Mereka bilang gue berlebihan…

Gue selama ini memang mengikuti perkembangan politik Amerika serikat.

Terutama presidential election tahun ini.

4 tahun yang lalu, gue mulai tertarik ketika John Kerry berhadapan dengan George W Bush.

Gue udah mikir, haduh orang ini lemah sekali, but lets see how bad america want to get rid of Bush.

Hiphop were behind Kerry.

Kerry lost.

What made it worse was that he lost to an asshole.

🙂

Tahun ini rasanya berbeda.

Barack Obama bisa jadi satu satunya presiden yang bisa menarik minat dan perhatian dunia sejak sekian lama.

Ketika dia bertarung dengan Hillary Clinton aja udah jadi sesuatu yang monumental.

Pada saat itu, wacananya adalah antara presiden wanita pertama dalam sejarah, atau presiden kulit hitam pertama.

That was a tough battle to fought.

Kayak Brasil ketemu Argentina di semifinal kemudian di final Brasil ketemu Jerman.

Hehehehe

Waktu gue bilang gue ngefans sama Barack Obama mereka bilang gue berlebihan.

Katanya “Apa ngaruhnya coba sama Indonesia kalaupun dia menang?”

Hehehehe.

Ada ngaruh atau nggak, gue ga gitu peduli.

That wasnt even my concern.

I look at Obama not as a presidential candidate.

But as something that is even more close to heart.

An icon of hope.

PERTAMA KALI Obama menarik perhatian gue adalah bukunya THE AUDACITY OF HOPE.

Saat itu, kutipan dari Hillary Clinton lagi menghiasi hati gue.

Katanya “Hope is not a strategy”

Obama kemudian berkata bahwa untuk berharap dibutuhkan keberanian.

SHYT.

He is so right.

Umat manusia kini sudah hilang harapan untuk bahkan sekedar berharap.

Banyak orang pasrah dengan keadaan.

Banyak orang melepas impian.

Tidak berani bermimpi karena di dalam tersimpan harapan.

Sebuah negara, atau bahkan kota, akan rusuh dan runtuh ketika pemerintahannya tidak bisa menawarkan harapan.

Ketika elo hidup di sebuah negara yang tidak punya harapan, sudah pasti elo akan menemui kerusuhan, penjarahan, semua yang merupakan buntut dari hilangnya harapan.

“Buat apa saya bekerja?”

“Buat apa saya menyembah Tuhan?”

“Buat apa saya patuh hukum?”

“Buat apa saya menuruti pemerintah?”

Seorang pemimpin juga harus mencerminkan harapan karena harapan itulah yang akan dipegang oleh mereka yang dibawah pimpinannya.

That is what leaders do.

Kekalahan Kerry dari Bush 4 tahun yang lalu membuat gue berpikir, “Hilang harapan.. Amerika isinya orang orang bodoh karena tidak mau berdiri dan menolak dipimpin orang bodoh”

Tapi ketika dalam pidato kemenangannya Obama berkata “Hope has come to America” gue meyakini kata kata itu.

Kemenangan Obama adalah kemenangan siapapun yang masih memperjuangkan harapan.

Kemenangan Obama mengisyaratkan bahwa masih ada harapan dalam berharap.

Ada kemenangan dibalik sebuah penantian.

Dalam hati gue, tersimpan banyak harapan.

🙂

Obama membuat gue enggan melepas harapan tersebut.

“Mereka bilang gue berlebihan”

We’ll see 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*