Satria Piningit

Pada hari ulang tahun Munir, 8 Desember 2012, saya memakai kaos ini.

Berdiri di depan ratusan orang dan membawakan lagu Menolak Lupa. Lagu tentang Mohammad Hatta, Gus Dur, Wiji Thukul dan Munir.

Masih merinding saya ketika melihat Pange mengangkat gelas dan berkata “Mereka bisa meracuni satu gelas saja tapi takkan bisa meracuni gelas sebangsa!”

Kaos tersebut adalah artwork sampul album rap ke 4 saya berjudul “32” yang secara digital saya rilis 21 Mei 2012 tepat 14 tahun setelah Soeharto turun. Album ini didesain untuk mengingatkan orang agar kita tidak kembali ke era Soeharto.

Waktu bis tur Nusantarap memasuki kota Malang, saya mewajibkan teman teman untuk ke Omah Munir di Batu, yang juga merupakan Museum HAM. Saya dan Mbak Suciwati cukup dekat, keesokannya beliau dan teman teman ikut menonton konser saya di Malang.

Terakhir kami bertemu di perayaan 10 tahun Aksi Kamisan. Di depan Istana Presiden.

Mengapa saya cerita hal hal di atas? Karena beberapa hari belakangan ini, saya dibilang menjilat ludah sendiri, lupa, dibayar dan yang terlucu disebut indigo hehehe.

Saya dibilang lupa album dan kaos 32 yang saya pakai. Lupa Munir, lupa perjuangan HAM dan lupa Orba.

Apa iya saya lupa Munir?

Ataukah ada yang saya tahu dan anda tidak?

Tahukah anda nama Hendropriyono? Beliau adalah Kepala BIN pada masa Munir dibunuh. Berhubung ada anggota BIN yang terlibat, maka indikasi mengatakan beliau terkait dengan pembunuhan Munir. Asumsinya, ya masak ada anggota BIN yang terlibat, lalu atasannya tidak tahu? Tapi seperti yang kita tahu, kasus pembunuhan Munir berhenti di Pollycarpus sebagai pelaku. Perencana dan yang memerintahkan tidak pernah.

Di manakah Hendropriyono sekarang? Yang pasti kemarin waktu debat pilgub putaran 1, beliau duduk di Kubu Pak Basuki

Apa iya saya lupa Munir?

Tahukah anda, apa artinya melanjutkan perjuangan Munir?

Adalah untuk mengurangi kenyamanan diri kita sendiri, berbagi kenyamanan untuk rakyat kecil yang tertindas oleh penguasa.

Oleh, penguasa.

Misalnya: Digusur rumahnya oleh penguasa.

Misalnya: Dihilangkan penghidupannya oleh penguasa.

Menjadi Munir bukanlah buka akun twitter dan ngetweet #MenolakLupa. Tapi menunjukkan keberpihakan. Mendengar apa yang mereka inginkan. Memperjuangkan mereka karena kalau bukan oleh kita, mungkin tidak cukup kuasa mereka mengubah dirinya.

Sudah dengar kabar terakhir?

Pak Gubernur DKI Jakarta kalah dari para nelayan dalam kasus Reklamasi.

Rakyat menang karena 3 pulau ternyata cacat hukum.

Apaiya saya lupa HAM?

Saya baru saja kemarin menyelesaikan tur ke 24 kota di 5 benua dan membawakan materi tentang HAM. Dari 65, Tragedi Trisakti, sampai mengenai menjadi Atheis dan Gay di Indonesia. Saya kurang yakin ada pelawak lain yang membahas hal hal ini apalagi di kota dan jumlah penonton sebanyak saya.

Bahkan Tur Juru Bicara ditutup di Jakarta pada tanggal 10 Desember, di Hari HAM Internasional.

Apaiya saya lupa HAM?

Ataukah ada yang saya tahu dan anda tidak?

Sebenarnya awalnya semua ini gara gara kehadiran Mas Anies dan Bang Sandi di Haul Supersemar.

Supersemar, adalah keputusan yang teramat kontroversial dalam sejarah Republik Indonesia. Jadi pintu masuknya Orde Baru yang dampak kerusakannya masih terasa hingga hari ini.

Semua dimulai dari Amerika Serikat.

Komunisme jadi ancaman terbesar terhadap Kapitalisme di Amerika. Untuk negara yang ekonominya sedang bertumbuh dengan mengandalkan peran korporasi, untuk negara yang berharap banyak pada kompetisi walau artinya harus ada yang kalah, walau harus ada yang kaya dan miskin, maka Kapitalisme harus dibela. Komunisme, paham yang percaya akan ketiadaan pengkelasan dalam masyarakat memang merupakan ancaman.

Begitu tinggi ketakutannya, hingga lahirlah sesuatu yang disebut McCarthyism. Diambil dari nama Senator US, Joseph McCarthy yang memberikan sebuah usul yang kelak akan ada dampaknya terhadap Indonesia.

Ada masanya di Amerika Serikat, anda dipanggil pemerintah untuk ditanya tanya cara pandang politik, siapa teman anda, dan kalaupun anda tidak melanggar hukum tapi anda dianggap terkait komunisme, anda akan dikucilkan dan dibuat sulit hidupnya. Itu namanya McCarthyism. Didesain untuk menemukan dan mengungkap seorang komunis. Gilanya lagi, McCarthyism dipraktekkan di perusahaan perusahaan. Mereka melempar pertanyaan serupa dan kalau misalnya selera musik anda, lingkungan anda, bahkan mungkin warna favorit anda dianggap kekomunis komunisan, anda ditolak.

Anda dikucilkan.

Ini, terjadi juga di Indonesia.

Memang parno-nya Amerika Serikat terhadap Komunisme, melebar ke luar negeri.

Indonesia, adalah negara muda yang dipantau Amerika karena masih kuat-nya aroma Komunisme dari PKI. Bung Karno dikabarkan dekat dengan PKI apalagi ketika NASAKOM-nya diperkenalkan ke publik. Usaha Bung Karno menyatukan Nasionalisme-Agama-Komunis.

Maka beraksilah Amerika, dengan diam diam mendukung Soeharto melakukan “pembersihan” terhadap komunisme. Sesuatu yang bahkan diakui dan disebut oleh Mitt Romney dalam debat presiden beberapa tahun yang lalu. Saat itu Mitt bilang dia usul Pakistan diatasi seperti ketika Amerika mengatasi Indonesia di 60-an. Mitt kayaknya nggak tahu, di Indonesia itu belum benar benar dibuka. Di luar negeri ini sudah rahasia umum. Jangankan Mitt Romney, pembaca komik Captain America saja tahu.

Diperkirakan 500.000 sampai 1 juta orang, diburu, disiksa, dibunuh, karena dituduh komunis tanpa melewati sidang.

Setelah itu, mulai lah McCarthyism di Indonesia.

Banyak yang akhirnya kesulitan mendapatkan pekerjaan karena ini. Jatuh miskin karena tidak punya penghidupan. Ada yang kabur ke luar negeri. Ada yang sedang sekolah di luar negeri dan tidak bisa balik ke Indonesia.

Usai Sukarno turun, Soeharto kemudian menjabat jadi Presiden Republik Indonesia dan memerintah selama 32 tahun. Sebuah era yang kemudian dikenal dengan sebutan Orba. Orde Baru. New Order. Menggantikan Orla, eranya Sukarno.

Kalau mau baca lebih banyak tentang dampak era Soeharto kepada Indonesia yang masih terasa hari ini, silakan baca tulisan saya pandji.com/membieber

Belakangan, saya dituding lupa tulisan saya sendiri karena paslon yang saya dukung bertemu dengan Titiek Soeharto dan Mas Anies tertangkap ada dalam 1 foto dengan Tommy Soeharto. Padahal kan bisa aja Tommy-nya photobomb. Hehehe.

Anyway.

Salah satu bagain penting dari tulisan Membieber di atas adalah ini

Lagipula, mengatakan Soeharto adalah bapak pembangunan, memberi kesan lupa bahwa 30% dana pembangunan Republik Indonesia selama 32 tahun Soeharto memimpin, menghilang ditelan Soeharto dan kroninya total sebesar 350 Triliun dari APBN

Ini bukan hanya fakta yang ditemukan oleh kita sendiri di Indonesia, fakta ini ditemukan oleh Transparency International, majalah TIME asia, dan masih banyak lagi. TIME asia bahkan sampai dituntut oleh keluarga Soeharto yang berakhir pada kekalahan keluarga Soeharto

Dalam konteks pembangunan, Soeharto inc (julukan majalah TIME asia untuk Soeharto dan kroninya) menguasai property seluas 3.6 juta hektar. Tahu ga itu sebesar apa? Itu sebesar Negara Belgia -_-*

Ada tautan di situ yang kalau anda klik, anda akan masuk ke sebuah artikel berbahasa inggris dari Slate.

Untuk yang kesulitan berbahasa Inggris, mari saya ceritakan. Intinya, Soeharto waktu itu melakukan praktek korupsi dengan satu buah metoda favoritnya: Dana Off Budget.

