Ya udah

Banyak yang bertanya kepada saya:

“Kok Mas Pandji sabar banget menghadapi orang orang yang ngomongin hal hal negatif, ngejelek jelekin, memaki, menyalahkan Mas Pandji karena Mas pilih Jokowi?”

Jawabannya ada 3. Dan jawabannya sederhana saja.

Pertama, saya adalah orang yang mendapatkan penghasilan dari beropini. Baik itu dari musik, buku, terutama Stand-Up Comedy. Masak saya nyari uang dari opini tentang orang lain (bahkan dengan sangat tajam) tapi orang ga boleh beropini tentang saya? Ya boleh lah.

Ke dua, karena kalau saya ada di posisi mereka, kemungkinan besar saya akan melakukan hal yang sama. Kalau saya benar benar percaya bahwa (misalnya) Prabowo tidak layak jadi presiden karena kasus HAM-nya tidak pernah disidang, atau Prabowo buat keputusan yang layak dipertanyakan keadilan & kebenarannya, saya juga tiap hari akan protes. Walaupun gak sekasar & sekampungan yang biasa saya terima. Tapi ya itu kan selera. Selera orang (termasuk dengan cara mengkritik) kan beda beda.

Ke tiga, saya biarkan saja orang berkomentar apapun kepada saya karena sesungguhnya komentar mereka tidak akan mengubah apa apa.
Memangnya kenapa kalau mereka memaki saya karena saya pilih Jokowi?
Orangnya udah jadi Presiden.
Mau apa lagi?
Memang kalau mereka memaki, Jokowi lalu turun dari jabatan? Ya nggak lah :))))
Yang mereka lakukan itu ya semacam masturbasi. Tidak berdampak apa apa, hanya memuaskan nafsu diri sendiri.
Ya biarin aja.
Masak saya mau melarang orang masturbasi. Biarin aja lah. Hak dia.

Kecuali mereka bilang “Ya sudah! Kita turunkan Jokowi!”
Ya silakan saja mencoba.
Tapi ingat ingat saja, memaki orang di twitter tidak akan mengubah kenyataan bahwa orang yang disebut dungu, pandir, kampungan, oleh mereka, saat ini SUDAH menjabat jadi Presiden.

Ya udah.

17 thoughts on “Ya udah”

  1. Paling seneng kalo bang pandji dibilang ga lucu, trus ditag foto kota2 yg bakal di kunjungin di #MBWT. Thats a nice kick back. Sekarang, ada The Broken Hearted #pemanasan.
    Jadi ngajarin, kalo dihajar sama musuh bales pake karya. Mungkin itu quote yang mau disampein sama abang ini di Mixtapenya. ^_^

  2. Mantap lah bang. Kritik dr orang yg benci, terkadang jg kejujuran. Siapa lagi yg memperhatikan kekurangan kita tanpa mereka? :))

  3. Smakin mengagumi mas Pandji. Blajar bgmna menghadapi ejekan haters, menanggapi yg mengecilkan,dll- dan smuanya smakin membuat mu besar di mata saya (menulis ini setelah

  4. Saya bukan haters tapi terus lanjutannya apa mas? Bukannya ini juga tanggung jawab mas pandji sebagai pemilih beliau untuk menuntut janjinya ke mas pandji? Seperti yang mas pandji pernah tulis? So?

  5. gaya bahasa dan gerak gerik lo..tanpa sadar mirip jowoki.. melempar ucapan lalu barusaha menyantaikan…YA UDAH memang sudah terjadi tp bukan berarti YA UDAH lantas sekarang DIAM !! atas hiruk pikuk rakyat. lebih santun kalo lo juga bergerak menunjukkan kepedulian nyata atau buat pembaca lo untuk lebih berempati minimal bersimpati atas keadaan ini!!! sperti bersemangatnya lo mempromosikan jokowi untuk jadi presiden.. dan sekarang seperti gagap meladeni para haters. jokowi bukan presiden lo aja..PRESIDEN KITA. mana sisi kritis lo untuk mencelotehi kondisi ini.. jangan tutup mata hati hanya karna sekedar gensi lalu tetap berusaha ingin terlihat jumawa.. #bukan_hater #kitapernakenal #temenMedia

    1. Nah tuh bang panji… jgn cuman diam lo juga harus bergerak lah. dulu lo yg ngompor2in pengikut lu buat milih jokowi. sekarang apahh.. lo hanya diam membisu bang..

  6. Gimana rasanya dibohongi terus-terusan oleh Jokowi mas? 😆
    Sampai sekarang belum ada progress apa-apa tuh pak Presiden yang dibangga-banggakan. Malah makin sering blunder dan melabrak tatanan hukum. 😆

  7. Maaf ya sebelumnya
    Kamu sudah kena revolusi mental ya? Jadi kalau sudah kena revolusi mental sifatnya sudah seperti anjing peliharaannya Jokowi? Kenapa saya bilang seperti anjing? Karena cuma akan menggonggong ke orang lain, sementara ke majikannya cuma bisa diem.
    Maaf saya gak bermaksud menyinggung, menghina, menfitnah, atau hal buruk yg lainya.

  8. wkwkwk.. bang pandji tolong tanggepin tuh para orang2 kalah yg tak bisa move on dari pilpres tahun lalu.. kuciaaan..
    Para pemilih Jokowi selalu protes kok kalo ada tindak tanduk jokowi yg tidak sesuai dgn semangat perjuangannya. itu bentuk revolusi mental.. mengkritik kedalam.

    ni orang2 benci sama pandji tapikok baca blog nya yah? sampe abis lagi. benci tapi rindu nih…
    cie ciee cieeeee!!!

  9. Gw pendukung prabowo,tp tetep suka sama karya lo bang pandji…ranah politik ya biarlah pada tempatnya…pandji hanya seorang seniman jdi biarkan dia berkarya…apa kabarnya slank klo smua slanker nyalahin slank karna dkung jokowi,masa kita kla sama slanker yg di anggap arogan ternyata lbh sportif dri yg mengkritij

Leave a Reply to allan Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*