cara Ahok berbicara dan berkobar2 menyerukan ideologisnya dia. Itulah sosok pemimpin bagi gue. Apakah Anies bisa melakukan itu? Harusnya dapat dimulai dibuktikan dengan memarahi Zonk dan puisi imbecilenya itu.

  96. Kalau saya liat Bang Pandji terlalu menafikan Partai Politikbdan orang2nya. Seakan2 partai politik orangnya buruk semua, terlihat dr statement Bang Pandji “Terus terang kalau menurut saya, masing masing calon Gubernur, bawaannya sama saja buruknya.”. Kalau bagi saya bukan partainya yg jelek tapi orangnya/oknum tertentu. Sama juga dengan seniman , banyak juga yg jelek kena narkoba, kekerasan Keluarga, penipuan, korupsi, dsb. Apakah kita bilang semua seniman jelek ga kan, hanya oknum. Begitu juga partai, apakah tujuan mendirikan partai jelek pasti tidak, pasti semua ingin Indonesia yg lebih baik. Hanya saja dalam berorganisasi pasti ada saja yg menggunting dalam lipatan, mengambil kesempatan.
    Jangan pernah berpikir kalau hanya orang diluar partai ” yang independen katanya” saja yg bagus dan bisa membangun Indonesia. Kita bisa bebas berekspresi dan berdemokrasi sedikit banyak karena masih banyak orang partai yg baik yg membuat aturan kepemerintahan sehingga kita bisa merasakannya.
    Termasuk Prabowo dengan Gerindra dan PKS. Mereka sudah berusaha untuk memandang kepentingan yg lebih Luas “Jakarta yg lebih baik dan santun, perekat semua elemen masyarakat” dengan mengusung Anies Baswedan yg notabene sudah dicampakkan oleh Jokowi tanpa alasan yg jelas. Mari kita memberikan respek buat Gerindra dan PKS atas usaha mereka utk hal yg lebih baik ini.
    Kalaupun ada kesalahan dr anggota partai, mari kita bantu mereka, sadarkan mereka. Kalau ga spt Kata Bang Panjdi sendiri mari kita yg merasa orang2 yg lebih baik dari mereka utk terjun langsung ke gelanggang politik. Rubah perpolitikan negara kita menjadi lebih baik. Kadang orang baik hanya mau Jadi komentator dr luar tapi tidak mau scr langsung bergelut utk masuk kedalam utk memperbaiki.
    Salut buat Pak Anies Baswedan dan Bang Pandji karena sudah mau berpartisipasi langsung untuk memperbaiki negara ini.
    Buat Ahok dan fansnya, masih banyak Cara yg lebih santun dan bermartabat dalam memperbaiki segala sesuatu, termasuk Jakarta dan MASYARAKATNYA. Kita sesama manusia harus saling menghargai. Apalagi kita sesama anak bangsa. Semua manusia punya sisi kemanusian dan harga diri. Anda saja kalau diingatkan Ortu Anda secara kasar walaupun itu tujuannya baik pasti tidak mau Bukan.
    The Best for Jakarta and Indonesia
    “Anies Numero Uno”

  97. Tulisan yg menarik. Apalagi soal pks nya. hahaha.
    Tetap penjelasan thd pertanyaan kenapa orang2 baik diadu itu kurang pas. Lha Indonesia darurat di buanyaaak tempat. Kenapa di Jakarta yg udah jelas2 dipimpin sama orang baik mesti dilawan?
    Alasan karena sekedar mau CARA yg lebih baik kok rasanya kurang nendang. Apalagi pake “Menyatukan Indonesia” Lha sudah ada Jokowi sbg Presiden. Kejauhan.
    Argumen mas Panjie ya satu ini saja mestinya: anda temennya Anies, dan gak mau meninggalkan teman saat berada ditempat yg susah. Bagus sekali hal ini.
    Tapi ya nggak berlaku buat orang lain, yg bukan teman2 / kenal dekat dg Anies.

  98. Yes…!!! Pendapat kayak gini yg gue suka dari seorang Pandji. Tapiiii… Gue kayaknya tetep pilih Ahok. Gpp ya kita berbeda pendapat..

  99. PROGRAM AHOK lawan DATA, FAKTA DAN ANGKA

    Oleh
    Tim Studi NSEAS, Kinerja Pemprov DKI Era Ahok

    Ahok di media publik dgn sesumbar nantang para pesaing adu konsep dan program kerja dalam Pilkada DKI 2017. Dia mengesankan para pesaing seperti Agus dan Anies akan kalah soal konsep dan program kerja. Seakan selama ini dia punya konsep dan program. Padahal, program pembangunan DKI merupakan hasil kesepakatan DPRD dan Eksekutif, tertuang pada Perda No.2 Tahun 2012 ttg RPJMD Jakarta. Semua target program terukur, dapat dibuktikan dengan angka kuantitatif. Masalahnya, apakah Ahok berhasil laksanakan program DKI selama dia jadi Gubernur ???

    Di lain pihak, “pendukung buta Ahok” (buta data, fakta dan angka) melalui medsos dan media massa klaim program Ahok berhasil. Klaim2 pendukung buta Ahok ini sungguh bertentangan dengan data, fakta dan angka dalam realitas obyektif. Inilah beberapa data, fakta dan angka dimaksud.

    1. Rencana pembangu- nan 50.000 unit Rusunawa.Sampai saat ini, baru direalisir 1). Rusun Rawabebek sebanyak 4 blok (400
    unit). 2). Rusun Daan Mogot 8 blok (640 unit), dibangun oleh Pengembang Podomoro, bukan Pemprov DKI. 3). Rusunawa Muara Baru 4 blok (400 unit), juga dibangun oleh pengembang Podomoro, bukan Pemprov DKI. Sementara Rusun Marunda, Rusun Kapuk Muara, Rusun Penjaringan kondisinya sangat memprihatinkan hancur, bocor, dan beberap bagian bangunan rusak (sangat tidak layak huni). Program Kampung Deret dijanjikan Jokowi tidak jelas ke mana nasibnya. Sementara rencana pembelian lahan utk Rusun di Cengkareng malah bermasalah (lahan Pemprov DKI sendiri dibeli).

    2. Program penambahan ruang terbuka hijau dgn melakukan pembelian lahan realisasinya nol. Ada bbrp RPTRA telah diresmikan ini sebenarnya sudah merupakan lahan terbuka hijau/taman, hanya disulap dijadikan RPTRA. Ini juga dilakukan oleh CSR perusahaan.

    3. Program Rehab Sekolah sampai saat ini belum ada realisasinya (terbentur oleh Lelang Konsolidasi yang gagal). Banyak sekolah yang tahun sebelumnya sudah dikerjakan tidak bisa diselesaikan (mandeg dan terbengkalai).

    4. Rehab Gedung Olahraga (GOR) Tingkat Kecamatan direncanakan dibangun/direhab sebanyak 4 GOR yaitu di Kec. Pademangan, Kec. Cengkareng, Kec. Pancoran, Kec. Matraman) gagal total, sementara bangunan lama sudah dibongkar.

    5. Pembangunan Stadion Pengganti Lebak Bulus, tidak jelas nasibnya.

    6. Program MRT yang direncanakan selesai tahun 2017 utk tahap 1 (Lebak Bulus – Dukuh Atas), molor dari jadwal.

    7. Rencana Pengadaan 1.000 bus untuk Trans Jakarta, realisasi baru 100an bus. Bahkan, 160 bus dibesituakan karena gagal beli.

    8. Program LRT (kereta layang ringan), yang direncanakan th 2016 ini dicanangkan pembangunannya, belum terlaksana.

    9. Rencana Pembangunan Gedung Badan Diklat Provinsi DKI Jakarta, tidak terealisir.

    10. Program pengendalian banjir dengan memperbanyak situ/danau sebagai tangkapan air di wilayah hulu, menguap entah kemana.

    11. Target/rencana penerimaan daerah tahun 2015 sebesar 36 Triliun rp hanya terealisir 70 % atau sekitar 25 triliun Rp.

    12. Program pajak restoran “on line” tidak jalan, malah sudah beli softwere (perangkat lunak) sekitar 6 miliyar Rp uang rakyat DKI mubajir tidak bisa diaplikasikan.

    KESIMPULAN: Data, fakta dan angka diatas menunjukka Ahok gagal dan tak mampu melaksanakan program atau rencana kegiatan. Padahal dana APBD Dki 70an triliun Rp per tahun. Tantangan Ahok adu konsep dan program terhadap pesaing Agus dan Anies, sesungguhnya untuk menutupi kelemahan diri sendiri. Pesaing Ahok seyogyanya terima tantangan Ahok dengan gunakan data, fakta dan angka kegagalan atau ketidakmampuan Ahok laksanakan program DKI selama dia Gubernur. Bisa jadi, Ahok kemudian cari kambinghitam pihak lain sebagaimana biasa sikapnya menghindari dari kegagalan atau ketidakmampuan diri sendiri. Dia tak layak lanjut jadi Gubernur DKI lagi !!!

    SILA DISEBARLUASKAN ! 👏👏👏

    Jakarta, 25 Sep.2016.
    Tim Studi NSEAS: Muchtar Effendi Harahap (Koord )

  100. Selamat pagi bang.
    Saya sudah baca dari kemaren sempat ingin berkomentar tapi saya menahan nya karena ingin melihat dulu komentar2 yang lain .

    Dan tidak semua sepertinya bisa menangkap dengan baik dan ada saja yang berkomentar ga enak dan sepertinya bakal jadi cikal bakal buzzer ga cerdas selama proses pilkada ini .

    Saya bukan pemilih, tetapi pilkada DKI Jakarta ini sangat menarik untuk diikuti. Walaupun awal2 kemarin kurang menarik karena hanya sosok Ahok yang menjulang diantara sosok-sosok “mitos” yang suka bersuara dicalonkan tapi juga mlempem.
    Sekarang menjadi sangat menarik , dari sebelum Pak Anies di calonkan oleh Prabowo tetapi sudah muncul isu bahwa pak Anies bakal maju , gairah saya untuk mengamati pilkada ini muncul lagi .

    Terlebih -lebih lalu muncul prtai gerindra dan pks yang akan mengusung beliau.
    Semakin menarik !
    Awalnya saya kira pak Anies akan msuk dalam kubu Cikeas.
    Sangat menarik buat saya melihat pak Anies akan didukung partai yang dulu mungkin mencemooh beliau saat menjadi barisan terdepan pendukung pak Jokowi.

    Sebenarnya (walaupun saya bukan pemilih) hal ini menarik tetapi juga membuat saya gelisah.

