Day 3, Kunjungan ke Veteran…

Guess where I was from?
Kantornya anak anak Soul.ID di veteran.
Impressive.
Gue dan Gamila mendengarkan looping beat yang dibuat oleh Soulbrothaz.
Tim produksi beat-nya mreka.

Kesimpulan gue tentang beat mereka?

CRAZY.

Sejumlah dari beat beat itu membuat gue bingung sendiri…
“Anjingg??? Keren banget”
Beberapa lagu malah udah gue tau mau gue isi topik tentang apa dari pertama kali gue dengar.

On the way home gue dan Gamila bilang, beberapa lagu yang tadi kita dengar saking bagusnya, pasti kepake sama Kanye dan 50 kalau mereka dengar..
HAHAHAHAHA
That sounds too much, but at leats 2 people agreed on it.

Day 2, Takdir…

Hari ini gue ketemu dengan Soul.ID di Friday Im In Lounge…
Lagu mereka Brand nu day adalah lagu rap yang pertama kali membuat gue terkesan setelah sekian lama.

I tried to push my luck by asking who made beats for them.
Endru membuka pintu kesempatan buat gue dengan bilang “Gue sama anak anak juga suka buat kok dengan harga ga segitu”
(he was referring to the Brand Nu Day track that was actually made by someone else outside Soul.ID)

I got his number.
Maybe I’ll give him a call

Day 1, Diawali sebuah obrolan biasa…

Gue habis ngobrol panjang dengan Gamila…
It all started from an article.
About a guy, a business man to be exact.
Kehilangan keluarganya, dicerai istrinya, ditinggal anaknya.
Di sebuah sesi bersama psikolognya, dia ditanya “Apa yang kamu inginkan sebelum meninggal?

Dia menjawab
“Kehidupan yang sempurna.”

Damn.

He got it right.

Sempurna.

Gue ga ngerti kenapa istilah itu diciptakan.
Kenapa kata itu ada, gue ga tau kenapa.

Kata itu diciptakan oleh manusia tanpa bisa disandingkan kepada manusia manapun di muka bumi.

Karena sempurna hanya miliki Allah toh?

The journey toward perfection is never easy.
The same thing goes in pursue of a perfect life.

Untuk gue, hidup sempurna berarti meninggal tanpa ada penyesalan yang tersisa…

I have a lot of dreams in my life.
Should I neglect?
Should forget?

Hasil obrolan dengan Gamila membawa gue kepada 1 keputusan.
Sebelum tahun ini berakhir (saat ini ditulis sekitar bulan Agustus 2007 – red) gue akan coba mengejar impian 15 tahun gue…

Problem is…

I don’t know how…