Strategi

Kenapa pendukung Paslon 2 seneng banget ngomongin Anies Sandi ya…

Kenapa mereka nggak fokus pada Paslonnya sendiri?

Padahal kalau dipikir pikir, bukan Anies Sandi lho, Petahana yang tingkat populeritasnya sempat 92,6%  tapi gagal memenangkan satu putaran karena hanya mampu unggul 3.04%. Tidak sampai 300.000 suara.

Bukan Anies Sandi lho yang gagal meraih suara pemilih muda. Padahal punya dukungan selebritas luar biasa dari Tompi sampai Slank, lihat saja Konser Gue 2 yang dipenuhi para pendukung.

Bukan Anies Sandi lho yang punya jumlah pasukan digital terbanyak

Anak muda paling banyak di mana sih? Socmed kan?

Yang tim digitalnya paling gede siapa sih? Petahana kan?

Kok bisa gagal meraih suara pemilih pemula di putaran pertama?

Kok gagal?

 

Pendukung sebelah sana selalu menuding agama sebagai alasan Anies Sandi unggul. Karena itu yang mereka yakini, sulit untuk diberi tahu kebenaran yang ditemukan oleh orang yang memang pekerjaannya melakukan riset untuk kampanye politik seperti ini. Bahwa..

data putaran pertama pilkada menunjukkan kecerdasan pemilih Jakarta. Mereka tak membeli isu murahan–suku, agama, antargolongan.
Exit poll Indikator Politik menunjukkan hanya 7 persen pemilih menjadikan agama sebagai alasan mencoblos. Sebanyak 93 persen lainnya memilih karena kecakapan kandidat, kejujuran, program kerja, atau alasan lain. 

Baca lengkapnya di sini

Mereka tidak bisa percaya itu. Menurut mereka, survey itu tidak mungkin benar. Dengan segala hingar bingar sentimen Agama di social media, pasti alasan utama mereka gagal satu putaran dan hanya unggul tipis dari Anies Sandi adalah, Agama.

Di sinilah mereka gagal untuk memahami permasalahan mereka sendiri. Terlalu sibuk menunjuk kesalahan orang lain, tapi gagal mengangkat kebaikan diri sendiri.

Perhatikan baik baik artikel ini.

Di situ dibahas (sudah dibahas sejak lama bahkan) dan juga disebut sendiri oleh Pak Basuki,  bahwa tingkat kepuasan kinerja Pak Basuki sebenarnya tinggi. Tapi tingkat elektabilitas jauh lebih rendah.

Alias suka sama hasil kerjanya tapi ga suka sama orangnya.

Lalu bagaimana cara tim paslon 2 menyikapi ini?

Selama ini kampanye-nya petahana selalu mengenai apa yang sudah dikerjakan. Dari Kalijodo yang diubah jadi RTH, foto foto artis pendukung Petahana di proyek Subway, Sungai yang bersih, dll.

Lah orang orang mah udah tahu soal ini dan memang sudah menyatakan puas dengan kinerja.

Yang bikin mereka tidak memilih seperti yang artikel tadi katakan, adalah gaya kepemimpinannya. Ini yang harusnya jadi fokus kampanye-nya. Ini yang orang harap lihat ada perubahannya.

Lalu kenapa mereka tidak kampanye ke arah sini?

Karena mereka tahu mereka tidak bisa ubah gaya kepemimpinan Pak Basuki.

Dari ucapan beliau terkait Al Maidah, sampai ucapan beliau bahwa memilih berdasarkan agama itu melawan konstitusi, sampai marah marah pergi meninggalkan acara KPUDKI padahal sendirinya entah kenapa tidak menunggu di ruangan yang diberikan KPUDKI, masyarakat berulang ulang melihat dengan mata kepalanya sendiri: Ternyata beliau tidak berubah.

Maka ketika mengangkat kinerja itu seperti menggarami air laut, mengubah perilaku Pak Basuki tidak mungkin, maka mereka pindah melakukan hal yang belakangan ini gencar sekali lakukan: Menjatuhkan Mas Anies dan Bang Sandi dengan cara asosiasi.

Apakah berhasil?

Apakah berhasil mengingatkan publik bahwa Titiek Soeharto, Tommy Soeharto adalah bagian dari klan Cendana? Apakah berhasil mengingatkan pemilih bahwa FPI rapat ke Anies Sandi? Bahwa pendukung Anies Sandi ada yang menggunakan sentimen agama?

Bisa jadi berhasil.

Tapi datang dengan resiko.

Melakukan semua di atas, jatuhnya jadi keliatan kayak menyerang dan marah marah di jejaring sosial.

Anak muda tidak suka itu. Pemilih pemula tidak suka itu.

Sejak awal masa kampanye, saya berpikir di mana kelemahan Goliath bernama Basuki Tjahaja Purnama ini?

Lalu secara tidak sengaja saya nonton film “World War Z”-nya Brad Pitt. Di situ, ada kalimat “Perhatikan baik baik, biasanya justru dibalik kehebatannya (virus yang menyebabkan orang jadi kayak zombie) justru tersimpan kelemahannya.”

Saya baru sadar.

