Seburuk itukah pengaruh asing?

Mon, Jan 16, 2012

Uncategorized

Ada orang orang yg bilang kultur barat buruk untuk kita

Paranoid sekali

Padahal tidak semua kultur barat itu buruk, sebagaimana tidak semua yang jadi kultur timur itu baik

Lagipula siapa sih yg pertama kali membeda bedakan barat dan timur.

So seggregated.

Apapun itu, entah pengaruh TV, entah pengaruh kultur “barat”, tidak akan berdampak buruk kepada kita selama kita kuat dalam mengenal karakter diri kita sendiri

Saya suka sekali komik jepang dan amerika. Entah berapa banyak uang habis dulu utk beli Kungfuboy, Kenji, DragonBall, Ashura, Shoot. Juga Spiderman, Ironman dan Batman.
Begitu menyukai komik komik tersebut, sehingga saya penasaran mengapa di Indonesia belum ada komik yg menembus kultur pop. Meledak hingga merchandise-nya diburu fansnya. Dari kaos hingga mainannya.
Sekarang, saya sibuk bersama tim mengerjakan H2O. Komik karya anak Indonesia diterbitkan oleh kolamkomik.com, penerbitan komik online Indonesia.

Saya suka sekali dgn kota Melbourne. Kotanya nggak gimana gimana banget, nggak mewah dan nggak penuh dgn mal mal megah. Tapi jalannya bagus, sistem parkirnya bagus, transportasi kotanya bagus (walau memang bentuk kotanya ga seperti kita), perpustakaan kotanya bagus dan harga bluray murah.. Hehe.
Pulang pulang ke Jakarta, bertemu dgn semrawutnya kota ini, saya langsung berpikir bagaimana caranya Jakarta bisa perbaiki dirinya.
Saya teringat pemilihan Gubernur yang akan terjadi tahun ini. Memilih pemimpin, penting utk perubahan kota.
Saya belum tahu, tapi tanggung jawab saya utk kota yg lebih baik adalah mencari tau cagub terbaik dan mendukungnya

Suka dgn stand-up comedy, banyak comic favorit saya (err, semua tepatnya) adalah orang Amerika: Chris Rock, George Carlin, Richard Pryor, Dave Chappelle, Alonzo Bodden, Robin Williams, dll

Katanya, Stand-Up Comedy itu barat banget tapi kalau mereka menonton Asep Suaji, Sammy DP, Luqman, Ryan Adriandhy. Ernest Prakasa, mereka akan sadar: Indonesia banget.

Saya dengan Stand-Up Comedy ingin membawa citarasa baru dlm komedi dan ingin membuka hati serta pikiran orang Indonesia dgn mengangkat kebenaran kebenaran tabu dan kritis yg hanya berani org bisikkan di warung warung kopi ke atas panggung di hadapan ratusan, kelak ribuan orang
Bhinneka Tunggal Tawa adalah buktinya

Suka dgn hiphop, Amerika banget. Rapper favorit saya, Amerika banget juga: Jay Z, Kanye West, Eminem, Talib Kweli, Public Enemy.
Tapi siapapun yang sudah mendengar 3 album saya dgn total lebih dari 45 lagu yg pernah saya rilis akan tahu bahwa isinya penuh dgn ke-Indonesiaan. Penuh usaha utk membangkitkan Indonesia lewat provokasi provokasi ber-rima di atas hentakan musik hiphop.

Suka dgn Nike. Suka banget bahkan. Tapi kesukaan saya dgn Nike membuat saya bertanya tanya sendiri: Kenapa tidak ada sepatu olahraga lokal yg dipakai orang2 Indonesia dgn bangga? Kenapa tidak ada kaos kaos basket merk Indonesia yg mengisi GOR Basket Indonesia?
Akhirnya saya menawarkan diri (ya betul, menawarkan diri) kepada League untuk jadi Brand Ambassador mereka. Karena saya ingin menunjukkan kepada Indonesia bahwa League itu keren. Tentu saya punya sepatu Nike, tapi saya tidak mau membantu mereka. Saya ingin membantu League.
Juga 2004 saya mendirikan REF Basketball Clothing karena saat itu (bahkan hingga sekarang) tidak ada merk kaos basket Indonesia yg penetratif kpd kultur basket Indonesia itu sendiri.
Hari ini, saya tersenyum setiap kali saya masuk GOR Basket di kota kota tertentu dan menemukan anak anak muda menggunakan kaos saya.

Jadi, seburuk itukah pengaruh asing?


Leave a Reply


− four = 1