Susah Tapi Pasti Bisa (part 19)

Production notes:

Gue memutuskan untuk bikin dedicated stand up special.
Kemarin di Konser BeraniMengubah gue gabung dgn musik gue.
Kali ini mau gue jajal lagi materi 1jam kemarin dgn lebih baik lagi.
Krn kemarin sayang aja cuma 150 yg ntn langsung. Dan gue yakin gue masih bisa lebih bagus lagi deliverynya..
Tgl sudah dipilih. 28 desember
Melihat availability Usmar Ismail, di antara pilihan yg ada, ini terbaik.

Di bawah adalah catatan produksi yg gue tulis cicil per tanggal-tanggal tertentu.
Utk catatan gue sendiri, dan biar elo tau proses di balik semua ini 🙂

Nov 10, Rabu

Gue abis minta segala denah dan spesifikasi Usmar Ismail.
Kapasitas 430 kursi.
30 mau gue kasi komunitas stand up.
400 mau gue jual.
Itung2an gue, kalau gue jual 400 tiket ini Rp50.000, ga nutup.
Usmar Ismail sebenernya terhitung murah. Tp ditambah sound dan gue mau bayar 5 comic dgn harga yg pantas. Jadi ga nutup.
Musti Rp 100.000
Pada mau ga ya..
Apakah menurut penikmat stand up gue cukup ada nilainya sehingga mereka mau bayar Rp 100.000 untuk nonton gue (dan 5 comic lain)

Nov 15, selasa

Gue nanya MoSidik, kalau gue jual tiket show gue ini Rp 100rb bisa sold out ga. Dia jawab “Bisa lah. Ini Usmar Ismail. Tempatnya bagus. Mau lah org bayar segitu”
Sedikit ngasih ketenangan, tapi gue masih ragu..

Nov 22, selasa

Kemungkinan dapet sponsor belum tertutup. Tapi belum pasti juga.. Moga moga dapet.
Kalau gue ga dapet sponsor, tiket terpaksa gue jual Rp 100.000 biar nutup semua biaya
Kalau gue dapet sponsor, tiket akan gue jual Rp 50.000 krn biaya sebagian sudah ketutup.
Bismillah..

Nov 23, rabu

Gue resmi booking Usmar Ismail. Toh kalaupun tanpa sponsor gue akan coba modali dgn uang gue sendiri dgn harapan tidak merugi dalam penjualan tiket.
Ibaratnya, nge-executive produce show sendiri. Hehe
Sore gue mengumumkan secara resmi via akun @pandji tentang stand up special gue..
Banyak yang antusias. Kebanyakan nanyain harga. Sesuatu yg belum bisa gue buka.. Krn tenggat nyari sponsor adalah sampai 30nov..

Nov 24, Kamis

Hari ini, gue survey kecil ke follower twitter gue. Kira kira apa judul Stand Up Special gue
Chris Rock punya Bigger and Blacker, Never Scared, Kill The Messenger.
Seinfeld punya I’m telling you for the last time
Robin Williams punya Weapons of Mass Destruction

Nah, gue punya apa?
Ide dari followers gue bagus bagus. Beberapa yg jadi favorit gue adalah:

“Bhinneka Tunggal Tawa” (Berbeda tapi 1 dalam tawa)

“Ketawa Tunggal Ika” (Ketawa namun satu jua)

“Lupa namanya, ingat ceritanya”

“Tertawa, atau mati berusaha”

“Susah Tapi Pasti Bisa”

“Mulutku deritamu”

“Akhirnya Tertawa”

Yang ini bagus “Methumorfosis”

Tapi yang gue suka adalah yg satu ini:
RT @mkozama: @pandji “Tawa Brata” kayak jaman Majapahit “Tapa Brata”,sama2 ngelakuin sendirian tp tujuannya utk masyarakat luas

Tawa Brata. 1 org melakukan tawa (comic) utk masyarakat luas

Hmmm pilih yg mana ya..