Kehebatan tim Paslon 2, adalah jumlah pasukan digital yang luar biasa. Tapi justru disitulah, letak kelemahannya. Saking banyaknya jadi cenderung mem-bully. Saking banyaknya jadi susah diatur.

Sejak itu, saya berhenti berargumen dengan buzzer buzzer paslon 2. Membiarkan mereka beringas. Membiarkan mereka mengamuk. Membiarkan mereka secara tidak sadar menampilkan, apa yang ternyata merupakan kelemahannya.

Di mana fokus saya dan teman teman digital paslon 3?

Kampanye gagasan dan program, serta menggaet suara pemilih pemula.

Seperti yang saya jelaskan di sini

Kenapa? Karena kami percaya diri dengan paslon kami sendiri, sehingga kami sudah terlalu sibuk membahas dan beradu program serta kompetensi kami untuk bahkan membahas yang lain.

Misalnya membahas program OKOCE atau DP 0 atau bahkan mengenai KJP+ dan KJS+

Harapannya, dengan paslon 2 terus membicarakan kami, mereka jadi tidak membahas paslon mereka sendiri. Sementara pemilih terus membaca mengenai gagasan gagasan kami. Termasuk yang ikut diramaikan di social media oleh pendukung paslon 2 hehehe.

Jadi, kepada pendukung paslon 2 yang membaca ini, sisa masa kampanye putaran 2 ini mungkin sebaiknya berhenti ngomongin paslon lain seakan akan dari paslon sendiri tidak ada yang bisa diomongin.

Kecuali, saking bingungnya mau angkat apa tentang paslonnya sendiri, hanya itu yang anda pilih sebagai sebuah strategi.

 

80 thoughts on “Strategi”

  1. Gini ya, banyak pemilih pemula yang sebenarnya ingin milih Ahok, tapi dilarang oleh orangtuanya. Sehingga mereka tertekan dan kemudian terpaksa memilih Anies-Sandi yang disuruh oleh orangtuanya. Ini banyak terjadi di sekitar saya, banyak teman-teman saya yang cerita bahwa sebenarnya mereka ingin memilih Ahok, tapi takut akan tekanan dari orangtua dan keluarganya. Begitu. Jadi kalo Paslon 3 menang, ya itu karena anak-anak muda dan pemilih pemula banyak yang tidak berani melawan apa yang orangtua mereka suruh. Bukan PURE pilihan mereka.

    1. Wkwk alesan yg “ngablu” dan ga berdasar, sebodoh itukah pemilih pemula dimata Anda smp takut nyoblos sesuai hati nurani mereka klo emg mau pilih Ahok-Djarot. Pdhl yg tau mereka pilih siapa ya cuma mereka, Tuhan dan kotak suara. Ngapain takut sm ortu. Boleh minta data wawancara atau survey nya bisa bilang byk ortu yg maksa anak nya pilih Anies-Sandi? Klo yg dipaksa pilih Ahok-Djarot brp bnyk? wkwk. Lebih cerdas lg ya klo ngarang alesan

      1. My father went ballistic when he found out my brother and i voted for number 2 and we had a pretty huge argument over it. So yea it’s real. Terutama indonesia negara yg berbudaya timur dmn org lbh tua selalu sgt dihormati 🙂 just saying.

    2. idih apaan? masa iya pemilih pemula yg notabene udah sma milih karena alesan takut?
      mungkin ada tapi brp persen detail yg takutnya?

    3. Hahahahah situ waras ??? Hari ini terpaksa Karna ortu masalah pilihan ?? Duh ini bukan zaman SITI NURBAYA x 😅😅😅

    4. mas tegar..makin lebay alasannya..
      ini berkaitan dg nurani n akhlak..
      ahok udh jelas karakternya tidak patut dicontoh..knapa harus pilih dia..

      tlalu banyak melempar kesalahan ke org lain memang benar pasangan ini.. ga introspeksi.

    5. Mana ada nggak berani milih karena takut sama orang tua. Baru denger saya alasan begini 😂.. setau saya anak muda lebih kritis dan lebih berani memyampaikan aspirasi mereka. Lagian milih juga ada tempatnya sehingga menjadi rahasia, orang tua nya juga gak bakal tau.. 😄

    6. Bener kata bang pandji ini orang beneran kelompok bazzer ahok yang jadi kelemahan ahok, keliatan yang milih ahok tingkat kecerdasannya sampai mana. Ngasih opini tanpa fakta.

