Untuk yang penasaran

Sering kali terjadi: Ingin seperti idola, tapi tidak mau kerja sekeras idola.

Saya suka sekali follow orang orang seperti Kevin Hart, The Rock, Chris Rock & Glenn Fredly di Instagram. Senang liat etos kerjanya. Sekalian mengingatkan saya selalu, bahwa mereka saja yang sudah sesukses ini masi kerja sekeras ini.
Apalagi saya.
Siapa saya sampai saya bermalas-malasan sementara orang orang yang saya kagumi pagi-pagi naik pesawat ke sebuah kota, kerja di sana sampai malam, pulang ke kota awal & sesampai di rumah masih olahraga atau mungkin besok paginya masih lari pagi.
Anehnya, cara berpikir saya tidak dimiliki orang orang lain. Padahal, menurut saya ini pemikiran yang sederhana sekali.
Kalau ada orang misalnya mengidolai saya. Atau berharap sesukses saya. Tapi di depan saya dia bilang males open-mic, males menulis materi baru, lalu ekspektasi dia apa?
Bagaimana dia berharap bisa jadi seperti saya kalau dia tidak mau kerja sekeras atau bahkan lebih keras dari saya.
Atau misalnya dalam konteks lain. Saya suka melihat, orang orang seperti The Rock & Kevin Hart yang sudah jelas terkenal masih kerja keras untuk mempromosikan karya karya mereka. Baik film maupun pertunjukan spesial.
Kalau mereka saja sekeras itu berpromosi, ya apalagi saya. Lha wong dunia sudah jauh lebih kenal dia saja dia masih tur promo. Apalagi saya yang di negara sendiri masih tidak dikenal atau sering kali hanya kenal wajah tapi lupa nama?
Nah lucunya, saya sering melihat komika komika yang malas malasan atau seadanya dalam mempromosikan pertunjukan mereka. Padahal saya saja, yang menurut penilaian objektif saya lebih terkenal daripada mereka masih mondar mandir radio, minta interview dengan vlogger ini dan youtuber itu. Masih bikin kerja sama barter untuk bisa berpromosi di KRL atau taksi. Lelah fisik karena mondar mandir, lelah mental karena harus menjawab pertanyaan yang sama atau menceritakan hal yang sama.
Kenapa mereka ngetweet pun jarang?
Mungkin malu mempromosikan dagangan sendiri? Takut disindir orang “jualan mulu?”
Saya pernah melewati itu. Saya lewati dengan pemikiran:
Saya antusias akan karya saya sendiri, makanya saya terus bercerita.
Dan..
Saya tahu kalau saya tidak komunikasikan, yang benar benar mau nonton / membeli karya kita tidak akan bisa tahu.
Di luar sana ada orang orang yang mau beli karya kita, tapi mereka harus dibantu.
Dibantu diberi informasi tentang karya kita. Tentang harganya. Tentang tanggal rilisnya. Mereka menunggu info itu dari kita. Yang kalau kita malu berbagi informasi, mereka tidak akan tahu. Apalagi mempersiapkan dirinya untuk membeli karya kita.
Tapi sebenarnya promosi, hanyalah satu aspek dari kecenderungan yang lebih penting.
Kecenderungan, untuk tidak mau kerja sekeras orang yang kita anggap lebih sukses.
Saya ingat Kevin Hart punya semacam matra yang dia selalu ucapkan bersama teman temannya sebelum naik panggung.
“Everybody want’s to be successful, but nobody wants to put the work in”
Mungkin ini penghalang orang orang biasa dengan mereka yang kita anggap sukses.
Tuh informasi penting. Untuk yang penasaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*