Dana dari perusahaan, biasanya dianggap sebagai dana CSR, yang masuk ke yayasan yayasan beliau. Yayasan Cendana, Yayasan Supersemar, dan masih banyak lagi.

Uang tersebut konon digunakan untuk banyak program Pemerintah. Mungkin yang paling besar dan beberapa anak angkatan saya masih ingat, adalah Beasiswa Supersemar.

Yang jadi masalah dengan Dana Off Budget adalah, uangnya tidak masuk kas negara, sehingga tidak bisa diawasi penggunaannya. Tidak bisa diaudit. Tidak bisa diperiksa BPK.

Inilah yang berjalan dengan begitu lama hingga jaman beliau begitu koruptif.

Tau nggak siapa yang saat ini paling seneng menjalankan program dengan dana off budget?

Bapak Basuki Tjahaja Purnama.

Bahkan Bang Faisal Basri pernah menegur dan mempertanyakan Ahok Center

 

Sebenarnya begini, sebelum kita mencoba menuding Pak Basuki punya kecenderungan mirip Orba, pertanyaannya, apakah ketakutan kita akan pertemuan Anies dengan Bu Titiek adalah karena kita benar benar yakin Titiek Soeharto punya kemampuan untuk melakukan hal hal yang bapaknya lakukan?

Jangankan Ibu Titiek Soeharto. Bu Megawati saja mungkin tidak ada setengahnya Bung Karno dari sisi kapasitas. Beliau saja tidak punya kemampuan orasi ayahnya sendiri. Apalagi, anaknya Bu Megawati, Bu Puan Maharani yang sempat bingung kenapa beliau kalau pidato jarang ada yang tepuk tangan. Sebuah berita yang akhirnya jadi bahan monolog di Late Night saya Sebelas12 di Kompas TV (RIP)

Tommy Soeharto tuh yang mungkin bisa mendekati Pak Harto. Tapi apa yang kita takutkan dari Tommy? Dia jadi Presiden?

Rasanya sangat kecil kemungkinannya. Lha wong syarat jadi Presiden tidak pernah terbukti korupsi, tidak pernah terbukti membunuh dan dipenjara. Tommy sudah 3-3nya. Itu partai yang katanya mau mengusung Tommy jadi Presiden perlu dipertanyakan motivasinya, atau setidaknya wawasan sejarahnya.

Tapi okelah, anggap saja Anies Sandi dikatakan ingin membangkitkan Orba dengan pertemuannya dengan Titiek Soeharto.

Lah Pak Djarot juga dateng ke haul Supersemar dan juga ketemuan dengan Bu Titiek. Bahkan Pak Basuki bilang diterima dengan baik oleh Bu Titiek.

Pak Basuki juga bertemu dengan Probosutedjo, adik Soeharto.

Tentu Pak Basuki belakangan bikin pernyataan beliau bukan minta dukungan Cendana. Tapi ya kan sama aja dengan Mas Anies yang juga bilang hal serupa.

Baru baru ini bahkan Pak Basuki bilang bahwa menolak reklamasi itu menghina Soeharto sebagai “yang buat reklamasi”. Sebuah pernyataan yang membuat Anies bertanya tanya kenapa kebijakan salah jaman Orba malah dilanjutkan. Jadi sebenarnya yang pro Orba siapa?

Sampai sini mungkin anda bingung siapa sebenarnya yang mau membangkitkan lagi era Orba. Anies-Sandi atau Basuki-Djarot?

Mungkin kita mulai dengan pertanyaan ini.

Kalau rombongan Cendana mau bangkitkan lagi era Orba, dari mana peluang mereka?

Tommy Soeharto sedang tidak punya fasilitas politik yang mumpuni. Kalaupun ada partai yang serius mengusung Tommy jadi Presiden, partainya tidak punya pengaruh sejauh ini dalam konstelasi politik Indonesia. Karena bahkan Golkar-pun tidak tertarik mengusung Tommy jadi Presiden.

Titiek Soeharto masih berpolitik. Beliau ada di partai Golkar.

Nah, ngomong ngomong Golkar…

Tahu kan siapa yang masih punya peluang besar untuk mengembalikan era koruptif Orba?

GOLKAR.

Karena Golkar masih ada di DPR.

Golkar masih ada di Pemerintahan.

Golkar justru salah satu partai yang mengusung Basuki-Djarot.

Orang kayaknya lupa (atau pura pura lupa) Setya Novanto ada di tengah tengah 2 kasus korupsi yang masuk jajaran kasus terbesar Indonesia. Mafia Migas dan E-KTP.

Setya Novanto yang dijuluki “Papa Minta Saham” itu lho.

Yang diadukan oleh Pak Sudirman Said karena nyatut nama Jokowi JK dalam urusan Freeport. Yang sidangnya seru banget itu dan bikin warga Twitter ngamuk ngamuk kepada DPR dan bangkit membela Pak Sudirman Said.

Belakangan, Sudirman Said yang diberhentikan dari posisi Menteri. Setya Novanto malah jadi Pimpinan DPR.

Jadi Jokowi ini posisinya gimana sebenarnya?

Pak Jokowi ini ketika mau mencalonkan diri jadi Presiden sempat menelfon Mbak Suciwati Munir (saya diceritakan Mbak Suci sendiri). Berjanji akan membantu mengungkap kasus kasus HAM di masa lalu. Eh, Pak Hendropriyono malah jadi penasehat dan Wiranto sekarang jadi Menteri. Padahal namanya bahkan disebut PBB terkait pelanggaran HAM di Timor Leste, disebut Komnas HAM dan KontraS terkait dengan sejumlah kasus HAM.

Pusing ya?

Dukung Pak Basuki tapi beliau dekat dengan Orba.

Dukung Mas Anies tapi dekat dengan Orba.

Dukung Pak Jokowi tapi beliau juga sama.

PUCINGPALABERBI

 

Nah ini yang mau saja jelaskan sekarang, merupakan alasan utama saya menulis ini.

Berhentilah menggunakan Asosiasi jadi senjata kampanye politik,

Karena sesungguhnya itu benar benar blo’on. Mau sok sokan menuding yang lain pro Orba, lalu belakangan bingung harus berkelit ketika ternyata yang dibela juga merapat ke Orba.

Sudahlah, kembalikan saja pertarungannya kepada gagasan.

Bahas nih KJP+ yang akan memberikan warga Jakarta pendidikan yang baik dan berkelanjutan. Akan mengembalikan anak anak yang saat ini tidak bersekolah, kembali ke sekolah.

OKOCE yang akan lahirkan banyak pengusaha muda, membantu bisnis dan karya anda, melahirkan begitu banyak peluang kerja dan dengan itu mendorong roda ekonomi, memberi pemerataan kepada warga warga kecil

OKOTRIP , yang akan memberikan single fare fee alias sekali bayar untuk 1 kali perjalanan walaupun anda berpindah naik angkot ke Trans Jakarta, lanjut angkot lagi.

DPNol , yang akan memberikan anda peluang untuk memiliki rumah sendiri. Program yang cocok untuk anda yang merasa berat mengumpulkan DP dan terutama yang bukan pekerja kantoran sehingga tidak punya slip gaji rutin untuk diberikan kepada KPR

Di blog pandji.com ini juga saya menulis mengenai beberapa program program di atas. Silakan baca baca sendiri.

Lalu, yang juga penting ingin saya sampaikan.

Sadari yang satu ini:

Pak Jokowi akan mengecewakan kita

Mas Anies akan mengecewakan kita

Pak Basuki akan mengecewakan kita

Lalu kita harus bagaimana?

Berhenti berharap akan ada Satria Piningit yang akan menyelamatkan kita semua.

Jangan senderkan harapan kepada seseorang. Senderkan harapan pada diri kita sendiri.

Apalagi di Politik

Masuk Politik itu seperti berenang di Septic Tank.

Udah pasti akan senggolan sama tai.

Kitalah Ksatria Piningit yang selama ini kita nanti nanti.

Berpeganganlah dengan prinsip kita sendiri. Dukungan dalam politik, kita berikan kepada siapapun yang saat itu sejalan dengan prinsip kita.

Prinsip kita persatuan? Dukung sosok yang kita yakini sejalan dengan prinsip kita.

Prinsip kita HAM? Dukung sosok yang kita yakini sejalan dengan prinsip kita.

Prinsip kita anti korupsi? Dukung sosok yang kita yakini sejalan dengan prinsip kita.

Tapi jangan terlalu naif dalam memberikan dukungan. Jangan buta dalam mendukung karir politik. Di politik orang orang tadi harus melakukan keputusan sulit. Namanya juga berenang di Septic Tank, kan. Kurang sulit apa tuh.

Setialah kepada prinsip kita sendiri.

Kita lah Satria Piningit yang kita nanti nanti.

Kita lah alasan Orba tidak kembali.

Bukan Anies, bukan Basuki, bukan Jokowi.

Itulah mengapa saya memberi like kepada sejumlah tweet yang bagi banyak orang, dianggap menjelekkan saya.