    7. gini ya mas…Hahaha ini lucu emangnya orang tua ngikut ke bilik suara, gw aja sm ortu beda pandangan politiknya dia mengarahkan ya tetep aj gw ikuti selera gw sendiri

    8. Woooy coba belajar literasi yang bener, argumentasi pake alasan berdasarkan data dan fakta ! Dipaparkan runtut kaya bang Panji. Bukan asbun, gini nih tipikal pemilih ahok otaknya setengah pfftt

    9. Menurut sy bukan krn orangtuanya, pemilih pemula anak2 millenial yg punya gaya dan keinginan sendiri. Ciri2 mereka itu ingin beda, orang tua akan susah ngatur mereka. Jadi kalau gak milih paslon 2, pasti ada alasan lain

    10. Setuju kak, malah disekolah ku guru2 agama ku kayak cekokin gitu hampir setiap hari pas deket2 pilkada di grup agama kalo muslim tuh dilarang memilih pemimpin kafir, trus temen ku juga jadi banyak juga yang kepengaruh deh *cuma menyampaikan pendapat

    11. Lah bro. Dibilik kan sendiri. Coblos aja 2. Ntr tinggal bilang Ama emak bapaknya coblos 3 kok. (Eh gk boleh boong kan ya)

  2. Yess.. kebanyakan orang tua pasti ngasih rekomendasi buat anaknya kan. Secara kan ortu lebih tau banyak dari anak. Bahkan lebih banyak lagi pemilih pemula yang gatau mau milih apa sampe nanya ke emak bapaknye. Tapi setau gue, ketika mau berakhir tuh anak bakal di kasih kebebasan juga sama ortunya, terserah mau pilih apa. Yaudah dah anaknya pilih yg dia mau tapi pasti nasihat ortu bakal melekat dongg.. jadi dahh :p

  3. Memang agak lucu pendukung paslon sebelah ini. Katanya yang pilih Anies-Sandi banyak karena faktor agama. Haloo??? Coba bandingkan berapa total muslim yang dukung Ahok dan berapa total non Muslim yang dukung Anies? Heuheuheu
    Nyerangnya paslon 3 itu rasis, padahal mereka sendiri yang rasis.
    Rasis ke laut aja deh… itupun kalau belum direklamasi yah.. nyahaha

    1. Coba bandingkan berapa total muslim yang dukung Ahok dan berapa total non Muslim yang dukung Anies?

      Jawab dong, kami gak punya datanya..

      1. Kalo g punya data ya g usah nyinyir.. focus aja kampanyeein sungai bersih, Dan kalijodoh yg jd RTH yg free. Gituaja kok repot

    1. Segitu doang nih tanggapannya… Hehehe
      Kasih argumen dong, udah baca panjang lebar post nya Pandji tanggapan segitu doang…
      Apa malah gak baca? Hahaha

    2. Ya, setidaknya apa yang disampaikan Bang Pandji itu fakta ya, Masbro. Bukan fakta yang gak ada namun diada-adakan.
      Gak apa-apalah dibilang seperti Jonru, asal bukan seperti si #PenistaAgamaDanUlama aja…

  4. Saya mendukung siapa saja yg jadi gubernur, asal program2nya gak cuma omdo dan dilupakan begitu saja setelah terpilih.
    Masalahnya, pak Anies punya track record buruk dengan omdonya.Banyak omong tapi prakteknya nol.
    Namanya juga pengen jadi gubernur.

  5. meski bkn dr dki, ikut nimbrung dikit dr pengalaman pribadi ketika sy abg 30th yll.
    jaman orba hny ada 3 pilihan: kabah, beringin & kepala banteng. jujur krn lugunya, meski ga ada jumatan ummat di monas pun, pertimbangan “dosa” utk tdk milih kabah memang benar terjadi (kontra beringin wkt itu sdh niat hati) dan kepala bantengpun tersingkir.
    di usia paruh bayapun, rekan kantor berujar mengingatkan: “drpd risiko akhirat, mending ambil amannya aja… ikuti almaidah51 (textual mentah2)”
    jd, bkn yg muda aja spt kata Pak Tegar, yg paruh baya pun orang kita kenyataannya msh spt itu.
    dagang agama (baca: surga/neraka) masih laku keras

  6. Bang, kenapa rahasia strategi malah dibuka bang?
    Nanti pendukung Pak Basuki merubah strategi mereka bukannya malah jadi pukulan balik buat Pak Anies?

  7. Nah mungkin ini strategi baru fans paslon 2: Menjonrukan Pandji. Haha

    Maju terus Dji. Bicara dengan data itu jelas lebih baik. Ada landasannya dan ga sekedar fanatisme buta.

  8. Yaaaa Pandji…… Jangan dikasih tahu dong kelemahan mereka. Biarkan saja mereka tetap arogan dengan pasukannya. Sehingga kita bisa bekerja dengan tenang untuk memenangkan 19 April nanti. Setelah itu baru mereka dikasih tahu Kesalahannya di mana…..😁 😁 😁 😁