    Gelisah, karena saya sangat mengagumi pak Anies Baswedan secara pribadi . Gelisah karena takut akan terulang hal yang sama. Sedikit cerita saya dulu sempat sangat respect terhadap Mahfud MD saat menjadi ketua MK dan bahkan cukup tertariksaat namanya diangkat menjadi calon wapres saat itu, akan tetapi langsung buyar saat dia menjadi jubir “tidak cerdas” KMP. Saya takut itu akan terulang lagi dengan pak Anies karena bergabung dengan ke kubu yang sama yg bkin saya kehilangan respect ke idola saya.

    Semoga tidak karena saya percaya pak Anies berbeda . Saya pribadi justru berharap alasan pak Anies maju dengan kereta kubu Prabowo memang karena ambisi pribadi bukan karena rasa kecewa terhadap pencopotan beliau sebagai Mendikbud seperti dulu Mahfud MD yang kecewa saat tidak menjadi cawapres dan lgsung berpindah kereta.

    Tetapi saya percaya itu tidak. Pak Anies bukan orang seperi itu

    Namun bang , secara pribadi saya akan tetap mendukung Ahok. Ada alasan pribadi tersendiri seperti bang Pandji juga punya alasan tersendiri.

    Saya suka memilih yang sudah bekerja dan ada bukti.
    Dan secara pribadi saya lebih suka melihat pak Anies maju lagi di level teratas (capres) daripada menjadi cagub .

    Sekali lagi secara pribadi berarti subjektif.

    Nb :

    Sangat menarik melihat Pak Anies menahan Fadli zon dan Fahri Hamzah untuk bercuap2.

    Semoga dengan org2 baik yang maju. Pilkada Jakarta akan bersih dari buzzer2 tidak cerdas.

  101. Kalau bicara soal mencoba mengerti satu sama lain jujur saya pikir lebih mudah mengerti luapan emosi Ahok (yang bahkan masih belum ada apa-apanya dibanding bu Risma -maaf OOT-) dibandingkan mengerti PKS hahahaha.
    TBH I believe Anies is a great man as well, biar pun mungkin ada yang bilang haus jabatan dsb itu tidak menutup fakta dia orang yang menurut saya cukup punya kompetensi. But today Jakarta is so freaking messed up that someone needs to do the “dirty” job, and I believe Ahok is the right person at the top for now to bring order to this city. Soal dukungan partai saya setuju bahwa mau bagaimana pun ketiga calon tidak ada yang tanpa cacat cela, sebagai politisi tentu perlu ada negosiasi & kompromi.
    Saya juga salut dengan gestur Anies yang tidak tertawa dengan puisi recehnya si “John Banting” itu. Saya pun berharap bila Anies saat ini tidak terpilih ia tetap berkontribusi membangun Jakarta, dan bukan tidak mungkin pemilihan gubernur berikutnya lagi bila ia mencalonkan diri akan saya pilih. Sepakat untuk tidak sepakat tentu sah-sah saja dalam demokrasi, dan saya berterima kasih pada Pandji yang berani cukup obyektif.

  102. karena Ahok vs Anies vs Agus (oh namanya agus ternyata… #barungeh ) itu emang JAUH lebih mending dibandingkan Ahok vs Yusril vs Lulung …

    klo ituuu…. setujuuu saya…

    ^____^

  103. Bener banget, kemaren sempet mikir suram amat jakarta kalo sampe manusia macam Ratna Sarumpaet atau Ahmad Dhani nyagub disini.
    2014 kemarin gw pilih Jokowi karena Anies Baswedan dukung Jokowi, dan karena Prabowo di dukung PKS. Nyimak jalannya kampanye, dan manusia – manusia PKS absurd banget mainin fitnahnya, jadi deh gw fix nyoblos Jokowi. Sekarang? Anies Baswedan di dukung PKS, oh shitttt.
    Untung masih ada waktu sampai 2017, untuk wait n see. Kalo manusia – manusia PKS masih getol mainin fitnah SARA, bye bye 1 suara untuk Anies Baswedan. Toh sekarang ini calonnya kece semua.

  104. Sy sejalan dengan Pak Anies, masalah utama di Jakarta adalah manusianya, orang2nya. Dan Pak Anies, pendidikan itu bukan terbatas di sekolah saja, tapi masyarakat, birokrat, pengusaha semua perlu pendidikan, terus belajar menjalani masing2 perannya dengan lebih baik.
    Hal ini yang kurang disentuh Pak Ahok dan sepertinya Pak Ahok memang bukan orang yang tepat untuk itu, alias bukan bidangnya.
    Kepemimpinan yang transformatif lebih ada pada diri Pak Anis, pemimpin yang orientasinya untuk mengembangkan manusia dari segala aspek, ya kesejahteraannya, ya kedisiplinannya, ya kepeduliannya termasuk juga keterampilannya.
    Apa yang ditawarkan Pak Anis lebih baik dr yang ada sekarang, dan Pak Anis terbukti selalu total dalam menjalankan amanahnya, kita sudah melihat karya2nya.
    Selamat berkarya Pak Anis

  105. Di tiap partai atau organisasi atau apapun pasti ada oknumnya. Untuk sementara di indonesia ini,kalo mau pilih pemimpin atau wakil rakyat liat orangnya aja lah.
    RK di bandung jg diusung pks dan gerindra,apa kedua partai tsb ngerecokin RK,saya rasa gak. Jadi saya ngeliat gak bisa lah,mendiskreditkan partai pendukung,saya yakin disana juga ada orang2 baik. Kita cuma bisa berharap ada niat baik dari mereka dengan mengajukan orang2 baik untuk memimpin negeri ini.

    #abdimahorangbandung

  106. saya setuju, kita harus dukung orang baik, tapi tidak semua harus jadi gubernur dki, masih banyak jalan untuk orang baik berpartisipasi di pemerintahan. tidak semua orang baik juga harus jadi presiden.

    sama kaya di tim bola, ga semua harus jadi pelatih atau jadi striker yang bertugas menggolkan bola ke gawang. banyak posisi2 yang keliatannya tidak penting malah jadi harmoni yang bagus.

    saya rasa Pak Anies akan menjadi hebat sebagai Anies sebagai kepribadiannya dengan semua kemampuannya.

  107. Tulisan yang menarik mas Panji, sangat menarik dan memberi sudut pandang lain. Dengan segala macam keresahan dan keyakinan dari mas panji dan pak Anies. Saya pun begitu, sangat tertarik denga pak Anies. Ketika beliau menjadi timses Jokowi, saya mrasa itu pilihan yang tepat. Berlayar bersama perahu yg tepat untuk membangun Indonesia lebih baik. Namun kemarin, ketika tau bahwa pak Anies maju pilgub DKI berbenderakan Gerindra bersama antek2nya, saya menjadi sedih dan kecewa (ditambah mas Panji kemudian ikut “berdiri” bersama beliau). Dua orang yang saya idolakan harus berdiri dikapal bajak laut. Benar memang jika ada pepatah, tak kenal maka tak sayang. Pada posisi ini spt yang dijelaskan mas Panji bahwa pak Anies memilih untuk mengenali dan menyadarkan para bajak laut. Namun, ini bukanlah spt yang dibayangkan. Blunder dan kesalahan yang dilakukan para bajak laut tsb sdh sangat fatal, melukai hati beberapa kelompok minor. Memang benar, persatuan lah yang dibutuhkan namun dlm hal ini, tapi mempersatukan air dan minyak trasa tak mungkin (smoga hanya terasa saja). Pilgub jakarta kali ini memang jauh lebih baik karena diisi oleh calon2 yang jauh lebih baik namun mengapa orang2 baik harus diadu? Bersatu bukankah lebih baik? Orang baik berkumpul bersama orang baik lalu tunjukan kepadaorang banyak hal hal baik, biarkan mereka mengikuti.
    Ibarat seorang anak, ya Jakarta adalah anak yang nakal. Yang bertahun tahun telah diasuh dalam kasih seorang ayah yang sabar, tapi bukankah kesabaran ada batasnya? Kalau kata orang Jawa, dikei ati malah ngerogoh rempelo. Sudah dibaikin bukannya sadar diri tapi malah menjadi jadi, nakalnya. Apakah harus dengan cara halus lagi? Berapa lama lagi? Harus sampai spt apa lagi baru kemudian si anak nakal itu bisa sadar? Maka, adakalanya orang tua; si ayah, marah kepada anaknya yang nakal. Ya, karena itu yang saya rasakan dari kecil. Saya yang nakal butuh sampai dimarahi dulu baru sadar. Marah bukan berarti tak sayang. Kemarahan orang tua yang saya rasakan itu membangunkan saya. Begitu pun Ahok, mas Panji. Mengikuti stand up mas Panji dan segala keresahan mas Panji selama ini bukankah memang Jakarta butuh figur ayah yang tegas?
    Dengan segala hormat saya akan prestasi pak Anies, saya sangat menyayangkan keputusan beliau kali ini. Dan semoga benar bahwa pak Anies akan mengubah kapal bajak laut bukan malah kemudian ikut menjadi bajak laut.
    Kawan yang baik tidak hanya berdiri bersama dan mengiyakan segala sesuatu tapi justru yang bisa mengatakan “Bro, kamu salah.”

    Hormat saya.

  108. Salam kenal bung
    saya mau sedikit mengutip kata2 Soekarno pendahulu kita… pelopor kemerdekaan… klo ada yang menentang yah mending ndak usah merdeka…hehe begini kata2nya :

    “Ingatlah… ingatlah… ingat pesanku lagi: Jika engkau mencari pemimpin, carilah yang dibenci, ditakuti atau dicacimaki asing, karena itu yang benar. Pemimpin tersebut akan membelamu di atas kepentingan asing itu.
    Dan janganlah kamu memilih pemimpin yang dipuji-puji asing, karena ia akan memperdayaimu.”

  109. Halo bang Pandji.
    Saya sudah baca semua dari awal sampe akhir.
    I got your point. “Jakarta harus dipimpin oleh orang yang bisa menjembatani persatuan”. Heemm….

    Pak Anies, yang anda anggap bisa menjadi jembatan persatuan atas segala perbedaan yang ada di jakarta ini sebenernya agak riskan. Begini maksud saya, Jakarta ini terlalu banyak mafia nya. Mulai dari akar hingga ujung daun. Mulai dari staf paling rendah sampe pucuk pimpinan dinas2. Saya percaya Pak Anies bisa memberantas mafia2 yang ada di akar, tapi tidak dengan mafia2 yang ada di atas. Sila dilihat track record Pak Anies dalam “menyenggol” kanan kirinya. Apakah ada yang bener2 berani dia senggol? Mungkin senggolan Pak Anies tidak terlihat karena terlalu santun? Atau memang gak(berani) nyenggol? hehehe..

