PPW

Byk yg nanya kenapa saya ga follow pak SBY. Jawaban saya selalu sama: saya follow seseorang krn tweetnya menarik, bukan krn siapa org tsb.

Itulah kenapa saya follow banyak orang yg (awalnya) saya tidak kenal, seperti @hotradero @otsamir @benhan @sesa_opas dll. Banyak bahkan yg awalnya saya tidak kenal, lalu karena tweetnya menarik saya follow, akhirnya berteman dan bekerja bareng. Misalnya @imanlagi @shanibudi dll. Walau saya tidak kenal mereka pada saat saya follow mereka dulu, tapi tweet mereka menarik dan saya bertemu dgn tweet mereka yg menarik karena di RT org2 yg saya follow. Mereka tidak perlu minta folbek. Bahkan rata2 kalau ada orang yg minta minta folbek, pasti isi TLnya ga menarik karena mereka harus minta minta utk bisa difollow.

Tweetnya Pak SBY saya yakin normatif, membosankan, tanpa emosi & tanpa informasi baru yg menarik. Jadi, buat apa saya follow?

Kalau tweet2 pak SBY mulai kayak “Hadoooh, gitar gue siapa nih yg setem? Fals abis -_-*” , baru akan saya follow..

Kalau tweet2 pak SBY mulai kayak “Ciprik nih Anas, kelakuannya nyebelin” , baru akan saya follow.. Tp berapa besar kemungkinan itu akan terjadi? Pak SBY adalah Presiden jaim. Kemungkinannya nol

Pak SBY tidak ada niat utk jadi manusia di twitter, beliau akan selalu jadi Presiden RI yg ucapan dan isi pidatonya akan ada di media media. Kecuali via akun beliau ada info info yg menarik, saya tidak ada niat utk follow beliau.

Sekian

*PPW*

12 thoughts on “PPW”

  1. ga ngaruh lu mau follow sby atau nggk bego’. emang lu siapa? sok berpengaruh! ngelawak ga juga ga lucu.

    1. setuju! Masih jauh lebih lucu sby kalau urusan ngelawak. Waktu dia curhat di tv soal beratnya kehidupan presiden yang terzolimi, atau waktu dia mengumumkan diri sebagai ketua umum partai merangkap ketua dewan pembina merangkap majelis tinggi merangkap presiden RI, saya sampai bergumam kagum “Inilah sosok stand-up comedian sejati”

  2. lo follow sby klo tweetnya dy pas kunjungan kenegaraan udah gini ya bang, “seru nih kayaknya ngeband bareng follower gw di washington besok sore”

  3. Wooy itu cuma pendapat wooy… Kalau mengakui Indonesia ini Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda agama, kebudayaan, atau pendapat sekalipun, pasti terbuka dong untuk semua pendapat-pendapat. Jangan cuma berkomentar kalau bisa berbuat lebih banyak.

  4. Baru baca postingan ini. Asli keren, emang bener, sangat sependapat bang Pandji!

    Cuma orang yang punya sense of humor tinggi yang ngerti isi postingan ini menurut gue, ga kaya komen yang paling atas, *ups

  5. sama bang, aku juga ga nge-follow sby. alasannya ya harusnya dia yang follow aku, kan dia presidennya. katanya pengin lebih deket sama rakyatnya, masa rakyat yang harus “mendekat”?

Leave a Reply to Fahmi Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*