25 nov, Jumat

Gue kepikiran Bhinneka Tunggal Tawa, Methumorfosis dan Tawa Brata..
Hmmm..
Yg mana ya..

Hari ini jg ada followers yang mengingatkan utk tetap buka tiketbox untuk mengantisipasi orang yg uda mesen bahkan udah bayar tapi ga dateng.
Gue berencana utk buka early bird tapi tiket diambil hari H sejam sblm acara. Kalau engga akan gue lepas lagi utk orang yg mau beli
Gue harus apresiasi mereka yg datang dan pengen beli daripada yang uda bayar tapi ga nongol.
Walaupun dipikir2, sayang juga udah bayar Rp 100.000 terus ga nongol ya.. :p

27 Nov, Minggu

Gue ngumumin denah kursi Usmar Ismail via twitter, skalian memastikan nama stand up special gue: Bhinneka Tunggal Tawa.

Sempet gue survey antara Bhinneka Tunggal Tawa dan Methumorfosis. Hasilnya 60% pilih Bhinneka Tunggal Tawa, 30% pilih Methumorfosis, 10% bilang Bhinneka Tunggal Ika harusnya tidak diplesetin

Atas pertimbangan yang 60% dan yg 10% terpilihlah Bhinneka Tunggal Tawa.

Methumorfosis is a good title. But it stops there. Bhinneka Tunggal Tawa isn’t just a good title for my show, it also ignite reaction. Which is good.

Ketika lagi ngetweet soal BTT (Bhinneka Tunggal Tawa), Ernest bbm dan nyaranin utk bikin 2 jenis harga. Rp 100.000 dan Rp 75.000
Katanya biar orang punya alasan utk beli kursi yang dibelakang. Takutnya harga sama tapi duduk jauh.
Gue itung sih balik modal, untungnya tipis. Comic2 lain ga bisa dihargai yg pantas menurut gue. Tp kata Ernest gapapa, toh utk sama sama..

Akhirnya, gue ambil saran dia..

28 Nov, Senin

Gue uda bayar DP Usmar Ismail, udah kasih bukti transfer.
Administrasi beres
Gue bersama Anes, Zaindra, Abe dan Shani ke Usmar Ismail utk liat tempatnya
Biasanya ketika di sana ada sgala set + lighting kompasTV
Kali ini bersih, polos, kami bisa mendiskusikan lighting, sound dan shani bisa mengatur kamera mau ditaro di mana aja..

Tadi jg skalian bikin promo utk BTT.
So far so good

1 Desember, Kamis

Gue upload video youtube iklan Bhinneka Tunggal Tawa pagi ini. Disitu juga utk pertama kali diumumkan harga tiketnya
Sengaja gue ga umumkan sebelum videonya gue upload.
Tanpa video itu, harga Rp 100.000 hanya akan terlihat sebagai harga tiket yg mahal.
Tapi kalau mereka liat venuenya seperti apa, mereka akan sadar bahwa harga tersebut sangat beralasan.
Strategi yg terbukti sukses.
Kurang dari 6 jam, 200 tiket yg gue siapin online sudah sold out.

3 Des, Sabtu

Gue kuatir 2 hal

A ) Yg datang hari H utk beli tiket sedikit

B) Yg datang hari H utk beli tiket membludak

Kalo yg pertama, efeknya adalah kerugian. Karena gue ga balik modal.

Yg kedua, efeknya adalah perasaan nggak enak di benak gue terhadap mereka yg niat untuk datang tapi ga dapet tiket

Kepikiran sama gue, mungkin kalau yg ga kebagian tiket ada sekitar 200 orang, gue akan bikin show ke 2 dalam mlm yg sama
Kalau show pertama selesai jam 22.00, maka gue akan mulai show ke 2 jam 22.30…
Hmmm..
Perlu sampai seperti ini ga ya..

