Berdiri

Ramai.

Itu yang terjadi pasca saya rilis tulisan mengenai majunya Mas Anies dalam pencalonan Gubernur.

Dalam beberapa hari pertama, adalah dukungan, pujian dan nada sepaham bahkan dari mereka yang mendukung calon berseberangan.

Setelah itu, caci maki, hinaan, tawa merendahkan dan serangan, bahkan dari mereka yang ada di kubu yang bersamaan.

Hal baru buat saya? Tentu tidak. Sejak saya pertama kali terlibat dalam kampanye Faisal Basri, lalu tim Mas Anies di konvensi Demokrat, lalu ikut mendukung Jokowi di Pilpres, ini semua sudah jadi hal yang jamak. Agak rindu hingar bingarnya bahkan. Mana bisa anda masuk dalam politik praktis lalu takut diserang? Lah itu bagian dari permainannya. Saya suka kesal lihat teman yang main sepak bola lalu protes setiap kali kena dorong sedikit. Kalau tidak mau kontak fisik, jangan main bola.

Kali ini, tulisan saya diarahkan kepada pendukung Mas Anies. Mohon dibaca baik baik.

Kalau anda ingin memenangkan pasangan Anies – Sandi:

Berhenti menggunakan sentimen agama.

Ada 2 alasan utama.

  1. Anda hanya akan mengesankan Mas Anies dan Sandi tidak punya keunggulan atas Ahok selain bahwa mereka Islam. Dan bagaimanapun anda merasa penting punya pemimpin Muslim, menjadi muslim saja tidak cukup untuk jadi Gubernur. Ahok, adalah Gubernur yang punya BUKTI. Dalam tulisan saya yang terdahulu, saya sudah tulis Ahok adalah Gubernur yang memiliki banyak dampak baik untuk Jakarta, menganggap prestasi beliau tidak ada, adalah sebuah blunder dan kenaifan. Lawanlah prestasinya dengan hal hal yang lebih memiliki dampak terhadap Jakarta selain bahwa agamanya Islam dan Ahok bukan. Lagipula, saya muslim. Masak hanya karena saya muslim lalu saya layak jadi Gubernur? Memangnya anda mau pilih saya jadi Gubernur? Yakin? Saya muslim loh.
  2. Karena anda sudah pernah pakai sentimen agama berkali kali, dan anda gagal. Waktu Jokowi – Ahok maju di kampanye pilgub, anda pakai sentimen ini. Anda kalah. Waktu Jokowi – JK anda juga pakai sentimen ini. Anda kalah. Kalau anda gunakan lagi strategi yang sama, anda akan gagal. Mau menang? Miliki nyali untuk lakukan hal yang baru.

 

Jauhkan kampanye kita dari orang orang yang dikenal tidak memiliki cara yang baik

Ahok, jelas memiliki bukti kinerja. Itulah keunggulan Incumbent. Di Pilkada, incumbent selalu punya keunggulan bahwa dia punya hasil kerja yang bisa ditunjukkan. Apalagi Ahok. Keunggulan Mas Anies (dan mungkin Sandi, maklum saya kurang paham track record beliau selain bahwa beliau anak basket) adalah bahwa Mas Anies punya track record punya CARA yang lebih baik. Itupun yang sering anda pertanyakan dari Ahok kan? Itu juga hal yang saya tidak sukai dari Ahok. Kita sama sama kurang nyaman dengan CARA Ahok mengelola Jakarta. (wahai pendukung Ahok yang mudah panas, ini bukan berarti Ahok salah dengan caranya berbicara. Ahok boleh saja membentak dan memaki apalagi kepada orang jahat, tapi SELERA saya tidak masuk dengan cara itu. Jadi ini masalah selera. Saya tidak suka Bieber bukan berarti dia jelek, memang saya ga suka aja. Ini masalah preferensi. Ga usah emosi)

Kalau kita sama sama tidak suka dengan cara Ahok, maka jangan biarkan orang yang punya reputasi buruk terkait CARA mereka melakukan sesuatu, berdekatan dengan kampanye kita. Karena akan merusak saja.

Siapakah yang saya maksud? Ya banyak.

img_7033

Dari Pimpinan Dewan yang suka menghina, cecurut socmed tukang hina, penghasil meme fitnah, yang ternyata tidak berafiliasi dengan siapa siapa, sampai kepada FPI dan FUI.

Tolong jangan coba coba  menyanggah omongan saya soal FPI dan FUI dikenal punya CARA yang salah. Anda google-pun masih ada sisa sisa kelakuan mereka.

Membiarkan orang orang ini berdekatan dengan kampanye kita, maka kita jadi tidak punya BUKTI bahwa Mas Anies – Sandi punya solusi berupa CARA yang lebih baik untuk kelola Jakarta.

Okay, kalau anda bertanya apakah Mas Anies punya cara yang lebih baik dalam mengelola Jakarta? Saya bisa bilang ada.

Satu hal yang sudah pasti menjadi reputasi Mas Anies adalah, dia dikenal mampu menarik orang orang baik dan mampu menggerakkan masyarakat. Dibandingkan dengan calon calon yang lain, sebut satu nama yang punya pengalaman dalam menggerakkan masyarakat.

Satu saja.

Sebut yang mana.

Tolong jangan bilang Agus mampu menggerakkan bawahannya, dia kan tentara, anak buah disuruh ya pasti nurut. Namanya juga garis komando.

Anies Baswedan, punya gerakan Indonesia Mengajar. Sejak 2010, berhasil menarik minat begitu banyak anak muda, lulusan terbaik kampusnya, untuk mengabdi selama 1 tahun di pelosok Indonesia. Hasilnya, sang Pengajar Muda bisa jadi calon pemimpin bangsa yang hebat karena punya kompetensi kelas atas tapi dengan pemahaman grass root karena ditempatkan di pelosok. Sementara anak anak Indonesia di banyak daerah Indonesia bisa mendapatkan pengajaran dari orang yang berkompeten. Karena sesungguhnya masalah pendidikan Indonesia bukan ketiadaan guru yang berkualitas tapi penyebarannya yang tidak merata.

Anies Baswedan, punya Turun Tangan. Yang berhasil mengumpulkan lebih dari 35.000 lebih relawan di seluruh Indonesia sejak 2014 dengan misi utama: Mendorong orang orang baik agar mau masuk ke pemerintahan.