    Yang perlu ditanyakan langsung ke Pak Anies, berani gak dia nyenggol orang disampingnya? bahkan orang diatasnya? Kredibilitas dan kemampuan serta keberanian Pak Anies dalam mengambil kebijakan dan menentukan arah jalan yang benar ini yang sejujurnya saya ragu. Memang dia punya dan pernah menciptakan kebijakan2 keren macam anter anak k sekolah, indonesia mengajar, dll. Semua itu semacam inisiatif yang tidak pernah bertentangan dengan orang2 disekitarnya. Saya pun baru tahu kalo kebijakan nganter anak ini berdampak d berbagai kementrian. Tapi, apa Pak Anies berani melawan pemimpin partai yang mengusungnya atau bisa dibilang Partai yang memilihnya? Sayang sekali saya sendiri ragu.

    Belum lagi soal wakilnya, Pak Sandiaga Uno, sang pengusaha yang memulai pencitraan sejak dirinya digembor2 mau naik jadi DKI 1. Yaaa, politik memang tidak akan lepas dengan pencitraan. Tetapi untuk seorang Sandiaga Uno yang notabene adalah pengusaha, saya melihat raut ketidaknyamanan dalam diri Sandiaga Uno ketika harus “mencicipi” hal2 yang rakyat jelata jakarta lakukan almost everyday. Terutama ketika naik metromini, desak2an blusukan nyari dukungan, dsb. Saya juga melihat cita2nya ketika telah menjadi pemimpin jakarta, agak sumbang. Hampir sama dengan jaman kampanye calon2 sebelum pilkada jokowi-ahok. Keliatan sekali dia berbicara seperti diseting.
    Oh ya, jangan lupakan juga kasusnya yang terlibat di Panama Papers. Bukti dia sendiri suka “main2” dengan kewajibannya mbayar pajak.

    Sedangkan untuk Pak Ahok, yaa..seperti yang sudah anda utarakan diatas soal keunggulan Pak Ahok, saya setuju semua. Kejelekan dia memang dengan caranya yang rada bar-bar dalam membasmi ketidak beresan di Jakarta. Iya, cara Pak Ahok memang rentan membuat orang terpecah belah. Bukan malah mencipta persatuan seperti yang anda harapkan dari Pak Anies. Tapi cobalah anda melihat lagi dari sudut pandang lain. Hasil dari cara yang bar-bar ini menurut saya berhasil membuat Jakarta, khususnya para mafia2 yang berada diatas, ketakutan dengan Pak Ahok. Beliau berani memecat langsung bawahan dan “menendang” dengan kakinya sendiri partai pengusung nya. Ibarat MU mengusir Federasi Sepakbola Inggris sendiri atau ibarat anda memecat bos anda sendiri. Alasannya adalah karena sang bos sudah tidak sejalan dengan pemikirannya. Sang bos yang sudah tidak mengutamakan kesejahteraan rakyat. Hal2 ini lah yang saya sangat ragukan bisa dilakukan Pak Anies dan Pak SandiUno ketika menjabat DKI1 dan DKI2 nanti. Sedangkan, Jakarta masih butuh dibenerin secara tegas. Ibarat sistem windows: ketika aplikasi mulai nge-hang, kudu di-kill aja pake ctrl+alt+del (Task Manager).
    Pak Ahok udah terbukti berkali2 bisa menjadi Task Manager buat Jakarta, Bagaimana dengan Pak Anies yang jauh lebih santun? apakah beliau bisa jadi ctrl+alt+del seperti Pak ahok? atau hanya bisa jadi Alt+F4 bagi Jakarta?

    Menurut saya, saya akan tetap dukung ahok untuk satu periode lagi. Ketika Periode keduanya Pak Ahok selesai, silahkan Pak Anies naik jadi DKI 1.
    Atau mungkin ketika Pak Ahok dipertengahan jalan harus berubah format lagi, Saya akan sangat mendukung Pak Anies jadi wakil Pak Ahok. Si keras dan si lembut. Seperti mengulang duet Jokowi – Ahok terdahulu.

    Terima Kasih Bang Pandji. 🙂

  110. Saya yakin Anies bisa menjadi Gubernur yang baik untuk Jakarta. Namun, IMHO, sepertinya waktunya bukan sekarang. Ahok masih punya banyak PR yang harus beliau selesaikan. Dan menurut saya, diperlukan orang seperti Ahok untuk 1 periode lagi memimpin Jakarta. Dan ketika masa jabatan Ahok selesai sebagai Gubernur DKI Jakarta, tanpa keraguan, Anies adalah pilihan terbaik untuk mimpin Jakarta.

  111. Tulisan bagus bung panji.. tapi mungkin agak subjektif sedikit… coba meditasi lg sendirian yg agak lama mungkin bisa objektif,.. pilkada jakarta emang seru pilihannya org2 kualitas semua… tanda2 indonesia makin maju

  112. Setuju…
    Anies akan seperti Ridwan Kamil atau Risma atau Pimpinan daerah lainnya yang sudah di diakui berhasil memimpin daerahnya tanpa arogan dan manusiawi.

  113. Cakep … cakep. Semoga hal – hal indah itu mampu di bawa ke rumah yang namanya Gerindera dan PKS. Saat masa kampanye saya yakin, rumah itu boleh dihias apapun untuk menarik hati. Seperti yang mas Panji uraikan. Tetapi setelah semua usai … masihkan hiasan2 indah itu tetap boleh menempel? Kita sudah tahu betul pemilik2 rumah itu dengan karakternya yang sudah telihat jelas seperti saat pilpres. Untuk niat baik pak Anis kita semua yakinlah. Tetapi mewujudkan itu dalam birokrasi tentu hal berbeda. Kita bisa sedikit lihat saat beliau dipercaya menjadi Mendiknas. Salam persatuan dan kesatuan Mas Panji.

  114. saya bukan orang jakarta tapi jadi tertarik dengan dinamika politik jakarta yang rame nih. pada mulanya saya juga belum dapat mengerti kenapa Bang Pandji mendukung Anies,padahal “penumpang2″nya adalah ya….begitulah.tapi setelah membaca tulisan tadi saya dapat mengerti walaupun tetap gak setuju.hehehe
    saya suka dengan semangat untuk berada di dalam,menemani Anies,tidak meninggalkannya berjuang sendirian menghadapi para “penumpang”.Mirip semangat Ignatius de Loyola waktu reformasi gereja.
    Tetap berjuang,Mas Pandji!

  115. Setidaknya kalau mau jadi gubernur setelah 2 periode Ahok.
    Kalau mau buat perubahan atau bisa lebih baik setelah Ahok.
    Jangan sekarang. Kelihatan sekali…

  116. PKS dan Gerindra? Really? Jaminan apa yang bisa Pak Anies berikan bahwa dia tidak akan ‘tunduk’ pada kemauan 2 partai yg (sorry to say) absurd? Ahok memang senang memaki, tapi jangan salah, Ahok memaki dan melawan HANYA kepada orang2 yang korup, licik, jahat, berencana busuk, makan duit rakyat, maling dan begal anggaran. Makanya dia keluar dari kepentingan partai. Pernah ga lihat Ahok marah pada ibu2 tua? pernah lihat Ahok marah pada anak2 sekolahan? Yang diblowup pas giliran marahnya, tapi objek kemarahannya tidak dilihat? Dia menjalankan amanat UU pun dia dinilai arogan. Aneh bukan? Prinsip Ahok, salah ya salah, benar ya benar. Hebatnya Ahok adalah saat ketemu/tercium gelagat konspirasi licik, langsung dihajar! Miris bagi telinga Jawa yg lembut dan santun. Anda yakin Pak Anies juga punya kemampuan melawan bangsat2 ibukota sekaligus membawa JKT menuju kota Megapolis masa depan? Jangan2 pada saat gigih melawan, yang dia lawan orang dari partai dia sendiri…. itu namanya serangan balik, bunuh diri. Yakin bisa? Saya lebih melihat Pak Anies cocoknya di area akademisi. Put the right man on the right place. Nice POV anyway, but imho he’s not ready yet for this ‘Cruel’ city. Dan kendala terbesarnya ada 2: partai pendukung & kinerja/kapabilitas. Thanks & God bless

  117. Gw sih percaya om Anies bakal bawa DKI jadi lebih baik. Cuma gw ga bisa percaya sama orang2 yg ngusung dia sekarang. Sama halnya dengan Ahok+Djarot. Untungnya gw gak punya hak buat milih karena ktp gw bekasi, jadi cuma bisa liat aja siapa dari 2 kandidat ini yg akan bawa DKI menjadi lebih baik lagi. (Btw, kenapa Ahmad Dhani dicalonin di Bekasi yak…#gaknyambung 😨😨)

  118. Saya setuju dengan Mas Pandji, Pilkada akan melahirkan pempimpin berkualitas, jika masyarakat selaku pemilih diperhadapkan pilihan yang sama2 baik, sama 2 berkualitas.
    Pilkada, dimana pun dan pada tingkatan apapun, tidak boleh mengajak orang lain untuk memilih dengan cara merendahkan lainnya (dari aspek personal/SARA).
    Membandingkan keberhasilan masing-masing tentunya harus dengan indikator berbeda. Keberhasilan Mas Anies tdk bisa diukur dengan indikator hubungannya dgn DPRD, atau keberhasilannya membangun kanal di Jakarta, pun demikian dengan Mas Agus dan sebaliknya. Pak Ahok pun tdk bisa dinilai kinerjanya dari perspektif yang tidak sesuai.
    Dari tulisan Mas Pandji, ada sedikit yang saya ingin koreksi :
    Yang pertama :
    “Program sertifikasi guru untuk meningkatkan kompetensi guru. Karena banyak guru guru tidak berkualitas akan menghasilkan murid murid tidak berkualitas. Dan percaya sama saya, banyak banget guru yang kualitasnya layak dipertanyakan.”
    Program sertifikasi guru tdk dimulai dari jaman Pak Anies, tapi jauh sebelumnya.
    Yang kedua :
    Direktorat yang yg terbentuk dann idenya dari Pak Anies, bukan Direktorat Keayah bundaan (meskipun awalnya hampir dinamai seperti itu), tapi Direktorat Pendidikan Keluarga

  119. Semua calon memang bagus-bagus sih ya ^_^. Tapi diantara semua yang bagus sudah ada yang sekaligus teruji dengan kinerja mantap ;). Jadi, memang ada lebihnya diantara yang lain. Siapa lagi kalau bukan Koh Ahok.

