Dari apa yang kita cintai.

Saya sering jadi korban kemalingan.Dimaling sepatunya pernah oleh pemadat yg butuh uang.

Dimaling dompetnya pernah waktu lagi asik main dingdong (jaman SMP dulu)

Dimaling tasnya yang ditinggal di mobil yang lupa dikunci. Mobilnya sendiri sih tidak dicuri. Lagi mogok.

Dimaling rumahnya pernah.

Dimaling identitasnya pun pernah (yang ini panjang ceritanya, kapan kapan saya cerita)
Tapi di antara banyak kejadian kemalingan, salah satu yang sering terjadi adalah: Dimaling ide kreatifnya.
Kemarin, @ernestprakasa bereaksi keras terhadap akun @dagelandotco yang mengambil materi stand-up banyak orang lalu dijadiin meme oleh mereka tanpa menyebut sumber.

Usut punya usut, akun ini ternyata bukan satu dua kali melakukan ini. Tapi SELALU. Bahkan akun @bhaguz_403 bilang konten di majalah makemac juga diambil oleh @dagelandotco tanpa menyebut sumber. 
Saya rasa orang orang dibalik dagelandotco ini bukan penjahat. Mungkin memang tidak tahu bahwa itu mencuri. Atau separah parahnya, mungkin mereka goblok aja.
Karena didunia ini, banyak sekali yang tidak sadar ketika mereka mengunduh lagu dari 4shared adalah ilegal.

Glenn Fredly waktu itu pernah bingung bagaimana harus bereaksi ketika seorang remaja (kita sebut saja: Alay) dengan bangga lapor via twitter bahwa dia baru saja mengunduh album barunya Glenn dari 4shared. 

Dia ga sadar, yang dia lakukan adalah pembajakan.
Kemungkinan besar, orang orang ini gak sadar karena gak pernah mencipta.

Hanya sering mengkonsumsi.
Materi stand-up saya, sering dipakai orang lain untuk mereka mencari penghasilan.

Beberapa kali saya dapat laporan ada orang stand-up di sebuah acara komersil membawakan materi saya.

Bayangin, saya membutuhkan waktu 6-8 bulan untuk mengembangkan materi stand-up berdurasi 1 jam. Eh si kampret asik asik nyari uang dengan pake materi saya. Dia ga pake mikir. Ga pake melewati proses gagal. Ga harus disiplin. Ga harus latian.

Tinggal nyuri, ngafal, pake, dapet uang.
Kondisi ini kerap terjadi juga di youtube. Ada banyak akun youtube yang mengambil konten dari TV atau DVD lalu diunggah ulang di youtube mereka, berharap banyak views & dengan itu banyak dapat uang dari iklan youtube.

Modal nyuri.
Ketika di twitter, hal serupa terjadi. Akun akun twitter banyak yang mencuri ide orang, tweet orang, foto orang, video orang, intinya: Konten orang untuk ditweet ulang via akun mereka tanpa menyebut sumber sehingga kesannya yang hebat & yang lucu adalah mereka.
Sehingga followers banyak. Influence (hasil nipu) tinggi. Nyari uangnya dari tweet berbayar atau akunnya dijual dengan harga tinggi.
Sebenarnya soal pembajakan & orisinalitas saya sudah pernah bahas di buku #Indiepreneur. Intinya adalah, biarlah kita terus mencipta & terus berkreasi. Dengan itu kita terus di depan & mereka terus membuntuti. Bahkan konten digital saya di WSYDNshop tidak diproteksi DRM tapi tetap saya rilis & tetap memberi saya pemasukan yang sangat menyenangkan.
Tapi kelakuan mental maling begini, tetap harus berhenti.

Entahlah secara hukum tapi setidaknya bisa secara kultur kalau kita sama sama sepakat bahwa itu salah.

Mereka yang menganggap remeh kejadian seperti ini, pasti tidak pernah mencipta. Atau mungkin maling juga.
Tapi siapapun di Indonesia yang berharap untuk bisa hidup dari karya, akan menganggap ini serius. 
Karena surga dunia adalah ketika kita bisa hidup dari karya kita, dari apa yang kita cintai.

22 thoughts on “Dari apa yang kita cintai.”

