What i think about… (part 1)

This is what I think about Jakarta’s “CAR FREE DAY”

I think, its STUPID.

Gue pernah bilang ini ketika siaran, dan gue akan bilang lagi sekarang.

Cara yang diambil pemerintah kota Jakarta tentang CAR FREE DAY adalah cara yang TOLOL.

Coba kita pikir baik baik,
“Dalam rangka mengurangi efek global warming yang diakibatkan oleh polusi dari kendaraan, maka jumlah kendaraan harus dikurangi…”

Sejauh ini, kita setuju.

“Karena itu dicanangkan CAR FREE DAY untuk mengurangi jumlah kendaraan dalam 1 hari”

Sejauh ini, kita masih setuju.

“Caranya dengan menutup jalan Sudirman dari patung pemuda sampai dengan jalan Thamrin di patung Arjuna”

WHAT???

COME OOOOONNN??!!!

Menutup jalan akan mengurangi volume kendaraan dan mengurangi volume polusi udara ?

Menutup jalan hanya akan MEMINDAHKAN VOLUME KENDARAAN dari yang tadinya lewat jalan Sudirman – Thamrin ke jalan jalan alternatif!!!

DAN ITU TERBUKTI!!!

1 hari setelah CAR FREE DAY tolol itu banyak sekali koran yang memberitakan bahwa CAR FREE DAY menciptakan kemacetan. Paling tidak gue baca di Koran Kompas dan Koran Tempo.

I though those guys at the government are smart!?
They are suppose to be the smartest people in the city, thinkin’ altogether, trying to find the best solution. The SMARTEST solution !!

I can not believe, our city is ruled by lame people!??

Apa yang pemerintah kota hasilkan dari CAR FREE DAY yang mereka jalankan itu?

Hasilnya adalah kemacetan yang terjadi di sejumlah area di Jakarta (setau gue, efeknya meluas kemana mana)…

Kemudian itu berarti banyak sekali kendaraan yang pada akhirnya menggunakan gigi1 dan gigi 2…

Dan pada akhirnya pembakarannya menghasilkan polusi yang lebih besar.

SEBENTAR DULU ! Coba kita ingat apa tujuan mereka menjalankan CAR FREE DAY:

“Dalam rangka mengurangi efek global warming yang diakibatkan oleh polusi dari kendaraan, maka jumlah kendaraan harus dikurangi…”

Mengurangi efek global warming yang diakibatkan oleh polusi dari kendaraan !

Mereka malah menambah banyak jumlah polusi tersebut !!!

Salahkah gue kalau gue kecewa???

I live in this city.

I live by the rule that was made for this city.

And I have no intentions in breaking the rules.

I obey the law.

But what happens if the law and regulation is STUPID???

Dibalik semua ini, ketika gue bilang pemerintah kota stupid, banyak SMS yang masuk ke Hard Rock FM.
Ada yang setuju dengan gue, banyak juga yang meminta gue berhati hati dengan ucapan gue.

Ada 1 SMS yang paling gue inget.
Katanya gue harus hati hati kalo ngomong pemerintah “stupid” , SMS itu kemudian bertanya dengan nada sarkastik “Apakah elo merasa diri elo sudah SMART?”

Jawaban gue gampang:

“Im not that smart, Im no genious, but I am smart enough to know that the solution given by the government is STUPID”

Atau, gue punya jawaban lain:

“No, im NOT smart, I don’t have to be.
I DON’T WORK FOR THE GOVERNMENT!
They are the ones who are suppose to be smart.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*