    Soal gaya komunikasi dan elemen pemersatu, well, mungkin titik berat tugas gubernur lebih kepada operator/pengelola/administrasi wilayah, ya :). Eksekutor. Ahok sudah membuktikan kinerjanya dalam hal ini. Soal gaya komunikasi ya tergantung prioritas saja ya. Kalau saya jelas, biarin deh rada galak yang penting kerjanya bener ketimbang dibalik jadi –> Santun tapi kerjanya kurang okeh.

    Maunya sih dapat dua-duanya hahaha. Tapi ya, balik lagi ke prioritas tadi. Makanya, dari 3 calon, sulit banget untuk tidak mendukung AHOK (y).

  120. Anies baswedan betul LEMAH LEMBUT dan SOPAN bgt, kepedulian penuh terhadap pendidikan sangattt tinggi ga perlu di ragukan. TAPI ada kesalahan fatal yg terjadi. Yg mana kemendikbud di era anies terjadi SALAH HITUNG tunjangan guru hingga 23,3 T. Itu bukan dana yang kecil, thanks to bu Sri Mulyani yg menyelamatkan OVER BUDGET yg terjadi ini dan harus mengatakan “ini jgn sy dianggap seolah2 tidak punya komitmen ke pendidikan”. jadi bisa dibayangkan seorang menteri lemah dalam ketelitian anggaran sudah dapat diperkirakan layak untuk dicopot atau kena reshuffle. Ahok dalam hal anggaran??? Silahkan di nilai sendiri 🙂

  121. Saya mendukung pak anies maju walaupun bukan kandidat yg saya sukai. Akan tetapi semoga gerinda dan pks menjaga beliau dr mbegedut dan mbloder si mulut jamban kayak kasus sumberwaras dan transjakarta yang anehnya ngilang. Cling.

    Mas panji tulisanya bnyak dan subyektif

  122. terima kasih opininya bang
    mau g mau suka g suka para calon gubernur akan dihadapkan dengan para politisi yg kta tau lah track record rata2 politisi kita seperti apa
    tapi lebih baik menyalakan lilin daripada memaki kegelapan bukan?
    saya buka warga jakarta tapi sangat berharap “teras” dan “wajah” Indonesia ini dipimpin oleh orang yg mampu mempersatukan
    saya sih berharap Uno bisa garang dan mampu jadi “bemper” pak Anies terutama saat membuat kebjakan non populis
    sseperti yg pernah saya lihat pada JK dan ahok sewaktu menjadi wakil
    karena pemimpin adalah sosok panutan dia harus “bersih” dari cela agar orang2 merasa nyaman bersandar padanya
    naah untuk “tukang bersih2” diharapkan wakil atau orang kepercayaannya
    kalau saya pernah baca buku Machiavelli pimpinan membutuhkan “bemper” untuk kebijakannya yg tdk populer
    biarkan kemarahan orang2 bertumpu padanya sehingga masyarakat menyatu karena memiliki “musuh yg sama”
    dan persatuan itu dipimpin oleh pemimpin yg berkuasa
    sadis dan kurang ajar tapi efektif

  123. Tulisan yg bagus. Saya bukan warga jakarta jd saya tdk memilih. Semua orang ingin mendapatkan yg terbaik. Semua orang merasa baik. Semua orang merasa kenal dengan orang baik tsb. Tapi ternyata selalu ada yg melihat dr sudut yg berbeda. Bagi saya yg tdk memilih ini, Pak Yusril terlihat baik dlm sudut pandang saya meskipun tak semua hal saya sepakat dg beliau. Begitupun dgn tokoh yg lain, meskipun tak sepakat dalam banyak hal namun saya percaya merekapun mempunyai sisi baik. Bagi yg punya hak pilih, selamat memilih.. Anda orang2 merdeka yg bisa memilih dg leluasa. Jika anda yakin, anda tak akan terganggu dgn pilihan org lain. Sebagaimana saya meyakini, saya akan memilih Pak Yusril jika saatnya tiba.

  124. Makasih mas pandji atas refleksinya. Gue yakin pilgub dki nanti akan jadi trend baru buat pilkada lainny di Indonesia, sampe akhirnya impian semua orang baik di pemerintahan bener2 terwujud. Siapapun yang menang nanti pasti punya cara terbaik utk jakarta, tugas warga cukup dukung dan tidak tebar kebencian ke calon lain. *dds

  125. Tulisan yg bagus mas, sayangnya pak Anies maju skrg, kalau 5 thn lagi saya pasti pilih beliau. Kalau skrg maaf saya pilih Ahok, krn Jakarta sebelum Ahok seperti ibarat hutan rimba, ga ada aturan. Ahok terbukti mampu memimpin Jkt dengan gaya-nya yg ceplas ceplos dan tegas. Jakarta untuk 5 thn ke depan masih butuh Ahok. Nah, sesudah Ahok mimpin 5 thn lg, kalau pak Anies maju pasti saya pilih, krn istilahnya setelah bersih2 butuh org seperti Pak Anies untuk merawat dan memperindah jkt.
    Salam. *_*

  126. Bang Pandji, saia suka tulisannya, saia juga menghormati pak Anies dg keputusannya, namun mohon disampaikan pesan saia, pak Anies benar2 harus hati2, kenapa pak Anies terpilih di hari2 terakhir, krn sebelumnya koalisi tersebut berharap PDIP mau menarik Risma dari Sby utk mendongkrak perolehan suara koalisi mereka, tapi siapa sangka bukannya mendapat Risma, koalisi tersebut justru kehilangan PDIP diikuti 4 partai lainnya, benar2 kehilangan besar, hanya 2 partai dan bisa dibilang koalisi ini maju dg suara pas2an, hingga akhirnya dideklarasikanlah pak Anies sebagai cagub koalisi ini, pak Anies sengaja di posisikan sebagai cagub utk meyakinkan konstituen dg harapan bisa mendongkrak perolehan suara koalisi tsbt.

    Jangan sampai suatu hari seandainya koalisi ini berhasil memenangkan pilkada, pak Anies hanya dijadikan boneka utk menutup ‘kebusukan & kebobrokan’ org2 yg tidak lain pengusung pak Anies, jangan sampai pak Anies dijadikan tameng para koruptor, tokoh radikal, org2 bermulut manis yg mengaku santun demi kemenangan dll.

    Sekali lagi, saia titip pesan dan harap disampaikan kepada pak Anies, harap berhati2 dan lebih tegas dalam bersikap, tolong disiplinkan anggota koalisinya utk benar2 santun bukan di mulut saja, jangan sampai image pak Anies justru ternodai bahkan hancur, jangan sampai pak Anies hanya dipakai oplosan pihak2 yg hanya mabuk kekuasaan karena pak Anies terlalu terhormat untuk itu.

  127. “Anies Baswedan ditawarkan untuk menjadi calon Gubernur DKI Jakarta. Dia tidak memancing mancing jabatan tersebut, dia tidak mondar mandir berburu jabatan itu. Dia ditawari.”

    Sayapun yakin beliau ditawari, tapi ditawari karena apa? Saya percaya karena populariasnya, bukan kapabilitas mengingat kekurangberhasilan beliau di jabatan sebelumnya.

  128. Semakin mantap dgn pak anis, sya cinta indonesia, cinta Jakarta, cinta semua nya.. Kenapa kita harus kasar kalau dgn cara baik baik bisa.
    Thanks bang panji untuk tulisan nya..
    Ilham stand by you untuk pak anis DKI 1.

  129. Baru kali ini saya baca isi blog dari akhir sampai habis. Dan isinya sangat jelas, mas Pandji ini berbakat sekali jadi penulis. Yang terpenting, tidak ada kampanye hitam dan negatif di dalamnya. Ini cuma pendapat Mas Pandji tentang mengapa dia memilih Anies daripada Ahok. Kesimpulannya: Mas Pandji memilih Anies, karena Anies orang yang fokus ke pendidikan. Tidak memilih Ahok karena bicaranya tidak sopan. Hahaha… Tulisan sepanjang itu kesimpulannya cuma dua baris.. Semangat mas pandji, ajarin saya menulis dong.

  130. Siapapun yang menang pasti akan menjalankan regulasi yang seharusnya dijalankan di setiap bisang spt tata kota, infrastruktur, lingkungan, pengendalian bencana (terutama banjir) dll.. yang standard gitu2, cuma nanti bedanya adalah persentase keberpihakan dalam menjalankan semua kebijakan! saya yakin mungkin hanya kurang dari 30% saja yang diupayakan untuk rakyat atau memenuhi ekspektasi rakyat, sisanya porsi besar tetap untuk kepentingan ‘pemodal’ dibelakang mereka. Media2 digunakan untuk menutupi noise yang timbul dan mengekspos besar2 an porsi ‘kecil’ 30% tadi untuk menimbulkan kesan yang baik di mata rakyat. Pikiran2 & logika kita diacak2 & tanpa sadar digiring untuk fokus pada hal kecil yang dianggap ‘luar biasa’ dan kabur dari hal2 besar yang ada. Berpikir luas & ambil jarak dari semua permasalahan sehingga kita bisa lebih jelas melihat. Pilkada, pilpress, Indonesia, Kekayaan alam, Asing ini semua saling terkait dalam lingkarang besar yang sangat terstruktur rapi. tetap waspada & ingat anak cucu kita nanti!

  131. setuju sama om pandji, saya juga memlih Anies, tapi dengan alasan karena Ahok disunting PDIP dan tidak ada nilai positif yang bisa saya ambil dari PDIP, and than Ahok udah khianatin “Teman Ahok” janji independen gataunya lewat parpol parpol juga, munafik ah… yaudalahyaaa gudbye aja pak Ahok~~ 😀

    1. sekeren2nya mas panji nulis blog ini tentang ANIES BASWEDAN
      tetep aja cara kampanye Anies baswedan terkesan kosong ga ada mutu
      visi dan misi kampanye pun kosong tanpa mutu

      udah baca berita tentang semua janji2 teken kontrak politik sana sini
      alangkah luar biasanya semua lokasi di janjiin ini itu kontrak sana kontrak sini

      yg belom didenger malah rencana konkrit apa yg akan dia lakukan
      cuma sibuk menjelekkan program yg udh ada, tp yg bagus mau dilanjutin
      enak benerrrr

      Buat saya jelas berbeda kendaraaan politik ahok dan anies
      seorang ahok ingin membuktikan dia bisa independen
      tp negara ini membuktikan betapa bobroknya proses demokrasi tanpa sebuah partai sampe dikeroyok sana sini mencari cara agar ahok ga bsa independen
      sampe mau bikin2 peraturan2 baru yg menyulitkan calon independen
      dan hasilnya? kita skrg membuktikan bahwa belum byk org baik yg bsa mendukung independent utk merdeka dari partai

      simple logic nya ahok sudah dan telah membuktikan bahwa dia seorang gubernur yg lebih2 baik dari gubernur2 sebelumnya , bahkan mas panji mengakui hasilnya, belom lagi BIROKRASI keparat yg sudah dirombak habis2an ,saya yakin AHOK jg seperti seorang ANIES dan PANJI yg ingin melakukan sesuatu untuk bangsa tercinta ini
      KALAU SAYA JADI ANIES kenapa sy tidak mendukung AHOK? tanpa embel2 apapun jg bisa toh image seorang ANIES pun sudah bagus , and who knows one day dia jg bisa mencari dukugan independent tanpa partai? ahok bisa jadi pelopor dan yg lain bsa mengikut , jika tujuannya adalah menempatkan orgbaik di posisi strategis? dibanding harus jadi org yg ga punya harga diri, dan integritas, kenapa ga punya harga diri? karna menurut sy sangat menjijikan utk seorang yg dlu begitu nyaring utk tidak mendukung prabowo, tp sekarang berbalik berkata prabowo is alright. SUNGGUH akan lebih elok jika seorang ANIES maju didukung oleh demokrat bukan GERINDRA. buat saya ini sungguh desperate bgt seperti seolah2 kalo ga ikut pilkada ini karier politik anies akan tamat.

