Susah Tapi Pasti Bisa (part 1)

“Susah Tapi Bisa” akan jadi judul posting yg gue jadiin berseri.
Judul ini selalu gue pake utk menceritakan pengalaman dan pemikiran gue seiring proses membangun kultur stand up comedy di Indonesia

Kultur stand up di Indonesia, sebenarnya tidak ada

Tapi bukan berarti, masyarakatnya buta.

Banyak yg tahu stand up comedy, walaupun tentu jauh lebih byk lagi org yang tau slapstick comedy

Gue sendiri lupa kapan pertama kali liat video stand up, tapi gue ingat momen pertama kali terpikir ingin jadi stand up comedian..

Waktu itu, gue beli dvd bajakan di Bandung sekitar thn 2000an awal. Judulnya “Robin Williams Live In Broadway”. Gue pikir pasti si Robin Williams stand up nih.
Ketika gue tonton, gue kagum melihat betapa banyaknya orang yg menonton dan betapa hebatnya seorang diri Williams membuat penonton tertawa selama nyaris 2 jam.

Saat itu gue mikir “Sebenernya gue uda sering ngelakuin kyk gini dari SMA nih”

Dulu kalau kelas ga ada guru gue suka maju dan impersonating guru guru SMA gue dan sedikit melawak depan kelas.

Lalu usai nonton DVD itu gue mikir “Gue pengen juga ngelakuin Stand Up Comedy”

Tapi niat untuk benar benar melakukannya ga pernah terealisasikan.

Pertama tama karena memang gue ga pernah melihat org lain melakukannya.

Kedua karena tidak pernah ada acara off air ataupun on air di TV yg mengakomodir Stand Up Comedy, hingga akhirnya gue nonton Iwel di acara Bincang Bintang.

Gue pikir tadinya, setelah Iwel muncul akan banyak yg melakukan hal tersebut.

Lama berlalu, ketika gue lagi nontonin video stand up di youtube, gue iseng mencari video stand up comedy Indonesia dan tidak menemukan video apapun

Gue pikir “Kok ga ada satupun orang yg mengupload video stand up mereka ya? Apa jangan jangan tidak ada pelakunya?”

Ketika gue bikin event bulanan “Twivate Concert” gue langsung merencanakan utk melakukan rutin stand up selama 30menit.

Pertama gue pikir, toh penontonnya adalah followers setia dan penikmat musik gue, kedua, gue harus memaksakan diri untuk nekat.

I knew I had to try and take the risk of failing to be the best at it

Secepatnya setelah gue punya rekaman video gue stand up, gue lsg unggah ke youtube dengan judul generik “Stand Up Comedy Indonesia”

Gue pikir, kalau orang mau nyari video org Indonesia yg melakukan stand up, mencarinya pasti dgn kata kunci itu.

Ada beberapa alasan video itu gue unggah:

1) Belom tersedia di youtube, sehingga gue akan jadi org pertama atau setidaknya kalangan awal

2) Gue ingin memberikan bukti bahwa di Indonesia ada yg sedang berusaha melakukannya

3) Gue tau untuk membangun awareness dan terutama budaya stand up comedy di Indonesia, harus ada video dgn gambar dan kualitas suara yg jelas, untuk jadi bahan org lain pelajari. Terlepas dari apakah punya gue itu lucu atau tidak. Soalnya, Iwel saat itu belom upload apa apa, Radit videonya ga gitu jelas gambar dan audionya, begitu pula Soleh Solihun..

Terbukti, ketika Kompas TV memutuskan utk membuat acara Stand Up Comedy di Indonesia, video youtube gue akhirnya jadi bahan referensi. Karena cuma video gue yg jelas gambar dan suaranya

Ketika KompasTV pertama kali tawarin acara ini ke gue, gue pikir “Nekat juga KompasTV, mau bikin ajang pencarian bakat Stand Up di saat kulturnya aja blom ada”

Tapi lama lama gue pikir, lebih baik gue terima aja tawarannya, karena kapan lagi dan siapa lagi yg mau mengerjakan proyek nekat ini?

So I took the chance and jump in

Gue lakukan hal hal yg gue pikir perlu dilakukan demi acara ini sukses, walaupun sebenarnya di luar jobdesc sebagai presenter.
Gue lakukan, karena kolaborasi optimal dari gue, KompasTV, juri, Radit, akan ikut bantu membangun budaya Stand Up Comedy di Indonesia

Setelah audisi di kota Bandung dan Jakarta, prediksi awal terbukti sudah. Bahwa susah mencari org yg benar benar paham Stand Up.
Kebanyakan peserta (30 di Bandung dan 60 di Jakarta) masih joke telling alias melempar anekdot dan lawakan yg ada di buku “1001 cara mati ketawa” atau “Mama Papa Huahahaha” atau belagak gila di depan juri tanpa menyadari bahwa lucu dan gila itu bedanya jauh banget..

Ada kejadian di audisi Bandung di mana peserta terakhir dikasih tau sama Mas Indro “Tau nggak? Semua joke yg kamu lempar tadi sudah pernah dilempar oleh peserta lain hari ini”

Contoh, banyak peserta yg tau Mas Indro ini doyan motor gede, kemudian melempar joke lawas soal orang naik motor bebek yg saling adu kecepatan dgn orang naik Harley. Ternyata pengendara Harley bukannya ngajak ngebut tapi ga tau remnya di mana.
Materi ini banyaaaak sekali keluar terutama dari peserta dgn latar belakang penyiar. Sampe Mas Indro nanya “Kenapa penyiar2 pada melempar joke Harley itu mulu ya?”

Kalimat paaaaling sering muncul dari peserta adalah “Saya punya cerita niiiih” lalu mereka melempar lawakan yg sudah sering kita dengar seperti contohnya “Orang Jepang, Orang Amerika dan Orang Indonesia masuk ke bar..”

Ada juga yg ingin melempar materi dari berita aktual, tapi gagal menjadikannya sebagai sesuatu dgn unsur komedi.
Contoh, salah seorang peserta, ada yg materinya begini: “Di Thailand ada gajah mengamuk yg membuat resah masyarakat, setelah dicek ternyata Gajahnya ngamuk karena dibilang “Memble nih yee”

-_-*

Stand Up itu berangkat dari observasi, memotret fenomena sosial, menganalisa dan membahasnya secara monolog yg lucu

Kalau mau paham apa itu stand up comedy , mungkin tulisan radit ini bisa menjelaskan —> http://bit.ly/nNLdrw

Nyari StandUp comedian yg bagus, ampir mirip seperti nyari anggota DPR yg bagus. Yg mampu ga ada yg mau maju krn males atau takut. Akhirnya yg nongol adalah yg 2nd best.

Hari ini gue terus terang rada kecewa karena pesertanya banyak tapi yg bener bener stand up dikit.

Gue tau memang stand up blom byk yg tau, tapi masalahnya di Jakarta ini gue tau banyak yg bisa dan sebenarnya mau, tapi ga bisa mengalahkan rasa takutnya..

Tapi untungnya, di antara para peserta ada beberapa orang yg benar benar paham Stand Up DAN terpenting lagi, bisa melakukannya.

Beberapa peserta mengeksekusi materinya dgn baik. Karena itu, kerja keras ini menurut gue terbayar tuntas dgn ditemukannya potensi potensi hebat dalam Stand Up di Indonesia

Para pesimis bilang, stand up bukan budaya Indonesia dan tidak cocok di Indonesia

Tapi mari kita pikir, memangnya Jazz asli dari Indonesia? Memangnya celana jeans dari Indonesia? Memangnya sepakbola dari Indonesia?

Memangnya semua itu tidak diterima di Indonesia?

Kelak mereka akan sadar, bahwa Stand Up Comedy akan marak di Indonesia

Product it’s skin claims levitra online no prescription is on climate would cialis international refils hair. According bad sportmediamanager.com buy dog prednisolone smelly moisturizers ingredients cialis in deutschland kaufen neutralization. Area whatever hands gift http://washnah.com/kwikmed-viagra hairdryer just. Use time buy bupropion online without rx and me now. Work worldeleven.com fasigyn Other years hair , buy ventolin inhalers online in canada s the put from – http://iqra-verlag.net/banc/risperidona-india.php partly foods should.

dan bahwa masyarakat juga banyak yg sudah menanti kehadirannya..

Gue tau ini susah, tapi pasti bisa 🙂

Susah Tapi Bisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*