Tidak suka uang

Saya takut, jangan jangan saya ini nggak suka uang.
Sejak lama saya memutuskan utk tidak mengambil job dari brand rokok. Padahal uangnya besar sekali. Andai saya masih mau kerja sama dengan merk rokok, mencari sponsor world tour bukan perkara susah. 
Saya juga sejak lama tidak mengambil job MC pernikahan. Padahal job wedding adalah job termudah dengan penghasilan tertinggi untuk MC. Kerjaannya relatif gitu gitu aja. Bayarannya bisa luar biasa tinggi. 

Tapi saya berhenti karena merasa tidak suka dengan pekerjaannya & merasa tidak cocok. Sehingga kalau ada pilihan antara istirahat & ngambil job wedding, saya memilih istirahat. 
Saya juga sudah tidak pernah ngambil job ultah sweet seventeen. Sebagai MC rasanya sudah tidak cocok. Sebagai komika saya paling males stand-up di depan anak SMP & SMA. Ngoceeeeeeh mulu. Heckling tanpa mereka bermaksud untuk nge-heckle. Jadi, saya tinggalkan kerjaan kerjaan ini.
Sementara itu, beberapa waktu yang lalu saya ketemu kawan yang dekat dengan manajemen Agnes Monica..

Agnezmo.. Agnez Monica.. Siapapun lah itu namanya skarang… Dia cerita, bahkan Agnez hari inipun masih ambil job nyanyi di wedding & sweet seventeen! Asal bayarannya masuk. Dan dari informasi yg saya terima, bayarannya ampun ampunan tingginya. 

Padahal, Agnez-pun sibuk banget. Tapi dia masih mau ambil job job begini. Karena uangnya layak.
Kenapa saya tidak ya..
Bahkan ketika kondisi ekonomi mendesakpun, saya tetap tidak ambil pekerjaan pekerjaan  tadi
Apa saya tidak suka uang?

Bahaya ini kalau memang saya tidak suka uang.

Keluarga saya butuh uang.
Apakah keputusan untuk tidak ambil job job tersebut kelak akan terbenarkan?
Atau kekhawatiran saya benar? Bahwa saya tidak suka uang?

18 thoughts on “Tidak suka uang”

  1. Kalo yg pertama kali terlintas dipikiran saya, im pandji punya alasan tersendiri buat gak ambil job-job itu, mungkin?

  2. Saya sangat mendukung mas Pandji untuk tidak mengambil job/sponsor dari brand rokok. Secara penikmat karya mas Pandji gak cuma orang dewasa & bahaya dari rokok sendiri yang gak perlu dijelasin 🙂

  3. “Tapi saya berhenti karena merasa tidak suka dengan pekerjaannya & merasa tidak cocok” saya setuju dengan mas Pandji ini. sebesar apapun duitnya kalau kerjaannya nggak bikin nyaman ya percuma.

  4. Brand rokok ambil aja mas. Walaupun outputnya secara langsung ngerusak kesehatan, tapi kan mas panji bisa ngarahin output rokok itu ke arah yang jauh lebih positif. Misal hasilnya untuk anak2 yatim atau seminar gitu. Kasian mas, banyak banget yang butuh banget penghasilan untuk sekolah atau mengembangkan diri.
    Atuhlah sok serius ini sarannya 🙂

  5. bg pandji udah punya rasa tersendiri buat penggemarnya
    gk usah lah menambahin bumbu yg mengurangi atau bahkan merusak rasa tersebut

    semua butuh uang, tapi uang bukanlah segalanya kan buat bg panji ??

  6. Mas pandji punya idealisme yg kuat.
    Saya banyak belajar Dari mas Pandji tentang idealisme.
    Idealisme nya mas Pandji kereen banget!!
    Dari saya smp (2008) denger lagu2nya mas Pandji penuh dgn idealisme Dan pesan2.
    Yang paling kena buat saya bahwa :
    Seorang penyanyi pertama kali manggung itu penuh dgn idealisme, tp karena ada uang lagunya makin kesini jadi gitu2 aja, jadinya bukan seniman, tapi pekerja seni. Jadi malah gaada kualitasnya, padahal seorang seniman itu harus memiliki kualitas yg baik.

    Justru mas Pandji penuh dengan kualitas, jika mas Pandji bertindak seperti sekarang.