      KALO MAS PANJI mau mendukung ANIES dgn kapal penuh perompaknya
      kenapa ga mas PANJI dan ANIES tdk mau mendukung AHOK dengan Dunia yg penuh dengan perompaknya ? DIMANA SUARA KITA KETIKA DPR bergotong royong mau menghancurkan peraturan calon independent?

      salam politik dunia sandiwara

  132. Satu hal yang sangat disayangkan, kenapa Gerindra dan PKS!
    yang hanya bisa bicara, bicara dan mencela tapi tidak ada prestasi.
    pas deklarasi aja si jon jon bikin puisi seperti ngajak perpecahan dan menjelekan lawan, bukan visi dan misi yang dipaparkan.
    padahal Pak Anies Baswedan merupakan salah satu tokoh yang saya kagumi, dilihat dari cara bicaranya yang membuat hati begitu tersentuh dan tindakan tindakan beliau yang sangat nasionalis.

    tapi jakarta tetep butuh AHOK yang berani dan tegas melawan tikus-tikus jakarta!

  133. Pren….Ahok Itu lambang harapan…..lambang Dari yang tadinya mustahil…jadi bisa terjadi…simbol bhinneka tunggal ika….dki banyak orang gila….munafik…..Dan sinting..
    ..musti dipimpin orang gila juga….dia simbol orang bisa kerja Dan Mau kerja……tolong bandingkan dengan anggota DPR……silakan jawab….berapa gaji Dan tunjangan orang DPR……apa kerjanya……apa saya yang salah liat
    …..maaf kalo salah bandingin……gaji harusnya sebanding dengan tanggungjawab…..Dan Ahok lakukan itu

  134. Seperti biasa, tulisan yang hebat. Beruntung warga jakarta punya pilihan seperti kali ini. Klo saya analogiin pilkada kali ini tuh kyk cewek dikasih kesempatan belanja barang favorit secara gratis tapi cuma bisa ambil 1 😂
    Tapi klo saya punya hak pilih di jakarta, saya bakal tetep pilih ahok untuk habiskan jatah periode dia. Barangkali pak anies masih minat di periode berikutnya

  135. Tulisan lo emang dari dulu bagus bang dan gue seneng bacanya.

    Ohya untuk pilkada kali ini, gue ngerasa kaya Pemilu kemarin loh bang. Atmosfirnya luar biasa banget ditambah cagub yang maju memang memiliki kapabilitas dan pendukung yang memadai.

    BTW, gue juga dukung Anies Bang hehehe

  136. Kali ini saya masih kasih kesempatan Ahok, mengingat banyaknya pe er. Nanti kalau semua jalan sudah tertata, bolehlah yg kalem2 maju

  137. Tulisannya bagus, bikin adem, sejuk dan damai.

    Saya setuju pak anies sebagai sosok pemersatu.

    Saya setuju pak anies sebagai orang baik.

    Saya setuju pak anies sangat kompeten di bidang akademis.

    Dsb

    Hampir 95% pendapat mas panji saya setuju.

    Pendapatku pak anies belum cukup siap untuk menghadapi “kampret kampret” itu.

    Jakarta itu belum butuh orang yang seperti pak anies yaitu pemersatu, penyejuk, bla bla bla

    Jakarta masih di jaman ” hitam/jahiliyah/kekacauan ” butuh seorang revolusioner.

    Revolusioner yang mungkin terlihat kasar, bengis, kurang ajar, tidak santun, ibarat obat yang pahit untuk penyakit kronis bukan bodrexin !!

    Mungkin setelah revolusi berakhir, dan jakarta sudah memasuki jaman “terang” baru sosok seperti pak anies dibutuhkan untuk membangun Jakarta dengan lemah lembut dan santun.

    Namun untuk saat ini jakarta lebih membutuhkan sosok sang revolusioner !!! Adakah sosok sang proklamator soekarno lemah lembut seperti pak anies !?! Tidak !! Menurut saya Beliau sosok yang tegas, kuat, berani !!! Penjajah tidak bisa diusir dengan kesantunan, sama juga dengan keadaan jakarta saat ini, koruptor ibarat penjajah yang harus dilibas dengan ketegasan dan keberanian ahok !!

    Ahok bukan malaikat, yang kita harapkan sempurna didalam tutur kata dan perilakunya.

    Maaf bukan menggurui mas panji, cuma sekedar menyampaikan pendapat.

    Salam damai dan persatuan !!

    1. gile bro setuju berat sama kata2 u tp sygnya g udah ilfil sama seorang anies yg menurut g sama aja gila jabatan dan gila posisi, jujur aja org baik macem pak ahok buat apa disingkirin? masih byk bro jabatan2 laen posisi2 laen yg diisi oleh begundal2 , DPRD ga liat isinya apaan semua? emang concern tentang INDONESIA itu sebatas Gubernur di JAKARTA doank? ga kasian tuh ama warga BEKASI calon begitu semua? BEKASI ga perlu diselamatkan? lebih baik menjatuhkan org baik ky AHOK daripada menjatuhkan seorang AHMAD DHANI ? mgkin bekasi bukan bagian dari INDONESIA, cuma sekedar panggung kecil yg ga berarti. KALO MEMANG IDEOLOGI ANIES DAN PANDJI adalah untuk Indonesia yg lebih baik masih byk panggung dan posisi lain yg bisa diambil tanpa harus menjatuhkan org baik yg sudah di posisi yg baik. CONTOH PALING GAMPANG adalah KANG EMIL , dia ditawari dan pada akhirnya dia menolak. sungguh elegan dan respek sama beliau. karna sekarang belum saatnya org baik berkompetisi dgn org baik,. SKRG ADALAH SAATNYA ORG BAIK BERGANDENGAN TANGAN melawan org tdk baik yg ga kira2 banyaknya. jadi jangan menutupi sebuah ambisi pribadi dengan mengatasnamakan demi kepentingan INDONESIA. That is so wrong dude

  138. Saya akan selalu jadi pendukung Ahok. Sempat kecewa dengan pilihan Pak Anies yang 1 kubu dengan ‘mereka’ tapi sekarang mulai bisa mengerti. Thanks, mas.

    Siapapun yang menang saya akan tersenyum, walaupun saya akan tersenyum paling lebar kalau ahok yang menang. Karena buat saya cuma Ahok yang SUDAH teruji bagus sebagai gub DKI.

    I still love u, pak Anies. Cuma maaf kali ini saya lebih pilih Ahok.
    Salam damai.

  139. Jangan terlalu berambisi bung, nanti anda bisa kecewa. Jakarta tidak hanya butuh pemimpin pendidik bung. Tapi butuh pemimpin tegas.
    Saran buat bung Pandji: jangan cuma liat dari satu sisi, tetapi lihatlah pada sisi sisi yang lain.
    Seberapa dekat Anda dengan anies?

  140. Khas panji, tulisan nya sangat menghibur. Tapi ini bukan panggung hiburan yg akan d gelar mas. Mas panji coba deh buka youtube pemprov dki dari hari ke hari, bobroknya udah parah mas.. Cuma ahok yg berani hajar itu semua. Letteraly he is at war for us in there..

    Kl soal bagasi ahok adalah megawati, saya sih lbh yakin ahok bisa berdiri sendiri thd prinsip dan keyakinannya dibandingkan anies yg diam saja mendengar puisi si zonk di bacakan d depannya. Ambisinya mas anies terlihat jd seperti oportunis kan mas?

    Kl CARAnya kasar, ibarat orang batak, ngomongnya aja yg keras/kasar, tapi hatinya baik. Dan buktinya orang batak selalu bersatu dimanapun ketemu d penjuru dunia sekalipun.
    Jadi CARA yg keras/kasar bukan jaminan pemecah belah.

    Yah kl emang situ suka yg kalem”, itu pilihan. Tp apa gak sayang, nemu yg brani mati buat kita ky gitu gak kita dukung?

    Btw, sertifikasi guru bukannya udah ada dr jaman sebelum anies jd mentri ya mas?