Itu karena yang diperjuangkan dalam tweet tweet itu, benar.

Saya tidak peduli dengan tweet tersebut tujuannya untuk merusak nama dan integritas saya.

Nama saya kan juga nggak bagus bagus amat hehehehe.

Yang saya suka, adalah niatnya. Yang saya ingin sebar luaskan, adalah semangatnya.

Memang sudah seharusnya kita memastikan bahwa apa yang terjadi di era Soeharto tidak terjadi lagi.

Gagasannya dari tweet tweet tersebut, benar. Bagus. Dan penting untuk terus dipelihara.

Hanya butuh untuk diarahkan saja. Diingatkan kita tidak seharusnya berharap banyak pada politisi bahwa dia akan bersih 100% dari persinggungannya dengan orang orang yang salah

Arahkan kesetiaan anda, bukan pada manusia. Tapi pada sikap dan prinsip diri sendiri.

Berhenti berharap banyak.

Pada orang lain dan pada politisi.

Ingat ingat selamanya ucapan saya:

Anda sendiri lah, sang Satria Piningit

 

130 thoughts on “Satria Piningit”

  1. THIS. Ni yg gue demen. Membungkam mereka dengan elegan. Kalo ada buzzer yg ngait2in anies sandi dgn orba, gak ngerti lg deh pikirannya kemana hahaha

  2. sepertinya lu bukan termasuk salah satu seleb di twitter yang dengan sombongnya nanya banjir jakarta kemana..

    karena lu tau apa yang diomongin pasti akan balik ke lu lagi, dan lu bisa bikin argumen dari omongan2 lu sebelumnya, bukan cuma koar2 doang di twitter.

    termasuk tulisan lu sekarang, tiap hari di timeline gue liat lu nge like/retweet twit sindiran orang2 twit tentang balik ke jaman soeharto, ternyata diem2 nyiapin tulisan ini ya.

    semoga apa yang jadi pilihan kalian semua di pilkada jakarta nanti bisa berdampak positif buat Jakarta selama lima tahun kedepan.

  3. Mantap bang Panji. Bangkitin kritisme dulu yg paling penting. Ini susah. Kadang gila dgn pilihan jg gak baik.

  4. Otak gue di sepertiga tulisan ini, “Intinya mah politik tai semua lol”. Eh terus mau ending lo bilang politik sama aja dengan berenang sama tai. Sehati banget emang kitaaaa :’))

  5. Jika Ahok menggunakan cara orba… yaa karna ada cara dijaman itu yang masih bisa di re-use (buktinya ngga ada ahok inc. Kan ?)… tapi ketika anies mendekat ke keluarga Cendana atau FPI atau temennya trump (you know laah)… jelas.. tidak lain dan tidak bukan untuk mengeruk massa … eh maksudnya merangkul semua kalangan ….(dengan melupakan apa yang telah dan masih ada dipikiran mereka ) …. eh pak prabowo ngg dimasukin ndji ?

  6. Panji yg cerdas, nggak nyangka kita ketemu di muara yg sama yakni pendukung setia Anies-Sandi, salam bersama

  7. Udahlah Ji. Segala omongan lu puter balik cuma demi Anies. Seperti kata lo, ga semestinya lo bergantung ke satu orang kalau masuk politik. Intinya lo sendiri mati-matian bergantung ke Anies untuk berharap perubahan kan? Kalau lu konsisten dengan omongan lo itu ya harusnya elo yang jadi kandidatnya.

    Ngapain lo yang sekarang segitu attach nya sama Anies, orang yang lo sendiri sadar banyak (maaf) cacatnya? Lo sadar orang-orang di sekitarnya yang nempel banyak yang ga bener?

    Tai-tai selalu ada dalam politik. Itu konsekuensi. Tapi kalau sadar kubangannya banyak tai, ngapain maksain diri lo nyemplung? Ngapain lo maksain diri berenang di antara tai, kalau akhirnya lo sendiri megap-megap megangin tai jadi pelampung penyelamat lo? Demi berenang di antara genangan tai, joke lu jadi garing semua. Ngenyek-ngenyek orang yang lo anggap lawan. Tujuannya bukan lagi menghibur, tapi untuk jatohin orang lain, untuk ninggiin diri sendiri. Lo dulu lucu karena joke lo jujur dan polos, karena prihatin sama kondisi bangsa.

    Yang sekarang? Coba lo tanya diri lo sendiri, soalnya kan nurani lo sendiri yang lo pake waktu bikin itu semua. Lihat orang-orang sekeliling lo sekarang yang udah bikin lo berubah jauh. Kita udah ga nikmatin elo lagi Ji. Omongan lo, video lo, lawakan lo, lagu-lagu lo, bahkan tulisan lo. Isinya kalau ga pembelaan diri, belain Anies, atau nyalahin Ahok dan pendukung Ahok.

    Lo bakal benci komentar gw ini Ji. Tapi gampang deh. Untuk lima menit aja, lo berhenti jadi Pandji. berhenti menghubungkan segala sesuatu dengan Anies dan stop posisiin diri lu jadi jubir Anies. Nah 5 menit itu lu pake untuk scroll window ini ke atas, baca tulisan lo sendiri. Sebagai seorang fans. Seseorang yang biasa ngeliat Pandji yang jujur. Baca tulisan lo, masihkah tulisan ala Pandji yang dulu?

    1. Jangan pake nama kurapika kalau masih gabisa mikir secara obyektif. Bahkan gak bisa baca tulisan ini secara mendetail. Makasih.

      1. Lucu si kurapika itu, panjang2 comment, tp dia gk ngerti apa yg diomingin sm pandji. Pandji bergantung sm satu org? Ketika blm ada nama anies – sandi, dia ngedukung syp? Inget gak? Jkw – ahok. Skr dia pindah ke Anies – Sandi, itu namanya bergantung? Lucu. Klo kata kurapika “kita” benci panji, mungkin lo aja, jgn pake kata kita. Anies – Sandi banyak cacat nya? Bs diksh penjelasan sm lo dmn cacatnya? Yg dibahas pandji itu, jgn hny lo bs menuding lawan lo dgn hal yg bs berbalik ke lo sendiri. Pikirin dulu sebelum lo judge seseorg. Dari semua tulisan itu, bener kata pandji, kaum milenial yg mampu ngerubah semua, dgn kritis membangun dr lo semua. Simple, klo emg lo gk suka sm slh 1 paslon, lo telaah, baca baik2 program sm visi mereka. Gk kena jg di lo, ya gk usah dipilih. Krna yg bs ngerubah negara ini, ya lo semua kaum milineal. Gk ada lg!! kalo kaum milineal semua diem, gk ngasih dampak apa2. Gk bakal berubah negara lo.
        Bayangin klo kaum milineal semua diem, gk nyoblos, gk ada tuh suara paslon sampe 40% di pilgub, suara 60% di pilpres.

  8. Pak Jokowi akan mengecewakan kita

    Mas Anies akan mengecewakan kita

    Pak Basuki akan mengecewakan kita

    Memang ada jaminan untuk pemimpin kita kelak tidak akan diperlakukan sama dengan pemimpin kita terdahulu ? Saya teringat akan:

    BUNG KARNO : sang proklamator sekaligus pemimpin Indonesia sejati yang dikucilkan dari rakyatnya dan direbut kekuasaannya oleh orang-orang yang gila tahta dan jabatan.

    PAK HARTO : presiden terlama yang dikenal tegas namun pada akhirnya dihujat rakyat dan dipaksa turun mahasiswa karena otoriternya.

    PAK HABIBIE : yang seberapa cerdaspun beliau tetap tak memuaskan rakyat hingga memilih berkontribusi di negara lain yang mau menerima dan mengakui dirinya.

    GUS DUR : yang dimasanya berhasil meredam segala konflik mengenai perbedaan justru dihujat karena dia berbeda dari segi pemikiran ataupun fisik.

    BU MEGA: pemimpin yang kurang diakui bangsanya dan dianggap modal keturunan hanya karena beliau perempuan dan anak sang presiden pertama.

    SBY : sang presiden dua periode yang membawa ekonomi Indonesia naik namun dianggap tidak membawa perubahan apa-apa dan dicibir karena kurang tegasnya dalam menuntaskan korupsi dikabinet dan partai politiknya.

    Beginilah kita. Hidup di atas negeri yang dihujat dan digerogoti dunia, bahkan oleh warganya sendiri. Bangsa predator yang mengaku satu tapi saling menyakiti.

    DAN INILAH DEMOKRASI DI INDONESIA! DARI RAKYAT UNTUK RAKYAT! Mari lihatlah ke diri pribadi.

  9. Ayo bang tour stand up lagi. Gue ga sabar nih nyimak behind the scene pilkada ini wkwkwkkw kayanya bakal seru banget dah. Aku padamu bang! 😊

  10. Ya tinggal pilih asosiasi mana yang kamu nilai lebih baik.
    Anies -> FPI, HTI, Cendana, pro syariat islam
    Ahok -> Setnov, Golkar, Wiranto, pro liberal

    Choose wisely karena gak mungkin yang berasosiasi dengan mereka akan dicampakkan begitu saja.