  9. Ya gk sepenuhnya benar bang, liat aja IG bang,banyak bgt akun anonim isinya ngejelekin jokowi-ahok mulu,trus dukung paslon 3,banyak bang,banyak bgt,gk usah pura2 buta bang,malah menurut gue banyakan buzzer no 3 dalam menyerang paslon 2 apalagi kalo udh soal agama,udh paling muanteb bener itu serangannya bang,trus ada yg ganggu nih dipikiran gua,dulu abang kayaknya pernah nulis bisa mempertanggungjawabkan abang gk milih prabowo karena pernah dipecat,trus apa bedanya sama pak anies bang?? Kan sama2 dipecat,harusnya kita perlu tau lebih dalem kenapa pak anies dipecat dari jabatannya?? Trus program2 paslon 3 juga gk ada bedanya sama paslon 2, cuma ganti nama doang hehe,trus abang bilang gaya kepemimpinan petahana jadi masalah,kalo menurut gua bukan itu bang,karena petahana menutup rapat2 keran korupsi yg selama ini menggrogoti uang rakyat,sehingga oknum2 membuat bahwa petahana ini gk santunlah,ahok kalah cuma gara2 mulutnya doang bang kebablasan,kalo soal kerja mungkin gk kelawan bang hehe,trus abang kan dari dulu kayaknya sebel nih sama fpi,tapi ngapa yak semenjak pak anies “mesra” sama fpi abang biasa aja yak?? Gua sih emang dukung paslon 2 bang,tapi gua pengen liat kalo paslon 3 menang apa bisa kerja sesuai dengan janji2nya, kita liat aja deh siapa yg bakal mimpin dki 5 tahun kedepan bang. Makasih bang,kalo bisa si ada tanggepannya dari abang atas pertanyaan gua diatas itu bang hehe.semoga yang terbaik yang memimpin jakarta #Salampilkadadamai

    1. Setuju sama bang Frans..Lama lama Pandji sama ama bosnye, muter2 ngomongnya kayak uler.. Program KJP ditambahin plus, plusnya jg retorika doang..omdo..Prog DP nol diubah2 setelah diserang… Semua thanan KPK dukung paslon 3 artinya apa? Silakan jawab sendiri.. Kalo 2 banyak ditolak sama koruptor, preman, penjahat, calon koruptor dll. sebaliknya, mreka dukung 3.. so simple, ngak usah diputer2..Salam

  10. Pandji bener tetapi yang paling bener adalah demokrasi Indonesia ahok dan Anis sama2 ingin meraih kekuasaan dengan cara apapun dan hal ini terbukti pada proses pemilihan putaran ke 2. Dan perlu di ingat kekuasaan yang ingin diraih Anis ahok adalah kekuasaan untuk memimpin makhluk yang berotak cerdas dan memiliki perasaan. Hidup demokrasi Indonesia hidup jakarta hidupkan keberagaman singkirkan kebencian

  11. Ah, bang Pandji ini bisa aja. Anda merasa diserang bertubi2 oleh pihak lawan, seolah2 cuma pihak lawanlah yang menyerang. Padahal dalam politik apalagi pas masa2 battle gini mah pasti ada aja pihak2 dr kedua belah pihak yg saling serang.

    Boleh jd jurkam bang, boleh jd pendukung, blh kampanye, tp mbok ya jangan gini2 amat. Dulu pas awal2 kampanye kayanya anda ga segininya deh, skrg anda sudah makin mirip Pak Anies, mulut manis, cerdas bermain kata tp nyelekit. Saya ga milih siapa2 lho disini, tp mungkin komen ini menggambarkan seolah2 saya memilih Ahok-Djarot, padahal nggak.
    Saya cuma lucu aja ngeliat anda yg sekarang, dl pas ngedukung Bapak Faisal Basri apakah anda kampanyenya sampe begini jg, ya? Jaman itu saya masih blm melek politik jd gatau, ya.

    Anda merasa diserang di dunia maya. Itu paslon sebelah diserang secara nyata dan maya, lho. Dikata2in kafir krn milih Ahok, di dunia nyata diteriakin di bbrp tmpt, yg terbaru Pak Djarot disoraki di acara peringatan Soeharto yg di dlmnya ada paslon, dan para tokoh pendukung paslon yg anda dukung. Jadi saling serang itu biasa bang dalam politik, anda kan sudah didalamnya sekarang, pasti taulah.

    Kalo Pak Sandi yang ganteng itu pernah berkomentar “jadi politisi jangan baperan” ketika beliau dianggap memfitnah ahok, well coba para pendukung calon jg jgn baperan laaah hihi.

    Komentar Pak Anies setelah kejadian Pak Djarot wise sekali,
    “Kita juga berharap pada warga siapapun yang datang dihormati. Siapapun yang hadir diajak dialog. Menjunjung tinggi adab dan adabnya itu kalau ada tamu dihormati, itu adab kita. Ini yang ingin kita bangun juga, kepemimpinan yang mengayomi semua,”
    Kurang bijaksana apa coba? Typical Pak Anies banget, santun dan bijaksana. Alasan kenapa dl saya sangat mengagumi beliau dan bahkan berharap beliau bisa jd capres bersaing dengan Pak Jokowi.
    Tapi sayang, Pak Anies yg sekarang, sebelum komentar bijaknya tersebut, mengeluarkan pernyataan ‘ngambang’ berikut,
    “Karena itu jangan pernah melecehkan, karena masyarakat juga akan merespon balik. Jadi kalau pemimpin menghargai rakyat, Insya Allah rakyat menghargai pemimpin,”
    Tetap dengan intonasi yg lembut, santun, mungkin dengan senyuman khasnya itu. Personally I feel sad, tp jg harus menerima bahwa inilah politik.