    Btw lagi… Have fun with jonru mas.. Xixixixi

    1. seorang anies menurut g sama aja gila jabatan dan gila posisi, jujur aja org baik macem pak ahok buat apa disingkirin? masih byk bro jabatan2 laen posisi2 laen yg diisi oleh begundal2 , DPRD ga liat isinya apaan semua? emang concern tentang INDONESIA itu sebatas Gubernur di JAKARTA doank? ga kasian tuh ama warga BEKASI calon begitu semua? BEKASI ga perlu diselamatkan? lebih baik menjatuhkan org baik ky AHOK daripada menjatuhkan seorang AHMAD DHANI ? mgkin bekasi bukan bagian dari INDONESIA, cuma sekedar panggung kecil yg ga berarti. KALO MEMANG IDEOLOGI ANIES DAN PANDJI adalah untuk Indonesia yg lebih baik masih byk panggung dan posisi lain yg bisa diambil tanpa harus menjatuhkan org baik yg sudah di posisi yg baik. CONTOH PALING GAMPANG adalah KANG EMIL , dia ditawari dan pada akhirnya dia menolak. sungguh elegan dan respek sama beliau. karna sekarang belum saatnya org baik berkompetisi dgn org baik,. SKRG ADALAH SAATNYA ORG BAIK BERGANDENGAN TANGAN melawan org tdk baik yg ga kira2 banyaknya. jadi jangan menutupi sebuah ambisi pribadi dengan mengatasnamakan demi kepentingan INDONESIA. That is so wrong dude

  141. Simplenya gini deh, knp Ahok dan temanAhok yg awalnya pede dan ‘menghasut’ rakyat DKI utk kumpulin KTP yang belakangan di kroscek sama Kompas TV beberapa ada yg ga gak sesuai ternyata. Naaahhh drpd ntr ketauan banyak yg gitu, bs gagal dah tuh doi nyalonin dan sia2 ‘perjuangan’ si temanAhok ga dpt apa2 nanti mrk kasian. Naah manfaatin kedekatan sama jkw dan mega meskipun akar rumput partai sbnrnya ga pada suka Ahok. JUJUR DEH….di belakang sbnrnya bnyk yg ngoceh dgn Ahok didukung partai2. Banyak yg kurawa, eh kecewa…dulu ga mau sama partai krn ini-itu, lah sekarang tiba2 mau dipakein jaket pdip sama nyonya. Gak cuma Anies atau Agus yg bakal disetir partai, Ahok pun akan begitu. Dia pernah berkhianat ke Golkar dan Grerindra, akan terulang nanti dgn PDIP dan disitulah prahara utk DKI dimulai…
    Hati2 terhadap janji manis sang ‘nasionalis’….Tak perlu dpt simpati dr org2, tapi tolong berempati pada rakyat yg membutuhkan…Mulutmu harimaumu ahok…
    Buat mas Anies, saya juga kurang sreg beliau jd DKI01. Mbalelol dr awal 2014. Bukan maksud gue ga bs move on yah, tapi seorang laki2 (pemimpin) yg dipandang adalah ucapannya, hati2 mas…Atau sengaja mau dicalonin spy mecah suara? Ga tau juga nih…hehe
    Buat mas Agus…duh gue bingung nih, sosok pemimpin DKI bukan kayak menunggu2 seperti Imam Mahdi. Semuanya serba kejutan…Pencalonannya sampe hrs menjerumuskan seorang pakar hukum sekelas Yusril lho…pdhl 2 partai sblmnya dukung YIM, namun dlm itungan cepat nama mas Agus yg keluar krn arahan Syarief Hasan ke SBY. Bisikan ajaib itu yg bawa petaka untuk mas dan keluarga dan para pendukung…Syarief Hasan ini waduh bingung deh jelasinnya gmn hehehe…
    Anyway buat Pandji, dukung aja mas Anies, biar kampanye makin rame aja…klo Ahok didukung sama Radit dan mas Agus didukung sama Raffi Ahmad kan jadi seru tuh…biasanya ujung2nya gitu deh influencer di tiap kubu yg nentuin pemilih. Tonton filmnya Sandra Bullock deh yg dia jadi manajer kampanye presiden di Amerika Selatan. She did it…Good luck mas pandji!

  142. berbuat baik dan menyebarkan kebaikan itu bisa dilakukan dan bahkan seharusnya dimulai dengan tanpa melecehkan orang lain.
    tudingan soal jidat hitam itu, kalau memang hanya humor, jauh dari kelucuan.
    kalau memang serius, berarti anda memang tidak terbiasa bicara dengan fakta.

  143. Seseorang boleh memberikan pendapat sesuai refrensi nya masing- masing kok, ga masalah mas pilihan kita kali ini lagi beda.

    Seseorang pejabat publik cuma bisa dinilai dari track record yang udah ada menurut saya, dan ini perbedaan antara Anies dan Ahok, mari kita bicara fakta, sulit dibantah. ( Saya bahas disini karena emang masyarakat kita mudah lupa).

    1. Sri Mulyani , Menkeu sekarang menemukan “dana siluman” di Kemendikbud saat Anies menjabat sebanyak 23 TRILLIUN di APBN !
    2. Sedangkan Ahok memangkas “dana siluman” sebanyak 12 TRILLIUN di APBD, sampe ribut sama DPRD.

    Kita semua tahu saat ini musuh terbesar bangsa Indonesia ini adalah korupsi, jadi mungkin bisa dinilai dan dipikir-pikir lagi buat milih siapa di Pilkada nanti. Mari kita berdemokrasi secara sehat,

    Carpe diem.

  144. Sepertinya judulnya jangan hanya “Pilih” tapi diperjelas menjadi “Pandji Pilih Anies”

    Esai ini seperti kampanye anda untuk memilik Anies. karena sangat subjektif sekali (ya esai memang subjektif)
    Ahok memang tidak sempurna… kekurangannya adalah Cina (non pribumi) dan Non Islam, Apakah Jika ahok islam dan pribumi akan tetap disukai? saya rasa tidak, wong biaya2 jadi pelit, banyak yg tidak kebagian….

    Jika ada pilihan selain ahok dengan kinerja sama dan beliau pribumi, saya akan pilih dia. namun tidak ada hingga saat ini. Tidak ada yang seberani (mati) ahok, yang lain hanya bisa cuap2 karena ahok non muslim, dan tidak melihat kinerjanya.
    Kalau bisa intropeksi diri, kerja ahok sangat baik. Sayang, manusia (oposisi) hanya bisa melihat kekurangannya. Coba anda pikir lagi…

    Memang ahok non muslim… bahasanya kafir… tapi memang kita yg islam juga harus akui… kerjanya bagus… jangan karena dia kafir jd kita akui kerjanya jelek… tidak masalah tidak dipilih deh yg gak senang… tapi akui sajalah bagus kerjanya totalitas…

    Terbukti hanya ahok yang bisa menentang 1 DPRD… gubernur sebelumnya berani? calon lain berani?
    mau jalur independen aja dipersulit… terlihat sekali banyak yang benci

    Benci silahkan, Tidak senang silahkan… Tinggal anda tidak usah pilih dan dukung lagi kalau tidak senang, kenapa jadi fitnah dan mempersulit tidak karuan? menurut saya itu sudah kategori sirik, dengki dan iri…

    Anies bagus, tapi untuk Jakarta yang penduduknya multikulturan dan KASAR2… sopan saja tidak cukup… kalau ada yang mau kerja serius… lihat rusaknya jakarta sama pemimpin2 dan kroco2 sebelumnya… marah saja masih bagus… bisa2 nangis darah… kalau kerja cuma duduk2 ya bisa senyum terus 🙂

    Catatan : Saya salah satu korban pemalakan FBR yang katanya “pemilik jakarta”.. (Saya senang ahok membubarkan FBR dan FPI yang isinya preman2)

  145. Dengan segala hormat bang, walaupun secara substansi elu kagak persuasif, tapi secara tulisan dan style elu dalam menulis, elu sangat persuasif. Elu berbicara seakan argumen elu sudah pasti benar. Tapi satu yang gue tau, Anies memang orang baik-baik,bukan cuma itu, beliau juga berani. Tadi gue liat komen diatas ada yang bilang Anies gak berani lawan Arus. Padahal hampir setiap poin prestasinya sebagai Mentri pendidikan adalah hasil keberanian melawan stigma pendidikan indonesia.
    Jadi bang, mudah mudahan tulisan ini emang bukan bayaran ya.

  146. First, thanks for sharing pivotal concerns about your decision with true understanding bang pandji 🙂
    You try to convince about melakukan semacam “pendekatan baik” ke parpol, i don’t think it can’t work, my thought about partai-partaian di Indonesia, i don’t think i have any hope, only despair. I’m truly millennial bang yang beranggapan partai partai di Indo gak sama millennialnya sama saya. Semua yang bang pandji bilang soal parpol i can’t agree more, bener bgt! tp sulit bang meyakinkan pemilih lain soal partai dg mengibaratkanya “masih bisa diatur”. Mereka, parpol udah terlampau tyrannical di dalemnya, udah terlampau bobrok, terlalu banyak power state, kepentingan. So, when you’re comparing melakukan pendekatan dg niat baik ke anak pembuli dg parpol, cmon bang itu gak apple to apple. Soal parpol lebih perplexing dan butuh radikalisme,saya yakin hehe, untuk melakukan perubahan di sistemnya.
    Parpol tuh udah kayak clique atau squad, ibarat taylor swift squad, saya yang macem nerd ini gak mungkin hang out bareng mereka. Begitupun para pemilih muda yang giat sama perubahan gak ngerasa nyambung kalo hang out sama parpol.
    Saya rasa para pemilih udah pasrah-pasrahan soal parpol meskipun masih ada opsi “pilih yg gak paling byk kemudharatanya”-ini yg saya pake sih jd otomatis pks tereliminasi, hehe- tp overall bang harapan para pemilih rasanya bener-bener sama siapa dan bagaimana calonnya. Jadi ajakan menjinakan pks rasanya terlalu muluk, yang bangsa ini perlu rasanya mereka gak mesti jinak krn udah terlalu hipokrit, bangsa ini perlunya mereka nyerah aja, hehe.

  147. First, thanks for sharing pivotal concerns about your decision with true understanding bang pandji 🙂
    You try to convince about melakukan semacam “pendekatan baik” ke parpol, i don’t think it can’t work, my thought about partai-partaian di Indonesia, i don’t think i have any hope, only despair. I’m truly millennial bang yang beranggapan partai partai di Indo gak sama millennialnya sama saya. Semua yang bang pandji bilang soal parpol i couldn’t agree more, bener bgt! tp sulit bang meyakinkan pemilih lain soal partai dg mengibaratkanya “masih bisa diatur”. Mereka, parpol udah terlampau tyrannical di dalemnya, udah terlampau bobrok, terlalu banyak power state, kepentingan. So, when you’re comparing melakukan pendekatan dg niat baik ke anak pembuli dg parpol, cmon bang itu gak apple to apple. Soal parpol lebih perplexing dan butuh radikalisme,saya yakin hehe, untuk melakukan perubahan di sistemnya.
    Parpol tuh udah kayak clique atau squad, ibarat taylor swift squad, saya yang macem nerd ini gak mungkin hang out bareng mereka. Begitupun para pemilih muda yang giat sama perubahan gak ngerasa nyambung kalo hang out sama parpol.
    Saya rasa para pemilih udah pasrah-pasrahan soal parpol meskipun masih ada opsi “pilih yg gak paling byk kemudharatanya”-ini yg saya pake sih jd otomatis PKS tereliminasi, hehe- tp overall bang harapan para pemilih rasanya bener-bener hanya siapa dan bagaimana calonnya. Jadi ajakan menjinakan PKS rasanya terlalu muluk- yeah i know you’re committed being naive- Yang bangsa ini perlu rasanya mereka, PKS gak mesti jinak krn udah terlalu hipokrit, bangsa ini perlunya mereka nyerah aja, musnah hehe.

  148. Suka dgn Cara pandji menulis artikel ini, sangat jernih, berusaha menilai dari segala sisi. Saya bukan warga DKI tapi sangat berharap DKI dipimpin oleh politisi yang mampu membawa ke arah lebih baik

  149. Tulisan di atas lebih mirip ‘galau’, lihat sosok yang dikagumi memilih jalan yang lain yang berhadapan dengan sosok yang dulu sama-sama dibela.

