Heroic Story…

Orang ini, namanya Richard Leo Latunussa.
Dia lebih akrab dipanggil NSANE.

He’s a basketball player.
To be specifically, a streetball player.

Dia adalah alasan terbesar mengapa streetball sekarang berkembang begitu pesat di Indonesia.

He is an agent of change.

Dia kelililing Indonesia memperkenalkan budaya streetball ini dan terus terang, kalau elo liat dia bermain, elo akan merasa dia adalah duta yang paling tepat untuk streetball.

Streetball adalah olahraga basket dengan lebih banyak persenjataan trick.
Breakin’ ankles is a way of life.
You get respect from it.
If you pop someone’s ankle, bust someone’s ankle, crossed him up, and then he fell, people will react to that.
People will repect you.
And he have moves that’s just astonishing.

Kemarin gue ketemu dan dia cerita isi hatinya selama hampir setahun.

Tahun lalu, di LA streetball, dunia streetball Indonesia gempar karena orang streetball nomor 1 di Indonesia, si NSANE ini, jatuh oleh Pat Da Rock, pemain streetball asal Amerika.
Semua penonton bereaksi dengan berteriak.
NSANE sendiri menerima banyak sekali hate mail lewat friendsternya setelah kejadian itu.
Orang orang (yang menurut gue) selama ini sirik dan seneng banget dengan kejadian NSANE jatuh.

Tahun ini, NSANE dilarang tanding 2 pertandingan karena menyikut lawannya.
harapan utk kepilih sebagai pemain Allstarpun hilang dari benak NSANE.

Kemudian pada pertandingan penentuan dimana NSANE dan temen temen Bandung bertemu dengan musuh bebuyutan mereka dari Jakarta, NSANE hanya diberi kesempatan main 1 menit oleh manajer timnya.
HANYA 1 menit!
He is arguably the best player in the team.
And he only got 1 minute?
And he was expected to do a lot with just 1 minute left in the game.
Sementara timnya lagi ketinggalan 8 points.

Walhasil, timnya kalah lagi dari Jakarta selama 3 tahun berturut turut.

It was a low point for NSANE.

Kemudian dia cerita ke gue betapa dia merasa reputasinya rontok dengan hal hal buruk yang terjadi selama ini.
Bahkan dia sempat berdoa, apabila ini keinginan Yang Di Atas maka dia akan menerima sepenuh hati dan berterima kasih.

Kemudian dia bilang ke temennya, “Kalau gue dapet kesempatan main di Allstar, i’m going to do something big with Headache”
Headache adalah pemain streetball yang tahun ini berkunjung ke LA streetball Jakarta.
Kalau kita rajin nonton And 1 mixtapes, kita akan sering ngeliat dia.

Ternyata kesempatan ini terjadi, nama NSANE disebut ketika pemain Allstar tahun ini diumumkan.

Ketika lagi huddle, pelatihnya bertanya “Siapa yang mau jaga Headache?”
NSANE valiantly replied “Gue!”

Selama pertandingan, yang ada di kepalanya adalah mengembalikan reputasinya yang sempat tercoreng.
He played his heart out.
And then, it happened, NSANE went one on one with headache and the crowd was on their feet… NSANE crossed Headache, got him off balance, and crossed him up again, and then Headache fell.

The whole place exploded with excitement.

This is big, NSANE crossed one of the premiere streetball player in New York!
New York is like the mecca of streetball!

Orang orang dengan handycam merekam adegan itu dan NSANE berencana utk mengupload video tersebut ke Youtube sebagai saran dari Maniac, pemain streetball Newyork yang juga datang kemarin.

Maniac bilang “You’re famous man, Headache will tell nobody back home that he fell, you have to post the video at Youtube and people around the US will talk about you”

🙂

Can you feel the moral of our story?
Kadang kadang kita juga seperti NSANE.
Kadang kadang kita merasa things are not going well with our lives.
But understand one thing,
Never let go of your hope.
Coz when your time to shine finally arrives, you have to make sure you seized it.

CARPE DIEM

Seize the day.