5 Des, Senin

Abis latian beberapa bit baru di Marleys. Ga bisa banyak2 bit yg dilatih krn akan lama dan mengganggu comic2 lain yg ngantre setelah gue
Ada beberapa yg “jadi” ada beberapa yg “kurang”
I need to practice more
I need more crowds
Mungkin kamis ini mau openmic di tempatnya komunitas Stand Up Bekasi. We’ll see..

8 Des, kamis

Tadi baru pulang dari Coffee Toffee Kalimalang, stand up di openmicnya Standupindo Bekasi.
Gue nyoba bit2 yg akan gue pake utk BTT.
Beberapa berhasil, beberapa mentah
Gue baru sadar. I have a point, but I don’t have a comedic side to it.
Sepulangnya gue langsung diskusi sama Comedy Buddy gue, si Gamila.
Berdiskusi dgn Comedy Buddy itu seru, karena kadang orang lain bisa menyelami dan mendalami sebuah premis dgn gaya berpikir yg beda, menantang kita utk berpikir dan membayangkan
Bit bit mentah tadi udah gue tulis ulang. Skrg pertanyaannya, jajal di openmic mana lagi ya..

10 Desember, Sabtu

Baru pulang dari polsek Pulo Gadung
Semalam, rumah gue dibobol maling.
TV, dvd, laptop, perhiasan, keyboard yamaha utk Dipo latian agar bisa menjadi David Foster (okay, lebay) juga dicuri
Anehnya, skarang otak gue penuh dengan bits utk stand up.
Apakah gue tidak berduka?
Gue berduka, kesal, sebal dgn kejadian itu
Tapi memang kenyataannya ada banyak hal2 lucu dari kecurian itu
Tgl 28 akan gue ungkapkan semua. Seperti pasien kepada psikiaternya, gue akan menterapi diri sendiri dengan membuka kejadian kecurian dihadapan penonton.

11 Desember, Minggu

Sendirian di rumah jam 23.15
Dengerin “Lose Yourself”-nya Eminem untuk menyemangati diri sementara gue latian utk Bhinneka Tunggal Tawa.
Just thought I need to note this.

20 Desember, Selasa

Malam ini gue taping utk StandUpComedyShow Special Tahun Baru milik MetroTV.

Gue belajar banyak dari Raditya Dika dan bagaimana dia mendapatkan LPM (Laugh Per Minute) yg tinggi
Dia “mengisi” bit2nya dgn emosi scr total dan rasanya itu yg direspon penonton..

Mayan, ilmu utk tgl 28

21 Desember, Rabu

Barusan telfon2an sama Zaindra, road manager gue utk karir hiphop gue yg membantu urusan teknis Bhinneka Tunggal Tawa
Kami lagi ribet ngurus perijinan utk baligo yang akan dipasang di Jl Kuningan.
Juga urus perijinan acara.
Juga bayar pajak utk tiket yang akan dijual.
Biasanya orang menghindari bayar pajak dengan bikin “First Drink Charge” dan bukan menjual tiket.
Tapi gue mau bayar pajak
Pertama karena gue ingin tau tata caranya
Kedua, because its the right thing to do.
This is my 1st special. I wanna do it right.
People will think I’m naïve, but there’s nothin naïve in doing the right thing.
Jangan jadiin pemerintah korup sebagai alasan menghindari pajak.
Pemerintah biarin aja ngaco, rakyatnya tetap benar.
Kalau pemerintah ngaco, rakyat ngaco, apa jadinya negara kita?

Hari ini juga merupakan kesempatan terakhir gue ngejajal bit2 BTT.

Gue lakukan di WhiteBox Menteng.. Di depan penonton yg tidak terlalu banyak. Cocok bagi gue.

Bit2 tadi cukup baik, masalahnya masih banyak bit2 yg belum sempet dicoba sama sekali.
Ya sudahlah.
Kita liat apa yang terjadi nanti

24 Desember, Sabtu

Gladiresik bersama Gamila, ada beberapa bit yg sama sekali belum pernah di latih dan gue juga ingin tau durasi utuhnya.
Setelah gladi di kamar ditonton Gamila seorang, gue selesai dgn durasi 1 jam 12 menit
Itupun, ada sejumlah bit penting yg kelupaan.

