What i think about (part 2)

This is what I think about Jakarta’s busway.


I think it is a GREAT idea!
I am all for it.

Gue justru bingung kenapa orang orang masih komplen dan ga setuju dengan busway.

Mereka komplen dan ngamuk akan kehadiran busway.
Alasan paling sering muncul adalah:

“Seharusnya bikin lancar, kok malah bikin macet”
Menurut gue, kalimat itu aneh.

Busway seharusnya bikin lancar pengguna reguler angkutan umum.
Bukan pengendara mobil pribadi.
Busway terasa fungsi dan manfaatnya bagi mereka, bukan kita.

Belakangan ini, dengan pembangunan busway yang serempak dimana mana, orang orang pada komplen.
Alasan paling sering muncul adalah:

“ Kok bikin jalur busway serempak dimana mana? Bikin macet dong”

Kemudian muncul lagi ungkapan ungkapan ketidak setujuan orang terhadap busway.

Menurut gue, busway itu adalah solusi yang bagus.
UNTUK MEREKA YANG TERBIASA MENGGUNAKAN KENDARAAN UMUM DARI SATU TEMPAT KE TEMPAT LAIN
UNTUK MENGURANGI VOLUME KENDARAAN DI JAKARTA.

Orang suka lupa, bahwa yang menggunakan busway untuk saat ini adalah MAYORITAS masyarakat kota Jakarta.

Coba kita pikir baik baik, lebih banyak mana:
Orang yang naik mobil pribadi
Atau
Orang yang naik kendaraan umum?

Orang dengan kemampuan ekonomi menengah keatas tidak sebanyak orang yang kemampuan ekonominya di bawah.

Apakah orang yang komplen itu tidak pernah naik kendaraan umum di Jakarta?
Ataukah mereka sudah lupa rasanya?

Gue tidak akan lupa.

Betapa gue harus bergelantungan di pinggir pintu metromini atau kopaja dengan hanya ujung kaki kanan gue saja dan tangan bergelantungan di pintu SEPANJANG PERJALANAN.

Betapa gue harus menunggu di pinggir jalan yang gak jelas (bukan di halte) dan menyebabkan kemacetan luar biasa, sambil terpaksa kabur kaburan dari orang orang yang mau malak.

Betapa di dalam bis kota segala macem keringet bercucuran dan bau tubuh bercampuran sementara orang pada merokok di dalam bis yang sudah berjejal dengan manusia.

Betapa di depan mata gue, gue melihat copet sedang beraksi dengan rombongannya, betapa kadang ada pelecehan seksual kepada para wanita yang pasrah karena sudah tidak bisa bergerak di metromini yang padat.

Betapa gue harus ganti kendaraan umum 4 kali dari SMA gue di pejaten barat menuju rumah gue di Bintaro Regency. Seringkali dalam perjalanan gue bertemu dengan ibu ibu yang gendong anak bayinya pindah pindah kendaraan umum berkali-kali juga.
Semua dengan ongkos yang gak pernah pasti.

Betapa di dalam bisa kota gue selalu terganggu sama pengamen yang bernyanyi dengan keras dan sumbang, atau penjual pulpen yang jualan sambil semi-deklamasi, atau orang jualan AQUA atau jeruk atau apapun yang menambah berisik kopaja yang sudah berisik.

Betapa gue harus kecewa dengan masuknya 2 orang ke dalam bis kota kemudian salah satunya dengan suara dibikin mabok bilang
“SAYA BARU KELUAR DARI PENJARA…”
Kemudian minta uang sama orang orang di dalam bis.

Betapa banyak penderitaan gue, bersama dengan semua pengguna kendaraan umum lain.

Gue ga akan pernah lupa.

Itulah yang terjadi SETIAP HARI di seluruh pelosok Jakarta.

Itulah yang dirasakan SETIAP HARI oleh saudara saudara kita yang lebih tidak mampu dibandingkan gue dan mungkin elo.

Think about it.

Do you think they deserve to have that life just because they are not as lucky as we are??

Tidakkah kita merasa bahwa mereka berhak akan sesuatu yang lebih baik?

Busway itu sangat menyenangkan untuk rakyat kota Jakarta.
Apalagi dengan tersedianya jalur busway dimana mana. Dimanapun elo tinggal, elo pasti sudah melihat jalur busway, atau melihat jalur busway sedang dibangun.

Busway itu tarifnya hanya sekali bayar.
Kalaupun berjejal tidak akan sampai tumpah ruah gelantungan di luar.
AC di dalam akan membuat kondisi lebih sejuk. Kalaupun penuh tidak akan sepanas kalau kita naik bis kota.
Busway juga melarang ada pengamen dan asongan.
Busway juga relatif aman.
Di dalam bis trans jakarta tidak boleh merokok.
Haltenya jelas sehingga penggunannya nyaman.
Jalanan tidak macet karena bis , metromini, kopaja, kwk, mikrolet ngetem.

It is a dream come true for people that are truly in need of a better quality in life.

Who are we to say that busway shouldn’t exist??

Kita minoritas!

Berilah ruang utk rakyat kita.

Mengalahlah pada mereka.

Buatlah mereka senang.

Kenapa kita harus egois dan berteriak busway harusnya ga ada kalau kebutuhannya ada bagi mereka?

Kalau ada yang marah marah mengenai lamanya pembangunan, gue setuju.
Seharusnya memang dibuat secepat mungkin agar tidak lama mengganggu pengguna jalan raya lainnya.

Tapi gue tidak setuju busway dihilangkan.

Coba perhatikan rute busway, termasuk yang sedang dibuat.
Bahkan bukan tidak mungkin elo yang biasa bawa mobil juga mulai menggunakan busway.

Apalagi dengan adanya subway, monorail (yang entah berantah hingga kini proyeknya)

Dengan semua infrastruktur transportasi kota yang tersedia nanti (Insya Allah) ditambah bensin dan parkir yang tambah mahal…

Tidakkah kita akan mulai meninggalkan mobil kita dirumah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*