    Berkali2 Pak Anies berkomentar, makanya jd pemimpin lisan itu hrs dijaga dan jgn menebar kebencian, bicara itu yg mempersatukan and bla bla bla, dgn maksud tentunya menyindir Ahok. Tp apa bedanya statement beliau ini dan byk stament beliau yg lain di media, yg menurut saya jg tidak terlalu mempersatukan malah cenderung menyerang secara halus. Tapi memang, Ahok jg bbrp kali meyerang Anis. Blg bahwa Anis pintar berbicara dan berteori, krn beliau seorang professor. Beliau berkata seperti itu dlm konteks menanggapi gagasan2 politik Anis yg mengkritisi kebijakan Ahok. See? Saling serang. He’s not an Angel bang, he’s just a politican. So is Ahok.

    Tapi kalo memang Pak Anis merasa pemimpin yg mempersatukan, hrskah sebelum mengeluarkan pernyataan utk menerima siapa saja yg hadir tsb Pak Anis menyentil lawan seperti yg saya kutip diatas? itu yg datang dan disoraki orang Pak Djarot lho, bukan Ahok. Pak Djarot itu muslim, diundang makanya dtg kesana, and look what happened. But again, inilah politik.

    Jadi kesimpulannya baaaaaang, sama aja dua2nyaaaa. Ada aja yg nyeraaang, mau dr nomor 2 atau 3. Jgn baperan gt ah, jgn menyudutkan seolah2 situuuuu aja yg diserang.
    Saya setuju banget mending adu gagasan, adu program. Anda konsen promoin janji2 Anies-Sandi yg Insha Allaaaaah, kalo kepilih akan mrk laksanakan, dan Ahok-Djarot konsen mempromosikan program2 yg sudah, sedang dan akan mereka lanjutkan kalaaaaau, mereka kepilih lg. That’s it.

    Sebenernya saya tau sih, ga ada gunanya saya komen begini. Karena anda skrg sedang berpolitik, inilah cara anda berkampanye. Tak tik anda. Karena beberapa pendukung fanatik paslon 2 akan ‘panas’ baca tulisan anda ini dan akan ‘menyerang’ lg dgn sumpah serapah, and then you’ll capture it and say, “niiiiih begini nih pendukung paslon sebelah, nyerang doang bisanyaaaa!”
    Selamat Bang Pandji, you’re officially a politician now. O yeah!!!

    Saya gatel aja pengen komen disini biar ikutan eksis hahaha
    Setiap hal dan masalah itu seperti mata koin ya bang, tergantung dr sisi mana kita ngeliatnya.
    I just hope what you’re doing now will be worth it in the end.

    Sekali lg saya ga milih 1, 2 atau 3 yaaa.
    Ini cuma pendapat, diterima monggo ga jg silahkeun!

    1. Keren komentar nya mas. paling obyektif diantara Yg lain. jujur aja, saya lg bingung sekarang. dulu pilpres saya pilih prabowo dan sakit hati bgt waktu anies menjelek2an, prabowo di Mata Najwa. eh, sekarang dia Jadi cagub pilihannya prabowo. ntah kebesaran Hati Pak prabowo, or pure strategy. I am not a first time voter. I voted for Faisal Basri the last time because I felt his intention to run was righteously motivated. I don’t think any of the two candidates now, have the same righteous cause. too much vested interest for both. I can say for certain that neither are best suited for this city. mungkin saya golput saja. may be I will vote for Tara Basro if she ever runs for something.

      1. Mas Gary Roo,
        Ini balasan buat saya kan ya? Saya rada ragu karena bilangnya “mas” sementara saya wanita hahaha

        Yah begitulah politik, mas. Hari ini lawan besok bisa jd kawan. Coba diingat lg, dl anies berlawanan dengan prabowo dan prabowo berteman dengan ahok. Ahok dibela mati2an, dia pasang badan utk ahok. Tp liat sekarang, semua berubah 180 derajat. Jadi terbalik. Dan begitulah “cara main” politik, mas. Disesuaikan agar bagaimana sama2 untung.

        Tp kalau saya boleh saran, kalau mas nya punya hak pilih dki, ada baiknya utk memberikan suara. Mereka semua politisi, ga akan ada yg sempurna. Pasti sedikit banyak ada kesepakatan2 politik. Mas Gary selagi skrg msh ada waktu utk berpikir sebelum 19 April, coba ditimbang2 mana yg terbaik diantara 2 pasang calon ini. Apakah sudah merasa ada perubahan yg baik di jakarta skrg, apakah sebaiknya yg sudah berjalan dilanjutkan, atau ingin pemimpin yg baru. Calon pemimpin yg punya janji2 dan program2 yg sepertinya bagus, tp tentunya masih butuh pembuktian. Keduanya ada plus minusnya, mas. Tp sayang kalau golput. Saya pemilu presiden kmrn pertama kalinya ikut pemilu presiden dan rasanya luar biasa bangga bisa turut andil dlm pesta rakyat. Tapi pilihan kita beda, mas hehe tp wkt pilgub dki yg kmrn, saya jg mengidolakan bapak Faisal Basri, syg krn independen jd sepertinya kalah populer sama kandidat lain. Dulu Bang Pandji ini setau saya juga mendukung Pak Faisal Basri, tp kayanya dulu ga gini2 amat. Tp skrg saya tau, mungkin dl Bang Pandji blm terlalu ngerti politik jd kampanyenya cenderung ke kampanye “bersih” dan Pak Faisal Basri nya juga orang yg emang “lurus”, jdlah blm berhasil memenangkan Pak Faisal Basri. Naaaah, skrg sepertinya Bang Pandji udh belajar dr pengalaman, udh macam politisi abang kita ini skrg, makanya skrg strateginya seperti ini. Basically strateginya sama aja dua belah pihak ini, cuma yg satu versi kerasnya dan yg satu versi santunnya hehe both sides don’t need to play victim.