  11. Sangat suka tulisannya, Mas. Cara nulisnya bagus banget. Jelajah pengetahuannya juga banyaaak. Perlu banyak orang yg seperti Mas Pandji sepertinya di negeri ini.

    Tapi, pengen aja gitu, dikasihtau knp Mas Pandji memilih tidak menceritakan partai pengusung Pak Anies? Yg notabene pada pilkada lalu, Mas Pandji bilang bahwa Mas tidak mau memilih orang yg diusung oleh partai tersebut.

  12. Dalam proses politik para elite, semua menjilat untuk mencapai tujuan. Sekarang tergantung isi dan maksud tujuan itu. Ada yang memanfaatkan politik untuk cari “nafkah” atau peluang bisnis. Ada yang tidak sadar dirinya dimanfaatkan karena ternyata mendapat manfaat daripadanya.

    Jadi, kenali maksud tujuan Anda dan semoga Anda tidak “buta” dan tidak “tuli” karenanya.

  13. Setuju bang, kita semua dah eneg sama politik, dan ane rasa siapapun pemimpinnya bakal ada orang2 negatif dibelakangnya

    1. Yang lo tahu selama ini tentang prabowo itu fakta atau opini? Ah banyak org indonesia gak bisa bedain mana fakta mana opini, oke kalau lo mempermasalahkan anis yg didukung prabowo dan pks…skrng coba lo search siapa itu luhut binsar panjaitan,wiranto,hendropriyono dan almarhum beni moerdani…cari faktanya org org itu dan lihat posisi mereka di pihak siapa

  14. Saya tidak tinggal di Jakarta, dan saya tidak memilih paslon manapun..Saya hanya bahasa beberapa pandangan saya saja:

    ETIKA dan TATAKRAMA
    hal ini sudah tidak perlu dibicarakan, Anies unggul 10 berbanding 5 😀

    GERBONG POLITIK ke 2 paslon
    Dibelakang Anies-Uno ada Gerindra, PKS, PAN
    Dibelakang Ahok-Djarot ada Golkar, PDIP, Nasdem, Hanura, PPP?
    beberapa politikus (banyak) dari partai2 tersebut banyak yang tersandung masalah korupsi.
    Saya hanya memberikan sedikit kata…Ahok terbukti keluar dari partai pengusungnya karena perbedaan prinsip, Anies saya kira mungkin memiliki integritas tinggi. Untuk hal ini saya tidak bisa berbicara lebih lanjut.

    DP 0%
    beberapa orang bilang program ini tidak mungkin dilaksanakan, tapi sebetulnya kemungkinan selalu ada, tinggal siapa yang memulai pertama (mengutip kutipan Bang Pandji 🙂 ; Saya akan berikan salah satu skenario dan yang menurut saya paling memungkinkan…masyarakat akan diberikan Rusun tanpa membayar DP, tentunya Rusun bukan dibangun dengan APBD karena akan melanggar peraturan yang ada (pakai duit pemerintah tapi tanpa jaminan DP). Caranya adalah dengan dana off budget berupa CSR dari perusahaan2 yang berinvestasi di Jakarta. Dengan cara tersebut masyarakat kurang mampu bisa mulai mencicil rusun tersebut. Selanjutnya untuk biaya maintenance rusun, dan biaya2 tambahan seperti listrik dan air (kecuali warganya mau akses yang digunakan naik turun 10-15 lantai hanya melalui tangga)..hal ini akan sangat berat bagi warga yang sudah mendapat beban harus mengangsur cicilan bulanan + biaya hidup. Jalan keluarnya tentu saja ada, yaitu berupa subsidi dari pemerintah untuk membantu maintenance dan juga mungkin biaya air dan listrik. Kalau sudah berjalan beberapa bulan, lalu orang tersebut tidak sanggup lagi mengangsur, apakah yang terjadi? Solusinya tentu menjual/over kontrak unit rusun tersebut ke orang yang lebih mampu (lebih bagus lagi kalo dapet untung). Tapi mungkin pemerintah tidak akan tinggal diam, bisa jadi unit tersebut akan diambil alih oleh pemda, tentunya akan dibayarkan memakai APBD walaupun secara teknis uang tersebut akan masuk ke APBD lagi( mungkin orang manajemen mengerti mengapa hal ini harus dilakukan). Orang yang tidak lagi sanggup mengangsur, tentunya akan balik lagi mengontrak rusun atau rumah pinggiran karena pendapatan mereka memang terbatas. Tentunya yang kita bicarakan ini kalangan menengah ya, bukan sama sekali kalangan ke bawah yang membayar 300ribu sebulan saja sulit..(untuk masalah seperti ini mungkin bisa diselesaikan dengan OKOC)…tapi overall..hal ini sangat memungkinkan..

    REKLAMASI
    Hal ini belakangan jadi topik hangat, pembuatan pulau2 oleh investor merusak lingkungan, dan mata pencaharian para nelayan. Seolah2 kita lupa, sebetulnya reklamasi pulau2 tersebut adalah bentuk kompensasi dari pemda untuk biaya pembangunan Giant Sea Wall puluhan trilyun yang memang sudah urgent untuk dibangun supaya limpahan ombak dan air laut tidak lagi masuk ke pesisir dan mengerosi teluk Jakarta….Kalau mau fair, anda2 pun tinggal diatas lahan reklamasi..coba lihat lokasi anda tinggal 100 tahun ke belakang. Ternyata anda hidup diatas hutan yang sangat vital untuk ribuan binatang didalamnya, atau mungkin anda hidup diatas lahan persawahan yang menjadi lahan2 pencaharian para petani. Apakah petani2 tersebut melakukan demo?kemungkinan sih tidak, mengingat kita masih di jaman penjajahan pada saat itu :p . Menurut pendapat saya, yang namanya reklamasi itu cukup diperhitungkan manfaat dan mudharatnya, kalau lebih banyak manfaatnya ya lakukan, tentu dengan tetap memperhitungkan AMDAL alias meminimalisir kerusakan lingkungan.

    Rencana pembatalan reklamasi sepertinya sangat absurd, walaupun tetap sangat memungkinkan. Alasannya ada banyak hal:
    -Perijinan2 sudah dikeluarkan yang bisa ditarik sampai 5 tahun ke belakang, terlepas sesuai prosedur atau tidaknya, ini akan menjadi preseden buruk bagi pemerintah.
    -Investor sudah mulai menimbun pulau2 bahkan beberapa sudah jadi dan kemungkinan sudah keluar trilyunan. Tentunya tidak bisa dikeruk kembali yang akan mengeluarkan dana trilyunan pula, solusinya pulau2 tersebut bisa dijadikan tempat wisata atau hutan bakau(sesuai ide salah satu paslon). Pertanyaan besarnya Investor sudah keluar uang, bahkan ada yg sudah men DP ke investor untuk memesan lokasi di pulau tersebut..uang siapakah yang akan dipakai untuk mengganti rugi mereka?Tapi tenang solusinya ada di OKOC….eh maksudnya APBD……..walaupun kemungkinan harus dicicil…ya tidak apa2 toh APBD untuk kepentingan rakyat Jakarta..
    -Solusi pengganti Giant Sea Wall belum ada, padahal penurunan daratan Jakarta dan kenaikan air laut setiap tahunnya adalah fakta.
    Hal2 tersebut yang bisa merusak bahkan melumpuhkan iklim investasi di Indonesia (bayangkan investor2 besar sudah dapat ijin, sudah keluar trilyunan, tiba2 dihentikan, dan sulit mendapatkan ganti rugi). Orang tidak akan mau tahu investor itu asing, aseng, abdullah, paijo atau siapapun; Cuma ada 2 hal: Untung atau Rugi, itu saja. Tentunya hal ini akan sangat menguntungkan pihak tertentu di Pilpres 2019. Saya hanya mengingatkan, kita belum sepenuhnya bangkit dari taktik bumi hangus yang dijalankan tahun 1998…kalau tahun 2018 muncul kembali taktik ini, Indonesia akan sangat sulit sekali pulih.

    Akhir kata saya sangat yakin apabila Anies-Uno yang terpilih, penyerapan APBD (dengan melihat hal2 diatas) akan meningkat drastis…apabila jaman Ahok cuma 60an %, mungkin apabila Anies terpilih penyerapannya bisa mencapai 160-200%

    P.S: saya barusan melihat wawancara Anies, beliau menyangsikan terpilihnya secara mutlak (diatas 90%) paslon nomor urut 2 di beberapa TPS, beliau bilang lucu sambil sesekali tertawa. Kemudian giliran ketua KPU Jakarta yang diwawancara mengenai hal tersebut beliau jawab kira2 seperti ini “Bukan masalah mungkin tidak mungkin ya…memang FAKTA-nya seperti itu”.