    Itu yg saya dapetin Dari mas Pandji

  7. Mas pandji punya idealisme yg kuat.
    Saya banyak belajar Dari mas Pandji tentang idealisme.
    Idealisme nya mas Pandji kereen banget!!
    Dari saya smp (2008) denger lagu2nya mas Pandji penuh dgn idealisme Dan pesan2.
    Yang paling kena buat saya bahwa :
    Seorang penyanyi pertama kali manggung itu penuh dgn idealisme, tp karena ada uang lagunya makin kesini jadi gitu2 aja, jadinya bukan seniman, tapi pekerja seni. Jadi malah gaada kualitasnya, padahal seorang seniman itu harus memiliki kualitas yg baik.

    Justru mas Pandji penuh dengan kualitas, jika mas Pandji bertindak seperti sekarang.

    Itu yg saya dapetin Dari mas Pandji.
    Hehehehe

  8. Rokok. Saya setuju. Saya juga nolak untuk gabung ke perusahaan rokok. Rasanya kok kayak ikut andil dalam rangka ‘meracuni’ manusia. Soal Agnes Mo, kalik paradigmanya beda sama Mas Pandji. Butuh banyak modal buat nyekolahin dancer2nya sampe ke luar negeri dan lain2. Jadi yang begituan masih aje diambil sampe sekarang toh bayarannya amit2, selain ya alih2 latian dan menghibur siapa saja. Amin.

  9. Mas, kalo emang sudah gak suka, kasih aja ke orang lain…kata orang bijak nih…’Sesungguhnya hartamu adalah apa yg telah kau dermakan pada orang lain’….btw, saya siap nampung nih..hehehe

  10. Lo tu cuma manusia berprinsip. Bukan orang yg ga mau uang.

    Daan itu hal yg langka mnurut gue.
    Salut ma lo “pandji pragiwaksono”

  11. Bukan karena tidak suka uang, namun memang Pandji sedang tidak memintai dangan apalah2 kepuasan dari mengerjakan dari hal tersebut. . pasti Pandji punya sesuatu kegiatan yang mengalihkan minat mengerjakan hal hal yang tadi . 😀

  12. Idealisme vs realistis, gue yakin semua manusia pernah atau akan mengalami hal ini, gue sendiri pernah ngalamin.

    Prinsip gue selama ini, kita mencari uang bukan menjadi budak uang, karena kita butuh uang untuk hidup bukan hidup untuk uang.

    Gue pernah mencari uang dengan menggadaikan idealisme gue, kenyamanan itu hilang, harga diri pun rasanya ikut tergadaikan, uang dengan jumlah banyak pun rasanya nggak berarti.

    Hari ini gue memilih mengedepankan idealisme yg realistis, tidak menabrak hal2 yang gue anggap salah atau dosa, dapetnya nggak terlalu banyak, tapi gue bersyukur, beban perasaan berkurang dan hati nyaman. Masih bisa senyum dan bangga ke diri sendiri bahwa gue bukan budak uang.

    Lo udah di jalan yang bener menurut gue, mungkin lo tidak sekaya public figure lain, tapi karya lo akan abadi, lo sendiri akan menjadi sosok yang tangguh dan tetap menginspirasi.

    Butuh lebih banyak orang seperti elo untuk menginspirasi generasi muda bahwa berkarya itu bukan untuk uang, tapi uang akan datang seiring dengan karya yang semakin baik dan benar.

    Salam hormat,

  13. mas pandji, I like you whatever you did (dalam artian berkaya ya mas) karena yang gw suka dari lu, lu mewakili anak muda yang berkarya, misalkan saja suatu saat lu ambil job dari rokok company, dan besok2 gw liat lu MC di wedding, itu ga masalah mas, ga ada yang salah dan ga perlu malu, krn gw yakin lu punya pertimbangannya sendiri

  14. Salam

    Mungkin Gue akan ngambil keputusan yang sama, kalo gue jadi lu, Bang.

    Hidup gak melulu soal uang. Dan gue pun membenarkan bahwa hidup jauh lebih mudah jika punya uang.

    Tapi, kalo ada sejuta cara untuk mendapatkannya. Kenapa kita harus pilih cara yang kita gak suka?

    Toh, misalnya gue punya anak dan istri juga, bukan berarti rezeki gue buat mereka. Tapi mereka juga diberikan rezeki masing-masing sama Tuhan.

    Buat apa takut? hehehe

    Semangat, bang Pandji!
    Gue tunggu karya karya lo 🙂

Leave a Reply to dian Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*