Menyusul Mereka

Kemarin ada yang bertanya, alasan saya memilih seseorang menjadi opener World Tour.

Sebelum menjelaskan, saya mau kasih tahu bahwa sekarang dengan akan berjalannya JURU BICARA Stand-Up Comedy World Tour maka ada 7 opener world tour.

Awwe, Gilbhas dan Krisna opener Mesakke Bangsaku World Tour

Arie Kriting, Babe , Barry dan Yudha Khan opener Juru Bicara World Tour.

Alasan pemilihan Awwe, Gilbhas dan Krisna ada di dalam film dokumenter “Menemukan Indonesia” yang rilis april, jadi silakan ditonton sendiri nanti.

Nah, mari saya jelaskan alasan pemilihan 4 yang membuka saya di Juru Bicara World Tour.

Pertama tama, ada alasan mendasar pemilihan opener world tour. Tepatnya ada 2 alasan mendasar. Yang pertama: SOLID. 

Makanya saya selalu membawa opener world tour yang pernah membuka saya di tur nasional. Karena saya pernah lihat sendiri kinerja mereka, pernah lihat bagaimana mereka membuka saya. Saya tahu persis mereka solid dalam arti ditaro di kondisi apapun, suasana apapun, kendala teknis seperti apapun, mereka akan bisa bekerja dengan baik.

Ini juga berarti, opener kota kota nasional punya peluang untuk jadi opener world tour ketika saya mau tur dunia lagi. Entah kapan.

Tur itu, apalagi Tur Dunia, faktor X-nya suka aneh aneh. Tidak mungkin saya membawa komika yang lucu SAJA. Komika yang ikut ke luar negri harus matang dan konsisten.

Alasan mendasar ke dua adalah: SELERA.

Orang yang saya ajak jadi opener (tidak hanya yang tur dunia) itu adalah opener yang selera komedinya saya suka. Jadi saya tidak begitu mempermasalahkan teknik, persona, bobot materi, dll. Kalau saya suka dan dia solid, cukup untuk jadi alasan saya memilih dia jadi pembuka. Urusan selera, ga bisa diganggu gugat. Tiap orang beda beda.

Nah sekarang, alasan spesifik. Ada alasan spesifik mengapa beberapa orang saya pilih. Arie misalnya yang saya pilih karena saya yakin dia akan memberikan dampak baik kepada pelajar Indonesia di luar negeri. Materinya memiliki keresahan yang saya yakin tidak dirasakan banyak pelajar di luar negeri. Boro boro merasakan, mereka bahkan tidak tahu masalah itu ada. Arie akan mendobrak pemikiran mereka. Yudha Khan saya pilih karena alasan lebih krusial. Di saat banyak komika membuat materi dari hal yang mengawang awang dan jauh dari kesehariannya, demi lucu atau demi punya materi yang pop, Yudha Khan membicarakan kotanya, Cirebon. Dia membuat saya jadi tertarik dengan kota tersebut. Dan itu yang menjadikan stand-up-nya Yudha menarik. Kalau mau jualan, jualanlah sesuatu yang orang itu belum punya. Jualan pemutih kulit di Indonesia yang rata rata orangnya kulitnya gelap. Di Amerika, pemutih kulit gak laku, kebanyakan ingin punya kulit berwarna gelap alias tanned. Sama dengan materi Stand-Up, ketika Yudha membicarakan Cirebon dia menjual sesuatu yang orang di kota kota besar belum  tahu dan belum punya: Kultur dan tradisi. Keberanian Yudha untuk jujur dan sederhana, menjadikan dia berbeda. Barry adalah salah satu contoh komika yang genuine. Dia gaya bicaranya tidak ikut ikutan kayak orang lain. Dia nyaman dengan dirinya sendiri. Barry adalah contoh orang yang bertemu dirinya sendiri sebelum dia bertemu stand-up comedy. Banyak sekali di Indonesia orang orang yang ketemu Stand-Up sebelum ketemu dirinya sendiri. Akhirnya dia ikut ikutan orang. Gaya bicaranya mirip orang. Stand-Up itu sebentuk kesenian. Seni adalah ekspresi diri. Kalau dia belum kenal dirinya, mana tau dia apa yang harus diekspresikan. Kalau dia tidak tahu apa yang mau diekspresikan, buat apa berkesenian? Babe Cabiita sudah jelas merupakan komika yang dengan mudah memporak porandakan gelak tawa penonton. Effortlessly funny. Tapi terpenting, dia adalah contoh orang yang memulai dari stand-up, meledak di industri hiburan secara umum dan industri film secara khusus, tapi tidak meninggalkan stand-up comedy. Sikap Babe seperti ini, kelak akan penting. Karena industri stand-up hanya akan sekuat para pelakunya. Kalau pelakunya pada pindah kapal, dan angkatan penggantinya lemah, tidak punya kakak untuk diidolai dan menjadi tantangan, maka generasi terbarunya tidak akan berkembang. Ketika itu terjadi, maka robohlah industri stand-up comedy di Indonesia.

Jadi begitulah alasan mengapa saya memilih 4 orang tadi sebagai pembuka.

Ada yang ingin menyusul mereka?

 

13 thoughts on “Menyusul Mereka”

  1. Saya masih tahap mencari diri sendiri.
    Good Luck buat yang jadi Opener..Kalian terpilih karena kualitas dan tentunya keunikannya masing-masing.

    Selamat menempuh perjalanan baru menuju dunia…..

    You are inspiration of Indonesian

  2. Asyik banget dah untuk para opener turnya bang Pandji. Gue setuju banget sama pemilihan Barry. Soalnya gue juga suka sama caranya stand up. Yang dipilih juga comic-comic matang. Semoga sukses untuk tur Juru Bicara!

  3. bang,gua kagum banget sama karya lu bang
    lu orang yang bisa bikin gua berpikir lebih terbuka lagi dan menanggapi masalah dari berbagai sudut pandang
    terus berkaya bang !

  4. Sederhana tapi dalam
    Quote, temukan dirimu sebelum temukan stand up mu sering jadi bahan diskusi kami, komunitas SUCKS Semarang.
    Sayang banyak yang masih tenggelam dengan indahnya kalimat itu.
    Belum ada yang akhirnya bisa kembali kedaratan untuk jadi diri sendiri.

Leave a Reply to Jati Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*