  15. kalau mau lihat Korea Utara di timur jauh sana maka ingatlah Orde Baru.. atau kalau mau mengenang masa Orde Baru, bertamasyalah ke Korea Utara yg sekarang masih seperti jaman Orba

  16. wah malah bahas jaman orba.yang jelas jaman orba lebih simple dr jaman reformasi….yang serakah itu2 aja..nah klo sekarang yg serakah sampek ke elu.. evek reformasi mahasiswa hax memunculkan lidah2 panjang vocal media doang semua…napa lu kagag bahas BLBI 600 T LEBIH…yg di ketuai anak pak karno….parah lu ..ingin menggiring rakyat agar melupakan kebaikan orba..dan menikmati kejemuan jaman reformasi

  17. This piece amazes me so much.

    Tulisannya berimbang tapi dalam. Keren bang.

    Saya juga setuju kalau politik itu perang gagasan. Gagasan yang kita pikir baik, itu yang kita pilih.

  18. Tulisan yg bagus,

    Basuki, Anies, Jokowi & tokoh politik yg lain ga bakal bisa merubah sejarah dr orang2 yg sekarang mendukung mereka.

    Tapi… 2 dari 3 nama yg saya sebutin diatas ga pernah (dulunya) jelek2in orang yg sekarang ngedukung mereka.
    Ya kayak menjilat ludah sendiri lah ibaratnya,
    Eh iyak, yg nulis artikel ini gitu juga yak..?

  19. weits selipannya sebelah tangan.. prabowo gak diselipin? ato si anu, eno, ono, dsb.
    loe orang pinter ji, jangan sampe kecerdasannya kekubur gara2 kepentingan sesaat.

    pilkada dki bela kemerdekaan apbd bukan kemerdekaan negara cuy, gak usah jauh2 amat, simpen aja tulisan gini buat pilpres ntar.

    oiya titip ingetinlah temennya supaya jangan banyak boongin orang miskin mentang2 dikira pada gak ngerti hukum.. ditawarin ini itu manggut-manggut padahal gak masuk akal. apalagi biayanya pake duit pajak orang banyak. Ingetin dosanya gede bikin sedih orang susah yang udah ngarep2 nyampe langit.

    Cari uang susah cuy, dibela2in bayak pajak biar keturunannya bisa hidup di lingkungan yang lebih baik, bukan buat perkaya kelompok ato bantuin ngasih aset pribadi ke beberapa orang doang..

    mending gue sumbang ke panti asuhan daripada bayar pajak buat kasih nafkah ke ormas.

    loe baliklah ke suara tengah ji, murni dan tulus.. gue masih simpen video loe jabarin makna kebangsaan, buat anak gue gede nanti belajar rasanya bangga jadi Mahkluk pemilik dunia Nusantara. Balik bro jadi salah satu tokoh yang gue bisa banggain ke keturunan gue.
    Bahwa masih ada Manusia Indonesia yang ngerti Betapa besarnya jiwa kita sebagai Warga Negara Indonesia

  20. Tp tetep aja perjuangan bang panji jd bias…dia memperjuangkan sahabatnya yg satu barisan dengan efpei, putra mahkota orde baru, pekaes…ini bukan hanya sekedar adu gagasan karena kepentingan lain mulai berbaur masuk…seperti misalnya apa salahnya nasakom era sukarno dengan orde baru era suharto…orde lama orde baru punya kelebihan dan kekurangan masing2…namun pada saat ada kepentingan lain yg masuk (pada saat itu amerika) sudah jelas akan merusak tatanan bangsa..begitu pula saat ini…pada saat kekuatan2 itu bergabung perlu diwaspadai apa kepentingan mereka…apakah mereka punya rekam jejak berpihak pada rakyat??atau malah sebaliknya..

  21. Bang pand..
    Gue nambahin bumbu yak..
    Persoalan yg tak kalah gawat adalah filosofi dan gagasan, puluhan tahun kita diasingkan dengan gagasan dan filosofi. Nah di pasca reformasi ini, hal tersebut menjadi gejolak yg meledak di masyarakat. Semua orang dengan tertatih2 dan tergagap2 mencoba menyusun ulang filosofi dan gagasannya tentang negara ini.
    Sejarah yg gue baca, di belahan dunia manapun, gejolak dua hal ini sangat rentan dan berpotensi melukai siapa saja-termasuk si penggagas-. Dialektika kalo istilah pak Tan M, thesis dan antithesis silih berganti; adalah sebuah proses yg harus dilihat dengan zoom out. Karena yang berada di atas itu semua adalah kehendak dasar kita untuk 1 negara.
    Bang pand, kita tak bisa hanya bersenjatakan catatan kejadian sejarah saja, tanpa berusaha melihat alur epistemologi yg melandasi kejadian2 tsb. Karena bila demikian, maka ini hanyalah labirin yg statis.
    ORBA HARUS TAMAT. Tapi kita tak boleh tamat menelaah apa saja yang menjadi gejala gagasan dan filosofi masa itu. Karena bila tidak, kitapun tak ada bedanya dengan orba pada Sukarno.
    Memang penting menyederhanakan pemikiran agar mudah dikonsumsi. Tapi, bukankah juga penting meningkatkan skill konsumsi demi mencerna pemikiran yang tidak untuk disederhanakan?
    Salam bang.
    -btw lo oke juga ternyata kalo pas lagi gak lucu-

  22. “Masuk Politik itu seperti berenang di Septic Tank” sesungguhnya gw khawatir bahwa Pandji yang gw percaya dari dulu adalah orang baik akan ikutan jadi bau tai. Dan Pandji percaya bahwa dengan berenang di septic tank dan ikutan bau tai akan membuat Indonesia menjadi lebih baik.

    Anggaplah gw naïf karena gw percaya Pandji adalah orang baik.

    Saat tertulis:

    Pak Jokowi akan mengecewakan kita

    Mas Anies akan mengecewakan kita

    Pak Basuki akan mengecewakan kita

    Gw juga khawatir bahwa

    Pandji akan mengecewakan kita

    1. Sumpah gw setuju… Si Pandji kaya dah keabisan lahan buat berbuat kebaikan hingga lahan politik diarungi juga.. Padahal semua org juga tau kalo lahan itu penuh kotoran…
      Bela anies boleh aja..Cuma liat fakta siapa yg dibela… Emang kenapa Anies dipecat dari mendikbud? Dana trilyunan bisa bisa ga di kontrol ma dia dgn alasan yg gak masuk akal…

      Selamat om panji… Seperti layaknya org Indonesia.. Anda sekarang sama seperti ‘mereka’

  23. Gw kecewa dengan Anies, tapi gw lebih kecewa dengan Pandji.. beda banget Pandji di provocative proactive dengan sekarang yang kehilangan idealisme nasionalisnya…

  24. Mas Pandji, pertanyaan saya hanya satu….”menurut mas Pandji kontribusi apa yang sudah dilakukan pak Anies bagi masyarakat atau bangsa ini jika dibandingkan dengan kontribusi yang sudah dilakukan pak Basuki?..”

    Mungkin saya butuh pencerahan sehingga bisa memahami pola pikir mas Pandji saat ini, oh iya saya termasuk orang yang cukup mengikuti perjalanan mas Pandji dari saat masih siaran GMHR, Nasional is Me, rap n stand up hingga kita pernah kerja bareng untuk salah satu brand susu lokal…terima kasih

  25. Saya ragu dengan komentar ini akankah dibaca atau tidak oleh bang pandji.
    Saya penggemar bang pandji, apalagi saat bang pandji waktu itu stand up dan menyanyikan salah satu lagu nasionalis indonesia, tentang indahnya indonesia kita.
    Tetapi sebenarnya apakah yang akan bang pandji sampaikan disini? Karena kalau saya membaca :
    1. Menjelaskan tidak akan ada pejabat partai politik yang pro rakyat.
    2. Menggiring nalar bahwa 2 calon di pilkada DKI mempunyai kecenderungan untuk membangkitkan ORBA.
    3. Menjelaskan bahwa mungkin di masa depan bang pandji akan menjadi salah satu pejabat di negeri ini
    4. Menjelaskan bahwa mungkin bang pandji juga akan memasuki aliran septic tank dan berbau tai.
    5. Salah satu kampanye dengan menjelaskan program-program salah satu pasangan calon.

    Mohon dikoreksi ya bang pandji kalau ada pandangan saya salah.

  26. Setuju Bung Panji dan sangat inspiratif . . . semoga bisa menyadarkan mereka2 yang begitu “membabibuta” membela “junjunganya” itu . . .

  27. Gua tau lah track record lu Nji (in politics ya) tapi sampe bisa ke kondisi elu yg skrg ini, gua cuma bisa kasih elu jempol gua..
    🖒
    OKE OCE👌

  28. Dari semua tulisan lo cuma 1 yang bener-bener gue terima tanpa ada pertanyaan bang, memang kita sendiri satria piningit yang kita butuhkan. Selalu sisain kepercayaan kita biarpun cuma 1%, karena manusia sekarang -terlebih politisi- ga ada yang bisa dipercaya seutuhnya. Btw permainan logika lo bagus bang.

  29. coba lo tulis tentang juru bicara penculik aktivis yang sempat berdebat sama munir mengenai orang yang mau disidang malah pergi keluar negri. satu lagi, itu dana siluman UPS kaga dibahas?