  1. Mas, kalo dari sudut pandang saya, bukan nya meremehkan, tapi kalo saya liat akun ig mereka kan ada email nya mereka, kenapa gak pada coba email klaim hasil karya nya? Saya liat mereka culup sering nulis regram atau credit to siapa. Saya pikir saya pun bisa saja dapat gambar dari path dan lalu saya kirim ke mereka, atau malah mereka dapat dari path mereka atau dari manapun tanpa tahu sumber, karna jujur saya sendiri dan saya yakin mas juga, apabila nge path gambar2 lucu atau mungkin shate di group, tentu tanpa tulisan sumber bukan? Jadi menurut hemat saya coba email aja bilang “bro itu kata kata gw kasi credit dari gw ya” daripada harus bikin heboh kayak gini, para comic kan sudah di anggap public figure saat ini, jadi it would be nice kalo seoranh public figure bisa bersikap bijak.

    1. “Bersikap bijak” Lah yang nyolong kenapa gak bersikap bijak juga :))) bukan masalah nyolongnya/sharing aja, tapi kalo udah ambil keuntungan finansial dari hasil colongannya itu.

    2. Iya bener juga mba, terus terang saya tertarik banget dengan hal seperti ini, soal peraturan ilegalnya dalam hal content di media internet, apa ada yang punya referensi perundang2an IT terkait hal ini, soalnya bener kata mba, kita sering, dan mungkin sering banget share2, bahkan kita ga tau sumbernya darimana, dan kita juga perlu tahu, batasannya apa dalam share karya orang,
      semoga ada yang bisa bantu

  2. hahahaha,,naah ini, saya kebetulan juga pernah merasakan mas, saya kebetulan admin salah satu akun twitter kampus,meskipun g resmi dari kampus, pernah sih bikin sebuah tutorial, terus beberapa hari kemudian, gambar petunjuk tutorial saya itu dipublish ulang oleh akun official kampus tanpa menyebutkan sumbernya,,padahal saya bikin sendiri, capture sendiri, ngasih petunjuk sendiri. Akhirnya hanya bisa mengikhlaskan dan tertawa miris. Sejak saat itu sih, saya g mau lagi download mp3,film atau apapun yang sifatnya bajakan, kecuali memang dikasih free sama sih empunya konten. Soalnya udah tau rasanya, menyakitkan 😀

  3. Gue sebagai illustrator muda(tpi gk trkenal wkwk) gua ikut prihatin atas kejadian ini. Krn emang yg berkesan dari sebuah karya itu bukan hasilnya tapi Prosesnya, atau bisa dibilang “IDENYA”. Kejadian yang kyk gini yg gk bisa dibiarin. Kita boleh menggunakan referensi dari karya orang lain tapi bukan berarti kita boleh 100% menjiplak karya orang. #mudaberkarya

  4. Menurut saya ini penyakit lama yang sulit untuk disembuhkan, bukan hanya seperti kasus Bang ernest vs dagelan aja. Di industri kreatif memang rawan akan hal itu. kasus ini bikin saya ingat kasus Appel Vs Microsoft. Sukses terus buat Bang Pandji, mari sama-sama terus berkarya salah satu jalan melindungi karya kita adalah dengan semakin dikenal banyak orang!! | http://www.cahyogya.com

  5. Tingkat kesadaran akan copyright emang rendah banget sih. bahkan engga (mau) tahu mungkin …

    gimana sekarang orang sudah jarang beli kaset lagi karena bisa donlot (atau ngopi via komputer tukang pulsa di jalan) dan dimasukan ke hape-nya …

    Tapi jangankan di INdonesia mas … di Korea Selatan pun sama https://youtu.be/9AwCkzr_e1E

  6. Iya memang benar sih, yang namanya karya kalau dibajak pasti sakit hati. Itu kerja keras kita kok tidak dihargai orang lain, bahkan orang lain dapat untung dari situ. Saya gak tau pasti, mungkin kasus yang mas pandji bilang memang benar mencuri. Tapi kalau saya pelajari, proses kreatif itu sendiri cukup rumit. Pernah saya baca, katanya kalau 1 ide muncul di otak kita, muncul juga di 10 kepala yang berbeda. Akhirnya hanya siapa yang lebih dulu mengeksekusinya, nah itu yang dianggap kreatif. Yah, terlepas dari hal tersebut, mungkin masalah menghargai orang lain memang kurang ditanamkan ya? Itu basic dari masalah hak cipta tersebut kan ya. Sebagai designer sendiri, susah membuat sesuatu yang original, toh ada saja karya yang mirip-mirip tapi satu sama lain tidak mencuri. Ya semoga terselesaikan kasusnya dan orang-orang semakin kreatif dengan karyanya sendiri ya.