Anies Baswedan, bahkan sebagai Menteri, menggagas dan berhasil menjalankan Gerakan Mengantar Anak Hari Pertama Sekolah. Diawali dengan sebuah surat edaran dari Mas Anies, banyak organisasi dan sekolah yang menyambut positif gerakan ini hingga akhirnya pemerintah resmi mendukung dan mengijinkan aparatur sipil negara mengantar anaknya di hari pertama sekolah. Berdasarkan surat edaran dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Bahkan Ahok juga mendukung dan memuji gerakan tersebut

Kalau anda merasa “Mengantar anak” itu remeh. Coba sebutkan menteri yang bikin sebuah gerakan dan didukung oleh masyarakat. Anda akan sadar, bahwa seorang menteri menggagas sebuah gerakan dan berhasil menggerakkan masyarakat adalah hal yang langka.

Pada detik ini, pasti ada yang berpikiran “Ah Anies aja dicopot jadi menteri karena ga ada prestasi..”

Saya sudah pernah jelaskan di tulisan ini apa saja prestasi Mas Anies sebagai menteri. Sekarang coba anda sebutkan prestasi menteri pendidikan sebelum Mas Anies yang anda tahu. Satu saja. Kalau anda tidak bisa sebutkan, kok berani bilang Mas Anies gak punya prestasi?

Waktu Mas Anies menelfon saya pertama kali, beliau sempat berkata “Saya ingin jadikan pembangunan Jakarta jadi sebuah gerakan. Saya ingin kita semua merasa memiliki kota ini dan sama sama turun tangan untuk menjadikannya lebih baik”

Di kepala saya, saya tahu persis orang yang paling bisa melakukan hal tersebut, adalah Anies Baswedan.

Pesan terakhir kepada pendukung Anies – Sandi:

Jangan takut untuk berdiri dan memperlihatkan diri, sebagai pendukung pasangan Anies – Sandi yang memiliki cara yang baik.

Jangan takut ditertawakan. Jangan takut dihina.

Jangan takut untuk menunjukkan ketidak sukaan anda kepada orang orang yang kampanye mendukung Anies – Sandi dengan cara yang salah. Kita tidak butuh mereka.

img_7056

Biarkan mereka sadar, bahwa tidak ada ruang untuk orang orang seperti mereka di sini.

Biasanya, ketika anda tunjukkan bahwa anda tidak mau terafiliasi dengan mereka, akun akun tersebut langsung ngomel, ngetweet bertubi tubi. Biarkan saja. Memang hanya itu yang dia bisa lakukan. Yang penting jelas dan nyata kita tunjukkan, tidak ada ruang di sekitar kita untuk orang orang yang tidak bisa berkampanye dengan cara yang baik.

Kalau anda perhatikan baik baik, sedang ada pergeseran kekuatan politik. Dalam setiap partai pendukung setiap pasangan calon, ada perpecahan. Akan ada yang berpindah meninggalkan kapalnya yang sebelumnya. Di kubu Ahok ada. Di kubu Agus ada. Di kubu Anies ada. Tak perlu kita bahas kubu lain, perhatikan orang orang yang setau anda seharusnya ada di kubu belakang Anies. Ada yang pindah karena gerah. Salah satu yang anda bisa lihat, adalah akun yang tadinya garis keras mendukung PKS dengan cara cara yang salah, kini dalam tweetnya mendukung Agus.

Ini adalah indikasi baik. Kita biarkan pada akhirnya, mereka yang mau berjuang dengan cara yang baik yang akhirnya merapat ke kita. Apapun partainya. Inilah jembatan yang ingin kita bangun. Inilah perjuangan kita. Inilah yang kita inginkan terjadi. Bahwa pada akhirnya, Mas Anies menunjukkan kualitasnya dalam menarik orang orang baik dan membuat mereka bekerja sama. Kalau ada partai yang tadinya memiliki reputasi buruk dan ingin membenahkan diri, kesempatan itu terbuka.

Dan, dalam beberapa hari ke depan anda akan dengar pengumuman nama nama hebat dan baik berada di kubu Anies – Sandi. Nama nama yang akan membuat anda berani juga untuk berdiri dan menunjukkan diri. Nama nama yang membuat kita semakin berani menggeser orang orang dengan cara yang salah. Karena jembatan yang kita ingin bangun, harus dibangun dengan bahan bahan yang baik dan berkualitas.

 

Saya tahu, 3 hal yang saya minta tadi bukan hal yang gampang. Tapi kalau mau hidup gampang, ya jangan ikut masuk dalam sebuah perjuangan.

Ini perjuangan. Anda Pejuang, bukan?

Hadapi.

Dan tegaklah berdiri.

53 thoughts on “Berdiri”

  1. Preferensi saya tetap ahok bang… Simplenya, Anies memang sama baik dengan ahok. Tapi anies gak takut mati. Diancam sama mafia politik atau koruptor juga takut. Kalo ahok udah pasrah kalo doi mati besok.

  2. Bagus bang, semoga dengan adanya bang panji di kubu gerindra dan pks bisa membawa perubahan yg signifikan dari sikap orang2 nya yang selalu melakukan kampanye hitam dengan sentimen agama, muak baca nya dan bikin malu kalau kader2 mereka itu udah bikin tulisan yg bodoh nya kebangetan. Sukses terus.

    1. Skrg sd Feb 2017.. sdh akhir masa kampanye..dan sdh kelihatan topeng sdh terbuka..ternyata Anies.. adalah bagian dari the dark side.. semua karena ambisi dan ego.. menggunakan sentimen sara dan merapat pd fpi… tampaknya anda di perahu yg salah.. btw kekecewaan anda keliatan bgt lho saat Anies konfirm bhw gubernur dki hrs muslim di mata najwa.. jgn terlalu sedih mas.. sy juga ketipu kok waktu pertamakali kenal mas anies saat beliau baru mau launch Indonesia Mengajar..😊

  3. saya bukan orang jakarta dam tidak akan memilih, tetapi Saya sangat mendukung pergerakanmu mas pandji, namun kadang kita juga ngak bisa menampikan bahwa kalaupun terpilih, ya orang2 yang dibelakangnya teurtama yang dari partai pasti akan merusak niat baik pak anies,

    1. Kan sdh dijelasin kang Panji, dan gw juga setuju bgt, bahwa AB bisa memperbaiki Jkt spt juga Ahok tpi dngn CARA yg lebih BAIK. Kalau bahasa nya AB membenahi Jakarta bukan fisiknya saja tapi yg lbih pnting MANUSIA nya..