But it felt good.

I feel confident.

Ga parno dan ga meraba raba.

Setelahnya gue dan Gamila berdiskusi lagi.
Sebagai comedy buddy, walau bukan seorang comic, Gamila sangat membantu dalam membuka “pintu-pintu” pilihan yg tadinya ga keliatan oleh gue dalam bit bit tertentu
She’s funny, no, she’s hillarious
Ga banyak yg mengerti dia, tapi itulah masalah rata rata orang jenius :p

26 Desember, Senin

Rapat teknis terakhir di lakukan di Usmar Ismail.
Yang hadir Zaindra sbg yg ngurus teknis, Ariefdidu yang ngurus tiket dan Ernest sebagai Koh-Mandan. Juga Abe yg akan ngurus sound system serta Shani dan tim dokumentasinya

Anes juga hadir. Tadinya gue ga ngajak, tp nampaknya indra ke enam Anes merasa ada ga beres. Maka Anes menawarkan diri utk dateng
Dan untung Anes dateng karena dia yang menyadarkan gue akan hal hal kecil tapi penting dalam teknis Bhinneka Tunggal Tawa seperti: Konsumsi utk semua yg kerja hehehehehe
Kalau ga ada Anes pada mati kelaparan tuh semua

Tapi rapat teknis berjalan dgn baik

Terutama urusan tiket sudah dibahas dgn detil.

Somehow I have a feeling, the ticketing department will be quite stressful on D day.

I hope I’m wrong

27 Desember, Rabu, H-1

Gue menulis ini di salon
Sambil cukur rambut
Ada yg menyebutnya potong rambut, gunting rambut atau cukur rambut.

Intinya sama.

Merapihkan penampilan.

Ada 2 hal yang selalu sama setiap kali gue mau manggung di acara besar.

1) Beberapa hari sebelumnya gue cukur rambut

2) Biasanya gue manggung dlm keadaan flu.

Untuk poin ke 2 ini sudah terjadi berkali kali. JavaJazz 2007, Soulnation 2008, 2009, 2010, Konser Berani Mengubah..

Kemarin kemarin gue sempet flu, sampai harus tidur di kamar yang terpisah.

Hari ini, gue bangun dengan tubuh bebas dari flu
🙂
Nampaknya, kali ini gue akan manggung dgn kondisi tubuh sehat 100%

Harus sehat. Harus bugar. Gue mempersiapkan diri apabila ada 2 show.
Stand Up sejam 2 kali berturut turut bisa bikin semaput.

But not me
Not tomorrow.

Semangat org yg datang utk menonton gue akan menyemangati gue di atas panggung.

Malam ini, gue akan gladiresik (lagi) bersama Gamila.
Just so that my body remembers my bits

After that, its resting and show time.

Ini adalah catatan terakhir gue.

Terima kasih sudah membaca persiapan balik layar gue yang tercatat dari sekitar 1 bulan lebih

Bhinneka Tunggal Tawa adalah sesuatu yg spesial bagi gue, tapi lebih dari itu, ia adalah sesuatu yg spesial bagi negara ini

Bhinneka Tunggal Tawa adalah harapan hidupnya genre komedi baru di Indonesia.
Komedi yg membawa begitu banyak kebenaran yang kadang menyakitkan
Harapan bahwa perbedaan Indonesia bisa dibersatukan oleh tawa.
Harapan akan Indonesia yang telah sembuhkan lukanya oleh canda
Indonesia yg mampu menertawakan dirinya sendiri dan tidak mudah tersinggung

Indonesia yang lebih dewasa. Lebih bersatu.

Susah, tapi pasti bisa 🙂

Viva La Komtung!

One thought on “Susah Tapi Pasti Bisa (part 19)”

Leave a Reply to Arman Bagus Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*