        Hidup itu pilihan, ga akan ada yg sempurna. Kita mencari mana yg terbaik aja, pilih dengan hati nurani, jgn krn emosi dan termakan hasutan sana sini. Kita kan manusia diberikan Tuhan akal ya mas? Masa kita telan bulat2 semua yg org blg hanya krn org2 itu menstrukturkan kata2nya dgn baik dan menyampaikannya dgn cerdas. Penyampaian cerdas dan santun blm tentu isinya berbobot, kadang isinya sama aja kaya org yg ngomongnya nyablak dan mencaci maki hihi

        Kita kan jg bisa melihat dan berpikir mana yg benar dan mana yg salah. Ayo mas, ikut nyoblos! What a shame that I can’t vote 🙁

    2. Setuju nih mbak. Saya sepemikiran dengan anda. Rada mirip Jonru sih tulisan Mas Pandji ini, tapi dengan kata-kata yang lebih halus. Hehehe. Seolah-olah jadi korban utama padahal kedua belah pihak juga saling serang dan dua-duanya ada korban.
      Saya sih kadang males nanggepin orang-orang yang suka koar-koar dan maki-maki di medsos karena saya gatau itu orang beneran pendukung paslon 2/paslon 3 atau bukan. Di dunia maya mah gampang ngadu domba. Kita kan ga tahu ya itu orang nyamar atau ga. Hehe kecuali akun asli. Masalahnya banyak akun palsu.
      Tapi intinya sih saya tetep berharap yamg terbaik untuk Jakarta.

      1. Mas Acell,
        Iyanih, saya makin kesini makin “wah” baca artikel2nya mas pandji yg getol banget kampanye dengan cara seperti ini. Cara yg menurut saya sama aja seperti cara pihak sebelah yg dia kritisi, hanya saja bang pandji ini kan pandai merangkai kata ya, jd seolah2 dia yg benar. Ini sih pendapat saya aja, krn dl awal2 kampanyenya masih oke, tp kok makin kesini saya liat kampanye ingin memenangkan paslonnya malah berubah seperti “nafsu” ingin menang.

        Tp sepertinya normal ya? Namanya kompetisi, awalnya kita yg berpikiran rasional, pasti saat tau bahwa kita ternyata bisa menang semakin bernafsu dan cenderung jd terobsesi. Saya sih berharap bang pandji tdk seperti itu. Jangan sampai kalap trus lupa apa tujuan yg sebenarnya.

        Paling malas kalo kedua belah pihak udh playing victim, seolah2 mereka aja yg tertindas, yg diseran di medsos. Pdhl ya namanya medsos, pastilah dr kedua belah pihak ada hihi

        kalo di medsos emang iya mas, dua2nya sama aja. Kalo medsos kan gabisa di kontrol ya. Kalo ada yg fanatik trus mencaci maki, ya masa kita mau salahin paslon yg didukung? Itu mah balik ke pribadi masing2 aja, gausah dikaitkan dengan paslon yg didukungnya. Kan kasian mereka kena imbasnya hehe

        Ikut nyoblos, mas? Semangat ya, semoga yg terbaik utk Jakarta!

    3. yang diomongin Pandji itu fakta bos.

      gini aja deh. anda sebagai masyarakat awam seberapa sering mendengar program baru Ahok-Djarot ?? Seberapa sering dikampanyekan ?

      bandingkan dengan Ok-Oc, Dp 0%. Memang dijadikan bahan ledekan kadang2, tapi tujuannya tercapai, yaitu branding yang melekat di benak masyarakat.

      Dari situ aja kita bisa liat perbedaan fokus dan strateginya. Memang selalu ada oknum di masing2 pihak yang seneng mem-bully, negative and black campaign, tapi secara general dari hasilnya kita bisa lihat program pasangan mana yang lebih melekat di benak masyarakat.

      1. Bos Joe yang terhormat,
        Apakah ada komentar yg blg Bang Pandji berbohong atau tdk berbicara fakta? Tidak, kan.

        Kalo masalah program, kalau menurut pendapat saya ya jelaslah program baru yg lebih didengar, apalg dengan polesan nama2 unik seperti oke ocelah, dp 0% lah dan sebagainya.

        Dan memang, janji2 program Pak Anies bagus2, kalau di komen saya sih saya tdk sedikitpun mengkritisi tentang program, ya.