  7. Kebetulan bulan lalu bikin proposal thesis tentang perlindungan HAKI pada sosmed. Jadi meningggalkan jejak dulu untuk keperluan selanjutnya.

  8. semacam MCI gitu ya, tapi bedanya MCI udah dari dulu ketahuan simpen – hapus watermark – publish pake watermark MCI :))
    masalah mental dan kesadaran adminnya ini mah. Udah sering lihat di facebook orang yang marah gara-gara karyanya di copas MCI tanpa watermark.

    Aing mah ngga ngefollow dagelan. Aing mah levelnya 9gag hahaha

  9. Sheila. Mau coba bntu jelasin. Akun kyk dagelan itu skali post bisa dpet jutaan rupiah. Enak gk tuh dpt uang tnpa harus mikir? Itu kan udh dibilangin diatas konten majalah makemac pernah “dijiplak” dan secara sengaja watermark nya. Apa itu gk sngaja? Jelas2 itu udh kejahatan. Even 999 post mereka cantumin creditnya, bukan brrti 1 post yg nyuri itu dibenarkan. Menyuruh orang buat bersikap bijak, tapi sndirinya belum bijak utk menyikapi ssuatu. Bad habits as always

  10. Yap betul banget mas, bahkan para user tumblr juga pada protes. Mereka sudah susah payah merangkai kata2 di tumblrnya, dengan enaknya salah satu akun di ig make kata2nya tanpa kredit. Bukan ingin diakui itu tulisan si ini si itu, tapi etikanya aja mereka dulu belajarnya gak sampe akhir mungin ya

  11. Gw tau banget itu menyebalkan, gw jg ga bisa bilang bener atau salah, karena emng semua yang kita share di dunia digital, ya akan digunakan bebas oleh orang lain, even photo2 dari Natgeo, majalah Times juga di pake sembarangan sama orang lain.
    ga tau deh klo dari sisi undang2

  12. gw sih gak akan nyruh mas panji buat nulis email ke dagelandotco.. apalagi nyuruh mas panji sabar.. hahaha, wajar aja klo mas panji kesel sama akun tsb, krn akun tsb bukan individu penikmat banyolan lucu tp “seakan akan” menjadi creator banyolan tsb yg disebar lewat akun yg dinikmati ratusan org, pdhal ide tsb berasal dr mas panji. tp buat gw tulisan mas panji substansinya mengajarkan kita untuk bisa menghargai karya org lain. mas panji emg public figure yg menghasilkan ide kreatif yg fenomenal.. cuma kita sebgai penikmat juga harus tau diri.. bahwa ide ide yg membuat kita ketawa geli muncul dr proses yg ga gampang. gw sendiri pun sebagai desain grafis merasakan hal yg serupa dgn ini. bangsa indonesia kaya akan otak yg kreatif, sekaligus kaya pula dgn jiwa jiwa plagiat yg akut. harus ada kesadaran bersama kalo plagiat itu haram hukumnya. apalagi klo mencuri ide berskala besar bin terkenal dan ada unsur finansial.. gak ketulungan deh sakitnya.. hehehe

  13. Di jaman digital sekarang banyak karya-karya yang gampang didapat secara gratis, memang yang bangga dengan konten gratisan (ilegal) sebenernya salah atau mereka belum tahu atau mereka belum pernah karyanya diambil/dicuri. Saya sendiri mulai mengurangi kegiatan mengambil konten secara ilegal ini, tetapi masih belum dapat menghilangkan atau berhenti karena berbagai alasan dan keadaan, haha

    Btw mas Pandji, saya mau beli Indiepreneur tapi masih bingung antara beli yang berbentuk fisik atau digital download, ada saran? Apakah isinya sama saja?

    Terimakasih

  14. Saya dapat merasakan apa yg ada di tulisan ini. Seringkali artikel yang saya tulis murni dari isi kepala saya sendiri. Beberapa minggu kemudian sudah ada copy pastenya di blog website lain tanpa ijin. Sakitnya tuh disini… tapi saya yakin rezeki sudah ada yg atur, rezeki nggak ketuker .. jadi tetap berkarya aja tetap dengan apa yg kita bisa ….

Leave a Reply to Shavi Mae Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*