    Sayang sekali Anda tidak konsisten. Bagaimana mau ngajak orang untuk kampanye santun, di tulisan Anda saja banyak hujatan. Menampilkan kejelekan pihak lain seolah pihak Anda yang benar, ya namanya semut diujung lautan memang lebih nampak sih ya.

    Dari tulisan Anda di atas juga saya jadi tahu alur pikir para pendukung Pak Jokowi pilpres lalu. Walah kok ndak beda jauh juga dengan pendukung sebelah yang Anda cap tukang SARA dan ga santun. Menempelkan stereotype pada pihak-pihak tertentu tanpa Anda mengenal dan berinteraksi. Ingat bung don’t judge the book by its cover, apalagi covernya media, yang tiap detik bisa ganti profil picture.

    Dari tulisan ini juga saya jadi punya kesan, Anda yang tidak peduli dengan isu penggusuran dan reklamasi itu adalah orang yang kurang besar empatinya (saya ga bilang ga ada ya). Bagaimana persatuan akan terwujud jika banyak orang yang hanya peduli dengan sejuknya mata pada saat memandang sungai di pagi hari kala mengantar anak sekolah dengan mobilnya. Padahal prosentase orang seperti Anda ini sama besarnya dengan mereka yang mengais rejeki di jalanan yang Anda lewati, demi menghantarkan anak mereka ke bangku pendidikan. Jika memang Anda ingin pemimpin yang santun, ingat bahwa santunnya seorang pemimpin bukan hanya pada mulutnya, tapi sikapnya kepada rakyat kecil. Memanusiakan bukan hanya dg kata-kata.

    Wah udah panjang nih.
    Yowis terakhir,
    Itulah mengapa sebagai manusia janganlah berlebihan dalam sesuatu, karena kita tak pernah tahu kedepan apa yang terjadi. Seperti Anda ini ni, njuk jadi bingung muter-muter mau bikin justifikasi tentang kenapa Anda dukung pak Anies bukan pak Ahok. Hayoo.

    Pilih.

  150. Saya bukan pemilih DKI dan juga bukan simpatisan partai manapun. Saya suka stand up2 Anda. Tapi baca tulisan ini kok yang ada malah resah. Secara tdk langsung tulisan Anda juga blunder. Mengajak orang untuk memilih tanpa menghina orang lain, tapi Anda sendiri menghina kawan2 di PKS dan Gerindra yang sama2 dukung Anies, seolah mereka benalu. Sedih saya.. Mbok ojo ngono to, Cah. 🙁

  151. Kalau Pandji bilang Main Problem pak Ahok adalah Gaya Komunikasi itu sudah basi ndji 🙂
    Walau saya tidak menjadikan gaya komunikasi pak Ahok , tapi kali ini saya bilang pak Ahok sudah jauh tidak meledak-ledak kok.. ini cuman “bahan” untuk mereka yg ingin menjatuhkan pak Ahok saja kok. (Basiiiii…..) . krn memang sudah sulit menjatukan beliau lewat kinerja (cara apappun di tempuh deh, asal ahok jatuh)

    Mungkin Pandji hanya melihat . Pak Ahok hanya memaki orang, tidak melihat siapakah orang itu, kenapa bisa sampai di maki :):) , saya sendiri kadang terharu (no lebay) ketika ahok ramah dan lembut dengan orang yg memang layak di lakukan sedemikian.

    untuk Tumpangan2 liar? PDIP? Nasdem? Golkar? Hanura?
    heloo .. basi lagi ndji .. yes BASI
    Ahok itu tipikal orang yg mempersilahkan semuanya itu untuk mendukung beliau. Dan saatnya sudah kepilih “hey gue mau kerja untuk DKI, you gk ush ganggu gue…gk ush intervensi gue”

    OmDo?? sudah terbukti kok. (Tanyakan saja pak Subianto)

    I appriciate your choice ,
    But for me #TetapAhok
    Sosok yang sangat dibutuhkan DKI JAKARTA

  152. Tulisan yang bagus dan mencerahkan, isinya pas dan enak dibaca. Tapi sy tetap tdk bisa menerima misi terselubung dari tulisan ini, yàkni Ayo Dukung Anis.
    Bagi saya Anis terlalu gemulai untuk bisa berhadapan tegak berdiri sàat para penjahat duit rakyat (para anggota dprd dan pejabat) menghardik Anies untuk segera tanda tangan. Anies pasti hanya bisa menangis ketika aparatur DKI berpesta pora dgn proyek2 yg tak pernah berhenti, aahhh banyak lagi kelemahan Anies.
    Anies tidak cocok untuk Jakarta, kota dimana para mafia begitu berkuasa, dimana yg berjubah dan berjidat hitam juga jd mafia.
    Anies bagus tapi dia tidak bisa tegas berkata tidak.
    Maka saya tegas berkata tidak untuk Anies, biar dia bisa belajar tegas berkata tidak pada mafia yg mendompleng namanya.

  153. Nice thought Bang!
    Pak Anies tampil “stay calm” paska pembacaan puisi yg “aduhai ada ada aja” barangkali adalah respon cerdas untuk para penonton bahwa terkadang memang tidak perlu menyampaikan ketidaksetujuan (apalagi teguran) dalam keramaian.
    Saya setuju dengan sikap Pak Anies. Bagi saya, sikap beliau cukup menunjukkan bahwa beliau termasuk orang kuat, yaitu orang yang mampu menahan diri sekaligus menjaga “muka” orang lain.
    Selamat memilih, Jakarta!

    1. Ga heran lah pandji support anies, wong faktor kedekatan itu yah (ditelp, inner circle of friends, etc). Gmn klo keluarga loe yg maju cagub ya? Lbh fanatik buta.

      Well, utk anies sang bajak laut itu adl mimpik siang bolong dan lebay. Yg NYATA adl ahok telah menyelamatkan APBD dari kapal rampok tsb.

      Dan klo loe pikir anies sbg pemersatu? Cb deh liat Gusdur, krg apalagi beliau dulunya, tetep aja haters still hate what they hatred.

      Trs klo omongan kasar itu ga perlu ya ndji? Cb deh liat boss elu di radio jaman dulu, meuthia kasim, prnh kasar gak ke elo dan radio broadcastars angkatan loe? Sakit hati? Pasti, tp look at u now. #ngikik

  154. Jakarta cuma butuh Gubernur yg berani lawan koruptor. Gak butuh yg jago pendidikan.
    Manusia pinter tp korup sama aja bohong.

    Orang baik diadu sama orang baik.
    Orang jahat tertawa terbahak2 dibelakang

  155. Tulisan Pandji emang mantap!

    gua pilih anies… utk mendidik org gerind., pk., dan san uno dalam berpolitik yg benar. Utk si zonk, tolong dikasih pelajaran tambahan membuat puisi yg benar ya pak.

    Gua pilih ahok…. utk gubernur dki!!!
    Di negri org gila, yg gak gila itu yg disebut gila. Apakah menghadapi begal/dprd harus dgn kesantunan? Shock therapy harus diberikan pd mereka. Ahok punya gaya yg tepat dan teruji.

  156. Jika maskud anda semua calon yang tersedia adalah calon-calon yang baik dan dapat meredam isu SARA yang selama ini bergaung sebelum ketiga pasang calon dideklarasikan, itu benar bung Panji.
    Satu pertimbangan penting yang harus kita sadari bahwa Jakarta saat ini masih diistilahkan dengan WILD JAKARTA. Menghadapi kondisi seperti itu masih diperlukan Ahok untuk menatanya dan mungkin Idola anda bisa dijagokan setelah periode 2 kali Ahok yang berhasil menjadikan jakarta sebagai BEAUTYFUL JAKARTA.
    Mau menjadi Jakarta kota yang Indah?… Pilih Ahok. #TetapAhok

  157. Haloo Pandji.. Kita sesama pendukung MU nih.. Hahaha.. Agak ngga nyambung sebenernya.. Tapi analogi ini pas buat ngejelasin bagian “mencoba memahami sebelum membenci.” Terkadang justru kebencian itu berawal karena mereka yang duluan tidak mencoba untuk memahami kita.. Semacam saya tuh ngga membenci Manchester City, Liverpool, Arsenal, Chelsea, bahkan pendukungnya.. Yang saya benci justru MU haters.. Coba masukin analogi ini dengan “penumpang2”-nya Mas Anies deh.. #IfYouKnowWhatIMean 😉

  158. Saya mengakui Anies orang cerdas dan orang baik. Tapi, Anies tidak cocok menjadi pemimpin orang-orang Jakarta dengan watak yang keras. Bukan hanya itu, secara politik, Ahok tidaklah kuat. Kasihan dianya.

  159. walaupun saya punya preferensi yang berbeda dengan Bang Pandji,saya setuju dengan gagasan mengenal lebih dekat,memperbaiki dari dalam,tetap bertahan meski keadaan buruk dan “membajak kapal perompak”.Tentu itu sulit.Tapi sulit itu artinya bisa namun butuh waktu.Semoga Bang Pandji mampu bertahan pada proses yang butuh waktu tersebut.AMDG

  160. Tulisannya panjang sekali….
    Btw, saya suka argumennya masuk akal dan renyah dicerna.
    Untuk kontra argument mas Pandji jadi susah, harus melipir kesana-kemari 😉

  161. Waduh komennya kayak nota pembelaan jessica, 4000 lembar. Wkwkwk. Ngantuk.. tapi tulisannya keren. Dan saya tetap dukung ahok meski ktp jawa timur tak iye

  162. Anies Baswedan terlalu lemah menghadapi carut marut management pemerintahan, tatakota, kedisiplinan di DKI yang sudah menggurita dari mulai tingkat atas sampai kebawah….. Ahok adalah fenomena yg lebih dipercaya dapat mengatasi itu semua dengan keberaniannya, sikap keterusterangannya yg mungkin kasar bagi orang2 yg terbiasa dibius dengan pencitraan, kesantunan dihadapan publik (meski diam2 ternyata rakus), ABS asal bapak senang (lips service agar tidak dipecat dan naik jabatan), dan juga memiliki sikap berani matinya itu. Paling tidak warga DKI yg sudah lama terbeban mental dan spiritual karena sikap pejabat2 yang berlagak bak pangeran dan raja2 kecil, dapat sedikit terhibur dan merasa oh ternyata sekarang ada orang yg perduli dan dapat membereskan masalah itu semua. Meski Ahok punya kekurangan (siapa yg tidak?) tapi dari 3 calon yang ada, Ahok lebih tangguh dan dapat dipercaya menjadi pemimpin pemerintahan DKI saat ini.
    Terimakasih ya pak utk diskusi disini rasanya nyaman dan menambah wawasan berdemokrasi. Salam. Allah bless you.