  4. Saya bukan orang Jakarta, Mas. Saya cuma ingin tahu. Boleh, ya. Saya masih belum nangkep alasan kuat mas Pandji dukung pak Anies, selain beliau orang baik dan posisinya sekarang perlu ditemani karena pendukungnya begitu. Apa yang membuat mas Pandji yakin Pak Anies bisa jadi gubernur yang lebih baik dari Pak Ahok?
    Saya cuma pengen tahu sih. Terima kasih.

    1. Di artikel sebelumnya panji udah jelasin bahwa dia di telpon langsung sama pak anies untuk bantu jadi tim suksesnya… jadi dukungan panji ke anis sebenarnya karena ikatan pertemanan aja padahal hati kecilnya dukung ahok…

  5. Ya bentuk kampanye seperti ini yang kita rindukan. Tunjukkan kelebihan jagoan kamu, kasih tahu kekuatan jagoan kamu, dan yakinkan mereka bahwa jagoan kamu lebih baik dari yang lain. Serang kekurangan lawan, kasih tahu kelemahan lawan, tapi ingat semuanya berdasarkan FAKTA bukan FITNAH. Udah bukan jamannya lagi black campaign. Tendang jauh2 balck campaign.

  6. Satu sisi saya sbg muslim punya harapan dg munculnya anies-sandi sbg alternatif calon, apabila melihat kapasitas keduanya (meski hasilnya blm tentu lbh bagus dr petahana).
    Tapi di sisi lain, saya sedih ketika dihadapkan pd fakta bhw betapa minimnya pemimpin baik terpilih di negara ini. Sehingga patut disayangkan apabila orang2 yg bagus saat ini “diadu”. Padahal akan lbh baik kl diperbanyak daerah2 yg dipimpin oleh orang kompeten yg baik.

    Bagaimanapun bp anies akan mendapat resiko politik yg tdk kecil apabila beliau kalah dlm pertarungan. Sulit -atau mbkn tdk mudah- rasanya utk keluar dr dampak kekalahan pertarungan di DKI, krn dampaknya pasti me-nasional.

    Bagaimanapun, sebagai batu loncatan utk RI-1 saya berharap semoga anis-sandi bisa menang.

  7. jadi inget kata2 seorang kawan
    setiap pemimpin yg baik dikelilingi oleh orang2 yg baik
    agar ia mendapatkan saran, dukungan bahkan kritik yg baik pula

  8. keren mas pandji tulisannya..Sebuah pemikiran yang awalnya bertanya-tanya mengapakah Pak Anies & Sandiaga Uno harus berkoalisi dengan Partai yang selama ini menjadi “lawan”. Namun, dari hal itu semua rasanya tidak perlu kita memikirkan terlalu panjang akan “partai” nya tapi kita harus pikirkan “orangnya” (yang kita dukung yaitu Pak Anies). Berkali-kali banyak orang yang bertanya akan hal ini, simpel saja saya tinggal memberikan link youtube mengenai speech Pak Anies saat Konvensi Capres Partai Demokrat karena disitu jelas untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar keputusan Pak Anies yang kembali maju dalam ruang Politik.

    Pejuang Bukan ?? HADAPI !!

    Salam Turun Tangan,

  9. Maaf bang Pandji
    Saya adalah orang yang paham dengan pak Anies, saya sudah menjadi anggota turun tangan sejak 2013, saya sudah menyorakan Gerakan Turun Tangan, dan saya juga “Sudah” memutuskan memilih partai Demokrat karena bapak Anies mencalonkan diri di konvensi Demokrat, sangat saya sayangkan, hak suara saya terbuang percuma untuk partai antah berantah itu dulu.
    Dan saya memutuskan memilih bapak presiden kita juga karena bapak Anies adalah ketua relawan nya si bapak, dan untuk kali ini saya “Masih Belum” menyesal memilih si bapak.
    Tapi untuk kali ini, maaf bang Pandji, saya tidak sepakat dengan bang Pandji.
    Saya sangat merasakan perubahan Jakarta sejak Ahok, saya bukan orang yang lahir dan besar di Jakarta, saya adalah orang pendatang di Jakarta, dan sudah menjadi warga Jakarta, saya pengguna jasa transportasi umum, saya kemanapun, berangkat kerja setiap hari selalu menggunakan jasa commuter line atau Transjakarta. Saya sangat merasakan perubahan nya sejak Ahok, bahkan saya belum merasakan ketika Jokowi menjadi gubernur, atau mungkin belum berdampak, tapi di saat Ahok saya sebagai pengguna fasilitas umum sangat bersyukur.
    Foke atau bang Yos hanya lugas dan tegas, tapi di saat bertindak kurang kecapan seperti Ahok, warga Jakarta adalah warga yang membutuhkan orang dengan “CARA” yang spontan, karena warga Jakarta adalah sangat tidak peka. Jika Anda warga Jakarta pengguna jasa transportasi umum, Anda akan menyadari bahwa warga Jakarta sangat tidak sensitif dan peka, bahkan ketika saya hamil, saya menggunakan jasa transportasi umum, dan yang seperti Anda tahu, gerbong atau area khusus perempuan adalah area perang, area tanpa minus perikemanusiaan, dan bangku prioritas hanya tulisan belaka, dulu dikala gubernur sebelumnya terkadang si petugas jika sudah di jam sibuk, di saat mungkin ia juga sudah capek, dia tidak akan peduli dengan bangku prioritas, tapi sekarang mereka sangat peduli, mungkin karena boss mereka orang yang ceplos dan spontan, jika mereka macam-macam, habis mereka di sms ke no pelayanan ahok. dan satu lagi, gubernur Jakarta pertama yang memberikan no nya kepada masyarakat, bahakan sejak ia jadi wagub. Dan yang lebih keren sekarang petugas kelurahannya, PTSP(petugas terpadu satu pintu) di DKI, mengurus berkas² sangat nyaman, tidak ribet, saya tidak perlu mengambil cuti untuk mengurus KK atau sbg nya.
    Dan sekali lagi, petugas Krl atau bussway atau PTSP ini berubah sejak Ahok, jika di tanya kenapa? Karena boss nya galak, walaupun galak, gaji mereka lebih dari cukup, UMR kali 2, bahkan ada UMR kali 3. Petugas kebersihan pun juga begitu. Jadi inilah Jakarta yang saya inginkan, warga Jakarta pada dasarnya, “Mulai” berubah karena “Takut”, bukan takut krn tiba² Anda hilang saat malam hari , tp “Takut” dengan si Koko.
    Trims bang Pandji, itu menurut saya yaa lo

    1. pemimpin harus memberikan teladan yg baik, termasuk “CARA” dlm memimpin, warga patuh bkn krn takut pemimpinnya galak tp warga hrs bsa peka dan sadar akn mentaatinya brsma dg pemimpinnya…dan pemimpin adl pelayan bgi warganya

    2. Setuju dengan Mba Mia..
      Indonesia khususnya Jakarta menurut saya rata-rata masyarakatnya “belum siap” diatur dengan cara2 yang elegan dan berkelas, tingkat pendidikan yg masih jauh dibawah standar dunia, budaya tidak perduli, belum lagi tekanan kebutuhan hidup yg membuat orang cuek dan bodo amat mengesampingkan hal2 yg ga ada hubungannya selain duit, yah jakarta menurut saya status sudah rusak berat mental dan budayanya… Ini rata-rata lho ya mas..tentunya kaum peduli, punya empati,sadar peraturan dsb juga jutaan jumlahnya .. Tapi clearlah menurut saya sebagian besar masyarakatnya masih perlu sosok kaya ahok, yg mesti dikerasin dulu baru berubah.. Perubahan jakarta bbrp tahun terakhir plus sejak revolusi mental jokowi sangat berasa di atmosfer jakarta spt yg Mba Mia sudah sampaikan.. Bangsa kita yg sudah ketinggalan puluhan tahun dibanding negara lain ini kalau ibarat sekolah kan masih TK ya, ga mungkin anak TK dikasih teknik pengajaran kelas sufi sopan yg tujuan sama tindakannya masing2 orang beda penafsiran..belum saatnya menurut saya.. Bangsa ini 5 tahun kedepan masih butuh pecutan keras, kerja keras yang nyata, pembentukan budaya yang tegas, membangun fondasi empati sadar diri yang sudah keropos.. Ya saya setuju mas ahok sudah kasih bukti nyata, tapi itu semua terjadi karna CARA dia ampuh utk kondisi bangsa kita saat ini, coba liat jepang korea china dan negara2 yang hebat karna mental bangsanya..semua diawali dari sikap keras pemerintahnya tegas clear mana yg boleh mana yg tidak… Nah kalau sudah maju kaya skr baru pelan2 dibuka CARA 2 yang elegan, berkelas dsb..disaat bangsanya frekuensi penerimaannya juga sudah berkelas disaat yang diajak berubah maju sudah punya fondasi kuat.. Yg jelas gak dalam 5 tahun kedepan, belum Mas..masih jauhh.. Kalau CARA memimpin masih mengedepankan toleransi, sopan santun, saling memaafkan..wah dijamin sampai tahun kuda budaya KKN, sikap seenaknya masih merajalela dengan segala bentuk pembenarannya… Kalaupun pak Anies-Sandy yg terpilih harapan saya sbg masyarakat jakarta, lanjutkan CARA ahok ini kedepan, gausah coba2 trial eror berusahan nemuin obat mujarab baru, sayang hasil yang sudah bagus dirintis ahok selama ini, bisa tertawa semua pihak2 jika malah kelonggaran2 muncul lagi diJakarta ini… Sekian dari saya, maaf ya mas kalau ga pas komentarnya.. Hanya coba menyampaikan sedikit aspirasi saja

    3. Lol. KRL Commuter Line gak ada hubungannya sama kepemimpinan Ahok. Dua institusi yang berbeda. Dipimpin dan digerakkan oleh orang2 yg berbeda pula. KRL punya-nya KCJ. Kalo KRL di line Jakarta jadi bagus karena Ahok, berarti KRL yg lewatin Tangerang, Bekasi, Depok, dll juga jadi bagus disebabkan walkotnya masing2? 😀

  10. Anies tidak diragukan lagi adalah orang yang baik. Tetapi apakah ia adalah orang yang tepat ? saya rasa tidak. Birokrasi jakarta terlalu “hardcore” untuk diselesaikan dengan cara santun. Terlebih lagi begitu banyak tekanan politik dari partai pengusung Anies, saya ragu beliau akan mampu mengambil keputusan yang benar tanpa ada unsur politis.

    Mungkin ketika ahok sudah menyelesaikan masa jabatannya (dengan catatan birokrasi DKI sudah baik), Anies adalah orang yang tepat untuk melanjutkan pembangunan jakarta supaya makin ngebut lagi.

    Jadi kesimpulan saya. Anies baik ? tentu!, namun apakah yang terbaik ? menurut saya saat ini : bukan.

  11. Selesai pembacaan puisi, semua tertawa terbahak2, kecuali Anies hanya diam.
    Di saat orang2 jahat selesai berkorupsi, apakah Anies akan diam pura2 gak liat atau maki2 seperti cara Ahok ?

  12. How lucky Pak Anies and Uno for having you on their side and I mean it. Saya warga Jakarta, fans berat nya pak Anis (engga mas Uno) dan selalu suka sama tulisan dan pemikiran bung Pandji.

    Tapi seperti tulisan mbak “Mia” diatas, am rooting for AHOK. Dari lahir saya di Jakarta dan ngga pernah2 nya saya merasa sepeduli ini sama dunia politik kalau bukan karena Ahok. Bukan peduli sama dunia politik sih, tapi peduli sama Jakarta tepatnya yang mau ngga mau saya harus mau mulai peduli sama “politik”. Saya ngerasain perbedaan yang gedeee banget setelah Jakarta di pimpin pak Jokowi terlebih lagi Ahok. Dan saya seneng banget waktu bung Pandji coba bahas kekurangan Ahok, lagi2 yang keluar hanya “attitude” Ahok yang “kasar”. Dan ini semakin meyakinkan saya kalau Ahok adalah pilihan yang tepat untuk Jakarta. Karena definisi santun menurut saya adalah, ketika anda berjuang untuk orang lain tapi mendadak marah terhadap orang yang memang pantas dimarahi dan bersalah itu adalah santun. Orang yang bicaranya baik bahkan ketika menegur orang adalah Santun, tapi orang yang keras ketika menegur orang yang bebal dan merugikan rakyat, ya tetap saja santun.

    Dan ketika saya membaca artikel diatas dan sampai pada bagian tujuan pak Anies ikut dalam pencalonan Gubernur Jakarta “Saya ingin jadikan pembangunan Jakarta jadi sebuah gerakan. Saya ingin kita semua merasa memiliki kota ini dan sama sama turun tangan untuk menjadikannya lebih baik”, inilah yang saya rasakan dari Ahok, dengan kerja kerasnya dia bikin saya malu dan mikir “saya udah kasih apa ya ke Jakarta? Terlebih lagi Indonesia”

    Thanks buat tulisan nya, ndji dan Good luck buat Pak Anies.

    Semangat!

  13. Saya setuju dengan Mas Pandji, singkirkan sentimen agama, meskipun sentimen agama selalu digunakan dalam isu politik sejak jaman bahakan Indonesia belum berdiri,sering orang tidak bisa melepaskan diri dari stigma bahwa putih selalu baik dan hitam selalu buruk,padahal fakta di dunia jelas bahwa putihpun tidak selalu baik dan hitam tidak selalu buruk

  14. Wah Mas Pandji, jangan terlalu ekstrem dengan bilang menteri pendidikan sebelumnya ga ada prestasinya. Memang kebijakan menteri M Nuh tidak ramai di media tapi konkritnya banyak mas. Tolong pelajari dulu sebelum posting.

    Ini beberapa contoh kebijakan menteri Pendidikan M. Nuh:
    1. Beasiswa Bidik Misi yang dibentuk tahun 2010. Sangat amat membantu bagi siswa yang miskin dan berprestasi buat mengenyam pendidikan di universitas. Yang menerima sangat banyakkk.
    2.dana BOS, Dana Rehabilitasi Sekolah. Sampai sekarang setiap jangka waktu tertentu, dana mengalir ke masing-masing sekolah agar operasional sekolah tidak lagi di bebankan kepada orang tua siswa. Begitu juga dengan dana Rehabilitasi sekolah, supaya sekolah tidak lagi menarik dana dari orang tua dengan alih-alih “uang gedung”.
    3. Pelatihan bagi guru di semua jenjang. (bagi yang mengeluh kualitas sebagai guru dipertanyakan)
    4. Berbagai tunjangan bagi guru NON-PNS di semua jenjang (PAUD sampai SMA)
    Masih ada yang lainnya, seperti beasiswa LPDP bagi yang tidak mampu namun berprestasi bisa melanjutkan kuliah ke Luar Negeri gratis dibiayai pemerintah

    Mungkin Mas Pandji ga bergelut di dunia pendidikan jadi kurang paham.
    Terkait Kurikulum 2013 yang katanya kontroversial itu, buktinya Mas Anies Baswedan selama jadi menteri ga jadi menghapusnya kan?

  15. Saya tambah dan ini yg paling penting…..keluar dari koalisi partai yg mendukung koruptor karena rakyat MUAK dgn kader2 gerindrow especially zonk, to-pig dan lain2nya

    1. Dilihat dari segi figur mas anies dan sandiaga uno sangat baik, apalagi dari segi kinerjanya sama-sama baiknya dengan pasangan calon gubernur yang lainnya. Saya pun bingung memilih diantara ketiga pasangan calon gubernur. Akan tetapi pilihan saya lebih fokus kepada mas Anies dan Sandiaga uno, karena lebih memenuhi kriteria saya. Meskipun diterangkan isu agama akan secara tidak langsung mendiskreditkan paslon dari islam, akan tetapi sebenarnya malah itu yang mendongkrak suara mereka. Karena isu agama yang hadir pada saat pilgub DKI Jakarta ini tidak lahir dari desain konflik sebelumnya, tapi lahir secara alami melihat arogansi dan ketidakadilan sehingga para pemilih yang dulunya senang dengan karakteristik paslon 2 itu beralih posisi dan memilih paslon yang lainnya.

  16. Sbg perempuan dan mencintai perkembangan anak sekaligus bekerja di issue HIV AIDS serta narkoba. Saya akan memilih calon gubernur jakarta yg memiliki visinya untuk perempuan, anak, keberpihakan pada pengguna narkoba, dan program HIV AIDS termasuk kondom. Jakarta tinggi untuk HIV AIDS daN narkoba. Ingat diperkirakan hampir 55-60%perempuan. Jadi saya akan melihat komitmen itu. Karna saya anti poligami dan berjuang untuk kesetaraan laki2 & perempuan, saya mengingatkan bahwa jangan pernah memilih calon gubernur dan wakil gubernur yg tidak menghargai perempuan dgn poligami. Pastikan calon gubernur dan wakil gubernur bisa menghargai perempuan dan bukan cuma ibunya, istrinya ataupun saudara perempuannya. Ini berlaku utk semua calon gubernur DKI Jakarta

  17. Walaupun kita beda pilihan bang, tapi gw tetap dukung cara kampanye lo.

    Bisa ga kalau setiap kampanye itu jenisnya kayak gini? Nyepet pak Ahok karena CARA nya dia adalah sah saja dan normal2 saja. Namanya juga selera.

    Tapi kalau fokus kampanyenya bawa SARA mulu kayak si kampret-kampret itu, ya pak Anies-Sandi pasti ga jadi laku.

    PS: Bang Jonru, jangan ke ge-er an ya. Fokus tobat aja bang.. Lanjutin buku “Cowo di seberang jendela” aja. Beneran.

  18. Dear Pandji, terima kasih.
    Saya sudah baca Pilih, dan saya sudah baca Berdiri.
    Saya adalah bagian dari silent majority yang belum menentukan pilihan. Tapi melihat peta saat ini, I think we’d be on the same team.
    Saya berikan 4 jempol buat Ahok. Beliau membuat perubahan yang luar biasa untuk Jakarta kita. Tapi kemarin ini saya belum yakin untuk menyerahkan KTP saya untuk Teman Ahok. Karena masih ada yang bikin saya belum sreg. Bukan soal agama. Tapi lebih karena saya menunggu sosok pemimpin lain yang membuat saya sreg. Dan sreg itu soal roso.
    Rencana awal, kalau sampai hari terakhir pendaftaran pilihannya antara Ahok dan Sandiaga, saya akan pilih Ahok.
    Tapi begitu Pak Anies maju, hati saya melonjong ke Anies. Reasonnya mirip dengan Anda. INDONESIA MENGAJAR.
    I believe in education. And I believe in people who believe in education.
    Mudah2an kelonjongan hati saya ini bisa jadi membulat ke Pak Anies, pada masa kampanye. Dan tidak menggepeng ato melonjong ke kandidat lain, karena tim kampanyenya dudul dan menggunakan stupid campaign.
    We’ll see…

  19. Coba sebutkan mentri yang membuat sebuah gerakan dan didukung masyarakat???? Hmmm..
    Aku rasa tak perlu disensus, gerakan Susi ngeledakin kapal asing pasti jauh lbh banyak yg dukung ketimbang gerakan nganter anak sekolah. Hasilnya jelas nunjukin kelas Indonesia sbg bangsa maritim yg berkuasa. Bangga lah pokoknya. Nah kalau gerakan nganterin anak ke sekolah, hmmm… Hayo Mas Pandji coba sebutin bangganya di mana? Kalau dibilang bisa luangkan waktu buat anak, walahhhh.. Kalau dibilang bisa buat contoh orang tua yg perhatian sama anak, walaahhhh.. Kalau dibilang bentuk perlindungan orang tua terhadap anak, walahhhhh.. Kok tak ada yg brasa signifikan yak? Hayo Mas Pandji coba sebutin satu yg signifikan. Tantangan Mas Pandji, daku sdh coba jawab. Your turn Mas.. 🙂

  20. halo mas pandji, ini ada feedback mengenai tulisan mas yang kemaren

    tulisan blognya keliatan banget sampe ke ubun ubun sebel ama gerindra – pks, kasian pak PS dan PKS ya lagi lagi disinggung isu HAM dan PKs dgn isu mbully pake SARA, pdhl pak PS ini yg rela memaafkan Bullyan pak anis dan rela yg dl mbully jd no 1, dan pks gk dpt slot. hanya karena sebuah blog dan video yg ditafsirkan tanpa tabayun akhirnya pks dan gerindra lagi lagi jadi najis, jd bullyan orang-orang. hehe. Mengangkat tak hrs menjatuhkan pun hrsnya berlaku utk panji, mengangkat anis tak perlu hrs menjatuhkan partai pengusung, apalagi banyak statement yg perlu diklarifikasi disana

    saya hanya copas dari orang lain. menurut saya sih, intinya adalah jangan menjatuhkan pihak lain, termasuk salah satu screenshot mas di tulisan ini, yang cukup menjatuhkan orang lain (terlepas dia benar atau tidak ya). termasuk juga, untuk semuanya, mohon untuk bertabayun/memeriksa kebenaran sebuah berita/pernyataan/apapun yang diterima ya. jangan sampai kita jadi korban berita bohong/hoax

    terima kasih, semoga yang terpilih adalah yang terbaik

  21. Awalnya saya senang dengan tulisan Pandji : orang baik saling bertanding untuk jakarta, yes senang sekali akhirnya bisa melihat kontes yang sehat. tapi rupanya pak Anies tetap lah pak Anies, saat dulu saya pernah ngobrol sama pak Anies, fokusnya adalah agar pak Jokowi naik dengan memastikan jangan pilih Prabowo. sepertinya langkahnya sama untuk kali ini, yah… pinginnya sih pak Anies membawa perubahan dalam cara kita berpolitik biar lebih sportif dan tujuan utamanya untuk kemajuan Jakarta dan Indonesia. kalo boleh titip pesen sama pak Anies lewat Pandji, “pak, jangan pakai cara kurawa”

  22. Mas Panji,

    Tulisannya bagus. Saya warga DKI dan sampai saat ini saya masih mendukung Ahok. Tapi membaca dua tulisan Mas Panji, saya mulai respek sama pak Anies. Tapi bagaimana dgn Sandi? Saya ko melihatnya dia sama saja dgn fadli zon dkk yg berkampanye negatif? Dia tepuk tangan kegirangan setelah puisi fadli zon. Trus terang saya ragu.
    Bisa kah Mas Panji mengupas ttg Sandi dari sisi positifnya? Karena yang Mas Panji dukung adalah Anies-Sandi dan bukan Anies saja.

    Terima kasih.

    Arya

  23. Bang, terima kasih untuk tulisannya. Saya sangat setuju dengan cara abang untuk “menyingkirkan” orang-orang bodoh yang ada di belakang orang-orang baik. Sedih setiap pesta politik ada aja berita yang menurut saya fitnah murahan untuk menjatuhkan lawan politiknya.

  24. Terima kasih utk udara positif, bermartabat, dan cerdas yg Bang Panji bawa dan hembuskan di dalam mesin politik Gerindra dan PKS. Semoga kalian berdua bisa menjadi “kuda trojan” dalam kedua parpol tsb walau saya merasa (kenaifan) kalian hanya diperalat karena kedua parpol tsb tidak mengenal istilah makan siang gratis.

    Bro, saya berharap saya salah, tapi saat ini saya melihat posisi Pak Anies mirip dgn posisi Resi Bhisma dalam perang Bharatayudha. Entah bagaimana akhirnya nanti hanya Tuhan yang tahu. Jagai dia dan diri Anda sendiri agar tetap memegang teguh idealisme yg ada saat ini dan memperjuangkannya dgn cara yg elegan dan beradab.

    Semoga kalian berdua bisa mengubah kandang serigala menjadi kandang merpati. Semoga.

  25. Mas Pandji,

    Kasih tahu dunk ke Tim Anies-Sandi, admin fb page Anies-Sandi jangan posting yg berbau sara lah buat kampanye. Ga elok. Sy yakin Pak Anies n Sandi juga ga mau main isu agama, banyak isu lain dr kepemimpinan Ahok yg harus dikritik.

  26. Bang Panji, tulisannya keren. Ga salah mengidolakan elu bang. Gue warga Jakarta, dan sampe saat ini masih belom tau dukung siapa. Jujur, ini inspiratif, banget. Tapi kurang greget kalo cuma Pak Anies aja yang diangkat, secara pencalonan Gubernur pun sepasang. Kecuali sendiri, ga ada masalah.

    Dalam perspektif gue kurang nendang naiknya cuma keganjel kalimat ini “dan mungkin Sandi, maklum saya kurang paham track record beliau selain bahwa beliau anak basket”. Kalo ada tambahan soal Pak Sandi mungkin gue bakal tau milih siapa bang.

    Btw, keren. Inspiratif!

  27. Aku jadi penasaran siapa sih orang2 hebat yg dukung Pak Anies? Bisa kasih bocorannya gak bang? Hehe

    Well, yg dukung petahana sering pakai argumen “Pak Anies itu baik, tapi apa gak takut sama parpol yg dukung?” Menurutku itu terlalu naif, karena mereka juga mendukung Ahok tanpa mau melihat parpol pendukungnya (Megawati, Setya Novanto, Surya Paloh.. Really, guys?)

    Jadi kalo kamu bimbang untuk mendukung cagub sebaik Pak Anies cuma karena didukung oleh kelompok yg tidak sesuai seleramu, katakan dalam hati: Saya dukung Pak Anies karena beliau orang baik yg memang patut saya dukung!

  28. Kebetulan, saya follower mas Jonru & mas Pandji. Dua sudut pandang membahas Pilkada di Jakarta menjadi semakin dinamis dan terlihat keterbukaannya serta keberanian menyampaikan pendapat.

  29. Nji…bagus tulisan loe…sepakat dengan tulisan mbak Mia…sekali-kali loe pakai transportasi umum…naik KRL…naik busway…naik angkot….maka disitu akan merasakan perubahan tentang pelayanan pemda kepada masyarakat…rasakan pelayanan kelurahaan sekarang….dan satu hal…saya sampai terharu (kalo mau netes airmata..malu sih masak cowok sampai nangis) jika lewat di RPTRA…anak-anak yang dulu kehilangan hak masa kecilnya dalam bermain…sekarang secara perlahan mulai mendapatkannya…ini salah satu cara pendidikan anak yang bagus dari Ahok…menyentuh pendidikan dasar melalui budi pekerti via kebijakan langsung eksekusi…..mas Anies bagus untuk mengajak orang berbuat ke arah perbaikan…itu yang gw kagumi saat dulu masih jadi adik kelasnya…..ajakan kan untuk berbuat nyata….bagaimana jika berhadapan dengan orang yang akan merintangi……berhadapan secara nyata lho…face to face….body to body…
    Untuk hal berhadapan dengan nyata mas Anies kurang…contoh…menang konvensi Demokrat…kenapa tidak fight memperjuangkan haknya…
    Saya bersyukur jika mas Anies berhasil jadi gubernur….tapi masih sangsi apakah bisa kuat menghadapi/mengendalikan orang disekitarnya….termasuk wagubnya? Termasuk teman pendukungnya di DPRD jika ada hal yang akan menyimpang?

    Jika bicara di Depdikbud…..kami malah punya ekspektasi berlebih kepadanya untuk melakukan perubahan….tapi hasilnya ya sama saja dengan pendahulunya…..ini kata teman-teman yang dampingi Anies saat menjabat disana lho….
    Oya…..Ahok marah2…iya kalo dilihat di youtube atau baca media…tapi apakah Pandji melihat atau bahkan dimarahi langsung? Kalo tidak….ya gitu deh….semoga sadar apa esensi marahnya…atau malah terbius “berita” tanpa divalidasi langsung…..
    Jadi saya ajak coba Pandji datang ke Balaikota pagi yah ..temui Ahok…pasti akan disambut…secara seleb…apalagi pendukung Anies…ikuti sebentar cara Ahok berkantor…setelah itu….datang ke RPTRA…datang ke kalurahan….naik angkutan umum yah….kalo lapar mampir sebentar di PKL yang telah dibina…dirapikan oleh Pemda..trus…kalo masih ada waktu mampir ke rusun yang dekat aja…itu tantangan gw yah…hasilnya tolong ditulis lagi yah…siapa tau saya yang salah….
    Oya biar aman pakai wig yah…bergaya seperti masyarakat biasa…

    Ditunggu hasilnya bro….
    Ps :
    aksi loe di konser Glenn asli kocak…

  30. See, thats the thing with “be careful when it comes to choose a friend” for Anies. It will be damn hard for you to justified what he just said in media regarding JEDI.

    Of course, as his supporter, you could find a very nice, clever, defensive sentences to support Anies statement about “dude, seriously, it’s all design by Foke, not Ahok”. There’s nothing but a single bit of truth that JEDI WAS designed in Foke era. But, is it necessary for a guy (that I thought in higher level like “Anies”) would spoken unproductive statement like that.

    Selamat berjuang bro! 😀

  31. Sepakat Nji,
    kampanye secara positif.
    Tapi hanya fokus ke kampanye positif, dalam artian membiarkan kampanye ‘ala-ala nganu’ merajai sosmed menurut gue juga nggak bikin sehat.
    Itu ibarat kita orang nabur2 virus dan kita mengambil posisi “kita pakai disinvektan saja supaya kita nggak terjangkit”. Nggak pas banget sih analoginya, seolah menghilangkan ‘viral positif’ yang bisa mewarnai sosmed juga. Tapi realita nya, isyu, rumor, dan hal2 negatif lebih punya daya jangkau luas dibanding yang positif.

    But, itu pilihan …
    Kalo gue pilih Share Good News dari Good People, sambil konter2 dikit Bad News from Asshole People

    Akhir kata,
    Ketika satu jari tangan menunjuk ke depan,
    dan tangan lain diletakkan di pinggang, dan kaki bergoyang2 .. maka patut diduga orang itu sedang disco !

    Salam Kafein & Nikotin.

  32. Tulisan berkelas dari orang yang berkelas. Saya bukan orang jakarta, tapi ikut mendukung karena Jakarta adalah bagian dari Indonesia. Semoga menjadi lebih baik!!

  33. Hai Bang Pandji. Gw bukan KTP Jakarta, sadly, gw tidak bisa ikutan panasnya Pilkada DKI. Saya hanya ingin mengucapkan kalau saya suka cara Bang Pandji dalam mendukung Anies. Saya sendiri masih ingin Ahok yang menggawangi Jakarta, karena pemerintah punya track record ganti kepemimpinan ganti proyek dan yang sebelumnya mangkrak. Saya tidak yakin apakah Anies akan melanjutkan proyek-proyek Ahok, atau kalaupun bung Anies melanjutkannya, saya tidak percaya dengan niat-niat baik orang-orang di belakangnya. (Yeah, I know, berprasangka buruk pada orang yang belum diberi kesempatan untuk membuktikan diri isn’t fair.)

    But anyway, kudos untuk perjuangannya Bang Pandji. Semoga Pilkada DKI 2017 ini berlangsung gemilang dengan kehadiran calon-calon muda dan berprestasi dan menjanjikan, di luar partai-partai pendukung di belakangnya. 🙂

  34. Program ya program, nyatanya di lapangan lain. Untuk mencapai hasil sekarang terlebih soal pembersihan sungai Ahok udah pecatin berapa banyak kepala dinas kebersihan dan dinas PU tata air? JEDI sendiri sifatnya bantuan dana kebanyakan. Dulu alat2 berat itu disewa, dan kadang mangkrak ga digunakan. Tau skrg bagaimana kerjanya? Alat berat dibeli, digunakan 24 jam kalo bisa, saya masih inget di salah satu rapat, kalo motornya kepanasan ganti diganti aja langsung sama motor yg laen, terus setiap alat berat ada trackernya. Belon lg masalah sampah, kalo pas jaman Foke itu waste management JKT kacau bgt, sampah ditumpahin ke sungai, nyatanya pas smua sampah hrs diangkut ke bantar gebang, truknya ga cukup. Skrg bantar gebang pengelolaannya sudah diambil alih oleh pemprov. Belum lg PPSU yg rajin bersihin thh saluran air dan sampah2 di jalan. Itu program siapa? Gw sih heran, kenapa Anies harus ngeluarin statement yg ga perlu kyk bilang sungai bersih gr2 program Foke. Bagi gw Itu sama aja buat cb giring opini kalo prestasi ahok selama ini bukan gr2 dia. And it’s proven to be backfired now.

  35. jadi secara tersirat nji…pasangan ideal menurut elu… Ahok-Anies 🙂 Ok! got it…kita akan tetap pilih ahok…dan gwe setuju Anies jadi penggerak pendidikan di Indonesia, bukan hanya di Jakarta.

    apapun alasannya, konstelasi tokoh dan isu politik yg ada saat ini dibelakangnya pak Anies bukan rumah yg ‘berpendidikan’ untuk pak Anies dan masyarakat.

    Jakarta dibawah kerasnya omelan ahok, nyata udah lebih baik…dan semakin baik..
    dan kayaknya gw gak mau bertaruh atas nama Anies, dengan merelakan semua yg baik saat ini harus hilang hanya karena pak Anies lebih baik dan lebih kenal kyk elu bilang nji sebelumnya…kesian liat gwe sumpah, liat anak-anak pinggir kali yg nanti harus tetap hidup di pinggir kali akibat ‘politik’ rekan-rekan dibelakang pak anies yg nampaknya akan melegalkan ketidakberdayaan mereka di lokasi tsb…

    biarkan ahok satu kali lagi…ok broh

  36. Anies orang baik. tapi orang baik belum cukup untuk jadi pemimpin.
    Pemimpin perlu yang capable. Kelas Anies mungkin belum untuk jakarta.

    Anda sangat benar, sentimen agama sudah gak laku dijual di negeri ini. Saya salut dengan perjuangan anda. Apakah anda hanya memperjuangkan sampai Anies menang saja, apakah anda yakin betul Anies akan jujur dan bersih jika berhasil terpilih, apakah anda juga berhak menegur Anies jika dia melenceng dari yang dijanjikan?

  37. Keren mas Pandji. Sukses dgn kampanyenya. Izinka saya nyebrang ke kubu sebelah karena utk Jkt saya pikir masih perlu figur yg keras. Salam utk mas Anies

  38. Bang panji saya 5 tahun lalu mengalami hal yg sangat pahit, saya urus tante saya masuk rumah sakit BUMD di jakarta menggunakan kartu JAMSOSTEK (yg skr BPJS) itu sangat2 di persulit skali, banyak alasann dr pihak rumah sakitnya, kamar penuhlah, antrian pasien yg membludak, dokternya blm dateng, dan masih banyak lainnya, hingga beliau meninggal di UGD slama 2 hr menunggu kamar yg tak kunjung ada, dr situ saya kapok pake fasilitas PEMDA, tp mas panji, tahun 2016 lalu mertua saya di rawat di rumah sakit yg sama, dengan biaya yg sangat mahal sy pasrah dengan keadaan, ttp ada petugas yg anjurkan saya untuk coba buat BPJS, saya punya troma yg mendalam untuk urusan yg satu ini, tp apa daya karna keadaan yg mendorong saya dan istri untuk bikin BPJS kesehatan di bantu dr rumah sakit yg mengeluarkan surat opname untuk di lanjutkan ke RT RW PUSKESMAS dan WALIKOTA dengan waktu 3hari yg di kasi dr rumah sakit untk pembuatan BPJS, dan ternyata slama sy buat dr RT RW PUSKESMAs dan WALIKOTA sy ga ngalami kendala, petugasnya sangat amat baik sampai tingkat walikotapun demikian, dan lebih terkagumnya saya biaya rumah sakit speserpun saya tdk keluar biaya klo ga salah tagihannya 22jt saat itu, pelayanannya pun ga pandang bulu, walopun kita pasien BPJS, sudah 2 kali mertua saya di rawat dan tak sepeserpun saya mengeluarkan duit, ga ke bayang klo sy bayar hampir 45 juta biaya kliuar masuk rumah sakit saat itu, sy penasaran dan coba saya “korek korek” informasi dengan beberapa orng pekerja rumah sakit, dan hampir semua menjelaskan, klo mreka”takut” karna hampir setiap minggu orng dari DINKES DKI menge chek kepuasan pasien BPJS, kadang ada yg berpakaian biasa (menyamar) untuk melihat kerja dr rumahsakit tsb, untuk itu lah saya pikir jakarta ga butuh orng yg murah senyum ramah dan pendongeng warga DKI, maap mas sy lahir dan besar di Jakarta pusat yg nota bene karakternya keras, jd saya rasa ahok ini yg cocok untuk kami, nyali dan otaknya ga di raguin banyak ormas di jakarta yg udh melenceng dr fungsinya, untuk itu gw sekeluarga siapa di putaran ke 2.

  39. Dilihat dari segi figur mas anies dan sandiaga uno sangat baik, apalagi dari segi kinerjanya sama-sama baiknya dengan pasangan calon gubernur yang lainnya. Saya pun bingung memilih diantara ketiga pasangan calon gubernur. Akan tetapi pilihan saya lebih fokus kepada mas Anies dan Sandiaga uno, karena lebih memenuhi kriteria saya. Meskipun diterangkan isu agama akan secara tidak langsung mendiskreditkan paslon dari islam, akan tetapi sebenarnya malah itu yang mendongkrak suara mereka. Karena isu agama yang hadir pada saat pilgub DKI Jakarta ini tidak lahir dari desain konflik sebelumnya, tapi lahir secara alami melihat arogansi dan ketidakadilan sehingga para pemilih yang dulunya senang dengan karakteristik paslon 2 itu beralih posisi dan memilih paslon yang lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*