        Tapi, ibarat di dunia dagang, kalo ada barang baru yg eye catching dan sering terdengar ditelinga promo2 cantiknya, apalg ditawarkan dengan harga yg lbh murah, ya tentulah orang2 akan lbh “heboh”, kalo program petahana mah sebagian besar sudah berjalan, jd ya kalo kampanye bukan lg mempromosikan programnya tp lebih ke penjelasan apa yg sudah, sedang dan akan dilanjutkan ke depannya, krn basically rakyat sudah tau.
        Memang kok janji2 program Pak Anies bagus, liat aja tuh perolehan suara putaran pertama, bisa dibilang hampir sama dengan petahana. Tentunya orang2 memilih jg krn janji2 program beliau.

        Hanya saja balik lagiii, tantangan sebagai pesaing petahana adalah kalaaaau memang nantinya terpilih, bebannya adalah untuk membuktikan dan menjalankan semua program2 yg dijanjikan dan direncanakan. Karena tujuan utamanya bukan hanya supaya “branding melekat di benak masyarakat”, bos. Alhamdulillah kalo program2nya disukai masyarakat, tp itu baru awal. Justru semakin percaya rakyat kepada mereka para pejabat, mereka seharusnya justru semakin takut tp jg semakin memantapkan bagaimana utk melaksanakan itu program2nya.

        Dan sesungguhnya, walaupun beda tipis toh petahana masih unggul sedikit kan dibanding Pak Anies di putaran pertama? Jadi pernyataan anda yang: “tapi secara general DARI HASILNYA kita bisa lihat program pasangan mana yang lebih melekat di benak masyarakat”. Pernyataan anda ini jika dilihat dr hasil putaran pertama, jd jawabannya program2nya paslon nomor…..? Ah, sudahlah. Mungkin saya khilaf. 😀

        Punya hak pilih di Jakarta, mas? Selamat memberikan suara kalo begitu di putaran kedua, semoga yg terbaik dr yg baik yg menang.

  12. Gini aja lah.

    Dasar argumen tulisan ini kan adalah pihak paslon no.2 salah dan bohong kalau bilang paslon no.3 pakai agama. Paslon no.3 tidak pake SARA.

    Enggak usah banyak-banyak bukti untuk melawan argumen itu. Cari aja di google video kampanye paslon no.3 di televisi, itu bukti di awal kampanye apakah paslon no.3 berkampanye SARA.

    Setelah itu, cari berita Tempo, Kompas, Detik, dll. dengan kata kunci Anies Sandi masjid, dan gambar-gambar mereka.
    Lihat kapan terakhir berita-berita itu dipublikasikan.

    Apakah argumen tadi tetap valid?

    Menurut saya sih kalau argumen dasarnya itu tidak valid ya berarti argumen-argumen lain yang berdiri di atasnya gugur.

  13. Saya nunggu ada orang timur non muslim yg jadi calon presiden
    pengen tau apakah bakal masih di pake itu alasan untuk tidak memilih Ahok sekarang

    1. Sebetulnya sentimen itu muncul karena ahog yg memulai. Didaerah2 lain ketika calgub2 yg berkompetisi berbeda agama, tidak separah di DKI.

  14. Tumben tulisannya pendek. Biasanya panjang-panjang ngalor-ngidul. Cuma ada 2-3 tulisan Pandji yang sanggup gua baca sampe selesai – salah satunya ini. Sisanya gua tinggalin di tengah-tengah – cause i already got the point.

  15. Iklan produk, kalau promo pasti produknya yang nomer 1, ga ada ceritanya pas promo, bilang kalau produk sebelah nomer 1.

    Akting tulisanmu oke

  16. Semangat bang Panji…Biarkan anjing menggonggong kafilah tetap berlalu…

    Teruskan menulis dan membela kebenaran…

    #Salam bersama…

    Maju bersama, maju kotanya, bahagia warganya…

    #Jangan lupa bahagia

  17. Mau nambahin ini,

    … mengubah perilaku Pak Basuki tidak mungkin, maka saya pindah haluan dg memilih paslon yg perilaku dan program yang ditawarkannya lebih menarik, walau blm ada pengalaman. Kalau pengalaman jd syaratnya, maka Jokowi pun tdk akan pernah jd walkot, gubernur, apalagi presiden.
    Menilai kinerja, bisa dilihat saat Anies jd menteri dan program Indonesia Mengajar-nya. Dan Sandi bs dinilai saat menjadi pengusaha, bermasalah/tidak.

    Pemilih muda? Mereka mgkn tidak merasakan dukanya berada di bawah pemerintahan Soeharto. Jadi, menakut-nakuti pemilih dg rezim Orba rasanya tidak efektif. Dan pemilih non muda (di atas 21 thn) sedikit banyak mereka “terkontaminasi” unsur Orba, kalau tdk di masa lalu ya di masa kini, mungkin keluarganya, tempat dia bekerja, dll. Unsur Orba ada di sekeliling kita. Ini sebenarnya adl masalah perilaku/perbuatan kan (rasis, represif, koruptif, dll), yg label buruknya fleksibel bisa nempel ke siapapun/ormas/partai manapun.

    Dibilang Anies dekat dg FPI? Well, ambil gampangnya, FPI buruk tp seagama dg sebagian besar pemilihnya, sementara Ahok buruk berbeda agama dg mereka. Pilih mana? Mendingan pilih “saudara” sendiri kalau memang sama jeleknya. Gitu kan?

