Berkunjung ke rumah LIA “EDEN” AMINUDDIN

Kemarin gue berkunjung ke rumah Lia Eden dalam rangka shooting.
Hari sebelumnya dia dibebaskan dari penjara setelah 22 bulan ditahan karena dianggap menyebarkan agama yang sesat.

Sesampainya disana… persis seperti yang gue tonton.
Semua orang berpakaian seperti kalo lagi menunaikan ibadah haji.
Pake sejenis ihrom gitu! Putih putih sampai ke anak anak kecil yang umurnya 5 tahun.

Pas gue bilang mau ketemu dengan Ibu Lia, seseorang menjawab
“Bunda Lia diperintahkan untuk tidak bertemu lagi dengan khalayak umum, selamanya”
Gue tanya balik..
“Diperintahkan oleh pihak kepolisian?”
“Bukan” katanya “Diperintahkan oleh Tuhan”

WEKWEEEEEWWWWW!!!!

That was weird??!!

Gue sempat berbincang dan mempelajari lebih dalam tentang kepercayaan mereka.
Intinya sih ga aneh aneh amat.
Mereka cuma tidak percaya dengan pengkotakan agama. Tapi percaya 1 Tuhan.
Menurut mereka terlalu banyak darah tumpah atas nama agama.
Konsepnya sih gak gila.
Yang gila adalah, PERCAYA DENGAN ORANG (LIA AMINUDDIN) YANG MENGAKU MENDENGAR TUHAN LANGSUNG DAN MENDENGAR RUHUL KUDUS (JIBRIL)

Dibawah ini, adalah foto foto didalam rumah Lia Eden.


Ini di beranda rumah


Ini karya Lia Aminuddin yang ditempel di depan pintu rumah


Ini tempat penyimpanan alat musik yang dipakai utk upacara keagamaan


Ini foto mengerikan.
jadi ceritanya, dia tiba tiba diperintahkan “Tuhan” utk memakai baju kebesaran ini dan minta difoto.
Gak lama setelah dia difoto, tiba tiba polisi datang ke rumah dan membaca Lia pergi.


Ini “misbah”nya yang sempat kosong 22 bulan.


Sebuah cermin dengan tulisan di kacanya…


Dont pay attention at me, look at writings


Mereka sedang mencetak cover utk sebuah buku.


Ini paling menakutkan!
Ayunan di dalam kamar mandi!!


Dan ini adalah wahyu yang diberikan oleh Lia utk MUI
Sori agak ga jelas tulisannya, isinya kurang lebih pernyatan kekecewaan Lia terhadap MUI
Katanya seharusnya MUI mendengarkan dia dan menuruti perkataannya.
DAN, tulisan ini, DISULAM DI ATAS KANVAS!
Bukan di lukis, DISULAM!

pas pulang, gue dikasih buku tentang ankedot kehidupan orang orang di komunitas Eden.
Tertarik utk gue tulis beberapa isinya di blog ini?
Monggo, tinggal minta.

🙂

13 thoughts on “Berkunjung ke rumah LIA “EDEN” AMINUDDIN”

  1. What’s so weird about “mendengar Tuhan secara langsung”?
    Kalau dipikir2, bukankah semua nabi juga mengklaim hal yang sama?
    Bedanya, nabi-nabi itu hidup ratusan tahun yang lalu, yang ini di jaman sekarang :p

    1. lia edan itu orang gendeng
      ya itu kalo mata batin sampeyan peka ya pasti bisa lihat kalo lia edan itu memang wong edan

  2. Sekte Lia Eden tidak percaya dengan pengkotakan agama.
    Padahal Mereka sendiri sudah dengan secara langsung membuat sebuah kotak yang baru he he he.
    Agama yang ada di muka Bumi saat ini, masih jauh dari kebenaran termasuk sekte Lia aminudin.
    Yang namanya katanya itu sama dengan dongeng,dongeng tidaklah nyata, namun bisa menjadi suatu pedoman jika menggunakan apa yang dinamakan dengan Iman, Akal tanpa Iman akan menjadi tidak terkendali, namun Iman tanpa Akal, itu akan merugikan diri masing masing.
    Sayang sekali untuk para pengikut Lia Aminudin ini, dikaruniai Akal namun tidak mau menggunakannya, akhirnya lebih bodoh daripada keledai.

  3. Salah kerabat ada yang jadi pengikut komunitas Eden ini. Belum sampai sebulan setelah disucikan. Ia menjadi pribadi yang benar2 berubah. Tidak lagi secara rutin dan bercengkrama dengan ayah ibu nya, seperti yang biasa ia lakukan. Tidak lagi menafkahi anak dan istrinya. Malahan thr lebaran kemarin pun tidak ia berikan. Semua nafkah nya diserahkan ke komunitas Eden ini. Lagi-lagi dengan dalil untuk keperluan Tuhan. Mertua yang sedang stroke dan sakit tidak diperdulikan. Performance kantor menurun (ia bekerja di salah satu perusahaan swasta bergengsi di Jakarta). Ia benar2 telah kehilangan jiwa kemanusiaannya setelah menjadi pengikut Eden.

    Yang saya tau, teori kebajikan yang dikemukakan Eden, berbanding terbalik dengan prakteknya. Mereka serasa membelenggu pengikutnya, mengikatnya secara utuh di dalam komunitas mereka dan menjadikan ini sebagai cobaan bagi keluarga sang pengikut.

    Menurut sumber terpercaya, konon katanya Lia Eden ini kerasukan jin, yang dulunya adalah ustad dari Maroko, tapi lantas kecewa dan akhirnya berubah menjadi jahat sampai akhirnya meninggal. Well, bagi kami. Lia eden ini pantas disebut sbg jin yang berpura-pura menjadi baik.

  4. Lia eden itu muncul sebagai rreaksi kekecewaan atas agama2 yg ada merasa paling benar sendiri tapi sudah terlalu banyak menumpahkan darah atas nama agama. Makanya jgn sekedar menyalahkan mereka, org yg beragama mestinya instrospeksi diri agar tidak memunculkan org2 yg kecewa semacam Lia Eden. Tunjukkan pada dunia, bhw dengan beragama bisa mewujudkan kehidupan yg rahmatan lil alamin. Bukan malah menciptakan kekacauan dan perang berdarah darah yg menghancurkan kehidupan. Instrospeksi dirilah…

  5. Ada pernyataan konyol dari Komunitas Eden yang mengatakan bahwa suara terompet sangkakala yang viral 1 tahun lalu itu adalah suara mereka. Ini membuktikan kalau Lia Eden ternyata suka mencuci otak para pengikutnya seakan akan menjadi para malaikat dangan melupakan tanggung jawab sosial pada tiap pengikutnya

  6. KE: “Bunda Lia diperintahkan untuk tidak bertemu lagi dengan khalayak umum, selamanya”
    PP: “Diperintahkan oleh pihak kepolisian?”
    KE: “Bukan, Diperintahkan oleh Tuhan”

    Contoh percakapan ini bukan diperintahkan tuhan untuk tidak bertemu dengan khalayak umum melainkan perintah syetan yang terkutuk

Leave a Reply to SANGHYANG RAKSAJAGAT Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*