  30. Mantap dah tulisannya.
    Semoga jangan salah pilih ya warga Jakarta!!!. Pilih la pemimpin yang amanah , tidak tersandung banyak kasus korupsi. Ramah , sopan santun. Dan berpendidikan yg tinggi.

  31. INTI nya TULISAN ini adalah untuk mendiskreditkan pak Basuki dan semua itu masi *Dugaan, bukan Fakta, sesungguhnya anda sudah menjilat ludah sendiri kalau anda diam justru akan lebih bijak, skr ada komen begini siap2 anda di sorot dari berbagai pihak. dukung Anies oke tapi Bego jangan, mau membela diri justru malah Menunjukan Rupa Asli anda, siap2 jadi Ahmad Dhani ke 2 yg hancur karier artis nya

  32. Mau yang ini salah
    mau yang itu salah
    harus bagaimana.

    Pilih yang ini salah
    pilih yang itu salah
    mau pilih mana.

    Dessy Rineka – Apa sih Apa dong

  33. Pandji….capelah baca tulisan lu yg panjang-panjang, arahnya ga lain pembelaan dan pembenaran atas tokoh yg lu banggakan.

    Lu ga bisa ga akan terus membenarkan bujan hanya Anies tapi juga nantinya orang-orang dalam lingkaran Anies, baik lingkaran kecil sampai lingkaran besar.

    Lingkaran kecil: Sandi, Prabowo, Hasjim, Pius, Desmon. dll

    Lingkaran besar: Rizieq, Tommy, Cendana cs, FPI, dll

    Ok deh. Sudah kah KAU menyiapkan pembelaan utk yg ini:

    http://megapolitan.kompas.com/read/2017/03/21/23210701/sandiaga.ini.perseteruan.2.orang.super.kaya.pak.djarot.enggak.ngerti

    Siapa dua orang super kaya itu? Sandi vs Edward?

    Sudah begitukah gaya komunikasinya Sandi, menganggap kita di luar dia adalah orang-orang miskin dan bodoh?

    EAT THAT!!

      1. Nih Siti yg bodoh. Saya kasih komen dg maksud agar pembaca lain terbuka wawasannya bhw Pandji lagi bullsh1ting.

        Kalau Pandji sah-sah saja merubah pikiran orang, saya jg berhak utk mengembalikan orang-orang itu. Lu mau apa?

      1. At least Kompas ngak nampilin atau melintir omongan, salah ya kalau menuliskan omongan orang apa adanya? Jangan terlalu picik.

  34. kata bang pandji, jokowi menggeser sudirman said karena jokowi punya semangat orba di dalamnya. Hei pandji, lu gapunya bukti apa-apa mengenai alasan jokowi memberhentikan sudirman said. kok dengan enaknya lu main cocokologi kalau sudirman said dipecat artinya jokowi anak orba? dan fyi presiden tidak punya kuasa sama sekali pengangkatan pimpinan DPR. jadi apa buktinya kalau jokowi ikut-ikutan menghantarkan setya novanto kembali naik jadi pimpinan DPR?

    Berpikir lebih sehat lagi ya bang. Jangan karena kebencian, pola pikir kita jadi dangkal. Tulisan anda gak membuat pembaca makin dewasa sama sekali. Terimakasih

  35. Mas Pandji anda juga mengecewakan. Satu kalimat anda yang luarbiasa mengecewakan adalah “senderkanlah harapan pada diri sendiri”. Mohon maaf, tapi saya lebih menyenderkan harapan saya pada Tuhan yang saya percaya. Manusia tidak bisa menjaga manusia tetapi Tuhanlah yang dapat menjaga manusia. Silahkan anda mendukung paslon dukungan anda tetapi pertanggungjawabkan lah itu ke depannya. Ketika paslon anda ternyata menang di putaran kedua maka anda adalah orang yang paling bertanggungjawab ketika mereka ternyata gagal dalam memimpin dan semua janjinya palsu. Salah satu orang yang anda dukung mengeluarkan dana yang tidak kecil untuk kampanye nya, bukankah dia pasti akan “meminta” kembali modal yang telah dikeluarkannya? Saya salut dengan ilmu yang anda punya sehingga anda dapat mengeluarkan pendapat secara gamblang seperti ini padahal anda bukan sejarawan anda bukan politisi anda bukan ekonom, tetapi anda hanyalah pelawak (seperti yang anda katakan sendiri di artikel ini). Satu pesan saya yang terakhir : Selamat berjuang mas Pandji, perjuangkanlah hal yang menurut anda benar dan selamat bermuram durja selama bertahun – tahun kedepan ketika ternyata Ahok akan kembali memimpin Jakarta dan ketika Jokowi akan kembali memimpin Indonesia. Kebenaran akan selalu menang mas! Jadilah benar mas, bukan hanya mencari – cari pembenaran atau jika tidak bisa menjadi benar minimal berpihaklah kepada yang benar

  36. Hey Pandji …
    Gue jamin nasib lu kedepan bakal kayak si ADP.
    Cuman bela-bela yg punya syahwat di politik, elu jadi bahan bully yang jadi hiburan kita.
    Nama udah rusak? Salah elo sendiri..
    Nyesel itu dateng belakangan… Dimana-mana yang dateng duluan Office Boy.

    Btw, Elo ini lagi ngelawak pake ilmu cocoklogi?
    Kenapa juga harus nyinyir masalah reklamasi Ahok bilang “jadi siapa yg menghina ORBA?”, kok malah dianggap terkesan pro-Orba… AHOK ITU CUMA IKUTI ATURAN, Dji!
    Yang Pro ORBA itu jelas yang ‘pernah’ kawin sama keluarga Penguasa ORBA.
    Nggak percaya? Tanya aja sendiri sama ‘dia’, pake helm biar nggak benjut pas di sambit hape.

    Kenapa jadi CSR itu jadi dimasalahin? Apa elo ini nggak pernah mau tau prosedur penanganan dana CSR di Pemprov DKI itu segitu transparan nya?
    Emang kalo CSR itu terus Ahok terima duit dari swasta, trus dia jadi pelaksana, trus suka-suka dia yang atur keuangannya?
    Hemat APBD itu apa bukan sebuah prestasi?
    Tanya gih ke Ibu Sri Mulyani biar pinteran dikit!
    Saran gue : Dji, belajar lagi yang tekun ya..

    Apa cuma karna disana ada pak BW ex-ketua KPK yang ‘sohiban’ sama Akil Muchtar, terus dia kasih sabda sekonyong-konyong elo jadi sok tau?

    Kalo elo udah pinter, minta BPK atau auditor untuk periksa semua kegiatan yg didanai CSR.
    Sekalian seluruh Indonesia diperiksa, siapa aja yang pernah pake CSR itu diaudit… termasuk periksa ‘sang Guru’ dari Jabar (kode: CSR CITARUM). Silahken.. PERIKSA SEMUANYA!.
    Kalo emang salah aturan, kenapa BW yang dulunya ketua KPK itu nggak cokok semuanya? Kenapa baru sekarang ribut? Helaaaaw…..

    Apa elo sama Anies emang termasuk orang yang gila sama gelar WTP nya BPK cuma bisa abis-abisin duit Negara dengan dalih ‘penyerapan anggaran’?
    Pantes aja kalo gitu, guru nya aja nyomot dari Gubernur Jabar.

    Sekarang,
    Mau main kata-kata ‘komedi’ untuk tipu-tipu warga? elo aja sama fans berat elo yg ketipu.
    Hehe.. maap aja, kagak bakalan mempan yg begituan di bumi orang waras!

    Trus yang dianggap jadi “Satria Piningit” itu siapa?
    Masak juga elo bilang “kamu semua”, emang sosok ini sosok berjamaah ya..
    Yg pasti “Satria Piningit” itu nggak akan pernah dari sekelompok manusia yang menghianati sejarah, mainin ayat Agama.
    Juga bukan seorang fans Pengecut yang hobby nya mangkir sama ngaret. Apalagi yg bermental pendukung penculik sama penghianat negara yang pernah kabur ke LN.
    Maap broo..

    Dear Pandji…
    YOU ARE BECOME A ZOMBIE… Idup bakal susah, mati juga susah.
    Nikmatin aja!

    C’ya..

    PS. Sekarang gw kalo liat elo itu seperti ini : “Kalo ngomong serius jadi lucu, kalo ngelawak malah enggak”. Mending cepetan balik lagi jadi komedian.. biar balik lagi lucu pas ngelucu.

    1. Hati anda dah dipenuhin kebencian bung.

      point Pandji disini ada benernya, jgn berharap 100% sama manusia, dan di politik itu ga ada kawan/lawan yang abadi.

      Tulisan Pandji menurut saya masuk akal, ketimbang anda yang seneng banget memberi label ke orang zombie lah, munafik lah, pake prediksi masa depan segala. Ga ada etika sama sekali…

      1. Apa kalau benci kepada orang yang sudah menjadi pembela pengkhianat bangsa itu nggak boleh bu Siti?

        Saat ini Pandji jadi ‘kawan’ politik nya Anies Baswedan san “Penenun Kebangsaan”
        Buktinya, sejarah lahirnya Indonesia pun di putar balikkan demi syahwat politiknya.
        Sudah nyimak belum ceramah di markas FPI petamburan? Seru loh!