    Jadi menurut saya ya memang aneh strategi paslon 2, jika melulu fokus membully & bikin hoax.

    That’s all.

  18. Ada 23 program janji kerja anies sandi ditambah ide2 yg bernas. Rasanya sayang kalo tidak membahasnya.

    Rasanya sayang jg kalo hanya marah2 sama si kotak2.

  19. Gak ada gunanya jg paslon 2 mau merebut hati pemilih agus sylvi apalagi sampe menjatuhkan atau menjelekkan paslon lain. pilih paslon 1 kmrn karena memang ingin pemimpin baru, pemimpin yg membawa jakarta lebih baik. insyaAllah putaran kedua, berpindah pilihan ke mas anies sandi karena semangat kita sama. semangat perubahan😁

  20. Intinya tulisan di artikel ini juga membicarakan Paslon pihak seberang kan? Lalu apa bedanya Anda dengan tulisan yang Anda angkat ini? Inkonsisten. Sarua waee…

  21. Sebenarnya gak penting program anies sebagus apa.

    Yang dipertanyakan adalah kemampuan anies untuk KONSISTEN memperjuangkannya.
    yang dipertanyakan adalah KEJUJURAN sandi untuk OK OCE adalah program yang pasti penguntungkan rakyat kecil dan dia rela rugi.

    Yang tampak kan, hanya 2 orang yang ingin memanfaatkan sumber daya jakarta untuk kepentingannya sendiri.

  22. Analisis yg akurat kalo boleh saya bilang, di laman ini saya sudah terbukti Buzzer paslon 2 menampakkan komen-komen yg melihatkan kelemahannya.

  23. Kalau dibilang pasangan sebelah takut adu program sih kayaknya terbalik deh, karena dari segi program memang pasangan sebelah sudah lebih matang dan realistis program nya, bukan kayak okce ini masih ngambang dan bisa berubah sewaktu waktu.

    Mungkin ada baik nya di bawah setiap kampanye program ok oc ini ada di bubuhin tanda (*) yang keterangan nya “Program bisa berubah sewaktu waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan kami tidak wajib mempertanggung jawabkan semua kata kata kami”

    Jika dilihat malah sebenar nya paslon 3 ini sudah kehabisan ide program yang bagus, maka nya mulai menyerang pakai isu agama bahkan mengancam mayat.

    Well, if it’s something that so obviously wrong but you still unable to see through it, maybe it’s not your eyes that is blind, but your heart that is numb already. Otherwise maybe that money already speak louder than your consciousness.

    Dulu sih saya termasuk salah satu fans anda, karena menurut saya anda orang nya cerdas dan humanis. Tapi mungkin uang memang bisa merubah segala nya bahkan orang seperti anda pun, disaat kebutuhan keluarga meningkat, tuntutan dari rumah tangga semakin banyak, dan nafsu keinginan juga makin bertambah, maka iblis pun bisa di sembah. Well, I understand, memang berat bro bertahan dari godaan..semoga saya juga kuat kedepan nya menghadapi godaan seperti itu.

  24. Bagi gw.. pendukung paslon 2 gak ngomongin masalah program petahana krn sudah dilakukan, mao ngeshare program lanjutan jg udah banyak di berita..

    Sedangkan pendukung paslon 3 ya emank gak ada yg bs dibanggain dr program2 yang baru di usung.. dikarenakan sering berubah2 yangbterkesan inkonsisten dan kenapa sering isu sara yg ditonjolkan? Krn Anies jg yg sering terlihat bermain di ranah ini..

    berbeda jauh dgn pak Sandi yg lebih bermain aman ke program “lahan kerja” harusnya pak Anies yg lebih banyak belajar ke Pak Sandi..

  25. Wadaw, ya sudahlah ya. Begitulah mas Pandji Pragiwaksono. Kadang di sini kadang di sono. Kadang dukung ini kadang dukung ono. Dulu bela ini skrg bela ono 😀

  26. hadeeh bang pandji mikir apa engga ya. Kalau lu bikang tim cyber dari paslon 2 itu (secara kasar) mainnya ga sehat, tapi dengan tulisan lu ini gue menemukan bahwa gaada bedanya elu sama mereka bang. Sama-sama main offensive dengan nyerang lawan (dalam hal ini tim cybernya), yang jadi pembeda adalah kata-kata lu yang cukup terstruktur dan rapih sehingga kesannya tim cyber paslon 3 terlihat lebih intelek. Padahal pada dasarnya tim cyber paslon 2 maupun 3 ya sama-sama aja. Sama-sama ingin menang dengan menjatuhkan. Terimakasih.

  27. Siapapun pilihanya mau itu no 2. 3. Hak mereka,Asal jgn menyinggung soal agama, yg gw baca di atas isinya cuma perbedaan agama..terus.. Muak gw, Ingat mau itu org Cin*,arab,jawa,padang,negr*, Perbedaan itu indah , Woiii, Mikir… Buang ke laot , Mereka yg berbeda itu cinta Negeri ini, jgn dibuat beda,jgn di benci,, lihat ap yg dia lakukan buat negeri ini, bukanya melihat berapa kali dia marah2.. Lucu ente , Thanks..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *