Kita Ubah Permainan

Fri, Jan 3, 2014

Uncategorized

Kelihatannya, saya belum sepenuhnya jujur kepada anda.

Kepada anda yang mendukung Anies Baswedan, karena teryakini oleh saya.

Saya mau mengatakan dengan jujur, mengapa saya mendukung Anies Baswedan.

Bukannya saya tidak mau langsung mengatakan, tapi alasan itu begitu terkubur dalam bawah sadar saya sehingga tidak menempel di atap otak saya untuk bisa langsung saya utarakan.

 

Saya memilih untuk mendukung Anies Baswedan, karena saya suka nonton film “Money Ball”

 

Tadi sore, sepulang dari liburan bersama keluarga besar ke Bandung, saya masuk ke ruang TV dan berkata kepada diri saya sendiri

“Mau nonton sesuatu yang berbau politik ah…”

Lalu di tangan saya, ada “Ides Of March”, “Lincoln”, “Barack Obama: By The People”, dan “Frost vs Nixon”, film film politik koleksi saya yang jadi andalan kalau lagi bosan.

Lalu mata saya menemukan film lain di rak. Semua yang tadi saya kembalikan di rak, dan saya ambil film “Money Ball”

Film “Money Ball” adalah tentang GM sebuah klub Baseball Oakland Athletics bernama Billy Beane yang diambil dari buku berjudul “Money Ball: The Art Of Winning An Unfair Game”

Billy, dituntut untuk jadi juara dengan bujet jauh di bawah tim tim besar. Ibaratnya, pelatih dengan budget Cardiff diminta untuk jadi juara EPL di antara tim tim seperti ManUtd, Chelsea, ManCity, Arsenal, dll.

Billy kemudian menggunakan Sabermetric untuk menilai dan menganalisa pemain pemain yang dia punya dan dia butuhkan. Pendekatannya sangat tidak konvensional dan diremehkan banyak orang, bahkan dilecehkan orang di dalam organisasinya sendiri. Hingga ternyata, pendekatan kontroversial yang dia gunakan berhasil membawa Oakland A jadi tim pertama dalam 100 tahun lebih sejarah American League Baseball yang bisa menang 20 kali berturut turut.

Di akhir film, diceritakan Billy Beane ditawari Boston Red Sox untuk jadi GM mereka. Bayaran Beane, akan menjadikannya GM termahal dalam sejarah industri olahraga. Beane menolak.
“I made 1 decision in my life based on money and i swore i’ll never do it again”

Oakland A sampai sekarang tidak pernah juara. Tapi Billy Beane telah mengubah permainan. Kini New York Mets, New York Yankees, San Diego Padres, St. Louis Cardinals, Boston Red Sox, Washington Nationals, Arizona Diamondbacks, Cleveland Indians, dan Toronto Blue Jays memiliki analis sabermetrics.

***

Kemarin, ada sebuah akun pseudonym (akun dengan nama palsu/ alias) ngetweet dan bertanya “Dibayar berapa sih Pandji sampai segitunya membela Anies Baswedan?”

Saya tersenyum.

Tersenyum kasihan.

Si mimin hidupnya selalu dipatok uang sehingga dia tidak bisa percaya ada seseorang seperti saya yang mau mengeluarkan usaha sebesar ini secara gratis. Hanya karena, saya percaya.

Saya percaya Anies Baswedan.

Beliau tidak ada bukti mampu memimpin di dalam dunia politik. Saya juga setuju. Alasan saya pilih Anies Baswedan bukan karena saya punya bukti bahwa beliau mampu memimpin dalam dunia politik.

Saya pilih Anies Baswedan karena saya percaya beliau adalah orang yang tepat untuk mengubah permainan politik Indonesia.

Ya. Saya percaya Anies Baswedan adalah orang yang tepat untuk mengubah permainan dan bukan (hanya) untuk menang.

Anies Baswedan ini, sejak September hingga sekarang berhasil menjaring lebih dari 8000 simpatisan yang tersebar di seluruh Indonesia. dalam sekejap akun akun @turuntangan lahir di kota kota yang tersebar ke berbagai penjuru. Dari Jakarta, ke Pontianak, ke Lampung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Rembang, Jember, Pemalang, Palembang, Makassar, Ketapang (Kalimantan Barat untuk kamu yang ga tau hehe) bahkan sampai ke Timika (@turuntanganTMK)

Orang orang ini, aktivitasnya bukan di twitter.Tapi di lapangan. Mereka melakukan sejumlah kegiatan sosial. Salah satu kota bahkan pagi tanggal 1 januari bikin kegiatan bersih bersih kota yang kotor setelah usai pesta Tahun Baru. Ini bukan hanya tentang kampanye, ini tentang melakukan hal yang benar karena kita semua percaya bahwa perubahan datang dari orang orang yang bersedia untuk berbuat kebaikan dan kebenaran.

Mereka merancang program sendiri, mendesain kegiatan sendiri, mengeksekusi dengan mandiri.

Tanpa dibayar sepeserpun.

Perjalanan 3000 km keliling Jawa menyalakan harapan yang dilakukan Anies Baswedan dan rombongan membawa pulang reaksi luar biasa dari setiap titik, setiap simpul, setiap tokoh yang didatangi,

Video video

yang saya buat, menuai reaksi luar biasa. Positif dan negatif. Kuatirkah kami? Tidak sama sekali. Bahkan kami rilis lebih banyak lagi.

Reaksi reaksi tadi, adalah sebuah kewajaran. Dunia politik Indonesia belum pernah melihat sesuatu seperti ini sebelumnya.

Begitu menggemparkannya, video video ini memulai langkahnya dari youtube dan twitter, kemudian masuk majalah Tempo, masuk pemberitaan TV, dan bahkan dibahas oleh para petinggi petinggi negara ini. Mengapa saya tahu? Karena saya sendiri yang ditanya dan dihubungi orang orang. Saya sendiri yang diminta berhati hati. Saya sendiri yang dihardik. Saya sendiri yang merasakan dampaknya.

Saya saksinya.

Orang orang, bereaksi keras.

Jelas.

Karena kami para relawan @turuntangan, melakukan sesuatu yang Indonesia tidak pernah lihat sejak 1955.

Kami turun tangan karena percaya. Bukan karena diimingi jadi kaya.

Para bandit, panik.

Mereka takut, kalau semakin banyak orang bergerak bukan karena uang, semua uang mereka jadi tidak ada gunanya.

Mereka takut, permainan politik uang sebagai satu satunya strategi politik yang mereka kuasai, jadi percuma.

Mereka takut, karena belakangan semakin banyak yang menolak ketika ditawari uang untuk mendukung seseorang. Dan bukan sembarang orang, tapi mereka yang punya pengaruh.

Mereka takut, rakyat Indonesia jadi semakin cerdas.

Mereka takut, rakyat Indonesia jadi bersatu karena sebuah impian dan terlebih lagi, berani untuk turun tangan dan mewujudkan impian itu.

Mereka takut, bahwa mereka, akan kalah.

Karenanya, mereka melawan.

Lihat reaksi reaksi panik mereka. Suara mereka keras menggonggong, sementara buntut mereka tergulung di antara dua kaki belakang.

***

Menang?

Bagi saya, menang itu seperti uang.

Menang dan uang adalah hasil dan bukan tujuan.

Menang itu…. jangka pendek.

Saya kurang terbiasa menaruh cita cita setinggi tiang listrik. Cita cita saya ada di antara bintang bintang.

Kalau hanya setinggi tiang listrik mah tinggal naik tangga. Beres.

Kalau mau sekadar menang, mah tinggal pake uang. Beres.

Tapi menaruh cita cita di antara bintang bintang, membayangkan perjalanan ke sananya saja sudah melukiskan senyum di wajah saya.

Saya ingin mengubah permainan.

Saya ingin menghentikan praktek politik yang terbelakang. Yang seakan akan menertawakan kapasitas otak kita. Melecehkan integritas kita.

Itulah mengapa, sebelum saya memutuskan untuk mendukung Bang Faisal Basri di pilgub DKI Jakarta kemarin, saya berkata kepada diri saya sendiri

“Dengan ini, saya berjanji untuk mulai mendukung orang orang baik dan benar yang maju ke kancah politik, saya akan dukung dengan terbuka dan sepenuh hati”

Mendukung Anies Baswedan, adalah kelanjutan dari janji tersebut. Menang, adalah hasil. Tapi tujuannya, untuk mengembalikan kekuatan rakyat di hati rakyat. Bukan lagi di kantong celana.

Kalau saya peduli uang, saya akan ambil job job ngemsi, ngerap dan stand-up dari perusahaan rokok.

Kalau saya peduli uang, saya tidak akan ngerap. Saya akan dangdutan atau bikin boyband.

Kalau saya peduli uang, saya akan tetap seperti saya di tahun 2006. Bawain acara “Kena Deh” tanpa beropini. Tetap netral. Tundukkan kepala terhadap segala kecurangan dan kejahatan. Tidak berdiri di hadapan ribuan orang, menghibur mereka dengan opini dan fakta seraya mengubah dunia komedi Indonesia dalam perjalanannya bersama teman teman.

Kalau saya peduli uang, saya akan ambil jalan jalan curang.

Tapi itu bukan saya.

Rival saya pun tahu itu.

Itulah mengapa, saya berbahaya. Itulah mengapa, kita berbahaya.

Berbahaya untuk melakukan hal yang benar ketika kita berjalan di antara kerumunan orang jahat.

Mereka akan menghardik kita, kawan kawan.

Mereka akan mencaci maki kita.

Mereka akan menertawakan.

Mereka akan bilang

“Alaaah paling dibayar”

“Halaah paling juga cuma pengen jadi mentri”

“Yaelah mana mungkin menang?”

“Jagoan lo cuma jago teori”

“Si Anies itu cuma pinter ngomong”

Apa yang mereka akan ucapkan, sudah ketebak.

Tapi apa yang akan kita lakukan selanjutnya, tidak akan mampu mereka perkirakan. Karena usaha kita, tak akan mampu diuangkan.

 

Ingat,

“Lions never lose sleep over the opinions of sheeps”

 

Kalau anda tertarik untuk ikut bersama saya dan 8000 teman teman saya, silakan bergabung di aniesbaswedan.com/dukung

 

Ketika anda membaca ini, mungkin anda sedang di rumah, mungkin di jalan, mungkin masih ditengah tengah aktivitas.

Tapi bayangkan saya sedang menjulurkan tangan kanan saya.

Kalau anda ingin turun tangan dan mengubah wajah Indonesia, jabat tangan saya.

Dan saya akan tangkup tangan anda dengan tangan kiri saya.

 

“Mari, kita ubah permainan”

 

:)

 


47 Responses to “Kita Ubah Permainan”

  1. mia Says:

    This is…. Incredible! :)

    Reply

  2. kelana Says:

    “STOP!! Menyalahkan, Saatnya kita bersama Turun Tangan” :D

    Reply

  3. Mirna A.P Says:

    keraguan saya terhadap mas Pandji terjawab sudah, :D

    Reply

  4. Mustofa Abi Hamid Says:

    Bisakah mas Pandji lebih meyakinkan saya? Apakah memang bener2 tulus atau sekedar buzzer politik? Bukankah nantinya Pak Anies di Demokrat, dgn lingkungan dan sistem politik yg sama saja dgn sekarang?, yg kemudian bisa dikendalikan oleh sebuah dinasti politik? Yakinkan saya. :)

    Reply

  5. Syauqi Harzaki Says:

    Karena relawan tidak ternilai harganya. :) Mari turun tangan!

    Reply

  6. Kumiayi Says:

    Hebat , semoga nyala semangat kejujuran ini menyebar dan menjadikan indonesia bermatabat … Keep going !!!!!!

    Reply

  7. dimas Says:

    shake hands

    Reply

  8. agung kusuma adi Says:

    Dan saat ini para domba mulai panik dan berusaha melawan, menaikkan kebutuhan pokok salah satunya (elpiji) yang mungkin akan berdampak sistemik.. Harga-harga akan naik.. panik.. Lalu money politic.. Ayo turun tangan..!!!
    Jangan sampai kita jadi “singa-singa yang dipimpin para domba”..

    Reply

  9. yona sukmalara Says:

    Bang, ini menarik. Aku belum tau mau milih siapa di pemilu 2014, tapi aku berharap bisa milih orang-orang yang benar pantas dijadikan pemimpin. Amiin. O:).

    Ide untuk mengubah kampanye, cara berpikir kita tentang politik yang bersih, aku mendukung penuh. Meski siapapun yang jadi presiden, apakah pak anis atau yang lainnya. Semoga itu memang orang baik, yang layak kita pilih.

    Reply

  10. g3ndh3ng Says:

    tapi oakland a ato billy nya, ga pernah jadi juara….

    Reply

  11. aditya arif perdana Says:

    bung mustofa abu hamid,,
    untuk meyakinkan apa yang anda anggap belum yakin,, pahami dan kenali sosoknya..
    http://aniesbaswedan.com/biografi-anies-baswedan

    Reply

  12. jeka Says:

    Saya pengagum bp.Anies Baswedan, dan saya percay kita bisa bersama bisa mengguncang politik dan birokrat Indonesia…
    Catatan kecil saya: kendaraan politik yang (kurang) tepat akan membuat pertanyaan siapa mengendarai siapa? Bp.Anies menggunakan kendaraan demokrat untuk menggapai cita2 Indonesia pemimpin dengan ketulusan hati, atau demokrat menggunakan kendaraan anies untuk melewati jalan bobrok yg mereka buat?
    Bisakah Bp.Anies akan menjadi “tuan” atas kendaraan bobrok? Ataukah kendaraan bobrok akan mengikat bp.Anies untuk setiap saat melindungi dan merawatnya?
    Hmmmm… Schumi kah yg beruntung menggunakan Ferrari ataukah Ferrari yang beruntung digunakan Schumi?

    Reply

  13. fathur Says:

    Buat yg gendeng, kan tadi si Pandji dah jelasin kalo menang kalah itu bukan tujuan utamanya. Terlalu pendek cita2 gitu.
    Perubahan permainan politik ke arah yg lebih baiklah yg jadi tujuan kedepan.
    Susah tapi perlahan mengeser yg “rusak-rusak”
    Nah berkaitan masalah klub baseball yg dijadikan contoh, cobalah untuk menangkap apa yg tersirat dari yg tersurat. Pahami dulu, tangkep maknanya, baru dikomentari.
    Sekali lagi bukan untuk sekedar menang tapi bagaimana untuk dapat mendobrak yg sudah bobrok, itu yg bikin saya angkat topi.

    Reply

  14. kepsek Says:

    Beliau sukses mengispirasi saya untuk ikut kelas inspirasi
    Belum berlaku sebaliknya, silahkan turun tangan dan angkat tanganmu rajin bertanya rajin belajar di http://bit.ly/1atLdQJ
    Ditunggu oleh volunteer offshoreholic di kuliah umum kami, then proved stamp on you

    Reply

  15. ita @EnnyRahmita Says:

    Salut sama Panji yg ternyata gak cuma sekedar comic or presenter..tapi punya visi dan prinsip yg sangat jelas !
    Siap dukung pak Anies !

    Reply

  16. wiki saputra Says:

    *standing applause* :)

    Reply

  17. Bhagas Dani Purwoko Says:

    Bung Mustofa Abi Hamid.. Contoh ketakutan anda sudah terjawab saat terpilihnya Pak Ridwan Kamil menjadi walikota Bandung, padahal beliau dr PKS yg notabene banyak orang yg benci pada PKS.

    Reply

  18. hnmeiliasr Says:

    knp mentangkup tangan kanan kita dgn tangan kiri anda mas pandi? Boleh tau maksutnya? hehe:)

    Reply

    • he23 Says:

      Kalo pake tangan kanan lagi, namanya salaman. kalo pake tangan kiri lagi, namanya gandengan. Maksud yg pengen disampein tuh ajakan buat bareng-bareng ke arah yang sama, dengan bergandengan tangan. Gituu cuy.

      Reply

  19. Opik Says:

    Zzzz zzzz zzzz…

    Baswedan mimpi jadi Presiden. Pandji mimpi jadi menteri. Sah-sah aja saya kira di negeri dimana menjumpai pemimpi lebih mudah daripada menjumpai pemimpin.

    Reply

  20. Akbar Prima Says:

    @MotivAkbar baru aja kultwit masalah #NyalakanSikapNasionalis

    Reply

  21. Trendy Dwi Anugrah Gusti Says:

    bang boleh bantu argumen saya ke orang tua untuk nge yakinin mereka? saya dukung Pak Anies Baswedan. org tua saya dukung Prabowo. Orang tua saya yakin indonesia ini harus di pimpin sama militer karena basis militer yang kuat. menurut mereka presiden yang non militer akan sangat rapuh dan mudah di goyahkan (Gusdur) kemudian di kudeta. menurut kedua orang tua saya negara ini nurutnya cuma sama militer. takutnya sama jendral. Pak Anies bagus di teorinya akan sulit ketika jd pemimpin karena yang diam di kursi DPR MPR adalah anggota partai yang berkoalisi. efeknya mereka akan acuh terhadap Pak Anis. jadi Bagaimana?
    saya juga punya ketautan 2014 suara demokrat akan anjlok sehingga suara di DPR akan sangat kecil. sehingga pak Anies sulit membuat keputusan yang di dukung DPR MPR.

    Reply

  22. kepsek Says:

    Jujur sahaja kami 13,138 volunteer offshoreholic untuk AEC2015 tidak mudah yakin & masih belum yakin, yakinkan kami di inspiring nationalism through sharing knowledge http://on.fb.me/1eQpVnS

    Reply

  23. abdullah albatati Says:

    Kemarin saya lihat seseorang memakai kaus salah satu parpol. Untuk pertama kalinya saya melihat ada kaus parpol yang bertuliskan RELAWAN. Apakah ini juga salah satu yang dilihat oleh sdr. panji tentang ketakutan? mulai kapan parpol memakai kata-2 relawan, karena parpol selalu berm,ain dengan uang untuk kemenangan. HANYA TURUN TANGAN YANG BRHAK MEMAKAI RELAWAN, KARENA RELAWAN TURUN TANGAN TIDAK PERNAH DIBAYAR, TIDAK PERNAH DINILAI KARENA MEMANG TIDAK TERNILAI.

    Reply

  24. hilaluddin Says:

    Semangatnya keluar dan kami makin percaya bersama kita bisa :-)

    Reply

  25. Eneng Shopiyyah Abdillah Says:

    Menggugah banget tulisannya :)

    Reply

  26. Nendra pratama Says:

    Berasa kayak bang pandji yg ngomong langsung. Sampai terharu, bahwa kita harus benar2 sadar bahwa kita adalah singa dan bukan domba. Dan saatnya kita buat domba2 itu kocar kacir… You are great bang…

    Reply

  27. dodi Says:

    saya mau bertanya.saya masih belum cukup umur buat ikut pemilu.kira-kira saya boleh gak ikut turun tangan ?

    Reply

  28. muslih Says:

    sepakat bang panji !!
    RELAWAN TIDAK DIBAYAR KARENA TIDAK TERNILAI

    Reply

  29. afria Says:

    wah pencerahan :D merinding saya.
    setuju banget –> “Kami turun tangan karena percaya. Bukan karena diimingi jadi kaya.”
    #turuntangan

    Reply

  30. anna Says:

    Dear mas panji, saya nggak niat ngomen dukungan mas panji buat pak anis. Saya cuman mau bilang, kalo orang2 seperti pak anis yg sudah beken bikin kegiatan sosial apapun bakal gampang dapet dukungan. Tapi kalo orang model saya dan temen2 di kampung bikin kegiatan sosial murni tanpa bayaran,susaaahh setengah mampus dapet dukungan. Jadi, kalo misalnya mas panji kita mintain bantuan buat ngedukung kegiatan sosial kita, yaa minimal diskusi dulu soal kegiatan sosial kita yg adalah anak2 kampung dan tidak beken ini, kira2 mas panji mau nggak ya..hehe…piss mas panji…

    Reply

  31. Anastasia Says:

    Baik atau buruk itu kan tergantung masing masing pribadi. Bukan tergantung partai :) kalau terus mencap seseorang karena partainya korup, buruk namanya, dll. terus kapan mau ikut pemilunya :))) golput terus