        Jadi anda kurang setuju bahwa saya sebut Anies dan Pandji itu munafik?
        Apa agama dicampur adukkan dengan politik itu etis menurut bu Siti?

        Zombie … iya deh maaf, saya tarik sajalah… Zombie itu sejenis mayat yg tidak pantas kalau dibawa-bawa untuk sekedar diajak bicara politik. #ehh

        Prediksi (inget, bukan ramalan!) masa depan itu ada dasarnya, yaitu prilaku dan kejadian saat ini, sudah bisa terlihat arahnya bakal kemana…
        Kalau nggak setuju ya abaikan aja.. gitu aja repot.

        Salam ber-Etika!
        * tolong sampaikan makna apa itu ‘etika’, terkhusus ke Anies.

  37. Tulisan bagus tapi sayang, premisnya banyak bolong disana sini. Yang jelas, penulis terbebani tugas sebagai jubir salah satu paslon cagub/cawagub DKI.
    Politik itu memang seperti TAI, tapi itulah yang dihadapi hampir seluruh negara di muka bumi. Bagi orang waras, pilihan paling masuk akal adalah, pilihlah Kolam Tai yang tidak terlalu dalam. Untuk itu, kalau memang penulis memiliki premis yang kuat dan valid, saya punya keinginan yang kuat untuk menilai Kolam Tai mana yang paling dangkal atau dalam supaya masyarakat tidak terlalu terkontaminasi oleh TAI yang memang berupa kotoran.

    Apakah penulis, Pandji punya keinginan untuk membuktikan dasar tulisannya, silahkan dipilih, ada beberapa poin yang bisa diperdalam lagi sebetulnya seperti dibawah ini:
    – Rumah Tanpa DP. Apakah ini murni program untuk masyarakat bawah?
    – OK OTRIP. Apakah logis hanya bicara penempatan Card Reader untuk Integerasi TransJKT & Angkot?
    – Issue Partai Arab Indonesia tahun 1934. Apakah mengradasi Sumpah Pemuda 1928?
    – Prestasi yang dimiliki oleh Jokowi, Ahok, Anies selama mereka berkiprah di dunia birokrasi maupun politik
    – Issue SARA dari para pengusung
    – Issue Pro Pengembang khususnya Reklamasi

    Duuuhh masih banyak sebetulnya, tapi silahkan penulis pilih.
    Saya akan senang hati melakukan debat logis dengan penulis untuk membuktikan sosok seperti apa Pandji itu sesungguhnya…

  38. 1 pertanyaan aja bang pandji ‘anda pro siapa?’ sdh jelas anies sandi kan. Yasudah masalah selesai. Apapun wawasan yg coba anda buka pasti ujung2nya pro ke anies sandi. Begitu jg yg pro basuki. Apapun wawasan yg coba diungkap pasti akan ke pak basuki / jokowi (ngapa dibawa2 sih pak presiden kita).hahaha. Tpi tulisan anda cukup membuka yg saya tidak tahu, meski tetap kurang berimbang bagi pak basuki. Msh dominan menjelekan pak basuki. (Jelas lah anda timses anies sandi).hehe. Pokoke sukses trus buat anda Bang. Beres putaran kedua siapapun pemenangnya mari saling menghargai.

  39. Bang pand..
    Gue nambahin bumbu yak..
    Persoalan yg tak kalah gawat adalah filosofi dan gagasan, puluhan tahun kita diasingkan dari gagasan dan filosofi. Nah di pasca reformasi ini, hal tersebut menjadi gejolak yg meledak di masyarakat. Semua orang dengan tertatih2 dan tergagap2 mencoba menyusun ulang filosofi dan gagasannya tentang negara ini.
    Sejarah yg gue baca, di belahan dunia manapun, gejolak dua hal ini sangat rentan dan berpotensi melukai siapa saja-termasuk si penggagas-. Dialektika kalo istilah pak Tan M, thesis dan antithesis yg silih berganti; adalah sebuah proses yg harus dilihat dengan zoom out. Karena yang harus tetap berada di atas itu semua adalah kehendak dasar kita untuk menjadi 1 negara.

    Bang pand, kita tak bisa hanya bersenjatakan catatan kejadian sejarah saja, tanpa berusaha melihat alur epistemologi yg melandasi kejadian2 tsb. Karena bila demikian, maka ini hanyalah labirin yg statis.
    ORBA HARUS TAMAT. Tapi kita tak boleh tamat menelaah apa saja yang menjadi gejala gagasan dan filosofi masa itu. Karena bila tidak, kitapun tak ada bedanya dengan orba pada Sukarno.
    Memang penting menyederhanakan pemikiran agar mudah dikonsumsi. Tapi, bukankah juga penting meningkatkan skill konsumsi demi mencerna pemikiran yang tidak untuk disederhanakan?
    Salam bang.
    -btw lo oke juga ternyata kalo pas lagi gak lucu-

  40. Selama ini saya diam, tapi tulisan ini adalah puncak kegilaan yang tidak bisa lagi saya diamkan.
    Sebegitu tidak tahu malunya anda membandingkan perilaku korup dinasti cendana dengan kerja mati2an seorang Basuki Tjahaja Purnama.

    Ingat Pandji sejarah akan mencatat siapa kamu.
    Anak2mu akan melihat siapa bapaknya.

    Seorang muda berintegritas dengan impian yang besar
    ATAU
    Seorang dengan muka songong membela membabi buta orang2 bermasalah cuma demi kekuasaan.

    Tuhan tidak tidur dan sejarah tidak pernah berhenti mencatat.

    Saya yakin kamu cukup pintar untuk tahu betapa bullshitnya opini kamu yang kamu tuliskan disini. Selamat mengkhianati nuranimu Pandji. Sangat2 memalukan.

  41. Jaman pak Jokowi maju Gubernur, saya bela2in cuti, berangkat ke Jakarta, buat milih beliau.
    Setelah baca ini, fix milih Anies-Sandi.

  42. satu komen ini untuk smua tulisan loe ttg pilkada dki: dari semua tulisan ‘cerdas’ yang pake otak dan pake data, tetap rasa dan nurani tahu apa maksudnya, jalannya dan tujuannya, baik tulisan, penulis nya dan masing2 paslon kita, saat mereka diberi kepercayaan, tugas, sikap lugas (tegas & santun normatif), saat ingin meraih ambisi dan kuasa, matahati melihat lebih jelas, bahkan jika harus golput!

  43. Pada akhirnya yg baik akan menjadi buruk apabila terlibat demokrasi, sistem kufur buah hasil pemikiran iblis yg menjelma manusia. Maka dari itu solusi yg tepat yaitu tegakkan khilafah. Thanks

  44. Politics is the art of telling people what they want to hear. People generally hate politic because it deals with how people think that other people should be living their lives.

    What is democracy?

    When you and your wife are arguing what is the best way to spend a Rp 100 ribu, that is democracy. When your son chose your choice over how to spend the same money, that is politics–a political alignment by your son is enough to switch the balance of an otherwise democratic situation that both you and your wife enjoy a moment ago.

    Now, with millions of people making a vote, is that going to be democracy or pure political alignment?

    If we understand the difference between the practicality of applying democracy or politics, we already know democracy is dead long after the third person is in the equation. So, stop talking about democracy once we leave our bedroom.

    We are living in a world where people cannot even solve personal / family problems and they are trying to solve national problems. We are living in a world where people cannot even control their body weight, need drugs to control their minds, and they are trying to solve global problems.

    Think small; people are overwhelmed by enormous world issues, and are uncertain where to start. Draw a circle around your feet; start there. Slowly expand your circle, as much as you can reasonably manage.

    If someone says or does something mean, we can’t exactly assume they are mean. Sometimes humans want the world to be nicer than it ended up being, and they experience so much sadness as a result, that they can’t handle all the sadness and cover it up with anger. Sometimes anger is easier to feel than sadness, because sadness is socially stigmatized. So the next time I see someone says/does something mean, if I am lucky, I might be able to imagine that they are more innocent than I’d like to believe. They wanted a nicer world too. A world that doesn’t exist, and may never exist.

    Why does there always have to be new things to learn? Every three months or so I have to stop expressing opinions and rearrange all my mental databases so I can figure out if I have new opinions. Because, mengubah persepsi/opini ketika kita punya input yang baru seiring berjalannya waktu, bukanlah munafik. That’s called growing. Kepala makin terbuka dengan hal yang baru, menerima masukan yang baru, adalah wajar bila hal itu membuat kita mengubah isinya menjadi lebih lebar, lebih dalam, lebih bervariasi menatap dari berbagai sudut pandang.

