pilihan di tangan anda…

Fri, Aug 17, 2012

Uncategorized

Yang membedakan orang terjajah dan orang merdeka, adalah pilihan.

Orang terjajah tidak punya pilihan selain menjalankan perintah penjajahnya

Orang merdeka terbuka akan pilihan, bahkan kadang, beberapa orang yang hidupnya lebih dari sekedar nyaman, memiliki kemewahan akan pilihan yang  terlalu banyak.

Saya bertemu dengan mereka di sebuah gang di daerah menteng Jakarta Pusat. Gang tempat tinggal mereka diapit rumah rumah mewah yang tidak terbayangkan oleh saya berapa harganya.

Tidak seperti mereka yang tinggal di rumah mewah tadi, anak anak ini beserta orangtua mereka, pilihannya terbatas.

Mereka sudah cukup senang bisa punya rumah di tengah kota, senang bahwa gang mereka tidak pernah ada maling, senang (dan kadang sebal tergantung siapa yang jadi subjek) karena rapatnya jarak antar rumah, tidak ada rahasia di antara mereka. Apapun yang terjadi di manapun di gang tersebut, semua orang tahu.

Namun kalau mereka punya pilihan, mereka ingin pindah ke tempat yang lebih baik. Anak anak mereka main bola di depan rumah di tengah tengah jalan gang yang lebarnya 2 kali lebar tubuh saya. Kualitas PAUD dan kualitas pelayanan kesehatan tentu tidak sebaik yang ada di tempat tempat lain yang lebih layak.

Tapi mereka tidak merajuk. Mereka tahu pilihan yang mereka miliki.

Terbatas.

Banyak orang lain di Indonesia, punya pilihan untuk membantu.

Dengan memberikan Subsidi pilihan.

Kita yang punya banyak pilihan, berbagi kepada yang lain yang tidak punya pilihan.

Kita punya pilihan untuk menggalang teman teman dan menjadi relawan PAUD di daerah daerah yang butuh pendidikan anak usia dini lebih baik.

Kita punya pilihan untuk membangun fasilitas bermain anak di tanah pemerintah yang menganggur tidak jauh dari gang tempat tinggal mereka.

Kita punya pilihan untuk sekadar datang, bersosialisasi dan menunjukkan bahwa strata ekonomi tidak perlu jadi batas pertemanan. Kalau yang mampu mau bergaul dengan yang tidak mampu dan sebaliknya, sesungguhnya pilihannya ada di tangan mereka yang ingin melakukannya.

Merdeka, berarti terbuka terhadap pilihan yang tadinya direnggut dari kita.

Pilihan pilihan ini, kini ada di atas meja.

Kalau kebahagiaan bagi anda adalah kepemilikan, maka pilihan tersebut bisa anda ambil

Kalau kebahagiaan bagi anda adalah pencapaian, maka pilihan itupun terbuka untuk anda

Kalau kebahagiaan bagi anda adalah membuat orang lain bahagia, maka pilihan itu menanti anda di atas meja

Sebagai mahluk sosial, tidak terhindarkan bahwa pilihan yang kita ambil akan berdampak langsung terhadap kehidupan dan lingkungan sekitar  kita.

Yang manapun yang akan anda ambil, pilihan di tangan anda

 


One Response to “pilihan di tangan anda…”

  1. iwan Says:

    sayangnya banyak yang mempunyai pilihan tidak terbatas malah memilih untuk tidak peduli,lebih memilih mengejar kemewahan,menghabiskan dana ke luar negeri,plesiran,shopping,yang costnya bisa untuk membantu pendidikan,makan,kesehatan,saudara kita yang pilihannya terbatas,i hope postingan kang pandji ini ngefek dan paling tidak membuat yang membaca tergugah nuraninya,maaf kalo bahasanya ngawur

    Reply

Leave a Reply


+ three = 4