    Reply

  32. Antonius Says:

    Mas bro, kawan seangkatan kulia ini.
    masbro ini secara kualitas profesional sudah bisa masuk ke dalam komisi X 2019. Mewakili kita kita sebagai rakyat.
    Dengan ikut aktif menjadi relawan politik aktif ini, merupakan good start dan strategi yng bagus untu masbro untuk meningkatkan electabilitas dan kendaraan politik akan mencari mas bro dengan sendirinya. Saya salut ini Strategi yang bagus, mungkin kader kader parpol bisa mencontoh strategi ini.
    Mendukungmu untuk caleg komisi X DPR RI 2019

    Reply

  33. antonius Says:

    masbro, sebagai kawan seangkatan kuliah.
    turut bangga dengan masbro, to be the most active political volunteer it’s good start and the correct strategy for you in political career , buddy.
    Secara kualitas saya mengakui masbro di bidang seni, dan saya pribadi mendukung untuk masbro caleg komisi X (bidang kesenian), mungkin bukan untuk tahun ini blum ada kendaraan politik. tapi saya yakin kendaraan politiklah yang akan mencari masbro di pemilu 2019.
    saya dan relawan semua disini rela mendukung caleg komisi x 2019 mas pandji ga boleh menolak karena amanat rakyat termasuk saya.

    Reply

  34. adam Says:

    mantap bang. kapan mau ikutan nyaleg bang ? hahaha

    Reply

  35. santosa Says:

    “Ini bukan hanya tentang kampanye, ini tentang melakukan hal yang benar karena kita semua percaya bahwa perubahan datang dari orang orang yang bersedia untuk berbuat kebaikan dan kebenaran”

    Saya suka ini, ijin mengutip bang Pandji

    Reply

  36. fadhlan Says:

    Kira2 orang yg bakal ngehardik dan mencaci ga lebih berharga dari seonggok cucian kotor bekas koruptor. Yang “MENUHANKAN” uang.
    Gua yakin kalo kebangsaan kita dan rasa nasionalis kita bukan berpatokan pada uang kita bisa ngerubah ibu pertiwi ini kembali tersenyum dan memang sudah seharus nya kita semua bangsa indonesia merasakan kesejahteraan bersama. *lohkokpidato* maaf bang pandji. Hehe

    Reply

  37. niken larasati Says:

    Mudah2an kecintaan Pak Anies terhadap rakyat Indonesia lebih besar dari kecintaan P’ B(e)Y(e) terhadap dunia karaoke sampai2 gas elpiji naik baru tahunya belakangan >.<

    Reply

  38. kader demokrat Says:

    Terimakasih relawan turun tangan bersemangat untu menjadi bagian dari kader demokrat.
    We are family

    Reply

  39. yona sukmalara Says:

    Bang izin share link ya, kelakuan anggota dprd sekaligus caleg dari fraksi demokrat nih @yonasukmalara: Saktinya Syawal Efendi HSB, Anggota DPRD Kab Labuhan Batu Menghentikan KA Sribilah http://t.co/QzTMQUfb3T

    Reply

  40. angling dharmo Says:

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pengamat politik dari Indobarometer M.Qodari memprediksi, Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono akan memveto calon presiden hasil konvensi Partai Demokrat.
    Menurutnya, hal tersebut bakal terjadi jika format koalisi Gerindra-Demokrat terwujud. Dengan koalisi seperti ini, maka SBY bakal menempatkan Prabowo sebagai capres. Hal ini karena menurut Qodari sampai sekarang tidak ada peserta konvensi yang mampu menandingi elektabilitas Prabowo.
    Di sisi lain, ujarnya, kemungkinan Demokrat tidak lolos presidential thereshold juga akan menjadi alasan SBY memveto hasil konvensi. Dalam hal ini ini pemenang konvensi tidak akan serta merta menjadi cawapres sebab konvensi digelar untuk mencari capres.
    ???

    Reply

  41. Ermi Harahap Says:

    luar biasa, semoga saya bisa ikut turun tangan brg relawan lainnya.

    Reply

Leave a Reply


− two = 7