  163. Gua setuju dengan analisa lo bang yg tersusun berdasarkan data2 yg hampir konkret. Kerinduan akan eratnya persatuan dalam bangsa kita yg lo resahkan pun sama dengan gua yg kangen dengan hal tsb. Namun untuk hal ini pilihan kita berbeda bang.
    Tetap lo madih menjadi seniman idola, panutan, guru buat gua melihat/ ikut berpartisipasi dalam menjadi warga negara.
    Gua pengen ngeliat lo maju juga bang suatu saat, dan apakah kinerja yg lo lakukan se gahar dengan ide2/ pengkritisan lo yg bisa ngebuat gua ngefans sama lo bang.

  164. Ada quote bagus mengatakan : Orang yg baik mencoba memahami sepenuhnya apa yg dikatakan orang lain. Pada akhirnya mungkin ia sangat tidak setuju, tapi sebelum ia tidak setuju, ia ingin tahu dulu dengan tepat apa yg tidak disetujuinya, Kenneth A. Wells.

    Saya adalah fans berat Panji, dan cukup terpana saat mengetahui terjun ke politik sebagai jubir Anies.

    Saya sangat kagum akan pemikiran Panji, dan mendapat banyak pelajaran.

    Namun, khusus ttg Jakarta, saya setuju dengan pendapat teman2 yang mengatakan bahwa Anies mungkin bukan tempatnya di posisi Gubernur Jakarta, setidaknya untuk saat ini.

    Mengapa? karena ibarat penyakit, ada yg bisa menggunakan obat ringan, ada yg obat keras, ada yg harus dibedah atau amputasi.

    Mungkin tidak semua orang menyukai dan cocok dengan CARA Ahok memimpin jakarta, kalimatnya seringkali tidak enak di telinga kita, bangsa timur yang mengutamakan kesopanan dan kesantunan. Dan Anis tentunya sangat unggul di 2 hal tersebut.

    Namun sama seperti istilah orang tua dulu : Obat yang manjur rasanya pahit. Saya melihat sosok Ahok masih dibutuhkan ( bukan harus disukai ) warga jakarta, khususnya saat ini. Banyak anak kecil tidak suka minum obat dan menangis keras2 bahkan mengamuk saat diberi obat yang pahit. Namun kita orang dewasa tahu, bahwa obat itu dibutuhkan untuk kebaikan si anak, meski dia belum tentu suka.

    Saya yakin bila Dipo sakit dan menolak minum obat, Panji akan mengusahakan segala macam cara untuk memberinya obat bukan? ya caranya bisa bermacam2, namun berhadapan dengan mafia ibukota dan tikus koruptor yang jelas hampir mustahil dihadapi dengan cara halus, rasanya sosok Ahok lebih efektif ( sekali lagi bukan pasti disukai ).

    Mengapa? karena seperti orang yg menggunakan narkoba, lagi enak menikmati, diajak ngobrol baik2 disuru berhenti, mana mungkin mau? akhirnya karena kita perduli, kadang cara tegas harus digunakan.

    Pada akhirnya cari pemimpin yang dibutuhkan, meski mungkin kurang disukai. Tapi sejauh fungsi dan manfaatnya terasa, dampaknya terlihat, seharusnya sudah cukuo membuat kita memilihnya. Kita orang dewasa yg tidak perlu dibujuk minum obat, meski rasanya pahit, karena kita tahu kepahitan itu hanya mendahului banyak kebaikan.

    Dan anda tidak perlu suka orangnya, suka lah dengan hasil kerjanya.

    Sukses Panji, karyamu selalu saya nantikan.

  165. Suka dengan quote nya: Jangan hilangkan pilihannya, sediakan pilihan yang lebih baik.

    Quote yang sangat tepat buat Anies Baswedan sebenernya, karena dalam beberapa Anies memang lebih baik dari petahana.

    Namun sayang disayangkan, justru pendukung Pak Anies yang bertindak sebaliknya. Nampak mereka sangat bernafsu sekali untuk menyingkirkan petahana dari bursa, entah itu dipenjara atau yang lainnya.

    Sangat disayangkan, Pak Anies yang cerdas malah didukung oleh pendukung yang kurang cerdas.

  166. Dear mas Pandji,
    sejak kenal sama tulisanmu di National-Is-Me,, kamu menggugah aku untuk lebih aware dengan sekitar, dalam hal ini tentang politik. Aku selalu suka cara pikirmu tentang apapun yang terjadi terutama di negara kita tercinta ini, Indonesia. Aku baru tahu kalo mas Pandji ternyata mendukung Pak Anies (dan mas Pandji jarang banget nyebut Pak Sandi) di Pilgub Jakarta kali ini. Sempet kaget sih, how come? Aku pun kepo sama tulisan mas Pandji di blog. Tulisanmu ini jelas dan cerdas. Aku pun mengambil kesimpulan dari tulisanmu ini. Ahok tetep calon terbaik untuk Jakarta saat ini.

  167. gw jujur seorang yg cukup menyukai pandangan dari mas pandji, karena sangat terlihat mas pandji sangat intelektual, yes bahkan pada tulisan ini pun terlihat opini anda dibungkus secara intelek.
    ya mas Anies, dapat saya katakan dia adalah menteri pendidikan yang baik, bisa dibilang lebih baik dibandingkan mentri” sebelumnya yg ga keliatan kinerjanya, tapi menurut saya itu semua tidaklah cukup untuk menghadapi kerasnya Jakarta.
    mungkin banyak yg bertanya”, kenapa sih Jakarta dibilang keras? karena bisa dibilang Jakarta itu Jantungnya korupsi di Indonesia, dari sini nyebarnya ke mana”, dan gilanya, para aktor aktor di pemerintah a.k.a tikus koruptor mempunyai akting yg sangatlah hebat dengan bersikap santun, dan berusaha membuat opini seperti di lagu younglex “gapapa nakal yang penting ga pake narkoba” “gpp korupsi yg penting bikin musholah (sorry to say, but its the fact)”.
    Thats why, opini saya (subjektif) kita butuh sosok seperti Ahok, ya Ahok keliatan bgt kalo di media suka marah”, tapi jika anda adalah penikmat berita/informasi yang cukup kritis, anda dapat melihat, Ahok marah selalu kepada hal” yang salah/orang orang yg tidak bekerja secara seharusnya, dan menurut saya itu wajar.. ditambah lagi emang latar belakang orang bangka punya cara ngomong seperti gitu, terlihat kasar tapi belum tentu seperti itu.
    Ahok bener2 mencetuskan transparansi di Jakarta, at first kita mikir ngapain sih ga penting bgt, pasti settingan, sampai lama2 kita pun nyadar ini realita tanpa adanya settingan/editan/cut moment, sehingga masyarakat pun bisa melihat bobroknya pemerintah kita saat ini dan emang kita kudu punya orang yg gila macem Ahok.
    satu point plus lagi, kami, atau saya aja deh biar ga ngaku2 ngewakilin sebuah kelompok macem Lius” itu, sebagai orang tionghua di Jakarta, kami cukup tertindas loh, tertindas dalam berbagai perspektif (salah satunya: cina orang kaya pasti, jadi apapun kudu lebih mahal buat orang cina), sehingga proses2 administrasi buat kami, walah, susahnya setengah mati, bahkan saya berani bilang lebih susah dibandingkan non chinese, tapi di jaman ahok. semua menjadi lebih baik.
    thats why i think Ahok’s better daripada yang lain..

    1. izinkan saya menambahkan tulisan dari Guru Besar Akuntansi Hiro Tugiman
      saya gk akan bilang tulisan gw..
      menurut beliau… Ahok itu mirip seperti manajer.. manajer diperlukan syarat
      * pandai berteriak
      * diterima umum
      * harus tahu banyak tapi dangkal
      * pandai berkayal
      * siap pakai
      * politik
      —-
      fungsinya ada 3
      * mengambil keputusan
      * mewakili
      * memperoleh informasi
      ===
      dari point syarat.. sebagian besar Ahok punya.. dibandingkan Annies.. tp who knows.. siapa tau saya salah
      dari sisi funngsi.. point 2 dan 3 sulit.. tapi… mewakili itu gk mudah.. kamu (gubernur) kerja di gedung.. tapi harus mewakili kerjaan yg berlangsung.. nah disinilah gunanya teknologi.. Smart City yg kita tahu dari Bandung (fact) atau Surabaya (fact).. bisa mewakili.. dan akhirnya bisa dapat informasi yang dibutuhkan!!

      semua perlu proses.. problem terberat adalah kalau proses agar bisa mewakili dan mendapat informasi terganggu.. maka rusaklah tatanan yg baik.. Jakarta balik seperti dulu.. why? karena paska Ahok cuti.. dikabarkan Qlue yg menjadi aplikasi untuk memperoleh (tukar info) di STOP!?!

      silakan dipertimbangkan…
      ada jutaan orang pengen jadi orang jakarta dan bantu nyoblos biar Anies menang… namun jutaan orang itu berharap, apabila ahok kalah.. mereka mendapatkan ahok di kota mereka agar bisa seperti sekarang..

  168. Di satu paragraf anda mengkritik Jonru yang suka memfitnah. Tapi ironisnya di paragraf selanjutnya anda sendiri yang kemudian memfitnah banyak orang menggunakan penghitam jidat. Dari semua komedi yang pernah anda tampilkan di stand up justru tulisan ini yang paling lucu. hehehe

    Yah saya paham mengapa anda skeptis dengan mereka yang hitam-hitam jidatnya, wajar mungkin memang anda tidak pernah sholat. Tidak masalah apa yang anda percayai saya cuma mau ingatkan, ada kehidupan setelah hidup di dunia ini yang lebih kekal. Berhati-hatilah menggunakan lidah anda, mungkin anda merasa tidak masalah membuat manusia beberapa gelintir manusia marah dengan ucapan anda. Tapi bayangkanlah bagaimana kalau dia “Sang Pencipta ” yang ternyata anda buat marah dengan perkataan anda.

  169. Kenapa gua baru baca sekarang yah . . . . Jadi pengen nge-share . .

    Keren nih bang tulisannya* Kritis, Mencerdaskan, dan Full Pencerahan..
    Bisa dibilang gue hampir 90% setuju dengan semua statementnya..

    So, gue pun dengan bangga di TPS akan bilang
    #Salam3Jari
    #OKOCE
    #SalamBersama
    #MajuBersama

    Semoga pemimpin pilihan kita bisa amanah*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*