    Rata-rata manusia takut melakukan itu karena takut dicap munafik, plin-plan, gak bisa dipegang omongannya. Harusnya yang merasa pathetic itu justru orang yang dengan dangkalnya mencap “perubahan proses berpikir” sebagai sesuatu yang munafik. Muter-muter di satu tingkat pemikiran, mereka kira adalah bentuk konsistensi yang menentukan kualitas.

  45. ji, gw sih sering denger ginian sejak 99 di bis2 ibu kota trus gw bayar 1ooo perak ,pas gw baca heritage of ashes,shocking doctrine,dll. lumayan bikin gw mikir,gw juga salut sama lu yang berani bahas masalah sensitif/tabu seperti atheis dan gay,cuman lu jadi enggak begitu lucu lagi ketika lu bela jagoan lu.belajar dikit lah sama stephen colbert walu dia dukung obama dan benci trump tapi tetap lucu..untuk soeharto gw sih sama2 temen setuju kalo dia itu necessary evil, ada lah segelintir kebaikan yang di buat sang jendral,dan yg pernah nempel ke keluarga munir,widji thukul,dll untuk kepentingan pribadi /kelompok banyak banget ji.lu liat ajah album mereka.cuman ketika diajak bersikap itu urusan lain.tetep gw suka lu ji,biar gw enggak suka pilihan lu…

  46. Alig banget sosok yg bikin gue ngefans dr jaman SMA. Gue sih gatau bang rasanya hidup di jaman Orba waktu itu karena gue kelahiran tahun 94 tapi yg gue tangkap dr tulisan lu, politik itu ga kaya matematika. Dibilang fiktif padahal aktif, di sisi lain hyper aktif pun dibilang pamer. Politik itu menurut gue ambigu banget bang. Kalo dipikirin terus ga akan ada ujungnya tapi kalo ga dipikirin jadi penasaran. Serba salah macem raisa hahaha

    Anyway you’re the best man bang. Sedikit banget artis yg punya pemikiran kaya lu. Tapi tetep bang GLORY GLORY MANCHESTER UNITED ;)))

  47. Yah intinya anda memilih no 3 karena lebih baik dari no 2. Bang mau nanya ini ngga ada kaitanya sama pilkada DKI karena ane bukan warga sana. Gimana cara nagih janji pemerintah kota seperti walikota di tempat ane. Bukanya ada perubahan malah tambah buruk. Janjinya nggak terealisasi padahal udah hampir 5 tahun.

  48. Saya bukan warga DKI, Saya hanya penggemar lawakannya Mas Pandji sbg komika, tp sekarang sedih, bahasanya udah mirip bgt dgn menjonru.
    Lihat tulisan Jontor klarifikasi/minta maaf dari 100 kalimat cuma 2 kalimat permintaan maaf, sisa 98 kalimat tetap nyinyir/mencela orang. Baca tulisan ini juga sama, sudah panjang2 ternyata banyak nyinyir juga.
    Bahasa vulgarnya udah terbawa Jontor banget, Jontor pake istilah Onani Politik lah, Mas Pandji pake bawa2 Septic Tank.
    Sedih saya mas… 🙁

  49. Bahas yang kelam-kelam di masa lalu di serempetin ke pak Basuki deh hehe good strategy;) lu bisa ngomong apapun ndji, lu pinter,wawasan luas, pinter nulis. Tulis apapun yang buruk-buruk tentang pak Basuki sesungguhnya gua masih percaya hati nurani lu nggak bisa boong kalo pak Basuki yang bener-bener berjuang buat rakyatnya. Nggak kebayang kalo lu yg jadi juru bicara Ahok. Mungkin bisa setiap hari lu posting tulisan tentang kekurangannya anies.

  50. Tulisan yang sangat bagus.

    Pengetahuan yang sangat luas. Hanya missing di beberapa points.
    Mungkin sedikit harus belajar ekonomi makro untuk membedakan dana off budget. Supaya tulisan tetap berkualitas.
    Mungkin masalah program juga tetap mencantumkan pembeda dengan program yang sudah dijalankan.

    Ketika hati dan pikiran beda dalam melihat cara pandang. Mungkin saat itulah kita harus tetap berada pada track yang kita bela.

    Senang membaca tulisanas pandji , meski sedikit kurang menyuarakan nurani. Tetap menulis tulisan yang bermutu. Karena imho, you are one of the greatest orators!

  51. Loh nyeremeptin ke jokowi segala? Lo tau kan nji jadi presiden ga sama kaya jadi raja? Kalo lo jadi presiden bukan berarti lo punya kekuasaan supreme bisa milih ketua dpr mpr .. dia ganti mentri emang lo tau alasan dan tekanan yg dia terima? Lo nih beropini apa memprovokasi sih? atau visi lo terhadap demokrasi seperti itu ya? Presiden supreme leader.. makin prihatin sama kenaifan lo ji.. ini gw mau nyoroting satu part tuliaan lo ya? Males gw nyorot yang laen.. apalagi liat judul lo..

  52. Tulisan ini bikin orang-orang termasuk gue “Ini udah lama di kepala gue, tapi gue bahkan lupa naronya dimana sampe baca tulisan ini”

  53. Bang Pandji,
    Makasi banyak untuk tulisannya yang super banget Bang. Semoga semua yang komen tulisan Abang ini bisa menangkap arti dari ‘be your own Satriapiningit’ itu termasuk menjadikan tulisan Abang ini hanya sebagai source of knowledge, gak termakan emosi karena nelen tulisan Abang mentah-mentah dan tetap berpegang teguh dengan apa yang jadi prinsip kita untuk jadi our own Satriapiningit versi masing-masing yang bisa bikin kehidupan berbangsa, beragama, bernegara dan bertetangga jadi lebih baik!

    Nulis terus ya Bang! 😀

  54. yehhh dia cari aman balik lagi ke jalur netral,

    udah berkoar2 beratus2 artikel dukung anies eh kok banting setir mas?

    jadi orang punya integritas dikit kek

  55. mas. saya bukan pendukung salah satu paslon karena bukan orang jakarta,, namun saya pernah bersinggungan dengan program mas.anies jauh sebelum mas.anies dikenal sebagai menteri kabinet kerja,, mas.anies waktu itu sedang tidak jadi anggota legislatif/eksekutif dan JAUH dari KEKUASAAN, NAMUN mas.anies saat itu sudah bikin program/SUDAH mikir keras buat “indonesian rulers area” dengan Indonesia mengajar, memikirkan pendidikan buat daerah terpencil di.pelosok2 indonesia….. tanpa JABATAN PUN beliau sudah memikirkan nusantara,,, nah jika pertanyaan yang sama di.compare k.paslon sebelah.?? apa yang sudah dan akan dikerjakan jika “tanpa status jabatan dan kekuasaan”… NASIONALISME

  56. Logis, intelek, masa lalu dijadikan pembelajaran buat ke depan.
    Beda dengan blog Denny Siregar yang cenderung subyektif, penuh fitnah dan tergolong kasar menghina orang.

    Salut Pandji

  57. sugan we coretan aing nepi ka cagub jakarta ..
    – mun bangke reklamasi dijieun hutan mangrove ajib meren yak ..
    – budak” sd jeung smp teh ajarkeun lingkungan hidup, sugan wee engkena mah nu ngabuang sampah dikali rada ngurangan kitu. pan nu geus kolot mah hese dibejaana. ieu mah bisa jeng sa Indonesia mereun yak
    -mun jam asup sakolah jadi jam8 ajib mereun yak .. jadi nu boga mobil teu kudu dianter, nu naek angkot teu kudu rebutan jeung nu rek asup gawe, emak teh teu pati riweuh soalna dibantuan budakna unggal isuk. eh ieu mah bisa jeng sa Indonesia oge yak

    geuslah eta hela .. sugan weee bisa nepi ka cagub dkk
    punten yeuh kang pandji make bahasa sunda, itung” blajar oge pan

  58. Mas Pandji,

    Saya penikmat karya Anda, apalagi “Juru Bicara”.
    Please balik lagi ke Stand Up. Stop masuk ke Septic Tank.
    Supaya saya bisa denger mas Pandji ngomongin kekurangan dua paslon DKI ini dan kita jadi mikir bareng untuk DKI Jakarta menjadi lebih baik lagi.

  59. Sebagian tulisan ane setuju, Bang Panji. Apalagi tentang isu komunis di Amrik serta usaha penjegalannya yang mana menjangkiti Indonesia bahkan hingga kini… Namun ada 1 yg kurang kena di hati ane, soal dana CSR yg mana abang samain kelakuan Suharto sama Ahok. Entahlah, apa ane yg salah apa bang Panji yg gak liat transparannya pengelolaan dana di DKI… Salam NKRI, Bang…

  60. Kok ngomong tainya Ahok doang sama Setya novanto?

    Bang Anis kan berenang kena banyak tai juga Pandji?

    Klo mau objective ya yang bener lah porsinya

    Tetep aja jualan mah ini..

  61. Panjang Amat ji tulisannya cuman mau nyimpulkan kalo buat lo emang Anis paling goks.
    Lo nulis juga uda mulai pinter politiknya, pesannya jangan sampe hancurin yang uda lo bangun selama ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*